https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/issue/feedSains Medisina2026-07-03T14:13:12+00:00apt.Rina Saputri, M.Farmsainsmedisina@wpcpublisher.comOpen Journal Systems<p><strong>SAINS MEDISINA<br />Ketua Editor: </strong>apt. Rina Saputri, M.Farm<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20221112041071038" target="_blank" rel="noopener">2964-1853</a> (online)<br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember</p> <p><strong>Sains Medisina</strong> merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article</em> di bidang ilmu farmasi, biomedik, dan ilmu kesehatan. </p>https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1358Studi Kesesuaian Terapi Analgesik pada Pasien Nyeri Kanker Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung2026-06-14T21:28:33+00:00Karel Khairani Azzahrokarellazzhr@gmail.comMirza Junandokarellazzhr@gmail.comErvina Damayantikarellazzhr@gmail.comMuhamad Fitra Wardhana Sayoetikarellazzhr@gmail.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Nyeri merupakan gejala yang paling umum dialami oleh pasien kanker dan dapat menurunkan kualitas hidup. Penatalaksanaan nyeri yang tidak adekuat masih menjadi masalah meskipun telah tersedia pedoman dari World Health Organization (WHO). Oleh karena itu, evaluasi terhadap kesesuaian terapi analgesik dengan derajat nyeri pasien penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan analgesik serta kesesuaian antara terapi analgesik dengan derajat nyeri pada pasien kanker di Poliklinik Onkologi Instalasi Rawat Jalan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Data dikumpulkan secara prospektif menggunakan skala ukur nyeri <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS) untuk menilai intensitas nyeri, serta <em>Pain Management Index</em> (PMI) untuk mengevaluasi kesesuaian terapi analgesik. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>consecutive sampling</em> dengan jumlah sampel sebanyak 108 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas pasien kanker berjenis kelamin perempuan 53,7% dengan kelompok usia terbanyak 40–60 tahun 53,7%. Analgesik non-opioid yang paling banyak digunakan adalah parasetamol 25,9%, sedangkan opioid terbanyak adalah <em>morphine sulfate tablets</em> (42,5%). Nilai <em>Pain Management In</em>dex (PMI) nol dan positif terjadi pada 71,2% pasien, sedangkan nilai PMI negatif terjadi pada 28,7% pasien. Hasil ini menunjukkan masih terdapat ketidaksesuaian dalam pemberian terapi analgesik pada pasien kanker. <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor PMI negatif terjadi pada 31 (28,7%). Skor nol dan positif terjadi pada 77 (71,2%) pasien. Pasien dengan nilai PMI negatif menunjukkan adanya ketidakadekuatan terapi analgesik. Oleh karena itu, diperlukan adanya evaluasi untuk meningkatkan efektivitas terapi dan kualitas hidup pasien.</p>2026-06-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Karel Khairani Azzahro, Mirza Junando, Ervina Damayanti, Muhamad Fitra Wardhana Sayoetihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1274Tinjauan Literatur: Potensi Drug-Drug Interactions pada Pasien Geriatri dengan Diabetes Melitus Tipe 22026-06-04T03:08:42+00:00Intan Herawatiintanherawati43@gmail.comCitra Yuliyanda Pardilawaticitra.yuliyanda@fk.unila.ac.idFemmy Andrifianiefemmy.andrifianie@fk.unila.ac.idMuhammad Fitra Wardhana Sayoetim.wardhana@fk.unila.ac.id<p>Pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 umumnya mengalami berbagai penyakit penyerta yang memerlukan penggunaan banyak obat secara bersamaan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat memengaruhi keamanan dan efektivitas terapi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji gambaran potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data <em>Google Scholar</em> dan <em>PubMed</em> menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan interaksi obat, geriatri, dan diabetes melitus tipe 2. Kriteria inklusi dalam penelitian ini berupa penelitian asli, tersedia dalam bentuk <em>full-text,</em> diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris, serta dipublikasikan pada tahun 2016–2026. Sebanyak 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi ditelaah lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 berkisar antara 51,5% hingga 96%. Sebagian besar interaksi termasuk ke dalam kategori <em>moderate</em> dengan mekanisme farmakodinamik. Polifarmasi dilaporkan berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko interaksi obat. Kelompok obat yang sering digunakan oleh pasien meliputi antidiabetes, antihipertensi, dan antiplatelet. Potensi interaksi obat pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 masih tergolong tinggi sehingga diperlukan pemantauan terapi dan evaluasi penggunaan obat secara berkala untuk meningkatkan keamanan dan efektivitas terapi.</p>2026-06-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Intan Herawati, Citra Yuliyanda Pardilawati, Femmy Andrifianie, Muhammad Fitra Wardhana Sayoetihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1433Analisis Volumetri Resorsinol Secara Bromometri Bromatometri Dalam Bidang Farmasi2026-06-23T09:15:50+00:00Arya Angga Putraputriamelia57784@gmail.comTatu Amelia Putriputriamelia57784@gmail.comNita Rusdianaputriamelia57784@gmail.com<p>Resorsinol merupakan senyawa fenolik yang banyak digunakan dalam bidang farmasi sebagai keratolitik dan antiseptik pada sediaan dermatologis. Pengawasan mutu resorsinol sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas sediaan farmasi. Bromatometri dan bromotometri merupakan metode analisis volumetri berbasis reaksi brominasi yang digunakan untuk penetapan kadar senyawa fenolik termasuk resorsinol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prinsip, mekanisme, kelebihan, dan keterbatasan metode bromatometri dan bromotometri berdasarkan literatur 2020 - 2025. Metode yang digunakan adalah reviu naratif dengan penelusuran literatur dari basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua metode bekerja berdasarkan reaksi substitusi elektrofilik aromatik antara brom dan gugus fenol resorsinol. Metode ini memiliki keunggulan berupa prosedur sederhana, biaya rendah, serta tidak memerlukan instrumen canggih. Namun demikian, metode ini memiliki keterbatasan dalam hal sensitivitas dan selektivitas dibandingkan dengan metode instrumental seperti HPLC dan voltametri. Kesimpulannya, bromatometri dan bromotometri masih relevan digunakan dalam analisis farmasi terutama pada laboratorium pendidikan dan pengujian rutin.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Arya Angga Putra, Tatu Amelia Putri, Nita Rusdianahttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1453Review Artikel: Analisis Formulasi Dan Evaluasi Tablet Effervescent Dengan Metode Granulasi Basah2026-06-27T08:36:08+00:00Fina Salsabila Nur Ainifinasalsabila.nra@gmail.comIftitah Nakhlah Sanifinasalsabila.nra@gmail.comSeylin Zavira Anantafinasalsabila.nra@gmail.comAuliya Ika Putrifinasalsabila.nra@gmail.comAnisa Khanif Khusniafinasalsabila.nra@gmail.comRyan Satria Pranatafinasalsabila.nra@gmail.comMulia Maharanifinasalsabila.nra@gmail.comDewi Rahmawatifinasalsabila.nra@gmail.comDzakiya Dzihrotulwidafinasalsabila.nra@gmail.com<p>Tablet effervescent merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang banyak diminati karena praktis digunakan, memiliki rasa yang lebih dapat diterima, serta mampu larut dengan cepat dalam air sebelum dikonsumsi. Meskipun demikian, pengembangan tablet effervescent sering menghadapi kendala akibat sifat bahan penyusunnya yang mudah menyerap kelembapan dan rentan mengalami reaksi prematur. Salah satu metode yang banyak diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah granulasi basah karena dapat meningkatkan kualitas granul sebelum proses pencetakan tablet. Kajian ini bertujuan mengevaluasi berbagai penelitian terkait formulasi dan karakteristik fisik tablet effervescent yang dibuat menggunakan metode granulasi basah. Artikel dikumpulkan melalui penelusuran pustaka dari Google Scholar, Google, dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan granulasi basah mampu menghasilkan granul dengan kemampuan alir dan kompresibilitas yang baik sehingga mendukung terbentuknya tablet dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Perbedaan komposisi sumber asam, basa, maupun bahan pengikat terbukti memengaruhi karakteristik produk, seperti kekerasan, keseragaman bobot, kadar air, pH, dan waktu larut. Secara keseluruhan, metode granulasi basah dinilai efektif untuk menghasilkan tablet effervescent yang stabil, seragam, dan memiliki kualitas fisik yang baik.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fina Salsabila Nur Aini, Iftitah Nakhlah Sani, Seylin Zavira Ananta, Auliya Ika Putri, Anisa Khanif Khusnia, Ryan Satria Pranata, Mulia Maharani, Dewi Rahmawati, Dzakiya Dzihrotulwidahttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1335Analisis Potensi Interaksi Obat Antihipertensi pada Resep Polifarmasi Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Tipe C Kota Bandung2026-06-11T12:24:36+00:00Evelyn Stepania Emamiaevelyn21002@mail.unpad.ac.idDolih Gozalievelyn21002@mail.unpad.ac.idNimas Ayu Sarievelyn21002@mail.unpad.ac.id<p>Penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan sering disertai polifarmasi sehingga meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat antihipertensi pada resep polifarmasi pasien rawat jalan di rumah sakit tipe C Kota Bandung. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif dengan sumber data berupa kajian resep pasien rawat jalan periode September–November. Seluruh resep yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat dan diklasifikasikan berdasarkan golongan obat, tingkat keparahan, serta implikasi klinisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi interaksi obat antihipertensi paling banyak melibatkan golongan calcium channel blocker, khususnya amlodipin. Sebagian besar interaksi berada pada tingkat keparahan moderat, diikuti oleh interaksi mayor. Interaksi yang sering ditemukan melibatkan kombinasi antihipertensi dengan obat antihipertensi, antiinflamasi nonsteroid (NSAID), statin, obat antidiabetes, benzodiazepine, dan nitrat. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining interaksi obat dan peran apoteker dalam mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional pada pasien hipertensi rawat jalan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Evelyn Stepania Emamia, Dolih Gozali, Nimas Ayu Sarihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1443Analisis Komparatif Parameter Fisika, Kimia, dan Biologi pada Berbagai Sumber Perairan di Indonesia: Sebuah Telaah Literatur2026-06-25T11:07:05+00:00Nazira Ramadaninaziraramadhani184@gmail.comNita Rusdiananaziraramadhani184@gmail.com<p>Kualitas air merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan parameter fisika, kimia, dan biologi pada berbagai sumber perairan di Indonesia berdasarkan telaah literatur. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan pendekatan deskriptif komparatif terhadap delapan artikel jurnal nasional yang diterbitkan pada tahun 2016–2026 dan diperoleh melalui basis data Google Scholar. Data diekstraksi berdasarkan lokasi penelitian, karakteristik sampel, metode pengambilan dan analisis sampel, parameter kualitas air yang diukur, serta hasil utama dari masing-masing penelitian. Hasil telaah menunjukkan bahwa kualitas air di Indonesia memiliki kondisi yang beragam sesuai dengan karakteristik wilayah dan aktivitas manusia di sekitarnya. Sungai Citarum dan Sungai Petanu menunjukkan indikasi pencemaran yang cukup tinggi akibat aktivitas domestik, industri, dan pertanian, yang ditandai dengan meningkatnya kadar BOD, COD, fosfat, dan fecal coliform melebihi baku mutu. Sebaliknya, kualitas air di kawasan Universitas Bengkulu masih berada dalam kategori tercemar ringan dan layak digunakan untuk keperluan higiene dan sanitasi. Sementara itu, perairan Selat Malaka dan kawasan budidaya rumput laut di Desa Panaikang umumnya masih mendukung fungsi ekologis dan pemanfaatan perairan. Kesimpulannya, kualitas perairan di Indonesia dipengaruhi oleh aktivitas antropogenik dan kondisi lingkungan setempat, sehingga diperlukan upaya pengelolaan limbah, pemantauan kualitas air secara berkala, serta pengawasan terhadap sumber pencemar untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nazira Ramadani, Nita Rusdianahttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1368Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) dan Perkembangan Formulasinya Dalam Sediaan Farmasi: Literatur Review2026-06-16T05:02:29+00:00Vanesya Naya Larrassativanesyalarasati@gmail.comAfriyani Afriyanivanesyalarasati@gmail.comFemmy Andrifianievanesyalarasati@gmail.comCitra Yuliyanda Pardilawativanesyalarasati@gmail.com<p>Infeksi bakteri dan resistensi obat merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Salah satu pilihan potensial adalah pemanfaatan tanaman obat, seperti daun tapak liman (<em>Elephantopus scaber</em> L.), yang menunjukkan sifat antibakteri. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki kemanjuran antibakteri ekstrak daun tapak liman dan pengembangan formulasinya dalam aplikasi farmasi melalui tinjauan literatur. Pendekatan yang digunakan melibatkan pencarian artikel ilmiah melalui Google Scholar yang mencakup periode dari tahun 2016 hingga 2026. “Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun tapak liman menunjukkan kemanjuran antibakteri terhadap bakteri Gram-negatif, dengan zona inhibisi maksimum 27 mm terhadap <em>Escherichia coli</em>, dan terhadap bakteri Gram-positif, dengan maksimum 20 mm terhadap <em>Staphylococcus aureus</em>. Dalam formulasi farmasi, efikasi maksimum terhadap bakteri Gram-negatif adalah 17,57 mm terhadap <em>Pseudomonas aeruginosa</em> dalam formulasi gel, sedangkan aktivitas tertinggi terhadap bakteri Gram-positif adalah 13,60 mm terhadap <em>Streptococcus mutans</em> dalam formulasi obat kumur. Kesimpulannya adalah daun tapak liman memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami dan dapat dikembangkan menjadi formulasi farmasi.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Vanesya Naya Larrassati, Afriyani Afriyani, Femmy Andrifianie, Citra Yuliyanda Pardilawatihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1518Analisis Fungsi Perencanaan Kepala Ruangan Terhadap Semangat Kerja Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Tahun 20262026-07-03T14:13:12+00:00Wahid Sofianwahidsofyan541@gmail.comSusanti Susantiwahidsofyan541@gmail.com<p>Semangat kerja merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh sikap moral kerja, kedisplinan dan prestasi kerja. Dengan semangat kerja yang tinggi, maka kinerja akan meningkat karena pegawai akan bekerja secara lebih tekun sehingga hasil dari pekerjaannya dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Untuk meningkatkan semangat kerja yang baik maka diperlukan penerapan manajemen keperawatan yang baik karena memiliki dampak langsung terhadap semangat kerja perawat. Dengan menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara efektif, tenaga keperawatan dapat merasa lebih dihargai, termotivasi, dan berkomitmen dalam pekerjaannya.penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi perencanaan manajemen keperawatan dengan semangat kerja perawat.Penelitian ini megunakan desain kuantitatif dan teknik pendekatan<em> cross-sectional</em>. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang dipilih sebagai sampel dengan mengunakan <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan mengunakan kuisioner dan dianalisis mengunakan uji <em>gamma</em>. Hasil menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi perencanaan kepala ruangan (p= 0,010 ; r 0.451) fungsi perencanaan mempengaruhi semangat kerja perawat dikarenakan untuk menumbuhkan semangat kerja perawat harus ada perencanaan yang baik, dengan perencanaan yang baik pembagian tanggung jawab dan wewenang yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilan perawat serta terjalin hubungan antara perawat pelaksana dan kepala ruangan dengan baik.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Wahid Sofian, Susanti Susantihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1188Literature Review: Potensi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) dalam Inovasi Sediaan Topikal serta Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan2026-05-21T08:13:32+00:00Ni Komang Sumantrinikomangmerta19@gmail.comRamadhan Triyandiramadhan.triyandi0101@fk.unila.ac.idFemmy Andrifianiefemmy.andrifianie@fk.unila.ac.idTri Umiana Solehadr.triumiana.unila@gmail.com<p>Penyakit infeksi dan stres oksidatif merupakan permasalahan kesehatan yang terus berkembang, seiring dengan meningkatnya kasus resistensi antibiotik dan kebutuhan akan sumber antioksidan alami. Daun sirih merah (<em>Piper crocatum Ruiz & Pav</em>.) merupakan tanaman obat asli Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif, meliputi flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan minyak atsiri, yang diketahui memiliki beragam aktivitas farmakologis. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak daun sirih merah dalam inovasi sediaan topikal, serta mengkaji aktivitas antibakteri dan antioksidannya berdasarkan bukti ilmiah terkini. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate menggunakan kata kunci yang relevan, dengan batasan tahun publikasi 2022-2026. Dari 101 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel utama dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah berhasil diformulasikan ke dalam berbagai sediaan topikal, yaitu gel, nano spray gel, krim, dan salep, dengan evaluasi fisik yang memenuhi standar kefarmasian. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol 90% dengan nilai IC₅₀ sebesar 34,53 ppm (kategori sangat kuat). Aktivitas antibakteri menunjukkan efektivitas terhadap berbagai patogen termasuk MRSA, <em>Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae</em>, dan <em>Propionibacterium acnes</em>, dengan pola <em>dose-dependent</em> yang konsisten. Berdasarkan hasil kajian literatur, ekstrak daun sirih merah memiliki potensi farmakologis yang signifikan sebagai bahan aktif dalam pengembangan sediaan topikal berbasis bahan alam. Aktivitas antioksidan yang kuat serta kemampuan menghambat berbagai bakteri patogen menunjukkan bahwa tanaman ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi alami untuk infeksi kulit dan kondisi yang berkaitan dengan stres oksidatif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ni Komang Sumantri, Ramadhan Triyandi, Femmy Andrifianie, Tri Umiana Soleha