Formulasi dan Evaluasi Fisik Deodorant Spray Ekstrak Syzygium aromaticum dengan Variasi Tawas
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1131Keywords:
deodorant spray, cengkeh, Syzygium aromaticum, tawas, evaluasi fisikAbstract
Bau badan merupakan permasalahan umum yang berkaitan dengan aktivitas mikroorganisme pada kulit, sehingga diperlukan produk deodorant yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik sediaan deodorant spray berbasis ekstrak Syzygium aromaticum dengan variasi konsentrasi tawas. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui proses ekstraksi metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan formulasi sediaan dalam empat variasi formula. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, pola semprot, waktu kering, dan efek terhadap kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk cair, warna bening kecokelatan, bau khas, homogen, serta pH dalam rentang 5–6. Pola semprot berada pada kisaran 5,0–5,5 cm, waktu kering berkisar antara 15,44–27,67 detik, dan tidak menimbulkan noda pada kain. Berdasarkan hasil tersebut, sediaan deodorant spray ekstrak Syzygium aromaticum memenuhi parameter mutu fisik dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif deodorant alami.
Downloads
References
Dasawanti, Y., & Candrika, C. (2025). Penentuan Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum Minyak Daun Cengkeh (Syzygium Aromaticum) terhadap Propionibacterium acnes. JOPS (Journal of Pharmacy and Science), 8(2), 205–211. https://doi.org/10.36341/jops.v8i2.6001
Hadjiefstathiou, E., Savary, G., Malhiac, C., Terescenco, D., & Picard, C. (2025). Exploring the impact of fragrance molecular and skin properties on the evaporation profile of fragrances. International Journal of Cosmetic Science, 47(6), 981–995. https://doi.org/10.1111/ics.13085
Mijaljica, D., Townley, J. P., Klionsky, D. J., Spada, F., & Lai, M. (2025). The Origin, Intricate Nature, and Role of the Skin Surface pH (pHSS) in Barrier Integrity, Eczema, and Psoriasis. Cosmetics, 12(1), 24. https://doi.org/10.3390/cosmetics12010024
Nafisah Isnawati, & Pujiastuti, A. (2024). Optimasi Formula Handsanitizer Minyak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum): Evaluasi Sifat Fisik Dan Uji Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Pamenang, 6(1), 53–59. https://doi.org/10.53599/jip.v6i1.210
Nurfalah, A. L., Susanti, S., Nurizkiyah, R., Aidah, D. N., Suryani, A. N., Maulina, G., Ridwan, H., & Setiadi, D. K. (2024). Systematic Literature Review: Pengaruh Tawas Sebagai Bahan Deodorant Alami Penghilang Bau Badan. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 11(2), 348–358. https://doi.org/10.33024/jikk.v11i2.13309
Oliveira, E. C. V. de, Salvador, D. S., Holsback, V., Shultz, J. D., Michniak‐Kohn, B. B., & Leonardi, G. R. (2021). Deodorants and antiperspirants: identification of new strategies and perspectives to prevent and control malodor and sweat of the body. International Journal of Dermatology, 60(5), 613–619. https://doi.org/10.1111/ijd.15418
Rahman, A. F., Putri, A. A., & Latifah, N. (2025). Pengembangan Uji Stabilitas Berdasarkan Mutu Fisik Terhadap Sediaan Semi Solid dan Oral Liquid. Pharmacy Genius, 4(2), 49–60. https://doi.org/10.56359/pharmgen.v4i2.652
Sidek, N. A. M., Berg, B. Van Der, Husain, K., & Said, M. M. (2021). Antimicrobial Potential of Ten Medicinal Plant Extracts Against Axillary Microbiota Causing Body Odor. Pharmacophore, 12(6), 1–5. https://doi.org/10.51847/ZP6vXap5Vr
Teerasumran, P., Velliou, E., Bai, S., & Cai, Q. (2023). Deodorants and antiperspirants: New trends in their active agents and testing methods. International Journal of Cosmetic Science, 45(4), 426–443. https://doi.org/10.1111/ics.12852
Ulanowska, M., & Olas, B. (2021). Biological Properties and Prospects for the Application of Eugenol—A Review. International Journal of Molecular Sciences, 22(7), 3671. https://doi.org/10.3390/ijms22073671
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

