Perbandingan Efektivitas Amlodipine dan Captopril Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tebing Tinggi

Penulis

  • Muhammad Adam Prawira Universitas Borneo Lestari
  • Guntur Kurniawan Universitas Borneo Lestari
  • Evy Dharmayati Universitas Borneo Lestari
  • Ahmad Fahrian Hipmi Universitas Borneo Lestari

DOI:

https://doi.org/10.63004/jfs.v4i2.1581

Kata Kunci:

Amlodipin, Captopril, Efektivitas, Hipertensi, Tekanan Darah

Abstrak

Hipertensi yang tidak tertangani dapat memicu komplikasi kardiovaskular, sehingga pemilihan antihipertensi yang tepat menjadi penting. Amlodipine dan captopril merupakan dua obat lini pertama yang umum diresepkan namun bekerja melalui jalur farmakologi berbeda. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas amlodipine 10 mg dan captopril 25 mg dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan. Penelitian bersifat analisis observasional dengan pendekatan prospektif cross sectional. Data tekanan darah 64 pasien (32 pengguna amlodipine dan 32 pengguna captopril) diambil dari rekam medis periode Januari-Februari 2026. Analisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk yang dilanjutkan uji MannWhitney. Penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik kelompok amlodipine berturut-turut mendapatkan nilai sebesar 3,79 mmHg dan 4,12 mmHg, sedangkan kelompok captopril sebesar 2,90 mmHg dan 3,19 mmHg. Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan bermakna pada tekanan sistolik (p=0,047) maupun diastolik (p=0,042). Amlodipine 10 mg terbukti lebih unggul dibandingkan Captopril 25 mg dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Tebing Tinggi Balangan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Andhyka, I., Sidrotullah, M., & Elvvi, E. (2020). Profil Efektivitas Obat Hipertensi Captopril dan Amlodipine Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Wilayah Kerja Puskesmas Selaparang Periode Juni Tahun 2017. Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi, 7(1), 5-9.

Destiani, D. P., Farmasi, F., Padjajaran, U., Kimia, A., Bandung, F., Tinggi, S., & Bandung, F. (2020). Farmaka. 14, 19-25.

Fernandez, J. M., Coyle, E. A., DiPiro, J. T., Yee, G. C., Posey, L., Haines, S. T., Nolin, T. D., & Ellingrod, V. (2020). Urinary Tract Infections and Prostatitis. Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach (11th ed.). McGraw-Hill.

Hidayati, A., Purwanto, N. H., & Siswantoro, E. (2022). Hubungan Stres Dengan Peningkatan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Jurnal Keperawatan, 37–44.

Kristanti, P. (2020). Efektifitas dan Efek Samping Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 4(2), 1-13.

Lin, Y., Lin, J., Wu, M., & Chen, K. (2021). Effects of Calcium Channel Blockers Comparing to Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors and Angiotensin Receptor Blockers in Patients with Hypertension and Chronic Kidney Disease Stage 3 to 5 and Dialysis: A Systematic Review and

Meta-Analysis. Renal Failure, 43(1), 1437-1449.

Nelwan, W. P. J. K. (2024). Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 5(5), 30.

Nugroho, P. H. (2024). Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Grade 2 Di Desa Lebak Pracimantoro. Jurnal Keperawatan GSH, 13(1), 9-15. DOI: https://doi.org/10.33088/jptk.v11i1.575

Nuryanti, E., Wardhana, M. F., & Damayanti, E. (2024). Perbandingan Efektivitas Obat Antihipertensi Golongan ARB versus CCB terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi. Medical Profession Journal of Lampung, 14(4), 712-718.

Parellangi, A., Prayogi, B., Rizani, K., & Utama, R. D. (2025). Analisis Faktor Determinan Kejadian Hipertensi di Kota Banjar Baru Tahun 2024. Jurnal Skala Kesehatan, 16(1), 41-53. DOI: https://doi.org/10.31964/jsk.v16i1.443

Putri, S., Ramdini, D. A., Afriyani, & Wardhana, M. F. (2023). Literatur Review: Efek Samping Penggunaan Obat Hipertensi. Jurnal Medula, 13(4), 583-589.

Rifkia, V. (2020). Perbandingan Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Intradialisis dengan Obat Antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril di RS Bhayangkara TK. I R. Said Sukanto. Jurnal Farmasi Udayana, 9(2), 83. DOI: https://doi.org/10.24843/JFU.2020.v09.i02.p03

Setyowati, E., Prayitno, E. M. F., Mundriyastutik, Y., & Isnaeni, R. D. (2021). Perbandingan Efektivitas Penurunan Tekanan Darah dengan Pemberian Kombinasi Amlodipin dengan Kaptopril dan Amlodipin Dengan Lisinopril Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Indonesia Jurnal Farmasi, 6(2), 40. DOI: https://doi.org/10.26751/ijf.v6i2.1744

Sijabat, F., Purba, S. D., Saragih, F., & Sianturi, G. (2020). Promosi Kesehatan Pencegahan Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Dwikora. Jurnal Abdimas, 1(September), 262-269.

Tiyas, D. (2021). Resiko Efek Samping Edema terhadap Penggunaan Amlodipin (CCBs) sebagai Antihipertensi: Kajian Literatur. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5, 11348.

Wicaksono, A., Listyana, Y. I., Kesuma, A. A. M., & Fauziyah, H. N. N. (2021). Resiko Penggunaan Captopril terhadap Kejadian Batuk Kering pada Pasien Hipertensi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 11315-11322.

World Health Organization. (2020). Global Report on Hypertension: The Race Against a Silent Killer. WHO Press.

Yulanda, G. (2020). Penatalaksanaan Hipertensi Primer. Jurnal Majority, 6(1), 25-33.

Unduhan

Diterbitkan

28-08-2026

Cara Mengutip

Prawira, M. A., Kurniawan, G., Dharmayati, E., & Hipmi, A. F. (2026). Perbandingan Efektivitas Amlodipine dan Captopril Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tebing Tinggi. Jurnal Farmasi SYIFA, 4(2), 141–147. https://doi.org/10.63004/jfs.v4i2.1581

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama