Health seeking behavior Masyarakat Dayak Dalam Memilih Ritual Balian Sebagai Pengobatan Tradisional

Authors

  • M Fajriannor Universitas Sari Mulia
  • Khairatun Nisa Universitas Sari Mulia
  • Nadya Novianty Universitas Sari Mulia
  • Norul Hikmah Universitas Sari Mulia

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1740

Keywords:

health seeking behavior, masyarakat dayak, ritual balian, pengobatan tradisional

Abstract

Praktik pengobatan tradisional melalui ritual balian masih menjadi pilihan sebagian masyarakat Dayak di Kalimantan Selatan meskipun pelayanan kesehatan modern telah tersedia. Keputusan mencari pengobatan tidak hanya dipengaruhi aspek medis, tetapi juga faktor sosial budaya, kepercayaan, dan pengalaman pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis health seeking behavior masyarakat Dayak dalam memilih ritual balian sebagai pengobatan tradisional di kaki Gunung Haur Bunak, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri atas pasien, tokoh balian, dan tokoh masyarakat sebagai informan triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua faktor utama, yaitu attitude toward health service  dan knowledge about disease. Kemudahan akses, biaya terjangkau, pelayanan cepat, dan prosedur sederhana membentuk persepsi positif terhadap ritual balian. Pengetahuan penyakit dipengaruhi pengalaman, kepercayaan terhadap tokoh balian, dukungan keluarga, dan nilai budaya yang diwariskan. Disimpulkan bahwa pemilihan ritual balian merupakan hasil interaksi faktor pelayanan, budaya, kepercayaan, pengalaman, dan keluarga. Promosi kesehatan masyarakat adat perlu mempertimbangkan nilai budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad AD, Hanita M, & Nurhasana R. (2025). Hambatan Sosial Budaya dalam Pelayanan Kesehatan pada Komunitas Tradisional: Studi Literatur. Etnoreflika: Jurnal Sosial Dan Budaya, 14(3), 383–400. DOI: 10.33772/etnoreflika.v14i3.3123

Asysyifa, Hafizianor, & Rahmawati. (2023). Struktur Sosial Pada Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Di Desa Pa’au Kabupaten Banjar. Jurnal Hutan Tropis, 11(3), 395–401. DOI: http://dx.doi.org/10.20527/jht.v11i3.17634

Fadillah A. (2021). Seni dan Budaya Dalam Pengobatan Tradisional Banjar. Nevada Corp.

Herdiana RW, & Winarti E. (2023). Analisis Faktor Penyebab Masyarakat Memilih Pengobatan Medis Setelah Pengobatan Di Sangkal Putung. Jurnal Kesehatan STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta, 10(2), 122–132. https://jurnal.stikesbethesda.ac.id/index.php/jurnalkesehatan/article/view/380/270

Jannati A. (2025). Analisis Hukum Tentang Tradisi Batatamba atau Pengobatan Tradisional di Masyarakat Banjar. Ndonesian Journal of Islamic Jurisprudence,Economic and Legal Theory, 3(1), 67–74. DOI: https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.876

Julianus S, Devung GS, & Samdirgawijaya W. (2021). Tradisi Penyembuhan Orang Sakit Melalui Upacara Belian dan Perbandingannya dengan Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 5(1), 34–51. https://ojs.stkpkbi.ac.id/index.php/jgv/article/view/107

Mailinar, Mardiyanti, & Aliyas. (2021). Sistem Pengobatan Tradisonal Begijol Pada Suku Anak Dalam Di Jambi. Nazharat: Jurnal Kebudayaan, 27(2), 119–136. https://nazharat.fah.uinjambi.ac.id/index.php/nazharat/article/view/50

Murti MS. (2023). Determinan Sosial Masyarakat Memilih Jenis Pengobatan Antara Modern dan Tradisional di Kecamatan Halong [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Nasrudin J. (2019). Relasi agama, magi, sains dengan sistem pengobatan tradisional-modern pada masyarakat pedesaan. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 41–58. DOI: https://doi.org/10.15575/hanifiya.v2i1.4270

Notoatmodjo S. (2017). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Rachman A., Oktovin, & Unja EE. (2023). Pengambilan Keputusan Masyarakat Banjar Dalam Pengobatan Ba’urut Pada Patah Tulang. Jurnal Keperawatan Suaka Insan, 8(2), 190–195. https://doi.org/10.51143/jksi.v8i2.482

Risnawati. (2022). Kearifan Lokal Pengobatan Tradisional Bapidara Sebagai Sumber Belajar IPS Di SMP . Seri Publikasi Pembelajaran: Kearifan Lokal Dan Etnopedagori, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.51143/jksi.v8i2.482

Sucahyo YN, & Wartiningsih M. (2024). Correlation between Knowledge and Attitude to Health-Seeking Behaviour among Madurese in Surabaya, Indonesia. International Journal of Medical Science and Clinical Research Studies, 4(2), 162–165. https://doi.org/10.47191/ijmscrs/v4-i02-02

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syakir A, & Ngalimun. (2026). Mantra Banjar Dalam Praktik Pengobatan Tradisional: Kajian Etnografi Dan Budaya Lokal. Jurnal Sosial Humaniora (JSHU), 2(1), 1–9. http://ypmsc.org/index.php/jshu/article/view/60

Widaty C, Apriati Y, Hudaya A, & Kusuma S. (2021). Makna Upacara Balian dalam Ritual Pengobatan Tradisional Suku Paser Kabupaten Paser. Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis, 6(1), 55–64. https://doi.org/10.17977/um021v6i12021p55-64

Published

2026-08-31

How to Cite

Fajriannor, M., Nisa, K. ., Novianty, N. ., & Hikmah, N. . (2026). Health seeking behavior Masyarakat Dayak Dalam Memilih Ritual Balian Sebagai Pengobatan Tradisional . Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2863–2872. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1740