Penatalaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Anak Marasmus dengan Komplikasi: Sebuah Laporan Kasus

Authors

  • Layyina Azka Nabila Universitas Airlangga
  • Anisa Lailatul Fitria Universitas Airlangga
  • Meiriza Putri Prahastuti Instalasi Gizi, RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1194

Keywords:

Gizi Buruk Marasmus, Proses Asuhan Gizi Terstandar, Penyakit Jantung Bawaan, Pneumonia, Bayi

Abstract

Pendahuluan: Gizi buruk marasmus pada bayi dengan penyakit penyerta seperti kelainan jantung bawaan dan pneumonia dapat memperburuk kondisi klinis serta meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Penatalaksanaan gizi yang tepat melalui Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) diperlukan untuk membantu memperbaiki status gizi pasien. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PAGT pada pasien bayi dengan gizi buruk marasmus fase transisi disertai perawakan pendek, gagal jantung Ross Class III, ASD kecil, VSD sedang, hipertiroid sekunder, pneumonia, dan underimmunization. Metode: Metode yang digunakan adalah observasi selama empat hari dengan penerapan PAGT meliputi asesmen, diagnosis gizi, intervensi, serta monitoring dan evaluasi. Data diperoleh melalui wawancara, rekam medis, food recall, SQ-FFQ, dan visual Comstock. Hasil: Hasil asesmen menunjukkan pasien mengalami gizi buruk dengan penurunan berat badan sebesar 13%. Intervensi diberikan berupa diet susu formula tinggi energi tinggi protein melalui OGT dengan kebutuhan energi 675 kkal dan protein 13,5 gram per hari. Hasil monitoring menunjukkan pemenuhan energi sebesar 118,5% dan protein 154,1%. Berat badan meningkat dari 4,5 kg menjadi 4,6 kg dan kondisi klinis pasien relatif stabil selama intervensi. Simpulan: Penerapan PAGT membantu memperbaiki asupan serta mendukung stabilisasi kondisi klinis pasien dengan gizi buruk dan komplikasi multimorbiditas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriani, B., & Oktavia, L. (2021). Faktor Risiko Kejadian Pneumonia Pada Bayi. Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 13(2). https://doi.org/10.36729/bi.v13i2.895

Calabria, A. (2025). Hyperthyroidism in infants and children. In M. S. D. Agus (Ed.), MSD Manual Professional Edition. The Children’s Hospital of Philadelphia; Harvard Medical School. https://www.msdmanuals.com

Calder, P. C., Carr, A. C., Gombart, A. F., & Eggersdorfer, M. (2020). Optimal nutritional status for a well-functioning immune system is an important factor to protect against viral infections. Nutrients, 12(4), 1181. https://doi.org/10.3390/nu12041181

Hofer, A., Hager, A., Eicken, A., & Oberhoffer-Fritz, R. (2020). Health-related physical fitness, motor skills, and physical activity in children with congenital heart disease and in healthy children: A cross-sectional study. Children, 7(12), 309. https://doi.org/10.3390/children7120309

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan tatalaksana gizi buruk pada balita (Cetakan ke-2). Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.

Marino, B. S., Ragsdale, J., Vinekar, C., et al. (2020). Nutritional status and outcomes in children with congenital heart disease: A systematic review. Journal of the American Heart Association, 9(15), e015131. https://doi.org/10.1161/JAHA.119.015131

McAllister, D. A., Liu, L., Shi, T., et al. (2021). Global, regional, and national estimates of pneumonia morbidity and mortality in children under 5 years. The Lancet Global Health, 9(10), e1463–e1476. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(21)00375-1

Putri, D. P., Rahmadhany, A., & Djer, M. M. (2025). Profile and risk factors of children with isolated ventricular septal defect in Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital. eJournal Kedokteran Indonesia. https://doi.org/10.23886/ejki.13.1120.1

Setyorini, F., Nasution, Z., & Fitriani, A. D. (2025). Multifaktor penyebab gizi kurang pada balita (Studi kuantitatif di Deli Serdang, Sumatera Utara). Jurnal Kesehatan Amanah, 9(1), 247–254. https://doi.org/10.57214/jka.v9i1.841

Titi-Lartey, O. A., & Daley, S. F. (2025). Severe acute malnutrition: Recognition and management of marasmus and kwashiorkor. In StatPearls. StatPearls Publishing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559224/

World Health Organization. (2022). Pocket book of hospital care for children: Guidelines for the management of common childhood illnesses (2nd ed.). WHO Press. https://www.who.int

Yuni, R., Riani, R., & Kasumayanti, E. (2025). Penerapan terapi batuk efektif terhadap pengeluaran sputum dengan atrial septal defect (ASD) di RSUD Arifin Ahmad Provinsi Riau. Jurnal Inovasi Kesehatan dan Keperawatan, 1(1), 34–39. https://jikka.org/index.php/jikka/article/view/5

Published

2026-06-30

How to Cite

Nabila, L. A., Fitria, A. L. ., & Prahastuti, M. P. . (2026). Penatalaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Anak Marasmus dengan Komplikasi: Sebuah Laporan Kasus . Health Research Journal of Indonesia, 4(5), 1437–1448. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1194