https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/issue/feedMajalah Cendekia Mengabdi2026-09-07T11:35:08+00:00apt. Ali Rakhman Hakim, M.Farmcendekiamengabdi@wpcpublisher.comOpen Journal Systems<p><strong>MAJALAH CENDEKIA MENGABDI<br /></strong>Jurnal hasil pengabdian kepada masyarakat<br /><strong>ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230514571441230" target="_blank" rel="noopener">2987-419X</a></strong> (online)<br /><strong>DOI Jurnal: </strong><a href="https://doi.org/10.63004/mcm">10.63004/mcm</a><strong><br />Ketua Editor: </strong><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/authors/profile/6000155/?view=services" target="_blank" rel="noopener">apt. Ali Rakhman Hakim, M.Farm</a><br /><strong>Frekuensi terbit: </strong>Februari, Mei, Agustus, dan November.<br /><strong>Majalah Cendekia Mengabdi </strong>menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.<br /><strong>Penerbit: <a href="https://wpcpublisher.com/" target="_blank" rel="noopener">CV. Wadah Publikasi Cendekia</a></strong></p>https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1675Optimalisasi Pelaksanaan Discharge Planning Terstruktur Melalui Sosialisasi Perawat dan Pengembangan Leaflet di Rumah Sakit2026-08-06T22:01:59+00:00Yuli Sena Futriyuninaelasari05@gmail.comYunina Elasariyuninaelasari05@gmail.comRizki Yeni Wulandariyuninaelasari05@gmail.comDhia Istiqomahyuninaelasari05@gmail.comAsril HSyuninaelasari05@gmail.comChusairil Pasayuninaelasari05@gmail.com<p><em>Discharge planning</em> merupakan bagian penting dari pelayanan keperawatan yang bertujuan menjamin kesinambungan perawatan pasien setelah pulang dari rumah sakit. Namun, pelaksanaannya di Ruang Medina RSU Az Zahra Kalirejo belum berjalan optimal karena belum dilakukan secara terstruktur sejak pasien masuk hingga pulang, belum tersedia media edukasi yang sesuai dengan kebutuhan pasien, serta pemahaman perawat mengenai pelaksanaan discharge planning belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan <em>discharge planning</em> terstruktur melalui edukasi kepada perawat, penyusunan leaflet edukasi pasien, dan sosialisasi pelaksanaan <em>discharge planning</em> di Ruang Medina RSU Az Zahra Kalirejo. Kegiatan diawali dengan identifikasi masalah menggunakan wawancara dan observasi kepada perawat serta penyebaran kuesioner kepada pasien. Intervensi yang dilakukan meliputi penyusunan leaflet edukasi mengenai pencegahan tuberkulosis di rumah, sosialisasi pelaksanaan <em>discharge planning</em> terstruktur kepada perawat, serta edukasi kepada pasien. Evaluasi dilakukan melalui observasi pelaksanaan kegiatan dan penilaian pemahaman peserta setelah kegiatan. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman perawat mengenai pelaksanaan <em>discharge planning</em> terstruktur serta tersedianya media edukasi berupa leaflet yang dapat digunakan dalam proses edukasi pasien. Pasien juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan penularan tuberkulosis di rumah setelah diberikan edukasi. Implementasi kegiatan mendukung pelaksanaan <em>discharge planning</em> yang lebih sistematis dan berkesinambungan. Optimalisasi <em>discharge planning</em> melalui edukasi perawat dan pengembangan media edukasi mampu meningkatkan kesiapan pelaksanaan <em>discharge planning</em> di ruang perawatan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan kesinambungan perawatan pasien setelah pulang dari rumah sakit.</p>2026-08-06T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yuli Sena Futri, Yunina Elasari, Rizki Yeni Wulandari, Dhia Istiqomahhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1685Edukasi Dan Pencegahan Hipertensi Di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan2026-08-07T20:34:15+00:00Hardono Hardonohardonoaisyah2009@gmail.comWisnu Sadhanawsnabgz@gmail.comAsril HSasrilhs23@gmail.comChusairil Pasachusairil@gmail.comGiri Susantoriusansuke@gmail.comRia Gustinahardonoaisyah2009@gmail.comNovi Puspitasarihardonoaisyah2009@gmail.comMuhamad Rizky Alkahfihardonoaisyah2009@gmail.comMuhammad Iksanhardonoaisyah2009@gmail.comTri Anggorohardonoaisyah2009@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia (34,1% pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan Riskesdas 2018) dan sering disebut silent killer karena minim gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi berat seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Masyarakat Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan pola hidup berisiko hipertensi, seperti konsumsi tinggi garam dan lemak, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta minimnya pemeriksaan tekanan darah rutin. <strong>Tujuan: </strong>Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan mengenai pengertian, faktor risiko, tanda gejala, dan komplikasi hipertensi, meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan tekanan darah berkala, serta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi. <strong>Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan interaktif di Balai Desa Marga Agung yang diikuti 20 peserta dewasa berusia 30–60 tahun. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan media leaflet, pemeriksaan tekanan darah, diskusi tanya jawab, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. <strong>Hasil: </strong>Pengetahuan peserta kategori baik meningkat dari 20% (pre-test) menjadi 75% (post-test), sedangkan kategori kurang menurun dari 45% menjadi 10%. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa 55% peserta mengalami hipertensi (>140/90 mmHg). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan minat untuk menerapkan gaya hidup sehat. <strong>Simpulan: </strong>Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Marga Agung tentang hipertensi serta mendukung deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, sehingga dapat menjadi model intervensi promotif dan preventif berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa, perangkat desa, dan Puskesmas setempat.</p>2026-08-07T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hardono Hardono, Wisnu Sadhana, Asril HS, Chusairil Pasa, Giri Susanto, Ria Gustina, Novi Puspitasari, Muhamad Rizky Alkahfi, Muhammad Iksan, Tri Anggorohttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1773Pembuatan Jus Buah Naga Untuk Mencegah Anemia (JUBUGA) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Benao2026-08-22T04:20:29+00:00Lidyalidya@gmail.comAnis Rakhmawatilidya@gmail.comHairiana Kusvitasarilidya@gmail.com<p>Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak pada kondisi ibu dan janin, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi dan pemanfaatan pangan lokal bergizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam pencegahan anemia melalui pembuatan JUBUGA (Jus Buah Naga) di wilayah kerja Puskesmas Benao. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Februari 2026 di Desa Benao Hulu dengan sasaran ibu hamil, bidan, dan kader posyandu. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan bidan desa, penyampaian materi melalui ceramah, pembagian leaflet, diskusi interaktif, serta demonstrasi pembuatan jus buah naga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta aktif mengikuti edukasi, berdiskusi, dan memahami pentingnya pencegahan anemia melalui konsumsi tablet tambah darah, pemilihan makanan bergizi, serta pemanfaatan buah naga sebagai pangan pendamping. Demonstrasi JUBUGA juga memberikan keterampilan praktis yang mudah diterapkan di rumah. Kegiatan ini dapat menjadi strategi edukasi sederhana dan aplikatif dalam mendukung upaya promotif dan preventif pencegahan anemia pada ibu hamil.</p>2026-08-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lidya, Anis Rakhmawati, Hairiana Kusvitasarihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1241Edukasi Kesehatan dan Demonstrasi Pembuatan Minuman Jahe-Madu sebagai Upaya Peningkatan Manajemen Kesehatan Keluarga dalam Mengatasi Batuk pada Anak2026-08-22T04:20:26+00:00Novia Herianinoviaherianihajian@gmail.comVinchen Bintang Meilanyvinchenbm05@gmail.comMirna Ardelamirnaardela19@gmail.comHera Amandaamandahera06@gmail.comTri Sulastritrii.sulastrii123@gmail.comSoniaasnia9255@gmail.com<p style="text-align: justify;">Batuk pada anak merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan dapat mengganggu aktivitas serta kualitas tidur anak. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penanganan batuk secara nonfarmakologis menyebabkan terapi rumahan belum dilakukan secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai pemanfaatan terapi jahe dan madu sebagai upaya manajemen kesehatan keluarga dalam mengatasi batuk pada anak. Metode yang digunakan berupa promosi kesehatan melalui penyuluhan secara tatap muka di Desa Batik RT 01 dan 02 pada tanggal 21 Mei 2026 dengan metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta demonstrasi pembuatan rebusan jahe dan madu. Sasaran kegiatan adalah ibu dan anak dengan jumlah peserta sekitar 25 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif bertanya, dan mampu memahami manfaat, cara pembuatan, serta penggunaan terapi herbal jahe dan madu secara tepat. Demonstrasi langsung membantu peserta lebih mudah menerapkan terapi secara mandiri di rumah. Simpulan kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan mengenai terapi jahe dan madu efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang terapi nonfarmakologis untuk membantu meredakan batuk pada anak.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Novia Heriani, Vinchen Bintang Meilany, Mirna Ardela, Hera Amanda, Tri Sulastri, Soniahttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1648Strategi Pengolahan Sampah Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Kulit Di SMAN 17 Jakarta2026-08-22T04:20:23+00:00Danang Aji Prabowodanang.aji18@gmail.comAlwan Dhafi Umaralwanumar725@gmail.comApriliana Nabiladanang.aji18@gmail.comFaelosofi Hakimdanang.aji18@gmail.com<p>Penumpukan sampah organik sekolah melepaskan gas VOCs pemicu penuaan dini seluler dan menjadi sarang patogen penyebab dermatitis kontak. Penelitian ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang higienis bagi mahasiswa di SMAN 17 Jakarta. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif-interaktif melalui sosialisasi, pelatihan praktis pengomposan tertutup dengan bioaktivator EM-4, serta penerapan prosedur keselamatan kerja (<em>safety</em>). Evaluasi efektivitas program diukur menggunakan instrumen kognitif (<em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>) serta observasi terhadap 68 peserta. Hasil intervensi menunjukkan lonjakan signifikan pada pemahaman kognitif peserta terkait pencegahan dermatitis (89,7%–92,6%) serta mitigasi emisi gas sampah (86,8%–97,1%). Pada indikator sikap, terjadi perubahan perilaku total di mana 100% peserta patuh menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan saat mengolah limbah. Kesimpulannya, strategi konversi sampah organik menjadi pupuk secara higienis efektif mereduksi media perkembangbiakan patogen kulit sekaligus menekan polusi udara seluler di lingkungan sekolah.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Danang Aji Prabowo; Alwan Dhafi Umar; Apriliana Nabila, Faelosofi Hakimhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1727Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Praktik Cuci Tangan pada Siswa SDN Belitung Selatan 1 Banjarmasin2026-08-22T22:59:10+00:00Fhahira Alifiyafhahira.alifiya@unism.ac.idFebby Yulia HastikaFebby.hastika@unism.ac.idMaria Amelinda Taniaamelindatania2@gmail.comMarcellina Putrimarcellinaputri03@gmail.comRismahrrismah72@gmail.com<p>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah dasar yang berisiko tinggi terhadap penularan penyakit infeksi. Pada siswa kelas 2 SDN Belitung Selatan 1 Banjarmasin, masih ditemukan rendahnya kesadaran siswa untuk mencuci tangan menggunakan sabun serta ketidaktahuan mengenai teknik 6 langkah cuci tangan standar WHO, sehingga berpotensi meningkatkan risiko diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mempraktikkan cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan media Power Point, demonstrasi dan praktik langsung 6 langkah cuci tangan, pemasangan poster edukasi di area sanitasi sekolah, serta sesi tanya jawab dan kuis untuk mengevaluasi pemahaman siswa. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam mempraktikkan 6 langkah cuci tangan dengan benar, ditandai dengan antusiasme dan partisipasi aktif peserta selama sesi edukasi dan praktik. Siswa juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas. Luaran kegiatan berupa poster edukasi enam langkah cuci tangan yang dipasang secara permanen di lingkungan sekolah sebagai media pengingat visual berkelanjutan bagi siswa.</p>2026-08-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fhahira Alifiya, Febby Yulia Hastika, Maria Amelinda Tania, Marcellina Putri, Rismahhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1584Pendampingan Optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) Di SMP Negeri 10 Kota Ternate2026-09-01T18:59:30+00:00Muhammad Zulfian A. Disizulfianadisi@gmail.comAbulkhair Abdullahzulfianadisi@gmail.comMarisca Febriantyzulfianadisi@gmail.com<p>Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pendampingan Optimalisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Negeri 10 Kota Ternate bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekolah melalui penguatan sarana prasarana, peningkatan keterampilan anggota UKS, serta edukasi kesehatan bagi warga sekolah. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi tidak memadainya fasilitas UKS, rendahnya kemampuan penggunaan sarana kesehatan, serta kurangnya pengetahuan anggota UKS terkait Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dan Pertolongan Pertama pada Penyakit (P3P). Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pengadaan sarana UKS, pelatihan penggunaan alat kesehatan, penyuluhan dan praktik P3K serta P3P, pendampingan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan serta keterampilan anggota UKS. Selain itu, tersedianya sarana dan prasarana UKS yang lebih memadai mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah. Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya hidup sehat, meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kondisi darurat, serta mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan produktif.</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Zulfian A. Disi, Abulkhair Abdullah, Marisca Febriantyhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1748Pelaksanaan Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Pengetahuan Kader Kesehatan Anak terkait Tumbuh Kembang Anak2026-09-01T18:59:27+00:00Malisa Arianins.sasha.ariani@gmail.comPaul Joae Brett Nitons.sasha.ariani@gmail.comSiti Malahayatins.sasha.ariani@gmail.comSiti Jakiahns.sasha.ariani@gmail.comErianti Eriantins.sasha.ariani@gmail.comSithy Fakhriyyahns.sasha.ariani@gmail.com<p>Tumbuh kembang anak menjadi perihal utama yang harus diperhatikan, terutama pada balita. Pengetahuan dan keterampilan kader yang memadai diperlukan agar kader mampu mengenali tumbuh kembang anak sesuai usia dan mengidentifikasi secara dini adanya penyimpangan. Kader kesehatan anak di Desa Lok Baintan mengatakan masih kurang percaya diri dalam upaya menggali dan memberikan edukasi terkait masalah tumbuh kembang anak kepada orangtua karena tidak semua kader memahami terkait konsep tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan anak di Desa Lok Baintan mengenai konsep tumbuh kembang anak dan cara melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang anak. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi interaktif yang melibatkan kader kesehatan anak yang berjumlah 10 orang sebagai peserta. Metode edukasi meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, tanya jawab, demonstrasi penggunaan alat pemantauan tumbuh kembang anak serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Pelaksanaan edukasi interaktif menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan kader mengenai tumbuh kembang anak. Kegiatan interaktif dapat meningkatkan partisipasi kader dalam proses pembelajaran melalui diskusi, studi kasus, dan praktik pemantauan tumbuh kembang anak. Peningkatan pengetahuan kader diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemantauan dan deteksi dini tumbuh kembang anak secara lebih optimal di masyarakat.</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Malisa Ariani, Paul Joae Brett Nito, Siti Malahayati, Siti Jakiah, Erianti Erianti, Sithy Fakhriyyahhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1780Penyuluhan Dan Pelatihan Bagi Ibu Hamil Tentang Pengolahan Makanan Tambahan Berbahan Pangan Lokal Untuk Mencegah Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Astambul Martapura2026-09-01T18:59:24+00:00Yasir Farhatyasirfarhat@gmail.comAprianti Apriantiapriantinely17@gmail.comNiken Pratiwinikenchen23@gmail.com<p>Stunting (kondisi tubuh pendek atau sangat pendek dibandingkan usia) tetap menjadi masalah gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kesehatan anak di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Kondisi ini merupakan indikator status gizi kronis yang mencerminkan hambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi jangka panjang. Data terkini dari Puskesmas Astambul di Martapura per 16 April 2025 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 33,98% pada balita. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Farhat dkk. pada Maret 2025 menemukan tingkat stunting sebesar 39% pada balita di beberapa Posyandu. Salah satu strategi pencegahan stunting pada anak usia dini adalah memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai cara yang tepat dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan dasar pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam menyiapkan makanan tambahan yang berbahan dasar pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari sesi penuluhan melalui presentasi/ceramah dan tanya jawab yang dilanjutkan dengan pelatihan praktik. Sebanyak dua puluh lima ibu hamil berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tingkat pengetahuan dievaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta; nilai rata-rata meningkat dari 89,2 sebelum pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan menjadi 95,6 setelahnya. Penyuluhan dan pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting serta keterampilan mereka dalam menyiapkan makanan tambahan berbahan pangan lokal, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengatasi tantangan program gizi, khususnya terkait stunting pada balita.</p> <!--a=1-->2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yasir Farhat, Aprianti Aprianti, Niken Pratiwihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1804Pelatihan Digital Literacy Untuk Mendukung Student Success Mahasiswa Program Studi DIII Kebidanan Stikes Abdi Persada2026-09-01T19:20:54+00:00Sitti Khadijahsittikhadijah@gmail.comNoor Aisyahsittikhadijah@gmail.com<p>Dalam dunia kesehatan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga telah mengubah cara belajar, praktik klinis, dan akses layanan kesehatan. Kemampuan literasi digital bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan kompetensi dasar yang memungkinkan mahasiswa, termasuk mahasiswa jurusan Kebidanan, mengakses sumber belajar elektronik, berkomunikasi secara profesional, memanfaatkan aplikasi klinis, dan menilai kualitas informasi kesehatan secara kritis. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan <em>Digital Literacy</em> (literasi digital) diberikan kepada mahasiswa program studi DIII Kebidanan di STIKES Abdi Persada untuk mendukung keberhasilan studi dan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja. Berdasarkan hasil evaluasi paska pelatihan, terdapat peningkatan pengetahuan mahasiswa prodi DIII Kebidanan STIKES Abdi persada terkait <em>digital literacy. </em>Adanya peningkatan pengetahuan ini diharapkan akan dapat meningkatkan keterampilan digital mahasiswa untuk dapat menyelesaikan berbagai tugas akademik dengan lebih efektif seperti mencari informasi dan artikel dari jurnal ilmiah terpercaya dan menggunakan aplikasi <em>Mendeley</em> sehingga dapat membantu keberhasilan dalam menyelesaikan pendidikan mereka.</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sitti Khadijah, Noor Aisyahhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/majalahcendekiamengabdi/article/view/1822Edukasi Pemanfaatan Bahan Makanan Lokal Tinggi Protein Sebagai Alternatif Pemenuhan Nutrisi Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita Di Desa Labat Muara2026-09-07T11:35:08+00:00Sarkiah Sarkiahfadhilsarkiah@gmail.comYuni Riska Nur Farianafadhilsarkiah@gmail.comFitri Yulianafadhilsarkiah@gmail.comDewi Pusparani Sinambelafadhilsarkiah@gmail.comNi Wayan Pitriyanifadhilsarkiah@gmail.comWidiya Maharaniwidiyamaharani24@gmail.comAnnisa Rahmahfadhilsarkiah@gmail.comWilda Watifadhilsarkiah@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Desa Labat Muara masih menghadapi berbagai masalah kesehatan ibu dan anak. Hasil pengkajian menunjukkan 16,7% balita mengalami stunting, 20% tidak rutin ditimbang di Posyandu, dan 16,7% bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif. Berdasarkan skoring, balita berisiko mengalami stunting menjadi prioritas utama dengan skor 18. <strong>Tujuan: </strong>Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan balita. <strong>Metode: </strong>Pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan pemecahan masalah berbasis komunitas melalui pengkajian, identifikasi masalah, penentuan prioritas, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Data diperoleh melalui kunjungan rumah, observasi, wawancara, dokumentasi, dan data desa. Intervensi meliputi penyuluhan pencegahan stunting, demonstrasi pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta edukasi pentingnya Posyandu. <strong>Hasil: </strong>Kegiatan terlaksana tanpa hambatan. Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan stunting, kemampuan mempraktikkan pembuatan MP-ASI berbahan pangan lokal, serta pemahaman pentingnya pemantauan tumbuh kembang melalui Posyandu. <strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi dan demonstrasi pangan lokal meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendukung pencegahan stunting. Kegiatan dilanjutkan melalui edukasi berkala dan pendampingan kader di Posyandu.</p>2026-08-31T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sarkiah Sarkiah, Yuni Riska Nur Fariana, Fitri Yuliana, Dewi Pusparani Sinambela, Ni Wayan Pitriyani, Widiya Maharani, Annisa Rahmah, Wilda Wati