Hubungan Efek Samping Obat Antituberkulosis Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Lingkar Timur
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1355Keywords:
Tuberkulosis, efek samping obat antituberkulosis, kepatuhan pengobatan, OAT, MMAS-8Abstract
Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengobatan TB yang berlangsung lama dapat menimbulkan efek samping obat antituberkulosis (OAT) yang berpotensi memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 35 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner efek samping OAT dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden mengalami efek samping kategori sedikit sebanyak 29 responden (82,9%), sedangkan 6 responden (17,1%) mengalami efek samping kategori banyak. Tingkat kepatuhan menunjukkan 19 responden (54,3%) patuh dan 16 responden (45,7%) tidak patuh. Hasil uji Fisher’s Exact Test diperoleh nilai p-value = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis. Semakin banyak efek samping yang dialami, semakin rendah tingkat kepatuhan pengobatan pasien.
Downloads
References
Adhanty, S., & Syahrizal. (2023). Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya: Tinjauan Sistematis. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.7454/epidkes.v7i1.6571
Aini, L., & Astuti, L. (2020). Hubungan antara Efek Samping Obat Anti Tuberculosis (OAT) dan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dengan Kepatuhan Pengobatan pada Penderita Tuberculosis (TB) Paru. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 12(2). https://doi.org/10.36729/bi.v12i2.935
Andira, B. P., Wiriansya, E. P., Irwan, A. A., & Hamzah, P. N. (2024). Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Jongaya Makassar. Jurnal Nakes Rumah Sakit, 5(1).
Bahendra, Y. (n.d.). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu Tahun 2025.
Dinkes Bengkulu Kota. (2025). Profil Kesehatan Kota Bengkulu tahun 2024. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu.
Fuady, A., Khoe, L. C., Azzahra, T. B., Lestari, H. M., Sutanto, R. L., Yo, E. C., Suryoadji, K. A., Sudarsono, N. C., & Findyartini, A. (2021). Good Knowledge but Poor Practice Toward COVID-19 Among Indonesian Youth. Asia Pacific Journal of Public Health, 33(5), 605–607. https://doi.org/10.1177/10105395211015048
Handayani, L. (2024). Studi Epidemiologi Tuberkulosis Paru (TB) di Indonesia: Temuan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jurnal Kendari Kesehatan Masyarakat (JKKM), 4(1).
Hariadi, E., Buston, E., Nugroho, N., & Efendi, P. (2023). Stigma Masyarakat Terhadap Penyakit Tuberkulosis Dengan Penemuan Kasus Tuberkulosis Bta Positif Di Kota Bengkulu Tahun 2022. Journal of Nursing and Public Health, 11(1), 43–50. https://doi.org/10.37676/jnph.v11i1.4080
Kemenkes. (2024a). Laporan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Laporan-Program-Penanggulangan-TBC-2023_Final.pdf
Kemenkes. (2024b). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2023
Kemenkes. (2025). Gerakan Indonesia Akhiri TBC. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id/id/indonesias-movement-to-end-tb
Kemenkes RI. (2020). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis.
Kristiani, W., Kurniawati, D., Salwati, & Saputri, R. (2024). Monitoring Efek Samping Obat Tuberkulosis Di Puskesmas Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Jurnal Ilmiah Farmasi Akademi Farmasi Jember, 7(2), 26–42. https://doi.org/10.53864/jifakfar.v7i2.196
Kurniasih, N., Nina Muthoharoh, Nurhidayati Harun, Siti Rahmah Kurnia Ramdan, & Marlina Indriastuti. (2022). Hubungan Pengetahuan dan Efek Samping Obat terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Sukaratu Tasikmalaya. Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 7(2), 203–212. https://doi.org/10.37874/ms.v7i2.301
Nopita, E., Suryani, L., & Siringoringo, H. E. (2023). Analisis Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 6(1).
Pratiwi, E. P., Rohmawaty, E., & Kulsum, I. D. (2018). Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Kategori I dan II Pasien Tuberkolosis Paru Dewasa di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 7(4), 252. https://doi.org/10.15416/ijcp.2018.7.4.252
Putri, S. R. (2025). Pemetaan Kasus Dan Analisis Perilaku Kesehatan Serta Kondisi Fisik Hunian Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kecamatan Selebar Tahun 2025. Universitas Bengkulu.
Putri, V. R., Muslim, Z., & Susilo, A. I. (2024). Analisis kejadian Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis di Kota Bengkulu. Journal of Nursing and Public Health, 12(1), 187–192. https://doi.org/10.37676/jnph.v12i1.6368
Rosamarlina, R., Lisdawati, V., Banggai, C. E., Darayani, D., Pakki, T. R., Rogayah, R., & Murtiani, F. (2019). Monitoring Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis di Poli TB DOTS RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. The Indonesian Journal of Infectious Diseases, 5(2), 10–20. https://doi.org/10.32667/ijid.v5i2.81
Sarifuddin, & Sabir, M. (2023). Analisis Faktor Risiko Tingginya kasus Tuberkulosis Paru di Indonesia: Literature Review. Jurnal Kolaboratif Sains, 6(6).
Sholihah, K., Junaedi, M., & Malika, R. (2025). Literatur Review: Hubungan Host dan Environment dengan Kejadian Penyakit Menular. SAINTEKES: Jurnal Sains, Teknologi Dan Kesehatan, 4(3).
Silalahi, N. K., Rahmawati, R., Putranto, A. M. H., Handayani, D., Nurhidayah, M., & Apriyanti, Y. F. (2025). Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Padang Serai Kota Bengkulu.
Syafiq, M. R., Erlinawati, & Sudiarti, P. E. (2024). Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. EXCELLENT HEALTH JURNAL, 3(1).
WHO. (2022). WHO operational handbook on tuberculosis Module 4: Treatment Drug-susceptible tuberculosis treatment. World Health Organization. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/6726d650-9a19-46b4-8db3ea8108f60fe/content
WHO. (2023). Global Tuberculosis Report 2023 (1st ed). World Health Organization.
WHO. (2024). Global Tuberculosis Report 2024. World Health Organization. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/7292c91e-ffb0-4cef-ac39-0200f06961ea/content
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

