Hubungan Lama Pemasangan Kateter Urin Dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien Pascaoperasi
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1466Keywords:
Catheter-associated urinary tract infection (CAUTI), Duration of urinary catheterisation, Nosocomial infection, Postoperative patients, Urinary tract infectionAbstract
Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang paling sering terjadi pada pasien pascaoperasi yang menggunakan kateter urin menetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pemasangan kateter urin dengan kejadian ISK pada pasien pascaoperasi di RSUD Puruk Cahu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 30 pasien pascaoperasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, telaah rekam medis, dan pemeriksaan laboratorium urin, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 pasien dengan lama pemasangan kateter ≤3 Hari, sebanyak 2 orang (10,5%) mengalami ISK, sedangkan dari 11 pasien dengan lama pemasangan kateter >3 hari, sebanyak 7 orang (63,6%) mengalami ISK. Analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara lama pemasangan kateter urin dengan kejadian ISK (p = 0,008). Pasien dengan lama pemasangan kateter lebih dari tiga hari memiliki peluang mengalami ISK sebesar 14,88 kali dibandingkan dengan pasien dengan lama pemasangan kateter tiga hari atau kurang (OR = 14,88; IK95%: 2,20–100,20). Pelepasan kateter sedini mungkin serta penerapan protokol pencegahan infeksi secara konsisten direkomendasikan untuk menurunkan kejadian ISK pada pasien pascaoperasi.
Downloads
References
Ana, K. D., Riwayati, N. Y., & Jayanti, S. F. (2020). Hubungan Lama Pemasangan Kateter Dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien Di Ruang Penyakit Dalam Rumkit Tk Ii Dr. Soepraoen Malang. Care Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(2), 138. https://doi.org/10.33366/jc.v8i2.1213
Angria, N., & Zarqia. (2023). Deteksi Gen mecA Pada Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Pasien Infeksi Saluran Kemih. Jurnal Ilmiah Pannmed (Pharmacist Analyst Nurse Nutrition Midwivery Environment Dentist), 18(2), 287–292. https://doi.org/10.36911/pannmed.v18i2.1623
Arlı, Ş. K., & Bakan, A. B. (2020). Kateter İlişkili Üriner Sistem Enfeksiyonları Kontrol Önlemlerine Yönelik Hemşirelerin Bilgi Ve Tutumlarının Değerlendirilmesi. Hacettepe Üniversitesi Hemşirelik Fakültesi Dergisi, 7(1), 1–7. https://doi.org/10.31125/hunhemsire.715021
Au, A. G., Shurraw, S., Hoang, H., Wang, S., & Wang, X. (2020). Effectiveness of a Simple Intervention for Prevention of Catheter-Associated Urinary Tract Infections on a Medical Hospital Unit. Journal of Infection Prevention, 21(6), 221–227. https://doi.org/10.1177/1757177420939242
Chang, K., Lai, P.-H., Lu, I., Huang, R., Lin, C., & Huang, C. (2024). Urinary Catheter Placement and Adverse Urinary Outcomes With a Focus on Elevated Risk in Men With Indwelling Foley Catheters. Journal of the American Geriatrics Society, 72(4), 1166–1176. https://doi.org/10.1111/jgs.18819
Cox, L., Drerup, J., & Prickett, M. (2024). Urinary Tract Infection (UTI) Prevention in Patients With Chronic Indwelling Catheters. Current Bladder Dysfunction Reports, 19(4), 317–323. https://doi.org/10.1007/s11884-024-00761-7
Febrianti, S. A., Alam, A., & Rachmadi, D. (2023). Prevalensi Dan Faktor Risiko Catheter Associated Urinary Tract Infection Di Unit Perawatan Intensif Anak. Sari Pediatri, 25(4), 249. https://doi.org/10.14238/sp25.4.2023.249-56
Fefar, D. R., Shingala, H., Mehta, K., & Shah, R. V. (2023). Comparison of Bacterial Pathogens Causing Urinary Tract Infection Among Catheterized and Non-Catheterized Patients at a Tertiary Care Hospital, Jamnagar. Journal of Pure and Applied Microbiology, 17(2), 1238–1245. https://doi.org/10.22207/jpam.17.2.57
Kocur, S. B., Noppenberg, M., Gniadek, A., & Sowińska, I. (2022). Bladder Catheterization as a Risk Factor for Urinary Tract Infection. Problemy Pielęgniarstwa, 30(4), 132–136. https://doi.org/10.5114/ppiel.2022.126822
Kocur, S. B., Noppenberg, M., Sowińska, I., & Gniadek, A. (2023). Selected Risk Factors for Urinary Tract Infections. Problemy Pielęgniarstwa, 31(3), 128–132. https://doi.org/10.5114/ppiel.2023.133337
Kranz, J., Schmidt, S. J., Wagenlehner, F. ri an, & Schneidewind, L. (2020). Catheter- Associated Urinary Tract Infections in Adult Patients. Deutsches Ärzteblatt International. https://doi.org/10.3238/arztebl.2020.0083
Nurdin, E., Nurdin, G. M., & Noviyanti, R. (2020). Hubungan Durasi Pemakaian Kateter Terhadap Infeksi Staphylococcus Aureus Pada Pasien Infeksi Saluran Kemih Rawat Inap. Celebes Biodiversitas Jurnal Sains Dan Pendidikan Biologi, 3(2), 25. https://doi.org/10.51336/cb.v3i2.211
Quinn, M., Ameling, J., Forman, J., Krein, S. L., Manojlovich, M., Fowler, K. E., King, E. A., & Mezddings, J. (2020). Persistent Barriers to Timely Catheter Removal Identified From Clinical Observations and Interviews. The Joint Commission Journal on Quality and Patient Safety, 46(2), 99–108. https://doi.org/10.1016/j.jcjq.2019.10.004
Safari, M. S., Mohabatkar, H., & Behbahani, M. (2024). Novel Surface Biochemical Modifications of Urinary Catheters to Prevent Catheter‐associated Urinary Tract Infections. Journal of Biomedical Materials Research Part B Applied Biomaterials, 112(2). https://doi.org/10.1002/jbm.b.35372
Waluyo, W., Kusnanto, K., & Kartini, Y. (2020). Pencegahan Catheter Associated Urinary Tractus Infection Melalui Catheter Maintenance. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes (Journal of Health Research Forikes Voice), 11(3), 291. https://doi.org/10.33846/sf11314
Wanat, M., Borek, A., Atkins, L., Sallis, A., Ashiru‐Oredope, D., Beech, E., Butler, C., Chadborn, T., Hopkins, S., Jones, L. F., McNulty, C., Roberts, N., Shaw, K., Taborn, E., & Tonkin‐Crine, S. (2020). Optimising Interventions for Catheter-Associated Urinary Tract Infections (CAUTI) in Primary, Secondary and Care Home Settings. Antibiotics, 9(7), 419. https://doi.org/10.3390/antibiotics9070419
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


