Jurnal Farmasi SYIFA https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS <p><strong>Title : </strong>Jurnal Farmasi SYIFA<strong><br />Editor in Chief : </strong>apt. Ali Rakhman Hakim, M.Farm<strong><br /></strong><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2987-4122" target="_blank" rel="noopener">2987-4122</a> (online)<br /><strong>DOI Jurnal : </strong><a href="https://doi.org/10.63004/jfs">10.63004/jfs</a><br /><strong>Frekuensi terbit :</strong> Terbit 2 kali setahun pada bulan Februari dan Agustus</p> <p>Jurnal Farmasi SYIFA menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi mencakup farmasi klinis, farmasi komunitas, kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, mikrobiologi farmasi, dan bioteknologi farmasi.</p> id-ID syifajournal@wpcpublisher.com (apt. Ali Rakhman Hakim, M.Farm) syifajournal@wpcpublisher.com (Admin) Wed, 11 Feb 2026 20:14:52 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Komparatif Aspek Manajemen Mutu dalam Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik antara Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2020 dan Nomor 20 Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/959 <p><span style="font-weight: 400;">Distribusi obat merupakan bagian penting dalam rantai pasok farmasi untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat. Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) di Indonesia diatur melalui Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif aspek manajemen mutu dalam penerapan CDOB berdasarkan PerBPOM Nomor 6 Tahun 2020 dan PerBPOM Nomor 20 Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan adanya penguatan sistem manajemen mutu pada regulasi terbaru melalui perluasan cakupan, penguatan peran manajemen puncak, dan penegasan tata kelola organisasi.</span></p> Angely, Aulia Eka Rahmawati, Herman Widjaja Hak Cipta (c) 2026 Angely, Aulia Eka Rahmawati, Herman Widjaja https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/959 Wed, 11 Feb 2026 00:00:00 +0000 Uji Aktivitas Penghambatan Enzim α-Glukosidase pada Ekstrak dan Fraksi Akar Wanga (Pigafetta elata) Secara In-vitro https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/908 <p>Suatu penyakit yang ditandai meningkatnya kadar gula dalam darah melebihi kadar normal akibat gangguan metabolisme karbohidrat menjadi glukosa disebut diabetes melitus. Pada sistem pencernaan enzim α-glukosidase mengubah karbohidrat menjadi glukosa, penghambatan enzim α-glukosidase untuk mengendalikan kadar gula darah. Penghambatan enzim α-glukosidase akan memberikan dampak penundaan penyerapan glukosa. Wanga merupakan tumbuhan endemik Sulawesi dan banyak tersebar di Kabupaten Toraja. Potensi tumbuhan wanga belum maksimal pemanfaatannya, kajian ilmiah mengenai tumbuhan ini khususnya untuk obat masih sangat sedikit. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dari ekstrak dan fraksi akar tumbuhan wanga yang dilakukan secara <em>in-vitro. </em>Hasil penelitian menunjukkan penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC<sub>50</sub> pada ekstrak etanol sebesar 56.451 µg/mL, fraksi n-heksan sebesar 155.86 µg/mL, fraksi etil asetat sebesar 42.676 µg/mL, dan fraksi air sebesar 288.83 µg/mL. Sedangkan untuk kontrol positif menggunakan akarbose diperoleh nilai IC<sub>50</sub> sebesar 9.536 µg/mL. Dari data tersebut menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan ekstrak etanol akar tumbuhan wanga memiliki aktivitas penghambatan yang lebih tinggi dengan kategori aktif dibandingkan fraksi lainnya. Namun kategori fraksi etil asetat dan ekstrak etanol masih lebih rendah bila dibandingkan dengan kontrol positif akarbose yang bersifat sangat aktif dalam menghambat enzim α-Glukosidase.</p> Fitriyanti Sami, Akbar Awaluddin, Alberispon Rerung Hak Cipta (c) 2026 Fitriyanti Sami, Akbar Awaluddin, Alberispon Rerung https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/908 Sun, 15 Feb 2026 00:00:00 +0000 Analisis Dengan Metode ABC Pada Tahap Pengendalian Obat Antibiotik di Instalasi Farmasi RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta Periode Tahun 2024 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/963 <p>Pengendalian obat adalah salah satu tahapan dalam pelayanan kefarmasian yang dilakukan terhadap jenis dan jumlah persediaan dan penggunaan sediaan farmasi, Pengendalian obat dilakukan oleh Instalasi Farmasi bersama dengan Komite Farmasi dan Terapi di Rumah Sakit yang bertujuan untuk memastikan persediaan efektif dan efisien atau tidak terjadi kelebihan, kekurangan, kekosongan ataupun kadaluwarsa. Antibiotik digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit infeksi. Antibiotik merupakan salah satu obat dimana pemakaiannya cukup tinggi dan menggunakan alokasi dana yang besar. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui analisis ABC pada pengendalian obat antibiotik di Instalasi Farmasi RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik kohort menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan data retrospektif. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan excel. Dari hasil penelitian, analisis metode ABC pada obat antibiotik kategori A terdapat 6 item obat (10,2%) dengan nilai investasi Rp 2.860.029.816,00 (78,1%), kategori B terdapat 11 item obat (18,6%) dengan nilai investasi Rp 615.854.428,00 (16,8%), dan kategori C terdapat 42 item obat (71,2%) dengan nilai investasi Rp 186.236.883,00 (5,1%).</p> Hanugrah Ardya Crisdian S, Berliana Luthfiananda, Agnes Prawistya Sari, Elizabet Davira Chatrine Hak Cipta (c) 2026 Hanugrah Ardya Crisdian S, Berliana Luthfiananda, Agnes Prawistya Sari, Elizabet Davira Chatrine https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/963 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 Profil Flavonoid Ekstrak Etil Asetat Daun Leyasi (Leucosyke capitellata Wedd) https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/996 <p>Daun Leyasi (<em>Leucosyke capitellata</em> Wedd) secara empiris digunakan masyarakat sebagai penurun kadar gula darah dan memiliki potensi sebagai sumber senyawa bioaktif, khususnya flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil flavonoid dari ekstrak etil asetat daun Leyasi melalui uji fitokimia, kromatografi lapis tipis (KLT), serta penetapan kadar flavonoid total. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode ultrasonik, kemudian dilakukan uji identifikasi flavonoid dengan reaksi Shinoda, FeCl₃, dan analisis KLT menggunakan eluen kloroform–etanol (2:8). Hasil KLT menunjukkan tiga bercak dengan nilai Rf 0,73; 0,81; dan 0,89 yang mengindikasikan keberadaan beberapa senyawa semipolar, terutama flavonoid. Penetapan kadar flavonoid total menghasilkan nilai rata‑rata 72,411 ± 3,843 mgQE/g dari tiga replikasi, menunjukkan presisi metode yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa daun Leyasi mengandung flavonoid dalam kadar tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber senyawa bioaktif untuk produk herbal atau fitofarmaka.</p> Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri, Aulia Rahmah, Army Julianti, Nor Sipa Aulia Ulpah, Bamikha Priskila Natantri Hak Cipta (c) 2026 Ali Rakhman Hakim; Rina Saputri, Aulia Rahmah, Army Julianti, Nor Sipa Aulia Ulpah, Bamikha Priskila Natantri https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/996 Mon, 16 Feb 2026 00:00:00 +0000 Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Swamedikasi Penggunaan Obat Tetes Mata Untuk Keluhan Mata Ringan: Sebuah Kajian Literatur https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/995 <p>Swamedikasi penggunaan obat tetes mata merupakan praktik yang umum dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan mata ringan, seperti mata kering, mata merah, dan rasa gatal. Praktik ini cenderung dipilih karena kemudahan akses obat, namun dapat menimbulkan risiko apabila tidak disertai pengetahuan dan perilaku penggunaan yang tepat. Kajian literatur ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi penggunaan obat tetes mata pada keluhan mata ringan. Metode yang digunakan adalah penelusuran dan seleksi artikel ilmiah melalui basis data <em>Google Scholar</em>, <em>PubMed</em>, dan <em>Research Gate</em>. Dari hasil seleksi, diperoleh 10 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dengan total 5.305 responden. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat tetes mata umumnya berada pada kategori cukup hingga baik, dengan persentase berkisar antara 51% hingga 65,67%. Namun, perilaku penggunaan obat tetes mata masih menunjukkan ketidaktepatan, terutama dalam penggunaan obat tetes mata yang seharusnya memerlukan resep. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tetes mata. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi untuk meningkatkan penggunaan obat tetes mata yang aman dan rasional pada keluhan mata ringan.</p> Astri Nur Fadillah, Rani Himayani, Ervina Damayanti Hak Cipta (c) 2026 Astri Nur Fadillah, Rani Himayani, Ervina Damayanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/995 Sat, 21 Feb 2026 00:00:00 +0000 Analisis Perbandingan Efektivitas Dan Mekanisme Biologis Pada Jamu, Obat Herbal Terstandar, Dan Fitofarmaka Dalam Pengobatan Diare https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1006 <p>Obat herbal Indonesia adalah kombinasi dari jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka yang memiliki perbedaan dalam tingkat pembuktian ilmiah serta efektivitas terapi. Evaluasi diperlukan untuk memahami nilai terapeutik dan mekanisme biologis masing-masing. Membandingkan efektivitas dan mekanisme biologis jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka dalam pengobatan diare berdasarkan bukti ilmiah terbaru. Studi ini menggunakan pencarian artikel-artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir sebagai metodologi penelitian: tinjauan pustaka naratif pada artikel yang diterbitkan tidak lebih awal dari tahun 2020 di Google Scholar, PubMed, dan jurnal terindeks SINTA. Analisis dilakukan dengan membandingkan tingkat bukti, farmakologi, dan mekanisme kerja. Jamu memiliki potensi antidiare berdasarkan pengalaman empiris dan kandungan fitokimia, tetapi efektivitas dan mekanisme biologisnya belum dibuktikan secara langsung. OHT menunjukkan efektivitas yang lebih konsisten karena telah diuji secara in vivo dengan mekanisme utama astringen, antimotilitas, dan antisekretori. Fitofarmaka memiliki bukti terkuat karena diuji secara klinis pada manusia, dengan mekanisme biologis yang paling lengkap dan relevan secara klinis. Semakin tinggi tingkat standardisasi obat tradisional, mulai dari jamu, kemudian obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka, semakin kuat bukti efektivitasnya dan semakin jelas mekanisme biologisnya dalam pengobatan diare.</p> Christika Ilsanaa Surbakti, Dumartina Hutauruk, Peri Hak Cipta (c) 2026 Christika Ilsanaa Surbakti, Dumartina Hutauruk, Peri https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1006 Tue, 24 Feb 2026 00:00:00 +0000 Jurnal Review: Aktivitas Biologis Jamu, Obat Herbal Terstandar, Dan Fitofarmaka Sebagai Antiinflamasi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1007 <p>Jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka merupakan bagian penting dari sistem pengobatan berbasis bahan alam di Indonesia yang didukung oleh kekayaan keanekaragaman hayati. Berbagai tanaman obat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, kurkuminoid dan senyawa fenolik yang berperan dalam aktivitas biologis, khususnya sebagai agen antiinflamasi. Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aktivitas biologis jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka sebagai&nbsp; antiinflamasi. Penelitian ini merupakan review literatur sistematis yang bersumber dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Portal Garuda. Artikel yang diseleksi merupakan penelitian eksperimental in vitro dan in vivo yang menguji aktivitas biologis sediaan jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Data dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan jenis sediaan, senyawa bioaktif, metode uji, serta hasil aktivitas biologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka memiliki aktivitas antiinflamasi yang signifikan, ditandai dengan penurunan edema dan penghambatan mediator inflamasi. Formulasi terstandar seperti gel, minyak, sirup, serbuk dan stick herbal meningkatkan stabilitas serta konsistensi efek terapeutik. Kesimpulan yang didapat dari hasil identifikasi dan analisis yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka terbukti memiliki potensi antiinflamasi yang kuat melalui aktivitas senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, kurkuminoid dan senyawa fenolik. Senyawa-senyawa ini berperan dalam menghambat mediator inflamasi, mengurangi edema, serta melindungi jaringan dari stres oksidatif. Jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka memiliki potensi besar sebagai agen antiinflamasi yang aman dan efektif. Standarisasi sediaan dan pendekatan ilmiah yang tepat mendukung integrasi obat tradisional ke dalam praktik kesehatan modern berbasis bukti ilmiah.</p> Fridelly Mairani, Jon Kenedy Marpaung, Rezza Fikrih Utama, Widya Fitri Hak Cipta (c) 2026 Fridelly Mairani, Jon Kenedy Marpaung, Rezza Fikrih Utama, Widya Fitri https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1007 Tue, 24 Feb 2026 00:00:00 +0000 Analisis Faktor Dominan Stres Akademik dan Implikasinya terhadap Kualitas Hidup Mahasiswa Farmasi Universitas Lampung https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1008 <p>Stres akademik merupakan salah satu masalah yang banyak dialami mahasiswa dan berpotensi memengaruhi kualitas hidup, khususnya pada mahasiswa bidang kesehatan yang memiliki tuntutan akademik tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres akademik dengan kualitas hidup mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 272 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres akademik diukur menggunakan kuesioner PAS, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-BREF yang meliputi domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Analisis data dilakukan dengan uji <em>Kruskal Wallis</em> untuk mengetahui perbedaan skor kualitas hidup berdasarkan tingkat stres akademik. Sebanyak 8 responden (2,9%) memiliki stres akademik ringan, 192 responden (70,6%) stres sedang, dan 72 responden (26,5%) stres tinggi. Skor kualitas hidup tertinggi terdapat pada domain lingkungan (70,93 ± 13,78) dan terendah pada domain hubungan sosial (61,18 ± 16,78). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres akademik dengan seluruh domain kualitas hidup (p &lt; 0,001). Tingkat stres akademik paling dominan dipengaruhi oleh periode ujian dan berhubungan signifikan dengan kualitas hidup mahasiswa, di mana semakin tinggi stres akademik maka semakin rendah kualitas hidup.</p> Yumna Dwi Risanti, Nurma Suri, Made Laksmi Meiliana, Oktafany Hak Cipta (c) 2026 Yumna Dwi Risanti, Nurma Suri, Made Laksmi Meiliana, Oktafany https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1008 Tue, 24 Feb 2026 00:00:00 +0000