Kajian Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Kelurahan Sikumana

Authors

  • Charolus Candra Gong Universitas Nusa Cendana
  • Tadeus A.L. Regaletha Universitas Nusa Cendana
  • Cahyani Purnasari Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1622

Keywords:

antibiotik, masyarakat, pengetahuan, swamedikasi, resistensi

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang sering digunakan masyarakat untuk mengatasi infeksi bakteri, tetapi penggunaannya tanpa resep dokter masih tinggi dan berisiko meningkatkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dan menggambarkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Peneliti mengambil 97 responden dari 10 RW di Kelurahan Sikumana menggunakan teknik cluster sampling, kemudian mengumpulkan data menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori cukup baik (41%), sedangkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter juga berada pada kategori cukup baik (35%). Sebagian responden masih menganggap antibiotik dapat mengobati flu, batuk, dan demam, sedangkan sebagian lain masih menggunakan antibiotik tanpa konsultasi dokter (35,05%), memberikan antibiotik kepada anggota keluarga lain (45,36%), dan menyimpan antibiotik untuk digunakan kembali (64,95%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Sikumana memerlukan edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan, khususnya apoteker, agar praktik swamedikasi antibiotik yang tidak rasional dapat berkurang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adelia, D., Nofrika, V., & Thama, A. E. (2021). Gambaran Penggunaan Antibiotik Oral Tanpa Resep Dokter Pada Masyarakat RW 010 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur Periode Maret–Mei 2019. Jurnal Farmasi IKIFA, 1(1), 53–63. https://epik.ikifa.ac.id/jfi/article/view/31

Adiputra, I. M. S., Trisnadewi, N. W., Oktaviani, N. P. W., Munthe, S. A., Hulu, V. T., Budiastutik, I., Faridi, A., Ramdany, R., Fitriani, R. J., Tania, P. O. A., Rahmiati, B. F., Lusiana, S. A., Susilawaty, A., Sianturi, E., & Suryana. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan (1st ed.). Yayasan Kita Menulis. https://anyflip.com/qyutr/cqzc/basic

Al Rasyid, M. I., Suri, N., Iqbal, M., & Junando, M. (2025). Article review: Faktor penyebab perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep pada masyarakat. Jurnal Farmasi SYIFA, 3(1), 58–65. https://doi.org/10.63004/jfs.v3i1.614

Ardianto, A., Ibrahim, M., & Ahmad, H. (2021). Tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang penggunaan antibiotik di Kota Ternate. Jurnal Farmasi Maluku Utara. https://doi.org/10.35799/pmj.v4i2.34766

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://share.google/PMuadRdC4pUMLsvAi

Badan Pusat Statistik Kota Kupang. (2025). Kecamatan Maulafa dalam Angka 2025. BPS Kota Kupang. https://kupangkota.bps.go.id/id/publication/2025/09/26/6322d819b9911c4995d41b2a/kecamatan-maulafa-dalam-angka-2025.html

Kirana, S., & Novendy. (2025). Gambaran pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik di Kecamatan Gentuma Raya. JUSINDO, 7(2), 1155–1164. https://doi.org/10.59141/.v7i2.379

Madania, M., Muâ, A., Ramadhani, F. N., Makkulawu, A., & Papeo, D. R. P. (2022). Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap tindakan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(3). https://doi.org/10.37311/jsscr.v4i3.7141

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta. https://www.scribd.com/document/378259162/Metodologi-Penelitian-Kesehatan-Notoatmodjo

Nursalam. (2017). Metodologi penelitian ilmu keperawatan (Edisi 4). Salemba Medika. https://perpustakaan.jakarta.go.id/book/detail?cn=JAKSE-12160000000175

Purnasari, C., Oktavia, N., & Putri, A. (2023). Sosialisasi penggunaan antibiotik yang benar dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep di Kelurahan Sikumana. Majalah Cendekia Mengabdi, 1(4), 200–208. https://doi.org/10.63004/mcm.v1i4.261

Rahman, R. I. A., Abdillah, E. K., Nugrahini, L., Apriana, A., Aisyah, R., & Dewi, L. Y. A. N. (2026). Pengaruh tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat antibiotika di RT 09 Kelurahan Oesapa Kota Kupang. Jurnal Kesehatan Sundaram, 3(1), 41–49. https://doi.org/10.52073/fe9ygm77

Suminingtyas, I. A. (2025). Pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik tanpa resep (systematic review). JFM (Jurnal Farmasi Malahayati), 8(2), 282–295. https://doi.org/10.33024/jfm.v8i2.20764

Yulia, M., Parsono, R., & Armal, K. (2022). Perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep di Apotek X di Kota Payakumbuh Sumatera Barat. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 4(3), 397–413. https://doi.org/10.33759/jrki.v4i3.264

Yuliani, N. N., Wijaya, C., & Moeda, G. (2014). Tingkat pengetahuan masyarakat RW. IV Kelurahan Fontein Kota Kupang terhadap penggunaan antibiotik. Jurnal Info Kesehatan, 12(1), 259672. https://doi.org/10.31965/infokes.v12i1.52

Published

2026-08-21

How to Cite

Gong, C. C. ., Regaletha, T. A. ., & Purnasari, C. . (2026). Kajian Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Kelurahan Sikumana. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2412–2417. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1622