https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/issue/feedHealth Research Journal of Indonesia2026-03-04T04:40:28+00:00Nurul Hidayah, SKM., M.Keshrji@wpcpublisher.comOpen Journal Systems<p><strong>Nama jurnal : </strong><em>Health Research Journal of Indonesia </em>(HRJI)<br /><em><strong>Editor in Chief </strong></em><strong>: </strong>Nurul Hidayah, SKM., M.Kes<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2964-7592" target="_blank" rel="noopener">2964-7592</a> (online)<br /><strong>DOI Jurnal :</strong> <a href="https://doi.org/10.63004/hrji">10.63004/hrji</a><br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember.</p> <p><strong>Health Research Journal of Indonesia (HRJI)</strong> adalah jurnal elektronik dan <em>open access</em> <em>journal</em> yang dikelola oleh CV. Wadah Publikasi Cendekia. <strong>Health Research Journal of Indonesia </strong>merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article </em>di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.</p> <p><strong>Template</strong> [<a href="https://drive.google.com/drive/folders/1iENcxX545Jr-DH5V0jmilg1CDO3zlvH7?ths=true" target="_blank" rel="noopener">download</a>]</p>https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1012Gambaran Deteksi Dini Preeklamsia Pada Ibu Hamil Usia Kehamilan < 20 Minggu Di Upt Puskesmas Rawat Inap Danau Panggang2026-03-04T03:41:03+00:00Juhen Retni Watijuhenretni@gmail.comDwi Rahmawatijuhenretni@gmail.comPutri Yuliantiejuhenretni@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Salah satu dari tujuan pemeriksaan ANC adalah melakukan deteksi dini pada kehamilan dan mengetahui komplikasi yang akan terjadi selama hamil termasuk riwayat penyakit yang diderita. Salah satu komplikasi kehamilan meliputi perdarahan, anemia, preeklamsia, Ketuban pecah dini, diabetes militus, jantung. <strong>Metode:</strong> Jenis penelitian ini merupakan metode Deskriptif dengan rancangan Observasional menggunakan sample 32 ibu hamil yang sudah dilakukan deteksi dini dan beresiko Preeklamsia. <strong>Hasil:</strong> Gambaran deteksi dini preeklamsia pada usia kehamilan < 20 minggu berdasarkan buku KIA mempunyai 16 karakteristik, pada kecamatan danau panggang tertinggi dengan karakteristik usia > 35 tahun sejumlah 50%, MAP >90 mmhg 46,88%, Riwayat hipertensi kronik 47.75%, multipara dengan riwayat Preeklamsia sebelumnya 18,75%, riwayat Preeklamsia pada ibu atau saudara perempuan 18,75%, Multipara dengan jarak > 10 tahun 6.25%, obesitas 6.25%, DM 3%. Sedangkan kehamilan dengan bayi tabung, nullipara, kehamilan kembar, penyakit ginjal, autoimun, AP Syndrome, Proteinuria 0%. <strong>Simpulan:</strong> Deteksi Dini Preeklamsia pada ibu hamil usia kehamilan 20 minggu dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, dimana didapatkan resiko sedang 40% dan risiko tinggi 59,38%.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/867Analisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin Tahun 20252026-02-24T06:10:23+00:00Rojib Bakti Alphalah Ilham Cahayahikmahyusida@gmail.comRidha Hayatihikmahyusida@gmail.comMahmudahmahmudah936@gmail.comElsi Setiandari LOhikmahyusida@gmail.comHikmah Yusidahikmahyusida@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin di hadapkan dengan berbagai kendala antara lain dari segi sumber daya manusia dan sarana prasarana sistem dan aplikasi. <strong>Tujuan:</strong> menganalisis Implementasi Kebijakan Rekam Medis Elektronik (RME) di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin berdasarkan faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. <strong>Metode</strong>: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. <strong>Hasil</strong>: Penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang efektif melalui pertemuan resmi atau lokakarya mini (lokmin) sangat berperan dalam kesuksesan implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin, meskipun ada tantangan terkait pemahaman pasien mengenai RME belum merata. Keterlibatan pegawai terlihat solid, masih terdapat kekurangan dalam hal sumber daya, seperti aplikasi BPJS, sistem E-pus atau jaringan internet serta dalam hal dukungan pelatihan yang memadai atau berkelanjutan dan belum adanya tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas. Disposisi positif staf terhadap penggunaan RME menunjukan potensi keberhasilan, meskipun masih perlu perbaikan dan peningkatan dalam integrasi data atau sistem dan pelatihan. Struktur birokrasi dari SOP dan struktur organisasi juga merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan implementasi RME. <strong>Simpulan</strong>: dari penelitian ini merekomendasikan peningkatan dalam sistem E-pus, aplikasi BPJS dan jaringan internet serta peningkatan dari Sumber Daya dan pengadaan pelatihan secara berkelanjutan serta pengadaan tenaga IT yang langsung berada di Puskesmas sangat mendukung untuk efektivitas implementasi RME di Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1013Hubungan Posisi Meneran Terhadap Lama Kala II di PMB U Martapura2026-03-04T03:50:20+00:00Khairul Anamianamikhairul03@gmail.comIstiqamahistiqamah682@gmail.comIwan Yuwindryanamikhairul03@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Kala II persalinan dikenal sebagai kala pengeluaran dimana ketika kepala bayi meregangkan jaringan vagina. Proses fisiologi kala II persalinan diartikan serangkaian peristiwa yang terjadi sepanjang periode tersebut dan di akhiri dengan lahirnya bayi secara normal. <strong>Tujuan: </strong>tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan posisi meneran terhadap Lama kala II di PMB U Martapura. <strong>Metode:</strong> metode penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian adalah ibu bersalin kala II di PMB U martapura sebanyak 35 orang. Dari penelitian ini didapatkan Hasil Uji <em>Chi-square</em> yaitu 0,005 (<0,05) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan posisi meneran dengan Lama kala II. <strong>Hasil</strong> hasil menunjukkan bahwa posisi meneran lateral lebih efektif untuk persalinan kala II. Adanya hubungan posisi meneran dengan Lama kala II. <strong>Simpulan: </strong>hasil menunjukkan bahwa posisi meneran lateral lebih efektif untuk persalinan kala II dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi percepatan persalinan diantaranya faktor <em>Passage, Power, Passanger </em>dan posisi persalinan.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1014Faktor Usia, Paritas dan Infeksi Saluran Kemih pada Kejadian Partus Prematurus Imminens2026-03-04T03:56:27+00:00Nida Herniistiqamah682@gmail.comIstiqamahistiqamah682@gmail.comFrani Marianaistiqamah682@gmail.comSismeri Donaistiqamah682@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong><em>Partus Prematurus Imminens </em>(PPI) adalah suatu ancaman pada kehamilan dimana timbulnya tanda persalinan pada usia kehamilan yang belum aterm dan berat badan lahir bayi kurang dari 2500 gram. Di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan terjadi peningkatan kasus PPI dari tahun 2019 sampai dengan 2021, yaitu dari 8% menjadi 13,3%. <strong>Tujuan: </strong>Tujuan penelitian ini untuk engetahui faktor penyebab kejadian PPI di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan tahun 2022. <strong>Metode: </strong>Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional, </em>dengan teknik pengambilan sampel yaitu <em>total sampling</em> yang berjumlah 93 ibu hamil. <strong>Hasil: </strong>Dari 93 ibu hamil yang mengalami PPI didapatkan bahwa usia terbanyak terjadi pada 20-35 tahun dengan jumlah 59 orang (63,4%), paritas terbanyak terjadi pada nulipara yaitu 37 orang (39,8%) dan kasus terbanyak terjadi pada ibu hamil yang tidak mengalami infeksi saluran kemih berjumlah 54 orang (58,1%). Hasil uji analisis untuk hubungan faktor usia (ρ <em>value </em>= 0,028), paritas (ρ <em>value </em>= 0,0211) dan ISK (ρ <em>value </em>= 0,001). <strong>Simpulan: </strong>Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, paritas dan Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan kejadian <em>Partus Prematurus Imminens</em> (PPI) di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan pada tahun 2022.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1015Hubungan Riwayat Kunjungan ANC dan Anemia Pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tabunganen Kabupaten Barito Kuala2026-03-04T04:02:56+00:00Raudah Auliaauliaraudah69@gmail.comLisda Handayani auliaraudah69@gmail.comFadhiyah Noor Anisaauliaraudah69@gmail.comYayuk Puji Lestariauliaraudah69@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Stunting adalah balita yang mempunyai tinggi badan lebih pendek dari tinggi badan standar yang seharusnya sesuai dengan usianya. Stunting disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya antenatal care dan anemia masa kehamilan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan Mei 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Tabunganen Kabupaten Barito Kuala didapatkan data angka kejadian stunting sebanyak 385 balita, sedangkan jumlah ibu hamil sebanyak 391 orang dengan kunjungan K1 sebanyak 333 orang, kunjungan K4 sebanyak 233 orang dan K6 sebanyak 141 orang serta ibu hamil dengan anemia sebanyak 111 orang. <strong>Tujuan:</strong> untuk menganalisis hubungan riwayat kunjungan ANC dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control secara retrospektif dengan sasaran seluruh balita yang diukur tinggi badan dan tercatat di Wilayah Kerja Puskesmas Tabunganen tahun 2022. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 140 orang (70 kasus dan 70 kontrol) dengan menggunakan teknik purposive sampling. <strong>Hasil:</strong> Berdasarkan penelitian hasil analisis univariat kategori riwayat ANC tidak sesuai standar dan kategori riwayat anemia pada ibu hamil tidak mengalami anemia. Analisis bivariat menggunakan Uji Chi-Square dengan CI 95% dan α = 0,05 menunjukkan bahwa riwayat kunjungan ANC dengan kejadian stunting didapatkan nilai p-values 0,001 dan nilai OR 3,273 dan riwayat anemia dengan kejadian stunting didapatkan nilai p-values 0,062 dan nilai OR 1,897. <strong>Simpulan: </strong>Terdapat hubungan antara riwayat kunjungan ANC dengan kejadian stunting dan tidak terdapat hubungan antara riwayat anemia dengan kejadian stunting.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1016Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Nifas di PMB Nurul Hikmah Kecamatan Sungai Tiung Kabupaten Banjarbaru2026-03-04T04:14:44+00:00Jannatun Naimahjannatun.naimah778@gmail.comDesilestia Dwi Salmarinijannatun.naimah778@gmail.comM. Fajriannor TMjannatun.naimah778@gmail.comDwi Rahmawatijannatun.naimah778@gmail.com<p><strong>Pendahuluan :</strong> Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan pemberian ASI Eksklusif 80%. Namun pemberian ASI Eksklusif di Indonesia pada kenyataannya masih rendahhanya 74,5%. Data profil Dinkes Provinsi Kalsel tahun 2021 bayi 0-6 bulan ASI Eksklusif dari 1.132 yang ASI Eksklusif adalah 469 bayi (41,4%).Berdasarkan studi pendahuluan pada 12 Mei 2023 di PMB Nurul Hikmah Banjarbaru, peneliti melakukan tanya jawab kepada 10 ibu nifas, 8 ibu (80%) sudah memberikan susu formula sejak lahir karena ASI sedikit dan merasa tidak cukup, 2 ibu (20%) ASInya cukup. Penyebab belum tercapainya pemberian ASI eksklusif di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa factor salah satunya adalah tidak lancar produksi ASI pada hari pertama setelah melahirkan, upaya memenuhi kecukupan ASI ibu nifas salah satunya dengan memberikan KIE dan pijat oksitosin ibu nifas untuk kelancaran produksi. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan Penelitian ini Menganalisa pengaruh pijatan oksitosin terhadap kecukupanASI pada ibu nifas. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan peelitian praeksperimental dengan tipeone group pretest-posttest design. Jumlah sampel 12 responden.Variabel penelitiannya pijat oksitosi dan kecukupan ASI ibu nifas.Data dianalisis menggunakan uji mc nemar. <strong>Hasil:</strong> Ada perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin di peroleh bahwa nilai p = 0,004< 0,05 dapat disimpulkan bahwa adanya Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI Pada Ibu Nifas. <strong>Simpulan:</strong> Adanya perubahan pada ibu nifas sebelum dan sesudah dilakukan pijatan oksitosin diketahui bahwa sebelum di lakukan pijat oksitosin sebagia besar dari responden ASI nya kurang sedangkan sesudah dilakukan pijatan oksitosin hamper seluruh responden ASI nyacukup.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1017Hubungan Pengaruh Hormon Terhadap Kenaikan Berat Badan pada Akseptor KB Suntik 3 Bulan di Puskesmas Tehang2026-03-04T04:20:21+00:00Ayu Widiastutiayuwidiastuti941@gmail.comZulliatiayuwidiastuti941@gmail.comIka Avrilina Haryonoayuwidiastuti941@gmail.comNurul Hidayahayuwidiastuti941@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Masalah kependudukan merupakan salah satu masalah global yang menjadi perhatian negara-negara di dunia. Pemerintah Indonesia menerapkan suatu program untuk dapat mengatasi masalah ini, yaitu program Keluarga Berencana (KB) yang dimulai sejak tahun 1968. Warga Indonesia sebanyak 61,4% memilih kontrasepsi suntik. Salah satu efek dari penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan adalah kenaikan berat badan. <strong>Tujuan: </strong>Menganalisis tentang hubungan pengaruh hormon dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Pengambilan sampel dengan teknik <em>simple random sampling</em>. Sampel penelitian berjumlah 30 responden. Data dianalisis dengan uji statistic <em>Fisher Extact</em>. <strong>Hasil: </strong>Akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang mayoritas telah menggunakan selama >12 bulan sebanyak 24 orang (80%) dan mayoritas dari 30 responden sebanyak 24 (80%) akseptor KB suntik 3 bulan mengalami kenaikan berat badan. Nilai <em>p value</em> dengan uji <em>fisher exact</em> sebesar 0,007 (<0,05). <strong>Simpulan: </strong>Ada hubungan pengaruh hormon terhadap kenaikan berat badan pada akseptor KB Suntik 3 bulan di Puskesmas Tehang sehingga diharapkan bidan dapat mengedukasi masyarakat terkait efek samping dan pencegahan dari kenaikan berat badan saat menggunakan KB suntik 3 bulan dengan mengatur pola makan.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1018Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preeklampsi pada Ibu Bersalin di RSUD Kuala Kurun Tahun 20222026-03-04T04:26:25+00:00Annisa Anggrainiannisaanggraini27@gmail.comLaurensia Yunitaannisaanggraini27@gmail.comIka Mardiatul Ulfaannisaanggraini27@gmail.comIstiqamahistiqamah682@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Angka Kematian Ibu di Indonesia mengalami peningkatan, hingga pada data tahun 2022 Kementerian Kesehatan RI mencatat angka kematian ibu pada tahun 2022 berkisar 183 per 100 ribu kelahiran. Salah satu penyebabnya adalah kejadian preeklampsi yang merupakan komplikasi persalinan. Di RSUD Kuala Kurun didapatkan data bahwa kejadian preeklampsi merupakan komplikasi yang paling sering terjadi jika dibandingkan dengan jenis komplikasi lainnya dalam 3 tahun terakhir. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preeklampsi pada ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun tahun 2022. <strong>Metode: </strong>Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022 yang mengalami komplikasi berupa preeklampsi sejumlah 57 orang. Data penelitian berupa data sekunder yang tercatat dalam rekam medik dan register ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun kemudian dianalisis menggunakan uji <em>chi square.</em> <strong>Hasil: </strong>Sebanyak 49 orang (86%) kejadian preeklampsi di RSUD Kuala Kurun tahun 2022 adalah preeklampsi berat, 49 orang (86%) paritas ibu yang berisiko, 46 orang (80,7%) usia ibu yang tidak berisiko. Terdapat pengaruh paritas ibu (0,001), usia ibu (0,037) dan riwayat hipertensi (0,001) dengan preeklampsi pada ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun tahun 2022. <strong>Simpulan:</strong> Faktor-faktor yang mempengaruhi preeklampsi pada ibu bersalin di RSUD Kuala Kurun tahun 2022 adalah paritas, usia dan riwayat hipertensi.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1019Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri2026-03-04T04:33:41+00:00Irnayantiirna22yanti@gmail.comFitri Yulianairna22yanti@gmail.comNovalirna22yanti@gmail.comLaurensia Yunitairna22yanti@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Ibu hamil yang tidak periksa dengan teratur akan terjadi komplikasi lanjut yang bisa mengakibatkan kematian ibu serta bayi. Angka capaian kunjungan kehamilan (K4) di Puskesmas Tumbang Miri dalam 3 tahun terakhir menunjukkan angka yang fluktuatif. Pada tahun 2022 terjadi penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu 54,4%. Angka capaian ini masih jauh dari angka yang ditargetkan, yaitu 85% kunjungan kehamilan (K4). <strong>Tujuan: </strong>Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri. <strong>Metode: </strong>Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan rancangan <em>cross sectional.</em> Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang tercatat di Puskesmas Tumbang Miri hingga Bulan Mei 2023, sejumlah 30 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji <em>chi square.</em> <strong>Hasil: </strong>Mayoritas responden memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 13 orang (43,3%), tidak mendapat dukungan dari suami dalam melakukan kunjungan kehamilan sebanyak 22 orang (73,3%), memiliki jarak rumah yang jauh menuju pelayanan kesehatan yaitu sebanyak 24 orang (80%) dan tidak teratur dalam melakukan kunjungan kehamilan yaitu sebanyak 19 orang (63,3%). Terdapat pengaruh pengetahuan (0,001), dukungan suami (0,028) dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan (0,016) terhadap kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri. <strong>Simpulan: </strong>Faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan K4 di Puskesmas Tumbang Miri adalah pengetahuan, dukungan suami dan jarak rumah ke pelayanan kesehatan.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1020Identifikasi Komplikasi Kehamilan dan Persalinan di Wilayah Puskesmas Tumbang Napoi2026-03-04T04:40:28+00:00Aswantiaswantiwa748@gmail.comNur Lathifahifa_mid@yahoo.comSusanti Suhartatisuhartatisusanti@gmail.comSismeri Donasismeridonas2keb06@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Berdasarkan data Puskesmas Tumbang Napoi dari tahun 2020 s/d 2022 ditemukan 1 kematian ibu dan 3 kematian bayi ,terjadi kasus komplikasi pada tahun 2020 sebanyak 10 dari 45 ibu hamil (22%). <strong>Tujuan: </strong>Mengidentifikasi komplikasi kehamilan dan persalinan pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tumbang Napoi berdasarkan usia dan paritas. <strong>Metode: </strong>Metode <em>deskriptif</em> dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 orang ibu hamil dan bersalin. <strong>Hasil: </strong>Hasil penelitian komplikasi kehamilan Abortus spontan, Kehamilan ektopik, Hiperemsis gravidarum, Anemia, Demam tinggi, Perdarahan antepartum, Ketuban pecah diniberdasarkan usia yang paling banyak mengalami komplikasi yaitu pada usia 20-35 tahun, anemia 7 orang, abortus spontan 5 orang. Berdasarkan paritas menunjukkan komplikasi kehamilan tertinggi terjadi pada paritas nulipara, dengan kejadian terbanyak abortus spontan dan anemia. komplikasi persalinan adalah Pendarahan, Infeksi persalinan, Preeklamsia dan eklamsia, Partus lama. Berdasarkan usia terbanyak pada usia > 35 tahun yaitu pendarahan dan paritas grandemultipara perdarahan. <strong>Simpulan:</strong> Komplikasi kehamilan paling banyak terjadi adalah anemia,banyak terjadi pada usia 20-35 tahun dan paritas multipara. Komplikasi persalinan terbanyak adalah perdarahan dan partus lama, perdarahan ini paling banyak terjadi pada kelompok usia > 35 tahun dan paritas grandemultipara<strong>.</strong></p>2025-12-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026