Evaluasi Pemanfaatan Sistem Informasi Kesehatan Digital (Systematic Review)
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1142Kata Kunci:
sistem informasi kesehatan, digital health, prisma, systematic reviewAbstrak
Sistem Informasi Kesehatan Digital (SIK Digital) merupakan komponen penting dalam transformasi layanan kesehatan yang berperan dalam pengumpulan, pengolahan, dan pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan SIK Digital melalui Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada pangkalan data Scopus, PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan rentang waktu 2020–2026. kriteria inklusi meliputi artikel penelitian orisinal atau systematic review dalam bentuk full-text yang membahas implementasi, efektivitas, dan evaluasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) digital. Berdasarkan kriteria inklusi, terpilih 15 artikel relevan yang dianalisis menggunakan teknik sintesis tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pemanfaatan SIK digital secara signifikan meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat akses informasi kesehatan, dan memperkuat sistem surveilans untuk deteksi dini penyakit. Secara spesifik, digitalisasi terbukti meningkatkan akurasi dokumentasi klinis pada layanan keperawatan, mengoptimalkan distribusi obat di farmasi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Meskipun tren digitalisasi terus meningkat secara global, tantangan utama yang ditemukan adalah adanya ketimpangan akses (digital divide) yang dapat memperlebar jurang inklusivitas layanan kesehatan. Selain itu, sistem pemantauan jarak jauh (remote monitoring) dan rehabilitasi digital tercatat memberikan kontribusi positif terhadap responsivitas pelayanan dan hasil klinis pasien. Implementasi sistem informasi kesehatan digital memberikan manfaat luas dalam efisiensi dan kualitas data layanan kesehatan. Diperlukan upaya strategis untuk mengatasi ketimpangan akses agar manfaat digitalisasi kesehatan dapat dirasakan secara merata di seluruh lapisan masyarakat.
Unduhan
Referensi
Baffert, M., et al. (2023). Digital rehabilitation systems: A systematic review. Systematic Reviews in Health.
Barbosa, A., et al. (2026). Digital health system efficiency: A systematic review. Journal of Digital Health, 21(2), 71-80
Bashshur, R., et al. (2021). Health information systems and interoperability challenges. Journal of Medical Systems, 45(3), 1–12.
Bjørvig, S., et al. (2025). Economic evaluation of remote monitoring: A systematic review. Telemedicine and e-Health.
Campra, M., et al. (2021). Health information system trends: A systematic review. Health Informatics Journal.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Digital surveillance in public health systems. Atlanta: CDC.
Gómez Bergin, A., et al. (2023). Digital health economic evaluation: A systematic review. BMC Health Services Research.
Guan, Y., et al. (2024). Nursing information systems: A systematic review. International Journal of Nursing Studies. 3(1), 34-40
Han, H., et al. (2021). Utility of health information systems in decision-making. Health Policy and Technology, 10(2), 100–108.
Herida, R., & Dervaux, B. (2016). Public health surveillance systems evaluation: A systematic review. BMC Public Health, 8(1), 102-111
Kumar, S., et al. (2024). Data-driven decision making in digital health systems. Journal of Global Health, 14(1).
Le, T., et al. (2021). Mental health digital systems: A systematic review. Journal of Mental Health Informatics, 4(2),75-82
Min, H., et al. (2021). Health information system implementation: A systematic review. Health Informatics Research, 4(1), 112-128
Njagi, S., et al. (2020). Health information systems and inequality: A systematic review. Global Health Action, 2 (9), 76-85
OECD. (2022). Digital health transformation and data dissemination. Paris: OECD Publishing.
Phimarn, W., et al. (2023). Pharmacy health information systems: A systematic review. Research in Social and Administrative Pharmacy, 5(3), 98-106
Reeves, S., et al. (2019). Digital public health systems: A systematic review. Public Health Reviews, 3(2), 78-86
Tran, L., et al. (2025). PRISMA extension for digital health reviews. Systematic Reviews Methodology Journal, 11(2), 100-112
World Health Organization (WHO). (2023). Global strategy on digital health and surveillance. Geneva: WHO.Putri, S. M., & Nurdin, A. (2023). faktor penyebab kejadian diare pada balita di aceh : literature review. 1–11.ruth, i., & oishi, v. (2024). diare pada anak. 8(2), 471–476.
Syaridayanti, Y., & Sari, P. (2025). Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Siswa SDN 146/IV Kota Jambi tentang PHBS Indikator Cuci Tangan Pakai Sabun Melalui Media Ular Tangga. Perilaku Dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior, 6(2).232-240 https://doi.org/10.47034/ppk.v6i2.1089
Yohana, L., Nurdin, A., Fitria, U., Dinen, K. A., Kurnia, R., Aceh, U. A., Aceh, A., Aceh, A., Aceh, A., & Aceh, A. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Diare Pada Anak.
Yunika, R. P., Al Fariqi, M. Z., Cahyadi, I., Yunita, L., & Rahmiati, B. F. (2022). Pengaruh Edukasi PHBS Terhadap Tingkat Pengetahuan pada Yayasan Jage Kestare. Karya Kesehatan Siwalima, 1(1), 28–32. https://doi.org/10.54639/kks.v1i1.735
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


