https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/issue/feed Health Research Journal of Indonesia 2026-07-05T03:21:35+00:00 Nurul Hidayah, SKM., M.Kes hrji@wpcpublisher.com Open Journal Systems <p><strong>Nama jurnal : </strong><em>Health Research Journal of Indonesia </em>(HRJI)<br /><em><strong>Editor in Chief </strong></em><strong>: </strong>Nurul Hidayah, SKM., M.Kes<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2964-7592" target="_blank" rel="noopener">2964-7592</a> (online)<br /><strong>Terakreditasi Peringkat 4</strong> (Sinta 4)<br /><strong>DOI Jurnal :</strong> <a href="https://doi.org/10.63004/hrji">10.63004/hrji</a><br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember.</p> <p><strong>Health Research Journal of Indonesia (HRJI)</strong> adalah jurnal elektronik dan <em>open access</em> <em>journal</em> yang dikelola oleh CV. Wadah Publikasi Cendekia. Health Research Journal of Indonesia merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article </em>di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta ilmu kefarmasian.</p> <p>Health Research Journal of Indonesia <strong>Terakreditasi Peringkat 4</strong> (<a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/16934" target="_blank" rel="noopener"><strong>Sinta 4</strong></a>) berdasarkan SK Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI nomor 156/C/C3/KPT/2026 tahun 2026.</p> <p><strong>Template</strong> [<a href="https://docs.google.com/document/d/1bKms2ryC0NUiXKCdulIVA8o2JOsEbZng/edit?usp=sharing&amp;ouid=115569869640607001747&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener">download</a>]</p> https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1153 Hubungan Anemia Dan Kek Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR Di Puskesmas Wonosamodro 2026-05-15T08:59:00+00:00 Surani ranidwiha141109@gmail.com Luluk Khusnul Dwihestie lulukhusnul3@gmail.com Sri Handayani handaeub@gmail.com <p>Latar Belakang. BBLR menimbulkan peningkatan kesakitan dan kematian, BBLR diduga mempunyai hubungan LILA ibu dan kadar Hb. Data Puskesmas Wonosamudro pada tahun 2023 terdapat 383 kelahiran hidup dengan jumlah BBLR 34 bayi. Pada tahun 2024 terdapt 294 kelahiran hidup dimana jumlah BBLR 35, data tahun 2025 dari 310 kelahiran hidup jumlah BBLR 36. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Wonosamodro. Metode. Desain<em> survai analitik </em>pendekatan <em>case-control study, </em>kemudian data ditelusur secara retrospektif. Populasi seluruh kelahiran di Puskesmas Wonosamudra pada bulan Januari sampai Desember 2025 sejumlah 310 kelahitan hidup. Sampel bayi BBLR Januari-Desember 2025 sejumlah 36 ditambah dengan 36 bayi tidak BBLR (1:1). Penelitian ditelusuri dengan data sekunder. Analisis bivariat menggunakan uji <em>chi square</em>. Hasil penelitian. Anemia pada ibu hamil di Puskesmas Wonosamodro mayoritas tidak anemia yaitu 48 responden (66,7%). Ada hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dan ada hubungan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (0,000&lt;0,05). Simpulan. Ada hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas Wonosamodro. Bidan dapat melakukan edukasi tentang faktor penyebab BBLR pada ibu.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1211 Analisis Kondisi Sanitasi Dasar Dan Higiene Personal Pada Penderita Diare Di Kelurahan Nalu 2026-05-30T19:31:02+00:00 Nur Rismawati nur.rismawati@gmail.com Rolinsa rolinsa.r.dai@gmail.com Yeni Yulita Larope yyen29176@gmail.com <p>Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan dan higiene personal. Kelurahan Nalu sebagai bagian dari wilayah kerja Puskesmas Baolan memiliki potensi faktor risiko lingkungan yang berkontribusi terhadap kejadian diare. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi sanitasi dasar dan higiene personal pada kasus diare di Kelurahan Nalu. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Populasi adalah seluruh penderita diare yang tercatat di Kelurahan Nalu sebesar 114, teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling sehingga diperoleh 89 sampel. Variabel yang dianalisis meliputi sumber air bersih, kepemilikan jamban sehat, SPAL, pengelolaan sampah, CTPS, serta praktik buang air besar. Analisis data dilakukan secara univariat melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki sumber air bersih yang memenuhi syarat (96,63%), jamban sehat (95,51%), SPAL memenuhi syarat (82,93%) dan sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat (53,75%). Pada aspek personal higiene, 79,78% responden memiliki praktik CTPS yang baik. Sebagian besar responden melakukan BAB di jamban (95,51%), tetapi masih terdapat 4,49% yang BAB sembarangan. Disimpulkan bahwa masalah utama pada kasus diare di Kelurahan Nalu terletak pada pengelolaan sampah rumah tangga yang belum baik, praktik CTPS yang belum optimal, serta masih adanya buang air besar sembarangan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1278 Potensi Berbagai Sumber Protein dalam Pengembangan Sup Krim Labu Kuning Instan sebagai Pangan Darurat: Tinjauan Literatur 2026-06-05T05:29:01+00:00 Raysha Tazkia rayshataz@gmail.com Rini Harianti 2210631220016@student.unsika.ac.id Fathma Syahbanu 2210631220016@student.unsika.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong><span style="font-weight: 400;">Bencana dan keadaan darurat dapat mengganggu akses terhadap pangan bergizi sehingga diperlukan pangan darurat yang praktis, bergizi, dan memiliki daya simpan baik. Sup krim instan berbasis labu kuning berpotensi dikembangkan sebagai alternatif pangan darurat, namun kandungan proteinnya relatif rendah.</span><strong> Tujuan: </strong><span style="font-weight: 400;">Mengkaji karakteristik fisikokimia, kandungan gizi, mutu sensori, dan potensi sumber protein pada pengembangan sup krim instan berbasis labu kuning.</span><strong> Metode: </strong><em><span style="font-weight: 400;">Narrative literature review</span></em><span style="font-weight: 400;"> terhadap delapan penelitian yang dipublikasikan tahun 2015-2025 dan diperoleh melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">Google Scholar</span></em><span style="font-weight: 400;"> serta sumber ilmiah daring lainnya.</span><strong> Hasil: </strong><span style="font-weight: 400;">Sup krim instan berbasis labu kuning memiliki kadar air 4,9–6,31%, viskositas 1.080–2.190 cP, daya rehidrasi 4,43–6,47 mL/g, dan umur simpan hingga 433 hari. Kandungan protein alami sebesar 2,2%, sedangkan penambahan berbagai sumber protein meningkatkan kandungan protein menjadi 12,19–21,42%.</span><strong> Simpulan: </strong><span style="font-weight: 400;">Sup krim instan berbasis labu kuning berpotensi dikembangkan sebagai pangan darurat yang praktis, bergizi, dan memiliki karakteristik penyimpanan yang baik.</span></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1303 Identifikasi Potensi Efek Samping Obat Pada Resep Pasien Rawat Jalan dengan Menggunakan Open AI (ChatGPT) 2026-06-19T11:31:07+00:00 Kurniatul Hasanah niasai25@gmail.com Kuntjoro Pinardi pinardi_kuncoro@istn.ac.id Eka Jaya Gea ekajayagea764@gmail.com <p>Efek samping obat (ESO) merupakan tantangan penting dalam pelayanan farmasi klinis, terutama pada pasien rawat jalan. Identifikasi dini ESO diperlukan untuk meningkatkan keamanan terapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil pasien, mengidentifikasi potensi ESO, serta mengevaluasi akurasi ChatGPT dalam mendeteksi dan menganalisis ESO. Desain penelitian deskriptif dilakukan dengan pendekatan kuantitatif retrospektif menggunakan 351 resep pasien rawat jalan di Klinik Cahaya Madani pada bulan Januari–Maret 2025. Penelitian dilaksanakan di Klinik Cahaya Madani pada bulan Juli–September 2025. Analisis dilakukan dengan menggunakan ChatGPT, yang kemudian divalidasi dengan menggunakan Drugs.com, MIMS.com, dan brosur obat, kemudian dievaluasi dengan <em>confusion matrix</em>. Mayoritas pasien adalah perempuan (53,8%) dengan usia dewasa (39,6%), dan resep didominasi obat jadi (85,8%). Potensi ESO terbanyak adalah gangguan gastrointestinal (63,8%), sedasi (63,0%), dan reaksi alergi (32,8%). Hasil evaluasi menunjukkan akurasi 92,85%, presisi 92,85%, <em>recall</em> 100%, dan F1-<em>score</em> 96,29%. ChatGPT terbukti efektif mendeteksi ESO, namun tetap memerlukan validasi klinis dari tenaga kesehatan profesional.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1338 Hubungan Lama Menderita dengan Tingkat Pengetahuan Perawatan Kaki pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila 2026-06-19T11:18:38+00:00 Nurzia Delasfebrila Marukai nurziamarukai08@gmail.com Ita Sulistiani nurziamarukai08@gmail.com Sitti Fatimah M. Arsad nurziamarukai08@gmail.com <p>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya ulkus kaki diabetikum. Pencegahan komplikasi tersebut dapat dilakukan melalui perawatan kaki yang tepat, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM tipe 2 dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan perawatan kaki yang disesuaikan dari Munali (2019). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,003 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM tipe 2 dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki. Responden yang menderita DM tipe 2 selama ≥ 5 tahun cenderung memiliki tingkat pengetahuan perawatan kaki yang lebih baik dibandingkan responden yang menderita DM tipe 2 selama ≤ 5 tahun. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara lama menderita dengan tingkat pengetahuan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Tilongkabila.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1412 Pengaruh Media Edukasi Dalam Meningkatkan Pengetahuan Tentang Konsumsi Buah dan Sayur Terhadap Imunitas Tubuh Siswa SMAN 1 Telukjambe 2026-06-22T22:17:07+00:00 Adinda Ajeng Kartika 2210631220047@student.unsika.ac.id Ratih Kurniasari 2210631220047@student.unsika.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pengetahuan tentang konsumsi buah dan sayur merupakan salah satu faktor yang berperan dalam menjaga imunitas tubuh pada remaja. Peningkatan pengetahuan tersebut dapat dilakukan melalui edukasi gizi dengan berbagai media pembelajaran. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan media infografis, video, dan <em>games random questions</em> terhadap pengetahuan remaja tentang konsumsi buah dan sayur dalam menjaga imunitas tubuh. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi experimental</em> dengan rancangan <em>pre-test and post-test design</em>. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas X SMAN 1 Telukjambe, Kabupaten Karawang, yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan secara luring menggunakan kuesioner pengetahuan dan dianalisis menggunakan uji <em>Paired Sample t-test</em> serta uji Wilcoxon. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis menunjukkan bahwa edukasi gizi menggunakan media infografis (p=0,006) dan <em>games random questions</em> (p=0,028) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Sementara itu, media video tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p=0,111). <strong>Simpulan:</strong> Media infografis dan <em>games random questions</em> efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang konsumsi buah dan sayur untuk mendukung imunitas tubuh.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1165 Efektivitas Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 Bulan Di Doremi Mom & Baby Spa Cikarang Barat 2026-05-18T04:40:03+00:00 Neneng Julianti juliantineneng02@gmail.com Hajar Nur Fathur Rohmah juliantineneng02@gmail.com Novi Siti Rahmawati juliantineneng02@gmail.com Nuhaeni Nurhaeni juliantineneng02@gmail.com <p>Menurut Data SKI tahun 2023 di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur, yaitu sekitar 44,2% bayi mengalami gangguan tidur. Pijat bayi dapat menurunkan angka morbiditas, meningkatkan berat badan bayi, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan serta meningatkan kualitas tidur. Tujuan penelitian: untuk mengetahui efektivitas pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di Doremi Mom &amp; Baby SPA Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain <em>Quasi Experiment</em> dengan pendekatan <em>One Group Pretest</em> dan <em>Post Test Design</em>. Populasi: Dalam penelitian ini seluruh bayi usia 3-6 bulan yang dalam kondisi sehat di Doremi Mom &amp; Baby SPA pada bulan Juli-Agustus 2024 dengan jumlah populasi 30 bayi. Sampel: Dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>Purposive Sampling</em>. Instrumen: Yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar Kuesioner. Analisis Data: Data analisis dengan analisis univariat dan bivariat dan sebelumnya dilakukan uji normalitas data dengan <em>Shapiro Wilk </em> dan dilakukan Uji <em>Statistic Non Parametric</em> yaitu Uji Wilcoxon. Menunjukan bahwa ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan dengan Asymp. sig mempunyai nilai Pvalue 0,001 (P&lt;0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dalam penelitian ini ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 Bulan</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1320 Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Fraktur Dengan Intervensi Keperawatan Pada Pasien Fraktur Dengan Intervensi Keperawatan Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Skala Nyeri Di Ruangan Mawar Rumah Sakit Umum Bina Kasih Medan Tahun 2026 2026-06-19T11:24:25+00:00 Alfando Tuju alfandotuju@gmail.com Aulia Razi Maulana auliarazimaulana12@gmail.com Dhea Amalia dhea.amliaaa@gmail.com Helena Sanofa elenasbg9@gmail.com Winarti winartiwijar9799@gmail.com Elis Anggeria elisanggeria@unprimdn.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Fraktur merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap integritas seseorang, sehingga akan mengalami gangguan fisiologis maupun psikologis yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Low back pain karena facet joint syndrome jadi keluhan umum di RS akibat aktivitas berat. Kondisi ini ganggu mobilitas dan &nbsp;kualitas hidup pasien. <strong>Tujuan: </strong>Memberikan asuhan keperawatan pada pasien Tn. T dengan penerapan intervensi relaksasi benson untuk untuk mengurangi nyeri fraktur di RSU Royal Prima Medan. <strong>Metode: </strong>Studi kasus deskriptif pada satu pasien dengan masalah keperawatan nyeri akut berhubungan dengan luka fraktur ditandai dengan kerusakan jaringan. Intervensi relaksasi benson, masing-masing 10 menit selama 3 hari menggukan skala NRS sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Hasil: </strong>Sebelum intervensi skala nyeri 5 dengan tekanan darah 172/96 mmHg. Setelah 3 sesi intervensi, skala nyeri turun menjadi 3 dengan tekanan darah 122/80 mmHg. Keluhan nyeri pasien dapat dialihkan/distraksi dengan Teknik relaksasi bensonsehingga pasien mampu beraktivitas ringan dengan keluhan berkurang.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1363 Daya Terima dan Kandungan Serat Waffle Substitusi Tepung Biji Chia dan Tepung Biji Durian 2026-06-28T13:15:44+00:00 Reyhananda Putri Hardanti reyhananda.putri.hardanti-2022@fkm.unair.ac.id Annis Catur Adi reyhanandaputrihar@gmail.com <p>Peningkatan prevalensi obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diperhatikan. Salah satu upaya pencegahannya adalah meningkatkan konsumsi serat melalui pengembangan makanan camilan. <em>Waffle </em>merupakan salah satu camilan yang kerap dikonsumsi, namun memiliki kandungan serat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima dan kandungan serat <em>waffle</em> substitusi tepung biji chia dan tepung biji durian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan formula kontrol (F0) dan dua formula modifikasi (F1 dan F2) yang diuji kepada panelis tidak terlatih berusia 16-18 tahun menggunakan uji hedonik 5 skala terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur. Kandungan serat formula terbaik dianalisis melalui uji laboratorium menggunakan meytode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan daya terima yang signifikan antara F1 dan F2 pada atribut warna (p=0,705), aroma (p=0,763), dan tekstur (p=0,847). Terdapat perbedaan yang signifikan pada atribut rasa (p=0,003), namun tidak terdapat perbedaan antara F0 dan F1 (p=0,564). Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa kandungan serat formula F1 sebesar 2,5 g/100 g, memenuhi 6,75% kebutuhan serat harian. Dengan demikian, formula F1 merupakan formulasi <em>waffle</em> substitusi tepung biji chia dan tepung biji durian yang paling dapat diterima oleh panelis serta memiliki kandungan serat yang berpotensi mendukung pencegahan obesitas.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1459 Hubungan Pengetahuan dengan Peran Kader Kesehatan dalam Mendukung Kesehatan Mental Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Psikologis Masa Nifas 2026-06-28T10:13:58+00:00 Putri Yuliantie putriyuliantie15@gmail.com Frani Mariana franimariana22@gmail.com Amelia Kartika putriyuliantie15@gmail.com Salwa Auliya Shafa Marwa putriyuliantie15@gmail.com Noor Arimby putriyuliantie15@gmail.com Aurelya Zhira Ananta Natalya putriyuliantie15@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Gangguan kesehatan mental selama kehamilan berpotensi meningkatkan risiko masalah psikologis hingga masa nifas. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, deteksi dini, dan pendampingan kepada ibu hamil, namun efektivitas peran tersebut dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis hubungan pengetahuan dengan peran kader kesehatan dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis pada masa nifas di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 15 kader kesehatan yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan peran kader, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan <em>Fisher's Exact Test</em> dengan tingkat kemaknaan 95%. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar kader memiliki pengetahuan baik (80,0%) dan peran positif (86,7%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan kader dengan peran kader dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil (<em>p</em> = 0,029). <strong>Simpulan:</strong> Pengetahuan kader berhubungan dengan peran kader dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil. Penguatan kapasitas kader melalui pelatihan kesehatan mental maternal perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan deteksi dini, edukasi, dan pendampingan sebagai upaya pencegahan gangguan psikologis hingga masa nifas.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1276 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di Desa Klaten 2026-06-05T05:29:41+00:00 Rini Wahyuni rinicannywa166@gmail.com Siti Rohani Rinicannywa166@gmail.com Elsy Juni Andri Kariny Rinicannywa166@gmail.com <p>Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang umum terjadi pada masa kehamilan. Kehamilan Trimester III merupakan saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan perubahan peran menjadi orang tua seperti terpusatnya perhatian pada kehadiran bayi, sebagian besar wanita hamil dalam keadaan cemas. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil trimester III di Desa Klaten. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan metode <em>cross sectional </em>. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner , Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil trimester III berjumlah 31 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji <em>chi square</em> diketahui bahwa usia dengan nilai <em>P</em> <em>Value</em> 0,027, pendidikan dengan nilai <em>P Value</em> 0,038 dan dukungan Suami dengan nilai <em>P Value</em> 0,043. Jadi dapat disimpulkan bahwa usia, Pendidikan dan dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Saran bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan frekuensi dan kualitas programnya seperti pembuatan Vidio dalam memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai kecemasan ibu hamil Trimester III dan dapat melibatkan kehadiran dan dukungan keluarga dalam semua hal dari kehamilan sampai proses persalinan untuk mengurangi tingkat kecemasan selama kehamilan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1301 Tinjauan Penerapan Standar CDOB dalam Meminimalisir Kejadian Kesalahan Pengiriman Pada Pedagang Besar Farmasi “X” di Kota Makassar 2026-06-19T11:31:33+00:00 I Kadek Donny Angriawan moh.rasyidkuna@iktgm.ac.id Putri Nurjannah Hamzah moh.rasyidkuna@iktgm.ac.id Nurfikah Humairah Yahya moh.rasyidkuna@iktgm.ac.id Sitti Khofifah Gani moh.rasyidkuna@iktgm.ac.id Mahdalena Sy. Pakaya moh.rasyidkuna@iktgm.ac.id Lisa Efriani Puluhulawa moh.rasyidkuna@iktgm.ac.id <p>Kesalahan pengiriman obat merupakan salah satu risiko operasional yang dapat terjadi pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan berpotensi memengaruhi mutu pelayanan distribusi serta keselamatan pasien. Penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) menjadi upaya penting dalam meminimalisir terjadinya kesalahan pengiriman melalui pengendalian proses distribusi yang terstandar. Tujuan: Penelitian ini untuk meninjau penerapan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dalam meminimalisir kejadian kesalahan pengiriman pada Pedagang Besar Farmasi (PBF) “X” di Kota Makassar. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain crosssectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan checklist CDOB, kuesioner yang terdiri dari 22 indikator, wawancara dengan personel terkait, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase tingkat kesesuaian penerapan CDOB berdasarkan indikator yang telah ditetapkan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penerapan CDOB di PBF “X” mencapai 90,91% dan termasuk dalam kategori sangat baik. Sebagian besar indikator telah diterapkan dengan baik, meliputi prosedur penerimaan pesanan, verifikasi pelanggan, penerapan prinsip First Expired First Out (FEFO), pemeriksaan ulang sebelum pengemasan, dokumentasi pengiriman, pelatihan personel, serta penanganan ketidaksesuaian. Meskipun demikian, masih terdapat peluang pengembangan pada aspek sistem pelacakan pengiriman secara real-time dan pemanfaatan teknologi barcode scanner atau sistem komputerisasi yang lebih terintegrasi guna meningkatkan ketertelusuran produk dan mengurangi risiko human error. Kesimpulan: Penerapan standar CDOB di PBF “X” Kota Makassar telah berjalan dengan sangat baik dan berkontribusi dalam meminimalisir risiko kesalahan pengiriman obat. Pengembangan teknologi digital pada proses distribusi berpotensi semakin meningkatkan efisiensi operasional, ketertelusuran produk, serta mutu pelayanan distribusi farmasi secara berkelanjutan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1332 Efektivitas Buerger Allen Exercise Terhadap Peningkatan Nilai Ankle Brachial Index Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 2026-06-19T11:20:30+00:00 Diva Agustya Mahardika divatya3@gmail.com Sugiharto sug640@ums.ac.id <p><strong>Pendahuluan </strong><span style="font-weight: 400;">: Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan gangguan perfusi perifer dan meningkatkan risiko komplikasi pada ekstremitas bawah. Ankle Brachial Index (ABI) digunakan untuk menilai sirkulasi perifer. Buerger Allen Exercise merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan aliran darah perifer. </span><strong>Tujuan:</strong><span style="font-weight: 400;"> mengetahui pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap Ankle Brachial Index pada klien diabetes melitus tipe 2 . </span><strong>Metode :</strong><span style="font-weight: 400;"> penelitian ini menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan satu pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 yang mengalami gangguan perfusi perifer dengan nilai ABI awal sebesar 0,51. Pengukuran ABI dilakukan menggunakan Doppler vaskular dan sphygmomanometer sebelum dan sesudah intervensi. Latihan Buerger Allen diberikan selama 15 menit dalam sehari selama tiga hari berturut-turut. Latihan tersebut terdiri dari elevasi ekstremitas bawah pada sudut 45°, posisi menggantung, gerakan dorsifleksi dan plantar fleksi, serta istirahat dalam posisi terlentang. </span><strong>Hasil:</strong><span style="font-weight: 400;"> menunjukkan peningkatan nilai ABI dari 0,51 sebelum intervensi menjadi 0,98 setelah tiga hari latihan. </span><strong>Simpulan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Terdapat pengaruh pemberian Buerger Allen Exercise terhadap peningkatan nilai ABI pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.Dengan hasil tersebut, disarankan perawat bisa mengajarkan dan memotivasi pasien pemberian BAE.</span></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1524 Prevalensi Dan Manifestasi Drug Related Problems (DRPs) Pada Terapi Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO): A Systematic Literature Review 2026-07-05T02:22:05+00:00 Nanda Sitta N. Astarizky nandasitta62@gmail.com Anastasya Julia R nandasitta62@gmail.com Syahrul Tuba nandasitta62@gmail.com <p>Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) merupakan tantangan signifikan bagi kesehatan global yang memerlukan regimen terapi lini kedua yang kompleks, multiobat, serta berdurasi panjang. Kompleksitas farmakoterapi ini meningkatkan kerentanan pasien terhadap&nbsp; <em>Drug Related Problems</em>&nbsp; (DRPs) yang dapat menghambat keberhasilan klinis dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan manifestasi DRPs pada pasien TB RO melalui metode&nbsp; <em>Systematic Literature Review</em>&nbsp; (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada tujuh database elektronik meliputi&nbsp; <em>Google Scholar, PubMed, PubMed Central, SpringerLink, ScienceDirect, Wiley Online Library,</em>&nbsp; dan&nbsp; <em>Taylor &amp; Francis Online</em>&nbsp; untuk artikel periode 2016–2026. Hasil analisis terhadap 15 artikel final menunjukkan bahwa prevalensi DRPs pada pasien TB RO berada pada rentang 58,3% hingga 92,4%. Manifestasi DRPs yang dominan mencakup&nbsp; <em>adverse drug reactions</em>&nbsp; (ADR), interaksi obat, ketidaksesuaian dosis,&nbsp; <em>medication non-adherence</em> ,&nbsp; <em>untreated indication</em> , dan&nbsp; <em>monitoring failure</em> . Linezolid dan Bedaquiline teridentifikasi sebagai kontributor utama kejadian DRPs, didukung oleh pengaruh obat lain seperti clofazimine dan delamanid. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan&nbsp; <em>pharmaceutical care</em>&nbsp; dan keterlibatan aktif farmasis klinis sangat krusial dalam deteksi dini serta penanganan problem farmakoterapi guna meningkatkan keberhasilan terapi dan mencegah&nbsp; <em>loss to follow up</em>.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1100 The Role of Age and Sex in Triglyceride and Total Cholesterol Levels among Adults: Implications for Degenerative Disease Risk 2026-05-02T05:32:04+00:00 yulia ratna dewi yuliaratnadewi@poltekindonusa.ac.id Mahjanah Hussein yuliaratnadewi@poltekindonusa.ac.id Yulita Maulani yulitamaulani@poltekindonusa.ac.id Muhammad Sony Al-Jufri yuliaratnadewi@poltekindonusa.ac.id <p>Penyakit degeneratif, khususnya penyakit kardiovaskular, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang berkaitan dengan gangguan metabolisme lipid. Faktor demografi seperti usia dan jenis kelamin diduga memengaruhi variasi kadar trigliserida dan kolesterol total. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran usia dan jenis kelamin terhadap kadar trigliserida dan kolesterol total pada populasi dewasa sebagai indikator risiko penyakit degeneratif. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 47 subjek dewasa menggunakan data sekunder. Analisis statistik meliputi uji Mann–Whitney, uji t independen, korelasi Spearman dan Pearson, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar trigliserida dan kolesterol total berdasarkan jenis kelamin (p&lt;0,001). Terdapat hubungan positif yang kuat antara usia dengan kadar trigliserida (r=0,833; p&lt;0,001) dan kolesterol total (r=0,844; p&lt;0,001). Analisis regresi menunjukkan usia berpengaruh signifikan terhadap trigliserida, sedangkan usia dan jenis kelamin merupakan prediktor signifikan terhadap kolesterol total. Disimpulkan bahwa usia dan jenis kelamin berperan dalam menentukan variasi profil lipid pada dewasa, sehingga penting dalam deteksi dini risiko penyakit degeneratif.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1220 Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungaan Dengaan Kinerja Perawat Dalam Mencegah Insiden Keselamatan Pasien Di Rsu Royal Prima Medan 2026-05-30T19:42:35+00:00 Almina Rospitaria Tarigan alminatarigan2@gmail.com Ermi Girsang alminatarigan2@gmail.com Elis Anggeria alminatarigan2@gmail.com <p>Keselamatan pasien menjadi tolak ukur utama untuk menilai mutu pelayanan kesehatan yang sangat dipengaruhi oleh performa perawat sebagai tenaga medis, yang sering kali berinteraksi langsung dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi lebih lanjut elemen-elemen yang mendukung perawat dalam menjalankan tugasnya secara efektif untuk memastikan keamanan serta keselamatan setiap pasien di RSU Royal Prima Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Informasi didapatkan melalui kuesioner yang telah teruji untuk validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan teknik univariat, serta bivariat dengan menggunakan uji Pearson, dan multivariat dengan regresi linear ganda. Hasilnya dari pengamatan yang dilakukan, sebanyak 60,7% perawat berada dalam kategori kinerja yang baik, menunjukkan standar profesionalisme yang terjaga. Semua variabel independen, yaitu pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,010), motivasi (p=0,003), supervisi (p=0,001), ketersediaan SOP (p=0,020), dan beban kerja (p=0,028), memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja perawat. Supervisi adalah faktor utama (B=0,325), sementara beban kerja memiliki pengaruh negatif (B=-0,230). Secara statistik, kita dapat melihat bahwa 68,5% dari kinerja perawat dipengaruhi oleh variabel-variabel yang kita amati dalam penelitian ini. Disimpulkan bahwa peningkatan kerja perawat membutuhkan metode manajerial yang lengkap, terutama dengan meningkatkan supervisi dan mengelola beban kerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersamaan tugas perawat dalam usaha mencegah kecelakaan pasien dipengaruhi secara signifikan oleh enam faktor, yaitu pengetahuan, sikap, motivasi, supervisi, keberadaan standar operasional prosedur, serta beban kerja. Di antara enam faktor tersebut, supervisi adalah faktor yang paling utama, sedangkan beban kerja memberikan dampak yang berlawanan (negatif) terhadap kinerja. Model regresi yang dibuat dalam penelitian ini dapat menjelaskan 68,5% variasi yang terjadi pada kinerja perawat.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1263 Kombinasi Baby Spa dengan Mengimplementasikan Pola Asah Asih Asuh terhadap Bonding Attachment Ibu-Bayi 2026-06-05T05:32:22+00:00 Made Pradnyawati Chania pradnyawatichania@gmail.com Ni Nyoman Ayuk Widiani ayukwidiani@yahoo.co.id Ni Made Dewianti dewianti1987@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Bonding attachment</em> ibu-bayi merupakan dasar penting bagi regulasi emosi, rasa aman, dan interaksi awal bayi. Pada masa 0-12 bulan, rangsangan sensorik dan kedekatan responsif dari ibu sangat menentukan kualitas ikatan. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kombinasi baby spa dengan implementasi pola Asah Asih Asuh terhadap <em>bonding attachment</em> ibu-bayi di Kota Denpasar. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment menggunakan two group pre-post test design. Sampel berjumlah 60 bayi usia 6-9 bulan, terdiri dari 30 responden kelompok intervensi dan 30 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapat baby spa dan modul Asah Asih Asuh selama tiga bulan, sedangkan kelompok kontrol hanya pijat bayi. <em>Bonding attachment</em> diukur menggunakan <em>Postnatal Bonding Questionnaire</em> (PBQ). Data dianalisis dengan SPSS menggunakan uji Wilcoxon dan Independent T-Test. <strong>Hasil:</strong> Skor PBQ kelompok intervensi menurun dari 11,83±3,05 menjadi 4,20±1,67, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 11,67±2,98 menjadi 9,03±2,41. Terdapat perbedaan bermakna pada kelompok intervensi dan perbedaan antar kelompok setelah intervensi (p&lt;0,001). <strong>Simpulan</strong>: Kombinasi baby spa dengan implementasi pola Asah Asih Asuh efektif meningkatkan bonding attachment ibu-bayi.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1289 Estrogen-Mitochondrial Interactions in Cellular Resilience: Biological Implications for Female Military Personnel 2026-06-19T11:29:43+00:00 Cecilia Miranda ceciliamirandaa3@gmail.com Syahrul Tuba ceciliamirandaa3@gmail.com Leonardo Daniel Palmaro ceciliamirandaa3@gmail.com Nadya Theresia Sibarani ceciliamirandaa3@gmail.com <p>Military operations expose personnel to intense physiological and psychological stressors that can increase allostatic load and impair mitochondrial function. Estrogen, particularly 17β-estradiol, plays a crucial role in maintaining cellular homeostasis through the regulation of mitochondrial activity. This systematic narrative review aimed to examine estrogen–mitochondrial interactions as a biological basis for female cellular resilience under operational stress. A literature search was conducted using PubMed, Scopus, and ScienceDirect databases for publications from 2004 to 2024. A total of 44 eligible articles were qualitatively analysed. The findings indicate that estrogen modulates mitochondrial function through ERα, ERβ, and GPER signalling pathways. Estrogen promotes mitochondrial biogenesis via the PGC-1α/NRF-1/TFAM pathway, supports mitochondrial dynamics through MFN2 and OPA1 proteins, enhances antioxidant defence by increasing MnSOD and catalase activity, and suppresses apoptotic processes. In addition, recent evidence suggests that estrogen contributes to the regulation of mitophagy and the maintenance of mitochondrial DNA (mtDNA) stability. In conclusion, estrogen–mitochondrial interactions play a critical role in supporting metabolic and neurocognitive resilience in women. These findings provide a scientific foundation for the development of gender-specific health strategies aimed at optimising female performance and adaptability in demanding military environments.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1348 Characteristics Of Anemia In Child Patients Aged 1-10 Years With Symptoms Of Respiratory Tract Infection At Puskesmas Dompu Barat 2026-06-19T11:15:13+00:00 Uswatun Hasanah sumiatie070@gmail.com Eti Sumiati sumiatie070@gmail.com Ni Nyoman Santi Tri Ulandari sumiatie070@gmail.com Maria Yosevina Agatha sumiatie070@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Infeksi saluran pernapasan masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia. Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak ditemukan pada anak-anak di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini ditandai oleh penurunan kadar hemoglobin sehingga kapasitas darah dalam mengangkut oksigen ke jaringan tubuh menjadi berkurang.<strong> Tujuan: </strong>Untuk mengetahui gambaran kadar haemoglobin pada anak umur 1-10 tahun dengan infeksi saluran pernapasan.<strong> Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan subjek penelitian secara sistematis, factual, dan akurat dengan sampel sebanyak 166 anak.<strong> Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar hemoglobin dengan kategori anemia ringan yaitu sebanyak 96 anak (57,83%).<strong> Simpulan: </strong>Hubungan dua arah ini membentuk suatu siklus yang meningkatkan risiko penyakit, keparahan klinis, komplikasi, dan mortalitas. Pencegahan dan penatalaksanaan anemia harus menjadi bagian integral dalam strategi pengendalian infeksi saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan anak-anak.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1053 Strengthening Families: How Family Support Shapes the Quality of Life for Children with Intellectual Disabilities 2026-04-16T17:20:54+00:00 Anggi Kusuma keperawatanuap2023@gmail.com Rini Papuli palupirini30@gmail.com Lisbet Octovia Manalu palupirini30@gmail.com <p>Children with special needs are children who are at risk of experiencing chronic diseases, developmental disorders, emotional disorders, abnormalities or physical disabilities and require more health services than children in general. Family support is needed as a supporter and to help the quality of life of these children to continue to be able to carry out their activities with their abilities supported by the family. This type of quantitative research uses a cross-sectional approach. The population in this study were all parents who have children with special needs at the Mesuji Regency State Special School with a sample of 84 respondents using a total sampling technique. This study was conducted in December 2022 at the Mesuji Regency State Special School. The results of the study showed no significant relationship between the dimensions of family support and the quality of life of children with special needs. Family support in the form of providing information and social support should be a priority support given to families with children with special needs.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1173 Efektivitas Program Edukasi Gizi Dalam Meningkatkan Pencegahan Penyakit Melalui Pola Makan Sehat di Kota Kendari 2026-05-20T09:34:48+00:00 Kamrin kamrinwuna@gmail.com Lade Albar Kalza ladealbar@gmail.com La Ode Liaumin Azim alymelhamed09@uho.ac.id <p>Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan menjadi penyebab utama kematian masyarakat. Salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko PTM adalah melalui program edukasi gizi yang bertujuan meningkatkan perilaku makan sehat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program edukasi gizi dalam meningkatkan pencegahan penyakit melalui pola makan sehat di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Jumlah responden sebanyak 90 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang meliputi pengetahuan gizi, perilaku makan sehat, dan kesadaran pencegahan penyakit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh variabel setelah diberikan intervensi edukasi gizi. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 3,20 menjadi 5,50 dengan p-value 0,001. Perilaku makan sehat meningkat dari 14,80 menjadi 19,50 dengan p-value 0,002, sedangkan kesadaran pencegahan penyakit meningkat dari 15,20 menjadi 20,10 dengan p-value 0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pencegahan penyakit melalui perubahan perilaku makan sehat masyarakat.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>edukasi gizi, perilaku makan sehat, pencegahan penyakit, kesehatan masyarakat, pola makan sehat</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1327 Potensi Tepung Tempe dan Tepung Ikan Teri Nasi dalam Pengembangan Bubur Instan MP-ASI: Tinjauan Literatur 2026-06-19T11:20:02+00:00 Umi Dwi Sumiyanah 2210631220045@student.unsika.ac.id Fathma Syahbanu fathma.syahbanu@fikes.unsika.ac.id Rini Harianti rini.harianti@fikes.unsika.ac.id <p>Stunting masih menjadi masalah gizi yang banyak ditemukan pada bayi dan balita di Indonesia. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah melalui pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang memiliki kandungan protein dan mikronutrien yang memadai. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji potensi tepung tempe dan tepung ikan teri nasi dalam pengembangan bubur instan MP-ASI bagi bayi usia 6-11 bulan. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review melalui pencarian artikel pada basis data Google Scholar dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2016-2026. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 14 artikel memenuhi kriteria dan digunakan dalam sintesis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung tempe berpotensi meningkatkan kandungan protein serta memperbaiki karakteristik fisik bubur instan, sedangkan tepung ikan teri nasi merupakan sumber protein hewani, kalsium, zat besi, seng, DHA, dan EPA yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kombinasi kedua bahan tersebut berpotensi menghasilkan bubur instan MP-ASI dengan kualitas protein yang lebih baik, kandungan mikronutrien yang lebih lengkap, serta karakteristik fisik yang sesuai. Oleh karena itu, tepung tempe dan tepung ikan teri nasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku bubur instan MP-ASI berbasis pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1392 V-Care Initiative : Studi Analisis Vulva Hygiene Sebagai Determinan Fluor Albus Pada Mahasiswi Semester 2 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sampit 2025 2026-06-18T11:32:00+00:00 Puspita Sari Pribadi warniwarni22333@gmail.com Nana Maryana warniwarni22333@gmail.com Dhea Puspita warniwarni22333@gmail.com <p>Latar Belakang : Pada masa remaja Vaginal Hygiene harus lebih ditingkatkan. Vaginal hygiene adalah komponen perorangan sebagai peran penting dalam menentukan status kesehatan seseorang khususnya terhindar dari keputihan yang abnormal pada alat repoduksi wanita, sehingga penting bagi wanita untuk menjaga kebersihan organ genetalianya dengan benar (Hartoyo &amp; Susanto, 2021). Tujuan : Mengetahui Hubungan Tindakan Vulva Hygiene Dengan Kejadian Fluor Albus Pada Mahasiswi Semester 2 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sampit Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 48 responden dengan teknik sample random sempling. Yang di lakukan pada Mahasiswi Semester 2 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sampit Tahun 2025. Hasil:Minoritas Tindakan Vulva Hygiene berada pada tindakan benar sebanyak 17 responden, dan mayoritas tindakan salah sebanyak 31 responden. Mainoritas mahasiswi yang mengalami fluor albus patologis sebanyak 16 responden dan mayoritas mahasiswi yang mengalami fluor albus fisiologis sebanyak 32 responden. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan vulva hygiene dengan kejadian fluor albus pada mahasiswi Semester 2 Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sampit Tahun 2025.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1495 Efektivitas Terapi Guide Imagery Relaxation Dan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala Ringan Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2026 2026-07-02T21:01:41+00:00 Maharani Puspitasari rikayulendasari@malahayati.ac.id Rika Yulendasari rikayulendasari@malahayati.ac.id Eka Yudha Chrisanto rikayulendasari@malahayati.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Cedera kepala ringan merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering terjadi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan yaitu terapi <em>Guide Imagery Relaxation</em> dan <em>Slow Deep Breathing</em>. Kedua terapi tersebut mampu memberikan efek relaksasi, meningkatkan pelepasan hormon endorfin, serta membantu menurunkan persepsi nyeri pada pasien cedera kepala ringan. <strong>Tujuan:</strong> Diketahui perbedaan efektifitas terapi <em>Guide Imagery Relaxation</em> dan <em>Slow Deep Breathing </em>terhadap penurunan nyeri pada pasien cedera kepala ringan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan metode <em>quasi experimental</em> dengan rancangan <em>pretest-posttest with control group design</em>. Sampel sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok terapi <em>guided imagery relaxation</em>, kelompok terapi <em>slow deep breathing</em>, dan kelompok kontrol, masing-masing 10 responden. Teknik sampling menggunakan <em>purposive sampling</em>. Pengukuran nyeri menggunakan <em>Numeric Rating Scale (NRS),</em>dengan durasi intervensi selama 15 menit pada kelompok Guide Imagery Relaxation dan Slow Deep Breathing. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan <em>Kruskal-Wallis</em> dan uji Post Hoc (Man Whitney). <strong>Hasil:</strong> Hasil Analisa data bivariat Berdasarkan hasil uji <em>kruskal-wallis</em> diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0,000 (p &lt;0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan (GIR, SDB, dan Kontrol), dengan kelompok Slow Deep breathing intervensi yang paling efektif. <strong>Kesimpulan: </strong>Terapi Guide Imagery relaxation dan Slow Deep Breathing Efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien cedera kepala ringan, dengan efektivitas terbaik ditunjukkan oleh kelompok Slow Deep Breathing.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1193 Penatalaksanaan Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien TB Paru dengan Komplikasi Metabolik 2026-05-23T22:12:55+00:00 Syifa Safira syifasafira1512@gmail.com <p><strong>Pendahuluan</strong>: Penyakit ginjal kronis (CKD) sering disertai berbagai komorbiditas yang memperumit penatalaksanaan gizi, termasuk tuberkulosis paru, anemia gizi, hiponatremia, hiperkalemia, hipertensi, dan diabetes melitus tipe 2. Kondisi multimorbiditas ini menuntut pendekatan asuhan gizi yang komprehensif dan terindividualisasi. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui proses asuhan gizi pada pasien Ny. YZ usia 58 tahun dengan diagnosis TBC paru, anemia unspecified, hipo-osmolalitas dan hiponatremia, CKD, hiperkalemia, hipertensi esensial, dan DM non-insulin dependent yang dirawat di Rumah Sakit X Surabaya. <strong>Metode</strong>: Pengkajian gizi dilakukan menggunakan<em> Nutrition Care Process</em> (NCP) meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, serta monitoring dan evaluasi gizi. Data dikumpulkan melalui<em> food recall</em> 24 jam, FFQ, pemeriksaan antropometri, biokimia, fisik/klinis, dan riwayat medis. <strong>Hasil</strong>: Pasien diberikan diet DM Nefropati Rendah Kalium dalam bentuk makanan tim dengan kebutuhan energi 1.732,5 kkal, protein 39,6 gram, lemak 57,75 gram, karbohidrat 264,2 gram, dan cairan maksimal 1.500 ml per hari. Monitoring selama tiga hari menunjukkan tren penurunan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat yang belum mencapai target akibat penurunan nafsu makan. Parameter laboratorium ginjal dan elektrolit masih dalam kondisi abnormal meskipun terdapat perbaikan pada beberapa parameter hematologi. <strong>Simpulan</strong>: Intervensi diet DM Nefropati Rendah Kalium dapat diterapkan pada pasien dengan multimorbiditas kompleks, namun diperlukan pemantauan ketat dan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan diet dan asupan gizi pasien.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1218 Pengaruh Metode Maserasi dan Soxhletasi terhadap Kadar Total Flavonoid dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Mangga Gedong Gincu (Manifera indica L.) 2026-05-30T19:40:56+00:00 Pramudya Pratama 2210631210038@student.unsika.ac.id Vriezka Mierza vriezka@gmail.com Aliya Azkia Zahra aliya26@gmail.com <p>Kulit mangga gedong gincu (<em>Mangifera indica</em> L.) merupakan limbah pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber senyawa bioaktif, terutama flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode maserasi dan soxhletasi terhadap kadar total flavonoid serta aktivitas antibakteri ekstrak kulit mangga gedong gincu terhadap <em>Staphylococcus aureus</em> dan <em>Escherichia coli</em>. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi dan soxhletasi. Ekstrak kemudian diuji melalui skrining fitokimia, karakterisasi simplisia, kromatografi lapis tipis (KLT), penetapan kadar total flavonoid metode aluminium klorida (AlCl₃) menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta uji aktivitas antibakteri metode difusi sumuran pada media Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin. Ekstrak hasil soxhletasi menghasilkan kadar total flavonoid lebih tinggi dibandingkan maserasi serta menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat. Aktivitas antibakteri terhadap <em>S. aureus</em> lebih besar dibandingkan <em>E. coli</em>. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua metode ekstraksi terhadap kadar total flavonoid dan aktivitas antibakteri. Metode soxhletasi dinilai lebih efektif dalam menghasilkan ekstrak dengan kandungan flavonoid dan aktivitas antibakteri optimal.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1239 Effectiveness Of Using Elastic Wrist Splints on The Productivity of Cigarette Rollers with Wrist Pain at Gama Cigarette Company, Karanganyar 2026-05-30T19:33:54+00:00 Muhammad Syaifuddin aipud99@gmail.com Muhibbah Fatati aipud99@gmail.com Enif Marsa Waluyo aipud99@gmail.com <p>Human resources are a crucial factor in increasing work productivity, especially in companies that still employ manual labor, such as cigarette rolling. Prolonged repetitive wrist activities can lead to musculoskeletal pain, which can reduce productivity. The use of elastic wrist splints aims to reduce pain and improve performance. This study aimed to determine the effectiveness of elastic wrist splints on the productivity of cigarette rollers experiencing wrist pain at the Gama Cigarette Company in Karanganyar. This study used a quasi-experimental method with a one-group pre-test and post-test design. A sample of 25 respondents was selected using purposive sampling. Productivity was measured based on daily production volume, with a minimum standard of 4,500 cigarettes per day. The intervention, which involved the use of elastic wrist splints, was administered for two weeks. The results showed an increase in productivity after using elastic wrist splints, with an average score increasing from 2.12 to 3.12. A Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p ≤ 0.05), indicating a significant difference between before and after the intervention. The conclusion of this study is that the use of elastic wrist splints is an effective non-pharmacological intervention for increasing the productivity of cigarette rollers experiencing wrist pain. The reduction in pain contributes to improved work performance, enabling the achievement of production targets and even exceeding the company's minimum production standards.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1307 Hubungan Self-Efficacy dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Kebidanan Tingkat III dalam Persiapan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) 2026-06-19T11:32:08+00:00 Kori Kornelia korneliakori.87@gmail.com Mira Arnita miraarnita84@gmail.com Rati Purnama Sari ratipurnamasariab@gmail.com <p style="font-weight: 400;"><strong>Latar Belakang:</strong> <em><span style="font-weight: 400;">Objective Structured Clinical Examination</span></em><span style="font-weight: 400;"> (OSCE) menjadi salah satu metode evaluasi kompetensi klinik yang sering digunakan dalam pendidikan kebidanan, namun OSCE sering menimbulkan kecemasan pada mahasiswa sehingga dapat mempengaruhi performa akademik dan keterampilan mahasiswa selama ujian. </span><em><span style="font-weight: 400;">Self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> diduga berperan dalam mempengaruhi tingkat kecemasan mahasiswa saat menghadapi OSCE meskipun kontribusinya terhadap kecemasan masih harus diteliti lebih lanjut. </span><strong>Tujuan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Menganalisis hubungan antara </span><em><span style="font-weight: 400;">self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan kecemasan mahasiswa tingkat III dalam menghadapi OSCE. </span><strong>Metode:</strong><span style="font-weight: 400;"> Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">cross-sectional</span></em><span style="font-weight: 400;"> dilakukan pada 87 mahasiswa D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Padang yang dipilih menggunakan purposive sampling. </span><em><span style="font-weight: 400;">Self-efficacy</span></em><span style="font-weight: 400;"> diukur menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSES), sedangkan kecemasan diukur menggunakan subskala kecemasan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis data menggunakan uji korelasi </span><em><span style="font-weight: 400;">Spearman Rank</span></em><span style="font-weight: 400;"> karena data tidak berdistribusi normal (p&lt;0,05). </span><strong>Hasil:</strong><span style="font-weight: 400;"> Nilai Cronbach's Alpha GSES (0,894) dan DASS-21 Anxiety (0,870) menunjukkan reliabilitas sangat baik. Rata-rata skor self-efficacy adalah 30,91±3,29 (kategori sedang), sedangkan rata-rata skor kecemasan adalah 15,75±8,05 (kategori sedang). Sebagian besar responden memiliki self-efficacy sedang (66,7%) dan kecemasan sedang (40,2%). Hasil uji Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan kecemasan dengan kekuatan korelasi sangat lemah (r = -0,212; p = 0,048), yang berarti self-efficacy hanya menjelaskan 4,5% variasi kecemasan mahasiswa. </span><strong>Kesimpulan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dan kecemasan menghadapi OSCE. Meskipun self-efficacy berperan sebagai faktor protektif, kecemasan OSCE dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti kesiapan akademik, pengalaman klinik, dan faktor eksternal. Oleh karena itu, intervensi pengurangan kecemasan perlu bersifat komprehensif dan tidak hanya berfokus pada peningkatan self-efficacy semata.</span></p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1429 Fisikokimia dan Organoleptik Berbasis Mocaf dan Bekatul pada Produk Mi dan Pasta: Tinjauan Literatur 2026-06-23T07:33:31+00:00 Adiska Satya Farja adiskasatyafarja@gmail.com Rini Harianti adiskasatyafarja@gmail.com Fathma Syahbanu adiskasatyafarja@gmail.com <p>Rendahnya konsumsi serat masyarakat Indonesia mendorong pengembangan mi kering tinggi serat berbasis bahan lokal. Tepung mocaf dan bekatul berpotensi digunakan sebagai substitusi tepung terigu karena kaya serat dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik fisikokimia dan organoleptik mi berbahan mocaf dan bekatul melalui studi literatur. Sebanyak sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tepung mocaf dapat meningkatkan kandungan serat, daya rehidrasi, dan <em>cooking loss</em>, tetapi menurunkan elastisitas produk karena tidak mengandung gluten. Sementara itu, bekatul mampu meningkatkan kandungan serat, vitamin E, dan senyawa bioaktif, namun penggunaan berlebihan dapat menyebabkan rasa pahit, aroma langu, dan tekstur yang lebih kasar. Secara keseluruhan, kombinasi mocaf dan bekatul berpotensi menghasilkan mi kering tinggi serat dengan nilai gizi yang lebih baik dibandingkan mi konvensional. Formulasi yang tepat diperlukan untuk memperoleh produk dengan mutu fisik dan tingkat penerimaan konsumen yang baik.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1200 Pengaruh Mindfulness Exercise Terhadap Stres Pada Lansia Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Werdha Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 2026-05-23T22:16:18+00:00 Putu Oki Pezi Saputra putuokifezisaputra@gmail.com Lolita Sary putuokifezisaputra@gmail.com Wahid Tri Wahyudi putuokifezisaputra@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi pada lansia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi kesehatan psikologis seperti stres. Lansia hipertensi sering mengalami kecemasan, keterbatasan aktivitas, dan kurangnya dukungan sosial, terutama yang tinggal di panti sosial. Kondisi stres yang berkepanjangan dapat memperburuk tekanan darah dan menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi stres adalah <em>mindfulness exercise</em>. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui pengaruh <em>mindfulness exercise</em> terhadap tingkat stres pada lansia hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Kabupaten Lampung Selatan. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>pra-experimental one group pretest-posttest</em>. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) sebelum dan sesudah intervensi <em>mindfulness exercise</em>. Data dianalisis menggunakan uji <em>paired sample t-test</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat stres setelah pemberian <em>mindfulness exercise</em>. Lansia terlihat lebih tenang, rileks, dan mampu mengontrol emosi dengan lebih baik. Analisis statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan <em>mindfulness exercise</em> terhadap penurunan tingkat stres pada lansia hipertensi. <strong>Simpulan:</strong> <em>Mindfulness exercise</em> efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk membantu menurunkan stres dan meningkatkan kenyamanan psikologis lansia hipertensi di panti sosial.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1229 Isolasi dan Identifikasi Flavonoid pada Daun Bidara (Ziziphus mauritiana Lamk) menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatografi (HPLC) 2026-05-30T19:37:06+00:00 Amanda Pratiwi Sugeha sugehaamanda@gmail.com Rizky Resvita R. Bahi resvitabahi@gmail.com Moh. Rivaldi Mappa mohrivaldimappa@gmail.com <p>Daun bidara <em>(Ziziphus mauritiana </em>Lamk<em>) </em>secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat herbal karena mengandung senyawa bioaktif yang berperan secara farmakologis. Di Kotamobagu daun bidara digunakan untuk mengatasi diare, pusing, dan pembengkakan, serta diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang berkaitan dengan kandungan flavonoid. Namun, data ilmiah mengenai profil flavonoidnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan profil kromatogram flavonoid dalam ekstrak daun bidara menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Tahapan penelitian meliputi metode kualitatif yaitu maserasi, skrining fitokimia, fraksinasi, KLT, kromatografi kolom, dan KLTP. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan HPLC dengan detektor UV-Vis (DAD) 260 nm, kolom C<sub>18</sub>, dan fase gerak asam format 0,1% dalam air (90%) serta asetonitril (10%) pada laju alir 1 mL/menit secara isokratik. Hasil menunjukkan nilai %RSD 0,22% dan memenuhi syarat linearitas baik R² sebesar 0,965% pada puncak kromatogram sampel dan pembanding kuarsetin dengan sekali injeksi muncul pada waktu retensi 3,095 menit yang mendekati standar kuersetin 3,022 menit, sehingga teridentifikasi senyawa golongan flavonoid jenis kuarsetin.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1269 Analisis Medication Error Fase Prescribing, Transcribing, Dispensing, dan Administration Terapi Intravena Pasien Anak: Review Naratif 2026-06-05T05:31:32+00:00 Kadek Dina Feronica Philip feronicadina54@gmail.com Wahyu Utaminingrum wahyuutaminingrum@ump.ac.id Erza Genatrika erzagenatrika@gmail.com <p><span style="font-weight: 400;">Medication error merupakan ancaman signifikan terhadap keselamatan pasien yang masih sering terjadi dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit. Kesalahan pengobatan dapat terjadi pada berbagai tahapan penggunaan obat, yaitu prescribing, transcribing, dispensing, dan administration. Pasien anak merupakan kelompok yang rentan mengalami medication error karena memerlukan perhitungan dosis yang disesuaikan dengan berat badan, usia, serta kondisi klinis. Risiko tersebut dapat meningkat pada penggunaan terapi intravena yang memerlukan ketelitian tinggi dalam proses penyiapan dan pemberian obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian medication error pada berbagai fase penggunaan obat pada pasien anak di rumah sakit, dengan penekanan pada terapi intravena apabila data tersedia. Penelitian dilakukan menggunakan metode narrative review terhadap 50 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa medication error ditemukan pada seluruh fase penggunaan obat. Pada fase prescribing, kesalahan dominan berupa ketidaklengkapan informasi resep seperti berat badan, dosis, dan rute pemberian. Pada fase transcribing ditemukan kesalahan penyalinan dan dokumentasi terapi. Fase dispensing didominasi oleh kesalahan penyiapan obat, pelabelan, serta rekonstitusi sediaan steril, sedangkan pada fase administration sering ditemukan ketidakpatuhan terhadap standar prosedur operasional pemberian obat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa medication error masih menjadi masalah dalam pelayanan pediatri sehingga diperlukan peningkatan sistem verifikasi obat, penerapan prosedur keselamatan pasien, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.</span></p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1325 Hubungan Posisi Persalinan Upright dengan Luaran Ibu dan Bayi Baru Lahir: Studi Kasus-Kontrol Retrospektif 2026-06-19T11:21:41+00:00 Mega Rahmawati megarahmawati61@gmail.com Ria Muji Rahayu megarahmawati61@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Posisi persalinan merupakan faktor yang dapat dimodifikasi bidan dan berpengaruh terhadap luaran ibu bersalin dan neonatus. Di TPMB wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Nuban, Kabupaten Lampung Timur, posisi litotomi masih mendominasi praktik persalinan dan angka episiotomi tercatat masih tinggi berdasarkan rekam medis tahun 2025. <strong>Tujuan: </strong>Menganalisis hubungan posisi persalinan upright (non-supine) dibandingkan posisi supine/litotomi dengan kejadian episiotomi dan luaran maternal-neonatal berdasarkan rekam medis persalinan di TPMB wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Nuban tahun 2025. <strong>Metode: </strong>Studi case-control retrospektif murni berbasis rekam medis periode Januari–Desember 2025. Kasus adalah ibu bersalin yang mengalami episiotomi; kontrol adalah ibu bersalin tanpa episiotomi, di-matching 1:1 berdasarkan paritas dan kelompok usia. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Schlesselman dengan α=0,05, power 80%, estimasi OR=3,0 dan proporsi paparan kontrol 35%, diperoleh minimal 44 per kelompok (total 88 rekam medis). Analisis data dilakukan pada tahun 2026 menggunakan uji Chi-Square, Odds Ratio (OR) dengan 95%CI, dan regresi logistik multivariat. <strong>Hasil: </strong>Diperoleh 44 kasus dan 44 kontrol yang memenuhi kriteria. Posisi supine/litotomi ditemukan pada 31 kasus (70,5%) dan 16 kontrol (36,4%), dengan perbedaan bermakna (p&lt;0,001). Posisi supine secara bermakna berhubungan dengan peningkatan risiko episiotomi (OR=4,17; 95%CI: 1,76–9,87; p=0,001) dan durasi kala II memanjang (OR=3,12; 95%CI: 1,21–8,07; p=0,019). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada luaran neonatal (p&gt;0,05). Setelah dikontrol variabel confounding, posisi supine tetap sebagai faktor risiko independen episiotomi (AOR=3,89; 95%CI: 1,58–9,57; p=0,003). <strong>Kesimpulan: </strong>Posisi supine/litotomi berhubungan bermakna dengan peningkatan risiko episiotomi pada persalinan di TPMB wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Nuban. Optimalisasi fasilitasi posisi upright oleh bidan diperlukan sebagai bagian dari asuhan persalinan berbasis bukti.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1379 Analisis Implementasi Sistem Penyimpanan dan Pengeluaran Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Salah Satu Apotek di Kota Jakarta Utara 2026-06-28T13:18:35+00:00 Ghina Raudhatul Jannah ghina25008@mail.unpad.ac.id Yoppi Iskandar ghina25008@mail.unpad.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Penyimpanan dan pengeluaran obat merupakan bagian penting dalam pengelolaan sediaan farmasi untuk menjaga mutu, keamanan, dan ketersediaan obat di apotek. Ketidaksesuaian sistem penyimpanan dan pengeluaran obat dapat menyebabkan penurunan mutu obat, kesalahan distribusi, serta peningkatan risiko obat kedaluwarsa. Penerapan sistem yang sesuai standar diperlukan untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian dan mendukung pengelolaan persediaan obat yang efektif serta efisien di apotek. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem penyimpanan dan pengeluaran obat berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian pada salah satu apotek di Kota Jakarta Utara. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan sifat deskriptif-evaluatif dan pendekatan prospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan indikator <em>checklist</em> berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 73 Tahun 2016, Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019 dan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Aspek yang diamati meliputi sistem penyimpanan obat, penerapan FIFO (<em>First In First Out</em>) dan FEFO (<em>First Expired First Out</em>), pencatatan stok dan sistem pengeluaran obat. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian, namun masih ditemukan ketidaksesuaian pada aspek dokumentasi dan pengendalian stok. <strong>Simpulan: </strong>Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem penyimpanan dan pengeluaran obat di apotek telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan evaluasi serta pengawasan berkala untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam upaya peningkatan mutu pengelolaan obat di apotek.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1490 Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Daun Sirih (Piper betle L.) Sebagai Biolarvasida Alami Untuk Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Pekon Bulurejo 2026-07-02T07:42:38+00:00 Iis Tri Utami yessaulfanni@gmail.com Krisna Yessa Ulfanni yessaulfanni@gmail.com Debi Istikomah yessaulfanni@gmail.com Arini Hamami Putri yessaulfanni@gmail.com Paul Fauria yessaulfanni@gmail.com Evi Rahayu yessaulfanni@gmail.com Elsa Putria yessaulfanni@gmail.com Andrean Mahendra yessaulfanni@gmail.com Annisa Nabila Inayah yessaulfanni@gmail.com Rico Santri yessaulfanni@gmail.com <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak pada genangan air di lingkungan rumah tangga. Upaya pengendalian vektor selama ini masih bergantung pada larvasida kimia yang berpotensi menimbulkan resistensi serta dampak lingkungan. Daun sirih (<em>Piper betle</em> L.) diketahui memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai biolarvasida alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Bulurejo dalam pemanfaatan daun sirih sebagai biolarvasida alami untuk pencegahan DBD. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan pembuatan larutan daun sirih, praktik aplikasi, dan evaluasi pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengendalian vektor DBD secara mandiri. Pendekatan pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan DBD yang berkelanjutan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1190 Efektivitas Barcode-Assisted Medication Administation (BCMA) dalam Menurunkan Kejadian Medication Error di Rumah Sakit: A Systematic Review 2026-05-23T22:11:02+00:00 Hardiyani Presticasari hardiyani.presticasari@unwahas.ac.id Mohammad Febry Andintias mohammadfebryandintias@unwahas.ac.id <p><em><span style="font-weight: 400;">Medication Error</span></em><span style="font-weight: 400;"> merupakan masalah yang banyak dijumpai dalam pelayanan Kesehatan yang berpotensi meningkatkan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, dan biaya perawatan pasien. </span><em><span style="font-weight: 400;">Barcode-Assisted Medication Administation</span></em><span style="font-weight: 400;"> (BCMA) dikembangkan sebagai teknologi keselamatan pasien untuk memastikan prinsip “5 benar” pemberian obat, yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, dan benar rute. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas BCMA dalam menurunkan </span><em><span style="font-weight: 400;">medication error</span></em><span style="font-weight: 400;">. Metode yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">systematic review</span></em><span style="font-weight: 400;"> berdasarkan pedoman </span><em><span style="font-weight: 400;">Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis</span></em><span style="font-weight: 400;"> (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui data Scopus, ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar dengan kata kunci “</span><em><span style="font-weight: 400;">barcode medication administration</span></em><span style="font-weight: 400;">”, “BCMA”, “</span><em><span style="font-weight: 400;">medication error</span></em><span style="font-weight: 400;">”, dan “</span><em><span style="font-weight: 400;">patients safety</span></em><span style="font-weight: 400;">”. Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi BCMA yang diintergrasikan dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">electronic medication administratuin record (</span></em><span style="font-weight: 400;">eMAR), </span><em><span style="font-weight: 400;">unit-dose dispensing</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">closed-loop medication system</span></em><span style="font-weight: 400;"> (CLMS), mampu menurunkan medication error seperti salah dosis, salah pasien, </span><em><span style="font-weight: 400;">omission error</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan </span><em><span style="font-weight: 400;">adverse drug events</span></em><span style="font-weight: 400;"> (ADEs). Namun, efektivitas sangat dipengaruhi oleh kepatuhan tenaga kesehatan melakukan </span><em><span style="font-weight: 400;">scanning barcode</span></em><span style="font-weight: 400;">, kualitas integrasi teknologi, desain system, dukungan organisasi, dan alur kerja yang jelas. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa BCMA efektif meningkatkan keselamatan pasien bila diterapkan sebagai bagian dari sistem pelayanan obat yang terintegrasi.</span></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1259 Efektivitas Booklet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Dan Bullying Anak PAUD 2026-06-19T22:30:42+00:00 Linda Suwarni linda.suwarni@unmuhpnk.ac.id Atthifah 242510114@unmuhpnk.ac.id Selviana selviana@unmuhpnk.ac.id <p>Kekerasan seksual dan bullying terhadap anak usia dini (PAUD) merupakan permasalahan serius yang sering terjadi. Kondisi ini menuntut upaya pencegahan dari orang tua dan guru, namun pengetahuan serta sikap keduanya masih belum memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi berbasis booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap orang tua mengenai pencegahan kekerasan seksual dan bullying. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 33 responden yang dipilih menggunakan accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan (skala Guttman) dan kuesioner sikap (skala Likert). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor mean pada keempat variabel setelah intervensi: pengetahuan bullying (∆ mean = +3,49, p value = 0,000), sikap terhadap bullying (∆ mean = +12.55, p value = 0,000), pengetahuan kekerasan seksual (∆ mean = +16,36, p value = 0,000), dan sikap terhadap kekerasan seksual (∆ mean = +21,49, p value = 0,000). Disimpulkan bahwa edukasi berbasis booklet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua dalam pencegahan kekerasan seksual dan bullying pada anak usia dini.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1279 Determinan Capaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi 2026-06-19T10:59:35+00:00 Nur Hikma ikanurhikma449@gmail.com Sudirman Sudirman ikanurhikma449@gmail.com Munawir H. Usman ikanurhikma449@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Sigi mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024, di mana wilayah kerja Puskesmas Kinovaro mencatat capaian terendah sebesar 35%. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan capaian imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro, Kabupaten Sigi. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 12–24 bulan sebanyak 236 orang, dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. <strong>Hasil:</strong> Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,003), keyakinan (p=0,000), dan keterjangkauan fasilitas kesehatan (p=0,037) terhadap capaian IDL. Sebaliknya, dukungan petugas kesehatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p=0,356). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa sikap ibu merupakan variabel determinan yang paling kuat dan dominan memengaruhi capaian IDL (skor statistik = 125,324). Capaian IDL di Puskesmas Kinovaro secara dominan dikendalikan oleh faktor sikap ibu. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk mengoptimalkan strategi komunikasi kesehatan yang berfokus pada ranah afektif dan konseling interpersonal guna mengubah sikap negatif ibu menjadi patuh terhadap imunisasi.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1305 Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Lingkar Timur 2026-06-08T21:30:57+00:00 Cindy Ramadhona cindyramadhona3@gmail.com Maria Eka Patri Yulianti cindyramadhona3@gmail.com M. Farid cindyramadhona3@gmail.com Dwi Kurnia Putri cindyramadhona3@gmail.com Afifah Fauziyyah cindyramadhona3@gmail.com <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang menjadi masalah kesehatan global karena dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pengendalian tekanan darah adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Lingkar Timur. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 102 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (66,7%), berusia 41–50 tahun (28,4%), menderita hipertensi selama 1 tahun (29,4%), berpendidikan SD (49,0%), dan bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (47,1%). Tingkat kepatuhan minum obat sebagian besar berada pada kategori tinggi (43,1%), sedangkan tekanan darah responden didominasi kategori hipertensi ringan (54,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai <em>p-value</em> &lt; 0,001 (α = 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat, semakin baik kontrol tekanan darah yang dicapai oleh pasien.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1340 Kepatuhan Apotek Komunitas terhadap Regulasi Pelayanan Antibiotik Tanpa Resep: Studi Mystery Shopper 2026-06-19T11:17:28+00:00 Dina Fakhriya dinafakhriya@umkudus.ac.id Satrio Dwi Ramadhan satrio.dwi@machung.ac.id Rodhi Anshari rodhi.anshari@machung.ac.id <p>Penggunaan antibiotik tanpa resep merupakan salah satu faktor yang berkontribusi meningkatkan terjadinya resistensi antimikroba, yang saat ini menjadi permasalahan kesehatan global. Apotek memiliki peran penting dalam memastikan penggunaan antibiotik yang rasional. Namun, informasi mengenai kepatuhan apotek terhadap regulasi pelayanan antibiotik tanpa resep masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan apotek terhadap regulasi tersebut menggunakan pendekatan <em>mystery shopper</em>. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> dilakukan menggunakan metode <em>mystery shopper</em> pada 96 apotek di wilayah Kabupaten Kudus dan Jepara yang dipilih secara acak. <em>Mystery shopper</em> berperan sebagai pasien dewasa yang mengalami keluhan batuk pilek selama dua hari dan meminta antibiotik tanpa membawa resep dokter. Data yang dikumpulkan meliputi pemberian antibiotik tanpa resep, jenis antibiotik yang diberikan, keberadaan apoteker dan edukasi penggunaan obat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Dari 96 apotek yang dikunjungi, sebanyak 73 apotek (76,04%) memberikan antibiotik tanpa resep dokter, sedangkan 23 apotek (23,96%) menolak permintaan tersebut. Amoksisilin merupakan antibiotik yang paling sering diberikan (75,34%), diikuti cefadroksil (20,55%) dan azitromisin (4,11%). Hanya sekitar 35 (36,46%) apotek yang memberikan edukasi dan kehadiran apoteker ditemukan lebih sering pada apotek yang patuh terhadap regulasi. Oleh karena itu masih diperlukan optimalisasi peran apoteker untuk mendukung penggunaan antibiotik yang rasional.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1425 Potensi Tempe sebagai Prebiotik untuk Meningkatkan Bakteri Asam Laktat pada Intoleransi Laktosa: Studi Literatur Naratif 2026-06-23T03:15:00+00:00 Zenithra Novia Adisty zenithranovia@gmail.com Ratih Kurniasari zenithranovia@gmail.com <p>Intoleransi laktosa merupakan gangguan pencernaan yang disebabkan oleh rendahnya aktivitas enzim laktase sehingga laktosa tidak dapat dicerna secara optimal dan menimbulkan berbagai gejala gastrointestinal. Tempe sebagai pangan fermentasi tradisional Indonesia berpotensi menjadi alternatif pangan fungsional bagi penderita intoleransi laktosa karena bebas laktosa serta mengandung komponen yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi tempe sebagai sumber prebiotik dalam meningkatkan Bakteri Asam Laktat (BAL) dan mendukung kesehatan pencernaan pada individu dengan intoleransi laktosa. Metode yang digunakan adalah <em>narrative literature review</em> melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, MDPI, dan ResearchGate periode 2015-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa tempe mengandung berbagai genus BAL, seperti <em>Lactobacillus, Enterococcus, Micrococcus</em>, dan <em>Weissella</em> yang berpotensi sebagai kandidat probiotik. Selain itu, komponen hasil fermentasi tempe berpotensi mendukung pertumbuhan mikroorganisme menguntungkan, memodulasi mikrobiota usus, dan berkontribusi terhadap pembentukan <em>short-chain fatty acids</em> (SCFA) yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Meskipun demikian, bukti klinis mengenai pengaruh konsumsi tempe terhadap gejala intoleransi laktosa masih terbatas. Tempe berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional berbasis prebiotik dan probiotik untuk mendukung kesehatan pencernaan penderita intoleransi laktosa.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1198 Gambaran Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi Di UPTD Puskesmas Teluk Pucung 2026-05-23T22:13:46+00:00 Leonov Rianto leonovrianto@ikifa.ac.id Aries Meryta leonovrianto@ikifa.ac.id Djauhara Mumtazah leonovrianto@ikifa.ac.id <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan terapi yang baik untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kesehatan, terutama pada pelayanan kesehatan primer. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Teluk Pucung. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 400 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengukuran kepatuhan pengobatan dilakukan menggunakan kuesioner <em>Probabilistic Medication Adherence Scale</em> (ProMAS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden berada pada kelompok usia 45–50 tahun sebanyak 154 responden (38,5%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 291 responden (72,7%). Tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi sebagian besar berada pada kategori rendah-sedang sebanyak 167 responden (41,8%) dan kategori rendah sebanyak 159 responden (39,7%). Selain itu, masih ditemukan perilaku ketidakpatuhan pengobatan, seperti mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan serta ketidaksesuaian waktu penggunaan obat. <strong>Simpulan:</strong> Tingkat kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Teluk Pucung masih belum optimal. Diperlukan upaya edukasi, konseling, dan pemantauan kepatuhan pengobatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan keberhasilan terapi hipertensi.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1321 Daya Terima dan Kandungan Serat Bakpao Isian Pasta Kacang Merah Substitusi Tepung Bekatul dan Inulin 2026-06-19T11:23:39+00:00 Clara Oktora Napitupulu claraoktora02@gmail.com Annis Catur Adi claraoktora02@gmail.com <p>Konsumsi serat pangan penduduk Indonesia masih rendah dan dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif. Pengembangan bakpao berbasis tepung bekatul, inulin, dan pasta kacang merah berpotensi menjadi alternatif makanan selingan sumber serat. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya terima dan kandungan serat pangan bakpao dengan substitusi tepung bekatul dan inulin. Penelitian menggunakan desain eksperimental murni dengan Rancangan Acak Lengkap, terdiri atas satu formula kontrol (F0) dan empat formula modifikasi (F1–F4) dengan perbedaan proporsi tepung bekatul dan inulin pada kulit serta isian bakpao. Uji hedonik dilakukan oleh 34 panelis semi terlatih menggunakan uji hedonik skala 6. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Formula modifikasi terbaik dianalisis kandungan serat pangan total menggunakan metode gravimetri. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antar formula pada atribut warna, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan, sedangkan aroma tidak berbeda signifikan. Formula F1 memperoleh skor penerimaan keseluruhan tertinggi di antara formula modifikasi, yaitu 4,29±0,79, serta mengandung serat pangan total 12,02 g/100 g dan 9,62 g/sajian 80 g. Bakpao F1 dapat dikategorikan sebagai makanan selingan tinggi serat dengan daya terima cukup baik.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1365 Hubungan Sosiodemografi (Usia, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan, Keikutsertaan dalam Asuransi Kesehatan) dengan Kepatuhan terhadap Kemoterapi pada Pasien Kanker Payudara 2026-06-28T13:17:07+00:00 Fanny Metungku fanymetungku@fk.unmul.ac.id Sholichin sholichin307@gmail.com Syahrun syahrun@fk.unmul.ac.id <p>Kemoterapi merupakan modalitas utama yang efektif meningkatkan angka harapan hidup, namun manfaatnya optimal hanya jika pasien patuh terhadap jadwal siklus terapi. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya karakteristik sosiodemografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi (usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan asuransi kesehatan) dengan kepatuhan menjalani kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik-korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 pasien kanker payudara rawat jalan yang sedang atau telah menjalani kemoterapi intravena. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner data demografi dan rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. <strong>Hasil: </strong>Mayoritas responden berusia 30–49 tahun (65%), berpendidikan dasar (SD/SMP) (47%), tidak bekerja (60%), dan seluruhnya menggunakan asuransi kesehatan BPJS (100%). Sebanyak 61% responden patuh menjalani kemoterapi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0,000) dan status pekerjaan (p &lt; 0,25 dengan kepatuhan kemoterapi. Sebaliknya, usia (p = 0,617) dan asuransi kesehatan (nilai p konstan karena homogenitas data 100% BPJS) tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan kemoterapi. <strong>Kesimpulan: </strong>Karakteristik sosiodemografi berupa tingkat pendidikan dan status pekerjaan memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1461 Gambaran Kemampuan Ibu Dalam Penanganan Pertama Kejang Demam Di Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung Tahun 2026 2026-06-28T22:56:43+00:00 Yulya Reva setiawati@malahayati.ac.id Aryanti Wardiyah setiawati@malahayati.ac.id Setiawati Setiawati setiawati@malahayati.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kejang demam merupakan kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak dan memerlukan penanganan yang tepat oleh ibu sebagai pengasuh utama. Ketidaktepatan dalam penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gambaran kemampuan ibu dalam menangani kejang demam yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui gambaran kemampuan ibu dalam penanganan pertama kejang demam pada anak di Puskesmas Sukaraja, Bandar Lampung, tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian kuantitatif, desain deskriptif, populasi sebanyak 100 ibu yang memiliki balita, dengan&nbsp; sampel 80 responden yang diambil dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data menggunakan analisis univariat. <strong>Hasil:</strong> Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 44 responden (55,0%), sikap kurang sebanyak 41 responden (51,3%), dan keterampilan kurang sebanyak 47 responden (58,8%). Karakteristik responden didominasi oleh ibu dengan usia dewasa muda, tingkat pendidikan SMA, dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. <strong>Kesimpulan: </strong>Kemampuan ibu dalam penanganan pertama kejang demam pada anak di Puskesmas Sukaraja, Kota Bandar Lampung, tahun 2026 masih tergolong rendah, terutama pada aspek keterampilan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap dan keterampilan melalui metode pelatihan praktik secara langsung agar ibu mampu melakukan penanganan kejang demam secara tepat dan mandiri.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1181 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang MP-ASI dengan Kejadian Stunting pada Balita di Bekonang, Sukoharjo 2026-05-23T21:02:15+00:00 Latifa Nur Sabrina fivalatifa85@gmail.com Firmansyah fivalatifa85@gmail.com <p><strong>Pendahuluan :</strong> <em>Stunting</em> masih menjadi masalah kesehatan pada balita yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). <strong>Tujuan :</strong> mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita di Desa Bekonang, Kabupaten Sukoharjo<strong>. Metode :</strong> Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 92 responden yang dipilih menggunakan <em>proportional random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan (<em>cronbach's alpha</em> = 0,839) dan sikap ibu (<em>cronbach’s alpha</em> = 0,740) menggunakan pengukuran antropometri balita, kemudian dianalisis menggunakan uji <em>Chi Square</em> dengan tingkat signifikansi p≤0,05. <strong>Hasil :</strong> sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang pemberian MP-ASI sebesar 68,5%, namun mayoritas memiliki sikap negatif terhadap pemberian MP-ASI sebesar 52,2%. Proporsi balita yang mengalami <em>stunting</em> sebesar 20,7%. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian <em>stunting</em> (p=0,270), tetapi terdapat hubungan signifikan antara sikap ibu tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita (p=0,035). <strong>Kesimpulan :</strong> Pengetahuan ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan, namun sikap ibu memiliki hubungan signifikan tentang pemberian MP-ASI dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita di Bekonang, Sukoharjo.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1336 Kajian Partisipasi Remaja dan Lansia Pada Posyandu Integrasi Layanan Primer di Wilayah Kerja Puskesmas Buaran 2026-06-19T11:19:11+00:00 Firda Dini Maulida firdadini.pkl@gmail.com Laili Firmayanti lailifirmayanti06@gmail.com Agisca Ramadhani ramadhaniagisca@gmail.com Fadhila Mayasya Fani fadhilamayasyafani@gmail.com Salsa Diva Az Zahra salsadiva145@gmail.com Yulis Indriyani yulis@unikal.ac.id Teguh Irawan trikuris@yahoo.co.id <p>Integrasi Layanan Primer (ILP) melalui posyandu siklus hidup bertujuan memperluas jangkauan layanan dasar, namun tingkat kunjungan kelompok remaja dan lanjut usia (lansia) terpantau masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan dinamika serta akar penyebab rendahnya partisipasi aktif kelompok remaja dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Buaran menggunakan perspektif Teori Tangga Partisipasi Arnstein. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-komparatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap informan remaja, lansia, kader, serta petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakselarasan (<em>mismatch</em>) antara manajemen operasional posyandu dengan karakteristik kebutuhan khas kedua kelompok sasaran. Rendahnya keterlibatan remaja didominasi oleh hambatan struktural berupa benturan jadwal sekolah, ketiadaan dukungan kelompok sebaya, dan minimnya jaminan kerahasiaan privat dalam ruang pelayanan harian. Di sisi lain, suboptimalnya kunjungan lansia sangat dipengaruhi oleh kemunduran kapasitas fisik biologis yang diperparah oleh hambatan jarak geografis ke lokasi pelayanan, buruknya saluran komunikasi publik, serta keterbatasan logistik obat-obatan dan stik tes laboratorium lengkap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program transformasi kesehatan primer ini sangat bergantung pada rekonstruksi tata kelola pelayanan publik yang inklusif melalui desentralisasi pos pelayanan bagi lansia serta penyediaan ruang privat dan optimalisasi promosi digital bagi kelompok remaja.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1404 Evaluation Of The Effect Of Trastuzumab And Non-Trastuzumab Therapy On Overall Survival And Prognosis Of HER2-Positive Breast Cancer At Fatmawati Hospital Jakarta 2019-2024 2026-06-21T10:30:20+00:00 Elis Nurlatipah elisnurlatipah09@gmail.com Dian Ratih L elisnurlatipah09@gmail.com Ahmad Subhan elisnurlatipah09@gmail.com Sarwanti Sarwanti elisnurlatipah09@gmail.com <p><strong>Pendahuluan</strong>: Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dan kanker payudara merupakan jenis yang paling sering ditemukan. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, terdapat 178.393 kasus kanker payudara secara global, termasuk 66.271 kasus (16,2%) di Indonesia. Subtipe HER2-positif diketahui lebih agresif dan memiliki prognosis yang lebih buruk. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengevaluasi pengaruh terapi trastuzumab dan non-trastuzumab terhadap kelangsungan hidup (<em>overall survival</em>/OS), mengidentifikasi faktor klinis yang memengaruhi hasil terapi, serta menilai pengaruhnya terhadap prognosis pasien kanker payudara HER2-positif di RSUP Fatmawati Jakarta periode 2019–2024. <strong>Metode</strong>: Kohort retrospektif dengan data sekunder dari rekam medis Kaplan–Meier, uji log-rank, dan model Cox proportional hazards. <strong>Hasil</strong>: Dari 178 pasien, sebanyak 31 (17,4%) mengalami <em>event</em> dan 147 (82,6%) tergolong <em>censored</em>. Terapi trastuzumab, terutama bila dikombinasikan dengan terapi hormonal, menunjukkan hasil terbaik dengan rerata OS 1.096 hari tanpa kejadian <em>event</em>, sedangkan kelompok tanpa terapi target memiliki angka kematian tertinggi (55%) dengan rerata OS 855 hari (p = 0,13). Ukuran tumor (p = 0,02) dan lokasi metastasis (p = 0,04) berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup. <strong>Kesimpulan</strong>: Kelompok risiko rendah, yang sebagian besar menerima trastuzumab, memiliki prognosis terbaik (4,4% kejadian), sedangkan kelompok risiko tinggi menunjukkan penurunan kelangsungan hidup signifikan (40% kejadian; log-rank p &lt; 0,0001; C-index = 0,820).</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1525 Activity Antibacterial Extract Ethanol Duku (Lansium domesticum Corr) to Bacteria Salmonella typhi 2026-07-05T03:21:35+00:00 Afifah Zahra Indahsari Nasir reynatha.pangsibidang@idu.ac.id Reynatha C.A. Pangsibidang reynatha.pangsibidang@idu.ac.id <p>Indonesia is currently among the countries with the highest incidence of typhoid fever, and research suggests that langsat fruit extract may inhibit the spread of Salmonella Typhi. Typhoid fever is a systemic infection caused by the bacterium Salmonella enterica subspecies enterica serovar Typhi (Salmonella Typhi) and is an important cause of illness and death worldwide, with an estimated 10.9 million new infections and 116,800 deaths. Objective: This study aims to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of langsat fruit peel against Salmonella typhi by reviewing related articles. Method: This literature review uses a descriptive approach, examining several studies published in journals and scientific articles on the antibacterial activity of langsat ethanol against Salmonella Typhi. The databases used are Google Scholar and Scopus, with a time span of the last 10 years. Results: In this study, antibacterial activity against Salmonella Typhi was observed at concentrations of 25%, 50%, and 75%. The average diameters of the inhibition zones are 10.22mm, 11.94mm, and 13.63 mm. The concentration with a strong inhibition zone is 75%, which has greater antibacterial activity compared to concentrations of 50% and 25%. This is due to the presence of secondary metabolite compounds, including alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and triterpenoids. Conclusion: Experimental research shows that langsat fruit peel extract has potential as a natural solution for inhibiting Salmonella Typhi.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1139 Penelitian Global tentang Akupresur untuk Manajemen Nyeri: Tinjauan Bibliometrik Keperawatan 2026-05-11T09:49:36+00:00 srinalesti mahanani nalesti.mahanani@gmail.com Desi Natalia Trijayanti Idirs idrisdede87@gmail.com Erlin Kurnia egan.erlin@gmail.com Dian Prawesti nsdianprawesti23@gmail.com <p><strong>Pendahuluan</strong>: Pengembangan bidang ilmu keperawatan saat ini memerlukan suatu tinjauan sintesis yang berfokus pada efikasi yang menunjukkan siapa yang membentuk bidang ilmu tentang akupresur dan nyeri, di mana kolaborasi terkonsentrasi, dan populasi nyeri mana yang mendominasi penelitian. Perlunya penyediaan peta literatur akupresur yang spesifik untuk nyeri dan berorientasi pada keperawatan, serta agenda praktis untuk translasi penelitian di masa mendatang. <strong>Tujuan</strong>: Untuk memetakan pertumbuhan publikasi, sumber-sumber berpengaruh, pola kolaborasi, dan struktur tematik dalam literatur tentang akupresur untuk manajemen nyeri dan untuk mengidentifikasi prioritas untuk penelitian dan praktik keperawatan. <strong>Metode</strong>: Desain penelitian menggunakan tinjauan literatur bibliometrik. Catatan yang diindeks Scopus tentang akupresur dan manajemen nyeri diambil menggunakan strategi pencarian yang telah ditentukan. Artikel dan ulasan berbahasa Inggris disaring untuk relevansi topikal dan kelengkapan metadata. Indikator bibliometrik deskriptif dihitung, dan pemetaan sains dilakukan menggunakan analisis yang setara dengan VOSviewer dari kemunculan bersama kata kunci, kepenulisan bersama penulis, dan kolaborasi negara dengan penghitungan lengkap. Sumber data yang digunakan adalah Scopus mencakup dokumen yang diterbitkan antara tahun 2012 dan 2022. <strong>Hasil</strong>: Dari 581 catatan yang awalnya diambil, 144 dokumen memenuhi kriteria kelayakan. Dataset ini terdiri dari 131 artikel dan 13 ulasan yang diterbitkan dalam 81 jurnal, dengan total 1.381 kutipan dan rata-rata 9,59 kutipan per dokumen. Aktivitas publikasi mencapai puncaknya pada tahun 2021. Jurnal yang paling produktif adalah Evidence-based Complementary and Alternative Medicine; penulis yang paling produktif adalah Yeh, C.H. dan Chien, L.-C.; dan negara yang paling produktif adalah Iran dan Amerika Serikat. Empat klaster tematik utama muncul: nyeri obstetri/reproduksi, nyeri muskuloskeletal kronis, nyeri perioperatif/prosedural, dan beban gejala/kualitas hidup. <strong>Kesimpulan</strong>: Penelitian tentang akupresur untuk manajemen nyeri semakin berkembang dan beragam secara klinis, tetapi bidang ini masih terfragmentasi secara metodologis. Kolaborasi internasional yang lebih kuat, standardisasi protokol yang lebih jelas, dan studi yang lebih berfokus pada implementasi diperlukan sebelum temuan dapat diterjemahkan secara lebih konsisten ke dalam praktik keperawatan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1196 Pengaruh Pemberian Edukasi Media Leaflet Terhadap Kepatuhan Penggunaan Tablet Tambah Darah Pada Siswi Farmasi SMKN 1 Martapura 2026-05-23T22:13:18+00:00 Noorlaily Deviyanti noorlaily.deviyanti@gmail.com Melviani noorlaily.deviyanti@gmail.com Yusuf Anggoro Mukti noorlaily.deviyanti@gmail.com Rohama noorlaily.deviyanti@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong><span style="font-weight: 400;">: Anemia merupakan masalah kesehatan global yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin yang memicu penurunan konsentrasi hingga morbiditas pada remaja perempuan. Kelompok ini menjadi sasaran prioritas intervensi akibat tingginya kebutuhan zat besi selama fase pertumbuhan dan siklus menstruasi. Mengingat tingkat kepatuhan penggunaan tablet tambah darah memiliki dampak signifikan terhadap mencegah anemia pada remaja perempuan. Intervensi berupa edukasi kesehatan enjadi langkah strategis yang harus dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan tersebut. </span><strong>Tujuan</strong><span style="font-weight: 400;">: Mengetahui pengaruh pemberian edukasi media </span><em><span style="font-weight: 400;">leaflet</span></em><span style="font-weight: 400;"> terhadap kepatuhan penggunaan tablet tambah darah pada siswi Farmasi SMKN 1 Martapura. </span><strong>Metode</strong><span style="font-weight: 400;">: Menggunakan desain </span><em><span style="font-weight: 400;">quasi-experimental</span></em> <em><span style="font-weight: 400;">one-group pretest-posttest design</span></em><span style="font-weight: 400;">, penelitian ini melibatkan 56 responden yang dipilih secara </span><em><span style="font-weight: 400;">purposive sampling</span></em><span style="font-weight: 400;"> dari populasi siswi kelas XI Farmasi SMKN 1 Martapura. </span><strong>Hasil</strong><span style="font-weight: 400;">: Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap kepatuhan penggunaan tablet tambah darah, dimana sebelum diberikan edukasi mayoritas responden 73,2% berada pada kategori tidak patuh, namun setelah diberikan edukasi media </span><em><span style="font-weight: 400;">leaflet</span></em><span style="font-weight: 400;">, proporsi tersebut berbalik dengan 76,8% responden beralih menjadi patuh. Efektivitas intervensi diperkuat secara statistik melalui uji </span><em><span style="font-weight: 400;">Wilcoxon </span></em><span style="font-weight: 400;">yang menghasilkan nilai p = 0,000 (p &lt; 0,05), menegaskan bahwa edukasi media </span><em><span style="font-weight: 400;">leaflet</span></em><span style="font-weight: 400;"> memberikan pengaruh signifikan. </span><strong>Kesimpulan</strong><span style="font-weight: 400;">: Pemberian edukasi media </span><em><span style="font-weight: 400;">leaflet</span></em><span style="font-weight: 400;"> terbukti berpengaruh meningkatkan kepatuhan penggunaan tablet tambah darah secara signifikan.</span></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1222 Karaktertistik Urine Dengan Pola Resistensi Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih Di Beberapa Rumah Sakit Kota Manado 2026-05-30T19:43:14+00:00 Michael Vallery Loueis Tumbol michael30tumbol@gmail.com Indra Elisabet Lalangpuling michael30tumbol@gmail.com Gabriella Lelengboto michael30tumbol@gmail.com Novri Lorens Nontah michael30tumbol@gmail.com Risti A.D Hasan michael30tumbol@gmail.com Vutry Osyania Sasauw michael30tumbol@gmail.com <p>Di Indonesia prevalensi ISK berkisar antara 5-15 % dengan jumlah penderita mencapai 90-100 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Bakteri menjadi penyebab ISK adalah <em>Escherichia coli</em>, <em>Klebsiella</em>, dan <em>Staphylococcus sp</em>. Pengobatan utama ISK adalah antibiotik, masalahnya sudah terjadi resistensi bakteri. Pemeriksaan laboratorium diawali dengan urinalysis dan menjadi petunjuk awal adanya ISK. Berdasarkan hal diatas, adalah bagaimana hubungan karakteristik urine dan pola resistensi bakteri ISK di beberapa rumah sakit di Kota Manado. Jenis penelitian studi <em>cross-sectional</em> bertujuan mengetahui karakteristik urine dan pola resistensi bakteri penyebab ISK di beberapa rumah sakit Kota Manado pada bulan Januari-Juni 2024. Karakteristik utama urine ISK adalah warna kuning cerah, bau amoniak, urine keruh, positif bakteri, pH 5.0 - 6.0, berat jenis 1,005 - 1,030, positif protein, eritrosit, dan leukosit esterase. Pola resistensi bakteri penyebab ISK pada penelitian ini adalah bakteri <em>E.coli</em> telah resisten terhadap Ampicillin (67%), ceftriaxone (63%), dan cefoxitin (50%); <em>Enterobacter aerogenes</em> dan<em> Pseudomonas aeruginosa</em> telah resisten terhadap Ampicillin (59%) dan cefoxitin (63%); <em>Klebsiella pneumoniae</em> telah resisten terhadap Ceftriaxone (50%) dan <em>Staphylococcus aureus</em> telah resisten terhadap Ampicillin (50%), Clindamycin (54%). Terdapat hubungan karakteristik warna urine, leukosit esterase dan jenis bakteri, dan tidak terdapat hubungan kejernihan urine, bau urine, pH urine, protein urine, eritrosit dalam urine dan berat jenis urine penderita ISK dengan pola resistensi antibiotika.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1244 Kajian literatur Gambaran Histori Kejadian Luar Biasa (KLB) Leptospirosis di Provinsi Jawa Timur : Studi Pustaka 2026-05-30T19:31:46+00:00 Lymbran Tina Lymbranizzah@gmail.com Muh. Zhaldri Lymbranizzah@gmail.com Nur Sisnawati Lymbranizzah@gmail.com Ninghayati Ninghayati Lymbranizzah@gmail.com <p>Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini berpotensi menimbulkan KLB terutama pada daerah dengan kondisi lingkungan seperti banjir dan sanitasi yang buruk. Berdasarkan data kejadian leptospirosis di Provinsi Jawa Timur tahun 2013–2023, CFR menunjukkan tingkat keparahan yang cukup tinggi pada beberapa tahun, terutama tahun 2019 sebesar 15,6% dengan 147 kasus dan 23 kematian. Pada tahun 2013 CFR sebesar 8,41% dan tahun 2021 sebesar 9,3%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis histori kejadian leptospirosis di Provinsi Jawa Timur selama periode 2013–2023 serta pola CFR. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi pustaka menggunakan data sekunder berupa jumlah kasus dan kematian yang diperoleh dari jurnal ilmiah serta laporan resmi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan total kasus leptospirosis selama periode pengamatan mencapai 2.388 kasus dengan 122 kematian. Jumlah kasus meningkat terutama setelah tahun 2019 hingga mencapai 882 kasus pada tahun 2023, sedangkan CFR cenderung menurun menjadi 1,3%. Kesimpulannya, leptospirosis masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Jawa Timur dan diperlukan penguatan surveilans, deteksi dini, perbaikan sanitasi lingkungan, serta peningkatan edukasi masyarakat untuk menekan angka kejadian dan mencegah KLB.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1290 Effectiveness Of Robot-Assisted Gait Training (RAGT) In Improving Motor Function In Children With Cerebral Palsy: A Systematic Review 2026-06-19T11:30:36+00:00 Oktaviani Fitriyah oktavianifitriyah@umpo.ac.id Sabrina Jauza Yonasha oktavianifitriyah@umpo.ac.id Tasya Alunna Nissaussholihah oktavianifitriyah@umpo.ac.id <p><em>Cerebral Palsy </em>(CP) merupakan sekolompok kondisi yang ditandai dengan cedera otak non-progresif pada masa bayi yang menyebabkan kondisi terbatasnya aktivitas serta dampak yang menetap pada perkembangan motorik pusat dan postur tubuh. Tujuan utama RAGT adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran motorik melalui stimulasi berjalan yang dilakukan berulang kali disertai dengan umpan balik audio-visual. RAGT menawarkan program rehabilitasi yang lebih canggih dan bisa diubah sesuai kebutuhan. RAGT telah diperkenalkan selama 15 tahun terakhir dan menggabungkan perangkat ortosis robot bilateral. Pemilihan artikel dalam penelitian ini menggunakan metode <em>systematic review</em>. Pemilihan artikel dilakukan pada bulan Juli tahun 2025 oleh penulis pertama yang selanjutnya kembali dipilih 8 artikel berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Berdasarkan hasil pencarian dan pemilihan artikel yang telah dilakukan oleh penulis pertama, didapatkan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Studi <em>systematic review</em> yang peneliti lakukan berisi artikel mengenai fisioterapi pada <em>cerebral palsy</em> dengan terapi modalitas menggunakan <em>Robot-Assisted Gait Training</em> (RAGT) yang menyatakan bahwa semua kasus menunjukkan peningkatan sudut ekstensi sendi panggul dan lutut saat fase stance, Aktivitas otot gluteus maximus meningkat selama <em>stance phase</em>, Peningkatan skor <em>Canadian Occupational Performance Measure</em> (COPM) baik dalam performa maupun kepuasan. Maka dapat disimpulkan bahwa RAGT merupakan salah satu metode rehabilitasi yang potensial dalam meningkatkan fungsi motorik kasar, keseimbangan postural, serta parameter gaya berjalan seperti panjang langkah, kecepatan, dan efisiensi energi.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1318 Hubungan Tingkat Stres dengan Perilaku Emotional Eating pada Remaja di SMA Negeri 7 Kota Gorontalo 2026-06-19T11:24:02+00:00 Tasmi S Djafar tsmidjfr@gmail.com Siti Hajar Salawali sitihajar.salawali@ung.ac.id Vivien Novarina A. Kasim sitihajar.salawali@ung.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Emotional eating merupakan perilaku makan yang banyak ditemukan pada remaja dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, seperti pola makan yang tidak sehat dan peningkatan berat badan. Perilaku ini ditandai dengan kecenderungan mengonsumsi makanan sebagai respons terhadap emosi negatif dibandingkan rasa lapar fisiologis. Salah satu faktor yang berperan dalam munculnya emotional eating adalah tingkat stres. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami stres akibat berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial selama masa perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres dengan perilaku </span><em><span style="font-weight: 400;">emotional eating</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada remaja di SMA Negeri 7 Kota Gorontalo. Studi ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 163 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Tingkat stres diukur menggunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">Perceived Stress Scale</span></em><span style="font-weight: 400;">-10 (PSS-10), sedangkan </span><em><span style="font-weight: 400;">emotional eating</span></em><span style="font-weight: 400;"> diukur menggunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">Dutch Eating Behavior Questionnaire</span></em><span style="font-weight: 400;"> (DEBQ). Hasil uji bivariat menggunakan uji </span><em><span style="font-weight: 400;">Spearman Rank </span></em><span style="font-weight: 400;">. Mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (36,2%) dan perilaku </span><em><span style="font-weight: 400;">emotional eating </span></em><span style="font-weight: 400;">tinggi (38,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku </span><em><span style="font-weight: 400;">emotional eating </span></em><span style="font-weight: 400;">(p = 0,002; r= 0,469) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah hubungan positif. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan perilaku </span><em><span style="font-weight: 400;">emotional eating </span></em><span style="font-weight: 400;">pada remaja di SMA Negeri 7 Kota Gorontalo.</span></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1355 Hubungan Efek Samping Obat Antituberkulosis Terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Lingkar Timur 2026-06-18T01:31:04+00:00 Meka Yolanda yolandameka4@gmail.com Sylvia Rianissa Putri sylvia.r.putri2@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengobatan TB yang berlangsung lama dapat menimbulkan efek samping obat antituberkulosis (OAT) yang berpotensi memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. <strong>Metode:</strong> Penelitian observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 35 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner efek samping OAT dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Fisher’s Exact</em> Test. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden mengalami efek samping kategori sedikit sebanyak 29 responden (82,9%), sedangkan 6 responden (17,1%) mengalami efek samping kategori banyak. Tingkat kepatuhan menunjukkan 19 responden (54,3%) patuh dan 16 responden (45,7%) tidak patuh. Hasil uji <em>Fisher’s Exact Test</em> diperoleh nilai <em>p-value</em> = 0,005 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan signifikan antara efek samping OAT dan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis. Semakin banyak efek samping yang dialami, semakin rendah tingkat kepatuhan pengobatan pasien.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1437 Literature Review: Utilization of Carrot Flour in Food Products as an Effort to Increase Fiber and β-carotene Content 2026-06-26T21:57:15+00:00 Dinda Syari’atul Muthi‘ah dindasyariatulm@gmail.com Ratih Kurniasari dindasyariatulm@gmail.com Rini Harianti dindasyariatulm@gmail.com <p>Rendahnya konsumsi buah dan sayur di Indonesia berdampak pada kurangnya asupan serat dan vitamin A masyarakat, sehingga diperlukan inovasi produk pangan fungsional sebagai solusi alternatif. Wortel (<em>Daucus carota</em> L.) merupakan komoditas lokal yang kaya β-karoten dan serat pangan dan dapat diolah menjadi tepung untuk memperluas pemanfaatannya sebagai bahan substitusi produk pangan berbasis tepung. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh substitusi tepung wortel terhadap kandungan serat, β-karoten, sifat fisik, dan organoleptik produk pangan. Metode yang digunakan adalah <em>tinjauan literatur</em> terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2016–2026 dan diperoleh dari basis data PubMed/NCBI, Science Direct, dan Google Scholar, dengan total 8 studi empiris yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa substitusi tepung wortel secara konsisten meningkatkan kandungan β-karoten, serat, senyawa fenolik, flavonoid, dan aktivitas antioksidan produk secara proporsional sesuai jumlah tepung wortel yang digunakan. Dari sisi organoleptik, substitusi pada proporsi yang tepat mampu mempertahankan bahkan meningkatkan penerimaan konsumen. Disimpulkan bahwa tepung wortel berpotensi besar sebagai bahan substitusi fungsional yang mendukung diversifikasi pangan lokal dan perbaikan status gizi masyarakat Indonesia.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1233 Pengaruh Media Gizi terhadap Asupan Makan dan Sikap mengenai 4 Pilar Gizi Seimbang pada Remaja 2026-05-29T07:19:54+00:00 Anezla Fairuza Albakitani 2210631220029@student.unsika.ac.id Ratih Kurniasari 2210631220029@student.unsika.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini, remaja mudah sekali terpengaruh oleh dunia luar, mengakibatkan ketidakseimbangan asupan energi dan protein dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi berupa poster, kartu mitos fakta dan video animasi terhadap asupan energi dan protein dan sikap mengenai 4 Pilar Gizi Seimbang pada remaja. Desain penelitian yang digunakan adalah </span><em><span style="font-weight: 400;">Quasy Experiment </span></em><span style="font-weight: 400;">dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">metode One Group Pretest Posttest</span></em><span style="font-weight: 400;"> tanpa kontrol, yang dilakukan di SMPN 2 Karawang Timur. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas 7 yang berusia 12-15 tahun, dipilih menggunakan teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">purposive sampling</span></em><span style="font-weight: 400;">. Intervensi dilakukan dengan memberikan media edukasi setelah </span><em><span style="font-weight: 400;">pretest</span></em><span style="font-weight: 400;">, dan diikuti oleh </span><em><span style="font-weight: 400;">posttest </span></em><span style="font-weight: 400;">serta pengumpulan data </span><em><span style="font-weight: 400;">food recall </span></em><span style="font-weight: 400;">2x24 jam dan sikap terkait 4 Pilar Gizi Seimbang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam sikap dan asupan energi dan protein setelah intervensi dengan media edukasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media edukasi dapat meningkatkan pemahaman remaja terhadap gizi seimbang serta mempengaruhi kebiasaan makan mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penggunaan media sebagai sarana efektif dalam edukasi gizi di kalangan remaja.</span></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1275 Praktik Pemberian MP-ASI Dini: Perspektif Sikap dan Budaya Ibu 2026-06-05T05:30:01+00:00 Dian Ardyanti ardyantidian24@gmail.com Joko Sapto Pramono jokospramono@gmail.com Nina Mardiana ninawd3@gmail.com Indah Wardatul Jannah indahwardatul03@gmail.com <p>Pendahuluan: Ketika MP-ASI diberikan pada usia dibawah 6 bulan, usus belum cukup berkembang untuk dapat menguraikan sisa dari makanan. jika hal ini terjadi terus menerus, maka akan lebih cepatnya terjadi kerusakan pada sistem cerna, sebab pada usia 0-6 bulan sistem cerna masih dalam tahap perkembangan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara sikap dan budaya ibu dengan praktik pemberian MP-ASI dini pada bayi usia di bawah 6 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan &nbsp;metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dengan populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan. Dengan total sampel sebanyak 5 orang ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan dan kader kesehatan. Metode analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh kesimpulan. Hasil: Rata-rata latar belakang pendidikan ibu yaitu SMA/Sederajat. Sebagian&nbsp; besar pekerjaan ibu adalah ibu rumah tanga. Ibu sudah mengetahui dengan cukup baik mengenai pengetahuan tentang ASI dan MP-ASI. Susu formula merupakan makanan tambahan selain ASI yang diberikan ibu pada bayi. Kesimpulan: Para informan pada dasarnya memiliki pengatahuan yang memadai mengenai ASI dan MP-ASI, akan tetapi dalam pelaksanaannya pemberian makanan pendamping ASI masih kerap dilakukan menggunakan susu formula. Hal ini dipengaruhi oleh sebagian ibu yang memiliki bayi berusia di bawah 6 bulan. Saran: Bagi ibu diharapkan untuk dapat meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta penerapan MP-ASI yang tepat dan benar.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1329 Hubungan Toxic Relationship Dengan Resiko Kekerasan Psikologis Pada Remaja Di SMK Budi Karya Natar Tahun 2026 2026-06-19T11:20:55+00:00 Sela Puja Wati selapuja841@gmail.com Aryanti Wardiyah selapuja841@gmail.com Triyoso Triyoso selapuja841@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Toxic relationship</em> menjadi perhatian di kalangan remaja karena sering melibatkan pola hubungan yang tidak sehat dan dapat memicu terjadinya kekerasan psikologis. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental remaja. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara <em>toxic relationship</em> dengan risiko kekerasan psikologis pada remaja di SMK Budi Karya Natar tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sebanyak 155 responden dipilih melalui teknik <em>random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Spearman Rank (<em>rho</em>). <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden berada pada kategori <em>toxic relationship</em> sedang (71,0%) dan mengalami kekerasan psikologis tingkat sedang (60,6%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara <em>toxic relationship</em> dengan kekerasan psikologis (<em>p-value</em> &lt; 0,001; <em>p</em> &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara <em>toxic relationship</em> dengan risiko kekerasan psikologis pada remaja. Semakin tinggi tingkat <em>toxic relationship</em>, semakin besar risiko terjadinya kekerasan psikologis. Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui edukasi hubungan sehat, penguatan pengelolaan emosi, serta dukungan keluarga dan sekolah.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1398 Pengaruh Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Sebagai Risiko Obesitas Terhadap Usia Muda: Systematic Literature Review 2026-06-26T22:00:26+00:00 Daffa Vicky Pratama dessy.triana@unib.ac.id Ratih Fathan Asri dessy.triana@unib.ac.id Alya Nurul Azkia dessy.triana@unib.ac.id Rafid Maulana dessy.triana@unib.ac.id Dessy Triana dessy.triana@unib.ac.id <p style="font-weight: 400;"><strong>Latar Belakang:</strong> Obesitas pada usia muda mengalami peningkatan signifikan secara global serta menjadi faktor risiko penyakit kronis di masa depan nantinya. Perubahan pola hidup yang dimulai dari konsumsi makanan tinggi kalori serta berkurangnya aktivitas fisik diyakini menjadi penyebab utama dari Obesitas. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola makan dan aktivitas fisik terhadap risiko obesitas pada populasi usia muda melalui pendekatan <em>Systematic Literature Review</em>. <strong>Metode:</strong> Studi ini dilaksanakan dengan pendekatan tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) berdasarkan panduan dari protokol PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data seperti PubMed, Sciencedirect, dan Springer untuk studi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. <strong>Hasil:</strong> Dari hasil seleksi, diperoleh sejumlah studi yang menunjukkan adanya korelasi kuat antara konsumsi makanan yang kurang sehat serta aktivitas fisik yang berkurang dengan meningkatnya risiko obesitas. Sebaliknya, konsistensi dalam aktivitas fisik dan penerapan pola makan yang seimbang berkaitan terhadap penurunan risiko obesitas. <strong>Kesimpulan:</strong> Pola makan yang buruk serta aktivitas fisik yang kurang merupakan faktor risiko signifikan terhadap obesitas yang terjadi di populasi usia muda. Pemahaman gaya hidup yang sehat sejak dini sangat diperlukan untuk dapat mencegah obesitas di masa mendatang.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1496 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Tempat Persalinan Pada Ibu Hamil Di UPT Puskesmas Jorong 2026-07-02T22:46:45+00:00 Tri Eva Mandasari evavivo085248930899@gmail.com Istiqamah Istiqamah evavivo085248930899@gmail.com Zulliati Zulliati evavivo085248930899@gmail.com Adriana Palimbo evavivo085248930899@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia dan belum mencapai target <em>Sustainable Development Goals</em>(SDGs) tahun 2030. Salah satu upaya penting dalam menurunkan AKI dan AKB adalah memastikan persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan dengan tenaga kesehatan terlatih. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ibu hamil yang memilih tempat persalinan di luar fasilitas kesehatan. Keputusan pemilihan tempat persalinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan ibu, pedapatan keluarga, aksesibilitas fasilitas kesehatan, serta budaya dan kepercayaan tradisional. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel berjumlah 66 ibu hamil. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase setiap variabel. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pengetahuan baik (98,5%), pendapatan keluarga kategori cukup (84,8%), aksesibilitas fasilitas kesehatan baik (60,6%), serta budaya dan kepercayaan tradisional kategori kuat (59,1%). Pemilihan tempat persalinan terbanyak adalah Rumah Sakit (51,5%), diikuti Puskesmas (47,0%), dan Bidan Praktik Mandiri (1,5%). <strong>Simpulan:</strong> Pemilihan tempat persalinan pada ibu hamil di UPT Puskesmas Jorong dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, pendapatan, aksesibilitas, serta budaya dan kepercayaan. Diperlukan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan edukasi kesehatan dan pelayanan yang ramah budaya untuk mendorong persalinan di fasilitas kesehatan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1194 Penatalaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Anak Marasmus dengan Komplikasi: Sebuah Laporan Kasus 2026-05-23T22:12:04+00:00 Layyina Azka Nabila layyinaazka78@gmail.com Anisa Lailatul Fitria layyinaazka78@gmail.com Meiriza Putri Prahastuti layyinaazka78@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Gizi buruk marasmus pada bayi dengan penyakit penyerta seperti kelainan jantung bawaan dan pneumonia dapat memperburuk kondisi klinis serta meningkatkan kebutuhan energi tubuh. Penatalaksanaan gizi yang tepat melalui Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) diperlukan untuk membantu memperbaiki status gizi pasien.<strong> Tujuan: </strong>Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PAGT pada pasien bayi dengan gizi buruk marasmus fase transisi disertai perawakan pendek, gagal jantung Ross Class III, ASD kecil, VSD sedang, hipertiroid sekunder, pneumonia, dan <em>underimmunization</em>. <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan adalah observasi selama empat hari dengan penerapan PAGT meliputi asesmen, diagnosis gizi, intervensi, serta monitoring dan evaluasi. Data diperoleh melalui wawancara, rekam medis,<em> food recall</em>, SQ-FFQ, dan <em>visual Comstock</em>. <strong>Hasil: </strong>Hasil asesmen menunjukkan pasien mengalami gizi buruk dengan penurunan berat badan sebesar 13%. Intervensi diberikan berupa diet susu formula tinggi energi tinggi protein melalui OGT dengan kebutuhan energi 675 kkal dan protein 13,5 gram per hari. Hasil monitoring menunjukkan pemenuhan energi sebesar 118,5% dan protein 154,1%. Berat badan meningkat dari 4,5 kg menjadi 4,6 kg dan kondisi klinis pasien relatif stabil selama intervensi. <strong>Simpulan: </strong>Penerapan PAGT membantu memperbaiki asupan serta mendukung stabilisasi kondisi klinis pasien dengan gizi buruk dan komplikasi multimorbiditas.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1219 Transformasi Nutraceutical Jelly Candy Sisik Bandeng dan Bungga Rosella sebagai Potensi Antioksidan Alami 2026-05-30T19:41:49+00:00 Elly Purwati elly.purwati2021@gmail.com Erna Fitriany ernafitriany9@gmail.com Fahmi Ardianti Purnawiranita ardiantifahmi@gmail.com Ach. Zakyah Al Fauzi zakyalfauzi540@gmail.com Achmad Misbhakul Maulana misbakhulachmad@gmail.com Lailatul Fitri Khalimatus Sya’diyah lailafitridiyah1213@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Penuaan dini merupakan kondisi degeneratif pada kulit yang terjadi akibat paparan radikal bebas, baik yang berasal dari proses metabolisme tubuh maupun faktor eksternal seperti radiasi ultraviolet dan polusi lingkungan. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan kolagen dan antioksidan dari kombinasi ekstrak limbah sisik ikan bandeng (Chanos chanos) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) yang diformulasikan dalam sediaan permen jelly sebagai intervensi anti-penuaan dini. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan tiga formulasi, yaitu F1 (0%:0%), F2 (5%:2%), dan F3 (10%:3%). Ekstraksi kolagen dilakukan melalui pretreatment NaOH 0,05 M selama 8 jam dan hidrolisis menggunakan CH₃COOH 0,3 M selama 72 jam, sedangkan ekstrak bunga rosella diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 72 jam. Evaluasi meliputi rendemen ekstrak, skrining fitokimia, uji protein, pengukuran pH, dan uji organoleptik. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak protein sebesar 18% dan ekstrak rosella sebesar 20%. Skrining fitokimia mengonfirmasi adanya flavonoid, triterpenoid, alkaloid, saponin, dan tanin pada ekstrak rosella, sedangkan uji ninhidrin menunjukkan keberadaan gugus amino sebagai indikasi kandungan kolagen. Nilai pH seluruh formulasi berada pada rentang 5–7 dan memenuhi standar SNI 3547.2:2008. Berdasarkan uji organoleptik, formulasi F2 (5%:2%) menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi pada aspek warna, tekstur, aroma, dan rasa. <strong>Simpulan:</strong> Formulasi F2 (5%:2%) merupakan formulasi optimal dengan karakteristik fisik, sensori, dan tingkat penerimaan panelis terbaik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional anti-penuaan dini berbasis bahan alam.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1242 Studi Retrospektif: Potensi Interaksi Obat Peresepan Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit X 2026-05-30T19:32:26+00:00 Yudha Sukowati yudhasukowati@gmail.com Siti Aisyah sitiaisyah@ikifa.ac.id Herty Nur Tanty hertynurtanty@ikifa.ac.id Monica Yulia yudhasukowati@ikifa.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong><span style="font-weight: 400;">Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat secara global, dengan Indonesia menempati peringkat kelima terbanyak di dunia. Penggunaan kombinasi obat pada pasien diabetes berpotensi menimbulkan interaksi obat yang dapat mengganggu efektivitas terapi dan menimbulkan efek samping serius. </span><strong>Tujuan: </strong><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit X periode Agustus–Oktober 2024. </span><strong>Metode: </strong><span style="font-weight: 400;">Metode yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis dan resep. Total 372 resep dianalisis menggunakan aplikasi drugs.com, medscape, dan drugbank untuk mengidentifikasi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan. </span><strong>Hasil: </strong><span style="font-weight: 400;">Dari 372 resep, sebanyak 218 resep (58,60%) berpotensi terjadi interaksi, dengan total 515 kejadian interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan, ditemukan moderate (89,90%), minor (9,13%), dan major (0,97%). Interaksi paling umum kategori moderate adalah metformin-glimepiride, minor adalah acarbose-metformin, dan major adalah pioglitazone-clopidogrel. </span><strong>Simpulan: </strong><span style="font-weight: 400;">Disimpulkan bahwa lebih dari separuh resep berpotensi interaksi dengan tingkat keparahan terbanyak moderate.</span></p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1286 Analisis Kesesuaian Sarana Penyimpanan Obat terhadap Standar CDOB di Pedagang Besar Farmasi X Kota Makassar 2026-06-19T11:28:47+00:00 Moh. Rasyid Kuna kunarasyid981@gmail.com Siti Alfanda Makmur kunarasyid981@gmail.com Erika Sani kunarasyid981@gmail.com Fenina Asia Mantiri kunarasyid981@gmail.com Rahmatia Abdulah kunarasyid981@gmail.com <p>Sarana penyimpanan obat di Pedagang Besar Farmasi (PBF) memegang peranan kritis dalam menjaga mutu obat selama proses distribusi. Ketidaksesuaian terhadap standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dapat menyebabkan degradasi obat, kegagalan terapi, dan membahayakan bagi pasien. PBF X di Kota Makassar yang berada di wilayah tropis dengan suhu dan kelembaban tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam memenuhi ketentuan CDOB. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian sarana penyimpanan obat di PBF X Kota Makassar terhadap standar CDOB, khususnya pada aspek bangunan dan peralatan serta aspek penyimpanan dan pemisahan obat atau bahan obat. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan secara kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan dokumen lembar checklist yang mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2025, kemudian melakukan wawancara apoteker penanggung jawab, serta telaah dokumen. Hasil: Aspek bangunan dan peralatan memperoleh persentase kesesuaian 75% (9 dari 12 item sesuai) dengan tiga ketidaksesuaian: kebersihan dan kerapian bangunan yang tidak konsisten, alat pemantau suhu (thermohygrometer) yang belum dikalibrasi ulang, serta tidak adanya sistem pengendalian hama yang terdokumentasi. Sementara itu, aspek penyimpanan dan pemisahan obat telah mencapai kesesuaian 100% (7 dari 7 item sesuai) yang mencakup pencatatan stok mampu telusur, penerapan FIFO/FEFO, pemisahan obat dari komoditi lain, serta prosedur penanganan obat rusak/kadaluwarsa. Kesimpulan: PBF X berada pada kategori baik secara umum, namun perbaikan pada kebersihan, kalibrasi alat, dan pengendalian hama sangat diperlukan untuk mencapai standar penuh. Rekomendasi prioritas meliputi kalibrasi ulang thermohygrometer, penyusunan jadwal pembersihan rutin, serta implementasi program pest control terdokumentasi.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1308 Efektivitas Program Kesehatan dalam Pengendalian Risiko Iritasi Kulit Akibat Paparan Semen pada Konstruksi PT X 2026-06-19T11:32:59+00:00 Kesya Ratu Janna ratujanna24@gmail.com Laila Kamila lailaakamila@gmail.com Nico Linggi Pongmasangka npongmasangka@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan program kesehatan kerja dalam pengendalian risiko iritasi kulit akibat paparan semen pada pekerja konstruksi di PT X. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap pelaksanaan program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program promotif dilaksanakan melalui toolbox meeting rutin yang meningkatkan pemahaman pekerja terhadap bahaya paparan semen dan pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Upaya preventif dilakukan melalui penyediaan sarung tangan dan safety shoes. Program kuratif didukung oleh pelatihan P3K pada kecelakaan, akses klinik mitra, dan kepesertaan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja. Sementara itu, program rehabilitatif diterapkan melalui penyesuaian tugas kerja bagi pekerja yang mengalami iritasi kulit hingga pulih. Analisis HIRADC menunjukkan penurunan tingkat risiko dari kemungkinan terjadi menjadi kemungkinan rendah setelah pengendalian diterapkan. Kesimpulannya, penerapan program kesehatan kerja di PT X telah cukup efektif, namun perlu penguatan pada aspek prosedural, pemantauan kesehatan kulit, dan spesifikasi alat pelindung diri agar pengendalian risiko dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1347 Formulasi dan Evaluasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol 96% Daun Kemangi (Ocimum sanctum L. ) 2026-06-15T02:38:55+00:00 Berlianty Rahmahdini dinirahmah017@gmail.com Rose Intan Perma Sari dinirahmah017@gmail.com Evi Maryanti dinirahmah017@gmail.com Oky Hermansyah dinirahmah017@gmail.com Tri Danang Kurniawan dinirahmah017@gmail.com <p>Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan tanin yang berpotensi dimanfaatkan dalam sediaan farmasi topikal. Salah satu bentuk sediaan yang dapat dikembangkan adalah emulgel, yaitu kombinasi emulsi dan gel yang memiliki kemampuan penyebaran yang baik, mudah diaplikasikan, serta memberikan kenyamanan pada saat penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun kemangi ke dalam sediaan emulgel serta mengevaluasi karakteristik fisik sediaan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstrak daun kemangi diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, ekstrak diformulasikan ke dalam empat formula, yaitu Formula 0 (tanpa ekstrak), Formula 1 (ekstrak 1%), Formula 2 (ekstrak 2%), dan Formula 3 (ekstrak 3%). Evaluasi karakteristik sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, tipe emulsi, dan uji hedonik. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk nilai rata-rata dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan sediaan emulgel dengan bentuk semi padat dan homogen serta memiliki tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Nilai pH yang diperoleh berada pada rentang 5,20–6,03 sehingga memenuhi persyaratan pH sediaan topikal, sedangkan nilai viskositas berkisar antara 6.583–9.280 cPs dan masih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil uji daya sebar menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki kemampuan penyebaran yang baik, sementara hasil uji hedonik menunjukkan bahwa Formula 1 memperoleh tingkat penerimaan panelis tertinggi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, ekstrak etanol 96% daun kemangi berhasil diformulasikan menjadi sediaan emulgel dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan mutu sediaan topikal.</p> <p>Kata kunci: Daun Kemangi, Emulgel, Ekstrak Etanol, Evaluasi Fisik, Formulasi.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1201 Analisis Senyawa Flavonoid dari Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Folium Annona muricata L.) menggunakan Spektrofotometri UV-Vis 2026-05-24T19:09:45+00:00 Firja Hasan firjahasan30@gmail.com Moh Rivaldi Mappa mohrivaldimappa@gmail.com Rizky Resvita R. Bahi resvitabahi@gmail.com Moh Rasyid Kuna kunarasyid981@gmail.com <p>Daun sirsak (Annona muricata L.) telah lama dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat Kelurahan Matali, Kotamobagu Timur, Kotamobagu, Sulawesi Utara sebagai antiinflamasi dan diduga mengandung flavonoid sebagai senyawa aktif. Flavonoid memiliki sistem aromatik terkonjugasi yang memungkinkan analisis menggunakan metode spektrofotometri UV–Vis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar senyawa flavonoid pada daun sirsak. Uji kualitatif dilakukan melalui ekstraksi metode maserasi, skrining fitokimia, fraksinasi, KLT, kromatografi kolom, dan KLTP. Hasil ekstraksi me<span lang="EN-US">ndapatkan </span>rendamen sebesar 11,1% serta skrining fitokimia <span lang="EN-US">dinyatakan </span>positif ditandai perubahan warna menjadi kuning. Fraksinasi menghasilkan dua lapisan, berupa polar dan non-polar. Analisis KLT memberikan nilai Rf optimal 0,78 dengan perbandingan eluen 8:2, sedangkan kromatografi kolom dan KLTP menunjukkan pemisahan noda berwarna biru muda, merah muda, dan merah. Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV–Vis dengan baku kuersetin serta pereaksi AlCl3 10% dan kalium asetat pada panjang gelombang 431 nm setelah inkubasi 30 menit. Kadar flavonoid rata-rata diperoleh sebesar 34,578 mgQE/g.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1230 Penilaian Kepatuhan Terapi Pengobatan Pasien DM Tipe-2 Program Rujuk Balik Berbasis MPR Di Puskesmas Kota Kediri 2026-05-30T19:36:22+00:00 Umul Farida alfridaumul200189@gmail.com Dewi Khaila Al Zhazura dewkay18@gmail.com Sandra Yulfarida Nur Laili sandrafarida128@gmail.com Prihardini prihardini@iik.ac.id Djembor Sugeng Waluyo djembor.walujo@iik.ac.id Kumala Sari Poespita Dewi Wahyuni kumala.dewi@iik.ac.id Dyah Ayu Kusumaratni dyah.ayu@iik.ac.id <p><strong>Latar Belakang: </strong>Kejadian diabetes terus mengalami tren kenaikan seiring dengan bergesernya pola hidup masyarakat modern, antara lain minimnya gerak fisik, konsumsi makanan olahan yang tinggi lemak dan gula, serta rendahnya konsumsi serat harian. Rendahnya pemahaman masyarakat tentang penyakit diabetes melitus kerap berujung pada inkonsistensi dalam menjalani terapi farmakologis maupun diet yang dianjurkan. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 peserta PRB dalam pengambilan obat di seluruh puskesmas yang ada di Kota Kediri. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini bersifat deskriptif <em>observasional</em> dengan pengambilan data secara <em>retrospektif</em>. Sampel berjumlah 63 pasien diperoleh melalui total sampling. Kepatuhan dihitung melalui perhitungan nilai <em>Medication Possession Ratio</em> (MPR) dan diolah menggunakan Microsoft Excel.<strong> Hasil: </strong>Sebanyak 48 pasien (76%) dinyatakan tidak patuh dan 15 pasien (24%) patuh dalam pengambilan obat PRB di Puskesmas Kota Kediri tahun 2023.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1270 Dari Niat hingga Pemanfaatan: Model-Model Teoretis yang Menjelaskan Perilaku Konsumen dalam Penggunaan Layanan Kesehatan 2026-06-05T05:31:17+00:00 Muhammad Zaini zaini.apt@gmail.com <p>Keputusan masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, apotek, dan klinik tidak bersifat spontan, melainkan melewati serangkaian proses pertimbangan kognitif yang melibatkan persepsi risiko, kepercayaan, norma sosial, dan ketersediaan sumber daya. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan model-model teoretis yang paling banyak digunakan dalam penelitian tentang niat dan perilaku konsumen dalam penggunaan layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel-artikel penelitian dari database <em>Scopus, PubMed, </em>dan <em>Google Scholar </em>yang diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2024, dengan kriteria inklusi artikel berindeks, berbahasa Inggris atau Indonesia, yang membahas model atau teori terkait niat dan perilaku penggunaan layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan terdapat lima model yang dominan digunakan, yaitu: (<em>1) Theory of Reasoned Action (TRA), (2) Theory of Planned Behavior (TPB), (3) Health Belief Model (HBM), (4) Technology Acceptance Model (TAM), </em>dan<em> (5) Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT/UTAUT2)</em>. Setiap model memiliki konstruk utama, kekuatan, dan keterbatasan yang berbeda dalam menjelaskan perilaku penggunaan layanan kesehatan. Pemilihan model perlu disesuaikan dengan konteks penelitian, populasi, dan jenis layanan kesehatan yang dikaji. Perkembangan terbaru menunjukkan kecenderungan penggunaan model terintegrasi dengan penambahan faktor kontekstual seperti kepercayaan dan kualitas layanan untuk meningkatkan daya prediksi perilaku penggunaan layanan kesehatan digital.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1385 Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Pada Mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan Di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya 2026-06-18T05:59:07+00:00 Syahrida Dian Ardhany chass501@gmail.com Namira Anjani namiraanjn3@gmail.com Mifta Nurul Khotimah miftanurulkhotimah9@gmail.com Susi Novaryatiin susi_novaryatiin@yahoo.com <p>Resistensi antibiotik merupakan salah satu masalah kesehatan global yang dipengaruhi oleh penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa rumpun ilmu kesehatan perlu memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan antibiotik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik pada mahasiswa rumpun ilmu kesehatan di Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang mencakup aspek informasi, indikasi, dosis, efek samping, penyimpanan, dan pemusnahan antibiotik. Sampel penelitian terdiri atas 178 mahasiswa dari program studi Farmasi, Kedokteran Gigi, Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Gizi, dan Psikologi. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik secara keseluruhan berada pada kategori baik dengan rata-rata 81,74%. Tingkat pengetahuan kategori baik diperoleh mahasiswa Farmasi (92,81%), Kedokteran Gigi (90,43%), dan Teknologi Laboratorium Medik (84,80%), sedangkan mahasiswa program studi Gizi (70,38%) dan Psikologi (68,72%) berada pada kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan antara mahasiswa Farmasi, Gizi, dan Psikologi (Sig. &lt; 0,05), sedangkan tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara mahasiswa Farmasi, Kedokteran Gigi dan Teknologi Laboratorium Medik (Sig. &gt; 0,05).</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1492 Pengaruh Aroma Terapi Bitter Orange Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Post-Op Fraktur Di RSUD. Dr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung Tahun 2025 2026-07-02T08:38:30+00:00 Andi Prayoga andiprayoga050501@gmail.com Eka Yudha Chrisanto andiprayoga050501@gmail.com Rika Yulendasari andiprayoga050501@gmail.com Dennti Kurniasih andiprayoga050501@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Fraktur didefinisikan sebagai hilangnya kontinuitas tulang atau tulang rawan secara keseluruhan atau sebagian. Fraktur yang terjadi lengkap atau tidak akan ditunjukkan oleh kekuatan serta tenaga fisik yang ada pada tulang tersebut dan jaringan lunak di sekitarnya. Penatalaksanaan fraktur sering kali memerlukan tindakan bedah seperti <em>Open Reduction Internal Fixation </em>(ORIF) dan pemasangan platina untuk memperbaiki posisi tulang, Proses ini menyebabkan pasien mengalami nyeri akut. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang dapat diberikan pada pasien pascaoperasi<em> fraktur </em>adalah aromaterapi<em> bitter orange. </em>Prevalensi fraktur 5,5%, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara yang mengalami kejadian fraktur terbanyak sebesar 1,3 juta setiap tahunnya. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui pengaruh aromaterapi bitter orange terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post-op fraktur di RSUDDr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan metode <em>quasi eksperimen </em>dengan pendekatan <em>one group </em>design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 249 pasien post op fraktur di RSUD.Dr.H.Abdul Moloek Provinsi Lampung, dengan jumlah sample 15 partisipan. Pengambilan sample menggunakan teknik <em>acidental sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji <em>independen t-test. </em><strong>Hasil:</strong> Distribusi frekuesni usia responden 20-30 tahun (60%), 31-40 tahun (40%), jenis kelamin didapatkan laki-laki (70%), perempuan (30%), pendidikan SMP (10%), SMA (65%), DIII (15%), S1 (10%). &nbsp;Nilai rata-rata intensitas nyeri pre test sebesar 5,70 dengan standar devisiasi 0,470 dan post test sebesar 3,80 dengan standar devisiasi 0,768. &nbsp;<em>p value </em>0,000. <strong>Kesimpulan: </strong>Ada pengaruh aroma terapi <em>bitter orange </em>sebelum dan sesudah diberikan terhadap intensitas nyeri pada pasien <em>post op fraktur</em><em>. </em>Saran <em>&nbsp;</em>meningkatkan edukasi dan pelatihan kepada perawat agar intervensi <em>bitter orange</em> dapat diterapkan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1216 Hubungan Kompetensi Kepemimpinan Dan Kemampuan Manajerial Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Di Ruang Pasca Bedah 2026-05-30T19:39:29+00:00 Yosephine Br sitepu lynhutapea@unai.edu Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea lynhutapea@unai.edu Lyna Magdalyna Naulinta Hutapea lynhutapea@unai.edu <p><strong>Latar Belakang: </strong>Ruang perawatan pasca bedah merupakan area kritis yang menempatkan perawat pada tuntutan kompetensi yang sangat tinggi. Dua kompetensi yang diyakini memengaruhi mutu pelayanan di unit ini adalah kepemimpinan klinis dan kemampuan manajerial, namun bukti empiris mengenai kekuatan hubungan keduanya secara bersamaan dengan kualitas asuhan masih terbatas, khususnya di konteks ruang pasca bedah. <strong>Tujuan: </strong>Menganalisis hubungan antara kompetensi kepemimpinan dan kemampuan manajerial perawat dengan kualitas asuhan keperawatan di Ruang Pasca Bedah Rumah Sakit Setiabudi, baik secara parsial maupun simultan. <strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional analitik pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh perawat pelaksana aktif berjumlah 50 orang dan diambil secara total sampling. Instrumen kuesioner berskala Likert telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda setelah seluruh uji asumsi klasik terpenuhi. <strong>Hasil: </strong>Mayoritas responden berusia 26–30 tahun (48,0%), berpendidikan S1 Keperawatan/Ners (58,0%), dan berpengalaman kerja 2–5 tahun (54,0%). Terdapat hubungan yang kuat dan bermakna antara kompetensi kepemimpinan dengan kualitas asuhan (r=0,794; p=0,000) dan antara kemampuan manajerial dengan kualitas asuhan (r=0,768; p=0,000). Secara parsial, kepemimpinan (β=0,461; p=0,000) dan kemampuan manajerial (β=0,428; p=0,000) masing-masing berpengaruh signifikan. Secara simultan keduanya menjelaskan 78,4% variasi kualitas asuhan (R²=0,784; F=321,452; p=0,000). <strong>Kesimpulan: </strong>Kompetensi kepemimpinan dan kemampuan manajerial berhubungan kuat serta berpengaruh signifikan terhadap kualitas asuhan keperawatan di ruang pasca bedah. Peningkatan kedua kompetensi secara bersamaan merupakan strategi kunci dalam upaya peningkatan mutu pelayanan keperawatan.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1260 Hubungan Frekuensi Jajan dengan Status Obesitas pada Siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Karawang 2026-06-19T22:30:52+00:00 Aqilah Raissa Ramadhiya 2210631220031@student.unsika.ac.id Linda Riski Sefrina 2210631220031@student.unsika.ac.id Millyantri Elvandari 2210631220031@student.unsika.ac.id <p>Obesitas pada remaja merupakan salah satu permasalahan gizi yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai penyakit degeneratif pada usia dewasa. Salah satu faktor yang berhubungan dengan status obesitas adalah frekuensi jajan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi konsumsi jajanan dengan status obesitas pada siswa SMPIT Mentari Ilmu Azhari Karawang Boarding School. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 26 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data frekuensi jajan diperoleh menggunakan kuesioner <em>Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire</em> (SQ-FFQ), sedangkan status obesitas ditentukan berdasarkan z-score IMT/U. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi jajan dengan status obesitas (p=0,365). Meskipun demikian, responden dengan frekuensi jajan sering memiliki kecenderungan risiko obesitas 2,66 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang jarang jajan.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1281 Perbandingan Natrium Serum Pre dan Post Hemodialisis pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di RSUD Kotamobagu 2026-06-19T11:28:19+00:00 saiful muttaqin sipolenjoy7@gmail.com Rochmad Krissanjaya rochmad@unik-kediri.ac.id Dita Apriana Dwi Astuti ditaapriana@unik-kediri.ac.id Alfittrisno Munir alfittrisno.munir@gmail.com Syntia Tanu Juwita syntiatanujuwita@unik-kediri.ac.id <p>Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan progresif dan irreversibel yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk natrium serum. Ketidakseimbangan natrium pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga pemantauan kadar natrium perlu dilakukan secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar natrium serum sebelum dan sesudah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 29 pasien yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan natrium serum dilakukan dengan metode <em>Ion Selective Electrode</em> (ISE) pada autoanalyzer, kemudian data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum hemodialisis, 89,66% pasien memiliki kadar natrium normal dan 10,34% rendah. Setelah hemodialisis, kadar natrium normal meningkat menjadi 93,10%, sedangkan kadar rendah menurun menjadi 6,90%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p=0,277, sehingga tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar natrium serum sebelum dan sesudah hemodialisis. Dengan demikian, hemodialisis belum menunjukkan perubahan signifikan terhadap kadar natrium serum, meskipun terjadi perbaikan proporsi kadar natrium normal.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1306 Evaluasi Rasionalitas Outcome Klinik Penggunaan Antibiotik Empiris Pada Anak Pneumonia Di RSUD X Sorong 2026-06-08T21:27:14+00:00 Miranda Taborat untarykhumaera4155@gmail.com Juniarto Mende untarykhumaera4155@gmail.com Untari Untari untarykhumaera4155@gmail.com <p>Pneumonia merupakan infeksi akut atau peradangan pada parenkim atau jaringan paru yang menyebabkan sesak napas. Pneumonia merupakan penyakit yang menyebabkan kematian pada anak-anak di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik empiris terhadap luaran klinis pada anak dengan pneumonia. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Data retrospektif diperoleh dari rekam medis pasien di RSUD X Sorong periode 1 Januari–31 Desember 2023. Subjek penelitian adalah seluruh pasien yang menderita pneumonia dan mendapatkan antibiotik empiris. Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik dilakukan menggunakan metode Gyssens. Luaran klinis yang diamati adalah kondisi pasien membaik atau tidak membaik berdasarkan parameter perbaikan klinis yang ditunjukkan oleh tanda-tanda vital pasien dan perbaikan gejala dalam waktu 3–5 hari setelah pemberian antibiotik. Sebanyak 100 pasien memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pasien dalam penelitian ini sebagian besar berusia &lt;5 tahun (82%) dan berjenis kelamin laki-laki (58%). Sebanyak 37 pasien (72%) menerima antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga (seftriakson). Berdasarkan penilaian metode Gyssens, sebanyak 80 regimen antibiotik empiris dinyatakan rasional. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik empiris dengan luaran klinis, dengan nilai p = 0,033 (&lt;0,05). Penggunaan antibiotik yang rasional memiliki peluang 2,463 kali lebih besar untuk menghasilkan luaran klinis yang membaik pada pasien pneumonia anak. Apoteker memiliki peran penting dalam pemantauan penggunaan antibiotik empiris untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik pada pasien pneumonia anak.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1343 The Effectiveness of Education in Improving Knowledge and Preventive Behaviors Regarding Toxoplasmosis among Non-Health Female Students at the University of Bengkulu 2026-06-19T11:16:12+00:00 Dessy Triana dessy.triana@unib.ac.id Octavia Puspitha Sari dessy.triana@unib.ac.id Meisa Nazthasia dessy.triana@unib.ac.id <p style="font-weight: 400;"><em>Toxoplasma gondii</em> is a parasite responsible for toxoplasmosis, which demonstrates a high prevalence among women of reproductive age. Limited awareness places female students outside health sciences at an elevated risk of infection. While educational interventions have the potential to enhance both knowledge and preventive behaviors, the relationship between these factors in this population remains insufficiently studied. This research sought to determine the association between knowledge levels and toxoplasmosis prevention behaviors following an educational intervention. Utilizing a quasi-experimental one-group pre–posttest design, 153 participants were involved. Data collection was conducted via questionnaires, with analysis performed using the Wilcoxon test to compare pre- and post-intervention results and the Spearman Rank test to assess the correlation between knowledge and preventive behaviors after the intervention. Findings revealed a significant improvement in knowledge scores, rising from 10.63±3.665 to 16.89±2.456 (p &lt; 0.001), as well as in preventive behavior scores, which increased from 36.39±6.560 to 48.80±4.756 (p &lt; 0.001). A significant, albeit very weak, positive correlation between knowledge and preventive behaviors was observed (r = 0.256; p = 0.002). The educational intervention effectively enhanced both knowledge and toxoplasmosis prevention behaviors among non-health sciences female students at the University of Bengkulu, with a notable positive association identified between these variables post-intervention.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1426 Uji Kandungan Fitokimia Pada Kantong Semar (Nephentes) di KHDTK Mungku Baru, Kalimantan Tengah 2026-06-23T12:36:14+00:00 Ardiyansyah Purnama ardiyansyahpurnama@umpr.ac.id Mariaty Mariaty iyoetkapuas@gmail.com Floris Aldo florisaldo01@gmail.com <p>Nepenthes merupakan tumbuhan karnivora dengan keanekaragaman tinggi di Kalimantan dan berpotensi besar untuk diteliti. Tumbuhan ini mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antidiabetes, antikanker, serta bahan pengembangan bioteknologi dan farmasi. Tujuan penelitian ini menganalisis kandungan fitokimia pada beberapa spesies Kantong Semar (Nepenthes) di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mungku Baru, Kalimantan Tengah. Spesies yang diidentifikasi meliputi <em>Nepenthes gracilis, N. ampullaria, N. rafflesiana, </em>dan<em> N. rafflesiana </em>Jack<em>.</em> Sampel dikeringkan dengan metode oven dan kering angin, kemudian diekstraksi menggunakan etanol 70%. Uji fitokimia kualitatif dan kuantitatif dilakukan untuk mendeteksi flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid. Hasil menunjukkan bahwa keempat spesies Nepenthes ini mengandung beragam metabolit sekunder. Alkaloid dan tanin terdeteksi secara konsisten di sebagian besar sampel. Flavonoid juga teridentifikasi, dengan metode kering angin menunjukkan deteksi yang sedikit lebih baik. Sementara itu, kehadiran saponin sangat dipengaruhi oleh metode pengeringan; semua sampel kering angin positif, sedangkan sampel oven cenderung tidak terdeteksi, mengindikasikan degradasi pada suhu tinggi. Steroid paling jarang terdeteksi. Kandungan fitokimia ini menegaskan potensi Nepenthes sebagai sumber senyawa bioaktif yang bermanfaat, mendukung perannya sebagai tanaman obat dan konservasi keanekaragaman hayati di KHDTK Mungku Baru.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1144 Uji Stabilitas Fisik Formula Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) 2026-05-11T09:51:07+00:00 Ikbal Ikbal ikbalmuh734@gmail.com Nurul Hikmah ikbalmuh734@gmail.com Azima M ikbalmuh734@gmail.com <p>Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, dan steroid, yang memiliki potensi aktivitas antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam sediaan antijerawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan konsentrasi asam stearat dan trietanolamin terhadap sifat fisik krim ekstrak etanol daun pandan wangi, serta menentukan formula dengan tingkat stabilitas fisik terbaik. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian ekstrak diformulasikan ke dalam tiga variasi formula, yaitu F1 (8% : 2%), F2 (10% : 3%), dan F3 (12% : 4%). Pengujian stabilitas fisik mencakup pemeriksaan organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat yang dilakukan sebelum dan setelah penyimpanan dalam <em>climatic chamber</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula tidak mengalami perubahan pada warna, aroma, maupun bentuk sediaan. Rata-rata nilai pH mengalami sedikit peningkatan dari 5,03 menjadi 5,31, viskositas menurun dari 37.000 cPs menjadi 30.000 cPs, daya sebar relatif stabil dari 5,23 cm menjadi 5,19 cm, dan daya lekat mengalami penurunan ringan dari 6,4 detik menjadi 6 detik. Secara umum, perubahan tersebut masih berada dalam rentang yang dapat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi konsentrasi emulgator berpengaruh terhadap karakteristik fisik krim, dengan formula F3 menunjukkan stabilitas fisik yang paling optimal.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1199 Eksplorasi Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Emas dari Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif 2026-05-23T22:14:11+00:00 Denok Risky Ayu Paramita denokrisky.ayuparamita@gmail.com Hadi Barru Hakam Fajar Siddiq hakamfajar@gmail.com Siti Nur Azizah azizah.ariza@gmail.com <p>Meningkatnya kasus resistensi antibiotik mendorong pengembangan agen antibakteri alternatif berbasis nanoteknologi, salah satunya nanopartikel emas (AuNPs). <em>Green synthesis</em> merupakan metode sintesis AuNPs yang ramah lingkungan, aman, sederhana dan ekonomis dengan memanfaatkan ekstrak tumbuhan kaya senyawa bioaktif, seperti daun katuk (<em>Sauropus androgynus)</em>. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi aktivitas antibakteri AuNPs hasil <em>green synthesis</em> dengan ekstrak daun katuk terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. AuNPs selanjutnya diuji terhadap <em>Propionibacterium acnes</em>, <em>Staphylococcus epidermidis</em>, <em>Staphylococcus aureus</em>, <em>Bacillus subtilis</em>, dan <em>Escherichia coli</em> menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan AuNPs mampu menghambat pertumbuhan <em>P. acnes</em>, <em>S. epidermidis</em>, dan <em>B. subtilis</em>, namun tidak pada <em>S. aureus</em> maupun <em>E. coli</em>. Zona hambat terbesar pada <em>S. epidermidis</em> dengan konsentrasi 100% sebesar 2,04±0,62 mm, diikuti <em>P. acnes</em> dan <em>B. subtilis</em> masing-masing sebesar 1,10±0,90 mm dan 1,10±0,40 mm. Aktivitas antibakteri yang relatif lemah diduga berkaitan dengan waktu sintesis yang belum optimal sehingga reduksi ion emas belum berlangsung sempurna. Hal ini menyebabkan konsentrasi AuNPs yang dihasilkan masih rendah dan berdampak pada terbatasnya aktivitas antibakteri. Dengan demikian, AuNPs berbasis ekstrak daun katuk berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap bakteri Gram positif, namun optimasi waktu sintesis diperlukan untuk meningkatkan hasil sintesis dan efektivitas antibakterinya.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1322 Karakteristik Organoleptik dan Daya Terima Mochi Berbasis Tepung Ikan Lele, Daun Kelor, dan Isolat Protein Kedelai 2026-06-19T11:22:29+00:00 Indira Bashirah Rengganis indira.bashirah.rengganis-2022@fkm.unair.ac.id Annis Catur Adi annis_catur@fkm.unair.ac.id <p>Anemia defisiensi besi pada remaja putri berkaitan erat dengan rendahnya asupan zat besi dan protein. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik organoleptik dan daya terima mochi yang disubstitusi dengan tepung komposit ikan lele, daun kelor, dan isolat protein kedelai (IPK) sebagai snack remaja putri usia 13-15 tahun. Desain eksperimental Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan satu formula kontrol (F0) dan tiga formula substitusi (F1-F3). Uji mutu organoleptik dilakukan oleh empat panelis terbatas menggunakan skala 6 poin. Dua formula terbaik (F1 dan F2) bersama F0 diuji daya terimanya oleh 35 remaja putri SMP Negeri 2 Babat menggunakan skala hedonik 6 poin. Analisis data menggunakan <em>Shapiro-Wilk</em>, <em>Friedman Test</em>, dan <em>Wilcoxon Signed-Rank Test</em>. F1 memiliki karakteristik warna hijau muda, aroma sedap dengan sedikit kesan amis, rasa sedikit manis, dan tekstur sangat lembut, dengan skor tekstur melampaui kontrol (rerata 5,50 vs 4,75). Uji hedonik menunjukkan seluruh formula berada pada kategori “agak suka” hingga “sangat suka”. F1 tidak berbeda nyata dengan kontrol pada atribut rasa (p = 0,062) dan tekstur (p = 0,065), serta tidak berbeda nyata dengan F2 pada seluruh atribut (p &gt; 0,05). F1 ditetapkan sebagai formula modifikasi terpilih.</p> 2026-06-29T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1376 Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Video dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Hipertensi pada Pengunjung Pelayanan Kesehatan Primer 2026-06-27T02:07:18+00:00 Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S raven.abdurrahman@gmail.com Trilianty Lestarisa raven.abdurrahman@gmail.com Astri Widiarti raven.abdurrahman@gmail.com Aprillia Rahmadina raven.abdurrahman@gmail.com Ezra Eklesia raven.abdurrahman@gmail.com Fadilla Siti Syafira raven.abdurrahman@gmail.com Lydia Efilda Talenta Putri raven.abdurrahman@gmail.com Marta Eldina Larasati raven.abdurrahman@gmail.com Orsika Anugrahni Bassa raven.abdurrahman@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena tingginya angka kejadian serta risiko komplikasi yang ditimbulkannya. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi kesehatan berbasis video dalam meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi pada pengunjung pelayanan kesehatan primer. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi berbasis video. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 82,67 pada pre-test menjadi 97,00 pada post-test dengan selisih peningkatan sebesar 14,33 poin. Sebanyak 24 responden mengalami peningkatan skor pengetahuan, sedangkan 6 responden tidak mengalami perubahan skor. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p &lt; 0,001). Edukasi kesehatan berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi pada pengunjung pelayanan kesehatan primer.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1462 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Audio Visual Terhadap Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Sekolah Dasar Negeri 1 Durian Payung Tahun 2026 2026-06-28T23:42:59+00:00 Anisa Fitriani annisaafitrianii0311@gmail.com Andoko Andoko annisaafitrianii0311@gmail.com Eka Yudha Chrisanto annisaafitrianii0311@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak sekolah dasar masih rendah, sehingga meningkatkan risiko penyakit seperti diare, ISPA, dan cacingan. Data menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan siswa adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan metode audio visual yang lebih menarik dan mudah dipahami. <strong>Tujuan</strong>: Diketahui bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode audio visual terhadap perubahan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Durian Payung Tahun 2026. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test. Populasi berjumlah 175 siswa kelas III, IV, dan V, dengan sampel sebanyak 121 responden yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebanyak 21 item. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 48,62 pada pre-test menjadi 69,85 pada post-test setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode audio visual. Hasil uji t dependen menunjukkan nilai p-value = 0,083 dan 0,200. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan metode audio visual terhadap peningkatan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Durian Payung. <strong>Kesimpulan</strong>: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode audio visual terhadap peningkatan pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Durian Payung. Metode audio visual efektif digunakan sebagai media pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar.</p> 2026-06-28T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1226 Hubungan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying Di SMP Negeri 26 Kota Bandar Lampung Tahun 2025 2026-05-29T01:19:00+00:00 Rilyani Azizah ririazizah194@gmail.com Rilyani ririazizah194@gmail.com Triyoso ririazizah194@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Masa remaja merupakan masa transisi menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosi, dan sosial. Pada tahap ini, teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku remaja. Pengaruh teman sebaya dapat berdampak positif maupun negatif terhadap perkembangan individu. Jika pengaruh yang diterima bersifat negatif, hal ini dapat mendorong munculnya perilaku menyimpang seperti bullying. Berdasarkan data Dinas PPPA Provinsi Lampung tahun 2025, terdapat 392 kasus kekerasan terhadap anak, dengan 36,2% terjadi di tingkat SMP. Hasil pra-survei di SMP Negeri 26 Bandar Lampung menunjukkan bahwa perilaku bullying masih cukup tinggi dan dukungan teman sebaya belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dan perilaku bullying di sekolah. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dan perilaku bullying pada siswa SMP Negeri 26 Kota Bandar Lampung tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 426 siswa kelas VIII dengan sampel 243 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku bullying kategori tinggi (43,6%) dan dukungan teman sebaya kategori sedang (60,1%). Uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (&lt;0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying. <strong>Kesimpulan: </strong>Dukungan teman sebaya terbukti berperan signifikan dalam memengaruhi perilaku bullying pada siswa. Semakin tinggi tingkat dukungan yang diterima, semakin rendah kecenderungan siswa untuk terlibat dalam perilaku bullying. Oleh karena itu, penguatan dukungan teman sebaya menjadi salah satu upaya penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan kondusif bagi perkembangan siswa.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1227 Hubungan Daya Tanggap (Responsiveness) Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2025 2026-05-29T01:35:49+00:00 Alya Rahma Salsabila alyarahmaslsa@gmail.com Andoko alyarahmaslsa@gmail.com Triyoso alyarahmaslsa@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah unit vital yang menangani kasus darurat, di mana prinsip "Time Saving is Life Saving" sangat berlaku. Mutu pelayanan di IGD, khususnya daya tanggap perawat (<em>responsiveness</em>), menjadi penentu utama kepuasan keluarga pasien. Secara nasional, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan IGD masih 84,6%, di bawah target nasional ≥90%. Di Provinsi Lampung, tingkat kepuasan keluarga pasien dilaporkan 82,3%. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara daya tanggap (<em>responsiveness</em>) perawat terhadap tingkat kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga pasien di IGD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek pada periode penelitian, sebanyak 1.770 individu. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan dimensi <em>SERVQUAL</em>, yang diukur dengan skala Likert. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai daya tanggap <em>responsiveness</em> perawat dalam kategori kurang baik (54.4%), sedangkan kategori baik sebesar (45.6%). Tingkat kepuasan keluarga pasien dalam kategori tidak puas sebesar (61.5%), sedangkan kategori puas sebesar (38.5%). <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil uji Spearman diperoleh nilai p-value = 0,000 (&lt;0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,363, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara daya tanggap perawat dan tingkat kepuasan keluarga pasien.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1099 Implikasi Lingkungan dan Kesehatan Akibat Pertambangan Nikel di Sulawesi: Narrative Review 2026-05-02T05:32:22+00:00 M Aditya Permana muhammad.adityapermana29@fk.unila.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Status Indonesia sebagai produsen nikel terkemuka di dunia telah menyebabkan penambangan intensif di Sulawesi, sehingga menimbulkan kekhawatiran signifikan terkait kontaminasi nikel di ekosistem perairan dan risiko kesehatan masyarakat yang ditimbulkannya.. Review naratif ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah terkini (2015–2025) mengenai toksisitas nikel, distribusi lingkungan, dan jalur paparan di distrik pertambangan nikel Indonesia. Pencarian literatur dilakukan di Scopus, ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar, menghasilkan 9 studi empiris primer yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan kontinum polusi nikel yang terakumulasi secara progresif dalam air (0,0086–0,0368 mg/L di sungai), sedimen (rata-rata hingga 73,20 mg/kg di Morowali), dan biota yang dapat dikonsumsi termasuk ikan bandeng (~0,50 mg/kg) dan udang (hingga 1,155 mg/kg). Kontaminan ini memasuki rantai makanan manusia melalui air minum dan konsumsi hasil laut, menimbulkan risiko non-karsinogenik dan karsinogenik potensial termasuk kerusakan pernafasan, nefrotoksisitas, dan peningkatan risiko kanker. Air tanah di Pomalaa diklasifikasikan sebagai tercemar ringan (Indeks Polusi 3,7–4,5), sedangkan tanah pasca tambang di Konawe Utara menunjukkan kontaminasi ekstrem (Kelas Igeo 6). Temuan dari Sulawesi selaras dengan data pertambangan global dari Iran, Ghana, dan Filipina. Diperlukan penilaian risiko kesehatan kuantitatif multi-jalur yang spesifik untuk komunitas Sulawesi, biomonitoring berkelanjutan, dan pengendalian limbah tambang yang lebih ketat.</span></p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1122 Studi Fenomenologi Pengalaman Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis terkait Kecemasan terhadap Kematian di Rumah Sakit Islam Purwokerto 2026-05-10T05:02:39+00:00 Ririn Dwi Yuniarti ririndwiyuniarti@gmail.com Nur Isnaini nurisnaini@ump.ac.id Sri Suparti nurisnaini@ump.ac.id <p><strong>Pendahuluan :</strong><span style="font-weight: 400;"> Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi hemodialisis secara berkelanjutan dan berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis pasien, termasuk kecemasan terhadap kematian. </span><strong>Tujuan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis terkait adaptasi, perubahan kondisi fisik, serta kecemasan terhadap kematian. </span><strong>Metode:</strong><span style="font-weight: 400;"> Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Partisipan berjumlah 10 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan metode Colaizzi. </span><strong>Hasil:</strong><span style="font-weight: 400;"> Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu pengalaman awal dan proses adaptasi terhadap hemodialisis, dampak terhadap kondisi fisik dan aktivitas sehari-hari, kecemasan terhadap kematian, peran dukungan sosial dan keyakinan, serta penerimaan diri dan kepasrahan kepada Tuhan. </span><strong>Kesimpulan:</strong><span style="font-weight: 400;"> Pengalaman pasien yang menjalani hemodialisis bersifat multidimensionaln meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Dukungan sosial serta coping religius berperan penting dalam meningkatkan penerimaan diri dan stabilitas emosional pasien.</span></p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1135 Uji Efektivitas Antiinflamasi Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jeruk Gerga Lebong Pada Mencit 2026-05-10T04:57:53+00:00 Charly Agustin charlyagustin93@gmail.com Oktoviani Oktoviani charlyagustin93@gmail.com Tri Danang Kurniawan charlyagustin93@gmail.com Ikhsan Ikhsan charlyagustin93@gmail.com Reza Rahmawati charlyagustin93@gmail.com <p>Inflamasi merupakan proses normal tubuh terhadap rangsangan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, ditandai dengan kemerahan, nyeri, rasa panas, pembengkakan, dan gangguan fungsi. Kulit buah jeruk Gerga Lebong mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang memiliki potensi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat antiinflamasi gel ekstrak etanol 70% dari kulit buah jeruk Gerga Lebong. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang menggunakan 30 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, Formula 1 (5%), Formula 2 (15%), dan Formula 3 (25%). Mencit-mencit tersebut dipuasakan 18 jam, kemudian diinduksi dengan karagenan dan edema diukur menggunakan plethysmometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol 70% yang diekstrasi dari kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap edema mencit. Uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p &lt; 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan. F1 (5%) menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik dibandingkan dengan F2 (15%) dan F3 (25%), karena menghasilkan persentase rata-rata penghambatan edema tertinggi. F2 dan F3 kurang optimal karena formulasi terlalu encer, sehingga tidak dapat membentuk gel dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol 70% kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki khasiat antiinflamasi, dengan konsentrasi optimal ditemukan pada F1 (5%).</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1262 Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Balita Usia 1-3 Tahun 2026-06-01T03:44:56+00:00 Juli Hartati Siregar debinovitasiregar@gmail.com Debi Novita Siregar debinovitasiregar@gmail.com Wahyuni Saputri debinovitasiregar@gmail.com Lucvi Mega Utami debinovitasiregar@gmail.com Nurfarlina Nurfarlina debinovitasiregar@gmail.com Nuriana Nuriana debinovitasiregar@gmail.com <p>Di Indonesia, 2 dari 1.000 bayi menunjukkan hambatan kemampuan motorik, 3 hingga 6 dari 1.000 bayi menderita kerusakan daya dengar, serta 1 dari 100 anak mengalami keterlambatan intelektual dan komunikasi . Proses kognitif dan motorik anak yang optimal dipengaruhi oleh lingkungan pembinaan, yang mencakup pemberian rangsangan dan keterkaitan antara ibu dan anak sebagai faktor utama. Ibu berperan besar dalam mendukung tahap kematangan anak, karena orang tua berperan dalam memberikan rangsangan pada aspek motorik, sensorik, kognitif, dan sosial, serta mampu mendeteksi adanya gangguan perkembangan sejak dini. Kajian ini menggunakan teknik kuantitatif melalui desain cross-sectional, di mana pengukuran dilakukan sekaligus pada satu waktu untuk mendeteksi adanya keterkaitan antara variabel pemicu dan variabel terkait melalui kuesioner. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di PMB Dewi Sandra, Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, tampak bahwa masih banyak ibu yang belum memahami apakah pematangan dan peningkatan buah hatinya, khususnya pada kategori motorik kasar, telah berlangsung dengan baik. Uji chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,035 dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebab p lebih rendah dari batas ketentuan (0,035 &lt; 0,05), analisis ini mengindikasikan adanya keterkaitan antara pola asuh orang tua dan perkembangan motorik kasar pada anak usia 1 – 3 tahun di PMB Dewi Sandra, Desa Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, pada tahun 2026.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1231 Hubungan Dukungan Lingkungan Sosial Asrama Dengan Tingkat Kesepian Pada Mahasiswi Di Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung 2026-05-29T04:59:45+00:00 Ida Pepbriati idapepbriati1202@gmail.com Aryanti Wardiyah idapepbriati1202@gmail.com Prima Dian Furqoni idapepbriati1202@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kesepian merupakan salah satu masalah psikososial yang sering dialami oleh mahasiswa yang tinggal di asrama. Hasil pra-survei di Green Dormitory Universitas Malahayati menunjukkan bahwa 95% mahasiswi mengalami kesepian, meskipun sudah ada kegiatan bersama seperti membaca Al-Qur'an di lorong dan melakukan senam. Hal ini menandakan bahwa dukungan lingkungan sosial di asrama berperan &nbsp;penting dalam menurunkan tingkat kesepian. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan antara dukungan lingkungan sosial asrama dan tingkat kesepian pada mahasiswi di <em>Green Dormitory</em> Universitas Malahayati, Bandar Lampung, tahun 2025. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian adalah <em>kuantitatif</em> dengan rancangan analitik menggunakan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini merupakan mahasiswi angkatan 2023 dan 2024 yang tinggal di <em>Green Dormitory </em>Universitas Malahayati, dengan jumlah 286 orang. Sampel yang didapatkan melalui perhitungan menggunakan rumus <em>Slovin </em>berjumlah 166. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah <em>non-probability sampling</em> dengan menggunakan model <em>accidental sampling. </em><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan lingkungan sosial asrama dan tingkat kesepian pada mahasiswi di Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung (<em>p-value</em> = 0,000). Mahasiswi dengan dukungan lingkungan sosial rendah memiliki peluang lebih besar mengalami kesepian dibandingkan dengan mahasiswi dengan dukungan lingkungan sosial tinggi.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1121 Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskemas Mantangai 2026-05-08T14:10:42+00:00 Risa Antriani risaantri44@gmail.com Aloysia Ispriantari aloysiai@itsk-soepraoen.ac.id <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dipengaruhi oleh faktor psikologis, salah satunya adalah stres. Tingkat stres yang tinggi dapat memicu peningkatan tekanan darah melalui respons fisiologis tubuh yang berlangsung secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen <em>Perceived Stress Scale</em> (PSS-10), sedangkan kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter dan stetoskop berdasarkan klasifikasi PERKI. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kelompok usia 36–45 tahun sebanyak 18 responden (30,0%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 responden (61,7%), dan memiliki tingkat pendidikan SMA sebanyak 23 responden (38,3%). Sebagian besar responden memiliki tingkat stres rendah sebanyak 23 responden (38,3%) dan berada pada kategori hipertensi stadium 1 sebanyak 23 responden (38,3%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,004 dan koefisien korelasi r = 0,365, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah hingga sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi. Semakin tinggi tingkat stres yang dialami individu, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya hipertensi. Oleh karena itu, pengelolaan stres perlu menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi.</p> 2026-06-02T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1249 Analisis Tingkat Kepatuhan Obat Hipertensi Pada Pasien Prolanis Di UPTD Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya 2026-05-30T20:18:26+00:00 Roslyn Djumala roslyndjumala@gmail.com Kunti Nastiti roslyndjumala@gmail.com Erlina Syamsu roslyndjumala@gmail.com Saftia Aryzki roslyndjumala@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Hipertensi adalah suatu kondisi medis di mana tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg secara konsisten. Hipertensi merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung koroner. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan merupakan upaya promotif dan preventif dalam menangani penyakit kronis seperti hipertensi. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui analisis tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya. <strong>Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional pada 50 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji <em>chi-square</em>. <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai p = 0,004 (p &lt; 0,05) pada variabel umur. Kemudian pada variabel pekerjaan didapatkan nilai p = 0,008 (p &lt; 0,05). Pada variabel pendidikan didapatkan nilai p = 0,017 (p &lt; 0,05) dan pada variabel jenis kelamin didapatkan nilai p = 0,001 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dari umur, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan juga jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat. <strong>Simpulan: </strong>Terdapat hubungan antara umur, pekerjaan, pendidikan, dan jenis kelamin terhadap kepatuhan minum obat dan sebagian besar pasien prolanis memiliki tingkat kepatuhan minum obat pada kategori sedang.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1061 Pengaruh Terapi Sleep Hygiene terhadap Kualitas Tidur Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. 2026-05-06T09:23:53+00:00 Vovi Meidas Setia meidassetiavovi@gmail.com <div class="page" title="Page 2"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p><strong>Pendahuluan: </strong>Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien kanker payudara selama menjalani kemoterapi. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, penurunan sistem imun, serta penurunan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi gangguan tidur adalah terapi <em>sleep hygiene</em>, yaitu penerapan kebiasaan tidur yang sehat dan pengaturan lingkungan tidur yang nyaman. <strong>Tujuan: </strong>untuk mengetahui pengaruh terapi <em>sleep hygiene </em>terhadap kualitas tidur pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. <strong>Desain: </strong>Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi-experiment </em>dengan pendekatan <em>one-group pretest-posttest design</em>. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen pengukuran menggunakan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)</em>, dan analisis data dilakukan menggunakan <em>Paired T-Test </em>serta uji <em>Cohen’s d </em>untuk menghitung besar pengaruh intervensi. <strong>Hasil: </strong>penelitian menunjukkan hasil bahwa sebelum diberikan intervensi, rata-rata skor PSQI sebesar 11,58 (kategori kualitas tidur buruk) dan setelah intervensi menurun menjadi 7,96 (kategori cukup baik). Nilai p = 0,000 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi, dengan <em>effect size </em>sebesar d = 1,615 (kategori besar). <strong>Kesimpulan: </strong>Penerapan <em>sleep hygiene </em>berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu upaya nonfarmakologis dalam meningkatkan kualitas hidup pasien selama pengobatan.</p> </div> </div> </div> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1108 Analisis Hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara 2026-05-02T05:31:06+00:00 Anry Hariadhin Depu anryhariadhindepu@gmail.com Eneng enengpsi16@gmail.com Siti Nuraeni sitinuraeni0d@gmail.com La Ode Liaumin Azim alymelhamed09@uho.ac.id <p>Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penerapan praktik kerja yang ramah lingkungan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah green training, yaitu pelatihan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pegawai dalam mendukung efisiensi sumber daya, pengelolaan limbah, serta budaya kerja berwawasan lingkungan. Permasalahan kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, hanya 343 dari 1.152 tenaga kesehatan (21,38%) yang mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Green Training terhadap Kinerja RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 297 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Variabel green training diukur berdasarkan aspek pemahaman materi pelatihan, relevansi pelatihan, dukungan organisasi, dan penerapan perilaku kerja ramah lingkungan, sedangkan kinerja rumah sakit dinilai berdasarkan aspek efektivitas kerja, efisiensi pelayanan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kualitas layanan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green training memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja RSUD Bahteramas dengan nilai p = 0,000 dan nilai koefisien hubungan sebesar (φ) = 0,829). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas green training berpotensi mendukung perbaikan kinerja rumah sakit melalui penguatan kompetensi dan perilaku kerja ramah lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan program green training secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi manajemen sumber daya manusia dan tata kelola rumah sakit yang berorientasi pada keberlanjutan.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1246 Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Zat Besi (Fe) Dengan Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Bumi Makmur 2026-05-30T13:16:54+00:00 Heldawati Aqilmuhamad14@gmail.com Frani Mariana Aqilmuhamad14@gmail.com Novalia Widiya Ningrum Aqilmuhamad14@gmail.com Susanti Suhartati Aqilmuhamad14@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Anemia pada ibu hamil sering terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dan meningkatnya kebutuhan fisiologis selama kehamilan. Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe menjadi salah satu penyebab utama anemia pada ibu hamil. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester II–III sebanyak 35 orang dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Ibu yang tidak patuh mengonsumsi tablet Fe dan mengalami anemia sebanyak 14 orang (40%), sedangkan yang tidak anemia sebanyak 5 orang (14,3%). Pada ibu yang patuh mengonsumsi tablet Fe, sebanyak 12 orang (34,3%) tidak mengalami anemia dan 4 orang (11,4%) mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value 0,004 (&lt;0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil. <strong>Simpulan:</strong> Terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bumi Makmur. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah secara benar dan teratur.</p> 2026-06-02T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1166 Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) Dengan Metode Sonikasi 2026-05-18T13:15:07+00:00 Tiara Nisrina Fitri tiaranisrina7@gmail.com Tri Danang Kurniawan tridanang@unib.ac.id Dwi Kurnia Putri dwikp15@unib.ac.id Putri Mulia pmulia@unib.ac.id Rose Intan Perma Sari roseintan@unib.ac.id <p>Kulit wajah memerlukan perawatan yang tepat untuk menjaga kebersihan, kelembapan, dan kesehatan kulit, salah satunya melalui penggunaan toner. Daun Salam yang berpotensi digunakan sebagai bahan aktif perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan toner ekstrak etanol 96% daun salam menggunakan metode sonikasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan empat formula, yaitu F0 (kontrol), F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%) konsentrasi ekstrak. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki aroma green tea. Nilai pH berada pada rentang 5,40–6,47 dan viskositas 1,29–2,75 cPs yang memenuhi standar toner. Uji kelembapan menunjukkan peningkatan kelembapan kulit dari 65,08% pada F0 hingga 77,51% pada F3. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya kemerahan, gatal, maupun pembengkakan. Uji hedonik menunjukkan formula F2 memperoleh tingkat kesukaan tertinggi sebesar 80%. Berdasarkan hasil evaluasi, F2 merupakan formula terbaik karena memiliki karakteristik fisik yang baik, mampu meningkatkan kelembapan kulit, tidak menimbulkan iritasi, dan paling disukai panelis.</p> 2026-06-02T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1098 Efektivitas Pijat Oksitosin Dalam Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu Nifas 2026-05-02T05:32:43+00:00 Ika Kania Fatdo Wardani Wardani kaniaika37@gmail.com Rena Anzelia kaniaika37@gmail.com Riski Neli Maryati kaniaika37@gmail.com <p>Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan merupakan rekomendasi WHO sebagai standar emas pemberian makan bayi. Cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Bekasi tahun 2021 mencapai 72,59%, meningkat dari tahun sebelumnya. Namun, studi pendahuluan menunjukkan 50% ibu nifas mengalami masalah kelancaran produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di TPMB Bidan A Kabupaten Bekasi. Metode penelitian menggunakan desain <em>one group pretest-posttest</em> dengan sampel 35 ibu nifas hari ke-1 sampai 42 yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,001 (&lt;0,05), yang berarti terdapat pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI. Disimpulkan bahwa pijat oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait perawatan payudara dan pijat oksitosin untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1243 Hubungan Perilaku Bullying Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun 2025 2026-05-30T08:10:59+00:00 Jelyta Octa Maharani Jelytaocta10@gmail.com Rilyani Jelytaocta10@gmail.com Riska Wandini Jelytaocta10@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Masa remaja merupakan fase transisi dari masa anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Pada periode ini remaja memiliki kerentanan tinggi terhadap masalah kesehatan mental akibat tuntutan perkembangan dan tekanan lingkungan. Data World Health Organization (WHO) serta laporan nasional menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional di Indonesia mencapai 9,8%, yang menandakan kesehatan mental remaja menjadi isu penting yang perlu mendapat perhatian. Salah satu faktor risiko yang berpengaruh terhadap kesehatan mental remaja adalah perilaku bullying, yaitu tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan dapat menimbulkan dampak psikologis serius. Data nasional menunjukkan angka kejadian bullying di Indonesia, khususnya pada tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), mencapai 66,1% dengan bentuk paling dominan berupa kekerasan psikologis. Di Kota Bandar Lampung sendiri tercatat sebanyak 93 kasus bullying pada siswa SMP, yang menunjukkan perlunya analisis lebih mendalam terkait dampaknya terhadap kesehatan mental remaja. <strong>Tujuan:</strong> Diketahui hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental siswa di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa SMP Negeri 1 Bandar Lampung, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara perilaku bullying dan kesehatan mental. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis Chi-Square menunjukan adanya hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental depresi (p=0,001) &lt; α (0,05), kecemasan (p=0,001) &lt; α (0,05), dan stress (p=0,001) &lt; α (0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Hal ini menunjukan adanya hubungan perilaku bullying dengan kesehatan mental depresi (p=0,001) &lt; α (0,05), kecemasan (p=0,001) &lt; α (0,05), dan stress (p=0,001) &lt; α (0,05).</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1140 Gambaran Konsumsi Makanan Tidak Sehat Pada Remaja Di Asrama Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2025 2026-05-11T09:49:17+00:00 Adi Sutiyoko sutiyokoadi@gmail.com Aryanti Wardiyah sutiyokoadi@gmail.com Riska Wandini sutiyokoadi@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Masa remaja merupakan fase transisi yang rentan terhadap perubahan perilaku gaya hidup, terutama pola konsumsi makanan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena peningkatan konsumsi makanan cepat saji dan minuman tinggi gula di kalangan remaja yang berdampak pada risiko penyakit tidak menular. Data pra-survei di Asrama Green Dormitory menunjukkan prevalensi konsumsi ayam goreng olahan sebesar 86,7%, kentang goreng 63,3%, mi instan 56,7%, serta minuman manis kemasan mencapai 70%. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran konsumsi makanan tidak sehat pada remaja di Asrama Green Dormitory Universitas Malahayati Bandar Lampung tahun 2025, meliputi indikator jenis, frekuensi, dan kategori tingkat konsumsi<strong>. Metode:</strong> Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 214 responden yang diambil menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner frekuensi makanan (<em>Food Frequency Questionnaire</em>) yang divalidasi untuk mengukur empat indikator utama: konsumsi makanan ultra-olahan, minuman tinggi gula, daging olahan, serta makanan tinggi lemak dan lemak jenuh. <strong>Hasil: </strong>Hasil analisa statistik deskriptif menunjukkan bahwa konsumsi makanan tidak sehat didominasi oleh makanan ultra-olahan dengan nilai rata-rata tertinggi (mean=9,94), diikuti daging olahan (mean=9,57), dan minuman tinggi gula (mean=9,38). Secara keseluruhan, mayoritas responden berada pada kategori konsumsi sedang sebanyak 92 orang (43,0%), diikuti kategori tinggi sebanyak 80 orang (37,4%), dan kategori rendah sebanyak 42 orang (19,6%). <strong>Kesimpulan:</strong> Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar remaja di asrama memiliki ketergantungan yang signifikan pada makanan praktis dengan densitas energi tinggi namun sangat rendah nutrisi esensial. Hal ini mengindikasikan bahwa lingkungan asrama berisiko menjadi lingkungan obesogenik. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berupa edukasi gizi secara masif dan kebijakan penyediaan akses makanan sehat di lingkungan asrama guna meminimalisir risiko akumulasi penyakit tidak menular bagi mahasiswa di masa depan.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1264 Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Sayat Menggunakan Gel Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Dalam Sediaan Topikal Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Putih 2026-06-01T05:44:36+00:00 Naila Fathna Nurul Hamidah 2210631210013@student.unsika.ac.id Vriezka Mierza 2210631210013@student.unsika.ac.id Ahsanal Kasasiah 2210631210013@student.unsika.ac.id <p>Luka sayat merupakan salah satu jenis luka terbuka yang memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal dan terhindar dari infeksi. Proses ini berlangsung melalui empat fase utama, yaitu fase hemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi, yang secara berurutan berperan dalam menghentikan perdarahan, membersihkan jaringan yang rusak, membentuk jaringan baru, dan memperkuat jaringan hasil regenerasi. Daun sukun diketahui mengandung golongan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin, steroid, alkaloid, dan glikosida yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antibakteri, serta mempercepat proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat dengan menggunakan gel ekstrak daun sukun (<em>Artocarpus altilis</em>) dalam sediaan topikal pada mencit (<em>Mus musculus</em>) jantan putih. Penelitian ini menggunakan lima kelompok perlakuan: kontrol positif (Gel Bioplacenton), kontrol negatif (<em>basis gel</em>), gel ekstrak daun sukun konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun konsentrasi 7,5% secara signifikan dapat mempercepat penyembuhan luka sayat. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji normalitas dan homogenitas. Jika data terdistribusi normal dan homogen digunakan uji <em>One Way ANOVA </em>untuk menguji interaksi antara waktu dan perlakuan. Jika data tidak memenuhi asumsi tersebut, digunakan uji <em>Kruskal-Wallis</em> dan <em>Mann-Whitneyy </em>untuk mengidentifikasi pasangan kelompok yang berbeda signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka sayat.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1234 Efektivitas Pendidikan Kesehatan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA Al – Qur’an Malahayati 2026-05-29T06:18:24+00:00 Della Ananta Putri dellaananta954@gmail.com Dessy Hermawan dellaananta954@gmail.com Dennti Kurniasih dellaananta954@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Henti jantung merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera ditangani. Berdasarkan data World Health Organization, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian di dunia dengan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahunnya, dan sebagian besar berkaitan dengan kejadian henti jantung. Di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, kasus kegawatdaruratan akibat henti jantung masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Salah satu upaya penanganan awal yang dapat dilakukan adalah melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD). <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan BHD dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Al-Qur’an Malahayati. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 45 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji t dependen (paired t-test). <strong>Hasil:</strong> Rata-rata pengetahuan meningkat dari 9.31 sebelum intervensi menjadi 13.53 setelah intervensi. Hasil uji t dependen menunjukkan nilai p = 0,001 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Kesimpulan: </strong>Pendidikan kesehatan Bantuan Hidup Dasar (BHD) efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Al-Qur’an Malahayati.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1250 Hubungan Karakteristik Terhadap Persepsi Tentang Manfaat Rebusan Daun Alpukat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Gedung Cahya Kuningan Kabupaten Pesisir Barat 2026-05-30T21:55:02+00:00 Ahmad Nur Fadhlurrahman fadhlurrahman544@gmail.com Lolita Sary fadhlurrahman544@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat dan berkontribusi besar terhadap kejadian penyakit kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti pemanfaatan rebusan daun alpukat mulai dikenal sebagai terapi komplementer karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Namun, pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh persepsi yang beragam dari penderita hipertensi. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. <strong>Tujuan: </strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita hipertensi dengan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat di Desa Gedung Cahya, Kuningan, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi di Desa Gedung Cahya Kuningan sebanyak 93 orang, jumlah sampel 93 dengan teknik total<em> sampling</em>. Analisis dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> (χ²). <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (62,4%), berada pada usia produktif (69,9%), berpendidikan tinggi (75,3%), memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga (60,2%), dan memiliki persepsi yang baik tentang manfaat rebusan daun alpukat (51,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan jenis kelamin (p = 0,005), usia (p = 0,021), tingkat pendidikan (p = 0,000), serta riwayat hipertensi keluarga (p = 0,000) dengan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan antara karakteristik penderita hipertensi dan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik individu untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan terapi komplementer secara tepat.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1112 Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Terhadap Penggunaan Sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin 2026-05-05T02:37:24+00:00 Dwi Ramadhayanti dwiramadhayanti16@gmail.com Saftia Aryzki dwiramadhayanti16@gmail.com Erlina Syamsu dwiramadhayanti16@gmail.com Setia Budi dwiramadhayanti16@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan faktor resiko utama terjadinya gangguan kulit, terutama di negara tropis seperti di Indonesia. Penggunaan sunscreen merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi kulit dari dampak sinar matahari, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaannya. Faktanya, masih terdapat pasien yang belum memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang optimal terkait penggunaan sunscreen yang benar. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap pasien terhadap penggunaan sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 69 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling melalui penyebaran kuesioner. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 50,7%, kategori cukup 30,4% dan kategori baik 18,8%. Sikap responden terhadap penggunaan sunscreen berada pada kategori negatif sebesar 56,5%, sedangkan sikap positif sebesar 43,5%. <strong>Simpulan</strong>: Pada penelitian ini, pasien di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan yang kurang dan sikap yang negatif terhadap penggunaan sunscreen.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1247 Efektifitas Metode Demonstrasi Perawatan BBLR Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Di Posyandu Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Guntung Manggis 2026-05-30T13:47:08+00:00 Suratmi suratmi@gmail.com Hairiana Kusvitasari suratmi@gmail.com Karmilawati suratmi@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram yang berisiko mengalami gangguan kesehatan dan komplikasi jangka panjang. Kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR dapat memengaruhi kualitas perawatan bayi di rumah. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui efektivitas metode demonstrasi perawatan BBLR terhadap tingkat pengetahuan ibu di Posyandu Kuranji wilayah kerja Puskesmas Guntung Manggis. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini menggunakan desain quasy-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 10 ibu balita yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi demonstrasi perawatan BBLR yang meliputi kangaroo care, stimulasi oral, dan pijat bayi. Analisis data menggunakan uji t paired sample. <strong>Hasil</strong>: Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan ibu pada kategori baik sebesar 10%, kategori cukup 30%, dan kategori kurang 60%. Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat menjadi kategori baik 80%, kategori cukup 20%, dan kategori kurang 0%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi. (2-tailed) = 0,000 (&lt;0,05), yang berarti metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR. <strong>Simpulan</strong>: Metode demonstrasi perawatan BBLR efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu dan dapat digunakan sebagai strategi edukasi untuk mendukung perawatan optimal bayi BBLR.</p> 2026-06-02T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1168 Formulasi dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pelembab Wajah 2026-05-18T13:14:25+00:00 Nabila Aulia Putri nabilaaulia2978@gmail.com Tri Danang Kurniawan tridanang@unib.ac.id Putri Mulia pmulia@unib.ac.id Samwilson Slamet sslamet@unib.ac.id <p><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Perawatan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">kulit</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">wajah</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">merupakan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">u</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">paya</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">penting</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dalam</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">menjaga</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">kesehatan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">kulit</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> dan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">mencegah</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">berbagai</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">perm</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">asalahan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">seperti</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">jerawat</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">, </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">iritasi</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> dan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">kekusaman</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. Salah </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">satu</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">sediaan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> yang </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">berperan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">dalam</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">penyempurnaan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">pembersihan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">kulit</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">a</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">dalah</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> toner</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Penelitian</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">ini</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">bertujuan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">untuk</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">memformulasikan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> dan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">mengevaluasi</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">sediaan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">toner </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">ekstrak</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">daun</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> papaya (</span></span><span class="s11"><span class="bumpedFont15">Carica papaya</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> L.) </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">dengan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">variasi</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">konsentrasi</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">sebagai</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">bahan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">aktif</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. Metode </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">penelitian</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> yang </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">digunakan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">adalah</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">e</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">ksperimental</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">laboratorium</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dengan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">empat</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> formula, </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">yaitu</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> F0 (0%), F</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Ekstrak</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dilakukan</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">menggunakan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">metode</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">maserasi</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dengan</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">pelarut</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">etanol</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> 96%. </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Produk toner</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">dievaluasi melalui uji organoleptis,</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">homogenitas, pH, viskositas, tingkat kelembapan, potensi iritasi, serta uji hedonik. </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Hasil pengujian menunjukkan bahwa </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">seluruh </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">formul</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">a</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> memenuhi persyaratan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">fisik sediaan toner, </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">memiliki bentuk yang cair, homogen dan beraroma</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">bunga lily</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">, dengan pH </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">berkisaran antara </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">5,4– 6,5 yang sesuai dengan dengan pH</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> fisiologis kulit yaitu </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">(</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">4,5–6,5</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">)</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. N</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">ilai </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">viskositas </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">sediaan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">1,23–2,64 cPs</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> menunjukkan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">karakteristik sediaan toner yang sesuai dengan standar</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15"> (</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">&lt;5 cPs</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">)</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">. </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">Peningkatan konsentrasi ekstrak </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">berbanding lurus dengan peningkatan hidrasi kulit yang </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">berkisaran </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">3,9% </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">– </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">6,0%, dengan </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">efektivitas</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">tertinggi pada</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">F3.</span></span> <span class="s10"><span class="bumpedFont15">Uji iritasi menunjukkan hasil aman untuk </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">digunakan, dan F</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">2 </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">(3%) menjadi </span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">formula paling disukai berdasarkan uji hedonik panelis</span></span><span class="s10"><span class="bumpedFont15">.</span></span></p> 2026-06-02T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1245 Hubungan Beban Kerja Perawat Dengan Penerapan Standar Operasional Prosedur Pencegahan Risiko Jatuh Di RSUD Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung Tahun 2026 2026-05-30T09:46:25+00:00 Miftahul Jannah hmifta851@gmail.com M. Ricko Gunawan hmifta851@gmail.com Dewi Kusumaningsih hmifta851@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Keselamatan pasien merupakan prioritas global karena setiap tahun jutaan pasien mengalami insiden yang dapat dicegah, termasuk kejadian jatuh. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 134 juta kejadian buruk terjadi setiap tahun di layanan kesehatan dan lebih dari 1 juta pasien jatuh setiap tahun di Amerika Serikat. Di Provinsi Lampung tercatat 571 kasus insiden keselamatan pasien pada tahun 2021 dan lebih dari 250 kasus jatuh pada tahun 2023. Data RSUD Pringsewu menunjukkan 2.488 pasien berisiko jatuh pada tahun 2024 dan 1.613 pasien hingga September 2025. Beban kerja perawat yang tinggi berpotensi menurunkan kepatuhan terhadap SOP pencegahan risiko jatuh. <strong>Tujuan:</strong> Diketahui hubungan beban kerja perawat dengan penerapan SOP pencegahan risiko jatuh. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026. Populasi berjumlah 119 perawat dengan sampel 92 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Beban kerja diukur menggunakan kuesioner 13 item dan penerapan SOP menggunakan 29 item pernyataan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden berusia 28–35 tahun (52,2%), berjenis kelamin perempuan (59,8%), berpendidikan S1 Keperawatan (66,3%), dan memiliki masa kerja 1–10 tahun (71,7%). Beban kerja sedang paling banyak (47,8%), sedangkan kepatuhan terhadap SOP sebesar 53,3%. <strong>Kesimpulan:</strong> Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan penerapan SOP pencegahan risiko jatuh (p=0,001; α&lt;0,05). Perawat dengan beban kerja berat cenderung memiliki tingkat kepatuhan yang lebih rendah dibandingkan beban kerja ringan dan sedang.</p> 2026-06-02T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1096 Blood-Based Inflammatory Biomarkers: A Literature Review 2026-05-02T05:33:00+00:00 Zahara Nurfatihah Z zaharanurfatihah56@gmail.com Ghea Farmaning Thias Putri zaharanurfatihahz@fk.unila.ac.id Elsa Septiani Putri zaharanurfatihahz@fk.unila.ac.id <p><strong>Introduction:</strong> Inflammation is a fundamental biological response involved in the development and progression of various diseases and is commonly assessed using indicators detected in blood. A wide range of inflammatory biomarkers has been described. However, differences in their biological characteristics and clinical relevance require clear understanding for appropriate use. <strong>Objective:</strong> This review aims to summarize the blood-based inflammatory biomarkers and to present a clear description of their characteristics, strengths, and limitations, as well as key concepts related to their clinical application and interpretation as indicators of inflammatory activity. <strong>Method:</strong> This study was conducted as a literature review using secondary data from scientific publications. Articles published within the last five years were identified from PubMed, Scopus, and Google Scholar and selected based on their relevance to blood-based inflammatory biomarkers and the clarity of reported information. The selected literature, consisting of original research articles and review papers, was analyzed descriptively to synthesize and compare findings across studies. <strong>Result:</strong> The results indicate that blood-based inflammatory biomarkers can be grouped into several main categories, each reflecting different mechanisms and stages of inflammation. Differences in biological function and applicability were observed among biomarker groups, highlighting variations in their usefulness depending on inflammatory context. <strong>Conclusion:</strong> Blood-based inflammatory biomarkers provide important information for evaluating inflammatory status. Accurate assessment depends on interpretation that accounts for biological function, inflammatory context, and inherent limitations of each biomarker.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1236 Hubungan Bullying Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Pada Remaja Kelas IX Di SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun 2025 2026-05-29T07:16:24+00:00 Mellen Aprilliani mellenaprilliani@gmail.com Aryanti Wardiyah mellenaprilliani@gmail.com Triyoso mellenaprilliani@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Kasus bullying masih menjadi permasalahan besar di Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah. Data International Center for Research on Women (2018) menunjukkan angka kejadian bullying mencapai 70% di lima negara Asia, termasuk Indonesia. Di Bandar Lampung, kasus bullying paling banyak terjadi pada tingkat SMP. Pra-survei di SMP Negeri 1 Bandar Lampung menunjukkan 70% siswa mengalami bullying berat dan mayoritas memiliki kepercayaan diri rendah. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri pada remaja kelas IX di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan <em>cross-sectional.</em> Populasi berjumlah 352 siswa dengan sampel 187 responden yang dipilih menggunakan <em>proportionate stratified random sampling. </em>Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan <em>uji chi-square. </em><strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (63,6%) dan berusia 14 tahun (57,8%). Tingkat bullying sebagian besar berada pada kategori ringan (50,8%), sedangkan tingkat kepercayaan diri mayoritas berada pada kategori baik (49,2%). Dan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri (p-value 0,000 &lt; 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri, di mana semakin tinggi tingkat bullying, semakin rendah kepercayaan diri siswa. Kemudian, sekolah diharapkan meningkatkan pengawasan, memberikan penyuluhan, konseling, serta pembinaan karakter untuk mencegah bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung kepercayaan diri siswa.</p> 2026-06-01T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1152 Penerimaan Dan Penggunaan Teknologi Kesehatan (Technology Acceptance Model / Tam) (Systematic Review) 2026-05-15T08:58:24+00:00 Ilda Riski Ismail ildareskii@gmail.com Sidarsyah Sidarsyah1983@gmail.com Sartini Risky risky.sarjan87@gmail.com <p>Transformasi digital dalam sektor kesehatan memerlukan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna agar implementasi teknologi dapat berjalan efektif. <em>Technology Acceptance Model</em> (TAM) merupakan kerangka kerja yang paling luas digunakan untuk menganalisis perilaku adopsi ini melalui variabel kegunaan dan kemudahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis literatur mengenai faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan dan penggunaan teknologi kesehatan, mulai dari sistem informasi rumah sakit (SIMRS) hingga aplikasi kesehatan mobile (<em>mHealth</em>), dengan menggunakan kerangka kerja TAM. Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em> terhadap 25 artikel ilmiah dan laporan resmi (periode 2020–2025) yang mencakup studi di tingkat nasional (Indonesia) maupun global. Data dianalisis secara tematik berdasarkan variabel-variabel TAM dan hasil temuan utama dari setiap studi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa <em>Perceived Usefulness</em> (PU) merupakan prediktor paling dominan dalam menentukan niat penggunaan teknologi kesehatan, terutama pada sistem SIMRS dan <em>telehealth</em>. <em>Perceived Ease of Use</em> (PEOU) dan faktor <em>Trust</em> (kepercayaan) menjadi variabel pendukung yang signifikan pada teknologi berbasis <em>mobile</em> dan farmasi digital. Faktor eksternal seperti pelatihan pengguna terbukti meningkatkan adopsi, sementara resistensi pengguna masih menjadi hambatan utama dalam implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Secara global, meskipun teknologi kesehatan meningkatkan efisiensi dan <em>outcome</em> klinis, ketimpangan akses (<em>equity</em>) masih menjadi tantangan besar dalam distribusi teknologi di berbagai wilayah. Penerimaan teknologi kesehatan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis kemudahan sistem, tetapi sangat bergantung pada persepsi pengguna terhadap manfaat nyata dan tingkat kepercayaan pada sistem. Diperlukan strategi yang komprehensif, termasuk pelatihan berkelanjutan dan kebijakan pemerataan akses, untuk memastikan keberhasilan transformasi digital kesehatan.</p> 2026-06-02T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1089 What Type of Exercise for Obesity with Knee Osteoarthritis? : Systematic Review 2026-05-02T05:33:36+00:00 Muh Alif Kurniawan Sam alifwawansam@unima.ac.id Ade Wirastuti adewirastuti@pharm.untan.ac.id Nur Agung Martopo agung@unisa-surakarta.ac.id <p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Osteoarthritis</em> berhubungan erat dengan obesitas. Kondisi tersebut lebih sering dijumpai pada usia lanjut. Hal ini dikarenakan, kondisi tersebut meningkatkan beban mekanik pada sendi lutut sehingga gejala dapat semakin berat. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui jenis latihan yang dapat memberikan manfaat bagi penderita knee osteoarthritis yang disertai obesitas. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini merupakan <em>systematic review</em> menggunakan artikel yang terbit pada tahun 2015 – 2026. Pencarian dilakukan melalui <em>https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/</em> dan <em>https://pedro.org.au/</em>. Tinjauan ini dilakukan dan dilaporkan sesuai dengan pernyataan <em>Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses</em> (PRISMA). <strong>Hasil:</strong> Ditemukan 13 artikel dengan tema yang serupa, 8 artikel dari <em>Pubmed</em> dan 5 artikel yang dijumpai di <em>Pedro</em>. Telah ditemukan 5 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ada. Berbagai <em>treatment</em> yang diberikan, <em>strengthening exercise</em> dan <em>stretching</em> menjadi latihan yang diterapkan. Beberapa artikel juga menggunakan program diet dalam menanggulangi obesitas. <strong>Kesimpulan:</strong> <em>Strengthening exercise</em> efektif menurunkan nyeri dan kekakuan sendi pada <em>knee osteoarthritis</em>. Tetapi, hal tersebut tidak mempengaruhi penurunan indeks massa tubuh seseorang. Strengthening exercise jika dikombinasikan dengan diet secara terkontrol, mampu mengurangi penurunan berat badan dan meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita knee osteoarthritis dengan obesitas.</p> 2026-06-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1085 Tingkat Kelelahan Fisik dan Mental Relawan pada Respon Bencana di Aceh 2026-05-02T05:34:06+00:00 Nurul 'Afifah Hijami hijami.afifah@gmail.com Zahara Nurfatihah Z zaharanurfatihah56@gmail.com <p>Kelelahan fisik dan mental merupakan masalah kesehatan kerja yang umum terjadi pada relawan tanggap bencana akibat tuntutan kerja yang tinggi, jam kerja yang panjang, dan waktu pemulihan yang terbatas. Kondisi ini dapat menurunkan kinerja dan meningkatkan risiko kesalahan operasional selama respons darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kelelahan fisik dan mental pada relawan tanggap bencana di Aceh serta menganalisis hubungan dengan durasi kerja harian, lama istirahat dalam 24 jam terakhir, dan durasi aktivitas fisik berat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan melalui survei daring yang melibatkan 35 relawan yang terlibat langsung dalam kegiatan tanggap bencana di Aceh. Tingkat kelelahan diukur menggunakan <em>Fatigue Assessment Scale</em>. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan distribusi kelelahan, sedangkan analisis bivariat dengan uji <em>chi square</em> digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Sebagian besar relawan mengalami tingkat kelelahan rendah hingga sedang. Ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kelelahan dengan durasi kerja harian serta lama istirahat dalam 24 jam terakhir, dengan nilai p kurang dari 0,05. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara durasi aktivitas fisik berat dengan tingkat kelelahan, dengan nilai p lebih dari 0,05. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaturan jam kerja dan pemenuhan waktu istirahat yang cukup untuk melindungi kesehatan relawan.</p> 2026-06-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1095 Kesehatan Mental, Stres Kerja, dan Burnout Sebagai Isu K3 Di Indonesia: Tinjauan Literatur 2026-05-02T05:33:52+00:00 Nurul 'Afifah Hijami hijami.afifah@gmail.com <p><em>Psychosocial risks in the workplace, such as high workload, role conflict, and low organizational support, are increasingly recognized as key determinants in occupational health and safety. Chronic exposure to these factors is associated with work-related stress, burnout, mental health problems, and reduced productivity and workplace safety. This review aims to analyze recent scientific evidence on work-related stress and burnout among workers and their impact on health and organizational performance. A literature review was conducted on articles published in Indonesian and English in peer reviewed journals over the past eight years. Included study designs comprised systematic reviews, meta-analyses, randomized controlled trials, cohort studies, cross-sectional studies, and qualitative studies measuring work-related stress, burnout, or psychosocial risks in occupational settings. The findings indicate a consistent association between psychosocial risks and increased levels of work-related stress and burnout across various sectors, including healthcare, transportation, construction, education, and industry. Reported impacts include mental health disorders, increased absenteeism, reduced productivity, and higher risk of occupational accidents. Multilevel organizational interventions demonstrate greater effectiveness compared with individual-based approaches alone. Work-related stress and burnout represent strategic issues in occupational health and safety. Integrating psychosocial risk management into organizational policies and practices is essential to protect workers’ health and maintain workplace safety and performance.</em></p> 2026-06-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1118 Faktor-Faktor Promosi Kesehatan terhadap Penguatan Gerakan Masyarakat dalam Bidang Kesehatan: Studi kasus di perusahaan Singkong Di Lampung Utara Tahun 2025 2026-05-06T11:55:31+00:00 Yeni Rosita yeni_rosita@poltekkes-tjk.ac.id Ahmad Fikri yeni_rosita@poltekkes-tjk.ac.id La Ode Liaumin Azim yeni_rosita@poltekkes-tjk.ac.id <p>Salah satu industri yang mengubah singkong menjadi tepung tapioka, yang juga menjadi Lokasi praktik bagi mahasiswa Poltekkes Tanjungkarang dari Jurusan Kesehatan Lingkungan, memiliki kewajiban untuk menjalankan promosi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa tantangan yang berdampak pada efisiensinya. Penelitian awal mencatat adanya 22 insiden kecelakaan kerja sepanjang tahun 2024, dan sebagian pekerja mengungkapkan ketidaknyamanan saat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sehingga hanya enam dari sepuluh pekerja yang diwawancarai menggunakan APD secara sepenuhnya. Pelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebijakan berwawasan kesehatan, lingkungan yang mendukung, reorientasi pelayanan kesehatan, dan keterampilan individu terhadap gerakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 60 responden. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan gerakan masyarakat, yaitu kebijakan K3 (p=0,002), lingkungan (p=0,004), pelayanan kesehatan (p=0,011), dan keterampilan individu (p=0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor kebijakan dan keterampilan individu memiliki pengaruh yang kuat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Disarankan adanya penguatan kebijakan berbasis masyarakat serta peningkatan literasi kesehatan guna mendorong gerakan masyarakat yang berkelanjutan.</p> 2026-06-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1117 Analisis Perbedaan Kadar Asam Urat dan Gula Darah Puasa pada Wanita Dewasa Normal-Weight Lean dengan Normal-Weight Obesity dan Obesitas Berusia 30-45 Tahun 2026-05-06T09:22:56+00:00 Dyane Vatricia 2220312012_dyane@student.unand.ac.id Desmawati desmiwati26unand@gmail.com Fika Tri Anggraini fika2026@gmail.com <p>Studi terbaru mengenai peningkatan obesitas di seluruh dunia terkait erat dengan peningkatan risiko penyakit kronis. Risiko kardiometabolik pada <em>Normal-Weight Lean</em> (NWL), <em>Normal-Weight Obesity</em> (NWO) dan obesitas masih kurang diteliti di Indonesia. penelitian ini bertujuan untuk menganalis perbedaan kadar asam urat dan gula darah puasa (GDP) pada individu NWL dibandingkan dengan NWO dan obesitas akibat adanya pengaruh persentase lemak tubuh atau <em>Body Fat Percentage</em> (BFP) berlebih pada NWO dapat mengakibatkan inflamasi tingkat rendah dan respon oksidatif, Penelitian secara <em>cross sectional</em> terhadap 107 orang wanita berusia 30-45 tahun di Kota Padang, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek diukur tinggi badan, berat badan, dan BFP dengan <em>bioelectrical impedance analysis</em> (BIA) dan sampel darah diperiksa untuk menganalisis asam urat dan GDP⸺analisis statistic data univariat dan bivariat dilakukan secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan wanita NWO sejumlah 20 orang (18,7%) dengan mayoritas berusia 38,4±5,0 tahun, sudah menikah dengan tingkat pendidikan terakhir SMA/sederajat, dan tidak bekerja. Rerata BFP subjek adalah 34,9%, dan IMT 27,5 kg/m2. Rerata kadar asam urat NWO yaitu 5,06 ± 0,66 mg/dL dan rerata kadar GDP pada NWO yaitu 76,84 ± 14,4 mg/dL. Hasil uji statistik non parametrik dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar asam urat (p= 0,061) dan GDP (p=0,797) antara responden NWL dengan NWO dan obesitas. Kesimpulan penelitian adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik kadar asam urat dan GDP antara NWL, NWO dan obesitas pada wanita berusia 30-45 tahun.</p> 2026-06-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1143 Pencegahan Perilaku Penggunaan Vape Pada Remaja Melalui Program TEGAS (Tolak Rokok Elektrik, Generasi Aman Sehat): Studi Kasus Pada Siswa SMP GIKI 3 Surabaya 2026-05-11T09:52:24+00:00 Reski Wardayani Wahid reskiwardayani3772@gmail.com Pulung Siswantara pulung_siswantara@yahoo.com <p>Penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja mengalami peningkatan signifikan dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena tingginya paparan media sosial, persepsi bahwa vape lebih aman dibanding rokok konvensional, serta pengaruh teman sebaya. Remaja merupakan kelompok rentan terhadap perilaku adiktif sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan usia mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi berbasis edutainment melalui Program TEGAS (Tolak Rokok Elektrik, Generasi Aman Sehat) terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, niat pencegahan vape, dan keterampilan asertif siswa SMP GIKI 3 Surabaya. Penelitian menggunakan desain action research dengan pendekatan edukasi interaktif selama dua hari pada siswa kelas VIII dan IX. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, survei kuesioner, dan evaluasi pretest-posttest. Intervensi meliputi edukasi bahaya vape, permainan edukatif, video interaktif, diskusi kelompok, dan roleplay perilaku asertif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya vape, peningkatan sikap positif terhadap pencegahan penggunaan vape, serta peningkatan niat siswa untuk menolak penggunaan vape setelah mengikuti kegiatan. Selain itu, sebagian besar siswa mampu mempraktikkan keterampilan asertif dalam simulasi penolakan ajakan penggunaan vape. Pendekatan edutainment dinilai efektif meningkatkan partisipasi, keterlibatan emosional, dan pemahaman siswa terhadap pesan kesehatan. Program TEGAS dapat menjadi alternatif strategi promosi kesehatan remaja berbasis sekolah untuk mencegah perilaku penggunaan rokok elektrik.</p> 2026-06-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1146 Analisis Praktik Klinik Keperawatan dengan Intervensi Terapi Okupasi Tie Dye Dalam Penurunan Halusinasi 2026-05-13T11:26:33+00:00 Khoirun Nisa Indriani indrinisa39@gmail.com Milkhatun milkhatuni26@gmail.com Dwi Rahmah Fitriani dwi.rahmafitriani@gmail.com Arief Budiman arief.budiman@gmail.com <p>Gangguan kesehatan jiwa, khususnya skizofrenia dengan gejala halusinasi, merupakan masalah serius yang berdampak pada fungsi individu dan lingkungan sosial. Halusinasi pendengaran sering memicu perilaku maladaptif seperti berbicara sendiri, kecemasan, hingga risiko perilaku kekerasan. Data di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda menunjukkan tingginya angka kasus skizofrenia dengan halusinasi, sehingga diperlukan intervensi yang efektif tidak hanya secara farmakologis tetapi juga nonfarmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi okupasi tie dye dalam menurunkan gejala halusinasi pada pasien skizofrenia. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan praktik klinik keperawatan pada satu pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi diberikan selama 4 hari berturut-turut dengan observasi menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan skor halusinasi dari 34 (kategori sangat berat) menjadi 10 (kategori ringan), disertai berkurangnya gejala seperti mendengar bisikan, melamun, dan perilaku mondar-mandir. Simpulan penelitian ini adalah terapi okupasi tie dye efektif dalam menurunkan gejala halusinasi dan dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang inovatif dalam praktik keperawatan jiwa.</p> 2026-06-03T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1113 Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Gastritis di Wilayah Kerja Puskemas Mantangai, Kalimantan Barat 2026-05-05T18:13:20+00:00 Marleni marlenie.spt@gmail.com Dian Pitaloka Priasmoro dianpitaloka@itsk-soepraoen.ac.id <p>Gastritis merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stres. Stres diketahui dapat meningkatkan sekresi asam lambung yang berpotensi memicu gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis di wilayah kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stres dan kejadian gastritis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang (85%) dan gastritis kategori sedang (56,7%). Hasil uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,89 (p &gt; 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gastritis merupakan kondisi multifaktorial yang tidak hanya dipengaruhi oleh stres, tetapi juga oleh faktor lain seperti pola makan dan gaya hidup.</p> 2026-06-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1174 Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynous (L) Merr) Sebagai Pelembab Wajah 2026-05-20T11:55:28+00:00 Anggini dwi silfianti angginidwisilfianti@gmail.com Tri Danang Kurniawan tridanang@unib.ac.id Dwi Kurnia Putri dwikp15@unib.ac.id Rose Intan Perma Sari roseintan@unib.ac.id <p>Daun katuk (<em>Sauropus androgynus</em> (L.) Merr) berpotensi digunakan sebagai bahan alami dalam sediaan perawatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 96% daun katuk menjadi sediaan toner serta mengevaluasi mutu fisik, efektivitas kelembapan, dan keamanan sediaan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%) ekstrak daun katuk. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, iritasi, dan hedonik. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan memiliki nilai pH pada rentang 4,8–6,47 sehingga masih sesuai dengan pH kulit. Nilai viskositas seluruh formula berada pada rentang 0,96–3,24 cPs dan memenuhi persyaratan sediaan toner. Uji kelembapan menunjukkan nilai kelembapan kulit berkisar 62,3%–66,2%, dengan formula F2 dan F3 memberikan hasil lebih baik dibandingkan formula lainnya. Uji iritasi pada 10 panelis menunjukkan tidak adanya reaksi iritasi seperti kemerahan, gatal, maupun rasa perih pada kulit. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 96% daun katuk dapat diformulasikan menjadi sediaan toner yang memenuhi persyaratan mutu fisik, aman digunakan, dan dapat dikembangkan.</p> 2026-06-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1157 Hubungan Asupan Energi dan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita (24-59 Bulan) di Desa Bekonang Sukoharjo 2026-05-17T10:24:03+00:00 Viska Insani viskainsani83@gmail.com Firmansyah viskainsani83@gmail.com <p><strong>Pendahuluan :</strong> Stunting merupakan kondisi balita yang memiliki tinggi badan lebih rendah<br>dibandingkan umur berdasarkan indikator TB/U. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan<br>stunting adalah asupan energi dan protein yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh balita. <strong>Tujuan :</strong><br>mengetahui hubungan asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan<br>di Desa Bekonang, Sukoharjo. <strong>Metode :</strong> Penelitian menggunakan desain observasional dengan<br>pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 92 balita yang diambil menggunakan teknik<br>proportional random sampling. Data asupan energi dan protein diperoleh melalui wawancara langsung<br>kepada ibu balita menggunakan formulir food recall 3×24 jam selama 3 hari tidak berurutan, sedangkan<br>data stunting diperoleh melalui pengukuran tinggi badan dan umur menggunakan indikator Z-score<br>TB/U menurut Permenkes 2020. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment dan Rank<br>Spearman’s rho. <strong>Hasil :</strong> Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (81,5%), sedangkan balita<br>stunting sebesar 18,5%. Sebanyak 92,4% balita memiliki asupan energi kurang dan 91,3% memiliki<br>asupan protein lebih. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan<br>energi (p=0,417) dan asupan protein (p=0,126) dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan.<br><strong>Simpulan :</strong> Asupan energi dan protein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian<br>stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Bekonang, Sukoharjo.</p> 2026-06-04T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1049 Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Kandangan 2026-05-02T05:33:16+00:00 Zulfa Putri Salsabila iniichal18@gmail.com Rahmadani Rahmadani iniichal18@gmail.com Putri Vidiasari Darsono iniichal18@gmail.com Melviani Melviani iniichal18@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional. Tingkat kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas. Puskesmas Kandangan mengalami peningkatan jumlah kunjungan pasien serta penambahan tenaga kefarmasian, namun masih ditemukan keluhan terkait ketanggapan dan kecepatan pelayanan. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menggambarkan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kandangan. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan desain deskriptif dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel sebanyak 301 responden dipilih menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis lima dimensi ServQual, yaitu <em>reliability, responsiveness,</em> <em>assurance, empathy,</em> dan <em>tangible</em>, kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk persentase. <strong>Hasil: </strong>Hasil dari pengukuran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian Puskesmas Kandangan menunjukkan hasil bahwa dimensi <em>tangible</em> berada pada kategori sangat puas (90,29%), dimensi <em>reliability</em> berada pada kategori sangat puas (92,46%), dimensi <em>responsiveness</em> berada pada kategori sangat puas (91,49%), dimensi <em>assurance</em> berada pada kategori sangat puas (91,83%), dan dimensi <em>emphaty </em>berada pada kategori sangat puas (92,39%). <strong>Simpulan: </strong>Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pasien rawat jalan di Puskesmas Kandangan merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian.</p> 2026-06-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1120 Efektivitas Finger Hold Dan Hand Massage Dalam Menurunkan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Hemoroid Grade IV: Studi Kasus 2026-05-07T15:21:28+00:00 Ardito Dicky Pilang Gusbriananda j230245088@student.ums.ac.id Dian Hudiyawati dian.hudiyawati@ums.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Salah satu komplikasi setelah tindakan hemoroidektomi yaitu munculnya nyeri akut akibat proses pembedahan pada jaringan tubuh. Penatalaksanaan nyeri secara optimal dapat dilakukan melalui kombinasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Teknik relaksasi <em>finger hold</em> dan <em>hand massage</em> merupakan metode nonfarmakologis yang efektif dalam mengurangi nyeri. <strong>Metode: </strong>Studi kasus ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk mengevaluasi tingkat nyeri pada pasien pasca hemoroidektomi setelah dilakukan <em>finger hold</em> dan <em>hand massage</em> selama 10 menit sekali pertemuan dalam waktu 3 hari. <strong>Hasil: </strong>Implementasi menunjukkan penurunan gejala nyeri, ditandai dengan berkurangnya ekspresi meringis dan meningkatnya ketenangan pasien. Skala nyeri yang semula 6 menurun menjadi 3 setelah intervensi. Teknik ini tidak hanya membantu menurunkan intensitas nyeri, tetapi juga memberikan efek relaksasi psikologis yang mendukung proses penyembuhan. <strong>Simpulan: </strong>Berdasarkan hasil tersebut, intervensi <em>finger hold</em> dan <em>hand massage</em> dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis dalam manajemen nyeri post operasi hemoroid.</p> 2026-06-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1149 Evaluasi Biaya Dan Ekonomi Dalam Layanan Kesehatan: Literartur Review 2026-05-13T23:20:06+00:00 Masriawati masriawatirhya@gmail.com Karimin hipkabisultra10@gmail.com Sartini Risky risky.sarjan87@gmail.com <p>Evaluasi ekonomi menjadi instrumen krusial dalam pengambilan keputusan di sektor kesehatan guna memastikan alokasi sumber daya yang terbatas dapat menghasilkan luaran kesehatan yang optimal. Pertumbuhan biaya pelayanan kesehatan menuntut adanya analisis yang mendalam terhadap efisiensi berbagai intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai penerapan evaluasi biaya dan ekonomi dalam layanan kesehatan berdasarkan literatur terkini. Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em>. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik dengan fokus pada artikel yang dipublikasi antara tahun 2020 hingga 2025. Sebanyak 15 artikel relevan dipilih yang mencakup topik evaluasi ekonomi seperti <em>Cost-Effectiveness Analysis</em> (CEA), <em>Cost-Utility Analysis</em> (CUA), serta analisis dampak ekonomi dari teknologi digital dan intervensi klinis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, termasuk <em>Artificial Intelligence</em> (AI), terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya layanan. Intervensi spesifik seperti operasi metabolik, artroplasti sendi panggul, dan layanan farmasi klinik menunjukkan efektivitas biaya yang lebih baik dibandingkan terapi konvensional. Di sektor perawatan kritis (ICU), evaluasi ekonomi melalui parameter QALY (<em>Quality-Adjusted Life Year</em>) membantu mengidentifikasi intervensi yang memberikan peningkatan kualitas hidup yang signifikan bagi pasien. Lebih lanjut, intervensi preventif pada kesehatan mental dan pendekatan <em>person-centered care</em> terbukti lebih efisien secara ekonomi dalam jangka panjang dibandingkan model kuratif tradisional. Evaluasi ekonomi memberikan bukti empiris bahwa efisiensi biaya dapat dicapai tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan. Penggunaan metode CEA dan CUA yang tepat, dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi kesehatan digital, merupakan strategi utama bagi manajemen rumah sakit dan pengambil kebijakan dalam menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan.</p> 2026-06-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1147 Penerapan Terapi Non-Farmakologi Untuk Mengatasi Fatigue Pada Pasien Paliatif: Studi Literatur 2026-05-13T11:25:37+00:00 Siti Nurdiyanah sitinurdiyanah2312@gmail.com Nurul Huda nurul.huda@lecturer.unri.ac.id <p>Latar Belakang: Fatigue adalah gejala umum pada pasien paliatif, terutama pada pasien dengan kanker. Pengelolaan fatigue melalui terapi non-farmakologi, seperti terapi fisik, psikologis, dan mind-body interventions, mendapatkan perhatian dalam perawatan paliatif karena memiliki sedikit efek samping dibandingkan pengobatan farmakologi. Tujuan: Penelitian ini mengevaluasi efektivitas berbagai terapi non-farmakologi dalam mengelola fatigue pada pasien paliatif. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan mengumpulkan artikel-artikel yang relevan dari berbagai basis data, termasuk PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sembilan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis untuk mengevaluasi temuan terkait terapi non-farmakologi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terapi fisik, seperti aktivitas fisik moderat, terapi psikologis seperti CBT dan mind-body interventions, efektif dalam mengurangi fatigue pada pasien paliatif. Terapi musik dan aromaterapi juga menunjukkan pengurangan signifikan dalam gejala fatigue serta peningkatan kualitas hidup pasien. Selain itu, Baduanjin, Tai Chi Qigong, eurythmy therapy, somatic acupressure, dan laser auriculotherapy juga terbukti bermanfaat. Kesimpulan: Terapi non-farmakologi terbukti efektif dalam mengelola fatigue pada pasien paliatif. Implementasi yang lebih luas memerlukan pelatihan lebih lanjut bagi tenaga kesehatan.</p> 2026-06-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1133 Penerapan Senam Kaki Diabetik Terhadap Peningkatan Sensitivitas Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus 2026-05-10T05:04:45+00:00 Riswanto riswanto@example.com Eny Patonah enypatonah@gmail.com Imelda Putri Rahayu imelda@gmail.com Rostina rostina@gmail.com Susanna susanna@gmail.com Elis Anggeria elisanggeria@unprimdn.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Diabetes mellitus merupakan penyakit kronik dengan komplikasi neuropati yang mengakibatkan penurunan sensitivitas kaki. Sensitivitas kaki yang menurun merupakan faktor risiko utama terjadinya ulkus diabetik. <strong>Tujuan: </strong>Memberikan asuhan keperawatan pada pasien Tn. S dengan penerapan intervensi senam kaki diabetik untuk meningkatkan sensitivitas kaki di RSU Royal Prima Medan. <strong>Metode: </strong>Studi kasus deskriptif pada satu pasien DM dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif. Intervensi senam kaki diabetik dilakukan 6 sesi dalam 3 hari, masing-masing 15 menit. Sensitivitas kaki diukur menggunakan vibration testing garpu tala 128 Hz. <strong>Hasil: </strong>Sebelum intervensi, hasil sensitivitas kaki negatif (skor 0); GDA 300 mg/dL; TD 135/95 mmHg. Setelah 6 sesi intervensi, sensitivitas kaki meningkat menjadi positif; GDA turun menjadi 189 mg/dL; TD 130/95 mmHg. Keluhan kesemutan dan rasa keram berkurang secara bertahap. <strong>Simpulan: </strong>Senam kaki diabetik efektif meningkatkan sensitivitas kaki dan menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologi mandiri perawat.</p> 2026-06-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1154 Analisa Penerapan Familiar Auditory Sensory Training terhadap Tingkat Kesadaran pada Pasien Stroke Hemoragik di Ruang ICU RSUD Kota Sabang 2026-05-16T01:37:31+00:00 Abdul Hacki hackirsu@gmail.com Chandra Siswanto Gaho chandrasiswanto09@gmail.com Deka Novia dekanovia75@gmail.com Ferryan Aqmal amal_chiepz@yahoo.com Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea dwightmahaputeramarulituahutapea@unprimdn.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Stroke hemoragik merupakan kondisi akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial dan penurunan tingkat kesadaran. Pasien stroke dengan penurunan kesadaran memerlukan intervensi nonfarmakologis tambahan, salah satunya yaitu Familiar Auditory Sensory Training (FAST). Terapi ini menggunakan stimulasi suara keluarga atau orang terdekat untuk membantu meningkatkan respons sensorik dan kesadaran pasien.<strong> Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) terhadap peningkatan tingkat kesadaran pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU RSUD Kota Sabang.<strong> Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU RSUD Kota Sabang tahun 2025. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan pengukuran tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS). Intervensi FAST diberikan selama 10 menit sekali sehari selama 3 hari berturut-turut. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat kesadaran pasien setelah penerapan FAST. Pada hari pertama nilai GCS pasien tetap pada skor 6 (E2VtM4). Hari kedua terjadi peningkatan menjadi GCS 7 (E3VtM5), dan hari ketiga meningkat menjadi GCS 9 (E4VtM5). Selain peningkatan kesadaran, pasien juga menunjukkan respons yang lebih baik terhadap stimulasi verbal dan perubahan hemodinamik yang lebih stabil.<strong> &nbsp;Simpulan: </strong>Penerapan Familiar Auditory Sensory Training (FAST) dapat membantu meningkatkan tingkat kesadaran pada pasien stroke hemoragik di ruang ICU. Terapi ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam pemantauan neurologis pasien dengan penurunan kesadaran.</p> 2026-06-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1291 Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Keluarga Dalam Memberikan Perawatan Kepada Pasien Stroke Yang Dirawat Di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2026 2026-06-06T22:00:42+00:00 Nova Liana novaliana126@gmail.com Eka Yudha Chrisanto novaliana126@gmail.com Rika Yulendasari novaliana126@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2023, stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung, dengan sekitar 12 juta kasus baru setiap tahunnya dan lebih dari 6,5 juta kematian..Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026, Secara keseluruhan, dari total 67 responden, sebagian besar memiliki perilaku keluarga kurang baik yaitu sebanyak 39 responden (58,2%), sedangkan yang memiliki perilaku baik sebanyak 28 orang (41,8%). Dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 44 responden (65,7%) sedangkan yang memiliki pengetahuan keluarga baik sebanyak 23 responden (34,3%).Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan keluarga merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku dalam merawat pasien stroke. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku keluarga dalam memberikan perawatan kepada pasien stroke di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 202 orang dengan sampel 67 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. <strong>Hasil : </strong>Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value &lt; 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam memberikan perawatan kepada pasien stroke dengan&nbsp; Nilai nilai p-value &lt; 0,005&nbsp; dan nilai&nbsp; Odds Ratio (OR) sebesar (0,50–0,29). <strong>Kesimpulan :</strong> Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam merawat pasien stroke. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga guna memperbaiki kualitas perawatan pasien stroke.</p> 2026-06-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1292 Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Booklet Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung Tahun 2026 2026-06-06T22:30:55+00:00 Melta Susanti meltasusanti27@gmail.com Eka Trismiyana meltasusanti27@gmail.com Rilyani meltasusanti27@gmail.com <p><strong>Pendahuluan :</strong> Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami lansia dan menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya terus meningkat setiap tahun. World Health Organization (WHO) tahun 2024 menyebutkan sekitar 1,28 miliar orang menderita hipertensi,. Di Indonesia, prevalensi hipertensi berdasarkan data Riskesdas tahun 2022 mencapai 34,11%, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok usia ≥60 tahun. Kemenkes RI juga melaporkan bahwa sekitar 32,3% penderita hipertensi masih kurang patuh dalam menjalani pengobatan. Rendahnya kepatuhan minum obat pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat adalah melalui edukasi kesehatan menggunakan media booklet yang mudah dipahami oleh lansia. <strong>Tujuan :</strong> Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, Kota Bandar Lampung, tahun 2026. <strong>Metode : </strong>Penelitian ini merupakan Jenis kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan kuesioner pengetahuan. Serta Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. <strong>Hasil :</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepatuhan sebelum intervensi sebesar 4,23 (tidak patuh) dan setelah di intervensi meningkat menjadi 6,63 (patuh). Dengan nilai p-value = 0,000 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi menggunakan media booklet terhadap kepatuhan minum obat. <strong>Kesimpulan :</strong> edukasi menggunakan media booklet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengetahuan pada lansia penderita hipertensi.</p> 2026-06-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1296 Hubungan Tingkat Stres dan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Farmasi 2026-06-07T07:04:47+00:00 Febya Yuhendra Putri febyayuhendraa@gmail.com Oktafany Oktafany febyayuhendraa@gmail.com Nurmasuri Nurmasuri febyayuhendraa@gmail.com Ihsanti Dwi Rahayu febyayuhendraa@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong>: Stres merupakan respons terhadap tuntutan yang melebihi kemampuan individu dan dapat berdampak pada kualitas tidur. Mahasiswa farmasi berisiko mengalami stres akibat beban akademik yang tinggi, sehingga berpotensi mengalami gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa aktif Program Studi Farmasi. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa aktif Program Studi Farmasi Universitas Lampung. Teknik pengambilan sampel dengan <em>proportionate stratified random sampling</em> dengan jumlah sampel&nbsp; 210 responden. Pengukuran tingkat stres menggunakan <em>Perceived Stress Scale</em> (PSS-10) dan kualitas tidur dengan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI). Analisis data bivariat menggunakan uji <em>Spearman rank correlation</em>. <strong>Hasil</strong>: Mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (81%) dan kualitas tidur yang buruk (79%). Hasil uji bivariat menggunakan uji <em>Spearman rank</em> menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur (p&lt; 0,001; r= 0,273) dengan kekuatan korelasi lemah dan arah hubungan positif.<strong> Simpulan</strong>: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur mahasiswa aktif Program Studi Farmasi Universitas Lampung.</p> 2026-06-07T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1297 Gambaran Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Bendungan ASI Di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2026 2026-06-07T07:41:41+00:00 Meliyana meli26953@gmail.com Aryanti Wardiyah meli26953@gmail.com Riska Wandini meli26953@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, proporsi ASI eksklusif bayi umur 0-5 bulan di Provinsi Lampung pada 2023 adalah 76,20 % (Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, 2023). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menjelaskan bahwa Cakupan bayi &lt; 6 bulan mendapatkan ASI Ekslusif di Provinsi Lampung tahun 2024 sebesar 81,4%, dimana angka ini sudah mencapai target yang diharapkan yaitu 70% (Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, 2025). Data presurvey yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, didapat 3 Puskesmas yang memiliki jumlah ibu nifas tertinggi yaitu: Puskesmas Panjang dengan jumlah ibu nifas sebnayak 752 orang, Puskesmas Pasar Ambon sebanyak 556 orang, dan Puskesmas Satelit sebanyak 543 orang (Data Kota Bandar Lampung, 2025). <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang&nbsp;bendungan&nbsp;ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, tahun 2026. <strong>Metode: </strong>Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan strategi penelitian deskriptif. Besar populasi adalah &nbsp;ibu nifas pada bulan Maret s.d. April tahun 2026 sebanyak 139 orang. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga didapat sampel sebesar 104 responden. Teknik sampling menggunakan <em>random sampling</em>. Analisis data menggunakan univariat. <strong>Hasil : </strong>Karakteristik ibu yang baru bersalin dengan persentase terbanyak adalah&nbsp; usia produktif (20-35 tahun) sebanyak 53 responden (51,0%), pendidikan SMA sebanyak 63 responden (60,6%), pekerjaan dengan status tidak bekerja (IRT) sebanyak 63 responden (60,6%) dan jumlah anak 2 sebanyak 53 responden (51,0%). <strong>Kesimpulan: </strong>Distribusi frekuensi pengetahuan ibu yang baru melahirkan tentang bendungan ASI di Area Kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, pada tahun 2025 menunjukkan persentase tertinggi pada kategori pengetahuan baik sebanyak 72 responden (69,2%). Saran bagi responden hendaknya lebih aktif dalam mencari informasi terkait masalah bendungan ASI yang muncul pada saat nifas, sehingga permasalahan bendungan ASI dapat teratasi dan pengetahuan ibu meningkat.</p> 2026-06-07T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1298 Pengaruh Edukasi Tentang Menstruasi Terhadap Kecemasan Siswi Kelas VIII Di SMP Negeri 13 Kota Bandar Lampung Tahun 2026 2026-06-07T10:17:29+00:00 Eli Susanti ellisusantii28@gmail.com Rilyani ellisusantii28@gmail.com Triyoso ellisusantii28@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikologis diantara adalah pola menstruasi, yang sering menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan. Kecemasan yang tidak terkendali dapat berdampak pada keseimbangan hormon, mengganggu siklus menstruasi, serta menurunkan kualitas hidup remaja. Edukasi kesehatan mengenai menstruasi menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan mengurangi kecemasan pada remaja putri. <strong>Tujuan:</strong> Diketahui Pengaruh Edukasi tentang Menstruasi terhadap Kecemasan Siswi Kelas VIII di SMP Negeri 13 Kota Bandar Lampung Tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan <em>desain pre-eksperimental</em> (<em>One Group Pretest–Posttest Design</em>). Populasi penelitian berjumlah 81 siswi kelas VIII, dengan sampel sebanyak 45 responden yang ditentukan menggunakan rumus <em>slovin</em> dan teknik <em>proportionate stratified random sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan <em>Hamilton Rating Scale For Anxiety </em>untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. <strong>Hasil:</strong> Rata-rata kecemasan sebelum diberikan edukasi sebesar 2,62 dan menurun menjadi 2,20 setelah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat pengaruh edukasi tentang menstruasi terhadap kecemasan siswi. <strong>Kesimpulan: </strong>penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi tentang menstruasi efektif dalam menurunkan kecemasan pada siswi.</p> 2026-06-07T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1299 Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Tingkat Kualitas Tidur Pada Remaja Di SMA Negeri 14 Bandar Lampung Tahun 2026 2026-06-07T10:37:59+00:00 Lidia lidiya0019@gmail.com Aryanti Wardiyah lidiya0019@gmail.com Triyoso lidiya0019@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Fenomena <em>Internet Gaming Disorder (IGD)</em> semakin banyak menjadi sorotan karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan remaja, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun sosial. Hasil survey yang telah dilakukan di SMA N 14 Bandar Lampung, menyebutkan 7 dari 10 anak (70%) mengalami kecanduan game online. Dengan durasi tidur 2 sampai 5 jam sehari. Sementara itu, waktu bermain game online 4 sampai 8 jam per hari.&nbsp; Fenomena kecanduan game online dan tingkat kualitas tidur yang buruk pada remaja merupakan masalah yang serius yang dapat mempengaruhi status kesehatan mental remaja. <strong>Tujuan: </strong>Diketahui hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat kualitas tidur pada anak remaja di SMA N 14 Bandar Lampung Tahun 2026. <strong>Metode: </strong>jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>kuantitatif. </em>Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan <em>cross-sectional. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah kela XI dan kelas X remaja SMA N 14 Bandar Lampung dengan jumlah populasi 645 siswa, sehingga sampel diambil dengan menggunakan rumus <em>slovin</em> sebanyak 247 responden, dibagi menjadi 2 bagian, kelas X 138 siswa dan kelas XI 109 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan data dengan teknik <em>proportionate stratified random sampling. </em><strong>Hasil : </strong>Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 140 (97,2%) remaja yang mengalami kecanduan, dan sebagian besar memiliki&nbsp; kualitas tidur yang buruk sebanyak 81 (78,6%) remaja. <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan uji statistik <em>chi-square</em>, didapatkan p-value 0,000 (p &lt; 0,005) yang artinya terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat kualitas tidur pada remaja di SMA N 14 Bandar Lampung Tahun 2026.</p> 2026-06-07T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1300 Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Tentang Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung Tahun 2025 2026-06-07T12:53:31+00:00 Lulu Setia Wijaya setiawijayalulu@gmail.com Aryanti Wardiyah setiawijayalulu@gmail.com Riska Wandini setiawijayalulu@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Perawatan payudara selama masa kehamilan bermanfaat untuk mempersiapkan ASI saat melahirkan sehingga memberikan keyakinan bahwa mereka dapat menyusui bayinya dengan baik. Puskesmas Panjang menduduki peringkat pertama dengan jumlah ibu hamil sebanyak 759 orang (0,09%), disusul Puskesmas Sukaraja dengan jumlah ibu hamil sebanyak 592 orang (0,07%). Puskesmas Satelit menduduki peringkat ketiga dengan jumlah ibu hamil sebanyak 532 orang (0,06%). <strong>Tujuan:</strong> Untuk mengetahui Pengaruh Pengetahuan Terhadap Praktek Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang Kota Bandar Lampung. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-test and post-test.&nbsp; Populasi penelitian ini berjumlah 300 responden, dan jumlah sampel penelitian ini adalah 171 responden ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung. <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis uji bivariat menggunakan uji t-dependen menunjukkan nilai p-value 0,000 &lt; 0,05. <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan tentang perawatan payudara pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Panjang, Kota Bandar Lampung, pada tahun 2025.</p> 2026-06-07T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1302 Gambaran Pengetahuan Ibu Dalam Penanganan Balita Yang Tersedak Di Kelurahan Bumi Waras Kota Bandar Lampung Tahun 2026 2026-06-07T13:16:26+00:00 Meiliana Septiana melianaa2232@gmail.com Aryanti Wardiyah melianaa2232@gmail.com Setiawati melianaa2232@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Tersedak merupakan keadaan gawat darurat yang sering terjadi pada anak balita akibat masuknya makanan atau benda asing ke saluran napas. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kematian. Hasil pra-survei di Puskesmas Sukaraja menunjukkan 75% ibu belum mengetahui cara penanganan tersedak yang benar, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu. <strong>Tujuan: </strong>Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu dalam penanganan balita yang tersedak di Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung tahun 2025. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>survey analitik</em>. Populasi sebanyak 1.389 ibu yang memiliki balita, dengan sampel 311 responden yang diambil menggunakan teknik <em>Proportionate Stratified Random Sampling.</em> Instrumen berupa kuesioner dengan 18 pertanyaan, dan data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi serta persentase tingkat pengetahuan ibu. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan baik, yaitu sebanyak 262 responden (84,2%), sedangkan 49 responden (15,8%) memiliki tingkat pengetahuan kurang baik. Karakteristik responden mayoritas berusia 20–35 tahun (85,5%), berpendidikan SMA (87,1%), dan tidak bekerja (94,9%).</p> 2026-06-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1208 Uji Efektivitas Analgetik Ekstrak Etanol Daun Gelinggang (Cassia alata L) Pada Mencit Jantan (Mus musculus) 2026-05-27T23:41:17+00:00 Regina Anggun Pitri anggunregina1008@gmail.com Dwi Kurnia Putri anggunregina1008@gmail.com Vernonia Yora Saki anggunregina1008@gmail.com Tri Danang Kurniawan anggunregina1008@gmail.com Putri Mulia anggunregina1008@gmail.com <p>Gelinggang (<em>Cassia alata </em>L) mengandung metabolit sekunder yaitu, flavonoid, alkaloid yang diduga memiliki efektivitas analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgetik ekstrak daun gelinggang (<em>Cassia alata </em>L) pada mencit jantan (<em>Mus musculus</em>) dengan metode <em>hot plate</em>. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Gelinggang diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan pemekatan dengan rotary<em> evaporator. </em>Mencit dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, serta dua kelompok perlakuan ekstrak daun gelinggang dosis 250 mg/kgBB dan dosis 500 mg/kgBB. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati latensi. Hasil uji Anova menunjukkan (sig &lt;0,05) yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelima kelompok perlakuan. Kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey untuk melihat perbedaan antara kelompok perlakuan, di mana hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak 500 mg/kgBB menunjukkan aktivitas analgesik lebih baik karena mampu meningkatkan waktu latensi secara signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif dan memberikan efek yang mendekati kontrol positif. Nilai rata-rata uji Tukey tertinggi terdapat pada kelompok positif (16,36), diikuti oleh ekstrak 500 mg/kgBB (15,92).</p> 2026-06-10T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1202 Uji Efek Antipiretik Ekstrak Daun Gelinggang Yang Diberikan Secara Oral Pada Mencit Putih Jantan 2026-05-24T19:10:34+00:00 Fatima Khoirunisa imahteh602@gmail.com Dwi Kurnia Putri imahteh602@gmail.com Suci Rahmawati imahteh602@gmail.com Tri Danang Kurniawan imahteh602@gmail.com <p>Demam merupakan peningkatan suhu tubuh di atas normal yang terjadi karena adanya gangguan pada pusat pengatur panas di hipotalamus. Salah satu alternatif terapi yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan tanaman herbal seperti daun gelinggang (<em>Cassia alata</em> L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ektrak etanol daun gelinggang terhadap aktivitas antipiretik pada mencit putih jantan yang diinduksi ragi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap menggunakan 5 kelompok, yaitu kontrol sehat (aquadest), kontrol negatif (Na-CMC), kontrol positif (paracetamol) serta kelompok perlakuan ekstrak dosis 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Induksi antipiretik dilakukan dengan pemberian ragi 40% kemudian dilakukan perlakuan setelah 1 jam induksi. Hasil uji Tukey menunjukkan bahwa ekstrak daun gelinggang memiliki efek antipiretik pada mencit. Dosis 200 mg/kgbb memiliki rata-rata suhu tubuh tertinggi dibandingkan kelompok lain dengan selisih 0,5433°C terhadap kontrol negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun gelinggang dosis 200 mg/kgbb memberikan efek antipiretik yang lebih baik dibandingkan kontrol positif dan dosis 100 mg/kgbb. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peningkatan dosis ekstrak daun gelinggang dapat memperkuat efek penurunan suhu tubuh.</p> 2026-06-10T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1197 Tinjauan Komprehensif Jenis Dan Teknik Fabrikasi Microneedle Sebagai Sistem Penghantaran Obat Transdermal 2026-05-22T18:19:37+00:00 Rianingsih Dwi Astuti Mundandar rianingsihdwiastuti@gmail.com Hesti Riasari rianingsihdwiastuti@gmail.com Revika Rachmaniar rianingsihdwiastuti@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Microneedle</em> merupakan teknologi inovatif dalam sistem penghantaran obat transdermal yang berkembang pesat dalam dua dekade terakhir. Berbagai jenis dan metode fabrikasi telah dikembangkan, namun belum banyak kajian yang membandingkan keduanya secara terintegrasi. <strong>Tujuan:</strong> Artikel ini bertujuan mengulas tren penelitian, jenis, metode fabrikasi, serta aplikasi <em>microneedle</em> di bidang farmasi dan kosmetik dalam suatu kerangka analisis komparatif. <strong>Metode:</strong> Studi literatur sistematis dilakukan dengan penelusuran pada basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “<em>microneedle</em>”, “<em>microneedle types</em>”, “<em>microneedle fabrication</em>”, dan “<em>transdermal drug delivery</em>”. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian dan tinjauan berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada rentang 2000–2025 dan relevan dengan topik. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak tersedia secara penuh, duplikasi, dan studi yang tidak berfokus pada pengembangan microneedle. Berdasarkan proses seleksi diperoleh 65 artikel yang dianalisis secara komprehensif. <strong>Hasil:</strong> <em>Dissolving microneedle</em> merupakan jenis yang paling dominan dalam tren penelitian terkini, dengan perkembangan signifikan pada metode fabrikasi berbasis micromolding dan <em>3D printing</em>. Kombinasi <em>3D printing</em> untuk pembuatan <em>master mold</em> dan <em>micromolding</em> untuk replikasi massal teridentifikasi sebagai pendekatan paling prospektif. Teknologi <em>microneedle</em> menunjukkan potensi besar dalam aplikasi vaksin, terapi obat, dan kosmetik, meskipun masih menghadapi tantangan pada aspek regulasi dan skalabilitas produksi. <strong>Simpulan:</strong> <em>Microneedle</em>, khususnya jenis <em>dissolving</em>, memiliki prospek menjanjikan sebagai platform penghantaran obat yang efektif, aman, dan inovatif di masa depan.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1182 Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Tersedak Pada Anak Usia 1-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026 2026-05-23T21:03:21+00:00 Pitri Nofa Sari fitrinovasari54@gmail.com Andoko Andoko fitrinovasari54@gmail.com Dewi Kusumaningsih fitrinovasari54@gmail.com Deny Eka Liasari fitrinovasari54@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan akibat sumbatan benda asing pada jalan napas yang sering terjadi pada anak usia 1–5 tahun dan dapat menyebabkan hipoksia hingga kematian. Anak usia 1–5 tahun berisiko tinggi mengalami tersedak karena fase eksplorasi oral serta kemampuan mengunyah dan menelan yang belum sempurna. Pengetahuan orang tua berperan penting dalam pencegahan dan penanganan awal tersedak. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik observasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 170 responden yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 87 responden (51,2%), dan sebanyak 103 responden (60,6%) menyatakan anaknya pernah mengalami tersedak dalam 12 bulan terakhir. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun dengan nilai p-value 0,0001 (p&lt;0,05) dan Odds Ratio sebesar 0,113. <strong>Simpulan:</strong> Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kejadian tersedak pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung Tahun 2026.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1175 Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Gastritis Pada Masyarakat Di Puskesmas Mantangai 2026-05-20T11:55:00+00:00 Kartini Kartini hikmahphone63@gmail.com Ratna Roesardhyati ratnaroes@itsk-soepraoen.ac.id <p>Gastritis merupakan salah satu gangguan pada sistem pencernaan yang masih sering terjadi di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan. Pola makan yang tidak teratur diduga dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu terjadinya gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantangai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 72 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kejadian gastritis yang diadaptasi dari penelitian sebelumnya. Analisis data dilakukan menggunakan program SPSS dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 56–65 tahun sebanyak 19 responden (26,40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 54 responden (75,00%), berpendidikan SMA sebanyak 28 responden (38,90%), dan memiliki pendapatan UMR per bulan sebanyak 38 responden (52,80%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square melalui Continuity Correction diperoleh nilai p-value sebesar 0,828 (p &gt; 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mantangai, hal ini terjadi karena ada banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti stres, obat-obatan dan faktor genetik.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1162 Penerapan Manajemen Laktasi Terhadap Pertumbuhan Bayi Di Desa Botung 2026-05-17T10:23:44+00:00 Nisaul Mardiah cisu44355@gmail.com Verawaty Fitrinelda Silaban verawatyfitrineldasilaban@unprimdn.ac.id Krisna Karelis Nehe cisu44355@gmail.com Cindy Giovanny Widya Dhana verawatyfitrineldasilaban@unprimdn.ac.id <p>Latar Belakang: Prevalensi stunting di Desa Botung mencapai 26,7%, lebih tinggi dari rata-rata nasional 21,5%. Rendahnya cakupan ASI eksklusif akibat praktik pemberian makanan prelakteal menjadi faktor risiko utama. Manajemen laktasi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bayi usia 0–6 bulan. Tujuan: Menganalisis pengaruh penerapan manajemen laktasi terhadap pertumbuhan bayi meliputi berat badan (BB), panjang badan (PB), dan lingkar kepala (LK). Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group pada 64 bayi usia 0–6 bulan yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing 32 bayi. Kelompok eksperimen mendapat edukasi, pendampingan, dan praktik teknik menyusui selama Februari–April 2026. Data dianalisis menggunakan Paired T-Test dan Independent T-Test. Hasil: Kelompok eksperimen mengalami peningkatan BB 1.263 gram, PB 5,4 cm, dan LK 2,7 cm, lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (BB 423 gram, PB 2,1 cm, LK 1,2 cm) dengan p=0,000. Kesimpulan: Manajemen laktasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan bayi usia 0–6 bulan dan berpotensi menjadi strategi pencegahan stunting di wilayah pedesaan.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1145 Dampak Program Makan Bergizi (MBG) Terhadap Kejadian Underweight Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima 2026-05-13T11:27:47+00:00 Juraidin juraidin@umbima.ac.id Darmin darmin@umbima.ac.id Nurismutiaraquranis nuris@gmail.com Abel Oktaviani darmin@umbima.ac.id Harlina Natalia harlina@gmail.com Ros Diani ros@gmail.com Airin airin@gmail.com Aldy aldy@gmail.com <p>Masalah gizi balita seperti Underweight pada balita merupakan salah satu masalah gizi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan anak. Kondisi ini terjadi akibat kurangnya asupan gizi yang cukup dalam jangka waktu tertentu sehingga berat badan anak berada di bawah standar usianya. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah gizi balita adalah melalui Program Makan Bergizi (MBG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak Program Makan Bergizi (MBG) terhadap kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional. Populasi penelitian berjumlah 868 balita usia 12–59 bulan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita merupakan penerima MBG, yaitu sebanyak 726 balita (83,6%), sedangkan yang tidak menerima MBG sebanyak 142 balita (16,4%). Status underweight menunjukkan bahwa mayoritas balita berada pada kategori normal, yaitu sebanyak 799 balita (92,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p=0,000 (&lt;0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara Program Makan Bergizi dengan kejadian underweight pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi memberikan dampak positif dalam membantu menurunkan kejadian underweight pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rasanae Timur Kota Bima.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1134 Pengaruh Variasi Konsentrasi PVA Terhadap Evaluasi Sifat Fisik Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Daun Salam 2026-05-10T05:03:27+00:00 Vania Santika Putri vaniaputri@poltekindonusa.ac.id Tiara Natali e22012@poltekindonusa.ac.id <p>Penuaan dini merupakan kondisi percepatan proses degenerasi kulit yang dapat dipicu oleh paparan radikal bebas, sehingga diperlukan intervensi berupa antioksidan topikal. Daun salam (<em>Syzygium polyanthum</em> (Wight) Walp) diketahui memiliki aktivitas antioksidan kuat, sehingga berpotensi dikembangkan dalam sediaan kosmetik anti-aging, salah satunya masker gel <em>peel-off</em>. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serta mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi polivinil alkohol (PVA) terhadap karakteristik sediaan masker gel <em>peel-off</em> ekstrak daun salam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun salam dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:10. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan menjadi masker gel <em>peel-off</em> dengan variasi konsentrasi PVA, yaitu F1 (10%), F2 (12,5%), dan F3 (15%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, viskositas, serta uji hedonik. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki homogenitas yang baik dengan warna dan bau yang seragam, namun berbeda dalam tekstur. Nilai pH berada pada rentang 5,12±0,15 hingga 5,41±0,10, daya sebar 5,05±0,32 hingga 6,14±0,05 cm, daya lekat 5,38±3,03 hingga 41,34±7,95 detik, waktu mengering 16,12±1,99 hingga 24,94±1,08 menit, serta viskositas 20139,9±25,35 hingga 20166,5±9,44 cPs. Uji hedonik menunjukkan bahwa formula F1 (PVA 10%) merupakan formula yang paling disukai panelis. Analisis statistik menunjukkan bahwa variasi konsentrasi PVA berpengaruh signifikan terhadap daya sebar, daya lekat, dan waktu mengering (p&lt;0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap pH dan viskositas (p&gt;0,05).</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1119 Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Pendaftaran Di UPTD Puskesmas Karangrejo 2026-05-06T19:58:16+00:00 Cindy Nirmala Putri cindynirmala03@gmail.com Yessiana Luthfia Bahri cindynirmala03@gmail.com Sigit Andriyanto cindynirmala03@gmail.com Etanaulia Marsim cindynirmala03@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Pelayanan pendaftaran merupakan tahap awal dalam proses pelayanan kesehatan yang berperan penting dalam membentuk persepsi serta tingkat kepuasan pasien. <strong>Tujuan:</strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan pendaftaran berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan (<em>SERVQUAL</em>), yaitu <em>tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. </em><strong>Metode penelitian</strong>:Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dan rancangan <em>cross sectional.</em> Populasi adalah seluruh pasien yang melakukan pendaftaran di UPTD Puskesmas Karangrejo dengan sampel sebanyak 93 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan <em>uji Chi Square</em>. <strong>Hasil</strong>:Penelitian menunjukkan bahwa dimensi <em>tangibles </em>didapatkan nilai OR 5,17(CI 95% 2,12-12,61) p=0,001.Dimensi <em>reliability</em> didapatkan nilai OR 14,66(CI 95% 5,32-40.39).Dimensi <em>responsiveness </em> didapatkan nilai OR 13,66(CI 95% 4,99-37,41) p=0,001.Dimensi <em>Assurance</em> didapatkan nilai OR 18,00(CI 95% 6,28-51,52) p=0,001.Dimensi <em>Empathy</em> didapatkan nilai OR 6,59(CI 95% 1,97-22.09) p=0,001.Seluruh dimensi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. <strong>Kesimpulan dan saran:</strong>Dimensi <em>empathy</em> dan <em>responsiveness</em> terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan pasien. Hal ini mengindikasikan bahwa sikap ramah, perhatian, kesigapan, serta kemampuan petugas dalam merespons kebutuhan pasien secara cepat dan tepat merupakan aspek yang paling menentukan dalam membentuk kepuasan pasien. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan yang berfokus pada penguatan sikap empati dan daya tanggap petugas sangat diperlukan guna mencapai standar kepuasan pasien sesuai ketentuan nasional (&gt;90%).</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1130 Optimasi Variasi Konsentrasi Cera Alba dan Parafin Wax terhadap Karakteristik Fisik Stick Pelembab pada Kulit Kering Berbasis Minyak Argan 2026-05-10T05:09:39+00:00 Maratus Sholikhah mara@poltekkespalembang.ac.id Septi Anggraini mara@poltekkespalembang.ac.id Meyla Dhesfaiza Putri mara@poltekkespalembang.ac.id <p>Kulit kering merupakan kondisi yang ditandai dengan menurunnya kadar air pada lapisan kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi kasar, bersisik, dan pecah-pecah. Area tubuh tertentu seperti tumit, telapak kaki, siku, lutut, dan telapak tangan lebih rentan mengalami kekeringan karena memiliki lapisan kulit yang lebih tebal serta sering mengalami tekanan dan gesekan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah penggunaan sediaan stick pelembab yang praktis dan mudah diaplikasikan. Minyak argan diketahui mengandung asam lemak esensial, tokoferol, dan senyawa fenolik yang memiliki berbagai aktivitas biologis salah satunya adalah sebagai antioksidan. Karakteristik fisik sediaan stick dipengaruhi oleh komposisi basis yang digunakan seperti cera alba dan parafin wax. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi komposisi cera alba dan parafin wax terhadap karakteristik fisik stick pelembab berbasis minyak argan. Penelitian dilakukan melalui pembuatan tiga formula dengan variasi konsentrasi cera alba dan parafin wax. Sediaan yang dihasilkan kemudian dievaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, titik leleh, dan titik patah. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh variasi basis terhadap mutu fisik sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan organoleptis, homogenitas, dan pH sediaan topikal. Variasi komposisi cera alba dan parafin wax memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik stick terutama pada parameter titik leleh dan titik patah. Peningkatan konsentrasi cera alba menghasilkan sediaan yang lebih keras dengan titik leleh lebih tinggi, sedangkan peningkatan parafin wax menghasilkan tekstur yang lebih lunak dan mudah diaplikasikan. Berdasarkan hasil evaluasi mutu fisik, formula F3 memenuhi seluruh parameter uji dan menunjukkan keseimbangan karakteristik fisik yang lebih optimal sehingga dapat direkomendasikan sebagai formula terbaik dalam penelitian ini.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1138 Persepsi Perawat Pelaksana tentang Iklim Organisasi dan Kualitas Pelayanan Keperawatan: Studi Kualitatif 2026-05-10T19:59:01+00:00 Patimah Sari Siregar patimahsarisiregar@unprimdn.ac.id Elis Anggeria elisanggeri@unprimdn.ac.id Tiarnida Nababan tiarnidanababan@unprimdn.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Unit hemodialisis adalah tempat pelayanan kesehatan bagi pasien dengan gagal ginjal kronik yang membutuhkan interaksi intens dan berkesinambungan antara perawat dan pasien. Karena tingginya beban klinis ini, suasana organisasi yang baik menjadi faktor penting dalam membangun perilaku perawatan yang positif serta mempertahankan kualitas pelayanan keperawatan di ruang perawatan. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengalaman perawat pelaksana tentang iklim organisasi dan dampaknya terhadap kualitas perawatan di Unit Hemodialisis Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan. <strong>Metode: </strong>Studi ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Sebanyak 10 perawat pelaksana yang memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun terlibat sebagai partisipan dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh secara menyeluruh melalui metode wawancara mendalam (in-depth interview) dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. <strong>Hasil: </strong>Hasil analisis menunjukkan enam tema utama yang mencerminkan pengalaman perawat, yaitu: (1) struktur organisasi sebagai dasar kejelasan peran dan efektivitas kerja; (2) standar pelayanan sebagai pedoman kualitas yang realistis; (3) tanggung jawab profesi sebagai bentuk komitmen moral dan kemanusiaan; (4) dukungan sosial dari sesama rekan sebagai penyangga (buffering) terhadap stres klinis; (5) pengakuan emosional sebagai pendorong motivasi dalam diri; serta (6) solidaritas tim sebagai penguat komitmen terhadap organisasi. <strong>Simpulan: </strong>Penelitian ini menyatakan bahwa terbentuknya suasana organisasi yang baik di unit hemodialisis tidak hanya dipengaruhi oleh penerapan aturan rumah sakit. Suasana itu justru ditingkatkan dan diperkuat oleh kekompakan tim serta kepemimpinan yang mendukung, yang secara bersama-sama dapat menciptakan rasa aman secara psikologis (psychological safety) bagi perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1150 Hubungan Shift Konvensional dengan Beban Kerja, Kinerja Perawat dan Kepuasan Pasien di Rumah Sakit RSUD Drs Haji Amri Tambunan 2026-05-14T20:40:32+00:00 Dewi Sartika Br Tarigan dewiisartikatrgn@gmail.com Dwight Mahaputera Marulitua Hutapea dwightmahaputeramarulituahutapea@unprimdn.ac.id Refi Ikhtiari refiikhtiari@unprimdn.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Sistem kerja shift pada perawat berpotensi memengaruhi beban kerja, kinerja, dan kepuasan pasien. Hubungan antarvariabel tersebut masih menunjukkan hasil yang bervariasi. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan shift kerja dengan beban kerja perawat, hubungan kinerja perawat dengan tingkat kepuasan pasien, serta hubungan shift kerja dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. <strong>Metode: </strong>hubungan shift kerja dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden perawat dan pasien rawat inap. <strong>Hasil: </strong>Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi. Distribusi shift kerja perawat relatif merata, dengan mayoritas bekerja pada shift pagi sebanyak 23 responden (36,5%). Beban kerja perawat sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 38 responden (60%). Kinerja perawat mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 45 responden (71,5%). Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa puas terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap sebanyak 29 responden (46%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dan beban kerja perawat (p = 0,034). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja perawat dan tingkat kepuasan pasien (p = 0,004; r = 0,194). Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja konvensional dan tingkat kepuasan pasien (p = 0,006). <strong>Simpulan: </strong>Shift kerja berhubungan signifikan dengan beban kerja perawat, dan kinerja perawat berhubungan signifikan dengan tingkat kepuasan pasien. Namun, shift kerja tidak berhubungan langsung dengan kepuasan pasien, yang mengindikasikan bahwa kepuasan pasien lebih dipengaruhi oleh kualitas kinerja dan pelayanan keperawatan dibandingkan pembagian shift kerja itu sendiri.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1205 Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di Puskesmas Beringin Raya 2026-05-27T23:45:11+00:00 Winda Dwi Rosalinda windadwi038@gmail.com Oky Hermansyah oky.hermansyah@unib.ac.id Tri Danang Kurniawan tri.danang@unib.ac.id <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan pengobatan dalam jangka panjang sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sangat diperlukan untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol. Tingkat pengetahuan pasien diduga memiliki hubungan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Beringin Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross sectional</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em> dengan jumlah responden sebanyak 92 pasien hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik, sedangkan kepatuhan minum obat lebih banyak berada pada kategori tidak patuh. Hasil uji <em>Chi-square</em> diperoleh nilai p-value sebesar 0,003 (&lt;0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Puskesmas Beringin Raya. Responden dengan tingkat pengetahuan baik cenderung memiliki kepatuhan minum obat yang lebih baik dibandingkan responden dengan tingkat pengetahuan rendah. Dengan demikian, tingkat pengetahuan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi terhadap pengobatan.</p> 2026-06-12T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1238 Pengaruh Pemberian Media Gizi Untuk Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Kurang Energi Kronis 2026-05-29T12:33:33+00:00 Saniya Saniya saniyasan798@gmail.com Ratih Kurnia Sari saniyasan798@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Masalah gizi yang sering di alami oleh remaja di Indonesia salah satunya adalah Kurang Energi Kronis (KEK) yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan kesehatan remaja. pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja tentang pentingnya pola makan bergizi seimbang yaitu melalui edukasi gizi. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dari media leaflet, video animasi, dan kipas sebagai media edukasi gizi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikaap remaja mengenai KEK. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian yang digunakan adalah <em>Quasi Experimental</em> dengan rancangan <em>One Group Pretest-Posttest</em> tanpa kontrol. Subjek penelitian adalah 30 siswi kelas 8 SMPN 2 Karawang Timur yang dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing diberikan media edukasi yang berbeda. Pengukuran dilakukan dengan <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> serta <em>recall</em> konsumsi makan 2x24 jam sebelum dan sesudah intervensi.<strong> Hasil: </strong>Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan asupan energi serta protein pada semua kelompok media dengan nilai signifikan (p&lt;0,05). Media <em>leaflet</em> dan video animasi memberikan hasil yang lebih baik pada peningkatan rata-rata asupan energi dan protein dibanding media kipas.<strong> Simpulan: </strong>Penelitian ini menyimpulkan bahwa media edukasi gizi seperti <em>leaflet</em>, video, dan kipas berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pada remaja.</p> 2026-06-13T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1248 Uji Efektivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Biji Karet (Hevea brasiliensis Mull. Arg.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus ATCC 8739, Escherichia coli ATCC 25922, dan Candida albicans 2026-05-31T07:32:04+00:00 Nesa Romanda Sari nesaromanda@gmail.com Risky Hadi Wibowo nesaromanda@gmail.com Oky Hermansyah nesaromanda@gmail.com Rose Intan Perma Sari nesaromanda@gmail.com Putri Mulia nesaromanda@gmail.com <p>Infeksi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan dunia yang signifikan, termasuk di Indonesia yang memiliki iklim tropis dan lembap, sehingga memperparah pertumbuhan berbagai mikroba berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antimikroba ekstrak etanol 70% biji karet (<em>Hevea brasiliensis</em> Mull. Arg.) terhadap <em>Staphylococcus aureus, Escherichia coli</em>, dan <em>Candida albicans</em>, serta untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Efek antimikroba diuji menggunakan metode difusi cakram dengan delapan perlakuan dan tiga kali pengulangan pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia dilihat melalui reaksi pengendapan dan perubahan warna yang menunjukkan adanya kandungan alkaloid, triterpenoid, dan tanin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan <em>S. aureus</em> dan <em>E. coli</em>, tetapi tidak dapat menghambat <em>C. albicans</em>. Konsentrasi 75% menunjukkan zona hambat terbesar terhadap <em>S. aureus</em> sebesar 1,97 mm (kategori lemah) dan terhadap <em>E. coli</em> sebesar 8,43 mm (kategori sedang). Analisis statistik dilakukan dengan uji <em>Kruskal-Wallis</em> yang menunjukkan nilai signifikansi 0,002 (p&lt;0,05), sehingga variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh nyata terhadap daya hambat antimikroba. Ekstrak etanol 70% dari biji karet berpotensi dikembangkan sebagai antimikroba alami di masa mendatang.</p> 2026-06-13T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1345 Pengaruh Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tablet Zat Besi dengan Perilaku Pencegahan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Hulu Palik Bengkulu Utara 2026-06-13T13:26:42+00:00 Hera Olani Jaya Ningsih heraolani329@gmail.com Dessy Triana heraolani329@gmail.com Suci Rahmawati heraolani329@gmail.com Dwi Kurnia Putri heraolani329@gmail.com Putri Mulia heraolani329@gmail.com <p>Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, bayi berat lahir rendah, serta kematian ibu dan janin. Pengetahuan ibu hamil mengenai tablet zat besi berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi dengan perilaku pencegahan anemia di wilayah kerja Puskesmas Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi penelitian adalah 120 ibu hamil yang mendapatkan tablet zat besi, dengan sampel sebanyak 92 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner perilaku pencegahan anemia, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (73,9%), berpendidikan SMA/SMK (53,3%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (45,7%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 57 responden (62,0%), sedangkan perilaku pencegahan anemia sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 70 responden (76,1%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan anemia. Semakin baik pengetahuan yang dimiliki ibu hamil mengenai manfaat, cara konsumsi, dan pentingnya tablet zat besi, maka semakin baik pula perilaku yang dilakukan dalam upaya pencegahan anemia selama kehamilan. Namun demikian, perilaku pencegahan anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi, peran tenaga kesehatan, dan pola makan sehari-hari.</p> 2026-06-14T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1255 Skrining Fitokimia Dan Uji Daya Hambat Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Dan Kulit Batang Pohon Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) Terhadap Escherichia coli ATCC 25922 Dan Bacillus subtilis ATCC 6633 2026-05-31T08:29:51+00:00 Yessica Nadeak yesikanadeak@gmail.com Risky Hadi Wibowo yesikanadeak@gmail.com Oky Hermansyah yesikanadeak@gmail.com Dwi Kurnia Putri yesikanadeak@gmail.com Afifah Fauziyyah yesikanadeak@gmail.com <p>Daun dan kulit batang angsana (<em>Pterocarpus indicus </em>Willd.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun dan kulit batang angsana dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Escherichia coli </em>dan <em>Bacillus subtilis</em>, serta mengetahui kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak daun dan kulit batang angsana. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75% dengan kontrol positif <em>Ciprofloxacin</em> dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil uji menunjukkan ekstrak daun dan kulit batang angsana mampu menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> dan <em>B. subtilis</em>. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli </em>terdapat pada ekstrak daun pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 10,76 mm katagori kuat dan pada <em>B. subtilis </em>yang paling efektif terdapat pada ekstrak kulit batang kosentrasi 75% dengan zona hambat 11,23 mm katagori kuat. Hasil analisis statistik dilakukan dengan uji <em>analisis non-parametrik</em> <em>Kruskal-Wallis </em>yang menunjukkan nilai signifikansi p&lt;0,05 yang berarti terdapat pengaruh nyata variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun dan kulit batang angsana berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri <em>Bacillus subtilis </em>dan <em>Escherichia coli</em>.</p> 2026-06-14T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1258 Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Batang dan Akar Jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Escherichia coli ATCC 25922 dan Bacillus subtilis ATCC 6633 2026-05-31T14:29:55+00:00 Siti Nurhaliza nurhalizas687@gmail.com Risky Hadi Wibowo nurhalizas687@gmail.com Dwi Kurnia Putri nurhalizas687@gmail.com Oky Hermansyah nurhalizas687@gmail.com Afifah Fauziyyah nurhalizas687@gmail.com <p>Jeruju (<em>Acanthus ilicifolius</em> L.) merupakan tumbuhan mangrove yang mengandung metabolit sekunder dan digunakan sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etanol batang dan akar jeruju dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> ATCC 25922 dan <em>B. subtilis</em> ATCC 6633, serta mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak batang dan akar jeruju. Pembuatan ekstrak dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Pengujian efektivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%, dengan 8 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang dan akar jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak batang dan akar jeruju efektif menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> dan <em>B. subtilis</em>. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>E. coli</em> terdapat pada ekstrak batang jeruju pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 7,35 mm (kategori sedang), sedangkan pada bakteri B. subtilis yang paling efektif terdapat pada ekstrak akar jeruju pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 3,96 mm (kategori lemah). Hasil analisis statistik menggunakan uji <em>Kruskal-Wallis</em> menunjukkan nilai signifikansi p&lt;0,05 yang berarti terdapat pengaruh nyata variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol batang dan akar jeruju memiliki efektivitas antibakteri terhadap bakteri <em>E. coli</em> dan <em>B. subtilis</em>.</p> 2026-06-14T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1268 Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Kulit Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis Osbeck.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis 2026-06-05T05:32:38+00:00 Riani Apriwindi apriwindiriani@gmail.com Oktoviani Oktoviani apriwindiriani@gmail.com Suci Rahmawati apriwindiriani@gmail.com Ikhsan Ikhsan apriwindiriani@gmail.com Tri Danang Kurniawan apriwindiriani@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol 70% kulit jeruk Gerga Lebong (<em>Citrus nobilis</em> Blanco x <em>sinensis</em> Osbeck.) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%, diikuti dengan penetapan kadar flavonoid menggunakan pereaksi AlCl₃ dan standar kuersetin. Analisis dilpenuliskan melalui pembuatan kurva kalibrasi pada panjang gelombang maksimum, kemudian nilai absorbansi sampel diukur dan dihitung menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kental yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 30,871% dan mengandung senyawa flavonoid berdasarkan uji fitokimia. Penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa kulit jeruk Gerga Lebong berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang farmasi dan kesehatan. Metode spektrofotometri UV-Vis terbukti efektif, sensitif, dan penulisrat dalam analisis kuantitatif flavonoid. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai bahan alami bernilai tambah.</p> 2026-06-18T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1251 Potensi Antikanidiasis dari Ekstrak Etanol Daun dan Bunga jeruju (Acanthus ilicifolius L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans dan Candida tropicalis 2026-05-31T08:30:36+00:00 Asbedta Anggraini asbedtaanggraini@gmail.com Risky Hadi Wibowo asbedtaanggraini@gmail.com Rose Intan Perma Sari asbedtaanggraini@gmail.com Putri Mulia asbedtaanggraini@gmail.com Oky Hermansyah asbedtaanggraini@gmail.com <p>Infeksi jamur masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Salah satu jamur pathogen yang sering menyebabkan infeksi adalah <em>Candida albicans </em>dan <em>Candida tropicalis</em>. Penggunaan obat antikandidiasis sintetis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta resistensi, sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbahan alam. Tumbuhan jeruju (<em>A. ilicifolius </em>L.) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antikandidiasis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan potensi antikandidiasis ekstrak etanol daun dan bunga jeruju terhadap pertumbuhan <em>Candida albicans </em>dan <em>Candida tropicalis</em> pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 75%. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserai pelarut etanol 70%. Uji potensi antikandidiasis dilakukan pada 8 perlakuan 3 ulangan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun dan bunga jeruju mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak bunga jeruju memiliki potensi antikandidiasis terhadap pertumbuhan <em>C. tropicalis</em>. Konsentrasi yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan <em>C. tropicalis </em>pada ekstrak bunga jeruju yaitu pada konsentrasi 75% dengan zona hambat 24,13 mm kategori sangat kuat dan pada ekstrak daun jeruju tidak memiliki daya hambat dalam menghambat pertumbuhan <em>C. tropicalis</em> dan <em>C. albicans</em>. Pada ekstrak bunga jeruju tidak mempunyai daya hambat dalam menghambat pertumbuhan <em>C. albicans</em>. Uji potensi antikandidiasis ekstrak daun dan bunga jeruju (<em>A. </em>ilicifolius L.) dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan uji <em>Kruskal-wallis</em>. Hasil uji dari <em>Kruskal-wallis</em> didapatkan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,003 sehingga terdapat pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antikandidiasis. Ekstrak bunga jeruju dapat digunakan sebagai sediaan farmasi atau antikandidiasis sintetis dimasa depan.</p> 2026-06-14T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1225 Formulasi Gel Tabir Surya Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) Terpurifikasi Dan Penentuan Nilai SPF 2026-05-30T19:43:40+00:00 Rike Pefsika pefsikarike@gmail.com Tri Danang Kurniawan tridanang@unib.ac.id Dessy Triana pefsikarike@gmail.com Rose Intan Perma Sari tridanang@unib.ac.id Oky Hermansyah pefsikarike@gmail.com <p>Paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, sehingga perlu dikembangkan produk tabir surya yang berbahan alami. Daun ketapang (<em>Terminalia catappa</em> L.) mengandung flavonoid dan senyawa fenolik yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak daun ketapang terpurifikasi serta mengevaluasi sifat fisik sediaan serta nilai <em>Sun Protection Factor </em>(SPF) secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi ekstrak F0, F1 (0,01%), F2 (0,02%), dan F3 (0,03%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin dalam ekstrak terpurifikasi. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 4,83–6,90, daya sebar 5,65–6,12 cm, daya lekat 5,29–8,52 detik, dan viskositas 28.779–44.571 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 2,258 ± 0,638. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak daun ketapang terpurifikasi menunjukkan aktivitas fotoprotektif dalam bentuk gel, namun efektivitasnya masih terbatas sehingga diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan nilai SPF.</p> 2026-06-14T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1257 Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Aren (Arenga Pinnata Merr.) 2026-06-06T06:26:02+00:00 Anissa nayla septri anissanyla077@gmail.com Risky Hadi Wibowo anissanyla077@gmail.com Suci Rahmawati anissanyla077@gmail.com Tri Danang Kurniawan anissanyla077@gmail.com Dwi Kurnia Putri anissanyla077@gmail.com <p>Kulit buah aren (<em>Arenga Pinnata</em> Merr.) merupakan limbah tanaman yang mengandung metabolit sekunder dan berpotensi sebagai antimikroba alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak etanol 70% kulit buah aren dalam menghambat pertumbuhan bakteri <em>Bacillus subtilis</em> ATCC 6633, <em>Escherichia coli</em> ATCC 25922, dan jamur <em>Candida albicans</em>, serta mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antimikroba diuji dengan metode difusi cakram pada konsentrasi 3,25%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat pertumbuhan <em>B. subtilis</em> dan <em>E. coli</em>, tetapi tidak menghambat pertumbuhan <em>C. albicans</em>. Konsentrasi 75% merupakan konsentrasi paling efektif dengan zona hambat sebesar 2,06 mm terhadap <em>B. subtilis</em> (kategori lemah) dan 8,16 mm terhadap <em>E. coli</em> (kategori sedang). Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikansi p&lt;0,05, yang menandakan adanya pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap daya hambat antimikroba. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 70% kulit buah aren berpotensi sebagai antimikroba alami terhadap <em>B. subtilis</em> dan <em>E. coli</em>.</p> 2026-06-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1273 Formulasi Sediaan Gel Tabir Surya Ekstrak Etanol Daun Semangka (Citrullus Lanatus) Dan Penentuan Nilai SPF 2026-06-05T05:30:18+00:00 Fadhilla Amelia Putri Sundaidi pfadhillaamelia@gmail.com Tri Danang Kurniawan tridanang@unib.ac.id Putri Mulia pmulia@unib.ac.id Oky Hermansyah oky.hermansyah@unib.ac.id Tika Hardini thardini@unib.ac.id <p>Paparan radiasi ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kulit sehingga diperlukan pengembangan produk tabir surya berbahan alami. Daun semangka (<em>Citrullus lanatus</em> (Thunb.) Matsum. &amp; Nakai) mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai fotoprotektor alami terhadap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel tabir surya dari ekstrak etanol daun semangka serta mengevaluasi sifat fisik sediaan dan nilai <em>Sun Protection Factor</em> (SPF) secara <em>in vitro</em>. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi gel dengan variasi konsentrasi F0 (kontrol), F1 (3%), F2 (5%), dan F3 (7%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan penentuan nilai SPF menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin dalam ekstrak. Seluruh formula menunjukkan karakteristik fisik yang baik dengan pH 5,30–6,34, daya sebar 5,60–6,69 cm, dan viskositas 33.238,33–48.543,33 cPs. Nilai SPF meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 1,9065 ± 0,0340. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol daun semangka memiliki potensi sebagai bahan aktif pendukung (<em>photoprotective enhancer</em>) dalam formulasi tabir surya berbasis bahan alam, meskipun masih diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap radiasi UV.</p> 2026-06-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1277 Formulasi Sediaan Gel Tabir Surya Dari Ekstrak Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) dan Penentuan Nilai SPF 2026-06-05T05:29:25+00:00 Renti Rusita rentirusita91@gmail.com Tri Danang Kurniawan tridanang@unib.ac.id Oky Hermansyah oky.hermansyah@unib.ac.id Rose Intan Perma Sari roseintan@unib.ac.id Putri Mulia pmulia@unib.ac.id <p>Daun mahkota dewa (<em>Phaleria macrocarpa</em> (Scheff.) Boerl.) mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan senyawa fenolik, yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi serta kemampuan menyerap radiasi sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun mahkota dewa dalam bentuk gel tabir surya serta mengevaluasi karakteristik fisik dan nilai <em>Sun Protection Factor</em> (SPF) sediaan. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan diformulasikan dalam empat formula, yaitu F0, F1 (1%), F2 (3%), dan F3 (5%). Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, dan nilai SPF menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki rendemen sebesar 20,69% serta mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik dengan bentuk semi solid, homogen, nilai pH 4,9–5,6, daya sebar 5,55–5,98 cm dan viskositas 30.912 – 44.766 cPs. Nilai SPF meningkat seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak, dengan nilai tertinggi pada formula F3 sebesar 3,02 ± 0,16. Disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun mahkota dewa berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif tabir surya alami dalam sediaan gel, meskipun masih diperlukan optimasi formulasi untuk meningkatkan efektivitas perlindungan terhadap radiasi ultraviolet.</p> 2026-06-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1132 Strategi Peningkatan Kesadaran Keselamatan Kerja melalui Sosialisasi K3 pada Karyawan RSU. Bina Kasih Medan 2026-05-11T18:52:25+00:00 Rizca Annur Hadya rizcaannur.h@gmail.com heppy maya sari saragih heppymaya123@gmail.com Dwike Nirmalasari Theresia Br. Barus nirmala_sari26@yahoo.com <p>Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan tenaga kerja di rumah sakit. Namun, kesadaran karyawan terhadap penerapan K3 masih belum optimal, terutama akibat kurang efektifnya strategi sosialisasi yang dilakukan di RSU Bina Kasih Medan menghadapi tantangan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi sosialisasi K3 dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini melibatkan 15 karyawan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan mereka dalam kegiatan sosialisasi K3. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi K3 melalui diskusi interaktif mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran karyawan terhadap risiko kerja. Terdapat tiga tema utama yang ditemukan, yaitu peningkatan pengetahuan K3, perubahan sikap terhadap keselamatan kerja, dan peningkatan kepatuhan terhadap prosedur K3. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu sosialisasi dan kurangnya monitoring berkelanjutan. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi sosialisasi K3 yang partisipatif dan aplikatif efektif dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja karyawan.</p> 2026-06-17T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1237 Hubungan antara Motivasi Kerja Kader terhadap Ketepatan Pengukuran Antropometri Kader pada Posyandu Balita di Kota Kediri 2026-05-30T19:34:59+00:00 Aulia Risti Ramadhani aulia_risti_ramadhani@poltekkes-malang.ac.id <p>Pemantauan pertumbuhan merupakan salah satu kegiatan utama program perbaikan gizi yang menitikberatkan pada upaya pencegahan dan peningkatan gizi anak. Salah satu kegiatan yang diandalkan dalam pencegahan gangguan gizi masyarakat adalah Posyandu. Namun, dalam pelaksanaannya, kader dalam melakukan pengukuran antropometri dan meletakkan titik (plooting) pada KMS masih dipertanyakan kebenarannya. Pekerjaan sebagai kader juga membutuhkan motivasi yang baik karena kader merupakan tenaga sukarelawan yang pekerjaannya cukup penting. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan motivasi kerja kader Posyandu dengan ketepatan pengukuran antropometri pada Posyandu Balita di Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilaksanakan pada bulan September – Desember 2022. Teknik pengumpulan data adalah kuesioner dan lembar pengumpul data yang disusun oleh peneliti. Data yang digunakan adalah data primer dari hasil pengamatan dan wawancara peneliti. Populasi adalah kader posyandu di wilayah kerja Kota Kediri dari 285 posyandu yang berstatus purnama dan mandiri. Selanjutnya, dipilih 138 kader yang memenuhi kriteria inklusi sesuai dengan jumlah minimal sampel yang dibutuhkan. Hasil penelitian terhadap 138 kader posyandu yang berstatus purnama dan mandiri di wilayah kerja Kota Kediri menunjukkan bahwa sebagian besar kader memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dalam pelaksanaan posyandu, sebagian besar kader tidak tepat dalam melakukan pengukuran antropometri, yang diketahui dari perbandingan pengukuran antara kader dan peneliti. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara motivasi dan ketepatan pengukuran antropometri dengan nilai signifikansi 0,000. Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kader Posyandu dan ketepatan pengukuran antropometri pada saat Posyandu Balita di Kota Kediri.</p> 2026-06-18T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1171 Perbedaan Determinan Lingkungan, Perilaku Hygiene, Dan Sanitasi Masyarakat Yang Tinggal 150 Dan 300 Meter (Studi Di Sekitar Tanah Makam Di Kota Surakarta) 2026-05-18T13:13:38+00:00 Utrica Meidina Fani utricafani@gmail.com Noor Alis Setiyadi utricafani@gmail.com <p>Area pemakaman berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan akibat proses dekomposisi jenazah yang menghasilkan cairan lindi dan mencemari air tanah di sekitar permukiman. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran determinan lingkungan, perilaku hygiene, dan sanitasi masyarakat yang tinggal pada radius 150 meter dan 300 meter dari area pemakaman di Kota Surakarta. Rancangan penelitian yang diterapkan berupa penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) pada bulan Juli hingga September 2025 di enam titik pemakaman Kota Surakarta. Populasi berjumlah 736 penduduk dengan sampel 253 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki determinan lingkungan kategori baik (74,7%) dan perilaku hygiene kategori baik (83,0%), sedangkan kondisi sanitasi menunjukkan proporsi yang hampir seimbang antara kategori baik (50,2%) dan kurang (49,8%). Berdasarkan jarak tempat tinggal dari area pemakaman, kondisi determinan lingkungan pada radius 150 meter maupun 300 meter masih didominasi kategori kurang, masing-masing sebesar 63,7% dan 62,6%. Perilaku hygiene pada kedua radius cenderung baik, dengan persentase lebih tinggi pada radius 300 meter (72,9%) dibandingkan radius 150 meter (66,4%). Sementara itu, kondisi sanitasi lebih baik pada masyarakat yang tinggal dalam radius 150 meter dengan kategori baik sebesar 76,0%, sedangkan pada radius 300 meter sebagian besar masih berada pada kategori kurang (57,9%). Disimpulkan bahwa perilaku hygiene masyarakat di sekitar wilayah pemakaman tergolong baik, namun kondisi determinan lingkungan dan sanitasi masih memerlukan perhatian, terutama pada masyarakat yang tinggal pada radius 150 meter dari area pemakaman.</p> 2026-06-18T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1399 Pengaruh Media Edukasi Video dan Leaflet terhadap Kesiapsiagaan Bencana pada Mahasiswa Keperawatan di Instituto Ciência de Saúde Dili 2026-06-19T10:31:41+00:00 Francisca Zelia Cardoso Da Silva franciscazelia2303@gmail.com Donal Nababan franciscazelia2303@gmail.com Johasen Hutajulu franciscazelia2303@gmail.com <p>Timor-Leste merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan, dan wabah penyakit menular. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan perlu memiliki kesiapsiagaan yang memadai dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi berupa video dan leaflet terhadap kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan di Instituto Ciência de Saúde Dili serta membandingkan efektivitas kedua media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui rancangan two-group pre-test and post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 122 mahasiswa keperawatan semester 4 yang dibagi menjadi kelompok video sebanyak 59 responden dan kelompok leaflet sebanyak 63 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner kesiapsiagaan bencana yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach Alpha 0,821. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann-Whitney U Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesiapsiagaan setelah edukasi pada kedua kelompok. Pada kelompok video, kategori siap meningkat dari 31 responden (52,5%) menjadi 57 responden (96,6%) dengan nilai p=0,001. Pada kelompok leaflet, kategori siap meningkat dari 45 responden (71,4%) menjadi 48 responden (76,2%) dengan nilai p=0,004. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan efektivitas antara kedua media dengan nilai p = 0,003; kelompok video memiliki mean rank 68,33, sedangkan kelompok leaflet 55,10. Dengan demikian, media video lebih efektif dibandingkan dengan leaflet dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana pada mahasiswa keperawatan. Media video dapat digunakan sebagai metode edukasi utama, sedangkan leaflet dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana di institusi pendidikan keperawatan.</p> 2026-06-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1214 Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Toner Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Sebagai Pelembab Wajah 2026-05-30T19:38:35+00:00 Sintya sintyadina583@gmail.com Tri danang kurniawan tridanang@unib.ac.id Samwilson Slamet sslamet@unib.ac.id Dwi Kurnia Putri dwikp15@unib.ac.id <p>Perawatan wajah penting untuk menjaga kesehatan kulit serta mencegah masalah seperti kulit kering, kusam, dan iritasi. Salah satu produk perawatan kulit yang banyak digunakan adalah toner. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi toner ekstrak daun sirih hijau (<em>Piper betle</em> L.) sebagai pelembab wajah. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan empat formula, yaitu F0 (0%), F1 (1%), F2 (2%), dan F3 (3%). Ekstraksi daun sirih hijau dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, kelembapan, uji iritasi, dan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula berbentuk cair, homogen, dan beraroma lavender. Nilai pH berada pada rentang 5,67–6,47 dan viskositas 1,21–3,83 cPs sehingga memenuhi standar toner. Formula F3 memberikan kelembapan terbaik sebesar 66,39%. Uji iritasi menunjukkan bahwa seluruh formula aman digunakan karena tidak menimbulkan reaksi iritasi. Berdasarkan uji hedonik, formula F2 dan F3 paling disukai oleh panelis. Toner ekstrak daun sirih hijau berpotensi dikembangkan sebagai pelembab wajah alami yang aman dan efektif.</p> 2026-06-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1434 Determinasi Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Hygiene terhadap Gejala Infeksi Kulit pada Masyarakat Pesisir Terdampak Pasang Rob: Studi Kasus di Desa Teluk Papal, Bengkalis 2026-06-23T11:21:20+00:00 Linda Hariyani lindanugee@gmail.com Herniwanti Herniwanti lindanugee@gmail.com Yessi Harnani lindanugee@gmail.com Mitra Mitra lindanugee@gmail.com M. Kamali Zaman lindanugee@gmail.com Iswadi Iswadi lindanugee@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Sanitasi lingkungan yang tidak memadai dan perilaku higiene yang kurang baik dapat meningkatkan risiko kejadian infeksi kulit pada masyarakat pesisir. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan perilaku higiene dengan kejadian infeksi kulit pada masyarakat pesisir Desa Teluk Papal, Kabupaten Bengkalis. <strong>Metode</strong>: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 182 responden dari populasi 1.465 penduduk. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. <strong>Hasil:</strong> Sebanyak 65,9% responden mengalami infeksi kulit. Mayoritas responden memiliki sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat serta perilaku higiene yang kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi kulit (p&lt;0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa air bersih (p=0,001; POR=9,181), perilaku mandi (p=0,004; POR=6,789), dan riwayat penyakit (p=0,002; POR=3,926) berhubungan secara independen dengan kejadian infeksi kulit. Nilai Nagelkerke R² sebesar 50,6% menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan kejadian infeksi kulit. <strong>Kesimpulan:</strong> Air bersih, perilaku mandi, dan riwayat penyakit berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi kulit. Air bersih merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian infeksi kulit.</p> 2026-06-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1435 Analisis Persetujuan Teknis Pengelolaan Limbah Cair di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau 2026-06-23T11:38:52+00:00 Sri Hayati hayatisri169@gmail.com Herniwanti Herniwanti hayatisri169@gmail.com Oktavia Dewi hayatisri169@gmail.com <p>Persetujuan Teknis (Pertek) pengelolaan limbah cair merupakan instrumen penting untuk menilai kesesuaian antara ketentuan yang berlaku dan implementasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah cair di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau berdasarkan komponen input dan proses. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada Februari–Maret 2026 terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah cair di UPT telah memiliki dasar pelaksanaan, namun masih memerlukan penguatan pada beberapa aspek. Pada komponen input, diperlukan penguatan pada SOP yang lebih spesifik, kelengkapan sarana pendukung, alokasi anggaran yang lebih terarah, dan dokumen perizinan teknis. Pada komponen proses, penguatan diperlukan pada dokumentasi deskripsi kegiatan, ketersediaan hasil uji baku mutu air limbah yang mutakhir, kelengkapan rancangan pengelolaan dan pemantauan lingkungan, kompetensi SDM, serta sistem manajemen lingkungan yang terdokumentasi. Disimpulkan bahwa pengelolaan limbah cair di UPT telah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan bertahap untuk mendukung pemenuhan Persetujuan Teknis.</p> 2026-06-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1267 Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Tahu Putih Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis 2026-06-05T05:31:50+00:00 Guntur Saputra pmulia@unib.ac.id Putri Mulia pmulia@unib.ac.id Dwi Kurnia Putri pmulia@unib.ac.id Ikhsan Ikhsan pmulia@unib.ac.id Oky Hermansyah pmulia@unib.ac.id <p>Penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada pangan masih ditemukan pada tahu putih yang dijual di pasar tradisional dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya formalin serta menentukan kadar formalin pada tahu putih di pasar tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 12 tahu putih yang diambil dari tiga pasar tradisional yaitu Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Kaget Pematang Gubernur. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi KMnO₄, asam kromatofat, dan pereaksi Schiff, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 12 sampel (25%) positif mengandung formalin, sedangkan 9 sampel (75%) negatif formalin. Kurva kalibrasi menghasilkan persamaan regresi linear y = 0,0775x + 0,0957 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,998 yang menunjukkan linearitas sangat baik. Hasil penetapan kadar formalin pada sampel positif berturut-turut sebesar 6,02%, 6,56%, dan 9,36%. Keberadaan formalin pada tahu putih menunjukkan masih adanya penyalahgunaan bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya dalam makanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih terdapat tahu putih yang mengandung formalin di pasar tradisional Kota Bengkulu sehingga diperlukan peningkatan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1172 Penerapan Latihan Genggam Bola Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Non-Hemoragik 2026-05-20T11:55:59+00:00 Muhammad Abdan Syuhada abdan.abdan180116@gmail.com Beti Kristinawati bk115@ums.ac.id <p>Pasien yang mengalami stroke sering menunjukkan gangguan fungsi motorik berupa kelemahan pada anggota gerak, khususnya bagian atas, yang biasanya disertai berkurangnya kekuatan otot. Studi kasus ini disusun untuk menggambarkan pelaksanaan latihan menggenggam bola karet pada pasien dengan stroke non-hemoragik. Menggunakan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien stroke non-hemoragik yang mengalami kelemahan otot pada ekstremitas bagian atas. Latihan genggam bola karet dilakukan sebagai intervensi selama tiga hari berturut-turut dengan frekuensi dua kali sehari, dan durai selama 15 menit. Evaluasi kekuatan otot dilakukan menggunakan metode <em>Manual Muscle Testing</em> (MMT). Hasil studi kasus menunjukkan terdapat perubahan minimal pada kekuatan otot setelah intervensi, dengan skor kekuatan otot ekstremitas kiri atas dari skor awal 7 meningkat menjadi 8. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah pemberian latihan genggam bola karet. Meskipun demikian, temuan tersebut hanya menggambarkan respons pada satu pasien sehingga belum dapat digunakan untuk menyimpulkan efektivitas intervensi secara umum maupun dalam jangka pendek.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1266 Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Susu Sapi Murni yang Dijual di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes 2026-06-02T14:20:04+00:00 M.A. Nala Rolanda nalarolanda93@gmail.com Umi Nihayatul Khusna nalarolanda93@gmail.com <p>Susu sapi merupakan bahan pangan bergizi tinggi yang rentan terkontaminasi mikroorganisme patogen apabila tidak ditangani secara higienis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Salmonella sp. pada susu sapi murni yang dijual di kedai dan pedagang pinggir jalan di Kecamatan Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pemeriksaan mikrobiologi pada 6 sampel melalui tahap pengayaan dengan media Tryptic Soy Broth (TSB), isolasi dengan media Salmonella Shigella Agar (SSA), identifikasi mikroskopis berupa pewarnaan gram, dan uji biokimia Triple Sugar Iron Agar (TSIA) dan Urease. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mengalami pertumbuhan bakteri pada media TSB, serta menghasilkan koloni khas pada media SSA berupa koloni bening dengan pusat hitam. Hasil pewarnaan Gram menunjukkan bakteri Gram-negatif berbentuk batang, sedangkan uji biokimia menunjukkan reaksi TSIA K/A dengan produksi H₂S dan uji urease negatif. Berdasarkan hasil tersebut, seluruh sampel teridentifikasi secara presumptif sebagai Salmonella sp. Temuan ini menunjukkan bahwa susu sapi yang dijual di lokasi penelitian berpotensi terkontaminasi bakteri patogen, sehingga diperlukan peningkatan higiene dan sanitasi dalam proses produksi dan distribusi untuk menjamin keamanan pangan.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1203 Hubungan status Fungsional dengan kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Mantangai 2026-05-24T19:10:09+00:00 Andri Andri andripkm@gmail.com Rif'atul Fani rifatul@itsk-soepraoen.ac.id <p>Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan penderitanya, termasuk kemandirian fisik dan kualitas hidup secara menyeluruh. Ketidakmampuan dalam mengelola penyakit dapat menurunkan status fungsional pasien.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas hidup dan status fungsional pada pasien diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik korelasional melalui pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling pada periode Maret hingga April 2026. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kualitas hidup dan kuesioner status fungsional <em>Barthel Index</em>. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia 46–55 tahun (40%), jenis kelamin perempuan (84%), dan tingkat pendidikan SMA (34%). Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas hidup kategori kurang (70%) dan status fungsional kategori ketergantungan sebagian (70%). Hasil uji bivariat melalui Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,005 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas hidup dengan status fungsional pada pasien diabetes melitus. Terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas hidup dan status fungsional. Pasien dengan kualitas hidup yang baik cenderung memiliki tingkat kemandirian yang lebih tinggi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1192 Hubungan Burnout dengan Job Performance pada Tim Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Banjarbaru 2026-05-23T22:11:37+00:00 Ade Agustiena adeagustiena5827@gmail.com Dian Pitaloka Priasmoro dianpitaloka@itsk-soepraoen.ac.id <p><em>Burnout</em> merupakan kondisi kelelahan kerja yang sering dialami tenaga kesehatan akibat tekanan kerja yang tinggi, terutama pada situasi krisis dan epidemi kesehatan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi <em>job performance</em> tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan <em>burnout</em> dengan <em>job performance</em> pada Tim Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>proportionate stratified random sampling</em>. Variabel <em>burnout</em> diukur menggunakan <em>Maslach Burnout Inventory</em> (MBI), sedangkan <em>job performance</em> diukur menggunakan Indo<em>nesian version of Individual Work Performance Questionnaire</em> (IWPQ). Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 26 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan uji korelasi <em>Spearman rho</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara <em>burnout</em> dengan <em>job performance</em> dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,298 dan signifikansi 0,021 (p&lt;0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi <em>burnout</em>, <em>job performance</em> cenderung menurun. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen stres dan dukungan organisasi untuk membantu mengurangi <em>burnout</em> sehingga <em>job performance</em> dapat dipertahankan atau ditingkatkan.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1161 Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Bahaya Narkoba 2026-05-24T19:20:52+00:00 Ega Salsabilla egasalsabillaa@gmail.com Dion kunto Adi Patria dionkunto6@gmail.com <p>Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan masa depan remaja. Kurangnya pengetahuan mengenai bahaya narkoba menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba pada kalangan pelajar. Edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang bahaya narkoba pada siswa kelas XII SMA 1 Kandangan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA 1 Kandangan sebanyak 315 orang. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh sampel sebanyak 76 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi kesehatan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 36 responden (47,4%), sedangkan setelah diberikan edukasi kesehatan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 52 responden (68,4%). Hasil uji statistik menggunakan Paired Sample t-Test diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p&lt;0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang bahaya narkoba pada siswa kelas XII SMA 1 Kandangan. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan tentang bahaya narkoba. Edukasi kesehatan dapat digunakan sebagai salah satu strategi promotif dan preventif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba pada remaja.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1326 Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Mie Basah Yang Di Jual Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis 2026-06-13T13:04:49+00:00 Syahbananda Zulyan Palse Zulyan0000@gmail.com Putri Mulia Zulyan0000@gmail.com Tri Danang Kurniawan Zulyan0000@gmail.com Ikhsan Ikhsan Zulyan0000@gmail.com Suci Rahmawati Zulyan0000@gmail.com <p>Mie basah merupakan salah satu pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena praktis dan ekonomis. Namun, masih ditemukan penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada mie basah, formalin dilarang digunakan dalam pangan karena berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyalahgunaan formalin pada mie basah yang dijual di Pasar Tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan sampel sebanyak 12 mie basah yang diambil dari Pasar Tradisional di Kota Bengkulu. Uji kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Schiff, KMnO₄, dan asam kromatofat. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dari 12 sampel mie basah, terdapat 4 sampel positif mengandung formalin, yaitu sampel B1, B2, C1, dan C4. Pada uji kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Kurva kalibrasi yang diperoleh memiliki persamaan regresi y = 0,0775x + 0,0957 nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,996 menunjukkan hubungan linear yang baik antara konsentrasi dan absorbansi. Hasil uji kuantitatif kadar formalin pada sampel B1 sebesar 0,00319 mg/g, sampel B2 sebesar 0,005655 mg/g, sampel C1 sebesar 0,005036 mg/g, dan sampel C4 sebesar 0,003642 mg/g. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa masih terdapat formalin pada mie basah yang dijual di pasar tradisional Kota Bengkulu.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1309 Analisis Cemaran Colifrom Dan Escherichia coli Pada Buah Potong (Rujak) Di Pantai Panjang, Kota Bengkulu Melalui Pendekatan Metode KIT dan MPN 2026-06-11T21:20:58+00:00 Betta Nirwana bettanirwanaaa3095@gmail.com Sipriyadi Sipriyadi bettanirwanaaa3095@gmail.com Rose Intan Perma Sari bettanirwanaaa3095@gmail.com Tri Danang Kurniawan bettanirwanaaa3095@gmail.com Putri Mulia bettanirwanaaa3095@gmail.com <p>Buah potong (rujak) merupakan salah satu makanan siap saji yang banyak dikonsumsi masyarakat, <br>namun memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi mikrobiologi akibat proses pengolahan dan <br>penyimpanan yang kurang higienis. Keberadaan bakteri Coliform dan Escherichia coli pada pangan <br>dapat menjadi indikator rendahnya sanitasi serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. <br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran bakteri Coliform dan Escherichia coli pada buah <br>potong (rujak) yang dijual di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu serta membandingkan efektivitas <br>metode Compact Dry EC (KIT) dan metode Most Probable Number (MPN). Penelitian menggunakan <br>metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 10 pedagang rujak. <br>Analisis dilakukan menggunakan metode KIT untuk mendeteksi jumlah koloni bakteri dan metode <br>MPN melalui uji penduga, uji penguat, serta uji pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari <br>10 sampel positif terkontaminasi Escherichia coli. Metode KIT menunjukkan jumlah bakteri tertinggi <br>sebesar 800 CFU/mL, sedangkan metode MPN menunjukkan nilai tertinggi ≥1898/100 mL. Uji <br>pelengkap pada media EMBA menunjukkan terbentuknya koloni hijau metalik yang mengindikasikan <br>adanya Escherichia coli. Berdasarkan hasil tersebut, sebagian sampel buah potong (rujak) di Pantai <br>Panjang Kota Bengkulu belum memenuhi standar keamanan pangan secara mikrobiologis.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1282 Determinan Edukasi Kesehatan Pada Pasien Tuberkulosis Terhadap Sikap Pencegahan Penularan Tuberkulosis Di Wilayah Kotamobagu 2026-06-07T19:32:29+00:00 Moh. Rasyid Kuna kunarasyid981@gmail.com Echa Effendi Siswanto Amir kunarasyid981@gmail.com <p>Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri <em>Mycobacterium tuberculosis</em>. Cara penularan penyakit tuberkulosis melalui udara terjadi pada saat pasien tuberkulosis batuk, bersin, atau berbicara. Secara keseluruhan, diperkirakan 2–3 miliar orang terinfeksi <em>Mycobacterium tuberculosis</em>. Menurut WHO, di Indonesia tahun 2019 terdapat 442.000 kasus TB, dengan perkiraan 2,4% kasus baru dan 13% pasien TB yang diobati sebelumnya. Tujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi kesehatan pada pasien Tuberkulosis terhadap sikap pencegahan penularan Tuberkulosis di Wilayah Kotamobagu. Metode Penelitian Desain penelitian yang digunakan metode quasi experimental design menggunakan dua kelompok pretest-posttest design, Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling hasil penelitian Adanya pengaruh Seminar kesehatan &amp; Video Edukasi dengan metode edukasi perawat &amp; leaflet terhadap pengetahuan pesien TB di Puskesmas Gogagoman masing masing berdasarkan uji statistik nilai 0,000 dan nilai p = 0,035, berarti pada alpha 5% maka dapat disimpulkan ada per bedaan yang mencolok antara pada saat sebelum dan sesudah diberikan intervensi.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1261 Literature Review: Hubungan Asupan Kafein, Kualitas Tidur, dan Night Eating Syndrome dengan Status Gizi Mahasiswa 2026-06-11T20:55:23+00:00 Andin Putri Nur 2210631220028@student.unsika.ac.id Rini Harianti riniharianti37@gmail.com Dwikani Oklita Anggiruling dwikani.oklita@gmail.com <p>Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami perubahan gaya hidup, seperti peningkatan konsumsi kafein, gangguan kualitas tidur, dan pola makan tidak teratur yang dapat memicu <em>Night Eating Syndrome</em> (NES) serta meningkatkan risiko status gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan kafein, kualitas tidur, NES dengan status gizi pada mahasiswa berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar dan Publish or Perish menggunakan kata kunci “kafein”, “kualitas tidur”, “<em>Night Eating Syndrome</em>”, dan “status gizi”. Artikel yang digunakan merupakan publikasi tahun 2019-2025 dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi serta eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil telaah terhadap tujuh artikel menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menemukan adanya hubungan signifikan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur, kualitas tidur dan status gizi, serta NES dan status gizi lebih. Mahasiswa yang memiliki kebiasaan makan malam atau mengalami NES cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami <em>overweight</em> dan obesitas. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan hasil yang tidak signifikan, mayoritas temuan mengindikasikan adanya keterkaitan antara asupan kafein, kualitas tidur, NES, dan status gizi. Disimpulkan bahwa konsumsi kafein, kualitas tidur, dan NES merupakan faktor yang saling berhubungan dan berpotensi memengaruhi status gizi mahasiswa.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1160 Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Skizofrenia di Wilayah Kerja Puskemas Ilung 2026-05-24T19:20:26+00:00 Rahmida Agustina aghnialya8@gmail.com Rif'atul Fani rifatul@itsk-soepraoen.ac.id <p>Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan minum obat untuk mencegah kekambuhan. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang baik dapat membantu pasien menjalani pengobatan dengan lebih teratur dan meningkatkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Ilung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 44 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan metode pill count. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square melalui program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,004 (p &lt; 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita skizofrenia. Dukungan keluarga yang baik berperan dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif keluarga dalam mendukung proses pengobatan pasien skizofrenia untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan menurunkan risiko kekambuhan.</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1163 Analisis Pengendalian Sediaan Farmasi dengan Metode ABC di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan 2026-05-17T10:25:32+00:00 Andi Fadilla andifadilla@gmail.com Saidah Saidah andifadilla@gmail.com Fhahira Alifia andifadilla@gmail.com Andi Nur’ainun Reskia Pawallangi andifadilla@gmail.com <p>Pengendalian persediaan farmasi merupakan aspek penting dalam manajemen instalasi farmasi rumah sakit untuk menjamin ketersediaan obat, mencegah kekosongan stok, mengurangi kelebihan persediaan, dan meningkatkan efisiensi anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian sediaan farmasi menggunakan metode ABC di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari catatan penggunaan dan nilai investasi sediaan farmasi periode Januari sampai Desember. Metode ABC digunakan untuk mengelompokkan sediaan farmasi ke dalam tiga kelompok berdasarkan persentase item dan nilai investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok A terdiri dari rata-rata 5,524% item, tetapi menyerap 70,407% dari total investasi. Kelompok B terdiri dari 12,675% item dengan nilai investasi 20,052%, sedangkan kelompok C terdiri dari 81,800% item dengan nilai investasi hanya 9,475%. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian kecil item sediaan farmasi menyerap alokasi anggaran terbesar. Oleh karena itu, kelompok A memerlukan pengendalian ketat, kelompok B memerlukan pengendalian sedang, dan kelompok C memerlukan pemantauan sederhana namun tetap rutin. Metode ABC dapat mendukung perencanaan, pengadaan, dan pengendalian persediaan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit.</p> 2026-06-26T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1195 Daya Terima dan Kandungan Gizi Nugget Substitusi Hati Ayam, Mocaf, dan Brokoli untuk Mencegah Anemia 2026-05-23T22:12:28+00:00 Fatia Naila Rahma fnailarahma@gmail.com Annis Catur Adi fnailarahma@gmail.com <p>Anemia masih menjadi salah satu masalah gizi pada remaja putri yang umumnya disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi. Pengembangan pangan sumber zat besi dan vitamin C diperlukan sebagai alternatif pencegahan anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh formulasi hati ayam, tepung mocaf, dan brokoli terhadap daya terima serta kandungan zat besi dan vitamin C pada nugget ayam. Penelitian menggunakan metode eksperimen murni dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas formula kontrol (F0) dan formula modifikasi (F1, F2, F3). Uji mutu organoleptik dilakukan oleh 4 panelis terlatih untuk menentukan dua formula modifikasi terpilih yang akan diteliti lebih lanjut. Kemudian dilanjutkan uji daya terima pada F0, F1, dan F2 oleh 30 panelis tidak terlatih. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula modifikasi berada pada kategori “agak suka” hingga “suka”. Formula terbaik adalah F2 dengan formula substitusi 200 g hati ayam, 30 g tepung mocaf, dan 30 g brokoli. Kandungan zat besi F2 per sajian (75 g) sebesar 2,21 mg (14,73% AKG) dan vitamin C sebesar 3,59 mg (5,52% AKG). Formula F2 memenuhi kriteria sebagai sumber zat besi dan berpotensi dijadikan alternatif kudapan sumber zat besi bagi remaja putri.</p> 2026-06-27T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1131 Formulasi dan Evaluasi Fisik Deodorant Spray Ekstrak Syzygium aromaticum dengan Variasi Tawas 2026-05-10T05:08:35+00:00 Rosliana Patandung rosliana@usahidsolo.ac.id Nur Ilah Rahmadani failarain09@gmail.com Leila Irna Luthfy leilairnabahar@gmail.com Reni Ariastuti reniarafarmasi@usahidsolo.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Bau badan merupakan permasalahan umum yang berkaitan dengan aktivitas mikroorganisme pada kulit, sehingga diperlukan produk deodorant yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi karakteristik fisik sediaan deodorant spray berbasis ekstrak Syzygium aromaticum dengan variasi konsentrasi tawas. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium melalui proses ekstraksi metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan formulasi sediaan dalam empat variasi formula. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, pola semprot, waktu kering, dan efek terhadap kain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk cair, warna bening kecokelatan, bau khas, homogen, serta pH dalam rentang 5–6. Pola semprot berada pada kisaran 5,0–5,5 cm, waktu kering berkisar antara 15,44–27,67 detik, dan tidak menimbulkan noda pada kain. Berdasarkan hasil tersebut, sediaan deodorant spray ekstrak Syzygium aromaticum memenuhi parameter mutu fisik dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif deodorant alami.</span></p> 2026-06-27T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1067 The Correlation Between Work Environment And Psychosocial Hazards With Work Stress In Nurses At The Hospital 2026-05-02T05:34:24+00:00 Yunina Elasari yuninaelasari05@gmail.com Yosi Hafid Muammar yuninaelasari05@gmail.com Moh Heri Kurniawan yuninaelasari05@gmail.com Rizki Yeni Wulandari yuninaelasari05@gmail.com <p>Nowadays, work stress has become a global issue that affects all professions and workers. The health sector is a field where work stress is very common among health workers. All hospital workers are professionals who are susceptible to stress. However, stress levels in nurses tend to be higher. By paying attention to the work environment, employees will be motivated to work enthusiastically to achieve optimal job satisfaction. In addition, psychosocial hazards in the workplace can affect physical and psychological conditions. This research objective was to determine the correlation between the work environment and psychosocial risks with the stress level experienced by nurses at the Regional Hospital of Pringsewu. This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. The instrument used in this study was a questionnaire. Data collection was carried out on June 23-July 25, 2024 at the Regional Hospital of Pringsewu. The sample in this study amounted to 84 respondents who were taken using a random sampling technique. The data obtained were then analyzed using the gamma test.The results of the gamma test data analysis showed that there was a significant correlation between the work environment and work stress (p = 0.023 &lt; 0.05) and there was a significant relationship between psychosocial hazards and work stress (p = 0.002 &lt; 0.05). This study shows a significant correlation between the work environment and psychosocial hazards with work stress in the Regional Hospital of Pringsewu nurses. Nurses are encouraged to improve work management, while hospitals should strengthen supervision and provide adequate workplace facilities to support a healthy and productive work environment.</p> 2026-06-27T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1235 Hubungan Peran Keluarga Terhadap Sikap Personal Hygiene Saat Mentruasi Pada Remaja Putri 2026-05-30T19:35:41+00:00 Nurannisa Fitria Aprianti apriantinurannisa7@gmail.com Eka Faizaturrahmi ecakhalidy@gmail.com Siti Naili Ilmiyani nailiilmiyani@gmail.com <p><strong>Pendahuluan</strong><span style="font-weight: 400;">: Personal hygiene saat menstruasi merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri. Kurangnya peran keluarga dalam memberikan edukasi, perhatian, dan dukungan dapat memengaruhi pembentukan sikap remaja terhadap kebersihan menstruasi. </span><strong>Tujuan</strong><span style="font-weight: 400;">: Mengetahui hubungan peran keluarga terhadap sikap </span><em><span style="font-weight: 400;">personal hygiene</span></em><span style="font-weight: 400;"> saat menstruasi pada remaja putri di Dusun Sandubaya Baran, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. </span><strong>Metode</strong><span style="font-weight: 400;">: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan </span><em><span style="font-weight: 400;">cross-sectiona</span></em><span style="font-weight: 400;">l. Populasi penelitian berjumlah 204 remaja putri yang telah mengalami menstruasi dengan sampel sebanyak 135 responden yang dipilih menggunakan teknik </span><em><span style="font-weight: 400;">simple random sampling</span></em><span style="font-weight: 400;">. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala </span><em><span style="font-weight: 400;">Likert</span></em><span style="font-weight: 400;"> yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji </span><em><span style="font-weight: 400;">Chi-Square</span></em><span style="font-weight: 400;"> dengan tingkat signifikansi α=0,05. </span><strong>Hasil</strong><span style="font-weight: 400;">: Sebagian besar responden memiliki peran keluarga kurang sebanyak 95 responden (70,4%) dan sikap </span><em><span style="font-weight: 400;">personal hygiene</span></em><span style="font-weight: 400;"> negatif sebanyak 94 responden (69,6%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai </span><em><span style="font-weight: 400;">p-value</span></em><span style="font-weight: 400;"> sebesar 0,000 (&lt;0,05). </span><strong>Kesimpulan</strong><span style="font-weight: 400;">: Terdapat hubungan signifikan antara peran keluarga terhadap sikap </span><em><span style="font-weight: 400;">personal hygiene</span></em><span style="font-weight: 400;"> saat menstruasi pada remaja putri. Dukungan keluarga melalui edukasi, komunikasi, perhatian, dan pengawasan diperlukan dalam membentuk sikap kebersihan menstruasi yang positif.</span></p> 2026-06-27T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026