Majalah Cendekia Mengabdi
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi
<p><strong>MAJALAH CENDEKIA MENGABDI<br /></strong>Jurnal hasil pengabdian kepada masyarakat<br /><strong>ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230514571441230" target="_blank" rel="noopener">2987-419X</a></strong> (online)<br /><strong>DOI Jurnal: </strong><a href="https://doi.org/10.63004/mcm">10.63004/mcm</a><strong><br />Ketua Editor: </strong><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6000155/?view=services" target="_blank" rel="noopener">apt. Ali Rakhman Hakim, M.Farm</a><br /><strong>Frekuensi terbit: </strong>Februari, Mei, Agustus, dan November.<br /><strong>Majalah Cendekia Mengabdi </strong>menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.<br /><strong>Penerbit: <a href="https://wpcpublisher.com/" target="_blank" rel="noopener">CV. Wadah Publikasi Cendekia</a></strong></p>CV. Wadah Publikasi Cendekiaid-IDMajalah Cendekia Mengabdi2987-419XOptimalisasi Pelaksanaan Discharge Planning Terstruktur Melalui Sosialisasi Perawat dan Pengembangan Leaflet di Rumah Sakit
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1675
<p><em>Discharge planning</em> merupakan bagian penting dari pelayanan keperawatan yang bertujuan menjamin kesinambungan perawatan pasien setelah pulang dari rumah sakit. Namun, pelaksanaannya di Ruang Medina RSU Az Zahra Kalirejo belum berjalan optimal karena belum dilakukan secara terstruktur sejak pasien masuk hingga pulang, belum tersedia media edukasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien, serta pemahaman perawat mengenai pelaksanaan discharge planning belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan <em>discharge planning</em> terstruktur melalui edukasi kepada perawat, penyusunan leaflet edukasi pasien, dan sosialisasi pelaksanaan <em>discharge planning</em> di Ruang Medina RSU Az Zahra Kalirejo. Kegiatan diawali dengan identifikasi masalah menggunakan wawancara dan observasi kepada perawat serta penyebaran kuesioner kepada pasien. Intervensi yang dilakukan meliputi penyusunan leaflet edukasi mengenai pencegahan tuberkulosis di rumah, sosialisasi pelaksanaan <em>discharge planning</em> terstruktur kepada perawat, serta edukasi kepada pasien. Evaluasi dilakukan melalui observasi pelaksanaan kegiatan dan penilaian pemahaman peserta setelah kegiatan. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perawat mengenai pelaksanaan <em>discharge planning</em> terstruktur serta tersedianya media edukasi berupa leaflet yang dapat digunakan dalam proses edukasi pasien. Pasien juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan penularan tuberkulosis di rumah setelah diberikan edukasi. Implementasi kegiatan mendukung pelaksanaan <em>discharge planning</em> yang lebih sistematis dan berkesinambungan. Optimalisasi <em>discharge planning</em> melalui edukasi perawat dan pengembangan media edukasi mampu meningkatkan kesiapan pelaksanaan <em>discharge planning</em> di ruang perawatan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan kesinambungan perawatan pasien setelah pulang dari rumah sakit.</p>Yuli Sena FutriYunina ElasariRizki Yeni WulandariDhia IstiqomahAsril HSChusairil Pasa
Hak Cipta (c) 2026 Yuli Sena Futri, Yunina Elasari, Rizki Yeni Wulandari, Dhia Istiqomah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-062026-08-064313914610.63004/mcm.v4i3.1675Edukasi Dan Pencegahan Hipertensi Di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1685
<p><strong>Pendahuluan: </strong>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia (34,1% pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan Riskesdas 2018) dan sering disebut silent killer karena minim gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi berat seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Masyarakat Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan pola hidup berisiko hipertensi, seperti konsumsi tinggi garam dan lemak, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta minimnya pemeriksaan tekanan darah rutin. <strong>Tujuan: </strong>Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan mengenai pengertian, faktor risiko, tanda gejala, dan komplikasi hipertensi, meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan tekanan darah berkala, serta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi. <strong>Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan interaktif di Balai Desa Marga Agung yang diikuti 20 peserta dewasa berusia 30–60 tahun. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan media leaflet, pemeriksaan tekanan darah, diskusi tanya jawab, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. <strong>Hasil: </strong>Pengetahuan peserta kategori baik meningkat dari 20% (pre-test) menjadi 75% (post-test), sedangkan kategori kurang menurun dari 45% menjadi 10%. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa 55% peserta mengalami hipertensi (>140/90 mmHg). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan minat untuk menerapkan gaya hidup sehat. <strong>Simpulan: </strong>Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Marga Agung tentang hipertensi serta mendukung deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, sehingga dapat menjadi model intervensi promotif dan preventif berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa, perangkat desa, dan Puskesmas setempat.</p>Hardono HardonoWisnu SadhanaAsril HSChusairil PasaGiri SusantoRia GustinaNovi PuspitasariMuhamad Rizky AlkahfiMuhammad IksanTri Anggoro
Hak Cipta (c) 2026 Hardono Hardono, Wisnu Sadhana, Asril HS, Chusairil Pasa, Giri Susanto, Ria Gustina, Novi Puspitasari, Muhamad Rizky Alkahfi, Muhammad Iksan, Tri Anggoro
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-072026-08-074314715210.63004/mcm.v4i3.1685Pembuatan Jus Buah Naga Untuk Mencegah Anemia (JUBUGA) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Benao
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1773
<p>Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak pada kondisi ibu dan janin, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi dan pemanfaatan pangan lokal bergizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam pencegahan anemia melalui pembuatan JUBUGA (Jus Buah Naga) di wilayah kerja Puskesmas Benao. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Desa Benao Hulu dengan sasaran ibu hamil, bidan, dan kader posyandu. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan bidan desa, penyampaian materi melalui ceramah, pembagian leaflet, diskusi interaktif, serta demonstrasi pembuatan jus buah naga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif mengikuti edukasi, berdiskusi, dan memahami pentingnya pencegahan anemia melalui konsumsi tablet tambah darah, pemilihan makanan bergizi, serta pemanfaatan buah naga sebagai pangan pendamping. Demonstrasi JUBUGA juga memberikan keterampilan praktis yang mudah diterapkan di rumah. Kegiatan ini dapat menjadi strategi edukasi sederhana dan aplikatif dalam mendukung upaya promotif dan preventif pencegahan anemia pada ibu hamil.</p>LidyaAnis RakhmawatiHairiana Kusvitasari
Hak Cipta (c) 2026 Lidya, Anis Rakhmawati, Hairiana Kusvitasari
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-202026-08-204315315710.63004/mcm.v4i3.1773Edukasi Kesehatan dan Demonstrasi Pembuatan Minuman Jahe-Madu sebagai Upaya Peningkatan Manajemen Kesehatan Keluarga dalam Mengatasi Batuk pada Anak
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1241
<p style="text-align: justify;">Batuk pada anak merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan dapat mengganggu aktivitas serta kualitas tidur anak. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penanganan batuk secara nonfarmakologis menyebabkan terapi rumahan belum dilakukan secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai pemanfaatan terapi jahe dan madu sebagai upaya manajemen kesehatan keluarga dalam mengatasi batuk pada anak. Metode yang digunakan berupa promosi kesehatan melalui penyuluhan secara tatap muka di Desa Batik RT 01 dan 02 pada tanggal 21 Mei 2026 dengan metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta demonstrasi pembuatan rebusan jahe dan madu. Sasaran kegiatan adalah ibu dan anak dengan jumlah peserta sekitar 25 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif bertanya, dan mampu memahami manfaat, cara pembuatan, serta penggunaan terapi herbal jahe dan madu secara tepat. Demonstrasi langsung membantu peserta lebih mudah menerapkan terapi secara mandiri di rumah. Simpulan kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan mengenai terapi jahe dan madu efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang terapi nonfarmakologis untuk membantu meredakan batuk pada anak.</p>Novia HerianiVinchen Bintang MeilanyMirna ArdelaHera AmandaTri SulastriSonia
Hak Cipta (c) 2026 Novia Heriani, Vinchen Bintang Meilany, Mirna Ardela, Hera Amanda, Tri Sulastri, Sonia
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-222026-08-224315816410.63004/mcm.v4i3.1241Strategi Pengolahan Sampah Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Kulit Di SMAN 17 Jakarta
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1648
<p>Penumpukan sampah organik sekolah melepaskan gas VOCs pemicu penuaan dini seluler dan menjadi sarang patogen penyebab dermatitis kontak. Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang higienis bagi mahasiswa di SMAN 17 Jakarta. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif-interaktif melalui sosialisasi, pelatihan praktis pengomposan tertutup dengan bioaktivator EM-4, serta penerapan prosedur keselamatan kerja (<em>safety</em>). Evaluasi efektivitas program diukur menggunakan instrumen kognitif (<em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>) serta observasi terhadap 68 peserta. Hasil intervensi menunjukkan lonjakan signifikan pada pemahaman kognitif peserta terkait pencegahan dermatitis (89,7%–92,6%) serta mitigasi emisi gas sampah (86,8%–97,1%). Pada indikator sikap, terjadi perubahan perilaku total di mana 100% peserta patuh menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan saat mengolah limbah. Kesimpulannya, strategi konversi sampah organik menjadi pupuk secara higienis efektif mereduksi media perkembangbiakan patogen kulit sekaligus menekan polusi udara seluler di lingkungan sekolah.</p>Danang Aji PrabowoAlwan Dhafi UmarApriliana NabilaFaelosofi Hakim
Hak Cipta (c) 2026 Danang Aji Prabowo; Alwan Dhafi Umar; Apriliana Nabila, Faelosofi Hakim
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-222026-08-224316517010.63004/mcm.v4i3.1648Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Praktik Cuci Tangan pada Siswa SDN Belitung Selatan 1 Banjarmasin
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1727
<p>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang berisiko tinggi terhadap penularan penyakit infeksi. Pada siswa kelas 2 SDN Belitung Selatan 1 Banjarmasin, masih ditemukan rendahnya kesadaran siswa untuk mencuci tangan menggunakan sabun serta ketidaktahuan mengenai teknik 6 langkah cuci tangan standar WHO, sehingga berpotensi meningkatkan risiko diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mempraktikkan cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan media Power Point, demonstrasi dan praktik langsung 6 langkah cuci tangan, pemasangan poster edukasi di area sanitasi sekolah, serta sesi tanya jawab dan kuis untuk mengevaluasi pemahaman siswa. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mempraktikkan 6 langkah cuci tangan dengan benar, ditandai dengan antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi edukasi dan praktik. Siswa juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas. Luaran kegiatan berupa poster edukasi enam langkah cuci tangan yang dipasang secara permanen di lingkungan sekolah sebagai media pengingat visual berkelanjutan bagi siswa.</p>Fhahira AlifiyaFebby Yulia HastikaMaria Amelinda TaniaMarcellina PutriRismah
Hak Cipta (c) 2026 Fhahira Alifiya, Febby Yulia Hastika, Maria Amelinda Tania, Marcellina Putri, Rismah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-222026-08-224317117510.63004/mcm.v4i3.1727