Transformasi Nutraceutical Jelly Candy Sisik Bandeng dan Bungga Rosella sebagai Potensi Antioksidan Alami

Penulis

  • Elly Purwati Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo
  • Erna Fitriany Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo https://orcid.org/0000-0001-8532-2049
  • Fahmi Ardianti Purnawiranita Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo
  • Ach. Zakyah Al Fauzi Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo https://orcid.org/0009-0003-0400-2628
  • Achmad Misbhakul Maulana Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo
  • Lailatul Fitri Khalimatus Sya’diyah Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1219

Kata Kunci:

Bunga Rosella, Protein, Jelly Candy, Sisik Ikan Bandeng

Abstrak

Pendahuluan: Penuaan dini merupakan kondisi degeneratif pada kulit yang terjadi akibat paparan radikal bebas, baik yang berasal dari proses metabolisme tubuh maupun faktor eksternal seperti radiasi ultraviolet dan polusi lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan kolagen dan antioksidan dari kombinasi ekstrak limbah sisik ikan bandeng (Chanos chanos) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) yang diformulasikan dalam sediaan permen jelly sebagai intervensi anti-penuaan dini. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan tiga formulasi, yaitu F1 (0%:0%), F2 (5%:2%), dan F3 (10%:3%). Ekstraksi kolagen dilakukan melalui pretreatment NaOH 0,05 M selama 8 jam dan hidrolisis menggunakan CH₃COOH 0,3 M selama 72 jam, sedangkan ekstrak bunga rosella diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 72 jam. Evaluasi meliputi rendemen ekstrak, skrining fitokimia, uji protein, pengukuran pH, dan uji organoleptik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak protein sebesar 18% dan ekstrak rosella sebesar 20%. Skrining fitokimia mengonfirmasi adanya flavonoid, triterpenoid, alkaloid, saponin, dan tanin pada ekstrak rosella, sedangkan uji ninhidrin menunjukkan keberadaan gugus amino sebagai indikasi kandungan kolagen. Nilai pH seluruh formulasi berada pada rentang 5–7 dan memenuhi standar SNI 3547.2:2008. Berdasarkan uji organoleptik, formulasi F2 (5%:2%) menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi pada aspek warna, tekstur, aroma, dan rasa. Simpulan: Formulasi F2 (5%:2%) merupakan formulasi optimal dengan karakteristik fisik, sensori, dan tingkat penerimaan panelis terbaik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional anti-penuaan dini berbasis bahan alam.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Diana, V. E., Abadi, H., & Andry, M. (2023). Formulasi sediaan body butter ekstrak etanol bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai pelembab kulit. Journal of Pharmaceutical and Sciences. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i5-si.321

Dominica, D., Sari, D. K., Handayani, D., Zulkarnain, D., Simanjuntak, A. T., Khairunisah, D., & Shufyani, F. (2023). Formulasi pelembab bibir alami dari sari buah jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1). https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i1.4

He, X., Li, Z., & Wang, H. (2023). Global anti-aging market growth and consumer demand for bioactive ingredients. Journal of Consumer Health, 15(2), 112–125. https://doi.org/10.1016/j.jch.2023.04.011

Lestari, G. A. D. (2022). Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosella ungu (Hibiscus sabdariffa L.). Jambura Journal of Chemistry, 4(1). https://doi.org/10.34312/jambchem.v4i1.11157

Miranti, M., Lohitasari, B., & Amalia, D. R. (2017). Formulasi dan aktivitas antioksidan permen jelly sari buah pepaya California (Carica papaya L.). FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.33751/jf.v7i1.799

Prakoeswa, F. R. S., & Sari, W. A. (2022). Penuaan kulit dan terapi yang aman bagi geriatri: Artikel review. Jurnal Sains dan Kesehatan, 4(5), 512–520.

Pulungan, L. S., & Dalimunthe, G. I. (2022). Pengaruh konsentrasi sari buah stroberi (Fragaria × ananassa) terhadap formulasi dan evaluasi jelly drink dengan kombinasi madu dan gula. FARMASAINKES: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan, 1(2). https://doi.org/10.32696/fjfsk.v1i2.1105

Rianto, L., Hong, M., Margaretha, O., Edwin, E., & Tjahyanto, T. (2024). The role of hydrolyzed oral collagen supplementation on premature aging in women aged 30–60 years. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(3), 214–223.

Riski, I., Ibrahim, I., Bahri, S., Sulhatun, S., & Nurlaila, R. (2022). Pemanfaatan limbah sisik ikan bandeng sebagai gelatin menggunakan metode ekstraksi. Chemical Engineering Journal Storage (CEJS), 1(4), 38–48. https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.5739

Rizkyah, A., & Karimah, S. N. (2023). Literature review: Penuaan dini pada kulit: Gejala, faktor penyebab dan pencegahan. JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 3(2), 88–97. https://doi.org/10.36086/jgk.v3i2.2029

Ryveka, A., Lestari, L. A., Pratiwi, D., & Sundjaya, T. (2024). Pengembangan permen jelly “Previmin” multivitamin mineral untuk pencegahan stunting. Amerta Nutrition, 7(3SP). https://doi.org/10.20473/amnt.v7i3sp.2023.10-19

Sari, D. K., & Dominica, D. (2022). Evaluasi uji hedonik dan uji pH sediaan permen jelly jeruk kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 5(2). https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v5i2.114

Wahid, H., Karim, S. F., & Sari, N. (2022). Formulasi sediaan krim anti-aging dari ekstrak kolagen limbah sisik ikan bandeng (Chanos chanos). Jurnal Sains dan Kesehatan, 4(4), 428–436. https://doi.org/10.25026/jsk.v4i4.1289

Wang, D., Nagata, M., Matsumoto, M., Amen, Y., Wang, D., & Shimizu, K. (2022). Potential of Hibiscus sabdariffa L. and hibiscus acid to reverse skin aging. Molecules, 27(18), 6076. https://doi.org/10.3390/molecules27186076

Unduhan

Diterbitkan

30-06-2026

Cara Mengutip

Elly Purwati, Erna Fitriany, Fahmi Ardianti Purnawiranita, Al Fauzi, A. Z., Achmad Misbhakul Maulana, & Lailatul Fitri Khalimatus Sya’diyah. (2026). Transformasi Nutraceutical Jelly Candy Sisik Bandeng dan Bungga Rosella sebagai Potensi Antioksidan Alami. Health Research Journal of Indonesia, 4(5), 1601–1609. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1219