https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/issue/feedJurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia2026-01-16T03:31:57+00:00Rina Saputrilayanan@wpcpublisher.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC</strong></p> <p><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/3048-3964" target="_blank" rel="noopener">3048-3964</a> (online)</p> <p><strong>Ketua Editor: </strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/authors/profile/6195841/?view=services" target="_blank" rel="noopener">apt. Rina Saputri, M.Farm</a></p> <p><strong>Frekuensi terbit:</strong> Januari dan Juli</p> <p>Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia (JPM-WPC) menerbitkan artikel hasil dari pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kuliah kerja nyata (KKN), PKL Komunitas, dan bina desa dari semua bidang ilmu.</p> <p><strong>Template</strong> artikel [<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1zwZ86r0DMN0ELLwcqkQuG76DYVeuVn75?usp=drive_link" target="_blank" rel="noopener">download</a>]</p>https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/631Terapi Sunbathing Dan Exercise Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Panti Perlindungan Dan Rehabilitasi Sosial Lansia Budi Sejahtera Banjarbaru2025-03-08T06:49:56+00:00Lidya Sianiparlidyasianipar51@gmail.comAngga Irawanlidyasianipar51@gmail.comWahdatur Rahmi Anisalidyasianipar51@gmail.comSalsa Norsipalidyasianipar51@gmail.comNila Melandalidyasianipar51@gmail.comYudit Septia Marinilidyasianipar51@gmail.com<p>Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non farmakologis, salah satunya dengan terapi <em>sunbathing</em> (berjemur matahari pagi) dan <em>exercise</em> (latihan fisik ringan). Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi <em>sunbathing</em> dan <em>exercise</em> terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lansia Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode kegiatan dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Setiap sesi terdiri atas paparan sinar matahari pagi selama 15–20 menit dan latihan fisik ringan selama 20–30 menit. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dari 156 mmHg menjadi 142 mmHg, dan diastolik dari 92 mmHg menjadi 84 mmHg. Selain itu, lansia menunjukkan peningkatan kebugaran, semangat, serta kualitas tidur. Dapat disimpulkan bahwa terapi <em>sunbathing</em> dan <em>exercise</em> efektif menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesejahteraan lansia penderita hipertensi. Program ini direkomendasikan untuk dijadikan kegiatan rutin di panti sosial guna mendukung pengelolaan hipertensi secara non farmakologis.</p>2026-01-02T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lidya Sianipar, Angga Irawan, Wahdatur Rahmi Anisa, Salsa Norsipa, Nila Melanda, Yudit Septia Marinihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/896Inovasi PMT SEHAT: Pemberian Makanan Tambahan Seimbang, Enak, Higienis, Aman, Terukur untuk Balita2025-12-29T22:44:30+00:00Novitasari Tsamrotul Fuadahnovitasari.tsamrotul@bku.ac.idR. Nety Rustikayantinovitasari.tsamrotul@bku.ac.idSanti Puspitasarinovitasari.tsamrotul@bku.ac.idDede Nuraziz Muslimnovitasari.tsamrotul@bku.ac.id<p>Status gizi merupakan aspek penting dalam pertumbuhan balita. Kebutuhan gizi balita harus terpenuhi agar balita tidak mengalami permasalahan gizi, salahsatunya melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader dalam membuat PMT SEHAT (Pemberian Makanan Tambahan Seimbang, Enak, Higienis, Aman, Terukur) sesuai kebutuhan gizi balita dengan bahan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi awal dengan wawancara dan observasi mengenai pemberian makanan tambahan pada balita, selanjutnya pemberian edukasi kesehatan mengenai PMT SEHAT, pelatihan pembuatan PMT SEHAT berbahan lokal dengan demonstrasi langsung, pendampingan kader dalam praktik pembuatan PMT SEHAT, serta mendampingi pembagiannya pada balita di posyandu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 12, 18 dan 19 November 2025 di Palasari, Cibiru, Kota Bandung, melibatkan dosen, mahasiswa, serta kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kader sudah mampu membuat PMT SEHAT sesuai dengan hasil pelatihan. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan balita melalui pemberian makanan tambahanan sesuai kebutuhan gizi balita yang mudah diterapkan dan berkelanjutan sehingga diharapkan dapat mendukung laju pertumbuhan khususnya kenaikan berat badan dan tinggi badan balita.</p>2026-01-06T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Novitasari Tsamrotul Fuadah, R. Nety Rustikayanti, Santi Puspitasari, Dede Nuraziz Muslimhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/915Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak Panti Asuhan melalui Model Service-learning Interaktif2026-01-06T21:38:55+00:00Diba Ramadhanadbramadhana@gmail.comSitti Khadijahdbramadhana@gmail.com<p>Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pembelajaran kosakata bahasa Inggris yang menyenangkan dan mudah dipahami kepada anak-anak di Panti Asuhan Graha Baiturrahmah, Banjarmasin. Analisis kebutuhan awal menunjukkan bahwa 34 anak (27 siswa sekolah dasar dan 7 siswa sekolah menengah pertama) memiliki tingkat penguasaan tata bahasa dan kosakata bahasa Inggris yang masih rendah. Permasalahan ini perlu ditangani untuk memperkuat kemampuan dasar bahasa Inggris mereka sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Program ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan menggunakan model service-learning interaktif yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Metode yang diterapkan meliputi observasi awal, pengembangan lembar kerja yang sesuai dengan usia peserta, serta pelaksanaan sesi pembelajaran secara langsung. Pendekatan pembelajaran mengintegrasikan permainan edukatif, media visual, lagu, dan praktik percakapan sederhana sebagai upaya menggantikan metode pembelajaran monoton yang sebelumnya dialami anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman kosakata bahasa Inggris dasar serta tingkat partisipasi aktif anak-anak. Penggunaan aktivitas pembelajaran yang menarik dan berpusat pada peserta didik mampu meningkatkan perhatian, kepercayaan diri, dan kemauan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sederhana. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan kosakata bahasa Inggris anak-anak panti asuhan sekaligus memperkuat kompetensi akademik dan sosial mahasiswa yang terlibat. Temuan ini menunjukkan efektivitas model service-learning yang memberikan manfaat ganda dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.</p>2026-01-06T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Diba Ramadhana, Sitti Khadijahhttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/884Kunyit Aman Anti-Pembengkakan (KUMAN) sebagai Alternatif Lokal Dalam Mengatasi Pembengkakan Akibat Dislokasi Di Kelurahan Sungai Jingah2025-12-17T20:46:34+00:00Muhammad Riduansyahnastasyadifa148@email.comRian Tasalimnastasyadifa148@email.comDifa Nastasyanastasyadifa148@gmail.comNamira Talitha Yamaninastasyadifa148@email.comNahda Mutiara Arshanastasyadifa148@email.comDhea Nur Fitriyaninastasyadifa148@email.comMuhammad Syawal Azuranastasyadifa148@email.comAngelina Elsanastasyadifa148@email.comMeyrillyn Stevaninastasyadifa148@email.com<p>Pembengkakan akibat dislokasi kerap ditangani secara tidak tepat karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai tanda, risiko, dan penanganan awal. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) “Kunyit Aman Anti Pembengkakan (KUMAN)” dilaksanakan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan kunyit sebagai terapi komplementer antiinflamasi. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Sungai Jingah melalui metode penyuluhan dan demonstrasi. Peserta diberikan materi mengenai proses terjadinya pembengkakan, cara kerja kunyit sebagai antiinflamasi, serta langkah praktis pembuatan balur kunyit. Pre-test dan post-tes diberikan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menjadi lebih memahami mekanisme pembengkakan akibat dislokasi, langkah penanganan awal yang aman, serta manfaat kunyit sebagai agen antiinflamasi alami. Sesi praktik membantu peserta menguasai cara meracik balur kunyit dengan bahan sederhana, terlihat dari keaktifan dan kemampuan mereka menjelaskan kembali prosedur secara mandiri. Secara keseluruhan, PKM KUMAN efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat di Kelurahan Sungai Jingah dalam menangani pembengkakan ringan. Pendekatan edukasi yang interaktif dan aplikatif berperan penting dalam mempermudah peserta memahami serta menerapkan informasi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari</p>2026-01-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Riduansyah, Rian Tasalim, Difa Nastasya, Namira Talitha Yamani, Nahda Mutiara Arsha, Dhea Nur Fitriyani, Muhammad Syawal Azura, Angelina Elsa, Meyrillyn Stevanihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/897Implementasi Metode Polije dalam Optimalisasi Produksi Tempe Koro Pedang sebagai Upaya Pemberdayaan Mitra2025-12-29T22:44:09+00:00Heri WarsitoHeri_w@polije.ac.idYossi Wibisonoyossi_w@polije.ac.idAmellia Dwi Rizkyanaamelliadwi_riz@polije.ac.idCasilda Aulia Rakhmadinacasilda_aulia_r@polije.ac.id<p>Koro pedang (<em>Canavalia ensiformis</em>) merupakan potensi sumber protein nabati lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kacang koro pedang merupakan alternatif penggunaan kedelai impor dalam pembuatan tempe. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Metode Polije dalam mengoptimalkan produksi tempe koro pedang pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pengrajin Tempe Pondok Pesantren Al Ishlah Jenggawah, Jember. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan teknis melalui tiga tahap utama: praktik metode baru, pelatihan preparasi limbah whey tahu sebagai media perendaman, dan pelatihan perbanyakan bakteri <em>L. plantarum</em> Polije 15420. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan whey tahu mampu mempersingkat waktu perendaman dari 12–24 jam menjadi hanya 6–8 jam. Selain itu, implementasi Metode Polije berhasil meningkatkan masa simpan tempe dari 2 hari menjadi 7 hari. Penggunaan alat pencuci bahan baku mekanis juga terbukti meningkatkan efisiensi waktu sebesar 15–30 menit per 100 kg bahan baku dan mengurangi risiko kehilangan bahan baku hingga 5% dibandingkan metode tradisional. Program ini telah memberdayakan mitra melalui peningkatan keterampilan teknis dan efisiensi produksi.</p>2026-01-13T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Heri Warsito, Yossi Wibisono, Amellia Dwi Rizkyana, Casilda Aulia Rakhmadinahttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/931Edukasi Pembakaran Sampah Dengan Smokeless Burn Barrel2026-01-14T17:10:50+00:00Luthfia Hidayati Rahmannahdaarsha@gmail.comPutri Ayunahdaarsha@gmail.comRetha Utara Toniknahdaarsha@gmail.comDiah Rahayu Ningtyasnahdaarsha@gmail.comDimaz Bertrand Alfredo Artanahdaarsha@gmail.comDini Eka Sabrinanahdaarsha@gmail.comEgi Anggreninahdaarsha@gmail.comEli Aprilianynahdaarsha@gmail.comAditya Augusta Christian Putranahdaarsha@gmail.comAvrensya Eka Chintianahdaarsha@gmail.comMuhammad Syawal Azuranahdaarsha@gmail.comNahda Mutiara Arshanahdaarsha@gmail.comDhea Nurfitriyaninahdaarsha@gmail.comRini Juniantinahdaarsha@gmail.comNajwa Izzatinahdaarsha@gmail.comHidayatinahdaarsha@gmail.comAngella Maretmynahdaarsha@gmail.comHardi Yantinahdaarsha@gmail.comMeisa Gresia Putrinahdaarsha@gmail.comHermalia Auliandranahdaarsha@gmail.comAngel Purnamanahdaarsha@gmail.com<p>Sampah masih menjadi isu lingkungan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Masyarakat Desa Pembantanan juga belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan. Sampah masih dipandang sebagai limbah yang tidak bernilai, sehingga belum banyak warga yang melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik ataupun memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi. Padahal, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan sampah menjadi kompos, barang daur ulang, atau kegiatan wirausaha berbasis lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang aman, sehat, dan ekonomis. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan smokeless burn barrel, yaitu alat pembakaran sampah yang dirancang untuk meminimalkan asap dan emisi berbahaya. Melalui edukasi dan demonstrasi penggunaan alat ini, diharapkan masyarakat dapat mengubah pola pengelolaan sampah yang sebelumnya berisiko menjadi lebih aman dan berkelanjutan.</p>2026-01-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Luthfia Hidayati Rahman, Putri Ayu, Retha Utara Tonik, Diah Rahayu Ningtyas, Dimaz Bertrand Alfredo Arta, Dini Eka Sabrina, Egi Anggreni, Eli Apriliany, Aditya Augusta Christian Putra, Avrensya Eka Chintia, Muhammad Syawal Azura, Nahda Mutiara Arsha, Dhea Nurfitriyani, Rini Junianti, Najwa Izzati, Hidayati, Angella Maretmy, Hardi Yanti, Meisa Gresia Putrihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/710Pelatihan Simulasi Menggunakan Software Flexsim2025-05-29T16:23:13+00:00Muhammad Ari Kurniawanarikurniawan19a@gmail.comWahyu Sidiq Saputraarikurniawan19a@gmail.comEzar Amrullaharikurniawan19a@gmail.comAdhisty Kartika Dewiarikurniawan19a@gmail.com<p>Seiring perkembangan industri yang sangat pesat, seringkali sektor manufaktur menggunakan teknologi dalam mengembangkan usahanya. Untuk mencukupi pesatnya perkembangan dalam teknologi perlu adanya kemampuan untuk mengoperasikan perangkat lunak atau <em>sofware</em> simulasi. Pelatihan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang simulasi tata letak industri. Kegiatan ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan antara kurikulum perkuliahan dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang, khususnya dalam pemanfaatan teknologi simulasi berbasis perangkat lunak. Adapun tujuan spesifik dari pelatihan ini meliputi: (1) meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai konsep dasar dan penerapan simulasi tata letak; (2) mengembangkan keterampilan dalam merancang tata letak sistem industri secara sistematis dan Visualisasi dalam bentuk 3D yang dihasilkan melalui perangkat lunak Flexsim sangat bermanfaat dalam memberikan gambaran yang lebih realistis dan rinci mengenai proses dan alur kerja di lingkungan industri. Pelatihan ini dimulai dengan penyampaian informasi dan edukasi mengenai konsep dasar serta penerapan model simulasi tata letak menggunakan Flexsim melalui kegiatan daring selanjutnya untuk pelaksanaan pelatihan simulasi menggunakan sofware Flexsim untuk pembuatan <em>layout</em> industri dilaksanakan secara hybrid, yaitu melalui kombinasi metode daring dan luring, guna memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih luas bagi seluruh peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan Flexsim ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta dalam memahami konsep simulasi. Para peserta menunjukkan antusiasme dan kesungguhan yang tinggi selama proses pelatihan berlangsung. Tingkat pemahaman peserta terhadap materi tergolong baik, yang terlihat dari inisiatif mereka untuk membeli perangkat komputer atau laptop sendiri agar dapat mempelajari perangkat lunak Flexsim secara mandiri di rumah.</p>2026-01-14T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Ari Kurniawan, Wahyu Sidiq Saputra, Ezar Amrullah, Adhisty Kartika Dewihttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/934Pelatihan Pembuatan Aksesori Masker: Pencegahan Air Borne Deseas Dan Meningkatkan Jiwa Kreativitas Dan Jiwa Kewirausahaan Kader Organisasi Ortonom Muhammadiyah2026-01-16T03:31:57+00:00Halida Suryadinihalidasuryadini@umpr.ac.idNur Annisahalidasuryadini@umpr.ac.idDewi Sari Muliahalidasuryadini@umpr.ac.id<p>Penyakit menular melalui udara (airborne diseases) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di era new normal yang menuntut penerapan perilaku pencegahan seperti penggunaan masker. Namun, rendahnya kepatuhan penggunaan masker serta keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap masker yang higienis menjadi tantangan tersendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit airborne sekaligus mengembangkan keterampilan kewirausahaan berbasis komunitas melalui pelatihan pembuatan aksesori masker (strap mask) yang higienis dan bernilai ekonomis. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 15 November 2025, di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Kalimantan Tengah dengan melibatkan 30 peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai penyakit airborne dan penggunaan masker yang benar, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan strap mask. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya penggunaan masker dalam mencegah penularan penyakit serta meningkatnya keterampilan peserta dalam menghasilkan produk aksesori masker yang sehat, menarik, dan berpotensi menjadi peluang usaha. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa publikasi media dan dokumentasi kegiatan. Program pengabdian ini diharapkan dapat mendukung upaya promotif-preventif kesehatan sekaligus mendorong pengembangan entrepreneurship berbasis komunitas.</p>2026-01-16T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Halida Suryadini, Nur Annisa, Dewi Sari Muliahttps://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/jurnalpengmas/article/view/927Pemanfaatan Tanaman Obat Daun Serai Sebagai Minyak Gosok Dan Aromaterapi Di Kelurahan Randuacir Salatiga2026-01-12T11:25:29+00:00Aria Sanjayaariasanjaya1984@gmail.comAditya Nuryanto Saputraariasanjaya1984@gmail.comJaka Lepangkarijakafarm06@gmail.comElia Azaniariasanjaya1984@gmail.comEdi Sutarmantoariasanjaya1984@gmail.com<p>Kelurahan Randuacir memiliki potensi tanaman obat keluarga yang besar, namun pemanfaatannya masih minim. Salah satu tanaman yang banyak ditemukan adalah serai dapur yang sebenarnya memiliki khasiat kesehatan dan dapat diolah menjadi produk bernilai guna tinggi. Kegiatan sosialisasi ini memberikan edukasi kepada warga mengenai proses pembuatan minyak atsiri dari daun serai serta pelatihan formulasi produk minyak gosok dan aromaterapi roll on. Melalui pendekatan partisipatif, warga dilibatkan langsung mulai dari proses penyulingan hingga peracikan sediaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan warga dalam mengolah serai dapur menjadi produk kesehatan sederhana. Program ini diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan tanaman sekitar sebagai bahan pengobatan awal serta membuka peluang pengembangan produk herbal rumahan.</p>2026-01-21T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aria Sanjaya, Aditya Nuryanto Saputra, Jaka Lepangkari, Elia Azani, Edi Sutarmanto