Health Research Journal of Indonesia https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI <p><strong>Nama jurnal : </strong><em>Health Research Journal of Indonesia </em>(HRJI)<br /><em><strong>Editor in Chief </strong></em><strong>: </strong>Nurul Hidayah, SKM., M.Kes<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2964-7592" target="_blank" rel="noopener">2964-7592</a> (online)<br /><strong>Terakreditasi Peringkat 4</strong> (Sinta 4)<br /><strong>DOI Jurnal :</strong> <a href="https://doi.org/10.63004/hrji">10.63004/hrji</a><br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember.</p> <p><strong>Health Research Journal of Indonesia (HRJI)</strong> adalah jurnal elektronik dan <em>open access</em> <em>journal</em> yang dikelola oleh CV. Wadah Publikasi Cendekia. Health Research Journal of Indonesia merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article </em>di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta ilmu kefarmasian.</p> <p>Health Research Journal of Indonesia <strong>Terakreditasi Peringkat 4</strong> (<a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/16934" target="_blank" rel="noopener"><strong>Sinta 4</strong></a>) berdasarkan SK Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI nomor 156/C/C3/KPT/2026 tahun 2026.</p> <p><strong>Template</strong> [<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1iENcxX545Jr-DH5V0jmilg1CDO3zlvH7?ths=true" target="_blank" rel="noopener">download</a>]</p> CV. Wadah Publikasi Cendekia id-ID Health Research Journal of Indonesia 2964-7592 <p>Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.</p> <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons" /></a><br /><em>Health Research Journal of Indonesia</em> dilisensikan di bawah <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a></p> Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Guajava Linn.) Untuk Pengobatan Luka Bakar Dengan Konsentrasi Basis Hidrokarbon https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1038 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Tanaman <em>Psidium guajava</em> Linn. atau jambu biji merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai terapi luka bakar. Ekstrak etanol daun jambu biji diketahui mampu mempercepat proses penyembuhan luka melalui aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan salep ekstrak etanol daun jambu biji dengan variasi konsentrasi basis hidrokarbon serta mengevaluasi karakteristik fisiknya. <strong>Metode: </strong>Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Salep diformulasikan dalam tiga variasi basis hidrokarbon yaitu 30%, 35%, dan 40%. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat<em>.</em> <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi berbentuk semipadat, berwarna hijau, berbau khas daun jambu biji, serta homogen. Nilai pH berturut-turut sebesar 5,60; 5,93; dan 5,88 masih berada dalam rentang pH kulit. Daya sebar masing-masing sebesar 5,35 cm; 5,39 cm; dan 5,42 cm, sedangkan daya lekat masing-masing sebesar 5,47 detik; 6,12 detik; dan 6,25 detik. <strong>Simpulan: </strong>Berdasarkan hasil tersebut, seluruh formulasi memenuhi persyaratan sediaan topikal dan berpotensi digunakan sebagai terapi luka bakar.</p> Siti Nur Hikmah Yusuf Anggoro Mukti Blegoh Iwan Santoso Hak Cipta (c) 2026 2026-04-24 2026-04-24 4 4 169 173 10.63004/hrji.v4i4.1038 Tingkat Pengetahuan Terhadap Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di RT. 02/RW.01 Di Desa Tumbang Mahuroi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1046 <p><strong>Pendahuluan :</strong> Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik merupakan faktor penting dalam mencegah penyalahgunaan obat dan resistensi bakteri.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik dan hubungannya dengan perilaku penggunaan antibiotik di Desa Tumbang Mahuroi RT.2, Kabupaten Gunung Mas. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 39 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur karakteristik demografis, tingkat pengetahuan, dan perilaku penggunaan antibiotik. <strong>Hasil :</strong> Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang penggunaan antibiotik, yaitu sebanyak 33 orang (84,62%), sedangkan 6 orang (15,38%) memiliki tingkat pengetahuan tidak baik. Meskipun demikian, masih ditemukan kekeliruan pada aspek penting seperti indikasi penggunaan, aturan konsumsi, penyimpanan sisa obat, dan risiko resistensi antibiotik, sehingga edukasi berkelanjutan tetap diperlukan, mayoritas berada pada kelompok usia 16–28 tahun (51,28%), dengan distribusi jenis kelamin yang relatif seimbang antara perempuan (51,28%) dan laki-laki (48,72%). Sebagian besar responden berpendidikan SMA (48,72%) dan bekerja sebagai petani serta pelajar/mahasiswa (masing-masing 28,21%). Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan turut memengaruhi akses informasi serta pemahaman terkait penggunaan antibiotik. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan antibiotik.</p> <p><strong>Kesimpulan </strong>: Semakin baik tingkat pengetahuan seseorang, semakin rasional penggunaan antibiotik yang dilakukan. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi kesehatan yang berkelanjutan dan sesuai dengan karakteristik masyarakat untuk meningkatkan penggunaan antibiotik yang tepat dan mencegah resistensi.</p> Proditus Arif Rahmadani Rahmadani Rohama Rohama Saftia Aryzki Hak Cipta (c) 2026 2026-04-24 2026-04-24 4 4 174 180 10.63004/hrji.v4i4.1046 Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Lansia Di Wilayah Puskesmas Tumbang Rahuyan https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1051 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular pada lansia yang memerlukan terapi jangka panjang. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi, yang salah satunya berkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien tentang hipertensi dan pengobatannya. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian adalah pasien lansia penderita hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik pengambilan sampel <em>total sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan dalam minum obat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi α = 0,05. <strong>Hasil: </strong>Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan sedang hingga tinggi dan sebagian besar responden tergolong patuh dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia (p &lt; 0,05). <strong>Simpulan: </strong>Penelitian ini menyimpulkan Sebanyak 40,0% responden memiliki kepatuhan rendah, 33,3% kepatuhan sedang, dan 26,7% kepatuhan tinggi dalam penggunaan obat antihipertensi. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien lansia (p &lt; 0,05), sehingga peningkatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi.</p> Evan Soradi Setia Budi Nur Hidayah Rahmadani Rahmadani Hak Cipta (c) 2026 2026-04-24 2026-04-24 4 4 181 184 10.63004/hrji.v4i4.1051 Profil Penggunaan Obat Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Rawat Inap Di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei Kalimantan Tengah https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1052 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Sebuah kondisi psikotik yang melibatkan pengunduran diri sosial, gangguan emosional, dan afektif dengan kemungkinan halusinasi dan delusi. Salah satu pendekatan utama dalam penanganan skizofrenia adalah pemberian obat antipsikotik. Antipsikotik merupakan agen yang digunakan dalam pengobatan gangguan psikotik, gangguan mental berat. Penggolongan antipsikotik dibagi menjadi dua, yaitu antipsikotik tipikal dan antipsikotik atipikal. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui profil penggunaan obat antipsikotik pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei Kalimantan Tengah. <strong>Metode</strong>: Jenis penelitian yang diterapkan merupakan studi <em>kuantitatif non-eksperimen,</em> dengan rancangan penelitian <em>deskriptif observasional</em> yang dilakukan melalui telaah terhadap data rekam medis pasien skizofrenia yang menjalani perawatan rawat inap. <strong>Hasil</strong>: didapatkan data dari 181 pasien yang menjalani rawat inap periode Januari–Agustus 2025 dengan jumlah terbanyak berjenis kelamin laki-laki yaitu 146 pasien (80,66%) dan perempuan yaitu 35 pasien (19,34%), dengan rentang umur 25 – 50 tahun berjumlah 122 pasien (67,40%). Skizofrenia (F20) sebanyak 100 pasien (55,25%). Kemudian, tipe skizofrenia tidak terorganisasi sebanyak 47 pasien (25,97%) dan tipe skizofrenia tak terdeferensiasi sebanyak 30 pasien (16,57%). Penggunaan Antipsikotik Tipikal (Generasi Pertama) (Haloperidol + Trifluoperazin + Chlorpromazin). Haloperidol 5 mg menjadi obat yang paling dominan di seluruh kelompok. Haloperidol dikenal efektif untuk mengatasi gejala positif akut (halusinasi, delusi) dan sering digunakan dalam situasi kegawatdaruratan psikiatri (agitasi atau mengamuk). <strong>Simpulan</strong>: Penggunaan obat terbanyak adalah antipsikotik kombinasi tipikal dan atipikal, terutama chlorpromazine, fluphenazine, olanzapine, dan clozapine. Lorazepam dan Diazepam digunakan sebagai terapi adjuvan untuk mengatasi kecemasan, insomnia, atau agitasi akut pada pasien skizofrenia. Trihexyfenidil 2 mg dari agen antikolinergik ini menunjukkan adanya upaya pencegahan atau pengobatan EPS yang diinduksi oleh antipsikotik, terutama Haloperidol dan antipsikotik tipikal lainnya.</p> Drajat Triwibowo Darini Kurniawati Yusuf Anggoro Mukti Dewi Susanti Atmaja Hak Cipta (c) 2026 2026-04-24 2026-04-24 4 4 185 196 10.63004/hrji.v4i4.1052 Uji Aktivitas Antibakteri Kombucha Teh Rosella Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1068 <p>Kombucha merupakan minuman fermentasi yang dibuat dari campuran teh dan gula dengan menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast/SCOBY). Proses fermentasi menghasilkan berbagai senyawa bioaktif, seperti polifenol, asam organik, vitamin, dan enzim, yang berpotensi memberikan efek biologis, termasuk aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri teh kombucha roselle (<em>Hibiscus sabdariffa L.</em>) terhadap pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental dengan uji laboratorium menggunakan metode difusi agar Kirby–Bauer. Media yang telah diinokulasi dengan bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> diuji menggunakan sampel kombucha roselle dengan tiga kali pengulangan, antibiotik sebagai kontrol positif, dan akuades steril sebagai kontrol negatif, kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombucha roselle menghasilkan diameter zona hambat rata-rata sebesar 14 mm, yang termasuk dalam kategori daya hambat kuat terhadap pertumbuhan bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa teh kombucha roselle memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.</p> Fajar Bakti Kurniawan Asrori Asrori Asrianto Asrianto Risda Haratati Afika Hermawardhani Indra Taufik Sahli Mayang Ayu Puspasari Nofita Dewi Kok Mesa Hak Cipta (c) 2026 2026-04-24 2026-04-24 4 4 197 203 10.63004/hrji.v4i4.1068 Hubungan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Terhadap Pengelolaan Vaksin Di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1086 <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pengelolaan vaksin yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan program imunisasi karena berpengaruh langsung terhadap mutu, keamanan, dan efektivitas vaksin. Vaksin merupakan produk biologis yang sensitif terhadap perubahan suhu sehingga memerlukan penerapan sistem rantai dingin (<em>cold chain</em>) yang sesuai standar. Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam proses penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana cold chain, serta pendistribusian vaksin. Pengetahuan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan vaksin. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga kesehatan serta menganalisis hubungan pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian sebanyak 38 tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengelolaan vaksin, diambil dengan metode <em>total sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang menilai pengetahuan dan praktik pengelolaan vaksin meliputi penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana <em>cold chain</em>, dan distribusi vaksin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em>. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara tingkat pengetahuan dengan pengelolaan vaksin di Puskesmas Tampang Tumbang Anjir. Nilai korelasi Spearman berada pada rentang 0,676–0,707, yang menandakan bahwa semakin baik pengetahuan responden, semakin baik pula pengelolaan penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan sarana <em>cold chain</em>, dan distribusi vaksin. <strong>Kesimpulan</strong>: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tenaga kesehatan dan pengelolaan vaksin. Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan supervisi berkelanjutan perlu dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan vaksin di Puskesmas.</p> Widia Rahayu Fitriani Noval Noval Risyda Komaliya Tuti Alawiyah Hak Cipta (c) 2026 2026-04-24 2026-04-24 4 4 204 209 10.63004/hrji.v4i4.1086 Analisis Pertumbuhan Dan Pola Hemolisis Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Darah Kambing Jawa Dan Agar Darah Domba https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1048 <p>Blood agar merupakan media kultur mikrobiologi yang digunakan untuk mengamati pertumbuhan serta pola hemolisis bakteri, khususnya <em>Staphylococcus aureus</em>. Media ini umumnya menggunakan darah domba karena mampu menunjukkan pola hemolisis dengan jelas. Namun, keterbatasan ketersediaan dan tingginya biaya di Indonesia menjadi kendala dalam penggunaannya. Oleh karena itu, darah kambing Jawa berpotensi digunakan sebagai alternatif karena ketersediaannya yang melimpah di Indonesia, mudah diperoleh, serta lebih ekonomis. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan dua perlakuan dan tiga kali pengulangan. Tahapan meliputi defibrinasi darah, pembuatan media, inokulasi <em>Staphylococcus aureus</em> (ATCC 25923), serta pengamatan morfologi koloni, jumlah koloni, pola hemolisis, dan diameter zona hemolisis. Hasil menunjukkan morfologi koloni seragam (circular, tepi entire, elevasi convex) dan 100% isolat menghasilkan hemolisis β pada kedua media. Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,487 pada jumlah koloni dan 0,637 pada diameter zona hemolisis (p &gt; 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua media. Dengan demikian, darah kambing Jawa memiliki kemampuan sebanding dengan darah domba dalam mendukung pertumbuhan dan aktivitas hemolisis <em>S. aureus</em>, sehingga berpotensi sebagai alternatif media blood agar yang lebih ekonomis.</p> Nur Intan Raodlotul Janah Umi Nihayatul Khusna Hak Cipta (c) 2026 2026-04-25 2026-04-25 4 4 210 219 10.63004/hrji.v4i4.1048 Kajian Etnomedisin Masyarakat Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1091 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional masih banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, perkembangan modernisasi menyebabkan pengetahuan mengenai tanaman obat berpotensi berkurang apabila tidak didokumentasikan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian etnomedisin diperlukan untuk menggali dan mendokumentasikan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman obat yang dimanfaatkan masyarakat, bagian tanaman yang digunakan, manfaat, serta cara pengolahan tanaman obat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir Kabupaten Gunung Mas. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomedisin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik <em>snowball sampling</em> dan <em>purposive sampling</em>. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat. <strong>Hasil: </strong>Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 29 jenis tanaman obat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti hipertensi, diare, batu ginjal, maag, batuk, malaria, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun. Cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah direbus, selain ditumbuk, diseduh, dimakan langsung, dan diperas. <strong>Simpulan: </strong>Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemanfaatan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional yang perlu dilestarikan.</p> Romika Romika Ali Rakhman Hakim Risyda Komaliya Rina Saputri Hak Cipta (c) 2026 2026-04-25 2026-04-25 4 4 220 228 10.63004/hrji.v4i4.1091 Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1092 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu, termasuk pelayanan kefarmasian. Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang dapat memengaruhi kepuasan pasien. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik <em>cross sectional</em>. Sampel terdiri dari 87 responden resep racikan dan 97 responden resep nonracikan yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji <em>Spearman Rank</em>. <strong>Hasil: </strong>Kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan sebagian besar berada pada kategori sesuai sebesar 60,9%, sedangkan pada resep nonracikan sebesar 60,8%. Tingkat kepuasan pasien pada resep racikan didominasi oleh kategori puas sebesar 48,3%, sedangkan pada resep nonracikan didominasi oleh kategori puas sebesar 39,2%. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dengan kepuasan pasien (p &lt; 0,001; r = 0,457) serta antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat nonracikan dengan kepuasan pasien (p &lt; 0,001; r = 0,471). <strong>Simpulan: </strong>Terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan nonracikan dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD X Kuala Kapuas.</p> Yuliana Romadhani Rina Saputri Linda Kusumawati Melviani Melviani Hak Cipta (c) 2026 2026-04-26 2026-04-26 4 4 229 232 10.63004/hrji.v4i4.1092 Pengaruh Edukasi Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Pencegahan HIV/AIDS Di Kabupaten Biak Provinsi Papua https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1075 <p><strong>Latar Belakang:</strong> HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok remaja yang rentan terhadap perilaku berisiko. Rendahnya pengetahuan dan sikap yang kurang tepat mengenai pencegahan HIV/AIDS menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penularan. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi promotif yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif terhadap pencegahan HIV/AIDS. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja di Kabupaten Biak. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 55 remaja berusia 16–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi edukasi kesehatan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dan sikap setelah diberikan edukasi kesehatan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi kesehatan. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS pada remaja. Program edukasi kesehatan yang berkelanjutan sangat diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan risiko penularan HIV/AIDS pada kelompok remaja.</p> Sophian Aswar Hak Cipta (c) 2026 2026-04-27 2026-04-27 4 4 233 240 10.63004/hrji.v4i4.1075 Pengaruh Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan Kehamilan Usia Dini https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1077 <p>Latar Belakang: Kehamilan remaja umumnya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, pengaruh lingkungan dan media. Pengetahuan dan sikap menjadi aspek penting karena berperan dalam membentuk perilaku remaja terhadap kesehatan reproduksi. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki, semakin positif sikap yang ditunjukkan, sehingga mampu mendorong perilaku pencegahan kehamilan usia dini. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan kehamilan usia dini. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dalam bentuk pre-eksperimen menggunakan rancangan One group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang berjumlah 280 siswa. Besar sampel 70 siswa, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Uji analisis data mengunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik dengan Wilcoxon Signed Rank Test terdapat pengaruh edukasi berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan remaja nilai P -value yang dihasilkan sebesar &lt;0,001 (p&lt; 0,05). pengaruh edukasi berbasis video terhadap sikap remaja nilai P-value yang dihasilkan sebesar &lt;0,001. Kesimpulan: terdapat pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan remaja dan sikap remaja tentang pencegahan kehamilan usia dini.&nbsp; Sehingga disarankan remaja dianjurkan rutin mengikuti sesi edukasi video tentang pencegahan kehamilan usia dini minimal dua kali per bulan melalui posyandu remaja</p> Siti Ulfa Tri Utami Dhinny Novryanthi Erna Safariyah Hak Cipta (c) 2026 2026-04-28 2026-04-28 4 4 241 247 10.63004/hrji.v4i4.1077 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSB https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1078 <p>Pendahuluan: Tingginya angka kematian bayi (AKB) masih menjadi masalah serius secara global dan tolak ukur derajat kesehatan dalam <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs). Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) lahir dengan berat &lt;2500 gram, sering memerlukan perawatan inkubator yang mahal dan terbatas. Alternatif ekonomis adalah <em>Kangaroo Mother Care</em> (KMC) untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam merawat BBLR. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan metode KMC terhadap pengetahuan ibu dalam merawat bayi BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Bersalin (RSB). Metode: Penelitian quasi-eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi adalah orang tua bayi BBLR di Ruang NICU RSB (Juli-September 2025, total 89 bayi, rata-rata 20/bulan). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Nilai p-value 0,000 (&lt;0,05), sehingga H0 ditolak. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu dengan mean pretest 6 menjadi posttest 10 (selisih mean 1,11). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan metode KMC berpengaruh signifikan meningkatkan pengetahuan ibu merawat BBLR. Rumah sakit disarankan mengoptimalkan KMC untuk asuhan keperawatan BBLR guna tingkatkan pengetahuan ibu.</p> Agita Hanifatul Ilmi Anggun Fajar Ramadhani Eva Martini Irawan Danismaya Hak Cipta (c) 2026 2026-04-28 2026-04-28 4 4 248 253 10.63004/hrji.v4i4.1078 Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua Pasien Pasca Perawatan di Ruang NICU Rumah Sakit Primaya Sukabumi https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1079 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kelahiran prematur dan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) menimbulkan tantangan psikologis bagi orang tua, termasuk peningkatan kecemasan pasca-perawatan akibat ketakutan terhadap komplikasi, keterbatasan informasi, dan minimnya dukungan emosional dari keluarga. Orang tua sering merasa tidak siap merawat bayi di rumah setelah bayi dipindahkan dari NICU. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan orang tua bayi pasca perawatan di ruang NICU Rumah Sakit Primaya Sukabumi. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel sebanyak 40 orang tua bayi yang baru selesai dirawat di NICU dan akan dipindah ke perinatologi (total sampling) dilakukan pada November–Desember 2025. Analisis statistik menggunakan uji Spearman. <strong>Hasil:</strong> Uji Spearman menghasilkan p-value 0,018 (&lt;0,05), sehingga H0 ditolak. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kecemasan (korelasi lemah, r = 0,371). <strong>Kesimpulan:</strong> Dukungan keluarga berhubungan lemah namun signifikan dengan penurunan kecemasan orang tua pasca perawatan di NICU. Orang tua disarankan untuk aktif mencari informasi yang valid dan berkomunikasi secara terbuka dengan tenaga kesehatan guna mengurangi kecemasan.</p> Ariani Nurahmawati Amir Hamzah Hadi Abdillah Erna Safariyah Hak Cipta (c) 2026 2026-04-29 2026-04-29 4 4 254 259 10.63004/hrji.v4i4.1079 Pengaruh Serosa Tea (Seledri, Bunga Rosella) Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1080 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik &gt;140 mmHg atau diastolik &gt;90 mmHg, terbagi menjadi esensial dan sekunder. Faktor penyebab meliputi genetik, pola hidup tidak sehat, serta konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, yang berisiko menimbulkan komplikasi. Penanganan farmakologi umumnya menggunakan diuretik, beta blocker, dan antihipertensi lainnya, namun intervensi non-farmakologi seperti Serosa Tea (seledri dan bunga rosella) perlu dieksplorasi. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui pengaruh pemberian Serosa Tea terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Puskesmas Sukabumi. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental non-equivalent control group. Populasi 4.260 penderita hipertensi di Puskesmas Sukabumi tahun 2024; sampel 16 responden dipilih purposive sampling (non-probability). Penelitian dilakukan Oktober-Desember 2025; analisis data menggunakan Paired T-Test dan Independent Samples Test. <strong>Hasil:</strong> Paired T-Test kelompok intervensi (p=0,000&lt;0,05) dan kontrol (p=0,003&lt;0,05) menunjukkan pengaruh signifikan Serosa Tea terhadap penurunan tekanan darah, dengan penurunan lebih besar di intervensi. Independent T-Test pre-test (p=1,000&gt;0,05) tidak ada perbedaan; post-test (p=0,000&lt;0,05) ada perbedaan signifikan antar kelompok. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemberian Serosa Tea berpengaruh signifikan menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Masyarakat diimbau menjaga pola makan sehat dan gaya hidup untuk stabilitas kondisi hipertensi.</p> Dwi Anggraeni Puspitasari Burhanuddin Basri Irawan Danismaya Erna Safariyah Hak Cipta (c) 2026 2026-04-29 2026-04-29 4 4 260 266 10.63004/hrji.v4i4.1080 Pengaruh Edukasi Berbasis Video Terhadap Kepatuhan Perawatan Diri Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1081 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang umum dengan prevalensi global 1,28 miliar kasus pada tahun 2023 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,6 miliar pada tahun 2025. Kepatuhan perawatan diri menjadi kunci pencegahan komplikasi. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap kepatuhan perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Populasi adalah 125 pasien hipertensi yang rutin kontrol 3 bulan terakhir. Sampel 56 responden dipilih dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan kepatuhan perawatan diri setelah intervensi edukasi berbasis video. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p=0,000 (p&lt;0,05) yang menandakan edukasi berbasis video berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan perawatan diri pasien hipertensi. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi berbasis video efektif meningkatkan kepatuhan perawatan diri pada pasien hipertensi di Puskesmas. Puskesmas diharapkan mengimplementasikan dan mengembangkan edukasi kesehatan berbasis video sebagai metode edukasi rutin pada pasien hipertensi.</p> Rini Anggraeni Erna Safariyah Dhinny Novryanthi Burhanuddin Basri Hak Cipta (c) 2026 2026-04-29 2026-04-29 4 4 267 272 10.63004/hrji.v4i4.1081 The Effect of Video-Based Education Strategies on Early Mobilization Compliance of Post Sectio Caesarea Mothers in the Lotus Room of Primaya Sukabumi Hospital https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1082 <p>After a cesarean section, many mothers experience discomfort in the incision area and limited mobility, which can increase the risk of infection, delay uterine involution, and impair recovery. Early mobilization plays a crucial role in accelerating the healing process and preventing complications, but patient compliance remains low due to limited understanding. Video-based education is an innovative alternative that can increase patient engagement and understanding. This study aimed to determine the effect of a video-based early mobilization strategy on mothers' compliance with early mobilization after cesarean section in the Lotus Ward at Primaya Hospital, Sukabumi. This study used a quasi-experimental design with a control group and pre-post test measurements. A sample of 36 respondents, divided into 18 in the intervention group and 18 in the control group, was selected through purposive sampling. The intervention group received video-based education, while the control group received no intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test at a significance level of 0.05. There was a significant increase in early mobilization compliance scores in the intervention group after receiving video-based education (p &lt; 0.05), while the control group showed no significant change. Video-based education strategies are effective for increasing early mobilization compliance among mothers after cesarean section. Hospitals are advised to integrate video education into their postoperative care programs to support optimal patient recovery.</p> Devia Widianty Erna Safariyah Egi Mulyadi Irawan Danismaya Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 273 279 10.63004/hrji.v4i4.1082 Deskripsi Obat Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Sectio Caesarea di BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Tahun 2024 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1083 <p class="p1"><em>Sectio Caesarea</em> ialah teknik bedah yang diterapkan dalam situasi darurat seperti plasenta previa, presentasi janin yang tidak normal, atau penempatan janin yang tidak normal yang membantu kelahiran janin melalui sayatan di dinding perut dan rahim. Tujuan penelitian ini demi mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien <em>sectio caesarea</em> di BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong. Metode penelitian merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian bersifat retrospektif. Populasi pada penelitian ini 84 pasien dan menggunakan total sampling. Berdasarkah hasil penelitian yang dilakukan di BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong terdapat 84 pasien yang menjalani persalinan secara <em>sectio caesarea</em> menunjukkan bahwa penggunaan selain antibiotik profilaksis paling banyak Ketorolac 65 (30,51 %), golongan khusus penggunaan antibiotik profilaksis Cefazolin 54 (64,28%) dan Ceftriaxone 30 (35,71%), kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis Cefazolin 54 (64,28%), dosis pemberian 100%, rute pemberian 100%. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien <em>sectio caesarea</em> di BLUD RSUD Sele Be sesuai dengan pedoman Kemenkes No 28 Tahun 2021 dan pedoman Rumah Sakit di Sele Be Solu terdapat Ceftriaxone 30 (35,71) tidak sesuai pedoman KMK No 28 Tahun 2021 dan BLUD RSUD Sele Be Solu Kota Sorong.</p> Ezra Pasaribu Miranda Taborat Gita Praticia Walalangi Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 280 287 10.63004/hrji.v4i4.1083 Hubungan Pengetahuan Perawat Pelaksana Dengan Kemampuan Decision Making Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di RSUD https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1084 <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pengambilan keputusan klinis merupakan keterampilan penting dalam praktik keperawatan karena menentukan kualitas asuhan dan keselamatan pasien. Proses ini menuntut kemampuan berpikir kritis dan pengetahuan yang memadai agar perawat mampu memilih intervensi yang paling tepat sesuai dengan kondisi pasien. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat pelaksana dengan kemampuan pengambilan keputusan (decision making) dalam pemberian asuhan keperawatan di RSUD. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 383 perawat pelaksana dan sampel sebanyak 79 perawat yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan kemampuan pengambilan keputusan. <strong>Hasil</strong>: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,113 (p &gt; 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dan kemampuan decision making perawat pelaksana di RSUD. <strong>Kesimpulan</strong>: Pengetahuan perawat belum terbukti berpengaruh langsung terhadap kemampuan pengambilan keputusan klinis. Faktor lain, seperti pengalaman kerja, lingkungan kerja, dan dukungan organisasi, kemungkinan berperan lebih besar. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan berbasis simulasi kasus dan manajemen krisis guna meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan klinis perawat.</p> Moh Maskur Fuad Atoilah Burhanuddin Basri Erna Safariyah Zainal Abinisah Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 288 295 10.63004/hrji.v4i4.1084 Aplikasi Posisi Semi Recumbent Terhadap Saturasi Oksigen Dan Tingkat Kenyamanan Pada Anak Dengan Pneumonia Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1107 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Pneumonia merupakan penyebab utama kematian anak dengan sekitar 740.000 kematian balita (14% dari total kematian global). Di Indonesia, kasus pneumonia pada anak meningkat dari 715.760 pada 2023 menjadi 857.483 pada 2024. Salah satu intervensi keperawatan mandiri adalah posisi semi-recumbent untuk meningkatkan oksigenasi dan meningkatkan kenyamanan pasien. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui pengaruh posisi semi-recumbent terhadap saturasi oksigen dan tingkat kenyamanan pada anak dengan pneumonia di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 12 anak dengan pneumonia di Ruang Alamanda yang diambil secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Saturasi oksigen diukur menggunakan pulse oximeter, dan tingkat kenyamanan dinilai menggunakan <em>Comfort Behavior Scale</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed-Rank Test</em>. <strong>Hasil:</strong> Rata-rata saturasi oksigen meningkat dari 94,75% (hipoksia ringan) menjadi 96,50% (normal), dan kenyamanan meningkat dari 1,67 (tidak nyaman) menjadi 2,58 (nyaman). Uji statistik menunjukkan bahwa posisi semi-recumbent berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen (p = 0,002) dan kenyamanan (p = 0,015) pada anak dengan pneumonia. <strong>Kesimpulan:</strong> Posisi semi-recumbent berpengaruh signifikan dalam meningkatkan saturasi oksigen dan kenyamanan anak dengan pneumonia. Intervensi ini efektif, mudah, dan aman sehingga direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis rutin. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain pre-eksperimental one-group pre-test-post-test, dilakukan pada 10 Desember 2025–10 Januari 2026 di ruang anak Alamanda RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung, dengan sampel minimal 12–25 responden.</p> Oza Khoirul Zata Linawati Novikasari Setiawati Setiawati Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 296 304 10.63004/hrji.v4i4.1107 Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di RSUD Tripat https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1087 <p>Hipertensi termasuk penyakit tidak menular dengan angka kejadian tinggi dan berperan besar dalam meningkatkan risiko kematian serta komplikasi kardiovaskular. Penggunaan obat antihipertensi secara terus-menerus dapat memicu terjadinya <em>Drug Related Problems (DRPs</em>) yang berpotensi menurunkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian <em>DRPs</em> pada pasien hipertensi dengan fokus pada interaksi obat dan ketidaksesuaian dosis. Penelitian ini merupakan studi non-eksperimental dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> yang dilakukan secara retrospektif melalui penelusuran data rekam medis pasien rawat jalan pada periode Januari–Maret 2024. Sebanyak 81 pasien dipilih sebagai sampel menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan perhitungan <em>Slovin</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pasien, yaitu 57 orang (70%), mengalami <em>DRPs</em>. Interaksi obat menjadi temuan terbanyak dengan 56 pasien (69%) dan total 105 kejadian. Kasus dosis berlebih hanya ditemukan pada 1 pasien (1,2%), sementara tidak terdapat kasus dosis kurang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa interaksi obat merupakan faktor dominan dalam kejadian <em>DRPs </em>pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan terapi yang lebih menyeluruh guna meningkatkan keamanan serta efektivitas penggunaan obat.</p> Depi Yuliana Supiani Rahayu Syamsul Rahmat Putri Ramdaniah Dedent Eka Bimmaharyanto Lelie Amalia Tusshaleha Lalu Jupriadi Haerudin Haerudin Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 305 311 10.63004/hrji.v4i4.1087 Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri di SMK N 1 Negrikaton Kabupaten Pesawaran https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1066 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu cara dalam pencegahannya adalah konsumsi tablet tambah darah (TTD), namun kepatuhan remaja masih rendah. Pengetahuan merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku kesehatan, termasuk kepatuhan konsumsi TTD. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMK N 1 Negrikaton Kabupaten Pesawaran. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Jumlah sampel yaitu 84 responden (total sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>chi-square</em> dengan tingkat signifikansi <em>p</em> &lt; 0,05. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (59,5%) dan kepatuhan rendah (67,9%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi TTD (<em>p</em> = 0,002). <strong>Simpulan:</strong> Pengetahuan berhubungan signifikan dengan kepatuhan konsumsi TTD, namun hubungan tersebut tidak sepenuhnya linear. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan memerlukan pendekatan komprehensif melalui edukasi, motivasi, dan dukungan sosial.</p> Nadya Dwita Fatma Sari Fatmah Indriana Fuaida Elsy Juni Andri Kariny Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 312 318 10.63004/hrji.v4i4.1066 Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Pala Papua dan Daun Ketepeng Cina Terhadap Pertumbuhan Shigella Dysenteriae https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1088 <p><em>Shigella dysenteriae</em> merupakan bakteri patogen penyebab disentri basiler yang dapat menimbulkan diare akut, dehidrasi, bahkan kematian terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem imun lemah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol daging buah pala (<em>Myristica argentea warb</em>) dan daun ketepeng cina (<em>Cassia alata</em> L.), menguji kemampuan kombinasi ekstrak tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Shigella dysenteriae</em> secara in vitro, serta menentukan konsentrasi kombinasi yang paling efektif. Jenis penelitian Eksperimen murni dengan metode difusi cakram (<em>Kirby-Bauer</em>). Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol 70% kemudian diuji pada berbagai konsentrasi tunggal (100%) dan kombinasi (30%;70%, 50%;50%,70%;30%). Kontrol positif yang digunakan adalah <em>ciprofloxacin</em>, sedangkan kontrol negatif adalah aquadest. Aktivitas antibakteri dinilai melalui pengukuran diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah pala dan daun ketepeng cina mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenolik, dan triterpenoid yang berperan sebagai antibakteri. Kombinasi ekstrak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri <em>Shigella dysenteriae</em>. Konsentrasi kombinasi paling efektif adalah 50%;50% dengan rata-rata diameter zona hambat 18,5 mm (kategori kuat). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kombinasi ekstrak etanol daging buah pala dan daun ketepeng cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap <em>Shigella dysenteriae</em> secara <em>in vitro</em>, dengan konsentrasi kombinasi 50%;50% sebagai konsentrasi paling efektif.</p> Ezra Pasaribu Exaudian F. Lerebulan Sahrul Gunawan Nimrot Alfian Kaaf Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 319 328 10.63004/hrji.v4i4.1088 Hubungan Lama Menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 terhadap Pertumbuhan Mikroba sebagai Faktor Predisposisi Infeksi Rongga Mulut https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1090 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik. Kadar glukosa saliva pada penderita DM yang meningkat dapat menjadi faktor predisposisi terhadap pertumbuhan mikroba (bakteri dan jamur) yang dapat menyebabkan infeksi rongga mulut. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 terhadap pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut. <strong>Metode:</strong> Metode penelitian yaitu observasional analitik dan desain <em>cross sectional</em>. Populasi berjumlah 57 penderita DM tipe 2 Puskesmas Harapan Baru, Samarinda dan 33 saliva yang diambil dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Identifikasi bakteri dengan media <em>Blood Agar Plate</em> (BAP), pewarnaan Gram, serta uji biokimia. Identifikasi jamur dilakukan menggunakan media <em>Sabouraud Dextrose Agar</em> (SDA), chromagar, pewarnaan LPCB, dan uji <em>germ tube</em>. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. <strong>Hasil:</strong> Penelitian ini didapatkan hasil pertumbuhan positif jamur <em>Candida sp. </em>pada 29 responden (87,8 %) dan pertumbuhan positif bakteri Gram positif pada 30 responden (90,9%). Hasil positif pertumbuhan mikroba pada pasien DM yang menderita ≥3 tahun sebanyak 24 responden (72,7%). Hasil uji statistik didapatkan hasil nilai p= 0,036 (&lt;0,05), artinya terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM dengan pertumbuhan mikroba. <strong>Simpulan: </strong>Terdapat hubungan bermakna signifikan lama menderita DM tipe 2 dengan pertumbuhan mikroba sebagai faktor predisposisi infeksi rongga mulut.</p> Sresta Azahra Tiara Dini Harlita Deanita Rabiatul Zhadiah Puspitasari Hutami Putri Pase Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 329 336 10.63004/hrji.v4i4.1090 Formulasi Dan Uji Karakteristik Blush On Stick Pewarna Alami Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus) https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1093 <p>Kosmetika merupakan produk yang banyak diminati seperti produk <em>Blush on</em> bentuk <em>stick </em>populer karena praktis, mudah dibawa dan menghasilkan tampilan yang natural. Namun, penggunaan pewarna sintetis dapat menimbulkan efek samping. Buah merah (<em>Pandanus conoideus</em>)dikenal sebagai pewarna alami mengandung senyawa aktif seperti α-karoten, β-karoten, β-kriptosantin, dan α-tokoferol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakteristik sediaan <em>blush on stick</em> berbasis pewarna alami dari ekstrak buah merah. Penelitian eksperimental laboratorium menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan etanol 96% pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Uji karakteristik organoleptis, homogenitas, pH, stabilitas, iritasi, dan hedonik. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak buah merah mengandung alkaloid, flavonoid, karotenoid, polifenol, tanin, serta β-karoten. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua formula memiliki tekstur padat, homogen, dan beraroma <em>oleum rose</em>. Warna F1 tampak jingga kecoklatan, F2 berwarna jingga, dan F3 merah jingga. Nilai pH rentang aman untuk kulit pipi (4,5–6,5). Uji hedonik formula F2 dengan konsentrasi 20% yang paling disukai panelis. Uji stabilitas 30 hari menunjukkan tidak terjadi perubahan warna, aroma, maupun tekstur. Kesimpulan formulasi <em>blush on stick</em> dari ekstrak buah merah menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang baik, stabil, dan aman digunakan. Saran melakukan uji stabilitas jangka panjang, mikrobiologi, dan ketahanan warna.</p> Miranda Taborat Exaudian F. Lerebulan Nadila Widyalaras Rahmatika Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 337 343 10.63004/hrji.v4i4.1093 Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Sirih Hutan (Piper aduncum L.) terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Mencit (Mus musculus) https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1097 <p>Kolesterol merupakan senyawa lemak yang diproduksi oleh tubuh, namun kadar yang berlebih dapat menyebabkan hiperkolesterolemia. Daun sirih hutan (<em>Piper aduncum</em> L.) diketahui mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia, efektivitas, dan dosis optimal ekstrak etanol 70% daun sirih hutan dalam menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain <em>pre-post test control group</em>. Sampel berupa daun sirih hutan segar yang diekstraksi menggunakan etanol 70%. Hewan uji mencit (<em>Mus musculus</em>) diinduksi hiperkolesterolemia menggunakan kuning telur dan hati ayam, kemudian diberikan ekstrak dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hutan mampu menurunkan kadar kolesterol secara signifikan (p&lt;0,05). Penurunan paling efektif terjadi pada dosis 400 mg/kgBB. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hutan (<em>Piper aduncum</em> L.) efektif menurunkan kadar kolesterol pada mencit, dengan dosis optimal 400 mg/kgBB. Penelitian ini dapat di kembangkan lebih lanjut mengenai ekstrak daun sirih hutan (Piper Aduncum L.) dengan dosis yang berbeda hewan uji seperti Tikus atau Kelinci atau menggunakan metode ekstraksi yang berbeda dan menggunakan pelarut yang berbeda.</p> Mariyo J Sanggel Miranda Taborat Aprilia Citra Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 344 349 10.63004/hrji.v4i4.1097 Uji Efektivitas Lotion Ekstrak Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha Kunth) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Sayat https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1103 <p>Sembung Rambat (<em>Mikania micrantha</em> Kunth) merupakan salah satu spesies dari famili <em>Asteraceae</em> yang secara empiris telah digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun sembung rambat ke dalam sediaan lotion serta mengevaluasi aktivitas serta konsentrasi paling efektif dalam penyembuhan luka sayat pada hewan uji. Sediaan lotion dipilih karena memiliki keunggulan berupa daya serap yang baik, tidak lengket, dan nyaman saat diaplikasikan pada kulit. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% yang kemudian diformulasikan menjadi empat variasi konsentrasi lotion, yaitu 0% (F1/Kontrol Negatif), 5% (F2), 10% (F3), dan 15% (F4). Pengujian aktivitas dilakukan secara in vivo pada hewan uji kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F3 (10%) memiliki efektivitas penyembuhan paling optimal dibandingkan kelompok lainnya, dengan rerata persentase kesembuhan luka mencapai 93,3% pada hari ke-10. Berdasarkan Analisis statistik diketahui adanya perbedaan signifikan (p &lt; 0,05) antara kontrol negatif (F1) terhadap seluruh kelompok perlakuan (F2, F3, dan F4), yang membuktikan potensi nyata ekstrak daun sembung rambat dalam penyembuhan luka. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan antar variasi konsentrasi ekstrak.</p> Auliah Rahmi Latif Dea Anggriani Yesrun Yesrun Aisyah Aisyah Cici Sarwa Narwastu Narwastu Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 350 355 10.63004/hrji.v4i4.1103 Hubungan Work Life Balance Dan Stres Kerja Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/904 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo masih kurang baik, yang disebabkan oleh ketimpangan <em>work-life balance</em> dan stres kerja. Perawat yang kurang mampu dalam melaksanakan kehidupan pribadi mereka dan jam kerja yang kurang optimal dari pihak rumah sakit dapat menyebabkan stres kerja fisik pada perawat terhadap kualitas asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan <em>work life balance </em>dan stres kerja dengan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan antara <em>Work-Life Balance</em> dan stres kerja dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Tjokrodipo. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Jumlah sampel sebanyak 55 perawat pelaksana yang ada di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode <em>proportionate stratified random sampling</em>. Analisis data menggunakan uji statistik <em>Gamma.</em> Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 sampai 26 September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas asuhan keperawatan diperoleh sebanyak 52,7%, work-life balance 47,3%, dan stres kerja 41,8%. Hasil data bivariat menunjukkan adanya hubungan antara work-life balance dan kualitas asuhan keperawatan dengan nilai p = 0,018 (&lt; 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan nilai (p=0,015) &lt;0,05. <strong>Simpulan: </strong>Untuk meningkatkan kualitas perawatan keperawatan, pihak administrasi rumah sakit bermaksud memodifikasi jam kerja guna mengurangi stres yang dialami perawat di tempat kerja serta memberikan pelatihan pengawasan kepada mereka.</p> Dita Listiana Yunina Elasari Tri Adi Nugroho Wisnu Probo Wijayanto Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 356 363 10.63004/hrji.v4i4.904 Kista Arachnoid Besar dengan Gangguan Kognitif tanpa Defisit Fokal: Laporan Kasus https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1110 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kista arachnoid merupakan lesi kistik non-neoplastik berisi cairan menyerupai cairan serebrospinal yang terletak di antara lapisan membran arachnoid. Sebagian besar bersifat jinak dan sering ditemukan secara insidental. Pada sebagian kecil kasus, kista dapat berkembang menjadi sangat besar dan menimbulkan efek massa pada jaringan otak di sekitarnya. <strong>Presentasi Kasus:</strong> Seorang perempuan muda mengeluh nyeri kepala hebat yang awalnya dirasakan sejak sekitar 4 bulan sebelumnya, dengan pola hilang-timbul dan semakin memberat. Nyeri kepala disertai mual dan muntah 1 kali. Pasien juga mengalami kesulitan berkonsentrasi dan penurunan daya ingat sejak 1 bulan terakhir. Pada pemeriksaan neurologis tidak ditemukan defisit fokal. Pemeriksaan kognitif menggunakan MoCA-INA menunjukkan skor 19/30 yang mengarah pada gangguan kognitif. CT scan kepala tanpa kontras menunjukkan lesi hipodens yang menyerupai cairan serebrospinal di regio fronto-parieto-temporal kiri dengan efek massa, sesuai dengan kista arachnoid intrakranial besar. Pasien menjalani tindakan cystoperitoneal shunt dan pada evaluasi pascaoperasi keluhan nyeri kepala telah menghilang. <strong>Simpulan:</strong> Kista arachnoid besar merupakan kondisi yang jarang dan dapat memberikan manifestasi minimal tanpa defisit neurologis fokal, namun disertai gangguan fungsi kognitif.</p> Shahifa Audy Rahima I Ketut Sumada Desie Yuliani Ni Made Kurnia Dwi Jayanthi Yoanes Gondowardaja Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 364 370 10.63004/hrji.v4i4.1110 Implementasi Program Kesehatan Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular Dan Peningkatan Kesehatan Reproduksi Di Padukuhan Ngebel https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1041 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Penyakit tidak menular (PTM) dan masalah kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Padukuhan Ngebel sebagai wilayah perkotaan dengan karakteristik populasi yang heterogen menghadapi berbagai permasalahan kesehatan yang memerlukan intervensi komprehensif. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan komunitas yang dilaksanakan selama lima minggu (9 Juni - 12 Juli 2025). Metode pengumpulan data meliputi survei <em>door to door</em>, analisis SWOT, musyawarah masyarakat desa (MMD), dan implementasi program intervensi kesehatan. Sasaran penelitian mencakup 562 KK dengan 1.671 jiwa di 9 RT Padukuhan Ngebel. <strong>Hasil:</strong> Identifikasi masalah menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran wanita usia subur (WUS) tentang deteksi dini kanker serviks (IVA) dan kanker payudara (SADARI), rendahnya cakupan pemeriksaan IVA, tingginya angka kejadian pernikahan dini, serta rendahnya kesadaran lansia tentang pencegahan PTM menjadi masalah prioritas. Implementasi program meliputi: (1) Pemeriksaan IVA gratis diikuti 10 WUS, (2) Posyandu lansia dengan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, (3) Penyuluhan kontrasepsi kepada 45 WUS, (4) Perintisan Posyandu remaja, dan (5) Edukasi kesehatan reproduksi kepada 89 remaja. <strong>Kesimpulan:</strong> Program kesehatan masyarakat berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan masyarakat. Rekomendasi kebijakan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program melalui penguatan kapasitas kader kesehatan dan kemitraan multi sektor.</p> Dea Pebrianti Prismalinda Endy Safadilla Stefanus Aditya Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 371 379 10.63004/hrji.v4i4.1041 Pengaruh Waktu Pemberian Obat Amlodipin Pada Pagi Dengan Malam Hari Terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kediri https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1104 <p>Hipertensi memerlukan manajemen terapi tepat guna mencapai target tekanan darah yang stabil. Salah satu fokus optimasi terapi adalah kronoterapi mengenai penentuan waktu pemberian amlodipin 5 mg antara pagi atau malam hari. Penelitian ini membandingkan efektivitas kedua waktu pemberian tersebut melalui pendekatan kuantitatif komparatif pada 30 responden di Puskesmas Kediri. Responden dibagi menjadi dua kelompok intervensi yang diamati selama sepuluh hari dengan pemantauan tekanan darah rutin. Data dianalisis menggunakan uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em> dan uji non-parametrik <em>Mann-Whitney U</em> untuk melihat perbedaan efektivitas antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna antara pemberian pagi maupun malam hari p=0,198 untuk sistolik dan p=0,279 untuk diastolik). Namun, nilai <em>Mean Rank</em> kelompok malam lebih rendah dibandingkan kelompok pagi, yang secara klinis mengindikasikan tren penurunan tekanan darah yang cenderung lebih besar. Sebagai kesimpulan, meskipun secara statistik setara, pemberian amlodipin pada malam hari menawarkan keunggulan klinis dalam mengontrol lonjakan tekanan darah pagi hari (<em>morning surge</em>) selaras dengan prinsip ritme sirkadian tubuh.</p> Lelie Amalia Tusshaleha Depi Yuliana Syamsul Rahmat Lale Budi Hutami Rahayu Parida Purnama Sari Hak Cipta (c) 2026 2026-04-30 2026-04-30 4 4 380 387 10.63004/hrji.v4i4.1104