Health Research Journal of Indonesia https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI <p><strong>Nama jurnal : </strong><em>Health Research Journal of Indonesia </em>(HRJI)<br /><em><strong>Editor in Chief </strong></em><strong>: </strong>Nurul Hidayah, SKM., M.Kes<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2964-7592" target="_blank" rel="noopener">2964-7592</a> (online)<br /><strong>DOI Jurnal :</strong> <a href="https://doi.org/10.63004/hrji">10.63004/hrji</a><br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember.</p> <p><strong>Health Research Journal of Indonesia (HRJI)</strong> adalah jurnal elektronik dan <em>open access</em> <em>journal</em> yang dikelola oleh CV. Wadah Publikasi Cendekia. <strong>Health Research Journal of Indonesia </strong>merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article </em>di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.</p> <p><strong>Template</strong> [<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1iENcxX545Jr-DH5V0jmilg1CDO3zlvH7?ths=true" target="_blank" rel="noopener">download</a>]</p> CV. Wadah Publikasi Cendekia id-ID Health Research Journal of Indonesia 2964-7592 <p>Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.</p> <p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Lisensi Creative Commons" /></a><br /><em>Health Research Journal of Indonesia</em> dilisensikan di bawah <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a></p> Pengaruh Video Animasi Diet Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Terhadap Pengetahuan Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/840 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat, dengan jumlah penderita di Kota Banjarbaru mencapai 15.282 jiwa pada tahun 2023. Peningkatan ini dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup seperti pola makan dan minimnya pengetahuan masyarakat. Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) direkomendasikan sebagai program diet terbaik untuk mengurangi hipertensi. Upaya edukasi menggunakan media audiovisual, seperti video animasi Diet DASH, dinilai efektif karena lebih menarik dan dapat diulang. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh video animasi Diet DASH terhadap pengetahuan dan pola makan pada masyarakat Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan rancangan Quasi Eksperimen dan direncanakan dilakukan di Aula Kelurahan Sungai Besar. Populasi total adalah 55 anggota PKK Kelurahan Sungai Besar. Pengumpulan data menggunakan dua instrumen: instrumen pengetahuan dan instrumen pola makan, yang diukur sebelum (<em>pre-test</em>) dan sesudah (<em>post-test</em>) pemutaran video. Analisis data menggunakan T test. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil <em>pre-test</em> menunjukkan bahwa dari 55 responden, 40 responden berpengetahuan cukup baik dan 7 responden berpengetahuan kurang. Setelah intervensi pemutaran video animasi Diet DASH, hasil <em>post-test</em> sebulan berikutnya menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 80% responden berpengetahuan baik dan 20% berpengetahuan cukup baik. <strong>Kesimpulan: </strong>Pemberian edukasi melalui video animasi Diet DASH efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Diet DASH di Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru.</p> Ridha Hayati Mahmudah Hilda Irianty Hak Cipta (c) 2026 2026-01-10 2026-01-10 4 1 10.63004/hrji.v4i1.840 Hubungan Pendidikan dan Riwayat Merokok terhadap Kejadian TB Paru di Puskesmas Melati 2024 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/735 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Tuberkulosis (TB) paru ialah penyakit infeksi saluran pernapasan kronis yang diakibatkan oleh Mycobacterium tuberculosis. WHO menyebut TB sebagai penyebab kematian ke-13 di dunia dan kedua tertinggi akibat penyakit menular. Di Indonesia, 75% penderita TB berada pada usia produktif (15–54 tahun), pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas kerja. Faktor risiko TB paru mencangkup sosial ekonomi, pekerjaan, pendidikan, usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok. <strong>Tujuan:</strong> Studi ini bermaksud untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan riwayat merokok terhadap kejadian TB paru di Puskesmas Melati Kuala Kapuas. <strong>Metode: </strong>Penelitian memakai metode observasional dengan desain potong lintang dan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data memakai uji <em>chi-square</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil uji <em>Fisher's Exact Test</em> terhadap 105 responden memperlihatkan nilai p = 0,000, yang bermakna ada hubungan signifikan antara riwayat merokok dan kejadian TB paru. <strong>Kesimpulan: </strong>Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan riwayat merokok dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Melati Kuala Kapuas.</p> Dewintha Olivia Eka Puspitaningrum Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S Hanasia Arif Rahman Jabal Jan Yanto Lydwines Purba Hak Cipta (c) 2025 2025-10-31 2025-10-31 4 1 6 10 10.63004/hrji.v4i1.735 Efek Intervensi Fisioterapi Pada Kapasitas Fungsional dan Kebugaran Fisik Pada Pasien Jantung Koroner Fase III Rehabilitasi Jantung: Critical Review https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/826 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Penyakit jantung koroner adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otot jantung sebagai akibat tersumbatnya (obstruksi) pembuluh darah arteri koronaria sehingga dibutuhkan perawatan melalui farmakoterapi dan konservatif melalui rehabilitasi jantung. Program rehabilitasi mencakup rehabilitasi pasien dari fase akut (di rumah sakit) berbasis di rumah atau pengaturan berbasis komunitas. Sebelum dan sesudah operasi jantung, tujuan Rehabilitasi jantung adalah untuk mengoptimalkan status fungsional pasien dan kapasitas aerobik. Pentingnya rehabulitasi jantung telah terbukti bahwa rehabilitasi jantung mengurangi mortalitas, morbiditas,meningkatkan kualitas hidup, dan kesejahteraan psikologis yang meningkat. <strong>Tujuan: </strong>Untuk menambah pengetahuan terhadap pengaruh program fisioterapi pada Kapasitas fungsional dan Kebugaran Fisik Pasien Penyakit Jantung Koroner (PJK) Fase III rehabilitasi jantung. <strong>Metode: </strong>Desain studi pada penelitian ini adalah <em>Critical R</em><em>eview. </em> <strong>Hasil: </strong>Dari riview artikel didapatkan peningkatan kapasitas fungsional dan kebugaran fungsional terhadap berbagai program rehabilitasi fase III rehabilitasi melalui program aktivitas fisik ataupun telerehabilitasi. <strong>Simpulan: </strong>Program rehabilitasi jantung memberikan efek bagi peningkatan kapasitas fungsional dan kebugaran fisik pada pasien penyakit jantung koroner fase III rehabilitasi</p> Dinda Nafilla Agustina Melly Anisa Putri Hak Cipta (c) 2025 2025-10-31 2025-10-31 4 1 11 16 10.63004/hrji.v4i1.826 Hubungan Kepemilikan Jamban Sehat, Sumber Air Bersih dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare di Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/845 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Diare menjadi satu dari sebagian masalah kesehatan masyarakat yang tergolong tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin, khususnya di Kelurahan Kelayan Selatan. Kondisi ini berkaitan dengan sanitasi lingkungan, kepemilikan jamban yang belum memenuhi syarat, serta perilaku personal hygiene masyarakat yang masih rendah. <strong>Tujuan:</strong> Dilangsungkannya penelitian ini guna menganalisis hubungan antar kepemilikan jamban sehat, sumber air bersih, disertai <em>personal hygiene</em> dengan kejadian diare pada lingkup Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin Tahun 2025. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional.</em> Populasi penelitian 3.661 Kepala Keluarga dengan sampelnya terhitung sejumlah 98 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>proportional stratified random sampling</em>. Instrumen penelitiannya mencakup kuesioner serta observasi lapangan, dengan analisis datanya dimanfaatkan uji <em>Chi-Square</em>. <strong>Hasil:</strong> Temuan dari penelitian ini mengungkap adanya hubungan antara kepemilikan jamban sehat (<em>p</em>=0,039), sumber air bersih (<em>p</em>=0,021), beserta <em>personal hygiene</em> (<em>p</em>=0,022) dengan kejadian diare. S<strong>impulan: </strong>Disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih yang baik dapat menurunkan risiko diare. Disarankan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan penggunaan jamban sehat, serta meningkatkan perilaku hidup bersih sera sehat bersama dukungan edukasi dari puskesmas dan pemerintah setempat.</p> Nisrina Aulia Siska Dhewi Edy Ariyanto Ahmad Fauzan Hak Cipta (c) 2025 2025-10-31 2025-10-31 4 1 17 23 10.63004/hrji.v4i1.845 Pengaruh Tekhnik Deep Breathing Pada Ibu Bersalin Terhadap Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Hj A Kota Banjarmasin https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/857 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan ekstrem, memengaruhi kondisi fisik dan psikologis ibu bersalin. Nyeri yang berlebihan dapat meningkatkan stres dan gangguan hormonal yang berisiko terhadap kelancaran proses persalinan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis yang praktis dan efektif seperti teknik <em>deep breathing</em>, yang dapat menjadi solusi untuk mengurangi intensitas nyeri tanpa efek samping. <strong>Tujuan: </strong>Menganalisis pengaruh teknik deep breathing terhadap tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di TPMB Hj. A Kota Banjarmasin. <strong>Metode: </strong>penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen <em>pretest-posttest with control group design</em>. Jumlah sampel sebanyak 12 orang ibu bersalin yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 6 orang. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. <strong>Hasil:</strong> Rata-rata skor nyeri sebelum intervensi pada kelompok eksperimen adalah 8,17 dan menurun menjadi 3,00 setelah intervensi. Pada kelompok kontrol, rata-rata skor nyeri sebelum intervensi adalah 8,17 dan menurun menjadi 7,50 tanpa intervensi. Uji paired t-test menunjukkan penurunan signifikan pada kelompok eksperimen (p = 0,000), sedangkan <em>independent t-test</em> menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,000). <strong>Simpulan: </strong>Terdapat pengaruh yang signifikan antara Tingkat nyeri sebelum dan sesudah diberikan tekhnik deep breathing. Dengan cara memberikan dukungan emosional, seperti sentuhan lembut, kata-kata penyemangat, dan kehadiran yang menenangakan.</p> Istiqamah Istiqamah Dian Pratiwi Zulliati Zulliati Ika Avrilina Haryono Hak Cipta (c) 2025 2025-10-31 2025-10-31 4 1 24 28 10.63004/hrji.v4i1.857 Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Caregiver Terhadap Kepatuhan Rehabilitasi Pasien Stroke di RSUD Palangka Raya https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/868 <p><strong>Pendahuluan: </strong>Stroke merupakan penyakit penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia. Pasien stroke sering mengalami gangguan fungsi tubuh sehingga membutuhkan rehabilitasi medik jangka panjang. Keberhasilan rehabilitasi sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani terapi, namun terkadang tingkat kepatuhan dalam menjalani terapi masih rendah. Peran <em>caregiver</em> dalam memberi dukungan maupun pengetahuan tentang perawatan stroke sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap program rehabilitasi medik. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan <em>caregiver</em> terhadap kepatuhan rehabilitasi medik pasien stroke. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan <em>Cross Sectional</em>. Jumlah sampel penelitian sebanyak 33 responden <em>caregiver</em> pasien stroke yang pernah melakukan rehabilitasi di RSUD Palangka Raya. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan, dukungan <em>caregiver</em>, dan kepatuhan rehabilitasi medik. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi <em>Somers’D</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil uji korelasi <em>Somers’D</em> untuk korelasi antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan rehabilitasi medik menunjukkan nilai p = 0,423 (p&gt;0,05). Sedangkan, untuk hubungan dukungan <em>caregiver</em> dengan kepatuhan rehabilitasi medik menunjukkan nilai p = 0,040 (p&lt;0,05). S<strong>impulan: </strong>Dari hasil analisis data ini, disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan <em>caregiver</em> dengan kepatuhan rehabilitasi medik pasien stroke. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan <em>caregiver</em> dengan kepatuhan rehabilitasi medik pasien stroke.</p> Merlin Romayana Sihotang Ranintha Br Surbakti Ayunda Tamara Barito Saritani Angeline Novia Toemon Dileli Dharma Astoeti Hak Cipta (c) 2025 2025-10-31 2025-10-31 4 1 29 37 10.63004/hrji.v4i1.868 Studi Perbandingan Preferensi Masyarakat Terhadap Pemilihan Obat Tradisional dan Obat Sintetik di Apotek Serasi Tahun 2025 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/880 <p><strong>Pendahuluan:</strong> Obat merupakan bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mengubah atau mempelajari sistem fisiologi atau keadaan patologi pada manusia. Berdasarkan jenis bahan aktifnya, obat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu obat tradisional yang berasal dari bahan alam dan obat sintetis yang berasal dari senyawa kimia. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan preferensi masyarakat terhadap pemilihan obat tradisional dan obat sintetik di Apotek Serasi tahun 2025. <strong>Metode: </strong>Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif melalui metode survei dengan instrumen berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>accidental sampling</em>, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan Uji Mann – Whitney U menggunakan SPSS versi 27. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65 responden (65%) lebih memilih obat sintetis, sedangkan 35 responden (35%) memilih obat tradisional. Faktor yang paling berpengaruh terhadap preferensi pemilihan obat sintetis adalah faktor ekonomi dengan skor 3,46 (kategori sangat setuju), sementara faktor yang paling mempengaruhi preferensi terhadap obat tradisional adalah faktor sosial dengan skor 3,54 (kategori sangat setuju). <strong>Simpulan: </strong>Hasil uji statistik Mann - Whitney U menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam persepsi masyarakat terhadap pemilihan obat tradisional dan obat sintetis pada faktor ekonomi dan faktor budaya (p &lt; 0,05).</p> Novita Sari Annisa Mulia Anasis Sima Novitriana Hak Cipta (c) 2025 2025-10-31 2025-10-31 4 1 38 42 10.63004/hrji.v4i1.880