Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Teripang (Holothuroidea) Dengan Metode Test Toleransi Glukosa Peroral

Authors

  • Ahlan Sangkal Universitas Muhammadiyah Manado
  • Suharyanto Tri Utama Universitas Muhammadiyah Manado
  • Ria Rezki Botutihe Universitas Muhammadiyah Manado

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1476

Keywords:

Antidiabetes, Holothuroidea, TTGO

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Penggunaan obat antidiabetes sintetik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif terapi berbahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol teripang (Holothuroidea) menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa Peroral (TTGO). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan mencit putih jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kontrol positif (glibenkamid), dan kelompok perlakuan ekstrak etanol teripang. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada menit ke 0, 30, 60, 90, dan 120 setelah pemberian glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak etanol teripang mengalami penurunan kadar glukosa darah dari 187,33 mg/dL pada menit ke-30 menjadi 87,67 mg/dL pada menit ke-120. Hasil tersebut lebih baik dibandingkan kontrol negatif yang memiliki kadar glukosa darah 126,67 mg/dL pada menit ke-120 dan mendekati efektivitas kontrol positif dengan kadar glukosa darah 79,67 mg/dL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol teripang (Holothuroidea) memiliki aktivitas antihiperglikemik dan berpotensi dikembangkan sebagai agen antidiabetes alami.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul, M., et al. (2020). Epidemiology of type 2 diabetes: Global burden of disease and forecasted trends. Journal of Epidemiology and Global Health, 10, 107–111. https://doi.org/10.2991/jegh.k.191028.001

Hafiludin. (2025). Total flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol Gracilaria sp. hasil pemisahan kromatografi kolom. Journal of Marine Research, 14(1), 18–30. https://doi.org/10.14710/jmr.v14i1.46338

Ismail, A. Y., Marina, I., & Adhya, I. (2023). Budidaya tanaman obat untuk memenuhi kebutuhan bahan baku obat serta meningkatkan perekonomian di Desa Kagok. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2). https://jurnal.unigal.ac.id/abdimasgaluh/article/view/12169/6779

Ismail, R., & Sangkal, A. (2024). Antihyperglycemic effectiveness of ethanolic extract of takokak fruit (Solanum torvum Swartz) on male white rats (Rattus norvegicus) induced by glucose. International Journal of Health Science (IJHS), 5(2). https://doi.org/10.55606/ijhs.v5i2.5679

Jelina, J., Lolok, N., & Dewi, C. (2026). Uji aktivitas ekstrak etanol ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) sebagai antidiabetes melitus pada mencit yang diinduksi aloksan. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, 5(1), 543–550. https://doi.org/10.54883/jpmw.v5i1.595

Kardela, W. (2019). Rasionalitas penggunaan obat diabetes melitus tipe 2 komplikasi nefropati di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Farmasi Higea, 11(2), 195–200. https://ojs.jurnalfarmasihigea.org/jfh/issue/view/1

Katzung, B. G., & Vanderah, T. W. (2021). Basic & Clinical Pharmacology (15th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.

Puspitasari, Y. E., Tampubolon, H. O., Fajrin, A. N., Sulistiyati, T. D., & Hardoko. (2023). Penghambatan α-glucosidase oleh flavonoid dari ekstrak etil asetat daun mangrove Sonneratia alba sebagai antidiabetes melalui penambatan molekuler. Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology, 19(1), 15–22. https://doi.org/10.14710/ijfst.19.1.15-22

Rabsanjani, & Nurhidayati. (2022). Potensi teripang (Sea cucumber) sebagai terapi komplementer diabetes mellitus tipe 2. Lombok Medical Journal, 1(3). https://doi.org/10.29303/lmj.v1i3.1621

Sangkal, A. (2021). Identifikasi senyawa bioaktif ekstrak etanol buah pakoba merah (Syzygium sp.) sebagai antidiabetes dengan metode tes toleransi glukosa peroral. Chemistry Progress, 14(2). https://doi.org/10.35799/cp.14.2.2021.37175

Soelistijo, S. A. (2021). Pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2021. Jakarta: PB PERKENI. https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2021/11/22-10-21-Website-Pedoman-Pengelolaan-dan-Pencegahan-DMT2-Ebook.pdf

Ulfa, A. M., Mukammilatuzzahro, W., & Rahman, F. (2025). Aktivitas antidiabetes ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap mencit diinduksi aloksan. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 11(2), 691–699. https://doi.org/10.35311/jmpi.v11i2.925

Widiasari, K. R., et al. (2021). Diabetes melitus tipe 2: Faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Ganesha Medicina Journal, 1(2), 114–120. https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.40006

World Health Organization. (2021). Diabetes. Geneva, Switzerland: World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

Published

2026-08-08

How to Cite

Sangkal, A., Utama, S. T. ., & Botutihe, R. R. . (2026). Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Teripang (Holothuroidea) Dengan Metode Test Toleransi Glukosa Peroral. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2161–2166. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1476