Sains Medisina
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina
<p><strong>SAINS MEDISINA<br />Ketua Editor: </strong>apt. Rina Saputri, M.Farm<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20221112041071038" target="_blank" rel="noopener">2964-1853</a> (online)<br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember</p> <p><strong>Sains Medisina</strong> merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article</em> di bidang ilmu farmasi, biomedik, dan ilmu kesehatan. </p>CV. Wadah Publikasi Cendekiaid-IDSains Medisina2964-1853Studi Kesesuaian Terapi Analgesik pada Pasien Nyeri Kanker Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1358
<p><strong>Latar Belakang:</strong> Nyeri merupakan gejala yang paling umum dialami oleh pasien kanker dan dapat menurunkan kualitas hidup. Penatalaksanaan nyeri yang tidak adekuat masih menjadi masalah meskipun telah tersedia pedoman dari World Health Organization (WHO). Oleh karena itu, evaluasi terhadap kesesuaian terapi analgesik dengan derajat nyeri pasien penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan analgesik serta kesesuaian antara terapi analgesik dengan derajat nyeri pada pasien kanker di Poliklinik Onkologi Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Data dikumpulkan secara prospektif menggunakan skala ukur nyeri <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS) untuk menilai intensitas nyeri, serta <em>Pain Management Index</em> (PMI) untuk mengevaluasi kesesuaian terapi analgesik. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>consecutive sampling</em> dengan jumlah sampel sebanyak 108 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas pasien kanker berjenis kelamin perempuan 53,7% dengan kelompok usia terbanyak 40–60 tahun 53,7%. Analgesik non-opioid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol 25,9%, sedangkan opioid terbanyak adalah <em>morphine sulfate tablets</em> (42,5%). Nilai <em>Pain Management In</em>dex (PMI) nol dan positif terjadi pada 71,2% pasien, sedangkan nilai PMI negatif terjadi pada 28,7% pasien. Hasil ini menunjukkan masih terdapat ketidaksesuaian dalam pemberian terapi analgesik pada pasien kanker. <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor PMI negatif terjadi pada 31 (28,7%). Skor nol dan positif terjadi pada 77 (71,2%) pasien. Pasien dengan nilai PMI negatif menunjukkan adanya ketidakadekuatan terapi analgesik. Oleh karena itu, diperlukan adanya evaluasi untuk meningkatkan efektivitas terapi dan kualitas hidup pasien.</p>Karel Khairani AzzahroMirza JunandoErvina DamayantiMuhamad Fitra Wardhana Sayoeti
Hak Cipta (c) 2026 Karel Khairani Azzahro, Mirza Junando, Ervina Damayanti, Muhamad Fitra Wardhana Sayoeti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-06-142026-06-144548449010.63004/snsmed.v4i5.1358Tinjauan Literatur: Potensi Drug-Drug Interactions pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus Tipe 2
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1274
<p>Pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 umumnya mengalami berbagai penyakit penyerta yang memerlukan penggunaan banyak obat secara bersamaan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat memengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji gambaran potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data <em>Google Scholar</em> dan <em>PubMed</em> menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan interaksi obat, geriatri, dan diabetes melitus tipe 2. Kriteria inklusi dalam penelitian ini berupa penelitian asli, tersedia dalam bentuk <em>full-text,</em> diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, serta dipublikasikan pada tahun 2016–2026. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi ditelaah lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 berkisar antara 51,5% hingga 96%. Sebagian besar interaksi termasuk ke dalam kategori <em>moderate</em> dengan mekanisme farmakodinamik. Polifarmasi dilaporkan berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko interaksi obat. Kelompok obat yang sering digunakan oleh pasien meliputi antidiabetes, antihipertensi, dan antiplatelet. Potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 masih tergolong tinggi sehingga diperlukan pemantauan terapi dan evaluasi penggunaan obat secara berkala untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi.</p>Intan HerawatiCitra Yuliyanda PardilawatiFemmy AndrifianieMuhammad Fitra Wardhana Sayoeti
Hak Cipta (c) 2026 Intan Herawati, Citra Yuliyanda Pardilawati, Femmy Andrifianie, Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-06-152026-06-154549149910.63004/snsmed.v4i5.1274