Sains Medisina https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina <p><strong>SAINS MEDISINA<br />Ketua Editor: </strong>apt. Rina Saputri, M.Farm<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20221112041071038" target="_blank" rel="noopener">2964-1853</a> (online)<br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember</p> <p><strong>Sains Medisina</strong> merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article</em> di bidang ilmu farmasi, biomedik, dan ilmu kesehatan. </p> id-ID sainsmedisina@wpcpublisher.com (apt. Rina Saputri, M.Farm) wpcpublisher@gmail.com (Admin) Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Hubungan Frekuensi Konsumsi Junk Food, Minuman Manis, Dan Riwayat Orang Tua Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1432 <p>Masa remaja merupakan periode pertumbuhan yang membutuhkan asupan gizi optimal. Perubahan gaya hidup akibat modernisasi menyebabkan meningkatnya konsumsi <em>junk food </em>dan minuman manis yang berisiko memicu gizi lebih. Selain itu, riwayat berat badan berlebih pada orang tua diduga turut memengaruhi kejadian gizi lebih pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi konsumsi junk food, minuman manis, dan riwayat orang tua dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMK Negeri 3 Banjarbaru. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Penelitian melibatkan 86 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data konsumsi diperoleh menggunakan <em>Food Frequency Questionnaire</em> (FFQ), data riwayat orang tua melalui kuesioner, dan status gizi ditentukan berdasarkan indikator IMT/U melalui pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square dan Contingency Coefficient</em>. Hasil penelitian menunjukkan kejadian gizi lebih di SMK Negeri 3 Banjarbaru masih tergolong tinggi. Sebagian besar responden merupakan remaja pertengahan dan berjenis kelamin perempuan. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi junk food, konsumsi minuman manis, serta riwayat gizi lebih pada orang tua dengan kejadian gizi lebih pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar remaja membatasi konsumsi <em>junk food </em>dan minuman manis serta menerapkan pola makan sehat dengan dukungan keluarga untuk mencegah terjadinya gizi lebih.</p> Zalfa Malika Fitra, Rusmini Yanti, Niken Pratiwi Hak Cipta (c) 2026 Zalfa Malika Fitra, Rusmini Yanti, Niken Pratiwi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1432 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Underweight Pada Balita Usia 12-59 Bulan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1469 <p><em>Underweight</em> merupakan masalah gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Prevalensi <em>underweight</em> di Desa Keliling Benteng Ulu pada umur 12-59 bulan sebesar 34%. Pola makan, pola asuh ibu, dan sanitasi lingkungan merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian <em>underweight</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, pola asuh ibu, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian <em>underweight</em> pada balita.Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilaksanakan di desa Keliling Benteng Ulu pada Januari 2026. Sampel berjumlah 55 responden, dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran status gizi berdasarkan indeks berat badan menurut umur dengan Z-score. Analisis data menggunakan uji rank spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian <em>underweight </em>sebesar 18,2%. Sebagian besar balita memiliki pola makan baik (51%) dan pola asuh ibu baik (76%), dan sanitasi lingkungan baik (95%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pola makan dan pola asuh ibu dengan kejadian <em>underweight</em>, sedangkan sanitasi lingkungan tidak berhubungan dengan kejadian <em>underweight</em>. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar ibu menjaga kebersihan rumah dan mengelola sampah dengan baik guna mencegah penyakit infeksi yang memicu<em> underweight</em>.</p> Liegamuhibbah Liegamuhibbah, Rusmini Yanti Hak Cipta (c) 2026 Liegamuhibbah Liegamuhibbah, Rusmini Yanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1469 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Determinan Faktor Kejadian Anemia Pada Remaja Putri https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1486 <p>Anemia defisiensi besi merupakan masalah gizi yang ditandai dengan kadar hemoglobin rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi sumber inhibitor dan <em>enhancer</em>, pola menstruasi, serta riwayat penyakit infeksi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MA Miftahul Khairiyah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 42 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan Food Frequency (FFQ) serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Easy Touch GCHB, kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% remaja putri mengalami anemia. Responden sering mengonsumsi sumber inhibitor sebanyak 66,7% dan <em>enhancer</em> sebanyak 61,9%, memiliki pola menstruasi tidak baik sebanyak 78,6%, serta memiliki riwayat penyakit infeksi sebanyak 61,9%. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi sumber inhibitor (p=0,000), <em>enhancer</em> (p=0,043), pola menstruasi (p=0,008), dan riwayat penyakit infeksi (p=0,037) dengan kejadian anemia. Berdasarkan hasil penelitian, sekolah diharapkan meningkatkan upaya pencegahan anemia, sedangkan remaja putri disarankan menjaga pola makan dan kesehatan. Penelitian selanjutnya diharapkan mengkaji faktor lain yang memengaruhi kejadian anemia seperti persepsi terhadap citra tubuh (body image), pengaruh teman sebaya dalam pemilihan makanan, serta tingkat pengetahuan gizi yang dapat mempengaruhi pola konsumsi dan status kesehatan remaja.</p> Yasmin Khairina, Sajiman Sajiman, Niken Pratiwi Hak Cipta (c) 2026 Yasmin Khairina, Sajiman Sajiman, Niken Pratiwi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1486 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Formulasi Daun Kelor Terhadap Organoleptik Dan Mutu Kimia Permen Gummy Sari Kacang Nagara, Alternatif Kudapan Pencegah Tengkes https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1576 <p>Tengkes pada balita menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan prevalensi tinggi. Protein dan kalsium merupakan zat gizi yang berperan dalam mendukung pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan tubuh balita. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menganalisis pengaruh penambahan sari kacang tunggak dan serbuk daun kelor terhadap mutu organoleptik serta mutu kimia permen <em>gummy</em> sebagai alternatif kudapan pencegah tengkes. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan <em>posttest-only control group</em>. Kelompok penelitian terdiri dari kontrol (P0) dan tiga kelompok perlakuan dengan variasi konsumsi sari kacang tunggak dan serbuk daun kelor, yaitu P1 (90%:10%), P2 (85%:15%), dan P3 (80%:20%). Data yang dikumpulkan meliputi mutu organoleptik menggunakan <em>hedonic scale</em> serta mutu kimia yang mencakup kadar protein, kalsium, dan kadar air, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Friedman </em>dan Independent Samples <em>T-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik yang diterima responder adalah P1, meskipun daya terima tertinggi pada indikator warna (93,4%), tekstur (76,7%) tetap berada pada kelompok kontrol (P0). Analisis statistik menunjukkan, pengaruh penambahan kacang tunggak dan serbuk daun kelor terhadap warna, aroma, tekstur, rasa (p=0,000). Selain itu, terdapat pengaruh signifikan peningkatan kadar protein (p=0,016),kalsium (p=0,000), dengan nilai pada P1 mencapai protein 13,33%, kalsium 0,20%, kadar air 35,52%. Berdasarkan hasil penelitian, permen <em>gummy</em> berpotensi menjadi alternatif kudapan bergizi pencegah tengkes. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memodifikasi formulasi untuk mengurangi aroma langu serta rasa sisa (<em>after taste</em>) pada produk agar daya terimanya maksimal.</p> Tiara Salsabiila Alfiani, Meilla Dwi Andrestian, Ermina Syainah Hak Cipta (c) 2026 Tiara Salsabiila Alfiani, Meilla Dwi Andrestian, Ermina Syainah https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1576 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Pengetahuan Gizi, Paparan Iklan Media Sosial, Dan Frekuensi Konsumsi Junk Food Terhadap Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1578 <p>Masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap konsumsi <em>junk food</em> yang tinggi kalori namun rendah zat gizi, sehingga dapat meningkatkan risiko gizi lebih dan obesitas. Pengetahuan gizi berperan penting dalam memengaruhi perilaku pemilihan makanan pada remaja. Selain itu, tingginya penggunaan media sosial juga meningkatkan paparan iklan makanan cepat saji yang dapat memengaruhi pola konsumsi remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan gizi, paparan iklan media sosial, dan frekuensi konsumsi <em>junk food</em> dengan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Negeri 3 Banjarbaru. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 88 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji <em>Rank Spearman</em> (α = 0,05). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, kuesioner paparan iklan media sosial, dan <em>Food Frequency Questionnaire</em> (FFQ) untuk mengukur frekuensi konsumsi <em>junk food</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47,7% responden mengalami gizi lebih, 48,9% memiliki tingkat pengetahuan gizi kategori cukup, 48,9% terpapar iklan media sosial dalam kategori tinggi, serta 53,4% memiliki frekuensi konsumsi <em>junk food</em> kategori jarang. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan gizi (p=0,018<em>,</em> r=-0,252) dan paparan iklan media sosial (p=0,045<em>,</em> r=0,214) dengan kejadian gizi lebih. Sementara itu, frekuensi konsumsi <em>junk food</em> tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,059<em>,</em> r=0,202). Berdasarkan hasil penelitian, responden diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan gizi dan lebih bijak membatasi pengaruh iklan makanan di media sosial.</p> Noor Latifah, Ermina Syainah, Sajiman Sajiman Hak Cipta (c) 2026 Noor Latifah, Ermina Syainah, Sajiman Sajiman https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1578 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Formulasi Pure Ikan Lele Dan Tepung Kacang Merah Terhadap Daya Terima Dan Mutu Kimia Stik Lekara https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1583 <p>Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Protein dan zat besi merupakan zat gizi mikro dan makro yang berperan penting dalam mencegah kedua kondisi tersebut serta mengurangi risiko komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menganalisis pengaruh substitusi puree ikan lele dan tepung kacang merah terhadap mutu organoleptik serta mutu kimia stik lekara sebagai alternatif camilan tambahan bagi ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain <em>true experimental</em> dengan rancangan <em>posttest-only control group.</em> Kelompok penelitian terdiri dari kontrol (P0) dan tiga kelompok perlakuan dengan variasi substitusi puree ikan lele dan tepung kacang merah, yaitu P1 (60:10:30), P2 (60:15:25), dan P3 (60:20:20). Data yang dikumpulkan meliputi mutu organoleptik serta mutu kimia yang mencakup kadar proksimat (air, abu, protein, lemak, karbohidrat) dan kadar zat besi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik yang diterima adalah P1. Karakteristik kimia pada formula terbaik (P1) memiliki kadar air 2,57%, abu 0,98%, protein 10,05%, lemak 40,93%, karbohidrat 24,71%, dan zat besi sebesar 182,93 mg/kg, sedangkan kelompok kontrol (P0) memiliki kadar air 1,76%, abu 0,52%, protein 8,46%, lemak 31,19%, karbohidrat 42,71%, dan zat besi sebesar 173,79 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian, stik "Lekara" berpotensi menjadi alternatif kudapan praktis tinggi protein dan zat besi untuk membantu mengatasi KEK dan anemia pada ibu hamil.</p> Susan Ariyanti, Zulfiana Dewi, Meilla Dwi Andrestian Hak Cipta (c) 2026 Susan Ariyanti, Zulfiana Dewi, Meilla Dwi Andrestian https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1583 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Asupan Energi, Protein, Faktor Usia, Faktor Kesehatan, Dan Gaya Hidup Dengan Risiko Penyakit Alzheimer Pada Lansia https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1726 <p>Penyakit <em>Alzheimer</em> merupakan gangguan <em>neurodegeneratif</em> pada lansia yang ditandai penurunan fungsi kognitif, daya ingat, serta kualitas hidup secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi, asupan protein, faktor usia, faktor kesehatan, dan gaya hidup dengan risiko penyakit <em>Alzheimer</em> pada lansia di Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025-2026 setelah memperoleh persetujuan etik dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin (No.919/KEPK-PKB/2025). Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia berusia ≥60 tahun yang berdomisili di lokasi tersebut, yaitu sebanyak 90 orang. Sampel penelitian berjumlah 53 lansia yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank <em>Spearman</em> (a=0,05). Hasil penelitian menunjukkan risiko <em>Alzheimer</em> terbanyak berada pada kategori gangguan kognitif sedang yaitu 47,17%. Responden mayoritas berada pada rentang usia 60-69 tahun (70%), memiliki tingkat asupan energi defisit berat (49,06%), asupan protein defisit berat (75,47%), faktor kesehatan kategori sedang (52,83%), dan gaya hidup kategori sedang (62,26%). Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara usia (p=0,560), asupan energi (p=0,818), asupan protein (p=0,322), maupun gaya hidup (p=0,481) dengan risiko penyakit <em>Alzheimer</em>, sedangkan faktor kesehatan (p=0,016) berhubungan signifikan dengan risiko <em>alzheimer</em>. Lansia disarankan untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi harian yang seimbang, pemenuhan kecukupan gizi, serta aktif beraktivitas fisik seperti senam atau jalan santai minimal 3-5 kali seminggu.</p> Hanifah Hanan, Mahpolah Mahpolah, Rusmini Yanti Hak Cipta (c) 2026 Hanifah Hanan, Mahpolah Mahpolah, Rusmini Yanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1726 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Kadar Flavonoid Total Dan Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Dari Ekstrak Metanol Daun Jeruju https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1849 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Daun jeruju (<em>Acanthus ilicifolius</em> L.) merupakan tanaman yang dapat tumbuh di lingkungan berair, termasuk area pinggiran sungai, dan diketahui mengandung metabolit sekunder, termasuk flavonoid, serta berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dari ekstrak metanol daun jeruju. <strong>Metode:</strong> Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri menggunakan standar kuersetin, sedangkan aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH pada panjang gelombang 515 nm. <strong>Hasil:</strong> Data menunjukkan kadar flavonoid total rata-rata sebesar 9,44 mg QE/g dengan simpangan baku 0,45. Fraksi etil asetat memperlihatkan peningkatan persen inhibisi seiring kenaikan konsentrasi, yaitu 30,01% pada 120 ppm hingga 58,38% pada 200 ppm, dengan nilai IC<sub>50</sub> sebesar 178,16 ppm dan dikategorikan lemah. <strong>Simpulan:</strong> Fraksi etil asetat dari ekstrak metanol daun jeruju mengandung flavonoid dan memiliki aktivitas antioksidan, namun kekuatannya tergolong lemah berdasarkan nilai IC<sub>50</sub>.</p> Ali Rakhman Hakim, Rina Saputri, Nur Syifa Hak Cipta (c) 2026 Ali Rakhman Hakim, Rina Saputri, Nur Syifa https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1849 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Aktivitas Antioksidan dan Kadar Flavonoid Total Fraksi Etil Asetat dari Ekstrak Etanol 70% Daun Jeruju https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1850 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Daun jeruju (Acanthus ilicifolius L.) merupakan tumbuhan mangrove yang diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan alkaloid, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dan mengevaluasi aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dari ekstrak etanol 70% daun jeruju. <strong>Metode:</strong> Penetapan kadar flavonoid total dilakukan menggunakan metode kolorimetri aluminium klorida dengan kuersetin sebagai standar, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH pada panjang gelombang 515 nm. <strong>Hasil</strong>: Hasil menunjukkan kadar flavonoid total sampel sebesar 8,071; 4,679; dan 4,679 mg QE/g dengan rerata 5,810 ± 1,959 mg QE/g. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan peningkatan persen inhibisi seiring kenaikan konsentrasi, yaitu 32,874%; 50,689%; 66,543%; dan 78,950% pada konsentrasi 60, 80, 100, dan 120 ppm. Nilai IC50 yang diperoleh sebesar 80,572 ppm dan termasuk dalam kategori antioksidan kuat. <strong>Simpulan:</strong> Hasil ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari ekstrak etanol 70% daun jeruju memiliki kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan yang potensial untuk diteliti lebih lanjut sebagai bahan alam fungsional.</p> Rina Saputri, Ali Rakhman Hakim, Nur Syifa Hak Cipta (c) 2026 Rina Saputri, Ali Rakhman Hakim, Nur Syifa https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1850 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000 Studi Etnomedisin Dalam Pengobatan Tradisional Di Wilayah Desa Padang Panjang Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/855 <p>Indonesia merupakan negara archipelago serta dihuni aneka macam etnik suku bangsa dengan masing-masing budayanya yang khas merupakan keuntungan yang istimewa. Setiap etnik menyimpan kearifan lokal yang special sesuai dengan budaya serta norma tata cara dan tradisi turun-menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan, bagian yang digunakan, skrining fitokimia, dan hubungan empiris dengan literatur pada tumbuhan berkhasiat obat pada masyarakat Kecamatan Karang Intan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan analisis data kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mengetahui pemanfaatan tanaman sebagai obat yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit, bersifat survei eksploratif dengan teknik pengumpulan data menggunakan proses wawancara dan pengamatan langsung atau observasi di lapangan, serta studi literatur. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan menghitung frekuensi sitasi dan rasio kesepakatan informan. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 5 tanaman di Kecamatan Karang Intan yaitu limpasau, galam, taus, juri jangkal, dan jelungkak, kemudian dibuat simplisia dan melakukan uji skrining fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian tanaman dimanfaatkan dengan cara direbus.</p> Fitriyanti Fitriyanti, Desi Puspita Lestari, Gusti Rizaldi Hak Cipta (c) 2026 Fitriyanti Fitriyanti, Desi Puspita Lestari, Gusti Rizaldi https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/855 Mon, 31 Aug 2026 00:00:00 +0000