Identifikasi Unsur Senyawa Organik Dengan Metode Analisis Kualitatif
DOI:
https://doi.org/10.63004/jfs.v4i2.391Kata Kunci:
identifikasi, senyawa organik, analisis kualitatifAbstrak
Keberadaan unsur senyawa organik dalam kehidupan sehari-hari seperti Karbon (C), Nitrogen (N), Fosfor (P), Belerang (S), Klorin (Cl), Bromin (Br), dan Iodin (I) dapat diidentifikasi salah satunya adalah dengan metode analisa kimia secara kualitatif. Identifikasi unsur senyawa organik ini dilakukan secara kualitatif menggunakan berbagai macam pereaksi. Hasil didapatkan karbon organik diidentifikasi dengan Ba(OH)2 menghasilkan endapan putih. Nitrogen diidentifikasi dengan FeSO4 pekat menghasilkan warna prussian blue. Fosfor diidentifikasi dengan ammonium molibdat dan asam nitrat pekat menghasilkan endapan berwarna kuning kenari. Sulfur diidentifikasi dengan natrium nitroprusida menghasilkan warna violet. Unsur senyawa halogenida seperti klorin direaksikan dengan AgNO3 sehingga menghasilkan endapan. Berdasarkan percobaan identifikasi unsur senyawa organik yang telah dilakukan, semua sampel yang diduga mengandung unsur karbon, nitrogen, belerang, fosfat, bromin, klorin, dan iodin terbukti positif melalui analisis kualitatif menggunakan pereaksi. Sampel yang digunakan yaitu campuran serbuk castellana.
Unduhan
Referensi
Barus, B. S., Munthe, R. Y., & Bernando, M. (2020). Kandungan Karbon Organik Total Dan Fosfat Pada Sedimen Di Perairan Muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(2), 397–408. https://doi.org/10.29244/jitkt.v12i2.28211 DOI: https://doi.org/10.29244/jitkt.v12i2.28211
Dewi, W. K., & Yulianti, D. (2016). PEMANTAUAN LOGAM BERAT PADA CUPLIKAN AIR SUNGAI KALIGARANG MENGGUNAKAN METODE ANALISIS AKTIVASI NEUTRON. Unnes Physics Journal, 5(1). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upj
Isnaini, M., & Ningrum, W. P. (2018). Hubungan Keterampilan Representasi Terhadap Pemahaman Konsep Kimia Organik. Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia, 2(2), 12–25. https://doi.org/10.19109/ojpk.v2i2.2637 DOI: https://doi.org/10.19109/ojpk.v2i2.2637
Murti, G. S. W. (2022). Kimia Organik I. In Academia. Widina.
Prabawanti, A. K. D. (2020). Verifikasi Metode Uji Sulfur Pada Sampel Minyak Bumi Menggunakan X-Ray Fluorescence Spectrometry Di Pusat Penelitian Dan Pengembangan Teknologi Minyak Dan Gas Bumi “Lemigas.”
Pradina, U., Sapar, A., Warsidah, W., Sayekti, E., & Aritonang, A. B. (2022). Identifikasi Komponen Senyawa Organik dan Uji Aktivitas Antiinflamasi dari Fraksi Etil Asetat Daun Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Al-Kimia, 10(1), 12–22. https://doi.org/10.24252/al-kimia.v10i1.20456 DOI: https://doi.org/10.24252/al-kimia.v10i1.20456
Pratama, H., Puspitasari, Y. D., & Nugroho, P. A. (2023). Pembelajaran Kimia Organik dengan Kombinasi Project Based Learning dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar. Journal of Education Action Research, 7(3), 351–357. https://doi.org/10.23887/jear.v7i3.67336 DOI: https://doi.org/10.23887/jear.v7i3.67336
Rosita, D., Zaenab, S., & Budiyanto, M. A. K. (2016). Analisis kandungan klorin. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2, 88–93. DOI: https://doi.org/10.22219/jpbi.v2i1.3386
Sasmi, W. T. (2022). Literature Review : Pengaruh Waktu Penyimpanan Dan Pemanasan Terhadap Kadar Iodium Dalam Garam Beriodium. Konferensi Nasional Penelitian Dan Pengabdian (KNPP) Ke-2, 607–627.
Siringoringo, H. H. (2014). Peranan Penting Pengelolaan Penyerapan Karbon dalam Tanah. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 11(2), 175–192. DOI: https://doi.org/10.20886/jakk.2014.11.2.175-192
Tobing, F. M. L., Sidauruk, S., & Meiliawati, R. (2019). Kesulitan Memahami Konsep Kimia Unsur Golongan VII A (Halogen) Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Palangka Raya Tahun Akademik 2018/2019. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 10(1), 72–80. https://doi.org/10.37304/jikt.v10i1.22 DOI: https://doi.org/10.37304/jikt.v10i1.22
Wolayan, F. R., Hadju, R., & Imbar, M. R. (2022). Kimia Organik (Tata Nama, Struktur Dan Fungsi). CV Patra Media Grafinda Bandung.
Yulma, Salim, G., & Sampe, Y. (2018). Analisis Bahan Organik Nitrogen (N) Dan Fosfor (P) Pada Sedimen Di Kawasan Konservasi Mangrove Dan Bekantan (Kkmb) Kota Tarakan. Jurnal Borneo Saintek, 1(2), 75–82. https://doi.org/10.35334/borneo DOI: https://doi.org/10.22146/jtbb.27173
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Monica Amanda, Rahmadani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



