https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/issue/feedMajalah Cendekia Mengabdi2025-03-24T23:25:05+00:00apt. Ali Rakhman Hakim, M.Farmcendekiamengabdi@wpcpublisher.comOpen Journal Systems<p><strong>MAJALAH CENDEKIA MENGABDI<br /></strong>Jurnal hasil pengabdian kepada masyarakat<br /><strong>ISSN <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2987-419X" target="_blank" rel="noopener">2987-419X</a></strong> (online)<strong><br />Ketua Editor: </strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6000155/?view=services" target="_blank" rel="noopener">apt. Ali Rakhman Hakim, M.Farm</a><br /><strong>Frekuensi terbit: </strong>Februari, Mei, Agustus, dan November.<br /><strong>Majalah Cendekia Mengabdi </strong>menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.<br /><strong>Penerbit: <a href="https://wpcpublisher.com/" target="_blank" rel="noopener">CV. Wadah Publikasi Cendekia</a></strong></p>https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/543Pendampingan Optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Di SMP Muhammadiyah 2 Kota Ternate 2025-02-04T12:25:57+00:00Muhammad Zulfian A. Disizulfianadisi@gmail.comAbulkhair Abdullahzulfianadisi@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Unit Kesehatan Sekolah (UKS) adalah suatu wadah atau unit di lingkungan sekolah yang didesain untuk memberikan pelayanan kesehatan dan mendukung upaya pembinaan kesehatan bagi seluruh komunitas sekolah. Tujuan utama dari UKS adalah untuk menjaga, meningkatkan, dan mempromosikan kesehatan serta mencegah penyakit di kalangan siswa, staf, dan anggota sekolah lainnya. Pengabdian kepada masyarakat membuka peluang untuk menciptakan UKS yang lebih dari sekadar fasilitas kesehatan. Ini menjadi wadah pembelajaran yang mencakup interaksi antara sekolah dan masyarakat, menciptakan dampak positif terhadap kesejahteraan siswa. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang peran masyarakat dalam pembangunan pendidikan menjadi kunci dalam mencapai tujuan optimalisasi UKS.<br /><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kesehatan siswa dan staf, mengoptimalkan fungsi UKS, mengembangkan keterampilan tenaga kesehatan, memperbaiki fasilitas UKS, mendorong kerja sama berkelanjutan antara sekolah dan pihak terkait, serta merancang program-program kesehatan yang relevan, sehingga UKS dapat berfungsi secara optimal dan memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan siswa.<br /><strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyuluhan dan pendampingan seperti memberikan edukasi kepada peserta kegiatan mengenai tata cara pengolahan UKS yang baik dan melakukan pendampingan untuk mengelola UKS. Pada akhir kegiatan dilaksanakan penyerahan obat-obatan dan perlengkapan P3K.<br /><strong>Hasil:</strong> Hasil yang di peroleh dari pengabdian ini yaitu menunjukkan pencapaian yang signifikan. Pertama, terjadi peningkatan kesadaran kesehatan di kalangan siswa dan staf, terlihat dari antusiasme peserta dalam diskusi dan kegiatan yang dilaksanakan.<br /><strong>Simpulan:</strong> menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Peningkatan kesadaran kesehatan di antara siswa dan staf, pengoptimalan fungsi UKS, serta pengembangan keterampilan tenaga kesehatan telah memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.</p>2025-02-04T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Zulfian A. Disi, Abulkhair Abdullahhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/544Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Tebak Gambar Dan Bermain Ular Tangga (Tega Berutang) Untuk Melatih Stimulasi Sensori Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera2025-02-05T12:51:55+00:00Tiaradevi Tiaradevitiaradevi.feb08@gmail.comMohammad Basitputeriptr3@gmail.comHariadi Widodoemail@email.comDimas R Panggabeanemail@email.comMuhammad Aldiemail@email.comJum’atul Husnaemail@email.comPuteri Puteriemail@email.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Lanjut usia mengalami perubahan fungsi dari sistem tubuh, salah satunya ialah penurunan fungsi kognitif. Jumlah lansia yang meningkat mengalami berbagai permasalahan berkaitan dengan kesehatan, kelemahan fisik serta sosial. Terapi aktivitas kelompok merupakan suatu jenis terapi modalitas yang dapat dibuat oleh perawat pada suatu kelompok lansia untuk meningkatkan fungsi kognitif dan sosial pada lansia. Tebak benda dan bermain ular tangga menjadi salah satu pilihan terapi aktivitas kelompok pada lansia untuk meningkatkan fungsi kognitif dan sosial.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Tujuan dari pelaksanaan kegiatan terapi aktivitas kelompok ini adalah untuk melatih kemampuan kognitif dan sosial pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera. Sasaran dalam kegiatan ini adalah lansia di Wisma Teratai yang berjumlah 7 orang yang memiliki kemampuan kognitif dan sosial yang rendah.</p> <p><strong>Metode: </strong>Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah permainan dan diskusi.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan menunjukkan para lansia terlibat secara aktif dan antusias dalam kegiatan ini.</p> <p><strong>Simpulan: </strong>Dapat disimpulkan kegiatan ini dapat membantu dalam meningkatkan fungsi kognitif dan sosial pada lansia lewat terapi aktivitas kelompok tebak benda dan bermain ular tangga sehingga meningkatkan kualitas hidup lansia.</p>2025-02-05T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Tiaradevi Tiaradevi, Mohammad Basit, Hariadi Widodo, Dimas R Panggabean, Muhammad Aldi, Jum’atul Husna, Puteri Puterihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/606Pemeliharaan Kesehatan Kerja Pegawai Kantor PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalselteng2025-02-07T13:34:45+00:00Mahmudah Mahmudahemail@email.comEddy Rahmanemail@email.comErwin Ernadiemail@email.comM. Bahrul Ilmiemail@email.comRidha Hayatiemail@email.comHilda Iriyantiemail@email.comDhisya Wahyudhiya Rantiemail@email.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Kesehatan kerja dalam perusahaan diciptakan agar tenaga kerja mendapatkan jaminan rasa aman dan nyaman yang menyeluruh sehingga meningkatkan produktifitas dan menguntungkan perusahaan. Maka dari itu semua jenis pekerjaan harus dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemeliharaan kesehatan kerja pada program pemeliharaan kesehatan pegawai dengan mengukur kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap 36 pegawai kantor PT. PLN (Persero) UID Kalselteng.</p> <p><strong>Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner, pengukuran lingkungan kerja menggunakan metode ROSA (<em>Rapid Office Strain Assessment</em>), dan metode POCT (<em>Point-of-Care Testing</em>) untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat digunakan untuk mengukur kapasitas kerja.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Sebagian besar pegawai (63,9%) memiliki beban kerja sedang, 75% pegawai memiliki tekanan darah normal, 83,3% pegawai memiliki kadar gula darah normal, 86,1% pegawai memiliki kadar kolesterol normal dan 61,1% pegawai memiliki kadar asam urat normal. Hasil evaluasi lingkungan kantor yang memiliki tingkat risiko “tidak berbahaya”</p> <p><strong>Simpulan: </strong>PT. PLN (Persero) UID Kalselteng sudah menerapkan kesehatan kerja yang cukup baik, hanya saja kurang maksimal dikarenakan Kurangnya pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap pemeliharaan kesehatan, media untuk promosi kesehatan kerja di perkantoran dan penerapan pola kerja yang ideal pada pegawainya.</p>2025-02-07T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Mahmudah Mahmudah, Eddy Rahman, Erwin Ernadi, M. Bahrul Ilmi, Ridha Hayati, Hilda Iriyanti, Dhisya Wahyudhiya Rantihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/608Practice Qualitative Analysis Metabolit Sekunder Bagi Mahasiswa Kehutanan2025-02-08T13:14:30+00:00Syahrida Dian Ardhanychass501@gmail.comSusi Novaryatiinchass501@gmail.comArdiyansyah Purnamachass501@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Potensi sumber daya alam Kalimantan Tengah terutama tanaman yang mengandung senyawa bioaktif berkhasiat obat, kosmetika sangat melimpah, salah satunya di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mungku baru Kalimantan Tengah yang dikelola Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) berkolaborasi dengan <em>Borneo Nature Foundation</em> (BNF), namun belum banyak diteliti ataupun dimanfaatkan dengan baik. Mahasiswa kehutanan UMPR sangat potensial untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan metabolit sekunder ini untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan yang nantinya dapat ditindaklanjuti dengan berkolaborasi lebih jauh bersama mahasiswa farmasi UMPR.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memotivasi, meningkatkan pengetahuan maupun <em>skill </em>lebih luas, serta menstimulasi ketertarikan mahasiswa kehutanan UMPR untuk melakukan penelitian terutama dalam hal pengujian kualitatif metabolit sekunder yang berasal dari tanaman.</p> <p><strong>Metode: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dua arah dan praktek secara langsung di laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan UMPR yang kemudian di evaluasi nilai <em>pretest</em>-<em>posttest </em>menggunakan kuisioner via <em>google form</em> dan dilanjutkan dengan pengolahan data secara statistik.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri mahasiswa kehutanan UMPR sebanyak 20 peserta. Berdasarkan hasil <em>pre-test </em>dan<em> post-test</em> dengan nilai maksimal 100, rata-rata nilai peserta 46 dan 91 dimana terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari 20 peserta terdapat 18 peserta mengalami peningkatan nilai <em>post-test</em> dan 2 peserta dengan nilai yang sama baik <em>pre-test </em>maupun <em>post-test. </em>Nilai <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> ini dianalisis secara statistik (uji Wilcoxon) dengan hasil adanya perbedaan signifikan nilai <em>pretest</em>-<em>posttest</em> (P=0.000).</p> <p><strong>Simpulan: </strong><em>Analisis statistik evaluasi</em> nilai <em>pretest</em>-<em>posttest </em>menunjukkan adanya perbedaan signifikan nilai <em>pretest</em>-<em>posttest</em> (P= 0.000) yang dimaknai bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang metabolit sekunder pada tanaman dan tata cara uji kualitatifnya.</p>2025-02-08T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Syahrida Dian Ardhany, Susi Novaryatiin, Ardiyansyah Purnamahttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/601Edukasi Menstrual Hygiene Pada Santriwati Pondok Pesantren DDI Azzikra, Kab. Tanah Bumbu2025-02-09T08:11:19+00:00Ani Agustinaaniagustina.id@gmail.comRisyda Komaliyaaniagustina.id@gmail.comSaftia Aryzkianiagustina.id@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Menstruasi menjadi daya tarik masalah kesehatan masyarakat. Di banyak negara, terutama negara dengan pendapatan rendah dan menengah, kebutuhan kesehatan dan kebersihan menstruasi menjadi terabaikan. Hal tersebut terjadi karena terbatasnya akses terhadap informasi, edukasi, produk dan layanan, serta fasilitas yang tidak memadai dan ketidaksetaraan.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan <em>menstrual hygiene</em> santriwati Pondok Pesantren DDI Azzikra Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.</p> <p><strong>Metode: </strong>pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Untuk mengukur tingkat pengetahuan dilakukan pretest dan post test.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Penilaian menyeluruh terhadap pengetahuan santriwati Pondok Pesantren DDI Azzikra mengalami peningkatan sebelum dan sesudah edukasi (p<0,05), dengan aadanya peningkatan level pengetahuan dapat diterima menjadi baik.</p> <p><strong>Simpulan: </strong>Edukasi <em>menstrual hygiene</em> terhadap santriwati Pondok Pesantren DDI Azzikra memberikan pengaruh signifkan terhadap peningkatan level pengetahuan.</p>2025-02-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ani Agustina, Risyda Komaliya, Saftia Aryzkihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/508Edukasi Kesehatan Dan Pendampingan Gizi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Pola Asuh Dan Mengolah Menu Seimbang Bagi Ibu Balita Wasting Di Kelurahan Landasan Ulin Selatan2025-03-01T06:24:20+00:00Rusmini Yantirusminiyanti1502@gmail.comRijanti Abdurrachimrusminiyanti1502@gmail.comSajiman Sajimanrusminiyanti1502@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong><em> Wasting</em> merujuk pada balita yang beratnya terlalu rendah untuk ukuran tinggi mereka. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur <em>wasting </em>pada balita yaitu BB/TB atau BB/PB. <em>Wasting</em> biasanya ditandai dengan kehilangan berat badan yang mendadak karena asupan makanan yang tidak mencukupi atau penyakit akut sehingga meningkatkan risiko kematian pada balita. Balita yang mengalami <em>wasting</em> atau kurus disebabkan karena kejadian tersebut baru terjadi atau berlangsung dalam waktu yang pendek yang sifatnya akut seperti penurunan asupan gizi yang drastis atau menderita penyakit sehingga berat badannya berkurang. </p> <p><strong>Tujuan:</strong> Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesehatan dan pendampingan gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pola asuh dan mengolah menu seimbang bagi ibu balita <em>wasting.</em></p> <p><strong>Metode: </strong>Solusi yang dilakukan adalah kegiatan pengabdian masyarakat berupa peningkatan pengetahuan ibu balita melalui penyuluhan, peningkatan keterampilan mengolah menu seimbang melalui demontrasi dan pendampingan gizi melalui asuhan gizi. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen-dosen Poltekkes Kemenkes Banjarmasin dibantu oleh beberapa mahassiswa dan pihak puskesmas Liang Anggang. Sasaran dari kegiatan pengabdian nasyarakat ini adalah 20 orang ibu balita <em>wasting </em>di Kelurahan Banjarbaru Selatan.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan ibu balita wasting dari rata-rata 56,5 menjadi 91,5 pada saat pretest dan postest dan terjadi peningkatan keterampilan ibu dalam mengolah menu seimbang balita dengan penilaian kategori baik untuk aspek penampilan umum makanan, variasi bahan makana, porsi makanan dan kategori baik sekali untuk aspek tekstur makanan sesuai usia balita.</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Hendaknya dilakukan pendampingan yang berkesinambungan sehingga peningkatan berat badan balita <em>wasting</em> cepat tercapai dan hendaknya ibu balita dengan berat badan yang sudah normal dapat menjadi <em>role model</em> bagi ibu balita lainnya.</p>2025-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Rusmini Yanti, Rijanti Abdurrachim, Sajiman Sajimanhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/509Peningkatan Pengetahuan Keluarga Dan Keterampilan Serta Strategi Menurunkan Prevalensi Gizi Kurang Pada Balita Dengan Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal 2025-03-01T06:24:16+00:00Ermina Syainahermina.saner@gmail.comNurhamidi Nurhamidiemail@email.comRosihan Anwaremail@email.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Malnutrisi atau gizi kurang merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah rata-rata. Malnutrisi disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang dan tidak tepat, kurangnya pengetahuan orang tua tentang nutrisi pada anak. Pengaturan pengelolaan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan ibu hamil kurang energi kronis ini adalah sebagai acuan bagi tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait dalam pengelolaan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang dan ibu hamil kurang energi kronis. Permasalahan gizi perlu mendapatkan perhatian yang serius demi kelangsungan hidup anak balita yang pada akhirnya berpengaruh pula pada kelangsungan hidup bangsa karena gizi berkontribusi besar terhadap peningkatan sumber daya manusia. Desa Lok Baintan memiliki keunggulan spesifik dalam bidang budidaya hasil perikanan, petani, pencari ikan, pedagang hasil pertanian namun belum mampu mengembangkan secara maksimal keunggulan tersebut untuk dijadikan sebagai sumber penghasilan pendapatan.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Peningkatan pengetahuan keluarga dan keterampilan serta strategi menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita dengan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal .</p> <p><strong>Metode: </strong>Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Metode penyampaian melalui pendekatan adragogi sehingga diharapkan terjadi interaksi yang intensif antara peserta dengan tim pelaksana, diskusi kelompok fokus, pendidikan dan pelatihan, dan keterampilan.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Peningkatan pengetahuan, keterampilan memasak, penurunan prevalensi gizi kurang dan peningkatan kemandirian.</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Program PMT berbasis pangan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita. Pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan semua pemangku kepentingan sangat krusial untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dalam perbaikan gizi.</p>2025-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Ermina Syainah, Nurhamidi Nurhamidi, Rosihan Anwarhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/610Implementasi PERMA No. 7 Tahun 2015 Dalam Meningkatkan Efisiensi Administrasi Peradilan (Studi Di Kepaniteraan Muda Pidana Pengadilan Negeri Banjarmasin)2025-03-02T03:58:22+00:00Maria Kristinamariakrstnnaaa@gmail.comVivin Ermia Sarinari Yopan Oktarinamariakrstnnaaa@gmail.comNoor Adiyatimariakrstnnaaa@gmail.comMuhammad Adityamariakrstnnaaa@gmail.comMuhammad Audya Bintangmariakrstnnaaa@gmail.comMuhammad Noor Ainimariakrstnnaaa@gmail.comMuhammad Sulaimanmariakrstnnaaa@gmail.comMuhammad Luthfi Setiarnomariakrstnnaaa@gmail.comRamadhani Alfin Habibiemariakrstnnaaa@gmail.comMuhammad Aminmariakrstnnaaa@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Mahkamah Agung menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 7 Tahun 2015 guna meningkatkan profesionalisme dan efektivitas administrasi peradilan, khususnya dalam kepaniteraan pidana. Pengadilan Negeri Banjarmasin sebagai salah satu lembaga peradilan menerapkan regulasi ini untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas administrasi perkara pidana.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi PERMA No. 7 Tahun 2015 dalam kepaniteraan muda pidana di Pengadilan Negeri Banjarmasin serta mengidentifikasi kendala dan solusi dalam penerapannya.</p> <p><strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan <em>service learning</em>. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan panitera muda pidana serta studi dokumen terkait regulasi tersebut.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PERMA No. 7 Tahun 2015 di PN Banjarmasin telah meningkatkan efisiensi administrasi peradilan melalui sistem E-Berpadu dan SIPP.</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Namun, kendala seperti gangguan jaringan dan keterbatasan SDM masih menjadi tantangan, seajalan dengan hal tersebut maka diadakannya upaya perbaikan dilakukan dengan menyediakan generator cadangan serta hal lainnya, selain itu, Pengadilan Negeri Banjarmasin juga menyediakan berbagai inovasi pelayanan yang tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat.</p>2025-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Maria Kristina, Vivin Ermia Sarinari Yopan Oktarina, Noor Adiyati, Muhammad Aditya, Muhammad Audya Bintang, Muhammad Noor Aini, Muhammad Sulaiman, Muhammad Luthfi Setiarnohttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/510Edukasi Dan Pelatihan Pengolahan MP-ASI Berbahan Pangan Lokal Pada Kader Untuk Mencegah Stunting (Kelurahan Landasan Ulin Tengah)2025-03-04T13:18:03+00:00Aprianti Apriantiemail@email.comNiken Widyastuti Hariatiniken.widyastuti.hariati@gmail.comYasir Farhatemail@email.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak signifikan pada kesehatan anak-anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan pangan lokal yang tepat dapat menjadi salah satu strategi pencegahan stunting pada anak usia dini.</p> <p><strong>Tujuan: </strong>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu di Kelurahan Landasan Ulin Tengah tentang pengolahan MP-ASI berbasis pangan lokal.</p> <p><strong>Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2024, melibatkan 27 kader posyandu. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang pemilihan bahan dan pengolahan MP-ASI serta demo masak.</p> <p><strong>Hasil: </strong>Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader, di mana kader dengan pengetahuan baik meningkat dari 29,63% sebelum pelatihan menjadi 62,96% setelah pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat peran kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui edukasi berbasis pangan lokal.</p> <p><strong>Simpulan: </strong>Pelatihan berkala dan kolaborasi dengan puskesmas disarankan untuk menjaga keberlanjutan program ini.</p>2025-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Aprianti Aprianti, Niken Widyastuti Hariati, Yasir Farhathttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/658Hubungan Pengetahuan Remaja Dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Di Mts. Nurul Iman Sekincau Kabupaten Lampung Barat Tahun 20242025-03-24T23:25:05+00:00Nurul Zakiyyahnurulzakiyyah060695@gmail.comSri Rahayunurulzakiyyah060695@gmail.comRirin Wulandarinurulzakiyyah060695@gmail.comIis Tri Utaminurulzakiyyah060695@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Anemia disebabkan oleh kurangnya sel darah merah, dan remaja putri termasuk salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Selain karena mereka rentan mengalami malnutrisi hal ini juga disebabkan karena mereka mengalami menstruasi sehingga membutuhkan asupan Fe. Penyebab anemia pada umumnya adalah kekurangan gizi khususnya kekurangan zat besi. Perubahan gaya hidup dan kebiasaan pangan menuntut penyesuaian asupan energi dan zat gizi. Menurut survei yang dilakukan di MTs. Nurul Iman Sekincau Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2024 dari 10 siswi SMP diketahui sebanyak 4 (40%) siswi mengalami anemia.</p> <p><strong>Tujuan:</strong> Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan pengetahuan remaja dan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia di MTs. Nurul Iman Sekincau Kabupaten Lampung Barat tahun 2024.</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi remaja putri kelas IX dengan sampel yang digunakan sebanyak 51 responden (total sampling). Penelitian telah dilaksanakan di MTs. Nurul Iman Sekincau Kabupaten Lampung Barat pada bulan Agustus tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan cek Hb dan lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji chi square).</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 26 (51,0%) responden tidak mengalami kejadian anemia, sebanyak 27 (52,9%) responden memiliki pengetahuan baik, sebanyak 30 (58,8%) responden tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe. Ada hubungan pengetahuan (p-value = 0,017), kepatuhan konsumsi tablet Fe (0,000) dengan kejadian anemia di MTs. Nurul Iman Sekincau Kabupaten Lampung Barat tahun 2024.</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Saran bagi tenaga kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe. Kolaborasi dengan guru terkait pemberian konsumsi tablet Fe juga diperlukan secara teratur.</p>2025-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Nurul Zakiyyah, Sri Rahayu, Ririn Wulandari, Iis Tri Utamihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/659Asuhan Keperawatan Resiko Hipovolemia Pada Pasien Diare Dengan Penerapan Teknik Akupresur Di Ruang Anak RSUD Pringsewu Tahun 20242025-03-24T23:25:00+00:00Antiaantia.fy29@gmail.comRini Palupiantia.fy29@gmail.comFeri Kameliawatiantia.fy29@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Diare merupakan suatu kondisi peningkatan frekuensi buang air besar tidak normal yaitu lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi tinja lunak sampai cair dari biasanya sebagai akibat dari terjadinya proses peradangan atau implamasi pada lambung atau usus.</p> <p><strong>Tujuan:</strong>Tujuan penulisan ini adalah diketahuinya penerapan akupresure dengan asuhan keperawatan Resiko Hipovolemia pada pasien diare.</p> <p><strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini merupakan Asuhan Keperawatan Komprehensif dengan menggunakan <em>metode Case Study</em>. Tindakan yang dipilih yaitu penerapan Teknik akupresure untuk meredakan pasien diare. Subjek asuhan pada karya ilmiah akhir ini adalah pasien dengan kategori anak-anak yang mengalami diagnosa medis diare berjumlah 1 orang di ruang anak RSUD Pringsewu. Tindakan atau intervensi utama yang akan diberikan kepada responden adalah penerapan Teknik akupresure pada diare di ruang anak RSUD Pringsewu.</p> <p><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian ini pada kasus An. N dengan diare datang kerumah sakit karena BAB encer, frekuensi lebih dari 7 kali dalam sehari, muntah, demam tinggi, dan BAB berlendir, anus dan daerah sekitar menjadi lecet, nafsu makan berkurang, anak menjadi gelisah, dan rewel. An. N mengalami penurunan berat badan.</p> <p><strong>Simpulan:</strong>Diharapkan perawat memberikan intervensi keperawatan non farmakologi penerapan Teknik akupresure yang mengalami masalah keperawatan resiko hipovolemia pada pasien diare yang ada di ruang anak RSUD Pringsewu.</p>2025-02-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2025 Antia, Rini Palupi, Feri Kameliawati