Gambaran Posttraumatic Growth (PTG) Pada Mahasiswa Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1384Kata Kunci:
kesehatan mental, mahasiswa kesehatan, posttraumatic growth, traumaAbstrak
Pendahuluan: Mahasiswa kesehatan berisiko mengalami berbagai peristiwa traumatis yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Namun, tidak semua individu mengalami dampak negatif karena sebagian dapat mengalami Posttraumatic Growth (PTG), yaitu perubahan psikologis positif setelah menghadapi trauma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Posttraumatic Growth pada mahasiswa kesehatan Universitas Negeri Gorontalo. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 307 mahasiswa dari Program Studi Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik responden, paparan kejadian traumatis, dan Posttraumatic Growth Inventory (PTGI). Analisis data dilakukan secara univariat dengan penyajian distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas responden berusia 18–21 tahun (96,7%) dan berjenis kelamin perempuan (85,0%). Jenis trauma yang paling banyak dialami adalah kehilangan orang yang dicintai (31,7%). Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat PTG rendah (52,8%), sedangkan 47,2% berada pada kategori tinggi. Domain PTG dengan proporsi kategori tinggi terbesar adalah Relating to Others (47,6%). Simpulan: Mahasiswa kesehatan Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan kecenderungan PTG yang masih rendah, meskipun sebagian telah mengalami pertumbuhan psikologis positif setelah peristiwa traumatis.
Unduhan
Referensi
Ayubi, B., Sediqi, K. Z., & Mirzaee, M. J. (2025). Traumatic Events , Post-Traumatic Stress Disorder , and Post- Traumatic Growth among University Students in Kabul City. 2(3).
Marta Prima Yuda et. al. (2023). Description Of Students’ Academic Stress Levels In Completing Their Final Thesis Assignments At The Faculty Of Medicine And Health Sciences Universitas Jambi. 2(1).
Mazaya, M., Susanti, H., Farosyah, A., Panjaitana, R. U., & Kunci, K. (2021). Deskripsi pertumbuhan pascatrauma ( PTG ) pada calon tenaga kesehatan. 31, 257–260.
O’Donovan, R., & Burke, J. (2022). Factors Associated with Post-Traumatic Growth in Healthcare Professionals: A Systematic Review of the Literature. Healthcare (Switzerland), 10(12). https://doi.org/10.3390/healthcare10122524
Quan, L., Lü, B., Sun, J., & Zhao, X. (2022). The relationship between childhood trauma and post-traumatic growth among college students : The role of acceptance and positive reappraisal. August, 1–9. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.921362
Salawali, S. H., Susanti, H., Daulima, N. H. C., & Putri, A. F. (2020). Posttraumatic growth in adolescent survivors of earthquake, tsunami, and liquefaction in Palu Indonesia: A phenomenological study. Pediatric Reports, 12. https://doi.org/10.4081/pr.2020.8699
World Health Organization. (2025a). Mental health: strengthening our Response. WHO.
World Health Organization. (2025b). Over a billion people living with mental health conditions – services require urgent scale-up. WHO.
Yuan, T., Li, X., Liu, H., Guo, L., & Zhang, L. (2023). Community trauma exposure and post-traumatic stress disorder in Chinese children and adolescents.
Yunalia, E. M., Perdana, I., Suharto, S., Pakili, I. A., Keperawatan, P. S., Kesehatan, F. I., & Kadiri, U. (2022). Analisis status mental emosional remaja tahap akhir. 10(2), 355–362.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


