Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas
<p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC</strong></p> <p><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/3048-3964" target="_blank" rel="noopener">3048-3964</a> (online)</p> <p><strong>Ketua Editor: </strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6195841/?view=services" target="_blank" rel="noopener">apt. Rina Saputri, M.Farm</a></p> <p><strong>Frekuensi terbit:</strong> Januari dan Juli</p> <p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia (JPM-WPC) menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.</p> <p><strong>Template</strong> artikel [<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1zwZ86r0DMN0ELLwcqkQuG76DYVeuVn75?usp=drive_link" target="_blank" rel="noopener">download</a>]</p>CV. Wadah Publikasi Cendekiaid-IDJurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia3048-3964Terapi Sunbathing Dan Exercise Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lansia Budi Sejahtera Banjarbaru
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/631
<p>Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non farmakologis, salah satunya dengan terapi <em>sunbathing</em> (berjemur matahari pagi) dan <em>exercise</em> (latihan fisik ringan). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi <em>sunbathing</em> dan <em>exercise</em> terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lansia Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode kegiatan dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Setiap sesi terdiri atas paparan sinar matahari pagi selama 15–20 menit dan latihan fisik ringan selama 20–30 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 156 mmHg menjadi 142 mmHg, dan diastolik dari 92 mmHg menjadi 84 mmHg. Selain itu, lansia menunjukkan peningkatan kebugaran, semangat, serta kualitas tidur. Dapat disimpulkan bahwa terapi <em>sunbathing</em> dan <em>exercise</em> efektif menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesejahteraan lansia penderita hipertensi. Program ini direkomendasikan untuk dijadikan kegiatan rutin di panti sosial guna mendukung pengelolaan hipertensi secara non farmakologis.</p>Lidya SianiparAngga IrawanWahdatur Rahmi AnisaSalsa NorsipaNila MelandaYudit Septia Marini
Hak Cipta (c) 2026 Lidya Sianipar, Angga Irawan, Wahdatur Rahmi Anisa, Salsa Norsipa, Nila Melanda, Yudit Septia Marini
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-022026-01-02311610.63004/jpmwpc.v3i1.631Inovasi PMT SEHAT: Pemberian Makanan Tambahan Seimbang, Enak, Higienis, Aman, Terukur untuk Balita
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/896
<p>Status gizi merupakan aspek penting dalam pertumbuhan balita. Kebutuhan gizi balita harus terpenuhi agar balita tidak mengalami permasalahan gizi, salahsatunya melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam membuat PMT SEHAT (Pemberian Makanan Tambahan Seimbang, Enak, Higienis, Aman, Terukur) sesuai kebutuhan gizi balita dengan bahan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi awal dengan wawancara dan observasi mengenai pemberian makanan tambahan pada balita, selanjutnya pemberian edukasi kesehatan mengenai PMT SEHAT, pelatihan pembuatan PMT SEHAT berbahan lokal dengan demonstrasi langsung, pendampingan kader dalam praktik pembuatan PMT SEHAT, serta mendampingi pembagiannya pada balita di posyandu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 12, 18 dan 19 November 2025 di Palasari, Cibiru, Kota Bandung, melibatkan dosen, mahasiswa, serta kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kader sudah mampu membuat PMT SEHAT sesuai dengan hasil pelatihan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan balita melalui pemberian makanan tambahanan sesuai kebutuhan gizi balita yang mudah diterapkan dan berkelanjutan sehingga diharapkan dapat mendukung laju pertumbuhan khususnya kenaikan berat badan dan tinggi badan balita.</p>Novitasari Tsamrotul FuadahR. Nety RustikayantiSanti PuspitasariDede Nuraziz Muslim
Hak Cipta (c) 2026 Novitasari Tsamrotul Fuadah, R. Nety Rustikayanti, Santi Puspitasari, Dede Nuraziz Muslim
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-062026-01-063171110.63004/jpmwpc.v3i1.896Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak Panti Asuhan melalui Model Service-learning Interaktif
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/915
<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pembelajaran kosakata bahasa Inggris yang menyenangkan dan mudah dipahami kepada anak-anak di Panti Asuhan Graha Baiturrahmah, Banjarmasin. Analisis kebutuhan awal menunjukkan bahwa 34 anak (27 siswa sekolah dasar dan 7 siswa sekolah menengah pertama) memiliki tingkat penguasaan tata bahasa dan kosakata bahasa Inggris yang masih rendah. Permasalahan ini perlu ditangani untuk memperkuat kemampuan dasar bahasa Inggris mereka sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Program ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan menggunakan model service-learning interaktif yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang diterapkan meliputi observasi awal, pengembangan lembar kerja yang sesuai dengan usia peserta, serta pelaksanaan sesi pembelajaran secara langsung. Pendekatan pembelajaran mengintegrasikan permainan edukatif, media visual, lagu, dan praktik percakapan sederhana sebagai upaya menggantikan metode pembelajaran monoton yang sebelumnya dialami anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman kosakata bahasa Inggris dasar serta tingkat partisipasi aktif anak-anak. Penggunaan aktivitas pembelajaran yang menarik dan berpusat pada peserta didik mampu meningkatkan perhatian, kepercayaan diri, dan kemauan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sederhana. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan kosakata bahasa Inggris anak-anak panti asuhan sekaligus memperkuat kompetensi akademik dan sosial mahasiswa yang terlibat. Temuan ini menunjukkan efektivitas model service-learning yang memberikan manfaat ganda dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.</p>Diba RamadhanaSitti Khadijah
Hak Cipta (c) 2026 Diba Ramadhana, Sitti Khadijah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-062026-01-0631121610.63004/jpmwpc.v3i1.915Kunyit Aman Anti-Pembengkakan (KUMAN) sebagai Alternatif Lokal Dalam Mengatasi Pembengkakan Akibat Dislokasi Di Kelurahan Sungai Jingah
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/884
<p>Pembengkakan akibat dislokasi kerap ditangani secara tidak tepat karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai tanda, risiko, dan penanganan awal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) “Kunyit Aman Anti Pembengkakan (KUMAN)” dilaksanakan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan kunyit sebagai terapi komplementer antiinflamasi. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sungai Jingah melalui metode penyuluhan dan demonstrasi. Peserta diberikan materi mengenai proses terjadinya pembengkakan, cara kerja kunyit sebagai antiinflamasi, serta langkah praktis pembuatan balur kunyit. Pre-test dan post-tes diberikan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih memahami mekanisme pembengkakan akibat dislokasi, langkah penanganan awal yang aman, serta manfaat kunyit sebagai agen antiinflamasi alami. Sesi praktik membantu peserta menguasai cara meracik balur kunyit dengan bahan sederhana, terlihat dari keaktifan dan kemampuan mereka menjelaskan kembali prosedur secara mandiri. Secara keseluruhan, PKM KUMAN efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat di Kelurahan Sungai Jingah dalam menangani pembengkakan ringan. Pendekatan edukasi yang interaktif dan aplikatif berperan penting dalam mempermudah peserta memahami serta menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari</p>Muhammad RiduansyahRian TasalimDifa NastasyaNamira Talitha YamaniNahda Mutiara ArshaDhea Nur FitriyaniMuhammad Syawal AzuraAngelina ElsaMeyrillyn Stevani
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Riduansyah, Rian Tasalim, Difa Nastasya, Namira Talitha Yamani, Nahda Mutiara Arsha, Dhea Nur Fitriyani, Muhammad Syawal Azura, Angelina Elsa, Meyrillyn Stevani
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-132026-01-1331172210.63004/jpmwpc.v3i1.884Implementasi Metode Polije dalam Optimalisasi Produksi Tempe Koro Pedang sebagai Upaya Pemberdayaan Mitra
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/897
<p>Koro pedang (<em>Canavalia ensiformis</em>) merupakan potensi sumber protein nabati lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kacang koro pedang merupakan alternatif penggunaan kedelai impor dalam pembuatan tempe. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Metode Polije dalam mengoptimalkan produksi tempe koro pedang pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pengrajin Tempe Pondok Pesantren Al Ishlah Jenggawah, Jember. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis melalui tiga tahap utama: praktik metode baru, pelatihan preparasi limbah whey tahu sebagai media perendaman, dan pelatihan perbanyakan bakteri <em>L. plantarum</em> Polije 15420. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan whey tahu mampu mempersingkat waktu perendaman dari 12–24 jam menjadi hanya 6–8 jam. Selain itu, implementasi Metode Polije berhasil meningkatkan masa simpan tempe dari 2 hari menjadi 7 hari. Penggunaan alat pencuci bahan baku mekanis juga terbukti meningkatkan efisiensi waktu sebesar 15–30 menit per 100 kg bahan baku dan mengurangi risiko kehilangan bahan baku hingga 5% dibandingkan metode tradisional. Program ini telah memberdayakan mitra melalui peningkatan keterampilan teknis dan efisiensi produksi.</p>Heri WarsitoYossi WibisonoAmellia Dwi RizkyanaCasilda Aulia Rakhmadina
Hak Cipta (c) 2026 Heri Warsito, Yossi Wibisono, Amellia Dwi Rizkyana, Casilda Aulia Rakhmadina
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-132026-01-1331232810.63004/jpmwpc.v3i1.897Edukasi Pembakaran Sampah Dengan Smokeless Burn Barrel
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/931
<p>Sampah masih menjadi isu lingkungan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Masyarakat Desa Pembantanan juga belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan. Sampah masih dipandang sebagai limbah yang tidak bernilai, sehingga belum banyak warga yang melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik ataupun memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi. Padahal, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan sampah menjadi kompos, barang daur ulang, atau kegiatan wirausaha berbasis lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang aman, sehat, dan ekonomis. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan smokeless burn barrel, yaitu alat pembakaran sampah yang dirancang untuk meminimalkan asap dan emisi berbahaya. Melalui edukasi dan demonstrasi penggunaan alat ini, diharapkan masyarakat dapat mengubah pola pengelolaan sampah yang sebelumnya berisiko menjadi lebih aman dan berkelanjutan.</p>Luthfia Hidayati RahmanPutri AyuRetha Utara TonikDiah Rahayu NingtyasDimaz Bertrand Alfredo ArtaDini Eka SabrinaEgi AnggreniEli AprilianyAditya Augusta Christian PutraAvrensya Eka ChintiaMuhammad Syawal AzuraNahda Mutiara ArshaDhea NurfitriyaniRini JuniantiNajwa IzzatiHidayatiAngella MaretmyHardi YantiMeisa Gresia PutriHermalia AuliandraAngel Purnama
Hak Cipta (c) 2026 Luthfia Hidayati Rahman, Putri Ayu, Retha Utara Tonik, Diah Rahayu Ningtyas, Dimaz Bertrand Alfredo Arta, Dini Eka Sabrina, Egi Anggreni, Eli Apriliany, Aditya Augusta Christian Putra, Avrensya Eka Chintia, Muhammad Syawal Azura, Nahda Mutiara Arsha, Dhea Nurfitriyani, Rini Junianti, Najwa Izzati, Hidayati, Angella Maretmy, Hardi Yanti, Meisa Gresia Putri
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-142026-01-1431293110.63004/jpmwpc.v3i1.931Pelatihan Simulasi Menggunakan Software Flexsim
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/710
<p>Seiring perkembangan industri yang sangat pesat, seringkali sektor manufaktur menggunakan teknologi dalam mengembangkan usahanya. Untuk mencukupi pesatnya perkembangan dalam teknologi perlu adanya kemampuan untuk mengoperasikan perangkat lunak atau <em>sofware</em> simulasi. Pelatihan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang simulasi tata letak industri. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan antara kurikulum perkuliahan dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi simulasi berbasis perangkat lunak. Adapun tujuan spesifik dari pelatihan ini meliputi: (1) meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep dasar dan penerapan simulasi tata letak; (2) mengembangkan keterampilan dalam merancang tata letak sistem industri secara sistematis dan Visualisasi dalam bentuk 3D yang dihasilkan melalui perangkat lunak Flexsim sangat bermanfaat dalam memberikan gambaran yang lebih realistis dan rinci mengenai proses dan alur kerja di lingkungan industri. Pelatihan ini dimulai dengan penyampaian informasi dan edukasi mengenai konsep dasar serta penerapan model simulasi tata letak menggunakan Flexsim melalui kegiatan daring selanjutnya untuk pelaksanaan pelatihan simulasi menggunakan sofware Flexsim untuk pembuatan <em>layout</em> industri dilaksanakan secara hybrid, yaitu melalui kombinasi metode daring dan luring, guna memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih luas bagi seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan Flexsim ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta dalam memahami konsep simulasi. Para peserta menunjukkan antusiasme dan kesungguhan yang tinggi selama proses pelatihan berlangsung. Tingkat pemahaman peserta terhadap materi tergolong baik, yang terlihat dari inisiatif mereka untuk membeli perangkat komputer atau laptop sendiri agar dapat mempelajari perangkat lunak Flexsim secara mandiri di rumah.</p>Muhammad Ari KurniawanWahyu Sidiq SaputraEzar AmrullahAdhisty Kartika Dewi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Ari Kurniawan, Wahyu Sidiq Saputra, Ezar Amrullah, Adhisty Kartika Dewi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-142026-01-1431323810.63004/jpmwpc.v3i1.710Pelatihan Pembuatan Aksesori Masker: Pencegahan Air Borne Deseas Dan Meningkatkan Jiwa Kreativitas Dan Jiwa Kewirausahaan Kader Organisasi Ortonom Muhammadiyah
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/934
<p>Penyakit menular melalui udara (airborne diseases) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di era new normal yang menuntut penerapan perilaku pencegahan seperti penggunaan masker. Namun, rendahnya kepatuhan penggunaan masker serta keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap masker yang higienis menjadi tantangan tersendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit airborne sekaligus mengembangkan keterampilan kewirausahaan berbasis komunitas melalui pelatihan pembuatan aksesori masker (strap mask) yang higienis dan bernilai ekonomis. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025, di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah dengan melibatkan 30 peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai penyakit airborne dan penggunaan masker yang benar, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan strap mask. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya penggunaan masker dalam mencegah penularan penyakit serta meningkatnya keterampilan peserta dalam menghasilkan produk aksesori masker yang sehat, menarik, dan berpotensi menjadi peluang usaha. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa publikasi media dan dokumentasi kegiatan. Program pengabdian ini diharapkan dapat mendukung upaya promotif-preventif kesehatan sekaligus mendorong pengembangan entrepreneurship berbasis komunitas.</p>Halida SuryadiniNur AnnisaDewi Sari Mulia
Hak Cipta (c) 2026 Halida Suryadini, Nur Annisa, Dewi Sari Mulia
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-162026-01-1631394210.63004/jpmwpc.v3i1.934Pemanfaatan Tanaman Obat Daun Serai Sebagai Minyak Gosok Dan Aromaterapi Di Kelurahan Randuacir Salatiga
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/927
<p>Kelurahan Randuacir memiliki potensi tanaman obat keluarga yang besar, namun pemanfaatannya masih minim. Salah satu tanaman yang banyak ditemukan adalah serai dapur yang sebenarnya memiliki khasiat kesehatan dan dapat diolah menjadi produk bernilai guna tinggi. Kegiatan sosialisasi ini memberikan edukasi kepada warga mengenai proses pembuatan minyak atsiri dari daun serai serta pelatihan formulasi produk minyak gosok dan aromaterapi roll on. Melalui pendekatan partisipatif, warga dilibatkan langsung mulai dari proses penyulingan hingga peracikan sediaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan warga dalam mengolah serai dapur menjadi produk kesehatan sederhana. Program ini diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan tanaman sekitar sebagai bahan pengobatan awal serta membuka peluang pengembangan produk herbal rumahan.</p>Aria SanjayaAditya Nuryanto SaputraJaka LepangkariElia AzaniEdi Sutarmanto
Hak Cipta (c) 2026 Aria Sanjaya, Aditya Nuryanto Saputra, Jaka Lepangkari, Elia Azani, Edi Sutarmanto
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-212026-01-2131434610.63004/jpmwpc.v3i1.927Terapi Musik, Foot Massage, Dan Relaksasi Napas Dalam (HARMONI) Pada Lansia Hipertensi Di Wisma Dahlia Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budi Sejahtera Banjarbaru
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/930
<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung apabila tidak dikendalikan. Pendekatan nonfarmakologis semakin banyak digunakan sebagai terapi tambahan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Terapi musik instrumental, foot massage, dan latihan pernapasan dalam merupakan teknik relaksasi yang dapat menurunkan aktivitas saraf simpatis, meningkatkan sirkulasi, serta memperbaiki kenyamanan lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan serta efektivitas kombinasi terapi musik instrumental, foot massage, dan pernapasan dalam terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi. Kegiatan menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan pre–post test sederhana. Tujuh lansia perempuan berusia 66–79 tahun mengikuti kegiatan selama tiga hari. Intervensi meliputi pemutaran musik instrumental tempo ±60 bpm, pemberian foot massage lembut selama 30–40 menit, serta latihan pernapasan dalam yang dilakukan secara ritmis. Tekanan darah peserta diukur sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) setiap sesi dengan sphygmomanometer digital. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat perubahan tekanan darah setiap hari. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi terapi modalitas memberikan penurunan tekanan darah yang konsisten pada seluruh peserta. Rata-rata penurunan tekanan darah pada hari pertama adalah 6,6/4,4 mmHg, hari kedua 8,7/5,1 mmHg, dan hari ketiga 9,1/5,6 mmHg. Selain itu, peserta melaporkan perasaan lebih rileks, berkurangnya keluhan pusing, serta kualitas tidur yang lebih baik.</p>Mohammad BasitDina RahmadaniahKrisdayantiMuhammad Zaini MahbubRaiva AulianiNi Made Ayu Komang
Hak Cipta (c) 2026 Mohammad Basit, Dina Rahmadaniah, Krisdayanti, Muhammad Zaini Mahbub, Raiva Auliani, Ni Made Ayu Komang
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-232026-01-2331475310.63004/jpmwpc.v3i1.930Sosialisasi Penggunaan Tes Kit Merkuri pada Produk Skincare sebagai Upaya Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat di Desa Mertak Tombok
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/936
<p>Paparan merkuri dalam produk skincare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dan nasional karena dapat menyebabkan kerusakan ginjal, neurotoksisitas, gangguan saraf, dan risiko kesehatan jangka panjang lainnya. Masyarakat desa merupakan kelompok yang rentan terhadap penggunaan kosmetik berbahaya akibat keterbatasan akses informasi dan literasi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Mertak Tombok terkait bahaya merkuri pada kosmetik serta pelatihan penggunaan test kit merkuri sebagai deteksi dini keamanan produk skincare. Metode pengabdian menggunakan pendekatan edukatif–partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan masyarakat dari 50,6 % menjadi 88,4 % (peningkatan 37,8 %). Sebanyak 92 % peserta mampu menggunakan test kit secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kemampuan masyarakat dalam melakukan deteksi mandiri keamanan kosmetik.</p>Lelie Amalia TusshalehaLale Budi Hutami RahayuSupiani RahayuSyamsul RahmatLaili AprianiAya Shaufia ItsnayainMeilynda Pomeistia
Hak Cipta (c) 2026 Lelie Amalia Tusshaleha, Lale Budi Hutami Rahayu, Supiani Rahayu, Syamsul Rahmat, Laili Apriani, Aya Shaufia Itsnayain, Meilynda Pomeistia
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-252026-01-2531545910.63004/jpmwpc.v3i1.936Edukasi Penggunaan Obat Rasional dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Kegiatan World Pharmacist Day di Kabupaten Bario Kuala
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/948
<p><em>World Pharmacist Day</em> (WPD) merupakan momentum penting untuk meningkatkan pesan apoteker dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Permasalahan yang masih sering di jumpai di masyarakat adalah rendahnya pemahaman mengenai penggunaan obat yang rasional, seperti ketidakpatuhan terhadap aturan pakai obat, penggunaan obat tanpa resep, serta kurangnya pengetahuan mengenai efek samping dan interaksi obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang benar serta memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 28 September 2025 di Klinik Utama Setara, Kabupaten Barito Kuala, bekerja sama dengan PC IAI Kabupaten Barito Kuala. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pemberian pengobatan gratis sesuai indikasi, serta edukasi langsung terkait penggunaan obat rasional oleh Apoteker. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi dan partisipasi aktif dalam sesi edukasi. Masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai aturan pakai obat, pentingnya kepatuhan terpai, serta risiko penggunaan obat yang tidak rasional. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memperkuat peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian berbasis komunitas.</p>Siti Nur HikmahYusuf Anggoro Mukti
Hak Cipta (c) 2026 Siti Nur Hikmah, Yusuf Anggoro Mukti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-252026-01-2531606310.63004/jpmwpc.v3i1.948Edukasi Gizi dan Pelatihan Pembuatan Makanan Pendamping ASI (MPASI) Berbasis Labu Kuning untuk Mendukung Tumbuh Kembang Balita
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/944
<p>Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan yang sangat dipengaruhi oleh asupan gizi, terutama pada masa transisi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Permasalahan <em>stunting</em> dan kurangnya pengetahuan ibu mengenai variasi menu MPASI menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Labu kuning memiliki potensi besar sebagai pangan lokal yang kaya akan beta-karoten dan serat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam mengolah labu kuning menjadi MPASI yang inovatif dan bergizi. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi melalui ceramah interaktif serta pelatihan pembuatan menu MPASI berbasis labu kuning. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi yang aktif dari peserta selama mengikuti kegiatn. adanya peningkatan signifikan pada skor <em>post-test</em> pengetahuan peserta mengenai gizi seimbang. Kesimpulannya, optimalisasi pangan lokal melalui edukasi dan pelatihan praktis merupakan langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang balita serta mencegah masalah gizi di tingkat keluarga.</p>Dian Ana MutriqahRezqi HandayaniLiagustri Maulisazen BasukiSavira AngeliaLeli Khairani SiregarVini Rima PratiwiWindya Nazmatur RahmahRisqika YuliantriDevi DelvitaSri Astuti
Hak Cipta (c) 2026 Dian Ana Mutriqah, Rezqi Handayani, Liagustri Maulisazen Basuki, Savira Angelia, Leli Khairani Siregar, Vini Rima Pratiwi, Windya Nazmatur Rahmah, Risqika Yuliantri, Devi Delvita, Sri Astuti
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3131646810.63004/jpmwpc.v3i1.944Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Edukasi Pola Asuh, Isi Piringku, dan Pembuatan PMT Lokal untuk Pencegahan Stunting di Desa Muntang, Purbalingga
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/910
<p>Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Purbalingga dengan prevalensi mencapai 20,2%. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah edukasi gizi seimbang berbasis pedoman “Isi Piringku” yang praktis dan mudah dipahami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui program Kelas Muntang PEKA (Muntang Peduli Keluarga) yang merupakan bagian dari program kerja PPK Ormawa UKMPR Unsoed. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader posyandu dalam penerapan gizi seimbang serta pembuatan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis bahan lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Muntang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui serangkaian kelas edukasi interaktif yang mencakup pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi penyusunan menu bergizi berdasarkan konsep “Isi Piringku”, serta praktik langsung pembuatan PMT berbasis pangan lokal. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan <em>pre test</em> dan <em>post test</em>. Secara kumulatif ketiga kelas terjadi peningkatan rata-rata: pengetahuan (7,27%), keterampilan (8,86%), dan sikap (7,72%). Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran kader posyandu terhadap peran strategis edukasi gizi dalam mendukung pertumbuhan optimal anak. Temuan ini menegaskan bahwa program Muntang PEKA efektif sebagai model edukasi gizi berbasis komunitas untuk mendukung percepatan penurunan stunting di tingkat desa.</p>Venna FirenaDzaki ZainNurhaliza Tri WulandariDevi Mei NingrumVania Anindita HartomoKarel Tsalasatir RiyanMuhammad As’ad Al QuroimiDenise AmandaNadya Ulya PrasetyaniSalwa An-NidaKaila Tahta AurelliaHildan ArdiansahNaiya AmeliaRifky Dwi Rahmat PrakosoIndah Setiawati
Hak Cipta (c) 2026 Venna Firena, Dzaki Zain, Nurhaliza Tri Wulandari, Devi Mei Ningrum, Vania Anindita Hartomo, Karel Tsalasatir Riyan, Muhammad As’ad Al Quroimi, Denise Amanda, Nadya Ulya Prasetyani, Salwa An-Nida, Kaila Tahta Aurellia, Hildan Ardiansah, Naiya Amelia, Rifky Dwi Rahmat Prakoso, Indah Setiawati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3131697910.63004/jpmwpc.v3i1.910Terapi aktivitas kelompok Genggam Bola Karet di Wisma Sakura Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budi Sejahtera Banjarbaru
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/954
<p>Proses menua merupakan proses alami yang ditandai dengan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem muskuloskeletal yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, kekakuan sendi, serta melemahnya kekuatan genggam tangan pada lansia. Kondisi ini sering diperberat oleh kurangnya aktivitas fisik dan imobilisasi berkepanjangan, sehingga berdampak pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup lansia. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Wisma Sakura Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru, sebagian besar lansia mengalami kelemahan ekstremitas atas dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menstimulasi dan meningkatkan kekuatan otot tangan lansia melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan terapi genggam bola karet. Metode pelaksanaan dilakukan melalui analisis situasi sasaran, pemberian edukasi kesehatan, koordinasi dengan mitra, serta implementasi terapi genggam bola karet yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan diikuti oleh lima orang lansia perempuan berusia 67–83 tahun. Hasil pengukuran menggunakan handgrip dynamometer menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar lansia memiliki kekuatan otot yang sangat rendah (0,0–0,4 kg). Setelah terapi, dua responden menunjukkan peningkatan kekuatan genggam tangan, meskipun masih dalam kategori rendah, sementara responden lainnya belum menunjukkan perubahan signifikan. Secara kualitatif, lansia merasakan manfaat berupa berkurangnya kekakuan otot, tangan terasa lebih ringan, meningkatnya semangat, serta motivasi untuk bergerak aktif. Selain itu, pelaksanaan terapi secara berkelompok meningkatkan interaksi sosial dan suasana emosional yang positif. Terapi genggam bola karet terbukti memberikan stimulasi awal yang bermanfaat bagi sistem neuromuskular lansia dan berpotensi meningkatkan kekuatan otot apabila dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.</p>Rahmawati WahyudinJunia Fitria NaipoMuhammad RifaSri MulianiYellikaRian TasalimAkbar Muhammad Ilham
Hak Cipta (c) 2026 Rahmawati Wahyudin, Junia Fitria Naipo, Muhammad Rifa, Sri Muliani, Yellika, Rian Tasalim, Akbar Muhammad Ilham
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3131808510.63004/jpmwpc.v3i1.954Terapi Bermain Plastisin Terhadap Kecemasan Hospitalisasi Anak Di Ruang Anak Rsud Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/950
<p>Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak, terutama anak usia prasekolah, akibat perpisahan dengan keluarga, lingkungan yang asing, serta prosedur medis yang dijalani. Anak usia 3–6 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif dan emosional yang pesat sehingga membutuhkan pendekatan keperawatan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk menurunkan kecemasan anak selama hospitalisasi adalah terapi bermain plastisin. Terapi ini memungkinkan anak mengekspresikan emosi, meningkatkan rasa nyaman, serta melatih kemampuan motorik halus melalui aktivitas yang menyenangkan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menurunkan tingkat kecemasan hospitalisasi pada anak serta meningkatkan kemampuan motorik halus, interaksi sosial, dan perilaku kooperatif selama menjalani perawatan di rumah sakit. Metode yang digunakan adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) melalui pemberian terapi bermain plastisin kepada anak yang dirawat di Ruang Anak (Emerald Lt.2) RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap survei ruangan, pemantapan tim, perencanaan kegiatan, dan implementasi terapi bermain plastisin.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh anak yang mengikuti terapi mampu mengekspresikan emosi dengan lebih baik, tampak lebih rileks dan tenang, serta mengalami penurunan kecemasan selama hospitalisasi. Selain itu, terdapat peningkatan kemampuan motorik halus, interaksi sosial, serta perilaku kooperatif terhadap tindakan keperawatan. Dengan demikian, terapi bermain plastisin efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam mengurangi kecemasan hospitalisasi pada anak.</p>Ni Ketut WidiantariMita AuliaPriadiRapi’ISiti RaihaniUmi Hanik FetriyahRiswan
Hak Cipta (c) 2026 Ni Ketut Widiantari, Mita Aulia, Priadi, Rapi’I, Siti Raihani, Umi Hanik Fetriyah, Riswan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3131868910.63004/jpmwpc.v3i1.950Pengenalan Dasar Coding Dan Game Pembelajaran Komputer Bagi Siswa SD Desa Sindangjaya Cipanas Cianjur
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/883
<p>Desa Sindangjaya, merupakan kawasan wisata puncak Cipanas Cianjur yang kebanyakan masyarakat aktif berbisnis pada industri pariwisata yang sangat menguntungkan, yang mana kegiatan pariwisata ini lebih baik jika didukung juga dengan pasilitas teknologi dan sistem informasi (TSI) yang baik untuk kelancaran bisnis pariwisatanya, sehingga berdasarkan observasi dan masukan dari masyarakat Desa, perlu dilakukan pengenalan TSI ini yang lebih baik dan sejak dini, sehingga berdasarkan observasi mendalam dilakukanlah pelatihan dengan tema coding for kids yang dikhususkan untuk anak SDN Gunung Batu Desa Sindangjaya, karena mereka dianggap yang bakal meneruskan dan mengelola bisnis orang tua saat ini. Pada pelaksanaan pelatihan menggunakan pembelajaran interaktif agar tidak membosankan pada saat pelatihan, sementara untuk keberhasilan pelatihan menggunakan metode pre & pos tes, yang hasilnya sangat memuaskan dimana berdasarkan pos tes mereka memahi materi yang disampaikan dengan persentase keberhasilan sebesar 97,5%.</p>Buhori Muslim
Hak Cipta (c) 2026 Buhori Muslim
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3131909510.63004/jpmwpc.v3i1.883Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia Melalui Terapi Tebak Gambar Dan Oper Bola Di PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/949
<p>Lansia merupakan tahap akhir perkembangan kehidupan manusia yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu perubahan yang sering terjadi adalah penurunan fungsi kognitif yang dapat berdampak pada kemampuan berpikir, mengingat, berkonsentrasi, serta menjalani aktivitas sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi awal di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru, ditemukan banyak lansia yang menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi kognitif. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai upaya meningkatkan fungsi kognitif lansia melalui terapi stimulasi kognitif. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan fungsi kognitif lansia melalui terapi Tebak Gambar dan Oper Bola secara terstruktur dan sistematis. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan mengenai penurunan fungsi kognitif pada lansia, dilanjutkan dengan pelaksanaan terapi aktivitas kelompok yang melibatkan permainan Tebak Gambar dan Oper Bola berirama musik. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 November 2025 dengan melibatkan lansia sebagai peserta aktif. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mampu mengenali dan menyebutkan gambar dengan tepat, serta menunjukkan peningkatan daya ingat, konsentrasi, dan fokus. Selain itu, kegiatan Oper Bola membantu meningkatkan koordinasi motorik, kecepatan respon, suasana hati, serta interaksi sosial antar lansia. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini memberikan dampak positif terhadap fungsi kognitif, emosional, dan sosial lansia.</p>Ni Ketut WidiantariMita AuliaPriadiRapi’ISiti RaihaniSubhannur RahmanMuhammad Ansori
Hak Cipta (c) 2026 Ni Ketut Widiantari, Mita Aulia, Priadi, Rapi’I, Siti Raihani, Subhannur Rahman, Muhammad Ansori
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-3131969910.63004/jpmwpc.v3i1.949Merajut Sehat Lewat Warisan Leluhur: Penerapan Pijat Tradisional Sebagai Terapi Pendukung Rehabilitasi Post Stroke
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/879
<p>Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia, terutama karena rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda awal dan tindakan penanganannya. Di wilayah Kelayan A, masih banyak warga yang menganggap stroke sebagai penyakit mendadak yang sulit dicegah, sehingga sering terlambat mendapatkan pertolongan medis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gejala awal stroke, pentingnya pemeriksaan medis segera, serta mengenalkan pijat tradisional sebagai terapi pendukung rehabilitasi pasca stroke setelah pasien mendapatkan penanganan medis. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi FAST (Face, Arm, Speech, Time), edukasi gaya hidup sehat, penjelasan tentang kolaborasi penanganan medis dan non-medis, serta penggunaan media seperti leaflet, spanduk, dan presentasi. Kegiatan melibatkan 10 peserta masyarakat Kelayan A dan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait gejala stroke, langkah pertolongan awal, serta peran terapi pijat tradisional dalam mendukung pemulihan ringan. Program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap stroke dan berpotensi menjadi model edukasi berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.</p>Nur Abidah AzizahNesa AgustinaMaulidya SabrinaIswatulilmiahYaswina Regina Zaskia S
Hak Cipta (c) 2026 Nur Abidah Azizah, Nesa Agustina, Maulidya Sabrina, Iswatulilmiah, Yaswina Regina Zaskia S
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-01-312026-01-313110010310.63004/jpmwpc.v3i1.879Penerapan Massage Virgin Coconut Oil sebagai Upaya Pencegahan Luka Tekan pada Pasien Tirah Baring Lama di RSUD Dr. Moch Ansari Saleh
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/972
<p>Pasien tirah baring lama merupakan kelompok yang berisiko tinggi mengalami luka tekan akibat tekanan berkepanjangan pada area tubuh tertentu yang menyebabkan gangguan perfusi jaringan dan kerusakan kulit. Kondisi ini sering diperberat oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan pasien serta keluarga dalam melakukan upaya pencegahan luka tekan secara mandiri. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah teknik massage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) yang bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga integritas kulit. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pasien tirah baring lama serta keluarga dalam pencegahan luka tekan melalui penerapan massage menggunakan VCO di Ruang Alexandri Lt. III RSUD Dr. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi survei awal, penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik massage menggunakan VCO, praktik langsung oleh keluarga pasien, serta monitoring dan evaluasi. Media edukasi yang digunakan berupa leaflet, poster, dan alat bantu visual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengertian, faktor risiko, dan pencegahan luka tekan, serta meningkatnya keterampilan keluarga dalam mempraktikkan teknik massage menggunakan VCO secara benar dan aman. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan luka tekan pada pasien tirah baring lama melalui keterlibatan aktif keluarga sebagai pendamping perawatan.</p>Ni Ketut WidiantariMita AuliaPriadiRapi’ISiti RaihaniAhmad SyahlaniRumiati
Hak Cipta (c) 2026 Ni Ketut Widiantari, Mita Aulia, Priadi, Rapi’I, Siti Raihani, Ahmad Syahlani, Rumiati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-02-102026-02-103110410810.63004/jpmwpc.v3i1.972