Health Research Journal of Indonesia https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI <p><strong>Nama jurnal : </strong><em>Health Research Journal of Indonesia </em>(HRJI)<br /><em><strong>Editor in Chief </strong></em><strong>: </strong>Nurul Hidayah, SKM., M.Kes<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2964-7592" target="_blank" rel="noopener">2964-7592</a> (online)<br /><strong>Terakreditasi Peringkat 4</strong> (Sinta 4)<br /><strong>DOI Jurnal :</strong> <a href="https://doi.org/10.63004/hrji">10.63004/hrji</a><br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember.</p> <p><strong>Health Research Journal of Indonesia (HRJI)</strong> adalah jurnal elektronik dan <em>open access</em> <em>journal</em> yang dikelola oleh CV. Wadah Publikasi Cendekia. Health Research Journal of Indonesia merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article </em>di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta ilmu kefarmasian.</p> <p>Health Research Journal of Indonesia <strong>Terakreditasi Peringkat 4</strong> (<a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/16934" target="_blank" rel="noopener"><strong>Sinta 4</strong></a>) berdasarkan SK Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI nomor 156/C/C3/KPT/2026 tahun 2026.</p> <p><strong>Template</strong> [<a href="https://docs.google.com/document/d/1bKms2ryC0NUiXKCdulIVA8o2JOsEbZng/edit?usp=sharing&amp;ouid=115569869640607001747&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener">download</a>]</p> id-ID <p>Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.</p> <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons" /></a><br /><em>Health Research Journal of Indonesia</em> dilisensikan di bawah <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a></p> hrji@wpcpublisher.com (Nurul Hidayah, SKM., M.Kes) hrji@wpcpublisher.com (Admin) Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Hubungan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying Di SMP Negeri 26 Kota Bandar Lampung Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1226 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Masa remaja merupakan masa transisi menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosi, dan sosial. Pada tahap ini, teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku remaja. Pengaruh teman sebaya dapat berdampak positif maupun negatif terhadap perkembangan individu. Jika pengaruh yang diterima bersifat negatif, hal ini dapat mendorong munculnya perilaku menyimpang seperti bullying. Berdasarkan data Dinas PPPA Provinsi Lampung tahun 2025, terdapat 392 kasus kekerasan terhadap anak, dengan 36,2% terjadi di tingkat SMP. Hasil pra-survei di SMP Negeri 26 Bandar Lampung menunjukkan bahwa perilaku bullying masih cukup tinggi dan dukungan teman sebaya belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dan perilaku bullying di sekolah. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dan perilaku bullying pada siswa SMP Negeri 26 Kota Bandar Lampung tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 426 siswa kelas VIII dengan sampel 243 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku bullying kategori tinggi (43,6%) dan dukungan teman sebaya kategori sedang (60,1%). Uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (&lt;0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying. <strong>Kesimpulan: </strong>Dukungan teman sebaya terbukti berperan signifikan dalam memengaruhi perilaku bullying pada siswa. Semakin tinggi tingkat dukungan yang diterima, semakin rendah kecenderungan siswa untuk terlibat dalam perilaku bullying. Oleh karena itu, penguatan dukungan teman sebaya menjadi salah satu upaya penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan kondusif bagi perkembangan siswa.</p> Rilyani Azizah, Rilyani, Triyoso Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1226 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Daya Tanggap (Responsiveness) Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1227 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah unit vital yang menangani kasus darurat, di mana prinsip "Time Saving is Life Saving" sangat berlaku. Mutu pelayanan di IGD, khususnya daya tanggap perawat (<em>responsiveness</em>), menjadi penentu utama kepuasan keluarga pasien. Secara nasional, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan IGD masih 84,6%, di bawah target nasional ≥90%. Di Provinsi Lampung, tingkat kepuasan keluarga pasien dilaporkan 82,3%. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara daya tanggap (<em>responsiveness</em>) perawat terhadap tingkat kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga pasien di IGD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek pada periode penelitian, sebanyak 1.770 individu. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan dimensi <em>SERVQUAL</em>, yang diukur dengan skala Likert. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai daya tanggap <em>responsiveness</em> perawat dalam kategori kurang baik (54.4%), sedangkan kategori baik sebesar (45.6%). Tingkat kepuasan keluarga pasien dalam kategori tidak puas sebesar (61.5%), sedangkan kategori puas sebesar (38.5%). <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil uji Spearman diperoleh nilai p-value = 0,000 (&lt;0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,363, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara daya tanggap perawat dan tingkat kepuasan keluarga pasien.</p> Alya Rahma Salsabila, Andoko, Triyoso Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1227 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Implikasi Lingkungan dan Kesehatan Akibat Pertambangan Nikel di Sulawesi: Narrative Review https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1099 <p><span style="font-weight: 400;">Status Indonesia sebagai produsen nikel terkemuka di dunia telah menyebabkan penambangan intensif di Sulawesi, sehingga menimbulkan kekhawatiran signifikan terkait kontaminasi nikel di ekosistem perairan dan risiko kesehatan masyarakat yang ditimbulkannya.. Review naratif ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah terkini (2015–2025) mengenai toksisitas nikel, distribusi lingkungan, dan jalur paparan di distrik pertambangan nikel Indonesia. Pencarian literatur dilakukan di Scopus, ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar, menghasilkan 9 studi empiris primer yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan kontinum polusi nikel yang terakumulasi secara progresif dalam air (0,0086–0,0368 mg/L di sungai), sedimen (rata-rata hingga 73,20 mg/kg di Morowali), dan biota yang dapat dikonsumsi termasuk ikan bandeng (~0,50 mg/kg) dan udang (hingga 1,155 mg/kg). Kontaminan ini memasuki rantai makanan manusia melalui air minum dan konsumsi hasil laut, menimbulkan risiko non-karsinogenik dan karsinogenik potensial termasuk kerusakan pernafasan, nefrotoksisitas, dan peningkatan risiko kanker. Air tanah di Pomalaa diklasifikasikan sebagai tercemar ringan (Indeks Polusi 3,7–4,5), sedangkan tanah pasca tambang di Konawe Utara menunjukkan kontaminasi ekstrem (Kelas Igeo 6). Temuan dari Sulawesi selaras dengan data pertambangan global dari Iran, Ghana, dan Filipina. Diperlukan penilaian risiko kesehatan kuantitatif multi-jalur yang spesifik untuk komunitas Sulawesi, biomonitoring berkelanjutan, dan pengendalian limbah tambang yang lebih ketat.</span></p> M Aditya Permana Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1099 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Studi Fenomenologi Pengalaman Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis terkait Kecemasan terhadap Kematian di Rumah Sakit Islam Purwokerto https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1122 <p><strong>Pendahuluan :</strong><span style="font-weight: 400;"> Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi hemodialisis secara berkelanjutan dan berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis pasien, termasuk kecemasan terhadap kematian. </span><strong>Tujuan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis terkait adaptasi, perubahan kondisi fisik, serta kecemasan terhadap kematian. </span><strong>Metode:</strong><span style="font-weight: 400;"> Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah 10 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan metode Colaizzi. </span><strong>Hasil:</strong><span style="font-weight: 400;"> Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu pengalaman awal dan proses adaptasi terhadap hemodialisis, dampak terhadap kondisi fisik dan aktivitas sehari-hari, kecemasan terhadap kematian, peran dukungan sosial dan keyakinan, serta penerimaan diri dan kepasrahan kepada Tuhan. </span><strong>Kesimpulan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Pengalaman pasien yang menjalani hemodialisis bersifat multidimensionaln meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Dukungan sosial serta coping religius berperan penting dalam meningkatkan penerimaan diri dan stabilitas emosional pasien.</span></p> Ririn Dwi Yuniarti, Nur Isnaini, Sri Suparti Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1122 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Uji Efektivitas Antiinflamasi Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jeruk Gerga Lebong Pada Mencit https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1135 <p>Inflamasi merupakan proses normal tubuh terhadap rangsangan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, ditandai dengan kemerahan, nyeri, rasa panas, pembengkakan, dan gangguan fungsi. Kulit buah jeruk Gerga Lebong mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang memiliki potensi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat antiinflamasi gel ekstrak etanol 70% dari kulit buah jeruk Gerga Lebong. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang menggunakan 30 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, Formula 1 (5%), Formula 2 (15%), dan Formula 3 (25%). Mencit-mencit tersebut dipuasakan 18 jam, kemudian diinduksi dengan karagenan dan edema diukur menggunakan plethysmometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol 70% yang diekstrasi dari kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap edema mencit. Uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan. F1 (5%) menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik dibandingkan dengan F2 (15%) dan F3 (25%), karena menghasilkan persentase rata-rata penghambatan edema tertinggi. F2 dan F3 kurang optimal karena formulasi terlalu encer, sehingga tidak dapat membentuk gel dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol 70% kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki khasiat antiinflamasi, dengan konsentrasi optimal ditemukan pada F1 (5%).</p> Charly Agustin, Oktoviani Oktoviani, Tri Danang Kurniawan, Ikhsan Ikhsan, Reza Rahmawati Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1135 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 1-3 Tahun https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1262 <p>Di Indonesia, 2 dari 1.000 bayi menunjukkan hambatan kemampuan motorik, 3 hingga 6 dari 1.000 bayi menderita kerusakan daya dengar, serta 1 dari 100 anak mengalami keterlambatan intelektual dan komunikasi . Proses kognitif dan motorik anak yang optimal dipengaruhi oleh lingkungan pembinaan, yang mencakup pemberian rangsangan dan keterkaitan antara ibu dan anak sebagai faktor utama. Ibu berperan besar dalam mendukung tahap kematangan anak, karena orang tua berperan dalam memberikan rangsangan pada aspek motorik, sensorik, kognitif, dan sosial, serta mampu mendeteksi adanya gangguan perkembangan sejak dini. Kajian ini menggunakan teknik kuantitatif melalui desain cross-sectional, di mana pengukuran dilakukan sekaligus pada satu waktu untuk mendeteksi adanya keterkaitan antara variabel pemicu dan variabel terkait melalui kuesioner. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di PMB Dewi Sandra, Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, tampak bahwa masih banyak ibu yang belum memahami apakah pematangan dan peningkatan buah hatinya, khususnya pada kategori motorik kasar, telah berlangsung dengan baik. Uji chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,035 dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebab p lebih rendah dari batas ketentuan (0,035 &lt; 0,05), analisis ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara pola asuh orang tua dan perkembangan motorik kasar pada anak usia 1 – 3 tahun di PMB Dewi Sandra, Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, pada tahun 2026.</p> Juli Hartati Siregar, Debi Novita Siregar, Wahyuni Saputri, Lucvi Mega Utami, Nurfarlina Nurfarlina, Nuriana Nuriana Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1262 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Dukungan Lingkungan Sosial Asrama Dengan Tingkat Kesepian Pada Mahasiswi Di Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1231 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kesepian merupakan salah satu masalah psikososial yang sering dialami oleh mahasiswa yang tinggal di asrama. Hasil pra-survei di Green Dormitory Universitas Malahayati menunjukkan bahwa 95% mahasiswi mengalami kesepian, meskipun sudah ada kegiatan bersama seperti membaca Al-Qur'an di lorong dan melakukan senam. Hal ini menandakan bahwa dukungan lingkungan sosial di asrama berperan &nbsp;penting dalam menurunkan tingkat kesepian. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan antara dukungan lingkungan sosial asrama dan tingkat kesepian pada mahasiswi di <em>Green Dormitory</em> Universitas Malahayati, Bandar Lampung, tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian adalah <em>kuantitatif</em> dengan rancangan analitik menggunakan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini merupakan mahasiswi angkatan 2023 dan 2024 yang tinggal di <em>Green Dormitory </em>Universitas Malahayati, dengan jumlah 286 orang. Sampel yang didapatkan melalui perhitungan menggunakan rumus <em>Slovin </em>berjumlah 166. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah <em>non-probability sampling</em> dengan menggunakan model <em>accidental sampling. </em><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan lingkungan sosial asrama dan tingkat kesepian pada mahasiswi di Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung (<em>p-value</em> = 0,000). Mahasiswi dengan dukungan lingkungan sosial rendah memiliki peluang lebih besar mengalami kesepian dibandingkan dengan mahasiswi dengan dukungan lingkungan sosial tinggi.</p> Ida Pepbriati, Aryanti Wardiyah, Prima Dian Furqoni Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1231 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskemas Mantangai https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1121 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis, salah satunya adalah stres. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui respons fisiologis tubuh yang berlangsung secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen <em>Perceived Stress Scale</em> (PSS-10), sedangkan kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter dan stetoskop berdasarkan klasifikasi PERKI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 36–45 tahun sebanyak 18 responden (30,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 responden (61,7%), dan memiliki tingkat pendidikan SMA sebanyak 23 responden (38,3%). Sebagian besar responden memiliki tingkat stres rendah sebanyak 23 responden (38,3%) dan berada pada kategori hipertensi stadium 1 sebanyak 23 responden (38,3%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,004 dan koefisien korelasi r = 0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah hingga sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi. Semakin tinggi tingkat stres yang dialami individu, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya hipertensi. Oleh karena itu, pengelolaan stres perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.</p> Risa Antriani, Aloysia Ispriantari Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1121 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisis Tingkat Kepatuhan Obat Hipertensi Pada Pasien Prolanis Di UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1249 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Hipertensi adalah suatu kondisi medis di mana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg secara konsisten. Hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan merupakan upaya promotif dan preventif dalam menangani penyakit kronis seperti hipertensi. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui analisis tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. <strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional pada 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji <em>chi-square</em>. <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai p = 0,004 (p &lt; 0,05) pada variabel umur. Kemudian pada variabel pekerjaan didapatkan nilai p = 0,008 (p &lt; 0,05). Pada variabel pendidikan didapatkan nilai p = 0,017 (p &lt; 0,05) dan pada variabel jenis kelamin didapatkan nilai p = 0,001 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dari umur, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan juga jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat. <strong>Simpulan: </strong>Terdapat hubungan antara umur, pekerjaan, pendidikan, dan jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat dan sebagian besar pasien prolanis memiliki tingkat kepatuhan minum obat pada kategori sedang.</p> Roslyn Djumala, Kunti Nastiti, Erlina Syamsu, Saftia Aryzki Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1249 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Terapi Sleep Hygiene terhadap Kualitas Tidur Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1061 <div class="page" title="Page 2"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p><strong>Pendahuluan: </strong>Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, penurunan sistem imun, serta penurunan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi gangguan tidur adalah terapi <em>sleep hygiene</em>, yaitu penerapan kebiasaan tidur yang sehat dan pengaturan lingkungan tidur yang nyaman. <strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui pengaruh terapi <em>sleep hygiene </em>terhadap kualitas tidur pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. <strong>Desain: </strong>Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi-experiment </em>dengan pendekatan <em>one-group pretest-posttest design</em>. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen pengukuran menggunakan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)</em>, dan analisis data dilakukan menggunakan <em>Paired T-Test </em>serta uji <em>Cohen’s d </em>untuk menghitung besar pengaruh intervensi. <strong>Hasil: </strong>penelitian menunjukkan hasil bahwa sebelum diberikan intervensi, rata-rata skor PSQI sebesar 11,58 (kategori kualitas tidur buruk) dan setelah intervensi menurun menjadi 7,96 (kategori cukup baik). Nilai p = 0,000 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi, dengan <em>effect size </em>sebesar d = 1,615 (kategori besar). <strong>Kesimpulan: </strong>Penerapan <em>sleep hygiene </em>berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu upaya nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas hidup pasien selama pengobatan.</p> </div> </div> </div> Vovi Meidas Setia Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1061 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisis Hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1108 <p>Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penerapan praktik kerja yang ramah lingkungan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah green training, yaitu pelatihan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pegawai dalam mendukung efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, serta budaya kerja berwawasan lingkungan. Permasalahan kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, hanya 343 dari 1.152 tenaga kesehatan (21,38%) yang mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 297 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Variabel green training diukur berdasarkan aspek pemahaman materi pelatihan, relevansi pelatihan, dukungan organisasi, dan penerapan perilaku kerja ramah lingkungan, sedangkan kinerja rumah sakit dinilai berdasarkan aspek efektivitas kerja, efisiensi pelayanan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kualitas layanan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green training memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja RSUD Bahteramas dengan nilai p = 0,000 dan nilai koefisien hubungan sebesar (φ) = 0,829). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas green training berpotensi mendukung perbaikan kinerja rumah sakit melalui penguatan kompetensi dan perilaku kerja ramah lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan program green training secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia dan tata kelola rumah sakit yang berorientasi pada keberlanjutan.</p> Anry Hariadhin Depu, Eneng, Siti Nuraeni, La Ode Liaumin Azim Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1108 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (Fe) Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Makmur https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1246 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Anemia pada ibu hamil sering terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dan meningkatnya kebutuhan fisiologis selama kehamilan. Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab utama anemia pada ibu hamil. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II–III sebanyak 35 orang dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Ibu yang tidak patuh mengonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 14 orang (40%), sedangkan yang tidak anemia sebanyak 5 orang (14,3%). Pada ibu yang patuh mengonsumsi tablet Fe, sebanyak 12 orang (34,3%) tidak mengalami anemia dan 4 orang (11,4%) mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,004 (&lt;0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil. <strong>Simpulan:</strong> Terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara benar dan teratur.</p> Heldawati, Frani Mariana, Novalia Widiya Ningrum, Susanti Suhartati Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1246 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0000 Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dengan Metode Sonikasi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1166 <p>Kulit wajah memerlukan perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan, kelembapan, dan kesehatan kulit, salah satunya melalui penggunaan toner. Daun Salam yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan toner ekstrak etanol 96% daun salam menggunakan metode sonikasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) konsentrasi ekstrak. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki aroma green tea. Nilai pH berada pada rentang 5,40–6,47 dan viskositas 1,29–2,75 cPs yang memenuhi standar toner. Uji kelembapan menunjukkan peningkatan kelembapan kulit dari 65,08% pada F0 hingga 77,51% pada F3. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya kemerahan, gatal, maupun pembengkakan. Uji hedonik menunjukkan formula F2 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi sebesar 80%. Berdasarkan hasil evaluasi, F2 merupakan formula terbaik karena memiliki karakteristik fisik yang baik, mampu meningkatkan kelembapan kulit, tidak menimbulkan iritasi, dan paling disukai panelis.</p> Tiara Nisrina Fitri, Tri Danang Kurniawan, Dwi Kurnia Putri, Putri Mulia, Rose Intan Perma Sari Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1166 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas Pijat Oksitosin Dalam Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu Nifas https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1098 <p>Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan rekomendasi WHO sebagai standar emas pemberian makan bayi. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2021 mencapai 72,59%, meningkat dari tahun sebelumnya. Namun, studi pendahuluan menunjukkan 50% ibu nifas mengalami masalah kelancaran produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Bidan A Kabupaten Bekasi. Metode penelitian menggunakan desain <em>one group pretest-posttest</em> dengan sampel 35 ibu nifas hari ke-1 sampai 42 yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,001 (&lt;0,05), yang berarti terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI. Disimpulkan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait perawatan payudara dan pijat oksitosin untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.</p> Ika Kania Fatdo Wardani Wardani, Rena Anzelia, Riski Neli Maryati Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1098 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Perilaku Bullying Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1243 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Masa remaja merupakan fase transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada periode ini remaja memiliki kerentanan tinggi terhadap masalah kesehatan mental akibat tuntutan perkembangan dan tekanan lingkungan. Data World Health Organization (WHO) serta laporan nasional menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia mencapai 9,8%, yang menandakan kesehatan mental remaja menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian. Salah satu faktor risiko yang berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja adalah perilaku bullying, yaitu tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan dapat menimbulkan dampak psikologis serius. Data nasional menunjukkan angka kejadian bullying di Indonesia, khususnya pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), mencapai 66,1% dengan bentuk paling dominan berupa kekerasan psikologis. Di Kota Bandar Lampung sendiri tercatat sebanyak 93 kasus bullying pada siswa SMP, yang menunjukkan perlunya analisis lebih mendalam terkait dampaknya terhadap kesehatan mental remaja. <strong>Tujuan:</strong> Diketahui hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental siswa di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa SMP Negeri 1 Bandar Lampung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara perilaku bullying dan kesehatan mental. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis Chi-Square menunjukan adanya hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental depresi (p=0,001) &lt; α (0,05), kecemasan (p=0,001) &lt; α (0,05), dan stress (p=0,001) &lt; α (0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Hal ini menunjukan adanya hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental depresi (p=0,001) &lt; α (0,05), kecemasan (p=0,001) &lt; α (0,05), dan stress (p=0,001) &lt; α (0,05).</p> Jelyta Octa Maharani, Rilyani, Riska Wandini Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1243 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Gambaran Konsumsi Makanan Tidak Sehat Pada Remaja Di Asrama Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1140 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap perubahan perilaku gaya hidup, terutama pola konsumsi makanan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena peningkatan konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula di kalangan remaja yang berdampak pada risiko penyakit tidak menular. Data pra-survei di Asrama Green Dormitory menunjukkan prevalensi konsumsi ayam goreng olahan sebesar 86,7%, kentang goreng 63,3%, mi instan 56,7%, serta minuman manis kemasan mencapai 70%. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran konsumsi makanan tidak sehat pada remaja di Asrama Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2025, meliputi indikator jenis, frekuensi, dan kategori tingkat konsumsi<strong>. Metode:</strong> Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 214 responden yang diambil menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner frekuensi makanan (<em>Food Frequency Questionnaire</em>) yang divalidasi untuk mengukur empat indikator utama: konsumsi makanan ultra-olahan, minuman tinggi gula, daging olahan, serta makanan tinggi lemak dan lemak jenuh. <strong>Hasil: </strong>Hasil analisa statistik deskriptif menunjukkan bahwa konsumsi makanan tidak sehat didominasi oleh makanan ultra-olahan dengan nilai rata-rata tertinggi (mean=9,94), diikuti daging olahan (mean=9,57), dan minuman tinggi gula (mean=9,38). Secara keseluruhan, mayoritas responden berada pada kategori konsumsi sedang sebanyak 92 orang (43,0%), diikuti kategori tinggi sebanyak 80 orang (37,4%), dan kategori rendah sebanyak 42 orang (19,6%). <strong>Kesimpulan:</strong> Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar remaja di asrama memiliki ketergantungan yang signifikan pada makanan praktis dengan densitas energi tinggi namun sangat rendah nutrisi esensial. Hal ini mengindikasikan bahwa lingkungan asrama berisiko menjadi lingkungan obesogenik. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berupa edukasi gizi secara masif dan kebijakan penyediaan akses makanan sehat di lingkungan asrama guna meminimalisir risiko akumulasi penyakit tidak menular bagi mahasiswa di masa depan.</p> Adi Sutiyoko, Aryanti Wardiyah, Riska Wandini Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1140 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Sayat Menggunakan Gel Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Dalam Sediaan Topikal Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Putih https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1264 <p>Luka sayat merupakan salah satu jenis luka terbuka yang memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal dan terhindar dari infeksi. Proses ini berlangsung melalui empat fase utama, yaitu fase hemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi, yang secara berurutan berperan dalam menghentikan perdarahan, membersihkan jaringan yang rusak, membentuk jaringan baru, dan memperkuat jaringan hasil regenerasi. Daun sukun diketahui mengandung golongan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin, steroid, alkaloid, dan glikosida yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antibakteri, serta mempercepat proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat dengan menggunakan gel ekstrak daun sukun (<em>Artocarpus altilis</em>) dalam sediaan topikal pada mencit (<em>Mus musculus</em>) jantan putih. Penelitian ini menggunakan lima kelompok perlakuan: kontrol positif (Gel Bioplacenton), kontrol negatif (<em>basis gel</em>), gel ekstrak daun sukun konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun konsentrasi 7,5% secara signifikan dapat mempercepat penyembuhan luka sayat. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji normalitas dan homogenitas. Jika data terdistribusi normal dan homogen digunakan uji <em>One Way ANOVA </em>untuk menguji interaksi antara waktu dan perlakuan. Jika data tidak memenuhi asumsi tersebut, digunakan uji <em>Kruskal-Wallis</em> dan <em>Mann-Whitneyy </em>untuk mengidentifikasi pasangan kelompok yang berbeda signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka sayat.</p> Naila Fathna Nurul Hamidah, Vriezka Mierza, Ahsanal Kasasiah Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1264 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas Pendidikan Kesehatan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA Al – Qur’an Malahayati https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1234 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Henti jantung merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Berdasarkan data World Health Organization, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di dunia dengan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahunnya, dan sebagian besar berkaitan dengan kejadian henti jantung. Di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, kasus kegawatdaruratan akibat henti jantung masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Salah satu upaya penanganan awal yang dapat dilakukan adalah melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD). <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan BHD dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Al-Qur’an Malahayati. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 45 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji t dependen (paired t-test). <strong>Hasil:</strong> Rata-rata pengetahuan meningkat dari 9.31 sebelum intervensi menjadi 13.53 setelah intervensi. Hasil uji t dependen menunjukkan nilai p = 0,001 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Kesimpulan: </strong>Pendidikan kesehatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Al-Qur’an Malahayati.</p> Della Ananta Putri, Dessy Hermawan, Dennti Kurniasih Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1234 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Karakteristik Terhadap Persepsi Tentang Manfaat Rebusan Daun Alpukat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Gedung Cahya Kuningan Kabupaten Pesisir Barat https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1250 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat dan berkontribusi besar terhadap kejadian penyakit kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti pemanfaatan rebusan daun alpukat mulai dikenal sebagai terapi komplementer karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Namun, pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh persepsi yang beragam dari penderita hipertensi. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. <strong>Tujuan: </strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita hipertensi dengan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat di Desa Gedung Cahya, Kuningan, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi di Desa Gedung Cahya Kuningan sebanyak 93 orang, jumlah sampel 93 dengan teknik total<em> sampling</em>. Analisis dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> (χ²). <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (62,4%), berada pada usia produktif (69,9%), berpendidikan tinggi (75,3%), memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga (60,2%), dan memiliki persepsi yang baik tentang manfaat rebusan daun alpukat (51,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan jenis kelamin (p = 0,005), usia (p = 0,021), tingkat pendidikan (p = 0,000), serta riwayat hipertensi keluarga (p = 0,000) dengan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara karakteristik penderita hipertensi dan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik individu untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan terapi komplementer secara tepat.</p> Ahmad Nur Fadhlurrahman, Lolita Sary Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1250 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Terhadap Penggunaan Sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1112 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan faktor resiko utama terjadinya gangguan kulit, terutama di negara tropis seperti di Indonesia. Penggunaan sunscreen merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi kulit dari dampak sinar matahari, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaannya. Faktanya, masih terdapat pasien yang belum memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang optimal terkait penggunaan sunscreen yang benar. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap pasien terhadap penggunaan sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 69 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling melalui penyebaran kuesioner. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 50,7%, kategori cukup 30,4% dan kategori baik 18,8%. Sikap responden terhadap penggunaan sunscreen berada pada kategori negatif sebesar 56,5%, sedangkan sikap positif sebesar 43,5%. <strong>Simpulan</strong>: Pada penelitian ini, pasien di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan yang kurang dan sikap yang negatif terhadap penggunaan sunscreen.</p> Dwi Ramadhayanti, Saftia Aryzki, Erlina Syamsu, Setia Budi Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1112 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Efektifitas Metode Demonstrasi Perawatan BBLR Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Di Posyandu Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Manggis https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1247 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram yang berisiko mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi jangka panjang. Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR dapat memengaruhi kualitas perawatan bayi di rumah. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui efektivitas metode demonstrasi perawatan BBLR terhadap tingkat pengetahuan ibu di Posyandu Kuranji wilayah kerja Puskesmas Guntung Manggis. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain quasy-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 10 ibu balita yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi demonstrasi perawatan BBLR yang meliputi kangaroo care, stimulasi oral, dan pijat bayi. Analisis data menggunakan uji t paired sample. <strong>Hasil</strong>: Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan ibu pada kategori baik sebesar 10%, kategori cukup 30%, dan kategori kurang 60%. Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik 80%, kategori cukup 20%, dan kategori kurang 0%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi. (2-tailed) = 0,000 (&lt;0,05), yang berarti metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR. <strong>Simpulan</strong>: Metode demonstrasi perawatan BBLR efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan dapat digunakan sebagai strategi edukasi untuk mendukung perawatan optimal bayi BBLR.</p> Suratmi, Hairiana Kusvitasari, Karmilawati Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1247 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0000 Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pelembab Wajah https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1168 <p><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Perawatan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">kulit</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">wajah</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">merupakan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">u</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">paya</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">penting</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dalam</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">menjaga</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">kesehatan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">kulit</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> dan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">mencegah</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">berbagai</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">perm</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">asalahan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">seperti</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">jerawat</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">, </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">iritasi</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> dan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">kekusaman</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. Salah </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">satu</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">sediaan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> yang </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">berperan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">dalam</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">penyempurnaan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">pembersihan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">kulit</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">a</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">dalah</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> toner</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Penelitian</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">ini</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">bertujuan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">untuk</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">memformulasikan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> dan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">mengevaluasi</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">sediaan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">toner </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">ekstrak</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">daun</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> papaya (</span></span><span class="s11"><span class="bumpedFont15">Carica papaya</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> L.) </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">dengan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">variasi</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">konsentrasi</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">sebagai</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">bahan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">aktif</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. Metode </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">penelitian</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> yang </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">digunakan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">adalah</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">e</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">ksperimental</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">laboratorium</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dengan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">empat</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> formula, </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">yaitu</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> F0 (0%), F</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Ekstrak</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dilakukan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">menggunakan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">metode</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">maserasi</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dengan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">pelarut</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">etanol</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> 96%. </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Produk toner</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dievaluasi melalui uji organoleptis,</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">homogenitas, pH, viskositas, tingkat kelembapan, potensi iritasi, serta uji hedonik. </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Hasil pengujian menunjukkan bahwa </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">seluruh </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">formul</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">a</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> memenuhi persyaratan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">fisik sediaan toner, </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">memiliki bentuk yang cair, homogen dan beraroma</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">bunga lily</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">, dengan pH </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">berkisaran antara </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">5,4– 6,5 yang sesuai dengan dengan pH</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> fisiologis kulit yaitu </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">(</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">4,5–6,5</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">)</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. N</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">ilai </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">viskositas </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">sediaan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">1,23–2,64 cPs</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> menunjukkan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">karakteristik sediaan toner yang sesuai dengan standar</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> (</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">&lt;5 cPs</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">)</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Peningkatan konsentrasi ekstrak </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">berbanding lurus dengan peningkatan hidrasi kulit yang </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">berkisaran </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">3,9% </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">– </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">6,0%, dengan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">efektivitas</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">tertinggi pada</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">F3.</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">Uji iritasi menunjukkan hasil aman untuk </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">digunakan, dan F</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">2 </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">(3%) menjadi </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">formula paling disukai berdasarkan uji hedonik panelis</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">.</span></span></p> Nabila Aulia Putri, Tri Danang Kurniawan, Putri Mulia, Samwilson Slamet Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1168 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Penerapan Standar Operasional Prosedur Pencegahan Risiko Jatuh Di RSUD Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Tahun 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1245 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Keselamatan pasien merupakan prioritas global karena setiap tahun jutaan pasien mengalami insiden yang dapat dicegah, termasuk kejadian jatuh. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 134 juta kejadian buruk terjadi setiap tahun di layanan kesehatan dan lebih dari 1 juta pasien jatuh setiap tahun di Amerika Serikat. Di Provinsi Lampung tercatat 571 kasus insiden keselamatan pasien pada tahun 2021 dan lebih dari 250 kasus jatuh pada tahun 2023. Data RSUD Pringsewu menunjukkan 2.488 pasien berisiko jatuh pada tahun 2024 dan 1.613 pasien hingga September 2025. Beban kerja perawat yang tinggi berpotensi menurunkan kepatuhan terhadap SOP pencegahan risiko jatuh. <strong>Tujuan:</strong> Diketahui hubungan beban kerja perawat dengan penerapan SOP pencegahan risiko jatuh. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026. Populasi berjumlah 119 perawat dengan sampel 92 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner 13 item dan penerapan SOP menggunakan 29 item pernyataan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden berusia 28–35 tahun (52,2%), berjenis kelamin perempuan (59,8%), berpendidikan S1 Keperawatan (66,3%), dan memiliki masa kerja 1–10 tahun (71,7%). Beban kerja sedang paling banyak (47,8%), sedangkan kepatuhan terhadap SOP sebesar 53,3%. <strong>Kesimpulan:</strong> Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan penerapan SOP pencegahan risiko jatuh (p=0,001; α&lt;0,05). Perawat dengan beban kerja berat cenderung memiliki tingkat kepatuhan yang lebih rendah dibandingkan beban kerja ringan dan sedang.</p> Miftahul Jannah, M. Ricko Gunawan, Dewi Kusumaningsih Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1245 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0000 Blood-Based Inflammatory Biomarkers: A Literature Review https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1096 <p><strong>Introduction:</strong> Inflammation is a fundamental biological response involved in the development and progression of various diseases and is commonly assessed using indicators detected in blood. A wide range of inflammatory biomarkers has been described. However, differences in their biological characteristics and clinical relevance require clear understanding for appropriate use. <strong>Objective:</strong> This review aims to summarize the blood-based inflammatory biomarkers and to present a clear description of their characteristics, strengths, and limitations, as well as key concepts related to their clinical application and interpretation as indicators of inflammatory activity. <strong>Method:</strong> This study was conducted as a literature review using secondary data from scientific publications. Articles published within the last five years were identified from PubMed, Scopus, and Google Scholar and selected based on their relevance to blood-based inflammatory biomarkers and the clarity of reported information. The selected literature, consisting of original research articles and review papers, was analyzed descriptively to synthesize and compare findings across studies. <strong>Result:</strong> The results indicate that blood-based inflammatory biomarkers can be grouped into several main categories, each reflecting different mechanisms and stages of inflammation. Differences in biological function and applicability were observed among biomarker groups, highlighting variations in their usefulness depending on inflammatory context. <strong>Conclusion:</strong> Blood-based inflammatory biomarkers provide important information for evaluating inflammatory status. Accurate assessment depends on interpretation that accounts for biological function, inflammatory context, and inherent limitations of each biomarker.</p> Zahara Nurfatihah Z, Ghea Farmaning Thias Putri, Elsa Septiani Putri Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1096 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Bullying Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Pada Remaja Kelas IX Di SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1236 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kasus bullying masih menjadi permasalahan besar di Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah. Data International Center for Research on Women (2018) menunjukkan angka kejadian bullying mencapai 70% di lima negara Asia, termasuk Indonesia. Di Bandar Lampung, kasus bullying paling banyak terjadi pada tingkat SMP. Pra-survei di SMP Negeri 1 Bandar Lampung menunjukkan 70% siswa mengalami bullying berat dan mayoritas memiliki kepercayaan diri rendah. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri pada remaja kelas IX di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan <em>cross-sectional.</em> Populasi berjumlah 352 siswa dengan sampel 187 responden yang dipilih menggunakan <em>proportionate stratified random sampling. </em>Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan <em>uji chi-square. </em><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (63,6%) dan berusia 14 tahun (57,8%). Tingkat bullying sebagian besar berada pada kategori ringan (50,8%), sedangkan tingkat kepercayaan diri mayoritas berada pada kategori baik (49,2%). Dan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri (p-value 0,000 &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri, di mana semakin tinggi tingkat bullying, semakin rendah kepercayaan diri siswa. Kemudian, sekolah diharapkan meningkatkan pengawasan, memberikan penyuluhan, konseling, serta pembinaan karakter untuk mencegah bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung kepercayaan diri siswa.</p> Mellen Aprilliani, Aryanti Wardiyah, Triyoso Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1236 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0000 Penerimaan Dan Penggunaan Teknologi Kesehatan (Technology Acceptance Model / Tam) (Systematic Review) https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1152 <p>Transformasi digital dalam sektor kesehatan memerlukan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna agar implementasi teknologi dapat berjalan efektif. <em>Technology Acceptance Model</em> (TAM) merupakan kerangka kerja yang paling luas digunakan untuk menganalisis perilaku adopsi ini melalui variabel kegunaan dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis literatur mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi kesehatan, mulai dari sistem informasi rumah sakit (SIMRS) hingga aplikasi kesehatan mobile (<em>mHealth</em>), dengan menggunakan kerangka kerja TAM. Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em> terhadap 25 artikel ilmiah dan laporan resmi (periode 2020–2025) yang mencakup studi di tingkat nasional (Indonesia) maupun global. Data dianalisis secara tematik berdasarkan variabel-variabel TAM dan hasil temuan utama dari setiap studi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa <em>Perceived Usefulness</em> (PU) merupakan prediktor paling dominan dalam menentukan niat penggunaan teknologi kesehatan, terutama pada sistem SIMRS dan <em>telehealth</em>. <em>Perceived Ease of Use</em> (PEOU) dan faktor <em>Trust</em> (kepercayaan) menjadi variabel pendukung yang signifikan pada teknologi berbasis <em>mobile</em> dan farmasi digital. Faktor eksternal seperti pelatihan pengguna terbukti meningkatkan adopsi, sementara resistensi pengguna masih menjadi hambatan utama dalam implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Secara global, meskipun teknologi kesehatan meningkatkan efisiensi dan <em>outcome</em> klinis, ketimpangan akses (<em>equity</em>) masih menjadi tantangan besar dalam distribusi teknologi di berbagai wilayah. Penerimaan teknologi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis kemudahan sistem, tetapi sangat bergantung pada persepsi pengguna terhadap manfaat nyata dan tingkat kepercayaan pada sistem. Diperlukan strategi yang komprehensif, termasuk pelatihan berkelanjutan dan kebijakan pemerataan akses, untuk memastikan keberhasilan transformasi digital kesehatan.</p> Ilda Riski Ismail, Sidarsyah, Sartini Risky Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1152 Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0000 What Type of Exercise for Obesity with Knee Osteoarthritis? : Systematic Review https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1089 <p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Osteoarthritis</em> berhubungan erat dengan obesitas. Kondisi tersebut lebih sering dijumpai pada usia lanjut. Hal ini dikarenakan, kondisi tersebut meningkatkan beban mekanik pada sendi lutut sehingga gejala dapat semakin berat. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui jenis latihan yang dapat memberikan manfaat bagi penderita knee osteoarthritis yang disertai obesitas. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan <em>systematic review</em> menggunakan artikel yang terbit pada tahun 2015 – 2026. Pencarian dilakukan melalui <em>https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/</em> dan <em>https://pedro.org.au/</em>. Tinjauan ini dilakukan dan dilaporkan sesuai dengan pernyataan <em>Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses</em> (PRISMA). <strong>Hasil:</strong> Ditemukan 13 artikel dengan tema yang serupa, 8 artikel dari <em>Pubmed</em> dan 5 artikel yang dijumpai di <em>Pedro</em>. Telah ditemukan 5 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ada. Berbagai <em>treatment</em> yang diberikan, <em>strengthening exercise</em> dan <em>stretching</em> menjadi latihan yang diterapkan. Beberapa artikel juga menggunakan program diet dalam menanggulangi obesitas. <strong>Kesimpulan:</strong> <em>Strengthening exercise</em> efektif menurunkan nyeri dan kekakuan sendi pada <em>knee osteoarthritis</em>. Tetapi, hal tersebut tidak mempengaruhi penurunan indeks massa tubuh seseorang. Strengthening exercise jika dikombinasikan dengan diet secara terkontrol, mampu mengurangi penurunan berat badan dan meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita knee osteoarthritis dengan obesitas.</p> Muh Alif Kurniawan Sam, Ade Wirastuti, Nur Agung Martopo Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1089 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Tingkat Kelelahan Fisik dan Mental Relawan pada Respon Bencana di Aceh https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1085 <p>Kelelahan fisik dan mental merupakan masalah kesehatan kerja yang umum terjadi pada relawan tanggap bencana akibat tuntutan kerja yang tinggi, jam kerja yang panjang, dan waktu pemulihan yang terbatas. Kondisi ini dapat menurunkan kinerja dan meningkatkan risiko kesalahan operasional selama respons darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kelelahan fisik dan mental pada relawan tanggap bencana di Aceh serta menganalisis hubungan dengan durasi kerja harian, lama istirahat dalam 24 jam terakhir, dan durasi aktivitas fisik berat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan melalui survei daring yang melibatkan 35 relawan yang terlibat langsung dalam kegiatan tanggap bencana di Aceh. Tingkat kelelahan diukur menggunakan <em>Fatigue Assessment Scale</em>. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan distribusi kelelahan, sedangkan analisis bivariat dengan uji <em>chi square</em> digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Sebagian besar relawan mengalami tingkat kelelahan rendah hingga sedang. Ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kelelahan dengan durasi kerja harian serta lama istirahat dalam 24 jam terakhir, dengan nilai p kurang dari 0,05. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi aktivitas fisik berat dengan tingkat kelelahan, dengan nilai p lebih dari 0,05. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan jam kerja dan pemenuhan waktu istirahat yang cukup untuk melindungi kesehatan relawan.</p> Nurul 'Afifah Hijami, Zahara Nurfatihah Z Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1085 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Kesehatan Mental, Stres Kerja, dan Burnout Sebagai Isu K3 Di Indonesia: Tinjauan Literatur https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1095 <p><em>Psychosocial risks in the workplace, such as high workload, role conflict, and low organizational support, are increasingly recognized as key determinants in occupational health and safety. Chronic exposure to these factors is associated with work-related stress, burnout, mental health problems, and reduced productivity and workplace safety. This review aims to analyze recent scientific evidence on work-related stress and burnout among workers and their impact on health and organizational performance. A literature review was conducted on articles published in Indonesian and English in peer reviewed journals over the past eight years. Included study designs comprised systematic reviews, meta-analyses, randomized controlled trials, cohort studies, cross-sectional studies, and qualitative studies measuring work-related stress, burnout, or psychosocial risks in occupational settings. The findings indicate a consistent association between psychosocial risks and increased levels of work-related stress and burnout across various sectors, including healthcare, transportation, construction, education, and industry. Reported impacts include mental health disorders, increased absenteeism, reduced productivity, and higher risk of occupational accidents. Multilevel organizational interventions demonstrate greater effectiveness compared with individual-based approaches alone. Work-related stress and burnout represent strategic issues in occupational health and safety. Integrating psychosocial risk management into organizational policies and practices is essential to protect workers’ health and maintain workplace safety and performance.</em></p> Nurul 'Afifah Hijami Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1095 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Faktor-Faktor Promosi Kesehatan terhadap Penguatan Gerakan Masyarakat dalam Bidang Kesehatan: Studi kasus di perusahaan Singkong Di Lampung Utara Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1118 <p>Salah satu industri yang mengubah singkong menjadi tepung tapioka, yang juga menjadi Lokasi praktik bagi mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang dari Jurusan Kesehatan Lingkungan, memiliki kewajiban untuk menjalankan promosi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa tantangan yang berdampak pada efisiensinya. Penelitian awal mencatat adanya 22 insiden kecelakaan kerja sepanjang tahun 2024, dan sebagian pekerja mengungkapkan ketidaknyamanan saat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga hanya enam dari sepuluh pekerja yang diwawancarai menggunakan APD secara sepenuhnya. Pelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan berwawasan kesehatan, lingkungan yang mendukung, reorientasi pelayanan kesehatan, dan keterampilan individu terhadap gerakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 60 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan gerakan masyarakat, yaitu kebijakan K3 (p=0,002), lingkungan (p=0,004), pelayanan kesehatan (p=0,011), dan keterampilan individu (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor kebijakan dan keterampilan individu memiliki pengaruh yang kuat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Disarankan adanya penguatan kebijakan berbasis masyarakat serta peningkatan literasi kesehatan guna mendorong gerakan masyarakat yang berkelanjutan.</p> Yeni Rosita, Ahmad Fikri, La Ode Liaumin Azim Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1118 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisis Perbedaan Kadar Asam Urat dan Gula Darah Puasa pada Wanita Dewasa Normal-Weight Lean dengan Normal-Weight Obesity dan Obesitas Berusia 30-45 Tahun https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1117 <p>Studi terbaru mengenai peningkatan obesitas di seluruh dunia terkait erat dengan peningkatan risiko penyakit kronis. Risiko kardiometabolik pada <em>Normal-Weight Lean</em> (NWL), <em>Normal-Weight Obesity</em> (NWO) dan obesitas masih kurang diteliti di Indonesia. penelitian ini bertujuan untuk menganalis perbedaan kadar asam urat dan gula darah puasa (GDP) pada individu NWL dibandingkan dengan NWO dan obesitas akibat adanya pengaruh persentase lemak tubuh atau <em>Body Fat Percentage</em> (BFP) berlebih pada NWO dapat mengakibatkan inflamasi tingkat rendah dan respon oksidatif, Penelitian secara <em>cross sectional</em> terhadap 107 orang wanita berusia 30-45 tahun di Kota Padang, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek diukur tinggi badan, berat badan, dan BFP dengan <em>bioelectrical impedance analysis</em> (BIA) dan sampel darah diperiksa untuk menganalisis asam urat dan GDP⸺analisis statistic data univariat dan bivariat dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan wanita NWO sejumlah 20 orang (18,7%) dengan mayoritas berusia 38,4±5,0 tahun, sudah menikah dengan tingkat pendidikan terakhir SMA/sederajat, dan tidak bekerja. Rerata BFP subjek adalah 34,9%, dan IMT 27,5 kg/m2. Rerata kadar asam urat NWO yaitu 5,06 ± 0,66 mg/dL dan rerata kadar GDP pada NWO yaitu 76,84 ± 14,4 mg/dL. Hasil uji statistik non parametrik dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar asam urat (p= 0,061) dan GDP (p=0,797) antara responden NWL dengan NWO dan obesitas. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik kadar asam urat dan GDP antara NWL, NWO dan obesitas pada wanita berusia 30-45 tahun.</p> Dyane Vatricia, Desmawati, Fika Tri Anggraini Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1117 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pencegahan Perilaku Penggunaan Vape Pada Remaja Melalui Program TEGAS (Tolak Rokok Elektrik, Generasi Aman Sehat): Studi Kasus Pada Siswa SMP GIKI 3 Surabaya https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1143 <p>Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja mengalami peningkatan signifikan dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena tingginya paparan media sosial, persepsi bahwa vape lebih aman dibanding rokok konvensional, serta pengaruh teman sebaya. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap perilaku adiktif sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan usia mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi berbasis edutainment melalui Program TEGAS (Tolak Rokok Elektrik, Generasi Aman Sehat) terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, niat pencegahan vape, dan keterampilan asertif siswa SMP GIKI 3 Surabaya. Penelitian menggunakan desain action research dengan pendekatan edukasi interaktif selama dua hari pada siswa kelas VIII dan IX. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, survei kuesioner, dan evaluasi pretest-posttest. Intervensi meliputi edukasi bahaya vape, permainan edukatif, video interaktif, diskusi kelompok, dan roleplay perilaku asertif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya vape, peningkatan sikap positif terhadap pencegahan penggunaan vape, serta peningkatan niat siswa untuk menolak penggunaan vape setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, sebagian besar siswa mampu mempraktikkan keterampilan asertif dalam simulasi penolakan ajakan penggunaan vape. Pendekatan edutainment dinilai efektif meningkatkan partisipasi, keterlibatan emosional, dan pemahaman siswa terhadap pesan kesehatan. Program TEGAS dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan remaja berbasis sekolah untuk mencegah perilaku penggunaan rokok elektrik.</p> Reski Wardayani Wahid, Pulung Siswantara Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1143 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisis Praktik Klinik Keperawatan dengan Intervensi Terapi Okupasi Tie Dye Dalam Penurunan Halusinasi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1146 <p>Gangguan kesehatan jiwa, khususnya skizofrenia dengan gejala halusinasi, merupakan masalah serius yang berdampak pada fungsi individu dan lingkungan sosial. Halusinasi pendengaran sering memicu perilaku maladaptif seperti berbicara sendiri, kecemasan, hingga risiko perilaku kekerasan. Data di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda menunjukkan tingginya angka kasus skizofrenia dengan halusinasi, sehingga diperlukan intervensi yang efektif tidak hanya secara farmakologis tetapi juga nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi okupasi tie dye dalam menurunkan gejala halusinasi pada pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan praktik klinik keperawatan pada satu pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi diberikan selama 4 hari berturut-turut dengan observasi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan skor halusinasi dari 34 (kategori sangat berat) menjadi 10 (kategori ringan), disertai berkurangnya gejala seperti mendengar bisikan, melamun, dan perilaku mondar-mandir. Simpulan penelitian ini adalah terapi okupasi tie dye efektif dalam menurunkan gejala halusinasi dan dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang inovatif dalam praktik keperawatan jiwa.</p> Khoirun Nisa Indriani, Milkhatun, Dwi Rahmah Fitriani, Arief Budiman Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1146 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskemas Mantangai, Kalimantan Barat https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1113 <p>Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres. Stres diketahui dapat meningkatkan sekresi asam lambung yang berpotensi memicu gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stres dan kejadian gastritis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (85%) dan gastritis kategori sedang (56,7%). Hasil uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,89 (p &gt; 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gastritis merupakan kondisi multifaktorial yang tidak hanya dipengaruhi oleh stres, tetapi juga oleh faktor lain seperti pola makan dan gaya hidup.</p> Marleni, Priasmoro, DP Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1113 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynous (L) Merr) Sebagai Pelembab Wajah https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1174 <p>Daun katuk (<em>Sauropus androgynus</em> (L.) Merr) berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam sediaan perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun katuk menjadi sediaan toner serta mengevaluasi mutu fisik, efektivitas kelembapan, dan keamanan sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%) ekstrak daun katuk. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki nilai pH pada rentang 4,8–6,47 sehingga masih sesuai dengan pH kulit. Nilai viskositas seluruh formula berada pada rentang 0,96–3,24 cPs dan memenuhi persyaratan sediaan toner. Uji kelembapan menunjukkan nilai kelembapan kulit berkisar 62,3%–66,2%, dengan formula F2 dan F3 memberikan hasil lebih baik dibandingkan formula lainnya. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi seperti kemerahan, gatal, maupun rasa perih pada kulit. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 96% daun katuk dapat diformulasikan menjadi sediaan toner yang memenuhi persyaratan mutu fisik, aman digunakan, dan dapat dikembangkan.</p> Anggini dwi silfianti, Tri Danang Kurniawan , Dwi Kurnia Putri, Rose Intan Perma Sari Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1174 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Asupan Energi dan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita (24-59 Bulan) di Desa Bekonang Sukoharjo https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1157 <p><strong>Pendahuluan :</strong> Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki tinggi badan lebih rendah<br>dibandingkan umur berdasarkan indikator TB/U. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan<br>stunting adalah asupan energi dan protein yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh balita. <strong>Tujuan :</strong><br>mengetahui hubungan asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan<br>di Desa Bekonang, Sukoharjo. <strong>Metode :</strong> Penelitian menggunakan desain observasional dengan<br>pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 92 balita yang diambil menggunakan teknik<br>proportional random sampling. Data asupan energi dan protein diperoleh melalui wawancara langsung<br>kepada ibu balita menggunakan formulir food recall 3×24 jam selama 3 hari tidak berurutan, sedangkan<br>data stunting diperoleh melalui pengukuran tinggi badan dan umur menggunakan indikator Z-score<br>TB/U menurut Permenkes 2020. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment dan Rank<br>Spearman’s rho. <strong>Hasil :</strong> Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (81,5%), sedangkan balita<br>stunting sebesar 18,5%. Sebanyak 92,4% balita memiliki asupan energi kurang dan 91,3% memiliki<br>asupan protein lebih. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan<br>energi (p=0,417) dan asupan protein (p=0,126) dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan.<br><strong>Simpulan :</strong> Asupan energi dan protein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian<br>stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Bekonang, Sukoharjo.</p> Viska Insani, Firmansyah Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1157 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kandangan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1049 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Tingkat kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas. Puskesmas Kandangan mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien serta penambahan tenaga kefarmasian, namun masih ditemukan keluhan terkait ketanggapan dan kecepatan pelayanan. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menggambarkan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kandangan. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan desain deskriptif dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel sebanyak 301 responden dipilih menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis lima dimensi ServQual, yaitu <em>reliability, responsiveness,</em> <em>assurance, empathy,</em> dan <em>tangible</em>, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. <strong>Hasil: </strong>Hasil dari pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian Puskesmas Kandangan menunjukkan hasil bahwa dimensi <em>tangible</em> berada pada kategori sangat puas (90,29%), dimensi <em>reliability</em> berada pada kategori sangat puas (92,46%), dimensi <em>responsiveness</em> berada pada kategori sangat puas (91,49%), dimensi <em>assurance</em> berada pada kategori sangat puas (91,83%), dan dimensi <em>emphaty </em>berada pada kategori sangat puas (92,39%). <strong>Simpulan: </strong>Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pasien rawat jalan di Puskesmas Kandangan merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian.</p> Zulfa Putri Salsabila, Rahmadani Rahmadani, Putri Vidiasari Darsono, Melviani Melviani Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1049 Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas Finger Hold Dan Hand Massage Dalam Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Hemoroid Grade IV: Studi Kasus https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1120 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Salah satu komplikasi setelah tindakan hemoroidektomi yaitu munculnya nyeri akut akibat proses pembedahan pada jaringan tubuh. Penatalaksanaan nyeri secara optimal dapat dilakukan melalui kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Teknik relaksasi <em>finger hold</em> dan <em>hand massage</em> merupakan metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi nyeri. <strong>Metode: </strong>Studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengevaluasi tingkat nyeri pada pasien pasca hemoroidektomi setelah dilakukan <em>finger hold</em> dan <em>hand massage</em> selama 10 menit sekali pertemuan dalam waktu 3 hari. <strong>Hasil: </strong>Implementasi menunjukkan penurunan gejala nyeri, ditandai dengan berkurangnya ekspresi meringis dan meningkatnya ketenangan pasien. Skala nyeri yang semula 6 menurun menjadi 3 setelah intervensi. Teknik ini tidak hanya membantu menurunkan intensitas nyeri, tetapi juga memberikan efek relaksasi psikologis yang mendukung proses penyembuhan. <strong>Simpulan: </strong>Berdasarkan hasil tersebut, intervensi <em>finger hold</em> dan <em>hand massage</em> dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri post operasi hemoroid.</p> Ardito Dicky Pilang Gusbriananda, Dian Hudiyawati Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1120 Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 +0000 Evaluasi Biaya Dan Ekonomi Dalam Layanan Kesehatan: Literartur Review https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1149 <p>Evaluasi ekonomi menjadi instrumen krusial dalam pengambilan keputusan di sektor kesehatan guna memastikan alokasi sumber daya yang terbatas dapat menghasilkan luaran kesehatan yang optimal. Pertumbuhan biaya pelayanan kesehatan menuntut adanya analisis yang mendalam terhadap efisiensi berbagai intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai penerapan evaluasi biaya dan ekonomi dalam layanan kesehatan berdasarkan literatur terkini. Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em>. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik dengan fokus pada artikel yang dipublikasi antara tahun 2020 hingga 2025. Sebanyak 15 artikel relevan dipilih yang mencakup topik evaluasi ekonomi seperti <em>Cost-Effectiveness Analysis</em> (CEA), <em>Cost-Utility Analysis</em> (CUA), serta analisis dampak ekonomi dari teknologi digital dan intervensi klinis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, termasuk <em>Artificial Intelligence</em> (AI), terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya layanan. Intervensi spesifik seperti operasi metabolik, artroplasti sendi panggul, dan layanan farmasi klinik menunjukkan efektivitas biaya yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional. Di sektor perawatan kritis (ICU), evaluasi ekonomi melalui parameter QALY (<em>Quality-Adjusted Life Year</em>) membantu mengidentifikasi intervensi yang memberikan peningkatan kualitas hidup yang signifikan bagi pasien. Lebih lanjut, intervensi preventif pada kesehatan mental dan pendekatan <em>person-centered care</em> terbukti lebih efisien secara ekonomi dalam jangka panjang dibandingkan model kuratif tradisional. Evaluasi ekonomi memberikan bukti empiris bahwa efisiensi biaya dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan. Penggunaan metode CEA dan CUA yang tepat, dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi kesehatan digital, merupakan strategi utama bagi manajemen rumah sakit dan pengambil kebijakan dalam menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan.</p> Masriawati, Karimin, Sartini Risky Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1149 Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Terapi Non-Farmakologi Untuk Mengatasi Fatigue Pada Pasien Paliatif: Studi Literatur https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1147 <p>Latar Belakang: Fatigue adalah gejala umum pada pasien paliatif, terutama pada pasien dengan kanker. Pengelolaan fatigue melalui terapi non-farmakologi, seperti terapi fisik, psikologis, dan mind-body interventions, mendapatkan perhatian dalam perawatan paliatif karena memiliki sedikit efek samping dibandingkan pengobatan farmakologi. Tujuan: Penelitian ini mengevaluasi efektivitas berbagai terapi non-farmakologi dalam mengelola fatigue pada pasien paliatif. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mengumpulkan artikel-artikel yang relevan dari berbagai basis data, termasuk PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengevaluasi temuan terkait terapi non-farmakologi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terapi fisik, seperti aktivitas fisik moderat, terapi psikologis seperti CBT dan mind-body interventions, efektif dalam mengurangi fatigue pada pasien paliatif. Terapi musik dan aromaterapi juga menunjukkan pengurangan signifikan dalam gejala fatigue serta peningkatan kualitas hidup pasien. Selain itu, Baduanjin, Tai Chi Qigong, eurythmy therapy, somatic acupressure, dan laser auriculotherapy juga terbukti bermanfaat. Kesimpulan: Terapi non-farmakologi terbukti efektif dalam mengelola fatigue pada pasien paliatif. Implementasi yang lebih luas memerlukan pelatihan lebih lanjut bagi tenaga kesehatan.</p> Siti Nurdiyanah, Nurul Huda Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1147 Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Senam Kaki Diabetik Terhadap Peningkatan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1133 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik dengan komplikasi neuropati yang mengakibatkan penurunan sensitivitas kaki. Sensitivitas kaki yang menurun merupakan faktor risiko utama terjadinya ulkus diabetik. <strong>Tujuan: </strong>Memberikan asuhan keperawatan pada pasien Tn. S dengan penerapan intervensi senam kaki diabetik untuk meningkatkan sensitivitas kaki di RSU Royal Prima Medan. <strong>Metode: </strong>Studi kasus deskriptif pada satu pasien DM dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif. Intervensi senam kaki diabetik dilakukan 6 sesi dalam 3 hari, masing-masing 15 menit. Sensitivitas kaki diukur menggunakan vibration testing garpu tala 128 Hz. <strong>Hasil: </strong>Sebelum intervensi, hasil sensitivitas kaki negatif (skor 0); GDA 300 mg/dL; TD 135/95 mmHg. Setelah 6 sesi intervensi, sensitivitas kaki meningkat menjadi positif; GDA turun menjadi 189 mg/dL; TD 130/95 mmHg. Keluhan kesemutan dan rasa keram berkurang secara bertahap. <strong>Simpulan: </strong>Senam kaki diabetik efektif meningkatkan sensitivitas kaki dan menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologi mandiri perawat.</p> Riswanto, Eny Patonah, Imelda Putri Rahayu, Rostina, Susanna, Elis Anggeria Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1133 Fri, 05 Jun 2026 00:00:00 +0000 Analisa Penerapan Familiar Auditory Sensory Training terhadap Tingkat Kesadaran pada Pasien Stroke Hemoragik di Ruang ICU RSUD Kota Sabang https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1154 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Stroke hemoragik merupakan kondisi akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial dan penurunan tingkat kesadaran. Pasien stroke dengan penurunan kesadaran memerlukan intervensi nonfarmakologis tambahan, salah satunya yaitu Familiar Auditory Sensory Training (FAST). Terapi ini menggunakan stimulasi suara keluarga atau orang terdekat untuk membantu meningkatkan respons sensorik dan kesadaran pasien.<strong> Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) terhadap peningkatan tingkat kesadaran pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU RSUD Kota Sabang.<strong> Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU RSUD Kota Sabang tahun 2025. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan pengukuran tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS). Intervensi FAST diberikan selama 10 menit sekali sehari selama 3 hari berturut-turut. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat kesadaran pasien setelah penerapan FAST. Pada hari pertama nilai GCS pasien tetap pada skor 6 (E2VtM4). Hari kedua terjadi peningkatan menjadi GCS 7 (E3VtM5), dan hari ketiga meningkat menjadi GCS 9 (E4VtM5). Selain peningkatan kesadaran, pasien juga menunjukkan respons yang lebih baik terhadap stimulasi verbal dan perubahan hemodinamik yang lebih stabil.<strong> &nbsp;Simpulan: </strong>Penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dapat membantu meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU. Terapi ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam pemantauan neurologis pasien dengan penurunan kesadaran.</p> Abdul Hacki, Chandra Siswanto Gaho, Deka Novia, Ferryan Aqmal, Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1154 Sat, 06 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Keluarga Dalam Memberikan Perawatan Kepada Pasien Stroke Yang Dirawat Di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1291 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2023, stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung, dengan sekitar 12 juta kasus baru setiap tahunnya dan lebih dari 6,5 juta kematian..Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026, Secara keseluruhan, dari total 67 responden, sebagian besar memiliki perilaku keluarga kurang baik yaitu sebanyak 39 responden (58,2%), sedangkan yang memiliki perilaku baik sebanyak 28 orang (41,8%). Dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 44 responden (65,7%) sedangkan yang memiliki pengetahuan keluarga baik sebanyak 23 responden (34,3%).Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan keluarga merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku dalam merawat pasien stroke. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku keluarga dalam memberikan perawatan kepada pasien stroke di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 202 orang dengan sampel 67 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. <strong>Hasil : </strong>Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value &lt; 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam memberikan perawatan kepada pasien stroke dengan&nbsp; Nilai nilai p-value &lt; 0,005&nbsp; dan nilai&nbsp; Odds Ratio (OR) sebesar (0,50–0,29). <strong>Kesimpulan :</strong> Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam merawat pasien stroke. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga guna memperbaiki kualitas perawatan pasien stroke.</p> Nova Liana, Eka Yudha Chrisanto, Rika Yulendasari Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1291 Sat, 06 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Booklet Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Tahun 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1292 <p><strong>Pendahuluan :</strong> Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami lansia dan menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya terus meningkat setiap tahun. World Health Organization (WHO) tahun 2024 menyebutkan sekitar 1,28 miliar orang menderita hipertensi,. Di Indonesia, prevalensi hipertensi berdasarkan data Riskesdas tahun 2022 mencapai 34,11%, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok usia ≥60 tahun. Kemenkes RI juga melaporkan bahwa sekitar 32,3% penderita hipertensi masih kurang patuh dalam menjalani pengobatan. Rendahnya kepatuhan minum obat pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media booklet yang mudah dipahami oleh lansia. <strong>Tujuan :</strong> Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung, tahun 2026. <strong>Metode : </strong>Penelitian ini merupakan Jenis kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan kuesioner pengetahuan. Serta Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. <strong>Hasil :</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepatuhan sebelum intervensi sebesar 4,23 (tidak patuh) dan setelah di intervensi meningkat menjadi 6,63 (patuh). Dengan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat. <strong>Kesimpulan :</strong> edukasi menggunakan media booklet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengetahuan pada lansia penderita hipertensi.</p> Melta Susanti, Eka Trismiyana, Rilyani Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1292 Sat, 06 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Stres dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Farmasi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1296 <p><strong>Latar Belakang</strong>: Stres merupakan respons terhadap tuntutan yang melebihi kemampuan individu dan dapat berdampak pada kualitas tidur. Mahasiswa farmasi berisiko mengalami stres akibat beban akademik yang tinggi, sehingga berpotensi mengalami gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa aktif Program Studi Farmasi. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa aktif Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Teknik pengambilan sampel dengan <em>proportionate stratified random sampling</em> dengan jumlah sampel&nbsp; 210 responden. Pengukuran tingkat stres menggunakan <em>Perceived Stress Scale</em> (PSS-10) dan kualitas tidur dengan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI). Analisis data bivariat menggunakan uji <em>Spearman rank correlation</em>. <strong>Hasil</strong>: Mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (81%) dan kualitas tidur yang buruk (79%). Hasil uji bivariat menggunakan uji <em>Spearman rank</em> menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p&lt; 0,001; r= 0,273) dengan kekuatan korelasi lemah dan arah hubungan positif.<strong> Simpulan</strong>: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur mahasiswa aktif Program Studi Farmasi Universitas Lampung.</p> Febya Yuhendra Putri, Oktafany Oktafany, Nurmasuri Nurmasuri, Ihsanti Dwi Rahayu Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1296 Sun, 07 Jun 2026 00:00:00 +0000 Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bendungan ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1297 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, proporsi ASI eksklusif bayi umur 0-5 bulan di Provinsi Lampung pada 2023 adalah 76,20 % (Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, 2023). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menjelaskan bahwa Cakupan bayi &lt; 6 bulan mendapatkan ASI Ekslusif di Provinsi Lampung tahun 2024 sebesar 81,4%, dimana angka ini sudah mencapai target yang diharapkan yaitu 70% (Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, 2025). Data presurvey yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, didapat 3 Puskesmas yang memiliki jumlah ibu nifas tertinggi yaitu: Puskesmas Panjang dengan jumlah ibu nifas sebnayak 752 orang, Puskesmas Pasar Ambon sebanyak 556 orang, dan Puskesmas Satelit sebanyak 543 orang (Data Kota Bandar Lampung, 2025). <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang&nbsp;bendungan&nbsp;ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, tahun 2026. <strong>Metode: </strong>Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan strategi penelitian deskriptif. Besar populasi adalah &nbsp;ibu nifas pada bulan Maret s.d. April tahun 2026 sebanyak 139 orang. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga didapat sampel sebesar 104 responden. Teknik sampling menggunakan <em>random sampling</em>. Analisis data menggunakan univariat. <strong>Hasil : </strong>Karakteristik ibu yang baru bersalin dengan persentase terbanyak adalah&nbsp; usia produktif (20-35 tahun) sebanyak 53 responden (51,0%), pendidikan SMA sebanyak 63 responden (60,6%), pekerjaan dengan status tidak bekerja (IRT) sebanyak 63 responden (60,6%) dan jumlah anak 2 sebanyak 53 responden (51,0%). <strong>Kesimpulan: </strong>Distribusi frekuensi pengetahuan ibu yang baru melahirkan tentang bendungan ASI di Area Kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, pada tahun 2025 menunjukkan persentase tertinggi pada kategori pengetahuan baik sebanyak 72 responden (69,2%). Saran bagi responden hendaknya lebih aktif dalam mencari informasi terkait masalah bendungan ASI yang muncul pada saat nifas, sehingga permasalahan bendungan ASI dapat teratasi dan pengetahuan ibu meningkat.</p> Meliyana, Aryanti Wardiyah, Riska Wandini Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1297 Sun, 07 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Edukasi Tentang Menstruasi Terhadap Kecemasan Siswi Kelas VIII Di SMP Negeri 13 Kota Bandar Lampung Tahun 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1298 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikologis diantara adalah pola menstruasi, yang sering menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan. Kecemasan yang tidak terkendali dapat berdampak pada keseimbangan hormon, mengganggu siklus menstruasi, serta menurunkan kualitas hidup remaja. Edukasi kesehatan mengenai menstruasi menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan mengurangi kecemasan pada remaja putri. <strong>Tujuan:</strong> Diketahui Pengaruh Edukasi tentang Menstruasi terhadap Kecemasan Siswi Kelas VIII di SMP Negeri 13 Kota Bandar Lampung Tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan <em>desain pre-eksperimental</em> (<em>One Group Pretest–Posttest Design</em>). Populasi penelitian berjumlah 81 siswi kelas VIII, dengan sampel sebanyak 45 responden yang ditentukan menggunakan rumus <em>slovin</em> dan teknik <em>proportionate stratified random sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan <em>Hamilton Rating Scale For Anxiety </em>untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. <strong>Hasil:</strong> Rata-rata kecemasan sebelum diberikan edukasi sebesar 2,62 dan menurun menjadi 2,20 setelah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh edukasi tentang menstruasi terhadap kecemasan siswi. <strong>Kesimpulan: </strong>penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi tentang menstruasi efektif dalam menurunkan kecemasan pada siswi.</p> Eli Susanti, Rilyani, Triyoso Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1298 Sun, 07 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Tingkat Kualitas Tidur Pada Remaja Di SMA Negeri 14 Bandar Lampung Tahun 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1299 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Fenomena <em>Internet Gaming Disorder (IGD)</em> semakin banyak menjadi sorotan karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan remaja, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun sosial. Hasil survey yang telah dilakukan di SMA N 14 Bandar Lampung, menyebutkan 7 dari 10 anak (70%) mengalami kecanduan game online. Dengan durasi tidur 2 sampai 5 jam sehari. Sementara itu, waktu bermain game online 4 sampai 8 jam per hari.&nbsp; Fenomena kecanduan game online dan tingkat kualitas tidur yang buruk pada remaja merupakan masalah yang serius yang dapat mempengaruhi status kesehatan mental remaja. <strong>Tujuan: </strong>Diketahui hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat kualitas tidur pada anak remaja di SMA N 14 Bandar Lampung Tahun 2026. <strong>Metode: </strong>jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>kuantitatif. </em>Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan <em>cross-sectional. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah kela XI dan kelas X remaja SMA N 14 Bandar Lampung dengan jumlah populasi 645 siswa, sehingga sampel diambil dengan menggunakan rumus <em>slovin</em> sebanyak 247 responden, dibagi menjadi 2 bagian, kelas X 138 siswa dan kelas XI 109 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan data dengan teknik <em>proportionate stratified random sampling. </em><strong>Hasil : </strong>Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 140 (97,2%) remaja yang mengalami kecanduan, dan sebagian besar memiliki&nbsp; kualitas tidur yang buruk sebanyak 81 (78,6%) remaja. <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan uji statistik <em>chi-square</em>, didapatkan p-value 0,000 (p &lt; 0,005) yang artinya terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat kualitas tidur pada remaja di SMA N 14 Bandar Lampung Tahun 2026.</p> Lidia, Aryanti Wardiyah, Triyoso Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1299 Sun, 07 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Tentang Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1300 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Perawatan payudara selama masa kehamilan bermanfaat untuk mempersiapkan ASI saat melahirkan sehingga memberikan keyakinan bahwa mereka dapat menyusui bayinya dengan baik. Puskesmas Panjang menduduki peringkat pertama dengan jumlah ibu hamil sebanyak 759 orang (0,09%), disusul Puskesmas Sukaraja dengan jumlah ibu hamil sebanyak 592 orang (0,07%). Puskesmas Satelit menduduki peringkat ketiga dengan jumlah ibu hamil sebanyak 532 orang (0,06%). <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan Terhadap Praktek Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-test and post-test.&nbsp; Populasi penelitian ini berjumlah 300 responden, dan jumlah sampel penelitian ini adalah 171 responden ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis uji bivariat menggunakan uji t-dependen menunjukkan nilai p-value 0,000 &lt; 0,05. <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan tentang perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, pada tahun 2025.</p> Lulu Setia Wijaya, Aryanti Wardiyah, Riska Wandini Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1300 Sun, 07 Jun 2026 00:00:00 +0000 Gambaran Pengetahuan Ibu Dalam Penanganan Balita Yang Tersedak Di Kelurahan Bumi Waras Kota Bandar Lampung Tahun 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1302 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Tersedak merupakan keadaan gawat darurat yang sering terjadi pada anak balita akibat masuknya makanan atau benda asing ke saluran napas. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kematian. Hasil pra-survei di Puskesmas Sukaraja menunjukkan 75% ibu belum mengetahui cara penanganan tersedak yang benar, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu dalam penanganan balita yang tersedak di Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung tahun 2025. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>survey analitik</em>. Populasi sebanyak 1.389 ibu yang memiliki balita, dengan sampel 311 responden yang diambil menggunakan teknik <em>Proportionate Stratified Random Sampling.</em> Instrumen berupa kuesioner dengan 18 pertanyaan, dan data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi serta persentase tingkat pengetahuan ibu. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan baik, yaitu sebanyak 262 responden (84,2%), sedangkan 49 responden (15,8%) memiliki tingkat pengetahuan kurang baik. Karakteristik responden mayoritas berusia 20–35 tahun (85,5%), berpendidikan SMA (87,1%), dan tidak bekerja (94,9%).</p> Meiliana Septiana, Aryanti Wardiyah, Setiawati Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1302 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0000 Uji Efektivitas Analgetik Ekstrak Etanol Daun Gelinggang (Cassia alata L) Pada Mencit Jantan (Mus musculus) https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1208 <p>Gelinggang (<em>Cassia alata </em>L) mengandung metabolit sekunder yaitu, flavonoid, alkaloid yang diduga memiliki efektivitas analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgetik ekstrak daun gelinggang (<em>Cassia alata </em>L) pada mencit jantan (<em>Mus musculus</em>) dengan metode <em>hot plate</em>. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Gelinggang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan pemekatan dengan rotary<em> evaporator. </em>Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta dua kelompok perlakuan ekstrak daun gelinggang dosis 250 mg/kgBB dan dosis 500 mg/kgBB. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati latensi. Hasil uji Anova menunjukkan (sig &lt;0,05) yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok perlakuan. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey untuk melihat perbedaan antara kelompok perlakuan, di mana hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak 500 mg/kgBB menunjukkan aktivitas analgesik lebih baik karena mampu meningkatkan waktu latensi secara signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif dan memberikan efek yang mendekati kontrol positif. Nilai rata-rata uji Tukey tertinggi terdapat pada kelompok positif (16,36), diikuti oleh ekstrak 500 mg/kgBB (15,92).</p> Regina Anggun Pitri, Dwi Kurnia Putri, Vernonia Yora Saki, Tri Danang Kurniawan, Putri Mulia Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1208 Wed, 10 Jun 2026 00:00:00 +0000 Uji Efek Antipiretik Ekstrak Daun Gelinggang Yang Diberikan Secara Oral Pada Mencit Putih Jantan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1202 <p>Demam merupakan peningkatan suhu tubuh di atas normal yang terjadi karena adanya gangguan pada pusat pengatur panas di hipotalamus. Salah satu alternatif terapi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti daun gelinggang (<em>Cassia alata</em> L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ektrak etanol daun gelinggang terhadap aktivitas antipiretik pada mencit putih jantan yang diinduksi ragi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap menggunakan 5 kelompok, yaitu kontrol sehat (aquadest), kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (paracetamol) serta kelompok perlakuan ekstrak dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Induksi antipiretik dilakukan dengan pemberian ragi 40% kemudian dilakukan perlakuan setelah 1 jam induksi. Hasil uji Tukey menunjukkan bahwa ekstrak daun gelinggang memiliki efek antipiretik pada mencit. Dosis 200 mg/kgbb memiliki rata-rata suhu tubuh tertinggi dibandingkan kelompok lain dengan selisih 0,5433°C terhadap kontrol negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun gelinggang dosis 200 mg/kgbb memberikan efek antipiretik yang lebih baik dibandingkan kontrol positif dan dosis 100 mg/kgbb. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis ekstrak daun gelinggang dapat memperkuat efek penurunan suhu tubuh.</p> Fatima Khoirunisa, Dwi Kurnia Putri, Suci Rahmawati, Tri Danang Kurniawan Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1202 Wed, 10 Jun 2026 00:00:00 +0000 Tinjauan Komprehensif Jenis Dan Teknik Fabrikasi Microneedle Sebagai Sistem Penghantaran Obat Transdermal https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1197 <p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Microneedle</em> merupakan teknologi inovatif dalam sistem penghantaran obat transdermal yang berkembang pesat dalam dua dekade terakhir. Berbagai jenis dan metode fabrikasi telah dikembangkan, namun belum banyak kajian yang membandingkan keduanya secara terintegrasi. <strong>Tujuan:</strong> Artikel ini bertujuan mengulas tren penelitian, jenis, metode fabrikasi, serta aplikasi <em>microneedle</em> di bidang farmasi dan kosmetik dalam suatu kerangka analisis komparatif. <strong>Metode:</strong> Studi literatur sistematis dilakukan dengan penelusuran pada basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “<em>microneedle</em>”, “<em>microneedle types</em>”, “<em>microneedle fabrication</em>”, dan “<em>transdermal drug delivery</em>”. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian dan tinjauan berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada rentang 2000–2025 dan relevan dengan topik. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak tersedia secara penuh, duplikasi, dan studi yang tidak berfokus pada pengembangan microneedle. Berdasarkan proses seleksi diperoleh 65 artikel yang dianalisis secara komprehensif. <strong>Hasil:</strong> <em>Dissolving microneedle</em> merupakan jenis yang paling dominan dalam tren penelitian terkini, dengan perkembangan signifikan pada metode fabrikasi berbasis micromolding dan <em>3D printing</em>. Kombinasi <em>3D printing</em> untuk pembuatan <em>master mold</em> dan <em>micromolding</em> untuk replikasi massal teridentifikasi sebagai pendekatan paling prospektif. Teknologi <em>microneedle</em> menunjukkan potensi besar dalam aplikasi vaksin, terapi obat, dan kosmetik, meskipun masih menghadapi tantangan pada aspek regulasi dan skalabilitas produksi. <strong>Simpulan:</strong> <em>Microneedle</em>, khususnya jenis <em>dissolving</em>, memiliki prospek menjanjikan sebagai platform penghantaran obat yang efektif, aman, dan inovatif di masa depan.</p> Rianingsih Dwi Astuti Mundandar, Hesti Riasari, Revika Rachmaniar Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1197 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Tersedak Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1182 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat sumbatan benda asing pada jalan napas yang sering terjadi pada anak usia 1–5 tahun dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian. Anak usia 1–5 tahun berisiko tinggi mengalami tersedak karena fase eksplorasi oral serta kemampuan mengunyah dan menelan yang belum sempurna. Pengetahuan orang tua berperan penting dalam pencegahan dan penanganan awal tersedak. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 170 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 87 responden (51,2%), dan sebanyak 103 responden (60,6%) menyatakan anaknya pernah mengalami tersedak dalam 12 bulan terakhir. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun dengan nilai p-value 0,0001 (p&lt;0,05) dan Odds Ratio sebesar 0,113. <strong>Simpulan:</strong> Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026.</p> Pitri Nofa Sari, Andoko Andoko, Dewi Kusumaningsih, Deny Eka Liasari Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1182 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Masyarakat Di Puskesmas Mantangai https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1175 <p>Gastritis merupakan salah satu gangguan pada sistem pencernaan yang masih sering terjadi di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan. Pola makan yang tidak teratur diduga dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu terjadinya gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 72 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kejadian gastritis yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun sebanyak 19 responden (26,40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 54 responden (75,00%), berpendidikan SMA sebanyak 28 responden (38,90%), dan memiliki pendapatan UMR per bulan sebanyak 38 responden (52,80%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square melalui Continuity Correction diperoleh nilai p-value sebesar 0,828 (p &gt; 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantangai, hal ini terjadi karena ada banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti stres, obat-obatan dan faktor genetik.</p> Kartini Kartini, Ratna Roesardhyati Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1175 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Manajemen Laktasi Terhadap Pertumbuhan Bayi Di Desa Botung https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1162 <p>Latar Belakang: Prevalensi stunting di Desa Botung mencapai 26,7%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 21,5%. Rendahnya cakupan ASI eksklusif akibat praktik pemberian makanan prelakteal menjadi faktor risiko utama. Manajemen laktasi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bayi usia 0–6 bulan. Tujuan: Menganalisis pengaruh penerapan manajemen laktasi terhadap pertumbuhan bayi meliputi berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK). Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group pada 64 bayi usia 0–6 bulan yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 32 bayi. Kelompok eksperimen mendapat edukasi, pendampingan, dan praktik teknik menyusui selama Februari–April 2026. Data dianalisis menggunakan Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil: Kelompok eksperimen mengalami peningkatan BB 1.263 gram, PB 5,4 cm, dan LK 2,7 cm, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (BB 423 gram, PB 2,1 cm, LK 1,2 cm) dengan p=0,000. Kesimpulan: Manajemen laktasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bayi usia 0–6 bulan dan berpotensi menjadi strategi pencegahan stunting di wilayah pedesaan.</p> Nisaul Mardiah, Verawaty Fitrinelda Silaban, Krisna Karelis Nehe, Cindy Giovanny Widya Dhana Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1162 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Dampak Program Makan Bergizi (MBG) Terhadap Kejadian Underweight Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1145 <p>Masalah gizi balita seperti Underweight pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang cukup dalam jangka waktu tertentu sehingga berat badan anak berada di bawah standar usianya. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah gizi balita adalah melalui Program Makan Bergizi (MBG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Program Makan Bergizi (MBG) terhadap kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Populasi penelitian berjumlah 868 balita usia 12–59 bulan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita merupakan penerima MBG, yaitu sebanyak 726 balita (83,6%), sedangkan yang tidak menerima MBG sebanyak 142 balita (16,4%). Status underweight menunjukkan bahwa mayoritas balita berada pada kategori normal, yaitu sebanyak 799 balita (92,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,000 (&lt;0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara Program Makan Bergizi dengan kejadian underweight pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi memberikan dampak positif dalam membantu menurunkan kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima.</p> Juraidin , Darmin, Nurismutiaraquranis, Abel Oktaviani, Harlina Natalia, Ros Diani , Airin, Aldy Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1145 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Variasi Konsentrasi PVA Terhadap Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Salam https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1134 <p>Penuaan dini merupakan kondisi percepatan proses degenerasi kulit yang dapat dipicu oleh paparan radikal bebas, sehingga diperlukan intervensi berupa antioksidan topikal. Daun salam (<em>Syzygium polyanthum</em> (Wight) Walp) diketahui memiliki aktivitas antioksidan kuat, sehingga berpotensi dikembangkan dalam sediaan kosmetik anti-aging, salah satunya masker gel <em>peel-off</em>. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serta mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi polivinil alkohol (PVA) terhadap karakteristik sediaan masker gel <em>peel-off</em> ekstrak daun salam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun salam dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:10. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi masker gel <em>peel-off</em> dengan variasi konsentrasi PVA, yaitu F1 (10%), F2 (12,5%), dan F3 (15%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, viskositas, serta uji hedonik. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki homogenitas yang baik dengan warna dan bau yang seragam, namun berbeda dalam tekstur. Nilai pH berada pada rentang 5,12±0,15 hingga 5,41±0,10, daya sebar 5,05±0,32 hingga 6,14±0,05 cm, daya lekat 5,38±3,03 hingga 41,34±7,95 detik, waktu mengering 16,12±1,99 hingga 24,94±1,08 menit, serta viskositas 20139,9±25,35 hingga 20166,5±9,44 cPs. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F1 (PVA 10%) merupakan formula yang paling disukai panelis. Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi PVA berpengaruh signifikan terhadap daya sebar, daya lekat, dan waktu mengering (p&lt;0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap pH dan viskositas (p&gt;0,05).</p> Vania Santika Putri, Tiara Natali Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1134 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Pendaftaran Di UPTD Puskesmas Karangrejo https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1119 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Pelayanan pendaftaran merupakan tahap awal dalam proses pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam membentuk persepsi serta tingkat kepuasan pasien. <strong>Tujuan:</strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan (<em>SERVQUAL</em>), yaitu <em>tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. </em><strong>Metode penelitian</strong>:Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan rancangan <em>cross sectional.</em> Populasi adalah seluruh pasien yang melakukan pendaftaran di UPTD Puskesmas Karangrejo dengan sampel sebanyak 93 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan <em>uji Chi Square</em>. <strong>Hasil</strong>:Penelitian menunjukkan bahwa dimensi <em>tangibles </em>didapatkan nilai OR 5,17(CI 95% 2,12-12,61) p=0,001.Dimensi <em>reliability</em> didapatkan nilai OR 14,66(CI 95% 5,32-40.39).Dimensi <em>responsiveness </em> didapatkan nilai OR 13,66(CI 95% 4,99-37,41) p=0,001.Dimensi <em>Assurance</em> didapatkan nilai OR 18,00(CI 95% 6,28-51,52) p=0,001.Dimensi <em>Empathy</em> didapatkan nilai OR 6,59(CI 95% 1,97-22.09) p=0,001.Seluruh dimensi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. <strong>Kesimpulan dan saran:</strong>Dimensi <em>empathy</em> dan <em>responsiveness</em> terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan pasien. Hal ini mengindikasikan bahwa sikap ramah, perhatian, kesigapan, serta kemampuan petugas dalam merespons kebutuhan pasien secara cepat dan tepat merupakan aspek yang paling menentukan dalam membentuk kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan yang berfokus pada penguatan sikap empati dan daya tanggap petugas sangat diperlukan guna mencapai standar kepuasan pasien sesuai ketentuan nasional (&gt;90%).</p> Cindy Nirmala Putri , Yessiana Luthfia Bahri, Sigit Andriyanto, Etanaulia Marsim Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1119 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Optimasi Variasi Konsentrasi Cera Alba dan Parafin Wax terhadap Karakteristik Fisik Stick Pelembab pada Kulit Kering Berbasis Minyak Argan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1130 <p>Kulit kering merupakan kondisi yang ditandai dengan menurunnya kadar air pada lapisan kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi kasar, bersisik, dan pecah-pecah. Area tubuh tertentu seperti tumit, telapak kaki, siku, lutut, dan telapak tangan lebih rentan mengalami kekeringan karena memiliki lapisan kulit yang lebih tebal serta sering mengalami tekanan dan gesekan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah penggunaan sediaan stick pelembab yang praktis dan mudah diaplikasikan. Minyak argan diketahui mengandung asam lemak esensial, tokoferol, dan senyawa fenolik yang memiliki berbagai aktivitas biologis salah satunya adalah sebagai antioksidan. Karakteristik fisik sediaan stick dipengaruhi oleh komposisi basis yang digunakan seperti cera alba dan parafin wax. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi komposisi cera alba dan parafin wax terhadap karakteristik fisik stick pelembab berbasis minyak argan. Penelitian dilakukan melalui pembuatan tiga formula dengan variasi konsentrasi cera alba dan parafin wax. Sediaan yang dihasilkan kemudian dievaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, dan titik patah. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh variasi basis terhadap mutu fisik sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, dan pH sediaan topikal. Variasi komposisi cera alba dan parafin wax memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik stick terutama pada parameter titik leleh dan titik patah. Peningkatan konsentrasi cera alba menghasilkan sediaan yang lebih keras dengan titik leleh lebih tinggi, sedangkan peningkatan parafin wax menghasilkan tekstur yang lebih lunak dan mudah diaplikasikan. Berdasarkan hasil evaluasi mutu fisik, formula F3 memenuhi seluruh parameter uji dan menunjukkan keseimbangan karakteristik fisik yang lebih optimal sehingga dapat direkomendasikan sebagai formula terbaik dalam penelitian ini.</p> Maratus Sholikhah, Septi Anggraini, Meyla Dhesfaiza Putri Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1130 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Persepsi Perawat Pelaksana tentang Iklim Organisasi dan Kualitas Pelayanan Keperawatan: Studi Kualitatif https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1138 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Unit hemodialisis adalah tempat pelayanan kesehatan bagi pasien dengan gagal ginjal kronik yang membutuhkan interaksi intens dan berkesinambungan antara perawat dan pasien. Karena tingginya beban klinis ini, suasana organisasi yang baik menjadi faktor penting dalam membangun perilaku perawatan yang positif serta mempertahankan kualitas pelayanan keperawatan di ruang perawatan. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman perawat pelaksana tentang iklim organisasi dan dampaknya terhadap kualitas perawatan di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan. <strong>Metode: </strong>Studi ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Sebanyak 10 perawat pelaksana yang memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun terlibat sebagai partisipan dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh secara menyeluruh melalui metode wawancara mendalam (in-depth interview) dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. <strong>Hasil: </strong>Hasil analisis menunjukkan enam tema utama yang mencerminkan pengalaman perawat, yaitu: (1) struktur organisasi sebagai dasar kejelasan peran dan efektivitas kerja; (2) standar pelayanan sebagai pedoman kualitas yang realistis; (3) tanggung jawab profesi sebagai bentuk komitmen moral dan kemanusiaan; (4) dukungan sosial dari sesama rekan sebagai penyangga (buffering) terhadap stres klinis; (5) pengakuan emosional sebagai pendorong motivasi dalam diri; serta (6) solidaritas tim sebagai penguat komitmen terhadap organisasi. <strong>Simpulan: </strong>Penelitian ini menyatakan bahwa terbentuknya suasana organisasi yang baik di unit hemodialisis tidak hanya dipengaruhi oleh penerapan aturan rumah sakit. Suasana itu justru ditingkatkan dan diperkuat oleh kekompakan tim serta kepemimpinan yang mendukung, yang secara bersama-sama dapat menciptakan rasa aman secara psikologis (psychological safety) bagi perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas.</p> Patimah Sari Siregar, Elis Anggeria, Tiarnida Nababan Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1138 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Shift Konvensional dengan Beban Kerja, Kinerja Perawat dan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit RSUD Drs Haji Amri Tambunan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1150 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Sistem kerja shift pada perawat berpotensi memengaruhi beban kerja, kinerja, dan kepuasan pasien. Hubungan antarvariabel tersebut masih menunjukkan hasil yang bervariasi. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan shift kerja dengan beban kerja perawat, hubungan kinerja perawat dengan tingkat kepuasan pasien, serta hubungan shift kerja dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. <strong>Metode: </strong>hubungan shift kerja dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden perawat dan pasien rawat inap. <strong>Hasil: </strong>Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi. Distribusi shift kerja perawat relatif merata, dengan mayoritas bekerja pada shift pagi sebanyak 23 responden (36,5%). Beban kerja perawat sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 38 responden (60%). Kinerja perawat mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 45 responden (71,5%). Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa puas terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap sebanyak 29 responden (46%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dan beban kerja perawat (p = 0,034). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja perawat dan tingkat kepuasan pasien (p = 0,004; r = 0,194). Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja konvensional dan tingkat kepuasan pasien (p = 0,006). <strong>Simpulan: </strong>Shift kerja berhubungan signifikan dengan beban kerja perawat, dan kinerja perawat berhubungan signifikan dengan tingkat kepuasan pasien. Namun, shift kerja tidak berhubungan langsung dengan kepuasan pasien, yang mengindikasikan bahwa kepuasan pasien lebih dipengaruhi oleh kualitas kinerja dan pelayanan keperawatan dibandingkan pembagian shift kerja itu sendiri.</p> Dewi Sartika Br Tarigan, Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea, Refi Ikhtiari Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1150 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di Puskesmas Beringin Raya https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1205 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan pengobatan dalam jangka panjang sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sangat diperlukan untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Tingkat pengetahuan pasien diduga memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Beringin Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em> dengan jumlah responden sebanyak 92 pasien hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik, sedangkan kepatuhan minum obat lebih banyak berada pada kategori tidak patuh. Hasil uji <em>Chi-square</em> diperoleh nilai p-value sebesar 0,003 (&lt;0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Beringin Raya. Responden dengan tingkat pengetahuan baik cenderung memiliki kepatuhan minum obat yang lebih baik dibandingkan responden dengan tingkat pengetahuan rendah. Dengan demikian, tingkat pengetahuan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatan.</p> Winda Dwi Rosalinda, Oky Hermansyah, Tri Danang Kurniawan Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1205 Fri, 12 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Pemberian Media Gizi Untuk Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Kurang Energi Kronis https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1238 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Masalah gizi yang sering di alami oleh remaja di Indonesia salah satunya adalah Kurang Energi Kronis (KEK) yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan kesehatan remaja. pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang pentingnya pola makan bergizi seimbang yaitu melalui edukasi gizi. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dari media leaflet, video animasi, dan kipas sebagai media edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikaap remaja mengenai KEK. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian yang digunakan adalah <em>Quasi Experimental</em> dengan rancangan <em>One Group Pretest-Posttest</em> tanpa kontrol. Subjek penelitian adalah 30 siswi kelas 8 SMPN 2 Karawang Timur yang dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing diberikan media edukasi yang berbeda. Pengukuran dilakukan dengan <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> serta <em>recall</em> konsumsi makan 2x24 jam sebelum dan sesudah intervensi.<strong> Hasil: </strong>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan asupan energi serta protein pada semua kelompok media dengan nilai signifikan (p&lt;0,05). Media <em>leaflet</em> dan video animasi memberikan hasil yang lebih baik pada peningkatan rata-rata asupan energi dan protein dibanding media kipas.<strong> Simpulan: </strong>Penelitian ini menyimpulkan bahwa media edukasi gizi seperti <em>leaflet</em>, video, dan kipas berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pada remaja.</p> Saniya Saniya, Ratih Kurnia Sari Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1238 Sat, 13 Jun 2026 00:00:00 +0000 Uji Efektivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Biji Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 8739, Escherichia coli ATCC 25922, dan Candida albicans https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1248 <p>Infeksi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan dunia yang signifikan, termasuk di Indonesia yang memiliki iklim tropis dan lembap, sehingga memperparah pertumbuhan berbagai mikroba berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak etanol 70% biji karet (<em>Hevea brasiliensis</em> Mull. Arg.) terhadap <em>Staphylococcus aureus, Escherichia coli</em>, dan <em>Candida albicans</em>, serta untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Efek antimikroba diuji menggunakan metode difusi cakram dengan delapan perlakuan dan tiga kali pengulangan pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia dilihat melalui reaksi pengendapan dan perubahan warna yang menunjukkan adanya kandungan alkaloid, triterpenoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan <em>S. aureus</em> dan <em>E. coli</em>, tetapi tidak dapat menghambat <em>C. albicans</em>. Konsentrasi 75% menunjukkan zona hambat terbesar terhadap <em>S. aureus</em> sebesar 1,97 mm (kategori lemah) dan terhadap <em>E. coli</em> sebesar 8,43 mm (kategori sedang). Analisis statistik dilakukan dengan uji <em>Kruskal-Wallis</em> yang menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p&lt;0,05), sehingga variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh nyata terhadap daya hambat antimikroba. Ekstrak etanol 70% dari biji karet berpotensi dikembangkan sebagai antimikroba alami di masa mendatang.</p> Nesa Romanda Sari, Risky Hadi Wibowo, Oky Hermansyah, Rose Intan Perma Sari, Putri Mulia Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1248 Sat, 13 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Zat Besi dengan Perilaku Pencegahan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Hulu Palik Bengkulu Utara https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1345 <p>Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah, serta kematian ibu dan janin. Pengetahuan ibu hamil mengenai tablet zat besi berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi dengan perilaku pencegahan anemia di wilayah kerja Puskesmas Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah 120 ibu hamil yang mendapatkan tablet zat besi, dengan sampel sebanyak 92 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner perilaku pencegahan anemia, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (73,9%), berpendidikan SMA/SMK (53,3%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (45,7%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 57 responden (62,0%), sedangkan perilaku pencegahan anemia sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 70 responden (76,1%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan anemia. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki ibu hamil mengenai manfaat, cara konsumsi, dan pentingnya tablet zat besi, maka semakin baik pula perilaku yang dilakukan dalam upaya pencegahan anemia selama kehamilan. Namun demikian, perilaku pencegahan anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi, peran tenaga kesehatan, dan pola makan sehari-hari.</p> Hera Olani Jaya Ningsih, Dessy Triana, Suci Rahmawati, Dwi Kurnia Putri, Putri Mulia Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1345 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 Skrining Fitokimia Dan Uji Daya Hambat Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Dan Kulit Batang Pohon Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) Terhadap Escherichia coli ATCC 25922 Dan Bacillus subtilis ATCC 6633 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1255 <p>Daun dan kulit batang angsana (<em>Pterocarpus indicus </em>Willd.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun dan kulit batang angsana dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Escherichia coli </em>dan <em>Bacillus subtilis</em>, serta mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak daun dan kulit batang angsana. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75% dengan kontrol positif <em>Ciprofloxacin</em> dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil uji menunjukkan ekstrak daun dan kulit batang angsana mampu menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> dan <em>B. subtilis</em>. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli </em>terdapat pada ekstrak daun pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 10,76 mm katagori kuat dan pada <em>B. subtilis </em>yang paling efektif terdapat pada ekstrak kulit batang kosentrasi 75% dengan zona hambat 11,23 mm katagori kuat. Hasil analisis statistik dilakukan dengan uji <em>analisis non-parametrik</em> <em>Kruskal-Wallis </em>yang menunjukkan nilai signifikansi p&lt;0,05 yang berarti terdapat pengaruh nyata variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun dan kulit batang angsana berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri <em>Bacillus subtilis </em>dan <em>Escherichia coli</em>.</p> Yessica Nadeak, Risky Hadi Wibowo, Oky Hermansyah, Dwi Kurnia Putri, Afifah Fauziyyah Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1255 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Batang dan Akar Jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Escherichia coli ATCC 25922 dan Bacillus subtilis ATCC 6633 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1258 <p>Jeruju (<em>Acanthus ilicifolius</em> L.) merupakan tumbuhan mangrove yang mengandung metabolit sekunder dan digunakan sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etanol batang dan akar jeruju dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> ATCC 25922 dan <em>B. subtilis</em> ATCC 6633, serta mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak batang dan akar jeruju. Pembuatan ekstrak dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian efektivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%, dengan 8 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang dan akar jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak batang dan akar jeruju efektif menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> dan <em>B. subtilis</em>. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> terdapat pada ekstrak batang jeruju pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 7,35 mm (kategori sedang), sedangkan pada bakteri B. subtilis yang paling efektif terdapat pada ekstrak akar jeruju pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 3,96 mm (kategori lemah). Hasil analisis statistik menggunakan uji <em>Kruskal-Wallis</em> menunjukkan nilai signifikansi p&lt;0,05 yang berarti terdapat pengaruh nyata variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol batang dan akar jeruju memiliki efektivitas antibakteri terhadap bakteri <em>E. coli</em> dan <em>B. subtilis</em>.</p> Siti Nurhaliza, Risky Hadi Wibowo, Dwi Kurnia Putri, Oky Hermansyah, Afifah Fauziyyah Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1258 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Kulit Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis Osbeck.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1268 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol 70% kulit jeruk Gerga Lebong (<em>Citrus nobilis</em> Blanco x <em>sinensis</em> Osbeck.) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%, diikuti dengan penetapan kadar flavonoid menggunakan pereaksi AlCl₃ dan standar kuersetin. Analisis dilpenuliskan melalui pembuatan kurva kalibrasi pada panjang gelombang maksimum, kemudian nilai absorbansi sampel diukur dan dihitung menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kental yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 30,871% dan mengandung senyawa flavonoid berdasarkan uji fitokimia. Penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa kulit jeruk Gerga Lebong berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang farmasi dan kesehatan. Metode spektrofotometri UV-Vis terbukti efektif, sensitif, dan penulisrat dalam analisis kuantitatif flavonoid. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai bahan alami bernilai tambah.</p> Riani Apriwindi, Oktoviani Oktoviani, Suci Rahmawati, Ikhsan Ikhsan, Tri Danang Kurniawan Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1268 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0000 Potensi Antikanidiasis dari Ekstrak Etanol Daun dan Bunga jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1251 <p>Infeksi jamur masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu jamur pathogen yang sering menyebabkan infeksi adalah <em>Candida albicans </em>dan <em>Candida tropicalis</em>. Penggunaan obat antikandidiasis sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam. Tumbuhan jeruju (<em>A. ilicifolius </em>L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antikandidiasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antikandidiasis ekstrak etanol daun dan bunga jeruju terhadap pertumbuhan <em>Candida albicans </em>dan <em>Candida tropicalis</em> pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 75%. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserai pelarut etanol 70%. Uji potensi antikandidiasis dilakukan pada 8 perlakuan 3 ulangan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dan bunga jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak bunga jeruju memiliki potensi antikandidiasis terhadap pertumbuhan <em>C. tropicalis</em>. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan <em>C. tropicalis </em>pada ekstrak bunga jeruju yaitu pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 24,13 mm kategori sangat kuat dan pada ekstrak daun jeruju tidak memiliki daya hambat dalam menghambat pertumbuhan <em>C. tropicalis</em> dan <em>C. albicans</em>. Pada ekstrak bunga jeruju tidak mempunyai daya hambat dalam menghambat pertumbuhan <em>C. albicans</em>. Uji potensi antikandidiasis ekstrak daun dan bunga jeruju (<em>A. </em>ilicifolius L.) dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji <em>Kruskal-wallis</em>. Hasil uji dari <em>Kruskal-wallis</em> didapatkan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,003 sehingga terdapat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antikandidiasis. Ekstrak bunga jeruju dapat digunakan sebagai sediaan farmasi atau antikandidiasis sintetis dimasa depan.</p> Asbedta Anggraini, Risky Hadi Wibowo, Rose Intan Perma Sari, Putri Mulia, Oky Hermansyah Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1251 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 Formulasi Gel Tabir Surya Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) Terpurifikasi Dan Penentuan Nilai SPF https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1225 <p>Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, sehingga perlu dikembangkan produk tabir surya yang berbahan alami. Daun ketapang (<em>Terminalia catappa</em> L.) mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak daun ketapang terpurifikasi serta mengevaluasi sifat fisik sediaan serta nilai <em>Sun Protection Factor </em>(SPF) secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi ekstrak F0, F1 (0,01%), F2 (0,02%), dan F3 (0,03%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam ekstrak terpurifikasi. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 4,83–6,90, daya sebar 5,65–6,12 cm, daya lekat 5,29–8,52 detik, dan viskositas 28.779–44.571 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 2,258 ± 0,638. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun ketapang terpurifikasi menunjukkan aktivitas fotoprotektif dalam bentuk gel, namun efektivitasnya masih terbatas sehingga diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan nilai SPF.</p> Rike Pefsika, Tri Danang Kurniawan, Dessy Triana, Rose Intan Perma Sari, Oky Hermansyah Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1225 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0000 Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Aren (Arenga Pinnata Merr.) https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1257 <p>Kulit buah aren (<em>Arenga Pinnata</em> Merr.) merupakan limbah tanaman yang mengandung metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antimikroba alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak etanol 70% kulit buah aren dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Bacillus subtilis</em> ATCC 6633, <em>Escherichia coli</em> ATCC 25922, dan jamur <em>Candida albicans</em>, serta mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antimikroba diuji dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat pertumbuhan <em>B. subtilis</em> dan <em>E. coli</em>, tetapi tidak menghambat pertumbuhan <em>C. albicans</em>. Konsentrasi 75% merupakan konsentrasi paling efektif dengan zona hambat sebesar 2,06 mm terhadap <em>B. subtilis</em> (kategori lemah) dan 8,16 mm terhadap <em>E. coli</em> (kategori sedang). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi p&lt;0,05, yang menandakan adanya pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antimikroba. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 70% kulit buah aren berpotensi sebagai antimikroba alami terhadap <em>B. subtilis</em> dan <em>E. coli</em>.</p> Anissa nayla septri, Risky Hadi Wibowo, Suci Rahmawati, Tri Danang Kurniawan, Dwi Kurnia Putri Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1257 Mon, 15 Jun 2026 00:00:00 +0000 Formulasi Sediaan Gel Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Semangka (Citrullus Lanatus) Dan Penentuan Nilai SPF https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1273 <p>Paparan radiasi ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit sehingga diperlukan pengembangan produk tabir surya berbahan alami. Daun semangka (<em>Citrullus lanatus</em> (Thunb.) Matsum. &amp; Nakai) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak etanol daun semangka serta mengevaluasi sifat fisik sediaan dan nilai <em>Sun Protection Factor</em> (SPF) secara <em>in vitro</em>. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi F0 (kontrol), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin dalam ekstrak. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 5,30–6,34, daya sebar 5,60–6,69 cm, dan viskositas 33.238,33–48.543,33 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 1,9065 ± 0,0340. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun semangka memiliki potensi sebagai bahan aktif pendukung (<em>photoprotective enhancer</em>) dalam formulasi tabir surya berbasis bahan alam, meskipun masih diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap radiasi UV.</p> Fadhilla Amelia Putri Sundaidi, Tri Danang Kurniawan , Putri Mulia, Oky Hermansyah, Tika Hardini Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1273 Mon, 15 Jun 2026 00:00:00 +0000 Formulasi Sediaan Gel Tabir Surya Dari Ekstrak Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan Penentuan Nilai SPF https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1277 <p>Daun mahkota dewa (<em>Phaleria macrocarpa</em> (Scheff.) Boerl.) mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan senyawa fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi serta kemampuan menyerap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun mahkota dewa dalam bentuk gel tabir surya serta mengevaluasi karakteristik fisik dan nilai <em>Sun Protection Factor</em> (SPF) sediaan. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diformulasikan dalam empat formula, yaitu F0, F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki rendemen sebesar 20,69% serta mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik dengan bentuk semi solid, homogen, nilai pH 4,9–5,6, daya sebar 5,55–5,98 cm dan viskositas 30.912 – 44.766 cPs. Nilai SPF meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 3,02 ± 0,16. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif tabir surya alami dalam sediaan gel, meskipun masih diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap radiasi ultraviolet.</p> Renti Rusita, Tri Danang Kurniawan, Oky Hermasnyah, Rose Intan Perma Sari, Putri Mulia Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1277 Mon, 15 Jun 2026 00:00:00 +0000 Strategi Peningkatan Kesadaran Keselamatan Kerja melalui Sosialisasi K3 pada Karyawan RSU. Bina Kasih Medan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1132 <p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan tenaga kerja di rumah sakit. Namun, kesadaran karyawan terhadap penerapan K3 masih belum optimal, terutama akibat kurang efektifnya strategi sosialisasi yang dilakukan di RSU Bina Kasih Medan menghadapi tantangan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosialisasi K3 dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 15 karyawan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan mereka dalam kegiatan sosialisasi K3. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi K3 melalui diskusi interaktif mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran karyawan terhadap risiko kerja. Terdapat tiga tema utama yang ditemukan, yaitu peningkatan pengetahuan K3, perubahan sikap terhadap keselamatan kerja, dan peningkatan kepatuhan terhadap prosedur K3. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu sosialisasi dan kurangnya monitoring berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi sosialisasi K3 yang partisipatif dan aplikatif efektif dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja karyawan.</p> Rizca Annur Hadya, heppy maya sari saragih, Dwike Nirmalasari Theresia Br. Barus Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1132 Wed, 17 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hubungan antara Motivasi Kerja Kader terhadap Ketepatan Pengukuran Antropometri Kader pada Posyandu Balita di Kota Kediri https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1237 <p>Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan gizi anak. Salah satu kegiatan yang diandalkan dalam pencegahan gangguan gizi masyarakat adalah Posyandu. Namun, dalam pelaksanaannya, kader dalam melakukan pengukuran antropometri dan meletakkan titik (plooting) pada KMS masih dipertanyakan kebenarannya. Pekerjaan sebagai kader juga membutuhkan motivasi yang baik karena kader merupakan tenaga sukarelawan yang pekerjaannya cukup penting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan motivasi kerja kader Posyandu dengan ketepatan pengukuran antropometri pada Posyandu Balita di Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilaksanakan pada bulan September – Desember 2022. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner dan lembar pengumpul data yang disusun oleh peneliti. Data yang digunakan adalah data primer dari hasil pengamatan dan wawancara peneliti. Populasi adalah kader posyandu di wilayah kerja Kota Kediri dari 285 posyandu yang berstatus purnama dan mandiri. Selanjutnya, dipilih 138 kader yang memenuhi kriteria inklusi sesuai dengan jumlah minimal sampel yang dibutuhkan. Hasil penelitian terhadap 138 kader posyandu yang berstatus purnama dan mandiri di wilayah kerja Kota Kediri menunjukkan bahwa sebagian besar kader memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dalam pelaksanaan posyandu, sebagian besar kader tidak tepat dalam melakukan pengukuran antropometri, yang diketahui dari perbandingan pengukuran antara kader dan peneliti. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara motivasi dan ketepatan pengukuran antropometri dengan nilai signifikansi 0,000. Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kader Posyandu dan ketepatan pengukuran antropometri pada saat Posyandu Balita di Kota Kediri.</p> Aulia Risti Ramadhani Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1237 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0000 Perbedaan Determinan Lingkungan, Perilaku Hygiene, Dan Sanitasi Masyarakat Yang Tinggal 150 Dan 300 Meter (Studi Di Sekitar Tanah Makam Di Kota Surakarta) https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1171 <p>Area pemakaman berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan akibat proses dekomposisi jenazah yang menghasilkan cairan lindi dan mencemari air tanah di sekitar permukiman. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran determinan lingkungan, perilaku hygiene, dan sanitasi masyarakat yang tinggal pada radius 150 meter dan 300 meter dari area pemakaman di Kota Surakarta. Rancangan penelitian yang diterapkan berupa penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) pada bulan Juli hingga September 2025 di enam titik pemakaman Kota Surakarta. Populasi berjumlah 736 penduduk dengan sampel 253 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki determinan lingkungan kategori baik (74,7%) dan perilaku hygiene kategori baik (83,0%), sedangkan kondisi sanitasi menunjukkan proporsi yang hampir seimbang antara kategori baik (50,2%) dan kurang (49,8%). Berdasarkan jarak tempat tinggal dari area pemakaman, kondisi determinan lingkungan pada radius 150 meter maupun 300 meter masih didominasi kategori kurang, masing-masing sebesar 63,7% dan 62,6%. Perilaku hygiene pada kedua radius cenderung baik, dengan persentase lebih tinggi pada radius 300 meter (72,9%) dibandingkan radius 150 meter (66,4%). Sementara itu, kondisi sanitasi lebih baik pada masyarakat yang tinggal dalam radius 150 meter dengan kategori baik sebesar 76,0%, sedangkan pada radius 300 meter sebagian besar masih berada pada kategori kurang (57,9%). Disimpulkan bahwa perilaku hygiene masyarakat di sekitar wilayah pemakaman tergolong baik, namun kondisi determinan lingkungan dan sanitasi masih memerlukan perhatian, terutama pada masyarakat yang tinggal pada radius 150 meter dari area pemakaman.</p> Utrica Meidina Fani, Noor Alis Setiyadi Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1171 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Media Edukasi Video dan Leaflet terhadap Kesiapsiagaan Bencana pada Mahasiswa Keperawatan di Instituto Ciência de Saúde Dili https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1399 <p>Timor-Leste merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan, dan wabah penyakit menular. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi berupa video dan leaflet terhadap kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan di Instituto Ciência de Saúde Dili serta membandingkan efektivitas kedua media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui rancangan two-group pre-test and post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 122 mahasiswa keperawatan semester 4 yang dibagi menjadi kelompok video sebanyak 59 responden dan kelompok leaflet sebanyak 63 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner kesiapsiagaan bencana yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach Alpha 0,821. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann-Whitney U Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesiapsiagaan setelah edukasi pada kedua kelompok. Pada kelompok video, kategori siap meningkat dari 31 responden (52,5%) menjadi 57 responden (96,6%) dengan nilai p=0,001. Pada kelompok leaflet, kategori siap meningkat dari 45 responden (71,4%) menjadi 48 responden (76,2%) dengan nilai p=0,004. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan efektivitas antara kedua media dengan nilai p = 0,003; kelompok video memiliki mean rank 68,33, sedangkan kelompok leaflet 55,10. Dengan demikian, media video lebih efektif dibandingkan dengan leaflet dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan. Media video dapat digunakan sebagai metode edukasi utama, sedangkan leaflet dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana di institusi pendidikan keperawatan.</p> Francisca Zelia Cardoso Da Silva, Donal Nababan, Johasen Hutajulu Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1399 Fri, 19 Jun 2026 00:00:00 +0000