Jurnal Farmasi SYIFA
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS
<p><strong>Title : </strong>Jurnal Farmasi SYIFA<strong><br />Editor in Chief : </strong>apt. Ali Rakhman Hakim, M.Farm<strong><br /></strong><strong>ISSN </strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20230514351414029" target="_blank" rel="noopener">2987-4122</a> (online)<br /><strong>DOI Jurnal : </strong><a href="https://doi.org/10.63004/jfs">10.63004/jfs</a><br /><strong>Frekuensi terbit :</strong> Terbit 2 kali setahun pada bulan Februari dan Agustus</p> <p>Jurnal Farmasi SYIFA menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi mencakup farmasi klinis, farmasi komunitas, kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, farmakokinetik, farmakodinamik, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, mikrobiologi farmasi, dan bioteknologi farmasi.</p>CV. Wadah Publikasi Cendekiaid-IDJurnal Farmasi SYIFA2987-4122Identifikasi Unsur Senyawa Organik Dengan Metode Analisis Kualitatif
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/391
<p>Keberadaan unsur senyawa organik dalam kehidupan sehari-hari seperti Karbon (C), Nitrogen (N), Fosfor (P), Belerang (S), Klorin (Cl), Bromin (Br), dan Iodin (I) dapat diidentifikasi salah satunya adalah dengan metode analisa kimia secara kualitatif. Identifikasi unsur senyawa organik ini dilakukan secara kualitatif menggunakan berbagai macam pereaksi. Hasil didapatkan karbon organik diidentifikasi dengan Ba(OH)<sub>2</sub> menghasilkan endapan putih. Nitrogen diidentifikasi dengan FeSO<sub>4</sub> pekat menghasilkan warna prussian blue. Fosfor diidentifikasi dengan ammonium molibdat dan asam nitrat pekat menghasilkan endapan berwarna kuning kenari. Sulfur diidentifikasi dengan natrium nitroprusida menghasilkan warna violet. Unsur senyawa halogenida seperti klorin direaksikan dengan AgNO<sub>3</sub> sehingga menghasilkan endapan. Berdasarkan percobaan identifikasi unsur senyawa organik yang telah dilakukan, semua sampel yang diduga mengandung unsur karbon, nitrogen, belerang, fosfat, bromin, klorin, dan iodin terbukti positif melalui analisis kualitatif menggunakan pereaksi. Sampel yang digunakan yaitu campuran serbuk castellana.</p>Monica AmandaRahmadani
Hak Cipta (c) 2026 Monica Amanda, Rahmadani
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-282026-08-284210811110.63004/jfs.v4i2.391Aktivitas Penyembuhan Luka Sayat Spray Ekstrak Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus novergicus)
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/435
<p>Umbi rumput teki mengandung senyawa kimia, yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang dapat menyembuhkan luka. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas sediaan spray umbi rumput teki terhadap luka sayat pada tikus putih (<em>Rattus norvegicus</em>). Metode penelitian yaitu dengan membuat formulasi sediaan spray dari ekstrak umbi rumput teki, melakukan skrining senyawa kimia, mengevaluasi sediaan spray dari aspek fisika-kimia dengan metode Cycling test, serta menguji aktivitas terhadap penyembuhan luka sayat. Hasil penelitian sediaan <em>spray</em> pada uji evaluasi memiliki hasil yang stabil, sedangkan uji aktivitas penyembuhan luka pada konsentrasi 10% yaitu rerata waktu penyembuhan selama 5,6 hari dengan persentase penyembuhan luka (75%), konsentrasi 15% dengan rerata waktu penyembuhan 4,6 hari dan persentase penyembuhan (65%), serta konsentrasi 20% dengan rerata waktu penyembuhan 6,3 hari dan persentase penyembuhan (95%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu formulasi sediaan <em>spray</em> Umbi Rumput Teki stabil secara fisika-kimia, dan konsentrasi <em>spray</em> Umbi Rumput Teki 10%, 15%, dan 20% memiliki aktivitas penyembuhan luka pada tikus putih.</p>Muhammad Asri SRFrederika Fono
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Asri SR, Frederika Fono
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-282026-08-284211211910.63004/jfs.v4i2.435Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Salep Dari Ekstrak Etanol Daun Cemba (Acasia rugata (Lam) Fawc. Rendle) Terhadap Propionibacterium acnes
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/436
<p>Ekstrak etanol daun cemba (<em>Acasia rugata </em>(Lam) Fawc. Rendle) memiliki senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ekstrak etanol daun cemba (<em>Acasia rugata </em>(Lam) Fawc. Rendle) dapat diformulasikan menjadi sediaan salep dan pada konsentrasi berapakah yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan <em>Propionibacterium acnes. </em>Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium. Ekstrak etanol daun cemba (Acacia rugata (Lam.) Fawc. Rendle) dimaserasi menggunakan etanol 70%, lalu dibuat menjadi sediaan salep dengan variasi konsentrasi 3% (FI), konsentrasi 5% (FII), dan konsentrasi 7% (FIII). Kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian uji daya hambat antibakteri sediaan salep ekstrak etanol daun cemba (Acacia rugata (Lam.) Fawc. Rendle) menunjukkan bahwa pada konsentrasi 3% (FI) terdapat zona hambat sebesar 10,6 mm (kategori kuat), kemudian pada konsentrasi 5% (FII) sebesar 13 mm (kategori kuat), dan pada konsentrasi 7% (FIII) sebesar 13,9 mm (kategori kuat). Adanya perbedaan nilai daya hambat pada setiap konsentrasi sediaan salep ekstrak etanol daun cemba (<em>Acasia rugata </em>(Lam) Fawc. Rendle) (p<0,05). Dengan konsentrasi optimum ekstrak etanol daun cemba (<em>Acasia rugata </em>(Lam) Fawc. Rendle) sebesar 7% dengan kategori kuat terhadap <em>Propionibacterium acnes</em>.</p>Muhammad Asri SRMuh. NoufalSurya Syarifuddin
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Asri SR, Muh. Noufal, Surya Syarifuddin
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-282026-08-284212012710.63004/jfs.v4i2.436Hubungan Penyampaian Informasi Obat Oleh Apoteker Dengan Tingkat Kepuasan Pasien BPJS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ciamis
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1116
<p>Pelayanan kefarmasian di rumah sakit saat ini tidak hanya berorientasi pada penyerahan obat, tetapi juga mencakup penyampaian informasi obat secara lengkap dan jelas kepada pasien. Peran apoteker dalam memberikan informasi obat menjadi krusial karena dapat memengaruhi pemahaman pasien terhadap terapi serta tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang diterima. Hal ini semakin penting pada pasien BPJS yang umumnya menghadapi keterbatasan waktu pelayanan akibat tingginya jumlah kunjungan di instalasi farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungann antara penyampaian informasi obat oleh apoteker dengan tingkat kepuasan pasien BPJS di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Ciamis. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Sebanyak 100 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terkait penyampaian informasi obat dan tingkat kepuasan pasien berdasarkan dimensi SERVQUAL. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden telah menerima informasi dasar obat, seperti nama, indikasi, dosis, dan cara penggunaan, dengan persentase yang tinggi. Namun, informasi mengenai efek samping dan interaksi obat masih belum disampaikan secara optimal. Tingkat kepuasan pasien secara umum berada pada kategori puas. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungann yang signifikan antara penyampaian informasi obat dengan kepuasan pasien (p > 0,05), dengan kekuatan hubungann yang sangat lemah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas komunikasi dan edukasi obat serta evaluasi terhadap faktor lain yang dapat memengaruhi kepuasan pasien guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian.</p>Tita PuspitasariTita NofiantiYedy Purwandi Sukmawan
Hak Cipta (c) 2026 Tita Puspitasari, Tita Nofianti, Yedy Purwandi Sukmawan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-282026-08-284212813310.63004/jfs.v4i2.1116Titrasi Serimetri Dalam Analisis Hidrokuinon Dan Senyawa Reduktor Pada Sediaan Farmasi Dan Kosmetik: Kajian Literatur Komparatif
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1295
<p>Titrasi serimetri merupakan metode analisis volumetrik berbasis reaksi redoks yang menggunakan serium(IV) sulfat sebagai oksidator kuat. Kajian literatur ini bertujuan membandingkan penerapan metode serimetri dalam analisis hidrokuinon pada sediaan kosmetik serta senyawa reduktor lain pada sediaan farmasi, sekaligus mengevaluasi keunggulan dan keterbatasannya dibandingkan metode instrumentasi modern. Sumber data diperoleh dari sembilan artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2007 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa titrasi serimetri mampu menghasilkan persentase perolehan kembali (recovery) yang cukup baik, berkisar antara 97,12% hingga 102,01% untuk berbagai analit. Pada konteks analisis hidrokuinon dalam krim pemutih yang beredar di Indonesia, dua dari tiga studi primer menemukan produk dengan kadar hidrokuinon melebihi batas maksimum 2% yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Secara komparatif, metode serimetri memiliki keunggulan berupa stabilitas larutan titran, kesederhanaan prosedur, dan harga reagen yang relatif terjangkau, namun memiliki keterbatasan dalam selektivitas dibandingkan HPLC dan GC-MS. Kajian ini merekomendasikan penggunaan serimetri sebagai metode skrining awal yang diperkuat dengan konfirmasi instrumentasi untuk analisis sediaan kosmetik yang mengandung matriks kompleks.</p>Ferdi SyaputraSiti Amalia Farhatul JannahNita Rusdiana
Hak Cipta (c) 2026 Ferdi Syaputra, Siti Amalia Farhatul Jannah, Nita Rusdiana
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-282026-08-284213414010.63004/jfs.v4i2.1295Perbandingan Efektivitas Amlodipine dan Captopril Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tebing Tinggi
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1581
<p>Hipertensi yang tidak tertangani dapat memicu komplikasi kardiovaskular, sehingga pemilihan antihipertensi yang tepat menjadi penting. Amlodipine dan captopril merupakan dua obat lini pertama yang umum diresepkan namun bekerja melalui jalur farmakologi berbeda. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas amlodipine 10 mg dan captopril 25 mg dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. Penelitian bersifat analisis observasional dengan pendekatan prospektif <em>cross sectional</em>. Data tekanan darah 64 pasien (32 pengguna amlodipine dan 32 pengguna captopril) diambil dari rekam medis periode Januari-Februari 2026. Analisis menggunakan uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em> yang dilanjutkan uji <em>MannWhitney</em>. Penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik kelompok amlodipine berturut-turut mendapatkan nilai sebesar 3,79 mmHg dan 4,12 mmHg, sedangkan kelompok captopril sebesar 2,90 mmHg dan 3,19 mmHg. Uji <em>Mann-Whitney</em> menunjukkan perbedaan bermakna pada tekanan sistolik (p=0,047) maupun diastolik (p=0,042). Amlodipine 10 mg terbukti lebih unggul dibandingkan Captopril 25 mg dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Tebing Tinggi Balangan.</p>Muhammad Adam PrawiraGuntur KurniawanEvy DharmayatiAhmad Fahrian Hipmi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Adam Prawira, Guntur Kurniawan, Evy Dharmayati, Ahmad Fahrian Hipmi
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-282026-08-284214114710.63004/jfs.v4i2.1581Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian Berbasis Patient-Oriented Care: Literatur Review
https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/JFS/article/view/1223
<p>Pelayanan kefarmasian saat ini tidak hanya berfokus pada penyediaan obat, tetapi juga pada kebutuhan pasien sebagai penerima layanan. Pendekatan <em>patient-oriented care</em> menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan, sehingga apoteker berperan dalam memberikan informasi, edukasi, konseling, serta pendampingan dalam penggunaan obat. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting untuk menilai mutu pelayanan kefarmasian, terutama dalam aspek komunikasi, pemberian informasi obat, empati, responsivitas pelayanan, waktu tunggu, dan keterlibatan pasien dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian berbasis <em>patient-oriented care</em>. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> dengan menelaah artikel ilmiah yang relevan dan terbit pada rentang tahun 2015–2025. Literatur diperoleh melalui penelusuran pada <em>Google Scholar</em> dengan bantuan aplikasi <em>Publish or Perish</em>, serta penelusuran manual pada jurnal yang terindeks Scopus dan SINTA. Artikel dipilih berdasarkan kesesuaian dengan topik, ketersediaan teks lengkap, dan relevansi pembahasan terhadap kepuasan pasien dalam pelayanan kefarmasian. Hasil telaah menunjukkan bahwa komunikasi yang jelas, pemberian informasi obat yang mudah dipahami, empati petugas, responsivitas pelayanan, dan keterlibatan pasien dalam pengobatan berperan penting dalam membentuk kepuasan pasien. Waktu tunggu masih menjadi kendala utama, sehingga pemanfaatan teknologi digital diperlukan untuk mempercepat alur pelayanan dan mendukung peran apoteker dalam konseling serta edukasi pasien. Dengan demikian, pelayanan kefarmasian berbasis <em>patient-oriented care</em> dapat diperkuat melalui peningkatan komunikasi, empati, efisiensi pelayanan, dan pemanfaatan teknologi.</p>Imam YunusAang Hanafiah WangsaatmadjaSiti Wakhidatun Suciyati
Hak Cipta (c) 2026 Imam Yunus, Aang Hanafiah Wangsaatmadja, Siti Wakhidatun Suciyati
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
2026-08-282026-08-284214815510.63004/jfs.v4i2.1223