Analisis Risiko Kesehatan Terkait Keberadaan Tikus di Pasar Tradisional X di Kabupaten Batubara

Penulis

  • Zalfa Syahirah Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Meutia Nanda Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Fazra Ulya Syahlin Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Monnavia Rorisa Universitas Islam Negeri Sumatra Utara
  • Fiha Fauzia Universitas Islam Negeri Sumatra Utara

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1421

Kata Kunci:

tikus, vektor penyakit, pasar tradisional, sanitasi lingkungan, faktor risiko

Abstrak

Pasar tradisional merupakan lingkungan dengan risiko tinggi penularan penyakit zoonosis, salah satunya leptospirosis yang ditularkan melalui urin tikus. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kesehatan terkait keberadaan vektor tikus di Pasar Tradisional X Kabupaten Batu Bara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional terhadap 30 kios/los yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist berdasarkan Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 kios (53,3%) memenuhi syarat sanitasi dan 14 kios (46,7%) tidak memenuhi syarat. Komponen pencahayaan, suhu, dan kelembaban memiliki capaian tertinggi (90,0%), sedangkan fasilitas toilet dan air bersih memiliki capaian terendah (56,7%). Tanda keberadaan tikus lebih banyak ditemukan pada kios dengan kondisi sanitasi yang tidak memenuhi syarat, terutama pada kios ikan dan ayam. Faktor yang berperan terhadap keberadaan tikus meliputi pengelolaan sampah yang kurang baik, drainase yang tidak memadai, sisa pangan terbuka, dan celah pada bangunan kios. Disimpulkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik merupakan indikator risiko utama terhadap keberadaan vektor tikus sehingga diperlukan perbaikan sanitasi dan pengendalian vektor secara berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Arrazy, S. (2020). Persepsi masyarakat tentang higiene sanitasi pasar tradisional Kota Medan. Scientific Periodical of Public Health and Coastal Health, 2(1), 1–13. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/contagion/article/view/7276/3253

Hermiyanti, P., & Setiyadi, F. (2025). Analisis tingkat kepadatan vektor dan binatang pembawa penyakit di RSI Surabaya Jemursari tahun 2025. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat. https://doi.org/10.32382/sulo.v25i2.1606

Herwianti, C. O. R., & Wijayanti, Y. (2023). Gambaran kondisi fasilitas sanitasi lingkungan pasar tradisional di Kota Semarang tahun 2022. HIGEIA Journal of Public Health Research and Development, 7(2), 303–311. https://doi.org/10.61132/vitamin.v3i1.926

Humairah, T., Athaillah, F., Hanafiah, M., Ferasyi, T. R., & Hambal, M. (2026). Prevalensi, distribusi, dan faktor risiko parasit zoonotik potensial pada tikus (Rattus norvegicus) di zona buffer dan perimeter Pelabuhan Sabang, Indonesia. Jurnal Sain Veteriner, 44(1), 103–114. https://journal.ugm.ac.id/jsv/article/view/116400

Husni, S. H., Martini, M., Suhartono, S., Budiyono, B., & Raharjo, M. (2023). Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap keberadaan tikus serta identifikasi bakteri Leptospira sp. di pemukiman sekitar pasar Kota Semarang tahun 2022. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(2), 134–141. https://doi.org/10.14710/jkli.22.2.134-141

Ismah, Z., Purnama, T. B., Wulandari, D. R., Sazkiah, E. R., & Ashar, Y. K. (2021). Faktor Risiko Demam Berdarah di Negara Tropis: Risk Factors of Dengue Hemorrhagic Fever in Tropical Countries. ASPIRATOR-Journal of Vector-Borne Diseases Studies, 13(2), 147-158. https://jurnal.peki.or.id/index.php/aspirator/article/view/108

Kementerian Kesehatan RI. (2025). Laporan mingguan situasi terkini penyakit infeksi emerging dan potensial KLB/wabah minggu ke-33 tahun 2025. SKDR Kemenkes RI. https://surveilans.kemkes.go.id

Maibang, W. G., Martini, M., & Santoso, L. (2023). Kepadatan tikus dan ektoparasit yang tertangkap di Pasar Jatingaleh dan Pasar Kedung Mundu Kota Semarang. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 3(1). https://doi.org/10.14710/jrkm.2023.18006

Muñoz-Zanzi, C., Dreyfus, A., Limothai, U., Foley, W., Srisawat, N., Picardeau, M., & Haake, D. A. (2025). Leptospirosis Improving healthcare outcomes for a neglected tropical disease. Open Forum Infectious Diseases, 12(2), ofaf035. https://doi.org/10.1093/ofid/ofaf035

Nanda, M., Yustika, D., Lubis, A. H., Maipina, D. R., Pralistami, F., & Putri, K. A. (2024). Hubungan Kondisi Jamban dan Perilaku Sanitasi Lingkungan terhadap Kejadian Diare di Wilayah Belawan Sicanang. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat , 4(1), 135–144 . https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i1.460

Nanda, M., Yustika, D., Lubis, A. H., Maipina, D. R., & Putri, K. A. (2024). Hubungan Kondisi Jamban dan Perilaku Sanitasi Lingkungan terhadap Kejadian Diare di Wilayah Belawan Sicanang. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 233-242. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i1.460

Prabandari, R., Yuliawati, S., Hestiningsih, R., Kusariana, N., & Martini, M. (2022). Gambaran lingkungan RW 01 Kelurahan Ngemplak Simongan (studi di pasar dan pemukiman). Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 2(3). https://doi.org/10.14710/jrkm.2022.14154

Unduhan

Diterbitkan

11-08-2026

Cara Mengutip

Syahirah, Z., Nanda, M. ., Syahlin, F. ., Rorisa, M., & Fauzia, F. . (2026). Analisis Risiko Kesehatan Terkait Keberadaan Tikus di Pasar Tradisional X di Kabupaten Batubara. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2218–2225. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1421

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama