https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/issue/feed Sains Medisina 2026-01-21T15:16:26+00:00 apt. Rina Saputri, M.Farm wpcpublisher@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>SAINS MEDISINA<br />Ketua Editor: </strong>apt. Rina Saputri, M.Farm<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221112041071038" target="_blank" rel="noopener">2964-1853</a> (online)<br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember</p> <p><strong>Sains Medisina</strong> merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article</em> di bidang ilmu farmasi, biomedik, dan ilmu kesehatan. </p> https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/844 Potensi Kombinasi Ekstrak Keji Beling dan Binahong Sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Gram Negatif Penyebab Ulkus Diabetikum 2025-11-03T06:32:05+00:00 TIARA DINI HARLITA dosentiara18@gmail.com GANEA QORRY AINA ganea.aina@gmail.com SRESTA AZAHRA sresta.azahra@gmail.com <p>Ulkus diabetikum adalah satu keluhan yang terjadi pada pasien diabetes melitus yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan infeksi bakteri hingga gangren diabetik. Penggunaan antibiotik jangka waktu lama dan dosis yang tidak sesuai dapat menimbulkan ketahanan bakteri yang berdampak pada meningkatkan biaya pengobatan dan angka kematian. Oleh karena itu, penggunaan tanaman obat sebagai alternatif untuk pengobatan mulai banyak dimanfaatkan karena lebih aman dalam penggunaan jangka waktu lama seperti pada tanaman binahong dan keji beling berpotensi sebagai antibakteri karena memiliki kandungan senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi senyawa yang diperoleh dari ekstrak etanol tanaman keji beling dan bihanong sebagai antibakteri terhadap bakteri Gram negatif penyebab ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi Kirby Bauer terhadap <em>Proteus sp.</em> dan <em>Escherichia coli</em>, kemudian data dianalisis dengan uji ANOVA. Berdasarkan hasil yang didapatkan, baik ekstrak tunggal maupun kombinasi keji beling dan binahong dengan perbandingan 2:1 pada konsentrasi 100 mg/mL memberikan daya hambat terbesar terhadap kedua bakteri. Analisis statistik menunjukkan variasi konsentrasi dan kombinasi berpengaruh nyata (p&lt;0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi kedua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri alami dan berpotensi sebagai agen pendukung penghambatan bakteri penyebab ulkus diabetikum.</p> 2025-12-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 TIARA DINI HARLITA, GANEA QORRY AINA, SRESTA AZAHRA https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/847 Studi In Vivo Kombinasi Herbal Keji Beling, Binahong, dan Madu Kelulut terhadap Penyembuhan Luka Diabetik Hewan Model 2025-11-04T07:18:13+00:00 Ganea Qorry Aina ganea.aina@gmail.com Nursalinda Kusumawati onlynursalinda37@gmail.com Tiara Dini Harlita nonaranita@gmail.com Wirid Triana Dawam wirid098@gmail.com <p>Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) akibat penurunan sekresi insulin oleh pankreas, berkurangnya sensitifitas insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangrene/ulkus, yaitu terjadi kerusakan integritas pada kulit yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi perifer sehingga jaringan sekitar luka akan mati atau nekrotik dan mengalami pembusukan. Penggunaan bahan herbal sebagai obat luka terus dikembangkan dalam penelitian maupun pemanfaatannya, diantaranya adalah daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis), keji beling (Strobilanthes crispus Bl.), dan madu &nbsp;kelulut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas pemberian ekstrak daun binahong, daun keji beling, dan madu kelulut terhadap penyembuhan luka diabetik menggunakan hewan uji yaitu mencit putih jantan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen murni. Setelah mencit diberi perlakuan, pengukuran diameter luka dimulai pada hari ke-0, 5, 10 dan 15. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji statistik dengan uji One Way Anova<br>menunjukan nilai p &lt;0,05 yaitu 0,000 yang berarti pemberian kombinasi herbal memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka diabetes. Selanjutnya dilanjutkan uji lanjutan yaitu Uji Duncan’s Multiple Range Test dengan hasil perlakuan yang paling efektif yaitu pemberian kombinasi ekstrak daun binahong dan daun keji beling.</p> 2025-12-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Ganea Qorry Aina, Nursalinda Kusumawati, Tiara Dini Harlita, Wirid Triana Dawam https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/849 Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Salam Tua (Syzygium polyanthum) terhadap Escherichia coli secara In Vitro 2025-11-04T08:29:27+00:00 Agus Evendi agusevendi.biomed@gmail.com Maria Eka Suryani agusevendi.biomed@gmail.com Nurul Anggrieni agusevendi.biomed@gmail.com <table width="673"> <tbody> <tr> <td width="552"> <p><strong>ABSTRAK</strong>. Infeksi yang disebabkan oleh <em>Escherichia coli</em> masih menjadi salah satu penyebab utama diare di Indonesia. Penggunaan antibiotik sintetis secara berlebihan dapat memicu resistensi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri alami. Daun salam (<em>Syzygium polyanthum</em>) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun salam tua terhadap <em>E. coli</em> secara <em>in vitro</em>. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji fitokimia dilakukan untuk identifikasi senyawa aktif, uji antioksidan menggunakan metode DPPH, dan uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media <em>Mueller Hinton Agar</em> dengan variasi konsentrasi ekstrak 25, 50, 100, 200, dan 400 µg/well. Hasil uji fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan karbohidrat. Aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada konsentrasi 50 ppm dengan penghambatan 73,48%. Uji antibakteri menunjukkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 100 µg/well sebesar 12,78 mm yang termasuk kategori sedang–kuat. Mekanisme penghambatan diduga melalui kerusakan membran sel oleh flavonoid dan tanin. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak metanol daun salam tua memiliki aktivitas antibakteri sedang terhadap <em>E. coli</em> dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami untuk mencegah infeksi akibat bakteri Gram-negat</p> <p>&nbsp;</p> </td> </tr> </tbody> </table> 2025-12-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Agus Evendi, Maria Eka Suryani, Nurul Anggrieni https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/856 Pengaruh Konsentrasi dan Volume Etanol Terhadap Rendemen Ekstrak Tanaman Tapak Liman (Elephantopus Scaber L.) Menggunakan Metode Maserasi 2025-11-14T07:38:18+00:00 Aditia Leo Hasmal aditialeohasmal29@gmail.com Muhammad Iqbal muhammad.iqbal5101@fk.unila.ac.id Ramadhan Triyandi ramadhan.triyandi0101@fk.unila.ac.id Afriyani afriyani@fk.unila.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi dan volume etanol terhadap rendemen ekstrak daun tapak liman (<em>Elephantopus scaber</em> L.) melalui metode maserasi. Studi literatur dilakukan dengan menelusuri artikel ilmiah pada database <em>Google Scholar</em> (tahun 2020–2025) menggunakan kata kunci "ekstraksi daun tapak liman". Dari 671 literatur awal, lima jurnal memenuhi kriteria inklusi (tanaman tunggal, pelarut etanol, metode maserasi, akses terbuka). Hasil analisis menunjukkan bahwa konsentrasi etanol dan volume pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen. Konsentrasi etanol ≥90% dengan rasio bahan:pelarut 1:10 menghasilkan rendemen tertinggi (15,95%), memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia (≥5,5%). Sebaliknya, etanol 70% menghasilkan rendemen rendah (1,04±0,14%) karena ketidakcocokan polaritas dengan senyawa semi-polar tapak liman. Volume pelarut berlebih mengurangi efisiensi ekstraksi, sedangkan volume kurang membatasi kelarutan senyawa aktif. Simpulan penelitian ini merekomendasikan penggunaan etanol konsentrasi tinggi (≥90%) dan rasio 1:10 untuk optimasi rendemen ekstrak tapak liman dalam skala industri.&nbsp;</p> 2025-12-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Aditia Leo Hasmal, Muhammad Iqbal, Ramadhan Triyandi, Afriyani https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/858 Review Literatur: Green Synthesis Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Tanaman sebagai Pendekatan Ramah Lingkungan dalam Terapi Kanker 2025-11-17T04:34:59+00:00 Ardi Widianto ardiwidianto9060@gmail.com Muhammad Iqbal muhammad.iqbal5101@fk.unila.ac.id Femmy Andrifianie femmy.andrifianie@fk.unila.ac.id Ramadhan Triyandi ramadhan.triyandi0101@fk.unila.ac.id <p>Sintesis hijau nanopartikel perak (AgNPs) menggunakan ekstrak tanaman berkembang sebagai pendekatan yang lebih aman dan ramah lingkungan dibanding sintesis kimia yang melibatkan bahan toksik. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi AgNPs berbasis tanaman sebagai agen antikanker melalui tinjauan literatur terkini. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis artikel nasional dan internasional mengenai karakteristik fisikokimia AgNPs, mekanisme biologis, serta aktivitas sitotoksik terhadap berbagai sel kanker. Hasil kajian menunjukkan bahwa AgNPs yang disintesis dari tanaman seperti <em>Pueraria tuberosa</em> mampu meningkatkan ROS, merusak DNA, menurunkan potensial membran mitokondria, dan mengaktifkan jalur apoptosis, sehingga efektif menghambat proliferasi sel kanker secara dosis-bergantung. Pembahasan menegaskan bahwa interaksi sinergis antara nanopartikel dan metabolit bioaktif tanaman memberikan selektivitas tinggi terhadap sel kanker, meskipun bukti terkait keamanan jangka panjang dan efektivitas in vivo masih terbatas. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa AgNPs berbasis tanaman memiliki prospek besar sebagai terapi antikanker berkelanjutan, namun penelitian lanjutan diperlukan untuk memastikan aspek keamanan dan aplikasinya dalam klinis.</p> 2025-12-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Ardi Widianto, muhammad Iqbal, Femmy Andrifianie, Ramadhan Triyandi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/864 Literature review : Terapi Non-Farmakologi Terhadap Proses Pemulihan dan Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Pasca Tindakan Bedah Sectio Caesarea 2025-12-01T05:13:17+00:00 Marshanda Nikita marshandanikita@gmail.com Ervina Damayanti ervina.damayanti@fk.unila.ac.id Mirza Junando mirzanando@gmail.com Tri Umiana Soleha dr.triumiana.unila@gmail.com <p><em>Sectio caesarea</em> atau bedah caesar merupakan tindakan bedah mayor yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Meskipun efektif secara medis, prosedur ini dapat menimbulkan nyeri khususnya pada pasca operasi sehingga berdampak terhadap kenyamanan, kondisi psikologis, dan proses pemulihan pasien. Manajemen nyeri pasca tindakan bedah caesar dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis daan non-farmakologi. Hasil telaah ini disusun dalam bentuk <em>literature review</em> yang bertujuan untuk menggambarkan berbagai jenis terapi non-farmakologi yang efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan membantu dalam proses pemulihan pada pasien pasca tindakan bedah caesar. Penelusuran <em>literature review</em> dilakukan dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis berbagai <em>literature </em>yang relevan dengan terapi non-farmakologis pada pasien bedah caesar berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil telaah <em>literature review</em> ditemukan bahwa terapi non-farmakologis dengan teknik <em>autogenic</em>, relaksasi pernafasan, terapi musik, pijat kaki, aromaterapi dan relaksasi genggam jari mampu menurunkan skala nyeri dari kategori sedang (skala 5-7) menjadi kategori ringan (skala 2-3). Hal ini dapat disimpulkan bahwa terapi non-farmakologis terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien.</p> 2025-12-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Marshanda Nikita, Ervina Damayanti, Mirza Junando, Tri Umiana Soleha https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/890 Tinjauan Artikel: Peran Amlodipine sebagai Terapi Lini Pertama untuk Mengontrol Tekanan Darah pada Hipertensi 2025-12-21T07:54:14+00:00 Diana Mulia Utami Dianamulya3@gmail.com Citra Yuliyanda Pardilawati Dianamulya3@gmail.com Ramadhan Triyandi Dianamulya3@gmail.com Muhammad Iqbal Dianamulya3@gmail.com <p>Hipertensi merupakan kondisi kronis dengan prevalensi tinggi dan berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Pemilihan terapi farmakologis yang tepat diperlukan untuk mencapai kontrol tekanan darah yang optimal. Penyusunan artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai efektivitas, keamanan, dan keunggulan amlodipine dalam manajemen hipertensi esensial. Telaah artikel ini menggunakan metode tinjauan pustaka (<em>literature review</em>) melalui basis data elektronik <em>Google Scholar</em>. Hasil telaah menunjukkan bahwa amlodipine yang paling banyak digunakan untuk mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, efektif sebagai terapi tunggal maupun kombinasi, dan memberikan respons yang baik terutama pada kelompok usia lanjut. Meskipun efek samping ringan seperti edema dan pusing dapat terjadi, tolerabilitasnya tetap baik sehingga tidak mengurangi relevansi klinis amlodipine sebagai pilihan terapi utama.</p> 2025-12-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Diana Mulia Utami, Citra Yuliyanda Pardilawati, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/891 Implementasi Edukasi Gizi Seimbang “Isi Piringku” dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa di SMP Negeri 3 Meulaboh 2025-12-21T10:00:38+00:00 Gusti Adelia Putri putrigustiadelia@gmail.com Nova Ramadhan putrigustiadelia@gmail.com Nur Indah Safira putrigustiadelia@gmail.com Marniati putrigustiadelia@gmail.com <p>Masalah gizi ganda (<em>malnutrition double burden</em>) masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di kalangan remaja sekolah. Rendahnya pengetahuan tentang gizi seimbang berkontribusi terhadap kebiasaan makan tidak sehat yang berdampak pada status gizi dan prestasi belajar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa SMP Negeri 3 Meulaboh tentang gizi seimbang melalui edukasi "Isi Piringku". Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi menggunakan media PowerPoint, praktik pembuatan sandwich sayur, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada 15 siswa kelas 7. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 73,33 (pre-test) menjadi 84 (post-test), dengan peningkatan sebesar 11,33 poin atau 15,5%. Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), menunjukkan perbedaan bermakna antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Program ini terbukti efektif meningkatkan literasi gizi siswa. Diperlukan keberlanjutan program edukasi gizi di sekolah dengan melibatkan berbagai pihak untuk dampak jangka panjang terhadap perilaku makan sehat remaja.</p> 2025-12-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Gusti Adelia Putri, Nova Ramadhan, Nur Indah Safira, Marniati https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/881 Perbandingan Aktivitas Antiinflamasi Bagian Tanaman Telang (Clitoria ternatea) Berdasarkan Bukti In-vitro dan In-vivo: Narrative Review 2025-12-12T05:30:06+00:00 Ni Putu Ayudya Sari ayuwsm90@gmail.com Ramadhan Triyandi ramadhan.triyandi0101@fk.unila.ac.id Afriyani afriyani@fk.unila.ac.id Muhammad Iqbal muhammad.iqbal5101@fk.unila.ac.id <p>Inflamasi merupakan respon biologis yang berperan penting dalam patogenesis berbagai penyakit kronis. Penggunaan obat antiinflamasi sintetik sering dibatasi karena efek samping yang serius sehingga alternatif agen antiinflamasi berbasis alam diperlukan. Telang (<em>Clitoria ternatea</em>) merupakan tanaman obat yang memiliki berbagai&nbsp; metabolit aktif dengan potensi antiinflamasi, namun perbedaan potensi antiinflamasi antar bagian tanaman belum banyak dikaji secara sistematis. Tinjauan ini bertujuan membandingkan potensi antiinflamasi bagian bunga, daun, akar dan biji tanaman&nbsp; telang (<em>Clitoria ternatea</em>) berdasarkan bukti <em>in-vitro</em> dan <em>in-vivo</em>. Studi literatur merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menghimpun beberapa artikel melaui&nbsp; database <em>PubMed</em>, <em>Science Direct</em>, dan <em>Google Schoolar</em> yang di terbitkan dari 2016-2025 dan sebanyak delapan artikel memenuhi kriteria inklusi. Aktivitas antiinflamasi ditemukan bervariasi pada berbagai bagian tanaman. Bunga menunjukkan aktivitas rendah (% inhibisi 8,48%-28,82%), meningkat signifikan ketika diformulasikan nanopartikel selenium (SeNPS) (% inhibisi 27%-85%). Daun memiliki potensi paling konsisten dengan stabilitas membran 53% dan penghambatan edema 42-57%. Akar menunjukkan efek in-vivo terkuat (69-81%), didukung adanya senyawa triterpenoid dan alkaloid. Minyak biji telang (<em>Clitoria ternatea</em>) menunjukkan aktivitas antiinflamasi poten secara in-vitro (IC₅₀ ±5 µg/mL) akibat tingginya polifenol lipofilik. Kesimpulan dari artikel ini yaitu seluruh bagian tanaman telang (<em>Clitoria ternatea</em>) berpotensi sebagai agen antiinflamasi, dengan potensi terbaik pada bagian &nbsp;biji dan akar</p> 2025-12-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Ni Putu Ayudya Sari, Ramadhan Triyandi, Afriyani, Muhammad Iqbal https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/876 Review Literatur: Eksplorasi Antioksidan Pada Tanaman Obat Herbal Dengan Metode Fraksinasi Etil Asetat Dan N-Heksan 2025-12-10T02:36:39+00:00 Muhamad Farhan Akbar farhanakbar2111@gmail.com Muhammad Iqbal muhammad.iqbal5101@fk.unila.ac.id Ramadhan Triyandi ramadhan.triyandi0101@fk.unila.ac.id Asep Sukohar asepsukohar@gmail.com <p>Penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, stroke, dan penyakit jantung masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor utama penyebab penyakit ini adalah adanya stres oksidatif yang dipicu oleh kelebihan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Penggunaan antioksidan sintetis telah terbukti efektif, tetapi memiliki risiko efek samping jangka panjang, sehingga mendorong eksplorasi sumber antioksidan alami dari tanaman obat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi aktivitas antioksidan berbagai tanaman lokal Indonesia melalui fraksinasi dengan pelarut etil asetat dan n-heksan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (literature review) dari delapan jurnal nasional yang relevan, dipilih melalui pencarian sistematis di Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate dengan kata kunci seperti “aktivitas antioksidan”, “fraksinasi”, dan “tanaman obat”. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari berbagai tanaman seperti daun nyamplung, jamblang, kelor, pisang kepok, dan kopi robusta secara konsisten menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling tinggi, dengan nilai IC₅₀ di bawah 50 ppm yang dikategorikan sebagai sangat kuat. Hal ini dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa flavonoid, fenolik, dan tanin yang larut dalam pelarut semi-polar. Kesimpulannya, fraksi etil asetat memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi dan pangan fungsional.</p> 2025-12-22T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Muhamad Farhan Akbar, Muhammad Iqbal, Ramadhan Triyandi, Asep Sukohar https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/882 Kajian Literatur: Aktivitas Farmakologis Minyak Atsiri Tanaman Herbal Sebagai Stimulan Pertumbuhan Rambut 2025-12-13T06:31:08+00:00 Ida Ayu Gede Bintang Widia Putri idaayuwp25@gmail.com Ramadhan Triyandi ramadhan.triyandi0101@fk.unila.ac.id Muhammad Iqbal muhammad.iqbal5101@fk.unila.ac.id Citra Yuliyanda Pardilawati citra.yuliyanda@fk.unila.ac.id <p>Kerontokan rambut merupakan masalah umum yang dipengaruhi oleh stres, hormonal, dan peradangan kulit kepala. Minyak atsiri dari tanaman herbal menjadi alternatif terapi alami karena kandungan senyawa bioaktif seperti monoterpen, seskuiterpen, fenol, dan masih banyak lagi. Tinjauan ini bertujuan memberikan informasi mengenai tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Pencarian pustaka dilakukan melalui <em>Google Scholar, PubMed, NCBI,</em> dan <em>Science Direct</em>. Kriteria inklusi mencakup jurnal yang membahas efek minyak atsiri tanaman herbal terhadap pertumbuhan rambut dan telah diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Kriteria eksklusi adalah jurnal yang tidak memuat informasi terkait efek minyak atsiri tanaman herbal terhadap pertumbuhan rambut dan diterbitkan lebih dari 10 tahun terakhir. Dari hasil pencarian diperoleh 12 jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil kajian menunjukkan 12 tanaman herbal penghasil minyak atsiri yang memiliki aktivitas farmakologis sebagai stimulan pertumbuhan rambut. Aktivitas tersebut didukung oleh kandungan senyawa aktif minyak atsiri yang bekerja dengan meningkatkan mikrosirkulasi darah di kulit kepala, menghambat aktivitas enzim 5α-reduktase, efek antiinflamasi, efek antioksidan, merangsang fase anagen dalam siklus rambut, dan/atau meningkatkan proliferasi sel dermal papilla.</p> 2025-12-22T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Ida Ayu Gede Bintang Widia Putri, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal, Citra Yuliyanda Pardilawati https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/886 Potensi Antibakteri Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Bakteri Gram Positif Dan Gram Negatif: Literature Review 2025-12-16T14:04:05+00:00 Nikken Ayu Larasati nikkenayularasati080@gmail.com Muhammad Iqbal muhammad.iqbal5101@fk.unila.ac.id Femmy Andrifianie femmy.andrifianie@fk.unila.ac.id Ramadhan Triyandi ramadhan.triyandi0101@fk.unila.ac.id <p>Infeksi yang disebabkan oleh bakteri hingga kini masih menjadi permasalahan global, terutama dengan meningkatnya resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional. Kondisi ini mendorong pencarian sumber antibakteri alternatif yang berasal dari alam. Salah satu tanaman yang berpotensi adalah belimbing wuluh (<em>Averrhoa bilimbi</em> L.), yang telah lama digunakan secara tradisional sebagai obat herbal. Artikel ini bertujuan untuk menelaah potensi aktivitas antibakteri daun dan buah belimbing wuluh terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaporkan. Metode yang diterapkan berupa literature review dengan penelusuran artikel ilmiah melalui basis data <em>Google Scholar, PubMed</em>, dan <em>ScienceDirect</em> menggunakan kata kunci terkait. Artikel yang dianalisis merupakan penelitian yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2025 dan mengevaluasi aktivitas antibakteri belimbing wuluh menggunakan metode difusi maupun dilusi. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa ekstrak daun dan buah belimbing wuluh memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan berbagai bakteri uji, antara lain <em>Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes, Escherichia coli,</em> dan <em>Salmonella typhi,</em> dengan tingkat aktivitas yang bervariasi. Aktivitas antibakteri cenderung lebih tinggi terhadap bakteri Gram positif dibandingkan Gram negatif serta meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Efek antibakteri tersebut diduga berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan senyawa fenolik. Oleh karena itu, belimbing wuluh berpotensi untuk dikembangkan sebagai sumber antibakteri alami, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan guna memastikan efektivitas dan keamanannya.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Nikken Ayu Larasati, Muhammad Iqbal, Femmy Andrifianie, Ramadhan Triyandi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/889 Identifikasi Potentially Inappropriate Medication (PIM) pada Pasien Hipertensi Geriatri di Rumah Sakit berdasarkan Kriteria Beers 2025-12-20T09:22:44+00:00 Angelica Asmara Basanti basantiangelica97@gmail.com Citra Yuliyanda Pardilawati citra.yuliyanda@fk.unila.ac.id Dwi Aulia Ramdini dwi.aulia@fk.unila.ac.id Ervina Damayanti ervina.damayanti@fk.unila.ac.id <p>Penggunaan obat yang tidak tepat atau <em>Potentially Inappropriate Medication</em> (PIM) pada pasien hipertensi dengan geriatri merupakan masalah penting karena dapat meningkatkan risiko efek samping dan interaksi obat. PIM merujuk pada obat yang memberikan risiko lebih besar daripada manfaat pada lansia akibat perubahan fisiologis terkait usia. Tinjauan ini menilai kejadian PIM pada pasien hipertensi geriatri berdasarkan Kriteria Beers melalui penelusuran artikel 2015–2025, dan enam studi memenuhi kriteria inklusi. Prevalensi PIM cukup tinggi (61–98%) dan dipengaruhi polifarmasi, komorbiditas, durasi perawatan, serta ketidaktepatan dosis atau indikasi. Obat yang sering termasuk PIM yaitu diuretik, nifedipin, klonidin, spironolakton, NSAID, dan obat kardiovaskular. Kajian ini menegaskan perlunya pemeriksaan obat dan skrining PIM secara berkala khususnya pada pasien geriatri dengan hipertensi.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Angelica Asmara Basanti, Citra Yuliyanda Pardilawati, Dwi Aulia Ramdini, Ervina Damayanti https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/893 Review Artikel: Kepatuhan Fasilitas Kefarmasian di Indonesia terhadap Standar Penyimpanan Obat Permenkes No. 72 Tahun 2016 2025-12-23T10:17:18+00:00 Chintya Nafa Eliza chintyanafaeliza20@gmail.com Muhammad Iqbal chintyanafaeliza20@gmail.com Novita Sari chintyanafaeliza20@gmail.com Mirza Junando chintyanafaeliza20@gmail.com <p><span class="s20">Penyimpanan sediaan farmasi pada berbagai fasilitas pelayanan kefarmasian berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016, mengingat masih ditemukannya permasalahan dalam praktik penyimpanan obat, seperti pemantauan dan pencatatan suhu yang tidak konsisten, pencatatan stok yang belum lengkap, penerapan prinsip </span><span class="s24">First Expired First Out</span><span class="s20"> (FEFO) yang belum optimal, serta ketidak stabilan kondisi lingkungan penyimpanan yang berpotensi menurunkan mutu obat. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan fasilitas pelayanan kefarmasian terhadap standar penyimpanan obat yang berlaku. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas telah memiliki sarana dan prasarana penyimpanan yang memadai, namun masih ditemukan ketidak sesuaian dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya pada aspek pemantauan suhu, pengelolaan stok obat, serta penerapan prinsip </span><span class="s24">First Expired First Out</span><span class="s20"> (FEFO), yang dipengaruhi oleh keterbatasan kompetensi dan pelatihan sumber daya manusia kefarmasian. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas penyimpanan sediaan farmasi belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga diperlukan penguatan manajemen perbekalan farmasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kefarmasian, serta pemantauan kondisi lingkungan penyimpanan secara konsisten dan berkelanjutan guna menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas obat.</span></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Chintya Nafa Eliza, Muhammad Iqbal, Novita Sari, Mirza Junando https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/894 Analisis Bibliometrik Aktivitas Antioksidan Ekstrak Pare (Momordica charantia L.) sebagai Pengobatan Tradisional 2025-12-23T15:59:02+00:00 Aldo Setiawan Lukas aldolukas17a@gmail.com Ihsanti Dwi Rahayu aldolukas17a@gmail.com Atri Sri Ulandari aldolukas17a@gmail.com Muhammad Iqbal aldolukas17a@gmail.com <p><em>Momordica charantia</em> L. (pare) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan terbukti mengandung senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Meskipun penelitian mengenai pare terus berkembang, pemetaan sistematis terkait tren penelitian, produktivitas ilmiah, dan arah pengembangan riset masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian aktivitas antioksidan ekstrak pare melalui pendekatan bibliometrik menggunakan basis data Scopus. Pencarian data dilakukan melalui fitur <em>Advanced Search</em> dengan kombinasi kata kunci “<em>Momordica charantia</em>” atau “<em>bitter melon</em>” serta “<em>extract</em>” dan “<em>antioxidant</em>”. Kriteria inklusi ditetapkan untuk publikasi berbahasa Inggris berupa artikel, review, dan dokumen konferensi dalam rentang tahun 2000–2025. Dari total 911 artikel yang ditemukan, proses penyaringan menghasilkan 404 dokumen yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan Biblioshiny (R Studio) dan VOSviewer untuk menilai tren publikasi, kontribusi institusi, penulis, jurnal, serta keterhubungan kata kunci. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan terutama setelah tahun 2018, dengan Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine dan BMC Complementary and Alternative Medicine sebagai jurnal paling produktif. Analisis kata kunci mengungkap fokus riset pada aktivitas antidiabetes, antioksidan, inflamasi, serta pengelolaan stress oksidatif terkait metabolisme. Klaster jaringan kata kunci menegaskan bahwa <em>Momordica charantia</em> dipandang sebagai kandidat fitoterapi potensial dalam terapi penyakit degeneratif, terutama diabetes mellitus tipe 2. Secara keseluruhan, analisis bibliometrik ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai lanskap riset ekstrak pare dan membuka peluang penelitian lanjutan menuju uji klinis dan pengembangan produk fitofarmaka berbasis bahan alam.</p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Aldo Setiawan Lukas, Ihsanti Dwi Rahayu, Atri Sri Ulandari, Muhammad Iqbal https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/892 Uji Efektivitas Salep Ekstrak Kulit Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis (L.)) Terhadap Penyembuhan Luka Infeksi 2025-12-21T21:54:35+00:00 Irwandi irwandi.apt@gmail.com Ifmaily irwandi.apt@gmail.com Dara irwandi.apt@gmail.com <p>Jeruk manis (<em>Citrus sinensis </em>(L.)) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi membantu proses penyembuhan luka infeksi. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk melihat efektivitas salep ekstrak kulit buah jeruk manis (<em>Citrus sinensis</em> (L.)) terhadap penyembuhan luka infeksi yang disebabkan oleh bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Penelitian ini dilakukan selama 14 hari menggunakan 25 hewan uji tikus dibagi menjadi 5 ekor tikus pada setiap kelompok perlakuan yaitu kontrol, pembanding, F1(5%), F2(10%), F3 (20%). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah persen luas penyembuhan luka dan waktu epitelisasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik<em> ANOVA</em> satu arah dan dua arah dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian pada persentase penyembuhan luka berturut-turut hari ke-3, ke-7, ke-14, kontrol: 25,01%; 78,35%; 86,18%; pembanding: 34,76%; 82,21%; 94,43%; F1(5%): 45,56%; 73,42%; 87,34%; F2 (10%): 37,37%; 88,90%; 92,51%; F3 (20%): 43,59%; 85,87%; 93,52%. Persen penyembuhan luka yang paling tinggi terdapat pada F3 (20%) dibandingkan kontrol. Hasil penelitian pada waktu epitelisasi secara berturut-turut, kontrol: 8,6; pembanding: 6,6; F1 (5%): 7,2; F2 (10%): 8, dan F3 (20%): 8,4. Waktu epitelisasi yang paling baik terdapat pada F1 (5%) dibandingkan kontrol. Jadi dapat disimpulkan salep ekstrak kulit buah jeruk manis memiliki pengaruh dalam penyembuhan luka infeksi yang disebabkan oleh bakteri <em>Staphylococcus aureus.</em></p> 2025-12-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Irwandi, Ifmaily, Azesti https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/907 Literature Review: Hubungan Pengaruh Pelayanan Informasi Obat Terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Rawat Jalan 2025-12-29T22:02:15+00:00 Yessa Rahmadini Putri yessa.rahmadini04@gmail.com Tri Umiana Soleha yessa.rahmadini04@gmail.com Ramadhan Triyandi yessa.rahmadini04@gmail.com Muhammad Iqbal yessa.rahmadini04@gmail.com <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga keberhasilan pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat. Pelayanan Informasi Obat (PIO) berperan penting sebagai edukasi untuk meningkatkan pemahaman pasien terkait penggunaan obat, manfaat terapi, serta risiko ketidakpatuhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PIO terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel jurnal nasional melalui Google Scholar dan Semantic Scholar pada rentang tahun 2020–2025. Kata kunci yang digunakan meliputi “pelayanan informasi obat”, “kepatuhan minum obat”, “pasien hipertensi”, dan “rawat jalan”. Artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, ketersediaan full-text, dan jenis penelitian asli; artikel yang tidak relevan atau tidak tersedia full-text dieksklusi. Hasil telaah menunjukkan sebagian besar studi melaporkan hubungan positif dan/atau pengaruh signifikan PIO terhadap peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan. Efektivitas PIO cenderung lebih baik ketika diberikan secara terstruktur dan didukung media edukasi (misalnya leaflet). Beberapa studi juga melaporkan perbaikan luaran klinis seperti penurunan tekanan darah dan peningkatan kualitas hidup. Dapat disimpulkan bahwa PIO berpotensi meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan dan perlu dioptimalkan melalui standar pelaksanaan serta tindak lanjut berkelanjutan.</p> 2025-12-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Yessa Rahmadini Putri, Tri Umiana Soleha, Ramadhan Triyandi, Muhammad Iqbal https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/885 Overcoming Regulatory Barriers: A Narrative Review of Implementation Strategies and Cultural Challenges of Lean Six Sigma in a GMP Environment 2025-12-15T13:50:53+00:00 Fhahira Alifiya fhahira.alifiya@unism.ac.id Andi Fadilla andifadilla@gmail.com <p>Pharmaceutical manufacturing is required to achieve operational efficiency while strictly complying with Good Manufacturing Practice (GMP) regulations. This dual demand often limits process improvement initiatives. Lean Six Sigma (LSS) provides a structured management approach that integrates efficiency improvement with regulatory compliance. This narrative review aims to analyze LSS implementation strategies in pharmaceutical manufacturing from a management and regulatory perspective. A focused literature review was conducted using major scientific databases. Due to the limited number of empirical studies conducted in highly regulated GMP environments, five relevant case studies were selected and analyzed using a narrative reflection approach. The analysis focused on managerial strategies, regulatory constraints, and organizational culture influencing LSS implementation. The results show that LSS strengthens GMP compliance by providing data-driven justification for process changes through the DMAIC framework. Lean tools, particularly Value Stream Mapping, enable managers to identify non-value-added activities that are not mandated by regulation. However, cultural resistance and risk-averse organizational behavior remain significant challenges, requiring strong leadership and employee involvement. In conclusion, Lean Six Sigma is an effective management strategy for overcoming regulatory and cultural barriers in pharmaceutical manufacturing while supporting sustainable operational excellence and product quality.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Fhahira Alifiya, Andi Fadilla https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/921 Efektivitas Senam Kaki Diabetik Sebagai Intervensi Non-Farmakologis Dalam Menurunkan Risiko Ulkus Kaki Diabetikum : Literatur Review 2026-01-10T09:52:30+00:00 Reysa Putri Sabilla reysaps32@gmail.com Nina Pamela Sari reysaps32@gmail.com <p>Ulkus Kaki Diabetikum (UKD) adalah komplikasi serius dari Diabetes Melitus (DM), di mana neuropati perifer dan masalah sirkulasi menjadi pemicu utamanya. Kondisi ini bertanggung jawab sebagai penyebab utama dari tindakan amputasi yang tidak disebabkan oleh trauma. Komplikasi ini merupakan penyebab utama amputasi non-traumatik. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh terapi senam kaki diabetik dalam mencegah risiko ulkus diabetikum pada penderita DM berdasarkan tinjauan literatur terkini. Penelitian ini menggunakan Literature Review berdasarkan pedoman PRISMA dengan pencarian artikel di Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda pada rentang tahun 2020–2025. Dari hasil seleksi diperoleh lima artikel yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas desain <em>pre-experimental</em> dan <em>quasi-experimental</em> yang menilai efek SKD (Senam Kaki Diabetik) terhadap risiko ulkus kaki diabetik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan Senam Kaki Diabetik (SKD) mampu mengurangi risiko ulkus kaki diabetikum secara signifikan (p&lt;0,05). Efek positif ini didapatkan melalui perbaikan pada sirkulasi darah perifer dan peningkatan sensitivitas pada kaki pasien DM. Senam Kaki Diabetik (SKD) telah terbukti sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang efektif, yang dicirikan sebagai tindakan yang aman, mudah, hemat biaya (<em>cost-effective</em>), dan dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien DM untuk mencegah risiko ulkus kaki.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Reysa Putrei Sabillla, Nina Pamela Sari https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/869 Literature Review : Efektivitas Pemberian Antibiotik Profilaksis dalam Mencegah Infeksi Luka Operasi pada Bedah Ortopedi 2025-12-03T23:43:19+00:00 Hanifah Tiara Dewi hanifahtiara22@gmail.com Mirza Junando hanifahtiara22@gmail.com Muhammad Fitra W.S hanifahtiara22@gmail.com Helmi Ismunandar hanifahtiara22@gmail.com <p>Infeksi luka operasi (ILO) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi setelah tindakan bedah ortopedi dan dapat meningkatkan morbiditas, lama rawat inap, serta biaya perawatan pasien. Upaya pencegahan ILO melalui pemberian antibiotik profilaksis telah menjadi standar praktik di berbagai rumah sakit, namun masih terdapat variasi dalam jenis, waktu, dan durasi pemberian yang dapat memengaruhi efektivitasnya. Kajian literatur ini bertujuan untuk menelaah bukti ilmiah mengenai efektivitas antibiotik profilaksis dalam mencegah ILO pada bedah ortopedi. Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em> dengan cara menelaah, mengidentifikasi dan menganalisis dari berbagai literature yang diperoleh melalui pencarian artikel ilmiah yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil telaah terhadap berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian antibiotik profilaksis yang tepat waktu, yaitu 30–60 menit sebelum insisi, serta dengan durasi pendek (single dose atau kurang dari 24 jam), terbukti efektif menurunkan risiko infeksi tanpa meningkatkan kejadian resistensi antibiotik. Sefazolin direkomendasikan untuk operasi ortopedi bersih karena efektif terhadap flora kulit penyebab infeksi, dan penggunaan yang rasional sesuai pedoman mendukung keselamatan pasien serta pencegahan resistensi antibiotik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa antibiotik profilaksis efektif dalam mencegah infeksi luka operasi pada bedah ortopedi jika diberikan tepat waktu, memiliki spektrum antibiotik yang sempit, dan berdurasi &lt;24 jam.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Hanifah Tiara Dewi, Mirza Junando, Muhammad Fitra W.S, Helmi Ismunandar https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/887 Evaluasi Pelaksanaan Discharge Planning Terstruktur dengan Pendekatan METHOD Pada Pasien Post Operasi Di Rumah Sakit 2025-12-19T03:07:49+00:00 Yunina Elasari yuninaelasari05@gmail.com <p>Pelayanan pasca operasi merupakan bagian penting dalam mutu pelayanan rumah sakit karena berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka dan pencegahan komplikasi. Tingginya angka tindakan operasi menuntut pelaksanaan discharge planning yang efektif dan terstruktur. Namun, pada praktiknya, edukasi perawatan luka, nutrisi, lingkungan, dan tindak lanjut pasca pemulangan pasien sering belum optimal. Kondisi ini berpotensi menurunkan kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan discharge planning terstruktur dengan pendekatan METHOD pada pasien pasca operasi di Rumah Sakit Natar Medika. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan <em>pre eksperimental</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pasca operasi bedah di ruang rawat inap sebanyak 20 kelompok kontrol dan 20 kelompok eksperimen. Teknik sampling yang digunakan <em>simple random sampling.</em> Instrumen penelitian telah dilakukan uji validitas dengan hasil <em>person product moment </em>dalam rentang 0,6-0,8. Sedangkan uji reabilitas dengan nilai <em>cronbach alpha</em> 0,859. Analisis data univariat mengunakan tabel distribusi frekuensi. Penelitian dimulai dari tanggal 22 Juli sampai dengan 22 September tahun 2024. Hasil penelitian sebelum dilakukan sosialisasi <em>discharge planning </em>dengan pendekatan METHOD didapatkan 70% kurang baik dan 30% baik pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen setelah dilakukan sosialisasi didapatakan 85% baik dan 15% kurang baik. Diharapkan pihak manajemen menerapkan <em>discharge planning </em>terstruktur untuk kesinambungan pelayanan dan perawat dapat memberikan edukasi kesehatan yang dibutuhkan pada pasien post operasi pasca pemulangan.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Yunina Elasari https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/888 Penerimaan Diri dan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi 2025-12-19T03:17:29+00:00 Riska Hediya Putri riskahediya17@aisyahuniversity.ac.id Merza Nopita riskahediya17@aisyahuniversity.ac.id <p>Kanker payudara merupakan penyakit kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, terutama selama menjalani kemoterapi. Selain dampak fisik, aspek psikologis seperti penerimaan diri berperan penting dalam proses adaptasi pasien terhadap penyakit dan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerimaan diri dan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Poliklinik Rawat Jalan RS Urip Sumoharjo pada bulan November 2024. Sampel sebanyak 60 responden diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner <em>Acceptance of Illness Scale</em> (AIS) dan WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kurang baik pada domain general health, kesehatan fisik, dan kesehatan psikologis, namun kualitas hidup relatif baik pada domain hubungan sosial dan lingkungan. Terdapat hubungan yang bermakna antara penerimaan diri dan kualitas hidup pada seluruh domain kualitas hidup (p &lt; 0,05). Penerimaan diri berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Peningkatan penerimaan diri perlu menjadi perhatian dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Riska Hediya Putri, Merza Nopita https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/872 Faktor Penyebab Diabetes Mellitus Pada Metabolisme Karbohidrat: A Literatur Review 2025-12-06T09:29:32+00:00 Ranita Suri Dewi ranita@utu.ac.id Iken Rahma Mahesty ranita@utu.ac.id Zikri Mutharhari ranita@utu.ac.id Iqbal Maulana ranita@utu.ac.id Mursyidah Ulfa ranita@utu.ac.id <p>Diabetes Mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan global yang serius karena berhubungan langsung dengan gangguan pada metabolisme karbohidrat. Penyakit ini ditandai dengan gangguan metabolisme karbohidrat akibat defisiensi atau resistensi insulin, yang berdampak pada peningkatan kadar gula darah dan kerusakan organ tubuh. Penelitian ini menggunakan desain studi literatur dengan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis faktor-faktor penyebab DM berdasarkan publikasi ilmiah periode 2019–2025. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional yang ter indeks di database terpercaya, dengan kriteria inklusi berupa relevansi topik, keterharuan data, dan proses peer-review. Hasil analisis terhadap sepuluh artikel menunjukkan bahwa pola makan yang tidak sehat, <em>sedentary lifestyle</em> dan obesitas merupakan faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi, sedangkan faktor genetik, stres, dan lingkungan menjadi faktor non-modifiable yang turut berperan. DM ditemukan tidak hanya pada lansia, tetapi juga pada remaja dengan obesitas dan gaya hidup buruk. Intervensi berupa edukasi gizi, peningkatan aktivitas fisik, serta pemantauan berkala terbukti efektif dalam pencegahan dan pengelolaan DM. Kajian ini menegaskan perlunya pendekatan holistik berbasis literatur untuk menekan prevalensi DM dan mencegah komplikasi jangka panjang.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Ranita Suri Dewi, Iken Rahma Mahesty, Zikri Mutharhari, Iqbal Maulana, Mursyidah Ulfa https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/935 Validasi Metode Analisis Dan Penetapan Kadar Asiklovir Menggunakan Pereaksi Ninhidrin Dan Asam Galat Dengan Spektrofotometri UV-Vis 2026-01-17T10:44:31+00:00 Edtyva Monicha edtyvam98@gmail.com <p><strong>Latar belakang:</strong> Asiklovir adalah obat antivirus yang aktif digunakan untuk mengobati infeksi HSV (Herpes simplex virus) tipe 1 dan virus tipe 2, obat ini juga berguna untuk pengobatan pada infeksi akibat varisela zoster virus. <strong>Tujuan: </strong>mencari metode alternatif untuk menganalisis asiklovir sehingga didapat hasil produk yang stabil, murah, efisien dan mudah diterapkan untuk menentukan kadar asiklovir dalam sediaan. <strong>Metode: </strong>penelitian di laboratorium meliputi panjang gelombang dan konsentrasi ninhidrin, serta dilakukan validasi metode analisis yang terdiri dari penentuan sensitivitas, linearitas, presisi, limit kuantifikasi, dan limit deteksi.<strong> Hasil:</strong> Terbentuknya kompleks hasil reaksi kondensasi/penggabungan antara Asiklovir dan Ninhidrin-Asam galat pada pH 5 berwarna ungu dengan serapan maksimum pada 543 nm diuji untuk mengevaluasi kandungan obat dalam formulasi secara kuantitatif. Kurva kalibrasi ditemukan linier hingga 30 µg/ml. <strong>Simpulan dan saran:</strong> metode analisis yang diusul kan telah terbukti sensitif dan reproduktif, sehingga cocok untuk penentuan asiklovir zat aktif maupun dalam bentuk sediaan farmasi.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Edtyva Monicha https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/937 Profil Kesehatan Metabolik Masyarakat Desa Lilinta Raja Ampat Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin 2026-01-18T03:43:44+00:00 Reny Indriyani renyindriyani96@gmail.com Siti Hajar renyindriyani96@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Penyakit tidak menular, khususnya gangguan metabolik, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Profil kesehatan metabolik dipengaruhi oleh berbagai faktor demografis, terutama usia dan jenis kelamin, serta berperan penting dalam risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus. Data mengenai profil metabolik masyarakat di wilayah kepulauan seperti Raja Ampat masih terbatas. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kesehatan metabolik masyarakat Desa Lilinta Raja Ampat berdasarkan usia dan jenis kelamin melalui parameter tekanan darah, kadar asam urat, kolesterol total, dan gula darah sewaktu. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang yang melibatkan 76 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara demografis, pengukuran tekanan darah, serta pemeriksaan darah kapiler menggunakan perangkat Point of Care Testing (POCT). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase parameter metabolik berdasarkan usia dan jenis kelamin. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,3% responden mengalami hipertensi dan 48,7% memiliki kadar kolesterol total tidak normal. Gangguan metabolik lebih banyak ditemukan pada kelompok lansia dibandingkan dewasa. Kadar asam urat tidak normal ditemukan pada 42,1% responden, dengan proporsi lebih tinggi pada perempuan. Sebagian besar responden (89,5%) memiliki kadar gula darah sewaktu dalam batas normal. <strong>Simpulan:</strong> Profil kesehatan metabolik masyarakat Desa Lilinta Raja Ampat menunjukkan dominasi gangguan tekanan darah dan dislipidemia yang dipengaruhi oleh faktor usia dan jenis kelamin. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining dan intervensi kesehatan metabolik berbasis komunitas untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di wilayah kepulauan.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Reny Indriyani, Siti Hajar https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/866 Uji Aktivitas Analgesik Infusa Herba Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus) 2025-12-02T08:54:20+00:00 Novita Sari novita_sari@fk.unila.ac.id Nola Harissa novita_sari@fk.unila.ac.id Muhammad Hafidz Abdillah novita_sari@fk.unila.ac.id <p>Nyeri merupakan tanda bahwa terjadi kerusakan jaringan pada tubuh manusia yang menimbulkan perasaan tidak menyenangkan. Penggunaan obat analgesik dapat mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Herba pegagan (<em>Centella asiatica</em>) adalah tanaman yang mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, tanin, alkaloid dan terpenoid yang diketahui dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk menguji aktivitas analgesik infusa herba pegagan (<em>Centella asiatica</em>) terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan 25 ekor mencit putih jantan yang terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok yang diberi aquades sebagai kontrol negatif, Ibuprofen 26 mg/KgBB sebagai kontrol positif dan infusa herba pegagan dengan dosis 300, 400 dan 500 mg/KgBB sebagi kelompok percobaan. Setelah 15 menit, kelompok percobaan diberikan penginduksi nyeri asam asetat 1% secara intraperitoneal. Kemudian diamati jumlah geliat mencit tiap 5 menit selama 60 menit, kemudian ditentukan persentase proteksi dan aktivitas analgesiknya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji one way ANOVA. Hasil analisis fitokimia diketahui infusa herba pegagan (<em>Centella asiatica</em>) positif mengandung flavonoid, alkoloid, tanin, dan terpenoid. Hasil analisis statistik LSD pada taraf kepercayaan 95 % menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan kecuali pada infusa herba pegagan (<em>Centella asiatica</em>) dosis dosis 400 dan 500 mg/KgBB dengan kelompok kontrol positif karena jumlah geliat pada mencit tidak jauh berbeda dengan kelompok kontrol positif, sehingga dapat dikatakan bahwa daya analgesik dosis dosis 400 dan 500 mg/KgBB setara dengan kelompok kontrol positif (Ibuprofen).</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Novita Sari, Nola Harissa, Muhammad Hafidz Abdillah https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/940 Antibiotik Fluorokuinolon Terhadap Penetrasi Jaringan Pada Pasien Dengan Gangguan Ginjal 2026-01-19T09:18:06+00:00 Denny Ardhianto ardhianto.denny@fk.unila.ac.id <p>Fluorokuinolon merupakan salah satu golongan antibiotika yang banyak digunakan dalam praktik klinik karena spektrum aktivitasnya yang luas serta kemampuan penetrasi jaringan yang baik. Keberhasilan terapi fluorokuinolon tidak hanya ditentukan oleh aktivitas antibakterinya, tetapi juga oleh karakteristik farmakokinetik, terutama distribusi dan eliminasi obat. Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, terjadi perubahan fisiologis yang dapat memengaruhi farmakokinetika fluorokuinolon, khususnya penurunan klirens renal yang menyebabkan peningkatan kadar obat dalam plasma. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko toksisitas tanpa selalu diikuti oleh peningkatan efektivitas klinis. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gangguan fungsi ginjal terhadap penetrasi fluorokuinolon ke jaringan serta implikasinya dalam praktik klinik. Berdasarkan telaah literatur, peningkatan konsentrasi plasma fluorokuinolon pada pasien dengan gangguan ginjal tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi obat di jaringan target infeksi. Penetrasi jaringan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain perubahan perfusi jaringan, ikatan protein plasma, gangguan mikrosirkulasi, dan akumulasi toksin uremik. Ketidaksesuaian antara kadar plasma dan kadar jaringan obat menunjukkan bahwa evaluasi keberhasilan terapi tidak dapat hanya didasarkan pada konsentrasi sistemik. Oleh karena itu, penggunaan fluorokuinolon pada pasien dengan gangguan ginjal memerlukan pendekatan terapi yang individual melalui penyesuaian dosis, pemilihan obat yang tepat, serta pemantauan klinis dan laboratorik yang berkesinambungan guna mencapai keseimbangan optimal antara efektivitas dan keamanan terapi.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Denny Ardhianto https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/sainsmedisina/article/view/943 Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi dengan Penyakit Penyerta Diabetes Mellitus: narrative review 2026-01-21T15:16:26+00:00 Dwi Ismayati dwiismayati15@fk.unila.ac.id <p>Hipertensi merupakan tantangan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia yang mencapai 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi memberikan dampak pada kualitas hidup pasien dan beban ekonomi yang masif serta hilangnya produktivitas. Di Indonesia, hipertensi menempati urutan teratas pembiayaan kesehatan nasional mencapai Rp12,1 triliun. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbandingan <em>Cost Effectiveness Analysis</em> (CEA) terapi antihipertensi pada pasien hipertensi dengan komorbid diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka naratif (<em>narrative review</em>). Sumber data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Dari 386 artikel yang teridentifikasi, terpilih 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi (artikel orisinal, <em>full-text</em>, dan relevan dengan komorbid DM) untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis artikel menunjukkan variasi nilai ACER dan ICER. Monoterapi amlodipin menunjukkan efisiensi tinggi pada studi tertentu dengan ICER negatif. Pada terapi kombinasi, regimen ACEI-CCB dan ACEI-Diuretik Thiazide mendominasi sebagai pilihan paling <em>cost-effective</em>. Namun, studi lain juga menunjukkan keunggulan kombinasi CCB-ARB dibandingkan CCB-ACEI dalam hal efisiensi biaya. Penentuan terapi paling <em>cost-effective</em> bersifat spesifik tergantung regimen yang dibandingkan. Kesimpulan pada tinjauan ini menunjukkan bahwa secara umum, kombinasi ACEI-CCB dan ACEI-Thiazide memberikan keseimbangan optimal antara biaya dan efektivitas klinis. Nilai ICER negatif pada beberapa studi menandakan potensi penghematan biaya (<em>cost-saving</em>) yang signifikan dalam manajemen hipertensi-diabetes.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2025 Dwi Ismayati