Determinan Edukasi Kesehatan Pada Pasien Tuberkulosis Terhadap Sikap Pencegahan Penularan Tuberkulosis Di Wilayah Kotamobagu

Penulis

  • Moh. Rasyid Kuna Institut Kesehatan & Teknologi Graha Medika
  • Echa Effendi Siswanto Amir Institut Kesehatan & Teknologi Graha Medika

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1282

Abstrak

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Cara penularan penyakit tuberkulosis melalui udara terjadi pada saat pasien tuberkulosis batuk,  bersin, atau berbicara. Secara keseluruhan, diperkirakan 2–3 miliar orang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Menurut WHO, di Indonesia tahun 2019 terdapat 442.000 kasus TB, dengan perkiraan 2,4% kasus baru dan 13% pasien TB yang diobati sebelumnya. Tujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi kesehatan pada pasien Tuberkulosis terhadap sikap pencegahan penularan Tuberkulosis di Wilayah Kotamobagu. Metode Penelitian Desain penelitian yang digunakan metode quasi experimental design menggunakan dua kelompok pretest-posttest design, Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling hasil penelitian Adanya pengaruh Seminar kesehatan & Video Edukasi dengan metode edukasi perawat & leaflet terhadap pengetahuan pesien TB di Puskesmas Gogagoman masing masing berdasarkan uji statistik nilai 0,000 dan nilai p = 0,035, berarti pada alpha 5% maka dapat disimpulkan ada per bedaan yang mencolok antara pada saat sebelum dan sesudah diberikan intervensi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Dale, E. (1969). Audio-Visual Methods in Teaching (3rd ed.). New York: Holt, Rinehart and Winston.

Fadlilah, S., & Aryanto, E. (2019). Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan TB Paru dan Dukungan Sosial Pasien RS Khusus Paru Respira. Jurnal Keperawatan, 15(2).

Farah. (2015). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan dengan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Tuberkulosis pada Santri. [Skripsi].

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.

Haryoko, S. (2009). Efektivitas Pemanfaatan Media Audio-Visual sebagai Alternatif Optimalisasi Model Pembelajaran. Jurnal Edukasi@Elektro, 5(1), 1–10.

Hutauruk, H. N. A. (2025). Analisis Hubungan Faktor Sosiodemografi Terhadap Tingkat Pengetahuan Pada Pasien TB di RS Khusus Paru Tahun 2024 (Skripsi). Universitas HKBP Nommensen

Kemenkes. (Kementerian Kesehatan). (2012). Profil kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kemenkes. (Kementerian Kesehatan). (2018). Infodatin Tuberkulosis Paru

Kemenkes. (Kementerian Kesehatan). (2020). Buletin Eliminasi Tuberkulosis Paru.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Strategi nasional penanggulangan tuberkulosis di Indonesia 2020-2024. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kumboyono. (2011). Perbedaan Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Menggunakan Media Cetak dengan Media Audiovisual. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 7(2), 45–52.

Lailatul M. Antonius N. Widhi P. Rachmawati E. (2017). Pengaruh Pemberian Edukasi Menggunakan Buku Saku Bergambar Dan Berbahasa Madura Terhadap Tingkat Pengetahuan Penderita Dan Pengawas Menelan Obat Tuberkulosis Paru. E-Jurnal Pustaka Kesehat. 2017;5(3):420–4. 4.

Mayer, R. E. (2021). Multimedia Learning (3rd ed.). New York: Cambridge University Press.

Notoatmodjo S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Prasetyo, A., & Rahmawati, D. (2021). Hubungan kepatuhan pengobatan dengan lama terapi pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 101–108.

Ruru Y. Matasik M. Oktavian A. Senyorita R. Mirino Y. Tarigan LH. (2018). Factors associated with non-adherence during tuberculosis treatment among patients treated with DOTS strategy in Jayapura, Papua Province, Indonesia. Glob Health Action

Saraswati, D. (2011). Efektivitas Penyuluhan dengan Media Video dan Leaflet terhadap Pengetahuan Kanker Serviks. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 22–29.

Sari, I. D., & Wahyudi, R. (2022). Efektivitas media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan tentang tuberkulosis paru. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 10(2), 145-152.

Sari, N., Handayani, D., & Putri, A. (2022). Efektivitas media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan pada masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(2), 85–92.

Setiyarini,2018.Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audiovisual terhadap Konsumsi Energi Populasi Risiko Sindrom Metabolik di Wilayah Kerja Puskesmas Turi.jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas.2(1)

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Tim PKRS RSUD Banyumas. (2025, July 21). Penyuluhan Kesehatan Ruang Seruni – Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberculosis (TBC). RSUD Banyumas.

World Health Organization. (2024). Global Tuberculosis Report 2024. Geneva: WHO.

Wulandari, S., & Pratama, A. (2023). Perbandingan efektivitas edukasi menggunakan leaflet dan video terhadap kepatuhan minum obat pasien TB. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 34-41.

Unduhan

Diterbitkan

25-06-2026

Cara Mengutip

Kuna, M. R. ., & Amir, E. E. S. . (2026). Determinan Edukasi Kesehatan Pada Pasien Tuberkulosis Terhadap Sikap Pencegahan Penularan Tuberkulosis Di Wilayah Kotamobagu. Health Research Journal of Indonesia, 4(5), 1121–1130. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1282