Efektivitas Program Kesehatan dalam Pengendalian Risiko Iritasi Kulit Akibat Paparan Semen pada Konstruksi PT X
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1308Keywords:
Iritasi Kulit, HIRADC, Efektivitas Pengendalian Risiko, Kesehatan Kerja KonstruksiAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan program kesehatan kerja dalam pengendalian risiko iritasi kulit akibat paparan semen pada pekerja konstruksi di PT X. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program promotif dilaksanakan melalui toolbox meeting rutin yang meningkatkan pemahaman pekerja terhadap bahaya paparan semen dan pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Upaya preventif dilakukan melalui penyediaan sarung tangan dan safety shoes. Program kuratif didukung oleh pelatihan P3K pada kecelakaan, akses klinik mitra, dan kepesertaan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja. Sementara itu, program rehabilitatif diterapkan melalui penyesuaian tugas kerja bagi pekerja yang mengalami iritasi kulit hingga pulih. Analisis HIRADC menunjukkan penurunan tingkat risiko dari kemungkinan terjadi menjadi kemungkinan rendah setelah pengendalian diterapkan. Kesimpulannya, penerapan program kesehatan kerja di PT X telah cukup efektif, namun perlu penguatan pada aspek prosedural, pemantauan kesehatan kulit, dan spesifikasi alat pelindung diri agar pengendalian risiko dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Downloads
References
Fuadi, Y., Swandito, A., & Rohanto, E. (2023). Efektifitas toolbox meeting pada keselamatan dan kesehatan kerja juru ikat di PT Pelabuhan Penajam Banua Taka. Identifikasi, 9(1), 757–766.
Indonesia. (1980). Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 2 Tahun 1980 tentang pemeriksaan kesehatan tenaga kerja dalam penyelenggaraan keselamatan kerja. Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Indonesia. (2010). Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 8 Tahun 2010 tentang alat pelindung diri. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Pemerintah Republik Indonesia.
Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pemerintah Republik Indonesia.
International Organization for Standardization. (2018). ISO 45001:2018 Occupational health and safety management systems—Requirements with guidance for use. ISO.
Lenaini, I., Islam, U., Raden, N., & Palembang, F. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.
Mahdang, P. A., Mokodompis, Y., & Bempa, W. I. (2024). Peningkatan kesadaran K3 melalui upaya promosi K3 pada pengrajin bantal kapuk. Jurnal Kesehatan Surya Nusantara, 7(7), 2706–2710.
Muthmainnah, A. D., & Naiem, M. F. (2023). Survei angka kejadian dermatitis kontak pada pekerja yang berobat di Klinik Pabrik Semen Bosowa periode tahun 2020–2022. Bosowa Medical Journal, 1(2), 66–70.
Putri, H. J., & Murhayati, S. (2025). Metode pengumpulan data kualitatif. Jurnal PTAM, 9, 13074–13086.
Rahmawati, E., Romdhona, N., & Fauziah, M. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) pada pekerja konstruksi di PT Abadi Prima Intikarya Proyek The Canary Apartment Kota Tangerang Selatan tahun 2022. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 75–88.
Rohma, P. N. (n.d.). Kenali faktor yang berhubungan dengan munculnya keluhan subjektif dermatitis kontakpada pekerja konstruksi. Universitas Airlangga.
Salawati, L., & Abbas, I. (2022). Pencegahan dermatitis kontak akibat kerja pada sektor konstruksi. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 22(2), 121–126.
Surahman, & Supardi, S. (2016). Ilmu Kesehatan Masyarakat PKM. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Terawati, M. T., Rachman, F. R. R., & Suryati, E. (2024). Pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis di Akademi Akuntansi Bandung (A2B). Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 124–129.
World Health Organization. (2011). World report on disability: Chapter 4 rehabilitation. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

