Sains Medisina https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina <p><strong>SAINS MEDISINA<br />Ketua Editor: </strong>apt. Rina Saputri, M.Farm<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221112041071038" target="_blank" rel="noopener">2964-1853</a> (online)<br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember</p> <p><strong>Sains Medisina</strong> merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article</em> di bidang ilmu farmasi, biomedik, dan ilmu kesehatan. </p> id-ID wpcpublisher@gmail.com (apt. Rina Saputri, M.Farm) layanan@wpcpublisher.com (Admin) Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Potensi Kombinasi Ekstrak Keji Beling dan Binahong Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Gram Negatif Penyebab Ulkus Diabetikum https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/844 <p>Ulkus diabetikum adalah satu keluhan yang terjadi pada pasien diabetes melitus yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan infeksi bakteri hingga gangren diabetik. Penggunaan antibiotik jangka waktu lama dan dosis yang tidak sesuai dapat menimbulkan ketahanan bakteri yang berdampak pada meningkatkan biaya pengobatan dan angka kematian. Oleh karena itu, penggunaan tanaman obat sebagai alternatif untuk pengobatan mulai banyak dimanfaatkan karena lebih aman dalam penggunaan jangka waktu lama seperti pada tanaman binahong dan keji beling berpotensi sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi senyawa yang diperoleh dari ekstrak etanol tanaman keji beling dan bihanong sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram negatif penyebab ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby Bauer terhadap <em>Proteus sp.</em> dan <em>Escherichia coli</em>, kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA. Berdasarkan hasil yang didapatkan, baik ekstrak tunggal maupun kombinasi keji beling dan binahong dengan perbandingan 2:1 pada konsentrasi 100 mg/mL memberikan daya hambat terbesar terhadap kedua bakteri. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi dan kombinasi berpengaruh nyata (p&lt;0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi kedua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri alami dan berpotensi sebagai agen pendukung penghambatan bakteri penyebab ulkus diabetikum.</p> TIARA DINI HARLITA, GANEA QORRY AINA, SRESTA AZAHRA Hak Cipta (c) 2025 TIARA DINI HARLITA, GANEA QORRY AINA, SRESTA AZAHRA https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/844 Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 +0000 Studi In Vivo Kombinasi Herbal Keji Beling, Binahong, dan Madu Kelulut terhadap Penyembuhan Luka Diabetik Hewan Model https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/847 <p>Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat penurunan sekresi insulin oleh pankreas, berkurangnya sensitifitas insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangrene/ulkus, yaitu terjadi kerusakan integritas pada kulit yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi perifer sehingga jaringan sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Penggunaan bahan herbal sebagai obat luka terus dikembangkan dalam penelitian maupun pemanfaatannya, diantaranya adalah daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), dan madu &nbsp;kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian ekstrak daun binahong, daun keji beling, dan madu kelulut terhadap penyembuhan luka diabetik menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni. Setelah mencit diberi perlakuan, pengukuran diameter luka dimulai pada hari ke-0, 5, 10 dan 15. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji statistik dengan uji One Way Anova<br>menunjukan nilai p &lt;0,05 yaitu 0,000 yang berarti pemberian kombinasi herbal memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes. Selanjutnya dilanjutkan uji lanjutan yaitu Uji Duncan’s Multiple Range Test dengan hasil perlakuan yang paling efektif yaitu pemberian kombinasi ekstrak daun binahong dan daun keji beling.</p> Ganea Qorry Aina, Nursalinda Kusumawati, Tiara Dini Harlita, Wirid Triana Dawam Hak Cipta (c) 2025 Ganea Qorry Aina, Nursalinda Kusumawati, Tiara Dini Harlita, Wirid Triana Dawam https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/847 Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 +0000 Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Salam Tua (Syzygium polyanthum) terhadap Escherichia coli secara In Vitro https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/849 <table width="673"> <tbody> <tr> <td width="552"> <p><strong>ABSTRAK</strong>. Infeksi yang disebabkan oleh <em>Escherichia coli</em> masih menjadi salah satu penyebab utama diare di Indonesia. Penggunaan antibiotik sintetis secara berlebihan dapat memicu resistensi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami. Daun salam (<em>Syzygium polyanthum</em>) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun salam tua terhadap <em>E. coli</em> secara <em>in vitro</em>. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji fitokimia dilakukan untuk identifikasi senyawa aktif, uji antioksidan menggunakan metode DPPH, dan uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media <em>Mueller Hinton Agar</em> dengan variasi konsentrasi ekstrak 25, 50, 100, 200, dan 400 µg/well. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan karbohidrat. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada konsentrasi 50 ppm dengan penghambatan 73,48%. Uji antibakteri menunjukkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 100 µg/well sebesar 12,78 mm yang termasuk kategori sedang–kuat. Mekanisme penghambatan diduga melalui kerusakan membran sel oleh flavonoid dan tanin. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak metanol daun salam tua memiliki aktivitas antibakteri sedang terhadap <em>E. coli</em> dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami untuk mencegah infeksi akibat bakteri Gram-negat</p> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> Agus Evendi, Maria Eka Suryani, Nurul Anggrieni Hak Cipta (c) 2025 Agus Evendi, Maria Eka Suryani, Nurul Anggrieni https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/849 Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 +0000 Pengaruh Konsentrasi dan Volume Etanol Terhadap Rendemen Ekstrak Tanaman Tapak Liman (Elephantopus Scaber L.) Menggunakan Metode Maserasi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/856 <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi dan volume etanol terhadap rendemen ekstrak daun tapak liman (<em>Elephantopus scaber</em> L.) melalui metode maserasi. Studi literatur dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah pada database <em>Google Scholar</em> (tahun 2020–2025) menggunakan kata kunci "ekstraksi daun tapak liman". Dari 671 literatur awal, lima jurnal memenuhi kriteria inklusi (tanaman tunggal, pelarut etanol, metode maserasi, akses terbuka). Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi etanol dan volume pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen. Konsentrasi etanol ≥90% dengan rasio bahan:pelarut 1:10 menghasilkan rendemen tertinggi (15,95%), memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia (≥5,5%). Sebaliknya, etanol 70% menghasilkan rendemen rendah (1,04±0,14%) karena ketidakcocokan polaritas dengan senyawa semi-polar tapak liman. Volume pelarut berlebih mengurangi efisiensi ekstraksi, sedangkan volume kurang membatasi kelarutan senyawa aktif. Simpulan penelitian ini merekomendasikan penggunaan etanol konsentrasi tinggi (≥90%) dan rasio 1:10 untuk optimasi rendemen ekstrak tapak liman dalam skala industri.&nbsp;</p> Aditia Leo Hasmal, Muhammad Iqbal, Ramadhan Triyandi, Afriyani Hak Cipta (c) 2025 Aditia Leo Hasmal, Muhammad Iqbal, Ramadhan Triyandi, Afriyani https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/856 Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 +0000 Review Literatur: Green Synthesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Tanaman sebagai Pendekatan Ramah Lingkungan dalam Terapi Kanker https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/858 <p>Sintesis hijau nanopartikel perak (AgNPs) menggunakan ekstrak tanaman berkembang sebagai pendekatan yang lebih aman dan ramah lingkungan dibanding sintesis kimia yang melibatkan bahan toksik. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi AgNPs berbasis tanaman sebagai agen antikanker melalui tinjauan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis artikel nasional dan internasional mengenai karakteristik fisikokimia AgNPs, mekanisme biologis, serta aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker. Hasil kajian menunjukkan bahwa AgNPs yang disintesis dari tanaman seperti <em>Pueraria tuberosa</em> mampu meningkatkan ROS, merusak DNA, menurunkan potensial membran mitokondria, dan mengaktifkan jalur apoptosis, sehingga efektif menghambat proliferasi sel kanker secara dosis-bergantung. Pembahasan menegaskan bahwa interaksi sinergis antara nanopartikel dan metabolit bioaktif tanaman memberikan selektivitas tinggi terhadap sel kanker, meskipun bukti terkait keamanan jangka panjang dan efektivitas in vivo masih terbatas. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa AgNPs berbasis tanaman memiliki prospek besar sebagai terapi antikanker berkelanjutan, namun penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan aspek keamanan dan aplikasinya dalam klinis.</p> Ardi Widianto, Muhammad Iqbal, Femmy Andrifianie, Ramadhan Triyandi Hak Cipta (c) 2025 Ardi Widianto, muhammad Iqbal, Femmy Andrifianie, Ramadhan Triyandi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/858 Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 +0000 Literature review : Terapi Non-Farmakologi Terhadap Proses Pemulihan dan Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Pasca Tindakan Bedah Sectio Caesarea https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/864 <p><em>Sectio caesarea</em> atau bedah caesar merupakan tindakan bedah mayor yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Meskipun efektif secara medis, prosedur ini dapat menimbulkan nyeri khususnya pada pasca operasi sehingga berdampak terhadap kenyamanan, kondisi psikologis, dan proses pemulihan pasien. Manajemen nyeri pasca tindakan bedah caesar dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis daan non-farmakologi. Hasil telaah ini disusun dalam bentuk <em>literature review</em> yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai jenis terapi non-farmakologi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan membantu dalam proses pemulihan pada pasien pasca tindakan bedah caesar. Penelusuran <em>literature review</em> dilakukan dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis berbagai <em>literature </em>yang relevan dengan terapi non-farmakologis pada pasien bedah caesar berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil telaah <em>literature review</em> ditemukan bahwa terapi non-farmakologis dengan teknik <em>autogenic</em>, relaksasi pernafasan, terapi musik, pijat kaki, aromaterapi dan relaksasi genggam jari mampu menurunkan skala nyeri dari kategori sedang (skala 5-7) menjadi kategori ringan (skala 2-3). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi non-farmakologis terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien.</p> Marshanda Nikita, Ervina Damayanti, Mirza Junando, Tri Umiana Soleha Hak Cipta (c) 2025 Marshanda Nikita, Ervina Damayanti, Mirza Junando, Tri Umiana Soleha https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/864 Mon, 08 Dec 2025 00:00:00 +0000 Tinjauan Artikel: Peran Amlodipine sebagai Terapi Lini Pertama untuk Mengontrol Tekanan Darah pada Hipertensi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/890 <p>Hipertensi merupakan kondisi kronis dengan prevalensi tinggi dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Pemilihan terapi farmakologis yang tepat diperlukan untuk mencapai kontrol tekanan darah yang optimal. Penyusunan artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai efektivitas, keamanan, dan keunggulan amlodipine dalam manajemen hipertensi esensial. Telaah artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka (<em>literature review</em>) melalui basis data elektronik <em>Google Scholar</em>. Hasil telaah menunjukkan bahwa amlodipine yang paling banyak digunakan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, efektif sebagai terapi tunggal maupun kombinasi, dan memberikan respons yang baik terutama pada kelompok usia lanjut. Meskipun efek samping ringan seperti edema dan pusing dapat terjadi, tolerabilitasnya tetap baik sehingga tidak mengurangi relevansi klinis amlodipine sebagai pilihan terapi utama.</p> Diana Mulia Utami, Citra Yuliyanda Pardilawati, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal Hak Cipta (c) 2025 Diana Mulia Utami, Citra Yuliyanda Pardilawati, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/890 Sun, 21 Dec 2025 00:00:00 +0000 Implementasi Edukasi Gizi Seimbang “Isi Piringku” dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa di SMP Negeri 3 Meulaboh https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/891 <p>Masalah gizi ganda (<em>malnutrition double burden</em>) masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di kalangan remaja sekolah. Rendahnya pengetahuan tentang gizi seimbang berkontribusi terhadap kebiasaan makan tidak sehat yang berdampak pada status gizi dan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 3 Meulaboh tentang gizi seimbang melalui edukasi "Isi Piringku". Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi menggunakan media PowerPoint, praktik pembuatan sandwich sayur, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 15 siswa kelas 7. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 73,33 (pre-test) menjadi 84 (post-test), dengan peningkatan sebesar 11,33 poin atau 15,5%. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), menunjukkan perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Program ini terbukti efektif meningkatkan literasi gizi siswa. Diperlukan keberlanjutan program edukasi gizi di sekolah dengan melibatkan berbagai pihak untuk dampak jangka panjang terhadap perilaku makan sehat remaja.</p> Gusti Adelia Putri, Nova Ramadhan, Nur Indah Safira, Marniati Hak Cipta (c) 2025 Gusti Adelia Putri, Nova Ramadhan, Nur Indah Safira, Marniati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/891 Sun, 21 Dec 2025 00:00:00 +0000 Perbandingan Aktivitas Antiinflamasi Bagian Tanaman Telang (Clitoria ternatea) Berdasarkan Bukti In-vitro dan In-vivo: Narrative Review https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/881 <p>Inflamasi merupakan respon biologis yang berperan penting dalam patogenesis berbagai penyakit kronis. Penggunaan obat antiinflamasi sintetik sering dibatasi karena efek samping yang serius sehingga alternatif agen antiinflamasi berbasis alam diperlukan. Telang (<em>Clitoria ternatea</em>) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai&nbsp; metabolit aktif dengan potensi antiinflamasi, namun perbedaan potensi antiinflamasi antar bagian tanaman belum banyak dikaji secara sistematis. Tinjauan ini bertujuan membandingkan potensi antiinflamasi bagian bunga, daun, akar dan biji tanaman&nbsp; telang (<em>Clitoria ternatea</em>) berdasarkan bukti <em>in-vitro</em> dan <em>in-vivo</em>. Studi literatur merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menghimpun beberapa artikel melaui&nbsp; database <em>PubMed</em>, <em>Science Direct</em>, dan <em>Google Schoolar</em> yang di terbitkan dari 2016-2025 dan sebanyak delapan artikel memenuhi kriteria inklusi. Aktivitas antiinflamasi ditemukan bervariasi pada berbagai bagian tanaman. Bunga menunjukkan aktivitas rendah (% inhibisi 8,48%-28,82%), meningkat signifikan ketika diformulasikan nanopartikel selenium (SeNPS) (% inhibisi 27%-85%). Daun memiliki potensi paling konsisten dengan stabilitas membran 53% dan penghambatan edema 42-57%. Akar menunjukkan efek in-vivo terkuat (69-81%), didukung adanya senyawa triterpenoid dan alkaloid. Minyak biji telang (<em>Clitoria ternatea</em>) menunjukkan aktivitas antiinflamasi poten secara in-vitro (IC₅₀ ±5 µg/mL) akibat tingginya polifenol lipofilik. Kesimpulan dari artikel ini yaitu seluruh bagian tanaman telang (<em>Clitoria ternatea</em>) berpotensi sebagai agen antiinflamasi, dengan potensi terbaik pada bagian &nbsp;biji dan akar</p> Ni Putu Ayudya Sari, Ramadhan Triyandi, Afriyani, Muhammad Iqbal Hak Cipta (c) 2025 Ni Putu Ayudya Sari, Ramadhan Triyandi, Afriyani, Muhammad Iqbal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/881 Sun, 21 Dec 2025 00:00:00 +0000 Review Literatur: Eksplorasi Antioksidan Pada Tanaman Obat Herbal Dengan Metode Fraksinasi Etil Asetat Dan N-Heksan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/876 <p>Penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, stroke, dan penyakit jantung masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor utama penyebab penyakit ini adalah adanya stres oksidatif yang dipicu oleh kelebihan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Penggunaan antioksidan sintetis telah terbukti efektif, tetapi memiliki risiko efek samping jangka panjang, sehingga mendorong eksplorasi sumber antioksidan alami dari tanaman obat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi aktivitas antioksidan berbagai tanaman lokal Indonesia melalui fraksinasi dengan pelarut etil asetat dan n-heksan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dari delapan jurnal nasional yang relevan, dipilih melalui pencarian sistematis di Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate dengan kata kunci seperti “aktivitas antioksidan”, “fraksinasi”, dan “tanaman obat”. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari berbagai tanaman seperti daun nyamplung, jamblang, kelor, pisang kepok, dan kopi robusta secara konsisten menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dengan nilai IC₅₀ di bawah 50 ppm yang dikategorikan sebagai sangat kuat. Hal ini dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa flavonoid, fenolik, dan tanin yang larut dalam pelarut semi-polar. Kesimpulannya, fraksi etil asetat memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi dan pangan fungsional.</p> Muhamad Farhan Akbar, Muhammad Iqbal, Ramadhan Triyandi, Asep Sukohar Hak Cipta (c) 2025 Muhamad Farhan Akbar, Muhammad Iqbal, Ramadhan Triyandi, Asep Sukohar https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/876 Mon, 22 Dec 2025 00:00:00 +0000 Kajian Literatur: Aktivitas Farmakologis Minyak Atsiri Tanaman Herbal Sebagai Stimulan Pertumbuhan Rambut https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/882 <p>Kerontokan rambut merupakan masalah umum yang dipengaruhi oleh stres, hormonal, dan peradangan kulit kepala. Minyak atsiri dari tanaman herbal menjadi alternatif terapi alami karena kandungan senyawa bioaktif seperti monoterpen, seskuiterpen, fenol, dan masih banyak lagi. Tinjauan ini bertujuan memberikan informasi mengenai tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Pencarian pustaka dilakukan melalui <em>Google Scholar, PubMed, NCBI,</em> dan <em>Science Direct</em>. Kriteria inklusi mencakup jurnal yang membahas efek minyak atsiri tanaman herbal terhadap pertumbuhan rambut dan telah diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Kriteria eksklusi adalah jurnal yang tidak memuat informasi terkait efek minyak atsiri tanaman herbal terhadap pertumbuhan rambut dan diterbitkan lebih dari 10 tahun terakhir. Dari hasil pencarian diperoleh 12 jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukkan 12 tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Aktivitas tersebut didukung oleh kandungan senyawa aktif minyak atsiri yang bekerja dengan meningkatkan mikrosirkulasi darah di kulit kepala, menghambat aktivitas enzim 5α-reduktase, efek antiinflamasi, efek antioksidan, merangsang fase anagen dalam siklus rambut, dan/atau meningkatkan proliferasi sel dermal papilla.</p> Ida Ayu Gede Bintang Widia Putri, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal, Citra Yuliyanda Pardilawati Hak Cipta (c) 2025 Ida Ayu Gede Bintang Widia Putri, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal, Citra Yuliyanda Pardilawati https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/882 Mon, 22 Dec 2025 00:00:00 +0000 Potensi Antibakteri Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif: Literature Review https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/886 <p>Infeksi yang disebabkan oleh bakteri hingga kini masih menjadi permasalahan global, terutama dengan meningkatnya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang berasal dari alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah belimbing wuluh (<em>Averrhoa bilimbi</em> L.), yang telah lama digunakan secara tradisional sebagai obat herbal. Artikel ini bertujuan untuk menelaah potensi aktivitas antibakteri daun dan buah belimbing wuluh terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaporkan. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data <em>Google Scholar, PubMed</em>, dan <em>ScienceDirect</em> menggunakan kata kunci terkait. Artikel yang dianalisis merupakan penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2025 dan mengevaluasi aktivitas antibakteri belimbing wuluh menggunakan metode difusi maupun dilusi. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai bakteri uji, antara lain <em>Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Escherichia coli,</em> dan <em>Salmonella typhi,</em> dengan tingkat aktivitas yang bervariasi. Aktivitas antibakteri cenderung lebih tinggi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan Gram negatif serta meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Efek antibakteri tersebut diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Oleh karena itu, belimbing wuluh berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan guna memastikan efektivitas dan keamanannya.</p> Nikken Ayu Larasati, Muhammad Iqbal, Femmy Andrifianie, Ramadhan Triyandi Hak Cipta (c) 2025 Nikken Ayu Larasati, Muhammad Iqbal, Femmy Andrifianie, Ramadhan Triyandi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/886 Thu, 25 Dec 2025 00:00:00 +0000 Identifikasi Potentially Inappropriate Medication (PIM) pada Pasien Hipertensi Geriatri di Rumah Sakit berdasarkan Kriteria Beers https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/889 <p>Penggunaan obat yang tidak tepat atau <em>Potentially Inappropriate Medication</em> (PIM) pada pasien hipertensi dengan geriatri merupakan masalah penting karena dapat meningkatkan risiko efek samping dan interaksi obat. PIM merujuk pada obat yang memberikan risiko lebih besar daripada manfaat pada lansia akibat perubahan fisiologis terkait usia. Tinjauan ini menilai kejadian PIM pada pasien hipertensi geriatri berdasarkan Kriteria Beers melalui penelusuran artikel 2015–2025, dan enam studi memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi PIM cukup tinggi (61–98%) dan dipengaruhi polifarmasi, komorbiditas, durasi perawatan, serta ketidaktepatan dosis atau indikasi. Obat yang sering termasuk PIM yaitu diuretik, nifedipin, klonidin, spironolakton, NSAID, dan obat kardiovaskular. Kajian ini menegaskan perlunya pemeriksaan obat dan skrining PIM secara berkala khususnya pada pasien geriatri dengan hipertensi.</p> Angelica Asmara Basanti, Citra Yuliyanda Pardilawati, Dwi Aulia Ramdini, Ervina Damayanti Hak Cipta (c) 2025 Angelica Asmara Basanti, Citra Yuliyanda Pardilawati, Dwi Aulia Ramdini, Ervina Damayanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/889 Thu, 25 Dec 2025 00:00:00 +0000 Review Artikel: Kepatuhan Fasilitas Kefarmasian di Indonesia terhadap Standar Penyimpanan Obat Permenkes No. 72 Tahun 2016 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/893 <p><span class="s20">Penyimpanan sediaan farmasi pada berbagai fasilitas pelayanan kefarmasian berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016, mengingat masih ditemukannya permasalahan dalam praktik penyimpanan obat, seperti pemantauan dan pencatatan suhu yang tidak konsisten, pencatatan stok yang belum lengkap, penerapan prinsip </span><span class="s24">First Expired First Out</span><span class="s20"> (FEFO) yang belum optimal, serta ketidak stabilan kondisi lingkungan penyimpanan yang berpotensi menurunkan mutu obat. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan fasilitas pelayanan kefarmasian terhadap standar penyimpanan obat yang berlaku. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas telah memiliki sarana dan prasarana penyimpanan yang memadai, namun masih ditemukan ketidak sesuaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya pada aspek pemantauan suhu, pengelolaan stok obat, serta penerapan prinsip </span><span class="s24">First Expired First Out</span><span class="s20"> (FEFO), yang dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi dan pelatihan sumber daya manusia kefarmasian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas penyimpanan sediaan farmasi belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga diperlukan penguatan manajemen perbekalan farmasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kefarmasian, serta pemantauan kondisi lingkungan penyimpanan secara konsisten dan berkelanjutan guna menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas obat.</span></p> Chintya Nafa Eliza, Muhammad Iqbal, Novita Sari, Mirza Junando Hak Cipta (c) 2025 Chintya Nafa Eliza, Muhammad Iqbal, Novita Sari, Mirza Junando https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/893 Thu, 25 Dec 2025 00:00:00 +0000 Analisis Bibliometrik Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pare (Momordica charantia L.) sebagai Pengobatan Tradisional https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/894 <p><em>Momordica charantia</em> L. (pare) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan terbukti mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Meskipun penelitian mengenai pare terus berkembang, pemetaan sistematis terkait tren penelitian, produktivitas ilmiah, dan arah pengembangan riset masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian aktivitas antioksidan ekstrak pare melalui pendekatan bibliometrik menggunakan basis data Scopus. Pencarian data dilakukan melalui fitur <em>Advanced Search</em> dengan kombinasi kata kunci “<em>Momordica charantia</em>” atau “<em>bitter melon</em>” serta “<em>extract</em>” dan “<em>antioxidant</em>”. Kriteria inklusi ditetapkan untuk publikasi berbahasa Inggris berupa artikel, review, dan dokumen konferensi dalam rentang tahun 2000–2025. Dari total 911 artikel yang ditemukan, proses penyaringan menghasilkan 404 dokumen yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan Biblioshiny (R Studio) dan VOSviewer untuk menilai tren publikasi, kontribusi institusi, penulis, jurnal, serta keterhubungan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan terutama setelah tahun 2018, dengan Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine dan BMC Complementary and Alternative Medicine sebagai jurnal paling produktif. Analisis kata kunci mengungkap fokus riset pada aktivitas antidiabetes, antioksidan, inflamasi, serta pengelolaan stress oksidatif terkait metabolisme. Klaster jaringan kata kunci menegaskan bahwa <em>Momordica charantia</em> dipandang sebagai kandidat fitoterapi potensial dalam terapi penyakit degeneratif, terutama diabetes mellitus tipe 2. Secara keseluruhan, analisis bibliometrik ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai lanskap riset ekstrak pare dan membuka peluang penelitian lanjutan menuju uji klinis dan pengembangan produk fitofarmaka berbasis bahan alam.</p> Aldo Setiawan Lukas, Ihsanti Dwi Rahayu, Atri Sri Ulandari, Muhammad Iqbal Hak Cipta (c) 2025 Aldo Setiawan Lukas, Ihsanti Dwi Rahayu, Atri Sri Ulandari, Muhammad Iqbal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/894 Thu, 25 Dec 2025 00:00:00 +0000 Uji Efektivitas Salep Ekstrak Kulit Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis (L.)) Terhadap Penyembuhan Luka Infeksi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/892 <p>Jeruk manis (<em>Citrus sinensis </em>(L.)) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi membantu proses penyembuhan luka infeksi. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk melihat efektivitas salep ekstrak kulit buah jeruk manis (<em>Citrus sinensis</em> (L.)) terhadap penyembuhan luka infeksi yang disebabkan oleh bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari menggunakan 25 hewan uji tikus dibagi menjadi 5 ekor tikus pada setiap kelompok perlakuan yaitu kontrol, pembanding, F1(5%), F2(10%), F3 (20%). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah persen luas penyembuhan luka dan waktu epitelisasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik<em> ANOVA</em> satu arah dan dua arah dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian pada persentase penyembuhan luka berturut-turut hari ke-3, ke-7, ke-14, kontrol: 25,01%; 78,35%; 86,18%; pembanding: 34,76%; 82,21%; 94,43%; F1(5%): 45,56%; 73,42%; 87,34%; F2 (10%): 37,37%; 88,90%; 92,51%; F3 (20%): 43,59%; 85,87%; 93,52%. Persen penyembuhan luka yang paling tinggi terdapat pada F3 (20%) dibandingkan kontrol. Hasil penelitian pada waktu epitelisasi secara berturut-turut, kontrol: 8,6; pembanding: 6,6; F1 (5%): 7,2; F2 (10%): 8, dan F3 (20%): 8,4. Waktu epitelisasi yang paling baik terdapat pada F1 (5%) dibandingkan kontrol. Jadi dapat disimpulkan salep ekstrak kulit buah jeruk manis memiliki pengaruh dalam penyembuhan luka infeksi yang disebabkan oleh bakteri <em>Staphylococcus aureus.</em></p> Irwandi, Ifmaily, Azesti Hak Cipta (c) 2025 Irwandi, Ifmaily, Azesti https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/892 Thu, 25 Dec 2025 00:00:00 +0000 Literature Review: Hubungan Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Rawat Jalan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/907 <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat. Pelayanan Informasi Obat (PIO) berperan penting sebagai edukasi untuk meningkatkan pemahaman pasien terkait penggunaan obat, manfaat terapi, serta risiko ketidakpatuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PIO terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel jurnal nasional melalui Google Scholar dan Semantic Scholar pada rentang tahun 2020–2025. Kata kunci yang digunakan meliputi “pelayanan informasi obat”, “kepatuhan minum obat”, “pasien hipertensi”, dan “rawat jalan”. Artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan full-text, dan jenis penelitian asli; artikel yang tidak relevan atau tidak tersedia full-text dieksklusi. Hasil telaah menunjukkan sebagian besar studi melaporkan hubungan positif dan/atau pengaruh signifikan PIO terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan. Efektivitas PIO cenderung lebih baik ketika diberikan secara terstruktur dan didukung media edukasi (misalnya leaflet). Beberapa studi juga melaporkan perbaikan luaran klinis seperti penurunan tekanan darah dan peningkatan kualitas hidup. Dapat disimpulkan bahwa PIO berpotensi meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan dan perlu dioptimalkan melalui standar pelaksanaan serta tindak lanjut berkelanjutan.</p> Yessa Rahmadini Putri, Tri Umiana Soleha, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal Hak Cipta (c) 2025 Yessa Rahmadini Putri, Tri Umiana Soleha, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/907 Mon, 29 Dec 2025 00:00:00 +0000 Overcoming Regulatory Barriers: A Narrative Review of Implementation Strategies and Cultural Challenges of Lean Six Sigma in a GMP Environment https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/885 <p>Pharmaceutical manufacturing is required to achieve operational efficiency while strictly complying with Good Manufacturing Practice (GMP) regulations. This dual demand often limits process improvement initiatives. Lean Six Sigma (LSS) provides a structured management approach that integrates efficiency improvement with regulatory compliance. This narrative review aims to analyze LSS implementation strategies in pharmaceutical manufacturing from a management and regulatory perspective. A focused literature review was conducted using major scientific databases. Due to the limited number of empirical studies conducted in highly regulated GMP environments, five relevant case studies were selected and analyzed using a narrative reflection approach. The analysis focused on managerial strategies, regulatory constraints, and organizational culture influencing LSS implementation. The results show that LSS strengthens GMP compliance by providing data-driven justification for process changes through the DMAIC framework. Lean tools, particularly Value Stream Mapping, enable managers to identify non-value-added activities that are not mandated by regulation. However, cultural resistance and risk-averse organizational behavior remain significant challenges, requiring strong leadership and employee involvement. In conclusion, Lean Six Sigma is an effective management strategy for overcoming regulatory and cultural barriers in pharmaceutical manufacturing while supporting sustainable operational excellence and product quality.</p> Fhahira Alifiya, Andi Fadilla Hak Cipta (c) 2025 Fhahira Alifiya, Andi Fadilla https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/885 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000