https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/issue/feed Sains Medisina 2026-04-17T10:38:55+00:00 apt. Rina Saputri, M.Farm sainsmedisina@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>SAINS MEDISINA<br />Ketua Editor: </strong>apt. Rina Saputri, M.Farm<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20221112041071038" target="_blank" rel="noopener">2964-1853</a> (online)<br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember</p> <p><strong>Sains Medisina</strong> merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article</em> di bidang ilmu farmasi, biomedik, dan ilmu kesehatan. </p> https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1047 Pengaruh Konseling Apoteker terhadap Peningkatan Kepatuhan Terapi Pasien DM: Narrative Review 2026-04-11T00:04:22+00:00 Melisa Yasmin melisayasmin2@gmail.com Dwi Aulia Ramdini melisayasmin2@gmail.com Ihsanti Dwi Rahayu melisayasmin2@gmail.com Nurma Suri melisayasmin2@gmail.com <p>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi tinggi yang memerlukan terapi jangka panjang serta kepatuhan pasien yang optimal. Rendahnya kepatuhan terhadap terapi pada pasien diabetes meningkatkan risiko komplikasi serius, menurunkan kualitas hidup, serta membebani sistem pelayanan kesehatan. Salah satu intervensi penting untuk meningkatkan kepatuhan adalah konseling oleh apoteker yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pasien terhadap penyakitnya, kepatuhan dalam penggunaan obat, serta perbaikan hasil klinis. Tujuan dari <em>narrative review</em> ini adalah mengulas pengaruh konseling apoteker terhadap kepatuhan terapi pada pasien DM berdasarkan bukti empiris terkini. Artikel ditelusuri melalui database <em>Google Scholar</em> dan <em>PubMed</em>, menggunakan kata kunci yang relevan dan dibatasi pada tahun publikasi 2020–2025. Total terdapat 32 artikel yang ditemukan, 10 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi: tersedia dalam <em>full-text, open access</em>, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan secara spesifik meneliti intervensi konseling apoteker pada pasien diabetes. Hasil <em>narrative review</em> menunjukkan bahwa konseling apoteker secara signifikan meningkatkan kepatuhan konsumsi obat, menurunkan kadar glukosa darah puasa, menurunkan HbA1c, memperbaiki profil lipid, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Metode konseling bervariasi, mulai dari kunjungan rumah (<em>home pharmacy care</em>), pendekatan individual, hingga program komunitas seperti Prolanis. Secara keseluruhan, konseling apoteker terbukti efektif dan layak diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam layanan kefarmasian untuk mendukung keberhasilan terapi pada pasien DM.</p> 2026-04-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Melisa Yasmin, Dwi Aulia Ramdini, Ihsanti Dwi Rahayu, Nurma Suri https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1040 Efektivitas Penerapan Video Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang Hipertensi Di UPT Puskesmas Sungai Iliran 2026-04-10T03:45:17+00:00 Vera Dadeska veradadeska08@gmail.com Suci Amin veradadeska08@gmail.com Rahmaniza Rahmaniza veradadeska08@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, termasuk faktor risiko, pencegahan, dan pengelolaannya, menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya prevalensi penyakit ini. Edukasi yang efektif sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat guna mencegah dan mengendalikan hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan video edukasi terhadap pengetahuan hipertensi di UPT Puskesmas Sungai Iliran. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>quasi-experimental</em> dengan pendekatan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> pada 16 responden yang dipilih dengan <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan hipertensi yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa video edukasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan setelah diberikan video edukasi, dengan hasil analisis statistik dengan nilai prevalensi didapatkan hasil <em>p value</em> 0,00 &lt; 0,005. Hal ini membuktikan bahwa penerapan video edukasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi. Oleh karena itu, penggunaan video edukasi dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam program edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi<em>.</em></p> 2026-04-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Vera Dadeska, Suci Amin, Rahmaniza Rahmaniza https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1044 Pengaruh Edukasi Keluarga Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Pada Pasien Hiperbilirubin Di Ruangan SCN Rsia Zainab Tahun 2025 2026-04-10T06:48:17+00:00 Fini Andrika finiandrika98@gmail.com Suci Amin finiandrika98@gmail.com Ahmad Redho finiandrika98@gmail.com Arya Ramadia finiandrika98@gmail.com <p>Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat jumlah kematian neonatal tahun 2022 sebanyak 416 kasus, yang menjadi penyebab kematian neonatal di antaranya hiperbilirubin sebanyak 13,1%. Data yang diperoleh dari ruang perina RSIA Zainab Kota Pekanbaru menunjukkan jumlah kejadian hiperbilirubin pada neonatus tahun 2023 sebanyak 398 dari 912 bayi yang dirawat karena hiperbilirubin. Pengetahuan dan tindakan yang kurang pada ibu menyebabkan penanganan ikterus pada neonatus menjadi lebih lambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin di Ruang SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab. Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>quasi-experiment </em>dengan rancangan <em>one-group test and post test</em>. Penelitian ini dilakukan di Ruang SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Kota Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang bayinya dirawat di Ruangan SCN dengan hiperbilirubin pada bulan Juli–Oktober, dengan jumlah 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik <em>purposive sampling </em>sebanyak 22 orang<em> .</em> Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data diolah dan dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan secara bivariat dengan uji Wilcoxon pada tingkat kepercayaan 95%<em>. </em>Hasil penelitian menemukan bahwa sebelum diberikan edukasi sebanyak 50,0% orang tua bayi berpengetahuan rendah, sesudah diberikan diberikan edukasi, sebanyak 77,3% berpengetahuan baik. Terdapat pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin. (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah terdapat pengaruh edukasi keluarga terhadap tingkat pengetahuan orang tua pada pasien hiperbilirubin di Ruangan SCN Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab. Disarankan kepada manajemen RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru untuk membuat program edukasi tentang hiperbilirubin terhadap ibu yang akan bersalin sehingga ibu bayi dapat melakukan upaya pencegahan dan penanganan yang tepat pada bayi yang mengalami hiperbilirubin.</p> 2026-04-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Fini Andrika, Suci Amin, Ahmad Redho, Arya Ramadia https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1036 Review Artikel: Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Geriatri di Pelayanan Kesehatan Primer 2026-04-07T09:36:06+00:00 Angelica Dwita Handayani angelicahandayani22@gmail.com Rani Himayani angelicahandayani22@gmail.com Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti angelicahandayani22@gmail.com Asep Sukohar angelicahandayani22@gmail.com <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi, terutama pada pasien geriatri, dan sering kali memerlukan terapi jangka panjang menggunakan obat antihipertensi. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Oleh karena itu, evaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertensi menjadi penting, khususnya di pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di pelayanan kesehatan primer. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif terhadap artikel ilmiah yang diperoleh dari <em>PubMed, ScienceDirect</em>, dan <em>Google Scholar</em> dengan rentang tahun 2015–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri umumnya telah memenuhi kriteria rasionalitas, terutama pada aspek tepat indikasi, tepat pasien, dan tepat dosis. Obat yang paling banyak digunakan adalah amlodipin dari golongan <em>calcium channel blocker</em> (CCB), baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi. Namun, masih ditemukan ketidaktepatan pada pemilihan obat dan regimen terapi pada beberapa kasus. Kesimpulannya, penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di pelayanan kesehatan primer secara umum sudah rasional, tetapi tetap diperlukan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan terapi.</p> 2026-04-12T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Angelica Dwita Handayani, Rani Himayani, Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti, Asep Sukohar https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1045 Pengaruh Aroma Terapi Lemon Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Di Ruang Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru 2026-04-10T07:18:29+00:00 Azma Ulia azma.ulia96@gmail.com Rohmi Fadhli azma.ulia96@gmail.com Ahmad Redho azma.ulia96@gmail.com Mersi Eka Putri azma.ulia96@gmail.com <p><em>Emesis gravidarum </em>merupakan keluhan yang umum terjadi pada ibu hamil muda terutama pada trimester 1 karena adanya perubahan hormonal. Salah satu upaya non farmakologi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan aromaterapi lemon. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Pengaruh aroma terapi lemon terhadap <em>emesis gravidarum</em> pada ibu hamil trimester 1 di Ruang Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru. Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>Quasi Experiment </em>dengan dengan <em>pretest </em>dan <em>posttest</em>. Penelitian ini dilakukan di RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru. Sampel penelitian ini adalah 22 ibu hamil trimester 1 yang diambil dengan teknik <em>purposive sampling.</em> Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi terhadap <em>emesis gravidarum </em> menggunakan 24-<em>hour Pregnancy-Unique Quantification of Emesis </em>(PUQE-24) <em>Scale</em> Data dianalisis menggunakan uji <em>wilcoxon </em> dengan kepercayaan 95%<em>. </em>Secara univariat ditemukan bahwa sedang yaitu 90,9%, mengalami. penurunan menjadi 63,6% yang mengalami mual dan muntah ringan setelah diberikan terapi lemon. Secara bivariat terdapat pengaruh aroma terapi lemon terhadap penurunan <em>emesis gravidarum</em> pada ibu hamil trimester 1 di Ruang Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru (p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah ada pengaruh aroma terapi lemon terhadap penurunan <em>emesis gravidarum</em> pada ibu hamil trimester 1 di Ruang Khadijah RSIA Zainab Pekanbaru. Disarankan kepada RSIA ZAINAB Kota Pekanbaru untuk mensosialisasikan atau menerapkan aromaterapi lemon dalam penurunan <em>emesis gravidarum</em> pada ibu hamil trimester 1.</p> 2026-04-13T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Azma Ulia, Rohmi Fadhli, Ahmad Redho, Mersi Eka Putri https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/966 Literature Review: Gambaran Deskriptif Potensi Interaksi Obat Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit 2026-02-03T04:53:15+00:00 Yasmin Nurfathonah yasminfathonah27@gmail.com Mirza Junando mirzanando@gmail.com Muhammad Fitra Wardhana m.wardhana@fk.unila.ac.id Rasmi Zakiah Oktarlina rasmi.zakiah@fk.unila.ac.id <p>Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Pengelolaan diabetes tipe 2 di rumah sakit umumnya melibatkan terapi farmakologis dengan berbagai kombinasi obat, sehingga meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit, termasuk jenis obat yang sering berinteraksi, mekanisme interaksi, serta tingkat keparahannya. Metode yang digunakan adalah penelusuran artikel penelitian asli dalam lima tahun terakhir (2020-2024) melalui database Google Scholar dengan kata kunci “interaksi obat”, “antidiabetes”, dan “rumah sakit”. Delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif. Hasil review menunjukkan bahwa kombinasi metformin dan amlodipin merupakan interaksi obat yang paling sering ditemukan, dengan mekanisme interaksi farmakodinamik dan tingkat keparahan moderate. Secara keseluruhan, mekanisme interaksi yang paling banyak terjadi adalah farmakodinamik (65,90%), diikuti farmakokinetik (17,04%), dan mekanisme tidak diketahui (17,04%). Tingkat keparahan interaksi didominasi oleh kategori moderate (81,81%), diikuti minor (10,22%) dan mayor (7,95%). Pencegahan terhadap interaksi ini sangat penting dilakukan, baik melalui pemantauan kadar glukosa darah, pemberian jeda antarobat, atau penyesuaian dosis sesuai kondisi klinis.</p> 2026-04-14T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Yasmin Nurfathonah, Mirza Junando, Muhammad Fitra Wardhana, Rasmi Zakiah Oktarlina https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1054 Efektivitas Aktivitas Dzikir Menjelang Tidur terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RS Awalbros A.Yani 2026-04-17T10:10:46+00:00 Lilik Eka Sari Ekasarililik4@gmail.com Rifa Yanti Ekasarililik4@gmail.com Epu Margias Tuti Ekasarililik4@gmail.com Arya Ramadia Ekasarililik4@gmail.com <p class="s24">Kualitas tidur yang buruk merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien hemodialisis akibat stres, kecemasan, dan kondisi medis kronis yang mereka alami. Aktivitas dzikir menjelang tidur dipercaya dapat membantu menenangkan pikiran, mengurangi kecemasan, dan secara signifikan meningkatkan kualitas tidur pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas aktivitas dzikir menjelang tidur terhadap kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis di RS Awal Bros A. Yani. Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi-eksperimental</em> dengan pendekatan <em>pretest-posttest without control group design</em>. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RS Awal Bros A Yani-Pekanbaru yang berjumlah 100 orang. Diperoleh sampel penelitian sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>simple random sampling</em>. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Wilcoxon rank test</em>. Hasil penelitian: sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (60%), berusia 45-49 tahun (37,5%), berpendidikan SMA (47,5%), dan berdasarkan lama menjalani hemodialisa, sebagian besar (70%) sudah menjalani hemodialisa lebih dari 18 bulan. Rata-rata skor kualitas tidur sebelum intervensi adalah 11,58 setelah dilakukan intervensi, menurun menjadi 6,40. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar RS Awal Bros A. Yani mempertimbangkan penggunaan dzikir sebagai bagian dari perawatan pasien hemodialisis untuk membantu meningkatkan kualitas tidur responden. Dzikir terbukti efektif dan aman sebagai intervensi nonfarmakologis. Luaran dari penelitian ini akan dijadikan jurnal publikasi ilmiah serta diharapkan dapat menjadi dasar untuk penerapan dzikir dalam perawatan pasien.</p> 2026-04-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Lilik Eka Sari, Rifa Yanti, Epu Margias Tuti, Arya Ramadia https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1055 Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Di Ruangan HD RS Awalbros A Yani Pekanbaru 2026-04-17T10:11:56+00:00 Miki Sepriadi mikisepriadi96@gmail.com Rifa Yanti mikisepriadi96@gmail.com Suci Amin mikisepriadi96@gmail.com Ahmad Redho mikisepriadi96@gmail.com <p class="s24">Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis cukup menarik perhatian bagi profesional kesehatan, karena masalah kualitas hidup menjadi sangat penting dalam pemberian layanan keperawatan yang menyeluruh bagi pasien, dengan harapan pasien dapat menjalani hemodialisa dan mampu bertahan hidup walau dengan bantuan mesin dialisat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Awal Bros A Yani , dengan menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik <em>non probability sampling </em>dengan pendekatan <em>purposive sampling </em>sebanyak 62 pasien. Hasil analisi menggunakan uji <em>correlation person-spearman’s</em>, uji <em>regresi linear</em>, uji <em>maan whitney </em>dan uji <em>kruskal wallis test</em>. Menunjukan adanya hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dengan kualitas hidup responden yang menjalani hemodialisa (p value 0,000) dan hubungan yang kuat (r = 0,647) nilai r menunjukkan semakin tinggi kadar Hb semakin tinggi nilai kualitas hidup. Besaran koefisien determinasi (R <em>Square</em>) hb adalah 38,7 % Hb berarti 38,7% Hb menentukan nilai kualitas hidup responden yang menjalani hemodialisa, sisahnya 61,3 % ditentukan faktor lain. Pada persamaan garis regresi linear sederhana, nilainya sebesar (6,339 Hb) artinya bahwa setiap penurunan kadar Hb 1% maka nilai kualitas hidup responden akan menurun sebesar 6,339 Hb. Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lama menjalani hemodialisa. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat hemodialisa dalam memberikan asuhan keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis dan memberikan edukasi, dorongan motivasi pada pasien yang menjalani hemodialisis.</p> 2026-04-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Miki Sepriadi, Rifa Yanti, Suci Amin, Ahmad Redho https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1056 Pengaruh Pemberian Jus Semangka Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Medang Kampai Kota Dumai 2026-04-17T10:38:55+00:00 Dwi Afriyanti dwiafriyanti@gmail.com Rohmi Fadhli dwiafriyanti@gmail.com Arya Ramadia dwiafriyanti@gmail.com Rahmaniza Rahmaniza dwiafriyanti@gmail.com <p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian global. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%, sementara di Provinsi Riau mencapai 30,2%. Kota Dumai memiliki angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi, dengan Puskesmas Medang Kampai sebagai salah satu puskesmas dengan prevalensi tertinggi, yaitu 32,5% dari total kunjungan pasien. Pengelolaan hipertensi mencakup terapi farmakologis dan nonfarmakologis, salah satunya adalah konsumsi jus semangka yang kaya <em>L-citrulline,</em> yang dapat meningkatkan produksi <em>nitric oxide</em> (NO) untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus semangka terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Medang Kampai, Kota Dumai. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan pendekatan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada Desember 2024 dengan populasi 352 pasien hipertensi. Sampel dipilih dengan purposive sampling. Diperoleh sampel sebanyak 20 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa pemberian jus semangka sebanyak 375 ml (kombinasi 150 g daging buah dan 150 g albedo), diberikan setiap pagi selama 5 hari. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer digital. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik dengan rata-rata penurunan masing-masing 18,5 mmHg dan 12,65 mmHg (p &lt; 0,05). Jus semangka terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis yang terjangkau untuk mengelola hipertensi. Hasil ini dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam mengedukasi masyarakat tentang terapi nonfarmakologis untuk hipertensi.</p> 2026-04-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Dwi Afriyanti, Rohmi Fadhli, Arya Ramadia, Rahmaniza Rahmaniza https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/1034 Efek Larvasida Daun Lengkuas (Alpinia galanga) Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti 2026-04-07T05:51:53+00:00 Raisha Hamiddani anitaratnadilla71@gmail.com Anita Ratna Dilla anitaratnadilla71@gmail.com Gadis Karmila anitaratnadilla71@gmail.com Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis anitaratnadilla71@gmail.com <p>Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti adalah vektor utama dalam penyebaran penyakit DBD dari satu orang ke orang lain, dan hingga kini penyakit DBD masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun lengkuas (<em>Alpinia galanga</em>) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan desain <em>post-test-only control-group</em>, menggunakan 600 larva Aedes aegypti instar III. Penelitian ini terdiri dari 6 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun lengkuas dengan konsentrasi 24 mg/ml, 38 mg/ml, 48 mg/ml, dan 60 mg/ml; kelompok kontrol positif temephos; dan kelompok kontrol negatif akuades. Pengamatan dilakukan 24 jam setelah pemberian perlakuan dan kematian larva dihitung setiap 1 jam. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun lengkuas (<em>Alpinia galanga</em>) memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Ekstrak daun lengkuas (Alpinia galanga) memiliki efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti.</p> 2026-04-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Raisha Hamiddani, Anita Ratna Dilla, Gadis Karmila, Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis