Sains Medisina
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina
<p><strong>SAINS MEDISINA<br />Ketua Editor: </strong>apt. Rina Saputri, M.Farm<br /><strong>ISSN </strong>2964-1853 (online)<br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember</p> <p><strong>Sains Medisina</strong> merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article </em>tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, sistem penghantaran obat, teknologi sediaan farmasi, bioteknologi, mikrobiologi, biokimia, analisis obat dan makanan.</p>CV. Wadah Publikasi Cendekiaid-IDSains Medisina2964-1853Uji Efektivitas Antioksidan Body Lotion Ekstrak Kulit Kopi Dan Biji Pepaya Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/603
<p>Banyaknya hasil perkebunan kopi dan pepaya yang ada di Provinsi Lampung membuat banyaknya limbah yang dihasilkan seperti kulit kopi dan biji pepaya, namun hal ini belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dijadikan pupuk atau pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan dari <em>body lotion</em> yang diformulasi menggunakan ekstrak etanol kulit kopi dan biji pepaya sebagai upaya pemanfaatan limbah. Kulit kopi dan biji pepaya mengandung senyawa metabolit sekunder seperti polifenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, dengan proses ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, terpenoid dan tanin pada kedua ekstrak. Evaluasi terhadap <em>body lotion</em> yang dihasilkan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, serta diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH (<em>1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>body lotion</em> memiliki nilai IC<sub>50</sub> sebesar 142,067 ppm, yang termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sedang. Penelitian ini menegaskan potensi pemanfaatan limbah kulit kopi dan biji pepaya dalam produk kosmetik yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan kulit tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah.</p>Oktiva Risma WardhaniMeysha Nur DaffaRatri Mawas FirdayantiFemmy AndrifianieMuhammad IqbalIhsanti Dwi RahayuCitra Yuliyanda Pardilawati
Hak Cipta (c) 2025 Oktiva Risma Wardhani, Meysha Nur Daffa, Ratri Mawas Firdayanti, Femmy Andrifianie, Muhammad Iqbal, Ihsanti Dwi Rahayu, Citra Yuliyanda Pardilawati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-02-012025-02-013397103Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mahang (Macaranga triloba (Thunb.) Mull. Arg) Terhadap Propionibacterium acnes
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/617
<p><em>Propionibacterium acnes</em> merupakan bakteri anaerob yang sering ditemukan pada jerawat. Jerawat pada kulit wajah akan menimbulkan ketidaknyamanan karena dapat mengurangi rasa percaya diri seseorang. Alternatif dalam mengatasi permasalahan jerawat, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam. Daun mahang telah digunakan masyarakat sebagai pengobatan jerawat. Daun mahang mengandung fenol, tanin, alkaloid dan flavonoid serta memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang (<em>Macaranga triloba</em> (Thunb.) Mull. Arg) terhadap bakteri <em>Propionibacterium acnes</em>. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>True Experimental</em> dengan desain penelitian <em>Posttest-only Control Group</em>. Hasil aktivitas antibakteri ekstrak daun mahang memiliki zona hambat dengan rata-rata 16,45 mm. Nilai KHM terdapat pada konsentrasi 75% dan tidak memiliki nilai KBM. Hasil analisis <em>Kruskal wallis</em> sebesar 0,007 dan <em>Mann whitney</em> sebesar 0,025 dengan nilai signifikan p<0,05 yang menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara variasi konsentrasi ekstrak daun mahang terhadap <em>Propionibacterium acnes</em>.</p>Alifira Adhany YustianPutri Vidiasari DarsonoAli Rakhman HakimDede Mahdiyah
Hak Cipta (c) 2025 Alifira Adhany Yustian, Putri Vidiasari Darsono, Ali Rakhman Hakim, Dede Mahdiyah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-02-152025-02-1533104111Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Profil Gugus Fungsi Dari Fraksi Air Ekstrak Daun Mahang (Macaranga triloba (thunb.) Mull Arg.)
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/623
<p>Mahang (<em>Macaranga triloba </em>(thunb.) Mull Arg.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional, khususnya bagian daun. Salah satu senyawa aktif yang terdapat pada daun mahang adalah flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid total dan profil gugus fungsi pada fraksi air ekstrak daun mahang. Daun mahang diekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian ekstrak difraksinasi menjadi fraksi air. Penentuan kadar flavonoid total fraksi air ekstrak daun mahang diperoleh dari data spektrofotometer UV-Vis. Analisis gugus fungsi menggunakan spektroskopi FTIR. Panjang gelombang maksimum yang digunakan adalah 400 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total flavonoid adalah 1.211 ppm yang ekuivalen dengan senyawa kuersetin. Gugus fungsi yang teridentifikasi adalah alkohol, alkana, amida I, amina, dan alkohol primer.</p>Mustaqimah MustaqimahAli Rakhman HakimRina SaputriBamikha Priskila NatantriMela Julia PutriMiranda RubinaRegina Oktavia
Hak Cipta (c) 2025 Mustaqimah Mustaqimah; Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri, Bamikha Priskila Natantri, Mela Julia Putri, Miranda Rubina, Regina Oktavia
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-02-182025-02-1833112115Formulasi Dan Evaluasi Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L)
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/622
<p>Manggis (<em>Garcinia mangostana L</em>) memiliki aktivitas memiliki aktivitas farmakologis sebagai anti-inflamasi, antihistamin, antibakteri, antihipertensi, dan anti-penuaan. Ekstrak etanol kulit manggis mengandung senyawa kimia golongan alkaloida, flavanoida, glikosida, saponin, tannin, dan steroid/triterpenoid sehingga memiliki potensi sebagai senyawa aktif dalam sediaan. Krim merupakan sediaan emulsi mengandung air dan minyak digunakan untuk penggunaan luar atau kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi stabilitas fisik sediaan krim ekstrak etanol kulit manggis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan membandingkan sediaan krim pada siklus hari ke-0, hari ke-7 dan hari ke-14. Evaluasi sediaan krim ekstrak etanol kulit manggis meliputi pengamatan organoleptis (warna, bau, tekstur), uji pH, uji homogenitas, uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji stabilitas krim. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, menghasilkan ekstrak kental dengan rendemen sebesar 9,51%. Krim diformulasikan menggunakan metode emulsi minyak dalam air (M/A). Hasil evaluasi menunjukkan krim memiliki karakteristik organoleptis yang stabil, pH sesuai standar kulit (4,5–6,5), homogenitas baik, dan daya sebar memenuhi kriteria optimal (5–7 cm). Namun, uji viskositas menunjukkan penurunan setelah penyimpanan, daya lekat krim tidak memenuhi standar minimal 4 detik, serta uji stabilitas dengan sentrifugasi menunjukkan pemisahan fase, menandakan ketidakstabilan formulasi.</p>Rosliana PatandungRiski Ishariyanto
Hak Cipta (c) 2025 Rosliana Patandung, Riski Ishariyanto
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-02-232025-02-2333116121Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Gel Cleanser Ekstrak Bunga Melati (Jasminum sambac) Sebagai Antijerawat
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/635
<p>Jerawat atau <em>acne vulgaris</em> merupakan peradangan kronis pada kulit dengan patogenesis kompleks. Pencegahan jerawat dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit wajah dengan menggunakan <em>cleanser</em> sebagai langkah awal untuk membersihkan wajah dari paparan debu, kotoran kosmetik pada kulit. Kandungan zat aktif <em>cleanser</em> salah satunya bunga melati yang memiliki kandungan eugenol dan linaloon sebagai antibakteri penyebab jerawat. Tujuan penelitian ini memformulasikan dan menganalisis pengaruh konsentrasi Karbopol terhadap hasil evaluasi fisik dan kimia formulasi sediaan gel <em>cleanser</em> yang optimal. Metode yang digunakan <em>quasi experimental</em> dengan rancangan penelitian <em>onegrup posttest-only</em>, evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, daya sebar, pH, daya busa, homogenitas dan viskositas. Hasil evaluasi dari keempat formulasi sediaan gel <em>cleanser</em> ekstrak bunga melati (<em>Jasminum sambac</em>), variasi konsentrasi Karbopol mempengaruhi hasil evaluasi fisik dan kimia sediaan gel <em>cleanser</em>. Hasil evaluasi organoleptik formula IV memenuhi spesifikasi, daya sebar formula IV memenuhi spesifikasi rentang 5-7 cm, pH formula I, II, III dan IV memenuhi spesifikasi rentang 4,5-7, daya busa I, II, III dan IV memenuhi spesifikasi rentang 3-10 cm, homogenitas I, II, III dan IV memenuhi spesifikasi homogen dan pada viskositas formula IV memenuhi spesifikasi rentang 2000-4000 cps. Kesimpulan formula yang paling optimal adalah formula IV karena memenuhi spesifikasi semua hasil evaluasi.</p>Yovi ClaudiaSiti MalahayatiMelviani
Hak Cipta (c) 2025 Yovi Claudia, Siti Malahayati, Melviani
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2025-02-282025-02-2833122130