https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/issue/feed Health Research Journal of Indonesia 2026-08-12T16:47:32+00:00 Nurul Hidayah, SKM., M.Kes hrji@wpcpublisher.com Open Journal Systems <p><strong>Nama jurnal : </strong><em>Health Research Journal of Indonesia </em>(HRJI)<br /><em><strong>Editor in Chief </strong></em><strong>: </strong>Nurul Hidayah, SKM., M.Kes<br /><strong>ISSN </strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2964-7592" target="_blank" rel="noopener">2964-7592</a> (online)<br /><strong>Terakreditasi Peringkat 4</strong> (Sinta 4)<br /><strong>DOI Jurnal :</strong> <a href="https://doi.org/10.63004/hrji">10.63004/hrji</a><br /><strong>Terbit</strong> setiap bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember.</p> <p><strong>Health Research Journal of Indonesia (HRJI)</strong> adalah jurnal elektronik dan <em>open access</em> <em>journal</em> yang dikelola oleh CV. Wadah Publikasi Cendekia. Health Research Journal of Indonesia merupakan media publikasi penelitian orisinil dan <em>review article </em>di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta ilmu kefarmasian.</p> <p>Health Research Journal of Indonesia <strong>Terakreditasi Peringkat 4</strong> (<a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/16934" target="_blank" rel="noopener"><strong>Sinta 4</strong></a>) berdasarkan SK Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek RI nomor 156/C/C3/KPT/2026 tahun 2026.</p> <p>Template [<a href="https://drive.google.com/drive/folders/17cPfYPkcSLVH2khE2hA99d6-NEYlazUT?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">download</a>]</p> <p><strong>Informasi Penting</strong> <strong>untuk Penulis</strong><br />1. Naskah dikirim <strong>WAJIB</strong> menggunakan template jurnal HRJI.<br />2. Naskah dikirim tidak menggunakan template akan <strong>DITOLAK</strong> pada keputusan pertama Editor.<br />3. Silahkan baca alur proses naskah terlebih dahulu [<a href="https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/information/authors">info alur</a>].</p> <p><a href="https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/publicationfee"><strong>Ketentuan baru Pembayaran Biaya Proses Artikel (APC) mulai September 2026</strong></a></p> https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1319 Asesmen Kesiapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Dapur Makan Bergizi Gratis Tahap Pra-Operasional 2026-06-19T11:26:53+00:00 Nurul 'Afifah Hijami hijami.afifah@gmail.com Muhammad Fikri Hijami muhammadfikrihijami@radenfatah.ac.id <p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan fasilitas pengolahan makanan yang tidak hanya mampu menjamin keamanan pangan, tetapi juga mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kesiapan K3 pada tahap pra-operasional penting untuk mengidentifikasi potensi risiko dan memastikan tersedianya sarana pendukung sebelum kegiatan produksi makanan dimulai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesiapan K3 pada dapur MBG tahap pra-operasional. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional yang dilakukan pada satu dapur MBG sebelum operasional. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen asesmen yang meliputi penilaian kelayakan K3, gap analysis terhadap komponen K3, dan asesmen kesiapan manajemen K3. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk skor, persentase, tabel, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen yang dinilai pada aspek fisik, mekanik dan peralatan, kimia, biologi, ergonomi, kebakaran dan kedaruratan, serta manajemen K3 telah tersedia pada tahap pra-operasional. Hasil gap analysis menunjukkan bahwa komponen struktur dan tata letak, fasilitas sanitasi, serta keselamatan kerja telah tersedia sesuai kriteria penilaian. Selain itu, komponen kebijakan, standar operasional prosedur, pelatihan, alat pelindung diri, dan safety climate juga telah dipersiapkan. Dapat disimpulkan bahwa komponen dasar K3 telah tersedia pada dapur MBG tahap pra-operasional. Evaluasi lanjutan diperlukan setelah dapur beroperasi untuk menilai implementasi K3 dan efektivitas pengendalian risiko kerja.</p> 2026-08-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1372 Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Aktivitas Fisik Pada Mahasiswa Keperawatan Di Universitas Sari Mulia 2026-07-11T21:30:36+00:00 Kristina Dwi Silva kristinadwisilva@gmail.com Rifa’atul Mahmudah kristinadwisilva@gmail.com Rian Tasalim kristinadwisilva@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Mahasiswa keperawatan rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik, praktikum, dan praktik klinik. Aktivitas fisik diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental dan menurunkan stres. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan aktivitas fisik pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Sari Mulia. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 168 mahasiswa yang dipilih menggunakan <em>proportional random sampling</em>. Tingkat stres diukur menggunakan <em>Perceived Stress Scale-10 (PSS-10)</em> dan aktivitas fisik menggunakan <em>International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF)</em>. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas responden mengalami stres sedang (60,7%), diikuti stres tinggi (30,4%) dan stres rendah (8,9%). Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik tinggi (88,1%), sedangkan 11,9% memiliki aktivitas fisik sedang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,043 (p&lt;0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan aktivitas fisik. <strong>Simpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan aktivitas fisik pada mahasiswa keperawatan Universitas Sari Mulia. Pengelolaan stres dan peningkatan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental mahasiswa.</p> 2026-08-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1422 Hubungan Hygiene Sanitasi Kantin Dengan Keamanan Jajanan Siswa Di MTSS Al-Washliyah Medan Krio 2026-07-11T21:31:15+00:00 Meutia Nanda meutiananda@uinsu.ac.id Fazra Ulya Syahlin fazra0801232274@uinsu.ac.id Fiha Fauzia fiha0801232251@uinsu.ac.id Monnavia Rorisa monnavia0801232231@uinsu.ac.id Zalfa Syahirah Gultom zalfa0801232322@uinsu.ac.id <p>Keamanan jajanan sekolah merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan siswa karena makanan yang tidak aman berisiko menyebabkan penyakit bawaan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi kantin dengan keamanan jajanan siswa di MTsS Al-Washliyah Medan Krio. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 35 siswa kelas IX-6 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner keamanan jajanan dan lembar observasi sanitasi kantin, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 24 siswa (68,6%) mengonsumsi jajanan kategori aman dan 11 siswa (31,4%) mengonsumsi jajanan kategori tidak aman. Hasil observasi menunjukkan Kantin 1 tidak memenuhi syarat sanitasi (44,4%), sedangkan Kantin 2 memenuhi syarat sanitasi (72,2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi kantin dan keamanan jajanan siswa dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 16,086 dan p-value &lt;0,001. Disimpulkan bahwa sanitasi kantin berhubungan dengan keamanan jajanan siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan sanitasi kantin serta edukasi keamanan pangan bagi pengelola kantin dan siswa untuk mengurangi terjadinya kontaminasi pada bahan pangan.</p> 2026-08-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1637 Efektivitas Latihan Peregangan Terhadap Penurunan Nyeri Leher Ringan Dan Sedang Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi 2026-07-26T20:41:57+00:00 Daru Ikhwan Maulana daruikhwan@gmail.com Patrick William Gading daruikhwan@gmail.com Hasna Dewi daruikhwan@gmail.com Lailan Lailan daruikhwan@gmail.com Zilzikridini Wijayanti daruikhwan@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong>: Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tingginya aktivitas akademik, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama, serta postur tubuh yang kurang ergonomis. Latihan peregangan (<em>stretching exercise</em>) merupakan intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mengurangi nyeri leher. <strong>Tujuan</strong>: Mengetahui efektivitas latihan peregangan terhadap penurunan nyeri leher ringan dan sedang pada mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi angkatan 2023–2025. <strong>Metode</strong>: Penelitian <em>quasi-experimental</em> dengan pendekatan <em>one-group pretest-posttest design</em> melibatkan 22 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Intensitas nyeri diukur menggunakan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS). Intervensi berupa tujuh jenis peregangan dilakukan tiga kali per minggu selama enam minggu. Analisis menggunakan uji Wilcoxon <em>Signed-Rank Test</em> (p&lt;0,05). <strong>Hasil</strong>: Dari 22 responden, 13 (59,1%) perempuan dan 9 (40,9%) laki-laki. Rerata skor NRS menurun dari 3,00 ± 1,633 (median 2,50) menjadi 1,09 ± 1,109 (median 1,00) setelah intervensi, dengan perbedaan bermakna secara statistik (p&lt;0,001). <strong>Kesimpulan</strong>: Latihan peregangan efektif menurunkan nyeri leher ringan dan sedang pada mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi angkatan 2023–2025 serta berpotensi direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat bukti efektivitasnya.</p> 2026-08-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1645 Karateristik Pola Luka Korban KDRT Terhadap Perempuan Dewasa Berdasarkan Hasil Visum Et Repertum di RS Bhayangkara Jambi Tahun 2020-2024 2026-07-24T02:25:51+00:00 Radhin Naufal radhinnaufal01@gmail.com Erni Situmorang ernisitumorangdr147@gmail.com Mirna Iskandar mirna_marhami@unja.ac.id Shalahudden Syah shalahudden@gmail.com Ahmad Syauqy ahmad_syauqy@unja.ac.id <p><strong>Pendahuluan: </strong>Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan berdampak luas, baik secara hukum maupun medis. Visum et Repertum berperan penting dalam menyediakan bukti medis yang objektif atas luka yang dialami korban. <strong>Tujuan: </strong>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik pola luka pada korban perempuan dewasa KDRT berdasarkan Visum et Repertum di RS Bhayangkara Jambi periode 2020–2024. <strong>Metode: </strong>Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data rekam medis berupa Visum et Repertum. Sampel berjumlah 86 korban perempuan dewasa KDRT yang dipilih dengan teknik purposive sampling. <strong>Hasil: </strong>Mayoritas korban berada pada rentang usia 18–40 tahun, yaitu sebanyak 75 orang (87,2%). Berdasarkan jenis kekerasan, luka akibat trauma mekanik tumpul merupakan temuan terbanyak dengan 85 kasus (98,8%). Berdasarkan distribusi lokasi anatomis, ekstremitas atas merupakan regio yang paling sering mengalami luka, yaitu sebesar 37,3%. <strong>Simpulan: </strong>Sebagian besar korban perempuan dewasa KDRT termasuk kelompok usia 18–40 tahun dan dominan mengalami trauma tumpul, dengan lokasi luka terbanyak pada ekstremitas atas yang merupakan gambaran luka tangkis.</p> 2026-08-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1643 Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Video Animasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Peserta BPJS di Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi 2026-07-24T02:24:02+00:00 Nur Shadrina Azizah nurshadrina205@gmail.com Armaidi Darmawan armaididarmawan@unja.ac.id Patrick William Gading Patrick.wg@unja.ac.id Erny Kusdiyah erny_kusdiyah@unja.ac.id Budi Justitia budi_justitia@unja.ac.id <p>Tingkat pemahaman masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan faktor yang sangat penting dalam memastikan bahwa informasi dan regulasi kesehatan tersampaikan dengan baik serta dapat diimplementasikan secara tepat. Untuk mengoptimalkan penyampaian informasi tersebut, diperlukan metode edukasi kesehatan yang inovatif. Penyuluhan menggunakan media audiovisual, khususnya video animasi, diyakini menjadi solusi yang efektif dalam menyampaikan informasi JKN secara interaktif, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penyuluhan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan mengenai JKN pada peserta BPJS di Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian terdiri atas 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data tingkat pengetahuan responden dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang nyata pada nilai rata-rata (<em>mean</em>) pengetahuan responden, dari 11,56 sebelum intervensi (<em>pre-test</em>) menjadi 14,68 setelah diberikan intervensi edukasi (<em>post-test</em>). Kategori umum tingkat pengetahuan peserta juga mengalami peningkatan yang signifikan setelah intervensi. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank, diperoleh nilai p &lt; 0,001 (p &lt; 0,05), yang menunjukkan penolakan terhadap hipotesis nol (H₀). Terdapat pengaruh yang sangat signifikan dari penyuluhan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Media video animasi terbukti menjadi instrumen edukasi yang efektif untuk menyampaikan informasi regulasi JKN yang kompleks, sehingga sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai standar dalam sosialisasi kesehatan kepada masyarakat di masa mendatang.</p> 2026-08-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1480 Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Asupan Kalsium Pada Ibu Balita Di Kecamatan Selo, Boyolali 2026-07-05T01:50:58+00:00 Hani Meilani Putri meilanihani128@gmail.com Luluk Ria Rakhma meilanihani128@gmail.com Pramudya Kurnia meilanihani128@gmail.com <p>Badan Pusat Statistik tahun 2022 melaporkan angka kemiskinan sebanyak 26,16 juta jiwa (9,54% dari populasi), yang menempatkan mereka pada risiko kerawanan pangan. Ketahanan pangan didefinisikan sebagai akses rumah tangga terhadap pangan yang memadai, aman, dan bergizi. Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dan asupan kalsium pada ibu yang memiliki anak di Kecamatan Selo, Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 108 responden ibu yang telah tinggal di wilayah penelitian selama minimal 5 tahun dan berperan dalam konsumsi pangan rumah tangga. Ketahanan pangan rumah tangga dinilai menggunakan <em>Household Food Insecurity Access Scale</em> (HFIAS), sedangkan asupan kalsium dinilai menggunakan <em>Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire</em> (SQ-FFQ) dan perangkat lunak NutriSurvey. Skor rata-rata HFIAS adalah 3,90 ± 4,34 dan rata-rata asupan kalsium adalah 113,85 ± 76,46% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG). Sebanyak 51,9% rumah tangga mengalami kerawanan pangan, dan 50,9% ibu memiliki asupan kalsium yang memadai. Asupan kalsium berkorelasi secara signifikan dengan ketahanan pangan rumah tangga (p=0,004; r=-0,276). Disarankan untuk mempromosikan edukasi gizi dan diversifikasi pangan guna meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga serta asupan kalsium.</p> 2026-08-05T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1487 Hubungan Status Gizi dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Desa Paku, Sulawesi Utara 2026-07-13T21:09:08+00:00 Mastia Tongkinoto tongkingototia@gmail.com Musthika Wida Mashitah ns.musthika@itsk-soepraoen.ac.id <p>Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah status gizi yang kurang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Paku, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 40 remaja putri yang dipilih secara <em>total sampling</em>. Status gizi berdasarkan IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan LiLA diukur menggunakan pita LiLA. Kejadian anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal berdasarkan IMT (57,5%) dan LiLA normal (62,5%). Prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 52,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan IMT (p=0,02) maupun LiLA (p=0,007) dengan kejadian anemia. Status gizi merupakan faktor penentu yang sangat signifikan terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Meskipun mayoritas responden memiliki indikator gizi normal, prevalensi anemia tetap tinggi (lebih dari separuh populasi), yang dipicu secara kuat oleh kondisi tubuh yang kurus (IMT Rendah) dan risiko Kekurangan Energi Kronis (LiLa rendah). Oleh karena itu, perbaikan status gizi perlu menjadi salah satu strategi utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri.</p> 2026-08-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1610 Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Minuman Manis dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi SMK Batik 2 Surakarta 2026-07-28T20:55:54+00:00 Anggi Eka Mulyandari j310220122@student.ums.ac.id Siti Zulaekah j310220122@student.ums.ac.id Farida Nur Isnaeni j310220122@student.ums.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dapat mengalami gangguan apabila siklusnya tidak teratur. Pola makan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi siklus menstruasi. Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu resistensi insulin, yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormon reproduksi melalui <em>hipotalamus hipofisis ovarium</em>, sehingga memengaruhi ovulasi dan menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui hubungan frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain observasional. Populasi penelitian adalah remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta dan sampel berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis dikumpulkan menggunakan kuesioner FFQ, sedangkan siklus menstruasi menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji <em>Fisher’s Exact Test</em>. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi teratur pada konsumsi makanan manis kategori jarang (87%) dan sering (89%), serta minuman manis kategori jarang (89%) dan sering (86%). Hasil uji <em>Fisher’s Exact Test</em> menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan manis (p=1,000) dan minuman manis (p=0,732) dengan siklus menstruasi (p&gt;0,05) <strong>Kesimpulan:</strong> Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta.</p> 2026-08-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1575 Pengaruh Pemberian Media Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Isi Piringku dan Produktivitas Kerja pada Karyawan 2026-07-22T21:30:28+00:00 Sarah Nur Aqila sarahqila07@gmail.com Ratih Kurniasari ratih.kurniasari@fkes.unsika.ac.id <p>Produktivitas merupakan hubungan antara beberapa output yang dihasilkan dan berapa input yang dibutuhkan untuk memproduksi output tersebut. Faktor lain yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja adalah gizi. Gizi kerja adalah salah satu syarat untuk tercapainya derajat kesehatan yang optimal, khususnya bagi para pekerja. Gizi kerja diperlukan oleh pekerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan. Asupan zat gizi yang baik dibutuhkan oleh seorang pekerja hendaknya menghasilkan produktivitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh media pada peningkatan pengetahuan isi piringku dan produktivitas kerja menggunakan bantuan media edukasi pada karyawan. Penelitian ini menggunakan <em>quasi experimental design</em>. Rancangan penelitian ini<em> pretest-posttest design </em>yang diaplikasikan dengan metode penelitian intervensi. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan PT X di wilayah Cikarang Selatan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Uji statistik yang digunakan adalah <em>Uji Wilcoxon </em>dan<em> Paired T Test</em> menggunakan SPSS Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan media booklet dan media inovatif (kalender) meningkatkan rata-rata skor pengetahuan dan produktivitas kerja, tetapi tidak signifikan secara statistik. Media video tidak meningkatkan pengetahuan isi piringku, namun meningkatkan produktivitas kerja secara signifikan (p=0,005). Disimpulkan bahwa media video lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas kerja dibandingkan booklet dan kalender, sedangkan peningkatan pengetahuan isi piringku belum menunjukkan perbedaan yang bermakna.</p> 2026-08-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1558 Meta-Analisis: Hubungan Kepuasan Kerja, Dukungan Supervisi, Lingkungan Kerja dengan Turnover Intention Pada Tenaga Kesehatan 2026-07-13T21:10:11+00:00 Dinta Lestari dintalestari99@gmail.com Endang Nifatna Sari endangfatna30@gmail.com Irpan Irpan bungirfan17@gmail.com <p><em>Turnover intention</em> pada tenaga kesehatan merupakan permasalahan yang dapat mempengaruhi keberlangsungan organisasi serta mutu pelayanan kesehatan. Kepuasan kerja, dukungan supervisi, dan lingkungan kerja merupakan faktor organisasi yang diduga berhubungan dengan <em>turnover intention</em>. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan <em>turnover intention</em> pada tenaga kesehatan melalui <em>systematic review</em> dan meta-analisis. Penelitian dilaksanakan berdasarkan pedoman PRISMA melalui penelusuran literatur pada basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest. Sebanyak 15 studi <em>cross-sectional</em> yang diterbitkan pada periode 2014–2025 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan <em>Review Manager</em> (RevMan) versi 5.4. Hasil meta-analisis terhadap 15 studi yang melibatkan 10.340 tenaga kesehatan menunjukkan bahwa ketidakpuasan kerja berhubungan dengan peningkatan <em>turnover intention</em> (aOR = 2,79; 95% CI = 1,74–4,49; p &lt; 0,0001). Kurangnya dukungan supervisi juga berhubungan dengan <em>peningkatan turnover intention</em> (aOR = 1,71; 95% CI = 1,34–2,18; p &lt; 0,0001), demikian pula ketidakpuasan terhadap lingkungan kerja (aOR = 1,74; 95% CI = 1,36–2,22; p &lt; 0,0001). Dengan demikian, ketidakpuasan kerja, kurangnya dukungan supervisi, dan ketidakpuasan terhadap lingkungan kerja merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan peningkatan <em>turnover intention</em> pada tenaga kesehatan.</p> 2026-08-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1548 Analisis Biomedik Gejala Hearing Loss: Efek Akumulatif Stres Mekanika-Akustik Berdasarkan Usia dan Masa Kerja Penyelam Tradisional 2026-07-10T05:13:19+00:00 Nur Chabibah nhbienajah@gmail.com Luluk Dewita Sari dewlulu871@gmail.com Dhian Satya Rachmawati dhiansatyarachmawati@stikeshangtuah-sby.ac.id Taufan Agung Prasetya taufan@stikeshangtuah-sby.ac.id Taukhid taukhid.spd69@gmail.com Sapto Dwi Anggoro saptoseven071@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Aktivitas penyelaman tradisional dengan menggunakan kompresor ban dihadapkan pada risiko paparan ganda berupa bising kronis dan tekanan hidrostatik ekstrem yang mengancam fungsi auditori. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko biofisika, karakteristik individu, dan manifestasi gejala klinis dominan yang memicu kejadian hearing loss pada penyelam tradisional. <strong>Metode:</strong> Metode penelitian menggunaka studi kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 98 penyelam tradisional di Wilayah Pantai Utara Gresik, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan rinne test (garputala 512 Hz). lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Regresi Logistik Berganda (metode Enter).<strong> Hasil:</strong> Hasil penelitian didapatkan dari analisis bivariat menunjukkan kedalaman menyelam (ρ=0,021), usia (ρ=0,001), masa kerja (ρ=0,003), serta gejala tinnitus (ρ=0,003), otalgia (ρ=0,001), sulit mendengar (ρ=0,011), dan berteriak saat bicara (p=0,0001) berhubungan dengan kejadian hearing loss. Hasil uji multivariat mengonfirmasi bahwa Usia &gt;40 tahun merupakan faktor dominan dengan nilai Adjusted Odds Ratio (AOR) sebesar 2,764 (95% CI=1,066–7,164; ρ=0,036). <strong>Kesimpulan:</strong> Penuaan biologis bertindak sebagai akumulator final yang melipatgandakan dampak destruktif dari paparan stres mekanika-akustik harian. Intervensi kesehatan kerja maritim yang berfokus pada pembatasan usia kerja dan proteksi telinga sangat direkomendasikan.</p> 2026-08-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1519 Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Se-Kota Jambi Tahun 2026 2026-07-13T21:09:54+00:00 Andi Aliyah Nurul Munawwarah andialiyahhh@gmail.com Yulinda Fetritura yulindaft@gmail.com Mirna Marhami Iskandar mirna_marhami@unja.ac.id Erny Kusdiyah erny_kusdiyah@unja.ac.id Rina Nofri Enis rinanofrienis@unja.ac.id <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia yang prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Kualitas tidur yang buruk diduga berhubungan dengan peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis. <strong>Tujuan: </strong>Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Se-Kota Jambi Tahun 2026. <strong>Metode:</strong> Penelitian analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> pada 118 responden di 20 puskesmas. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI), sedangkan tekanan darah diperoleh melalui pengukuran langsung. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (59,3%). Tekanan darah responden didominasi kategori prehipertensi dan hipertensi derajat 1 (33,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tekanan darah (p=0,010). Responden dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko 1,14 kali lebih besar mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan responden dengan kualitas tidur baik (PR=1,14). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tekanan darah pada pasien hipertensi tahun 2026.</p> 2026-08-06T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1428 Optimalisasi Pencegahan Hipertensi Melalui Penerapan Gaya Hidup Sehat Pada Masyarakat Way Lima Pesawaran 2026-07-10T21:39:21+00:00 Muhammad Farhan Al Farisi Farhannalfarisi@gmail.com Kharisma Kharisma Kharisma911@gmail.com Eko Wardoyo Farhannalfarisi@gmail.com Sulistia Nur Farhannalfarisi@gmail.com <p><strong>Latar Belakang: </strong>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penerapan gaya hidup sehat menjadi salah satu upaya preventif yang efektif dalam mengendalikan faktor risiko hipertensi. <strong>Tujuan:</strong> Menganalisis hubungan penerapan gaya hidup sehat dengan perilaku pencegahan hipertensi pada masyarakat di Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran.<strong> Metode: </strong>Penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kota Dalam Kecamatan Way Lima pada bulan Oktober 2025. Populasi penelitian berjumlah 80 penderita hipertensi dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola hidup sehat dan perilaku pencegahan hipertensi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. <strong>Hasil: </strong>Responden yang menerapkan gaya hidup sehat dengan kategori baik menunjukkan kecenderungan memiliki perilaku pencegahan hipertensi yang lebih baik dibandingkan responden dengan gaya hidup kurang sehat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup sehat dan perilaku pencegahan hipertensi (p&lt;0,05).<strong> Kesimpulan: </strong>Penerapan gaya hidup sehat berperan penting dalam optimalisasi pencegahan hipertensi pada masyarakat. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung perubahan perilaku kesehatan masyarakat.</p> 2026-08-07T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1543 Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi Pada Lansia 2026-07-24T02:29:38+00:00 Novida Nengsih novida.nengsih@gmail.com Masrina Naomi Wulantari Simanjuntak novida.nengsih@gmail.com Dormina Dormina novida.nengsih@gmail.com <p>Hipertensi Merupakan Salah Satu Masalah Kesehatan Yang Umum Terjadi Pada Lansia Dan Beresiko Menyebabkan Komplikasi Serius Jika Dikendalikan. Salah Satu Intervensi Non Farmakologis Untuk Menurunkan Tekanan Darah Adalah Teknik Relaksasi Progresif. Tujuan Penelitian Ini Untuk Mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi Pada Lansia. Penelitian Ini Adalah Penelitian Kuantitatif Dengan Desain Penelitian Pre Eksperiment Pre Test And Post Test Design. Penelitian Dilakukan Di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi. Populasi Pada Penelitian Ini Aadalah Seluruh Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi Sebanyak 210 Responden, Sampel Sebanyak 32 Responden Dengan Teknik Purposive Sampling Dengan Menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian Didapatkan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Sebelum Dilakukan Progressive Muscle Relaxation Berada Dalam Hipertensi Stage 1 Yaitu Sebanyak 18 (56,3%) Responden, Sesudah Dilakukan Progressive Muscle Relaxation Berada Dalam Pre Hipertensi Yaitu Sebanyak 20 (62,5%) Responden. Ada Pengaruh Progresive Muscle Relaxation Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia (Ρ Value = 0,000). Teknik Relaksasi Otot Progresif Efektif Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi. Intervensi Ini Dapat Dijadikan Salah Satu Alternatif Non Farmakologis Dalam Pengelolaan Hipertensi.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1364 Analisis Spasial Distribusi Apotek dalam Pemerataan Pelayanan Kefarmasian di Kawasan Perkotaan 2026-07-17T11:45:16+00:00 Wisdayanti wisdayanti@unsulbar.ac.id Riskasiswanti Riskasiswanti wisdayanti@unsulbar.ac.id Muhammad Iqbal Padli Muhammad.iqbal.padli@luwukab.go.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam menjamin akses masyarakat terhadap obat dan layanan farmasi. Namun, distribusi apotek di kawasan perkotaan masih belum merata sehingga memengaruhi akses pelayanan kefarmasian. <strong>Tujuan:</strong> Kajian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial apotek terhadap pemerataan pelayanan kefarmasian di kawasan perkotaan. <strong>Metode:</strong> Studi literatur dilakukan dengan menelaah penelitian terkait distribusi apotek, akses pelayanan kefarmasian, kepadatan penduduk, dan pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dalam analisis spasial. <strong>Hasil:</strong> kajian menunjukkan bahwa distribusi apotek cenderung terpusat di wilayah urban padat penduduk, pusat aktivitas ekonomi, dan area yang dekat dengan fasilitas kesehatan. Sementara itu, wilayah pinggiran kota masih memiliki akses pelayanan kefarmasian yang terbatas akibat jumlah apotek yang lebih sedikit, jarak tempuh yang jauh, serta keterbatasan transportasi. Analisis spasial berbasis GIS dinilai efektif dalam mengidentifikasi pola persebaran apotek, tingkat aksesibilitas masyarakat, serta wilayah yang mengalami kesenjangan pelayanan. <strong>Simpulan:</strong> Penelitian ini menunjukkan bahwa tata ruang kota, kepadatan penduduk, dan akses transportasi memiliki pengaruh terhadap pemerataan pelayanan kefarmasian, sehingga diperlukan kajian literatur mengenai Analisis Spasial Distribusi Apotek terhadap Pemerataan Pelayanan Kefarmasian di Kawasan Perkotaan untuk memperoleh gambaran mengenai pola distribusi apotek, tingkat aksesibilitas pelayanan kefarmasian, dan faktor-faktor yang memengaruhi pemerataan pelayanan di berbagai wilayah perkotaan.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1483 Pemberian Foot Massage Menggunakan Minyak Zaitun Terhadap Perubahan Tingkat Kelelahan Pada Pasien CKD ON HD 2026-07-13T21:08:49+00:00 Ajeng Irma Riana Dewi ajengarianad@gmail.com Faried Rahman Hidayat frh934@umkt.ac.id Taufik Septiawan ts553@umkt.ac.id Rusni Masnina rm180@umkt.co.id <p><strong>Pendahuluan:</strong> Pasien <em>Chronic Kidney Disease </em>(CKD) yang menjalani hemodialisis sering mengalami kelelahan akibat anemia, akumulasi toksin uremik, serta gangguan fisiologis dan metabolik yang berdampak pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti <em>foot massage</em> dengan minyak zaitun dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kelelahan. <strong>Tujuan : </strong>Mengetahui efektivitas pemberian terapi <em>foot massage</em> menggunakan minyak zaitun dalam menurunkan tingkat kelelahan pada pasien <em>Chronic Kidney Disease </em>(CKD) yang menjalani hemodialisis sebagai intervensi keperawatan komplementer <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Intervensi berupa <em>foot massage</em> menggunakan minyak zaitun diberikan selama tiga sesi, masing-masing 30 menit. Tingkat kelelahan diukur menggunakan <strong><em>Fatigue Assessment Scale </em></strong><strong>(FAS)</strong> sebelum dan sesudah intervensi. <strong>Hasil:</strong> Evaluasi menunjukkan penurunan tingkat kelelahan secara bertahap, ditandai dengan penurunan skor FAS dari kategori kelelahan berat menjadi kelelahan ringan setelah tiga kali intervensi. <strong>Simpulan:</strong> <em>Foot massage</em> menggunakan minyak zaitun efektif menurunkan kelelahan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis dan berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer untuk meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1511 Hubungan Kepatuhan Obat dan Gaya Hidup dengan Parameter Laboratorium Pasien Prolanis Di Puskesmas 2026-07-13T21:09:44+00:00 Maya Hapsari mayaaahapsari@gmail.com Titi Agni Hutahaen titi.agni@unugiri.ac.id Ria Indah Kusuma Pitaloka ria@unugiri.ac.id <p>Hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Keberhasilan pengendalian penyakit tidak hanya ditentukan oleh terapi farmakologis, tetapi juga dipengaruhi oleh kepatuhan obat dan gaya hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan obat dan gaya hidup dengan parameter laboratorium pada pasien Prolanis hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas Soko. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Data kepatuhan obat dikumpulkan menggunakan kuesioner <em>Medication Adherence Rating Scale</em> (MARS-5), gaya hidup menggunakan <em>Healthy Lifestyle Questionnaire</em> (HLQ), sedangkan data tekanan darah, gula darah puasa (GDP), dan HbA1c diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Fisher’s Exact Test</em> dengan tingkat kemaknaan p&lt;0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan obat berhubungan signifikan dengan tekanan darah (p=0,013), GDP (p=0,045), dan HbA1c (p=0,005). Gaya hidup juga berhubungan signifikan dengan tekanan darah (p=0,000), GDP (p=0,022), dan HbA1c (p=0,000). Disimpulkan bahwa kepatuhan obat dan gaya hidup memiliki hubungan signifikan dengan pengendalian tekanan darah, GDP, dan HbA1c pada pasien Prolanis hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas Soko.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1482 Dampak Pernikahan Anak pada Kesehatan Mental: Scoping Review Mengenai Dampak Psikologis dan Emosional 2026-07-13T21:08:41+00:00 Lintang Qusnul Budi Setiawati lintang.qusnul.budi-2024@fkm.unair.ac.id Muthmainnah Muthmainnah muthmainnah@fkm.unair.ac.id Yuli Puspita Devi yulipuspitadevi@fkm.unair.ac.id Elok Dzul Afifah elokdzulafifaah@gmail.com Alifia Irbah Imtinani alifiah.bah.imtinani-2024@fkm.unair.ac.id Rachel Amanda ray.basrowi@gmail.com Roma Yuliana romayuliana05@gmail.com Ikrimah Nafilata nafilataikrimah@gmail.com <p>Praktik pernikahan anak masih menjadi perhatian dalam aspek kesehatan masyarakat karena berbagai dampaknya pada anak yang menikah di usia dini. Pernikahan anak didefinisikan sebagai pernikahan baik secara formal maupun informal sebelum usia 18 tahun yang saat ini masih menjadi isu global dengan berbagai dampaknya pada kesehatan mental pengantin muda, khususnya perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor dan mensintesis bukti dampak kesehatan mental yang berhubungan dengan pernikahan dini dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasari munculnya dampak tersebut. Penelitian ini merupakan scoping review menggunakan diagram PRISMA untuk mengidentifikasi artikel yang relevan dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Sebanyak 11 artikel di analisis dalam studi ini. Hasil sintesis dari 11 artikel terpilih menunjukkan bahwa pernikahan dini berhubungan dengan kondisi psikologis termasuk meningkatkan risiko stres, depresi, dan kecemasan akibat dari kehilangan otonomi, terbatasnya akses pendidikan, permasalahan ekonomi, dan konflik keluarga. Pengantin muda lebih rentan terhadap kekerasan yang mana memperburuk masalah kesehatan mental yang mereka alami. Temuan penilitian ini menegaskan pentingkan intervensi yang komprehensif untuk mengatasi dampak kesehatan mental dari pernikahan anak.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1477 Efek Pemberian Suspensi Ekstrak Kulit Pisang Goroho (Musa acuminata) Sebagai Antihiperglikemia 2026-07-17T01:57:22+00:00 Ahlan Sangkal ahlan.sangkalcoc@gmail.com Nadia Ayuwanda Syahputri Akune nadiaakune22@gmail.com Salwa Asiking salwaasiking5@gmail.com <p>Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kronis. Kulit pisang goroho (<em>Musa acuminata</em>) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan fenolik yang berpotensi sebagai antihiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak kulit pisang goroho dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 9 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kontrol negatif (NaCMC 1%), kontrol positif (glibenklamid 0,65 mg/kgBB), dan kelompok perlakuan yang diberi suspensi ekstrak kulit pisang goroho dosis 400 mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada T0, T30, T60, T90, dan T120 menggunakan glukometer. Data dianalisis berdasarkan selisih rata-rata penurunan kadar glukosa darah antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok mengalami peningkatan kadar glukosa pada T30, kemudian menurun hingga T120. Kelompok ekstrak kulit pisang goroho menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang lebih baik dibandingkan kontrol negatif dan pada beberapa interval waktu hampir setara dengan kontrol positif. Disimpulkan bahwa suspensi ekstrak kulit pisang goroho memiliki aktivitas antihiperglikemia dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan alam untuk membantu pengendalian kadar glukosa darah.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1476 Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Teripang (Holothuroidea) Dengan Metode Test Toleransi Glukosa Peroral 2026-07-17T01:57:14+00:00 Ahlan Sangkal ahlan.sangkalcoc@gmail.com Suharyanto Tri Utama antoutama5@gmail.com Ria Rezki Botutihe riabotutihe83@gmail.com <p>Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Penggunaan obat antidiabetes sintetik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif terapi berbahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol teripang (Holothuroidea) menggunakan metode Tes Toleransi Glukosa Peroral (TTGO). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan mencit putih jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol negatif (Na-CMC 1%), kontrol positif (glibenkamid), dan kelompok perlakuan ekstrak etanol teripang. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada menit ke 0, 30, 60, 90, dan 120 setelah pemberian glukosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak etanol teripang mengalami penurunan kadar glukosa darah dari 187,33 mg/dL pada menit ke-30 menjadi 87,67 mg/dL pada menit ke-120. Hasil tersebut lebih baik dibandingkan kontrol negatif yang memiliki kadar glukosa darah 126,67 mg/dL pada menit ke-120 dan mendekati efektivitas kontrol positif dengan kadar glukosa darah 79,67 mg/dL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol teripang (<em>Holothuroidea</em>) memiliki aktivitas antihiperglikemik dan berpotensi dikembangkan sebagai agen antidiabetes alami.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1414 Identifikasi Risiko Ergonomi Dan Program Kesehatan Pada Pekerja Pt X Industri Farmasi 2026-07-17T11:44:35+00:00 Hazrelia Anindya Hasibuan deahazrelia@gmail.com Shafa Mutamayyizah shafayiza24@gmail.com Anjani Keyla Mahari anjanikeylam@gmail.com Nico Linggi Pongmasangka nicolinggi@polteknaker.ac.id <p>Pekerja industri farmasi berisiko mengalami Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) akibat postur kerja tidak ergonomis yang berlangsung dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko ergonomi postur kerja pada lima posisi jabatan di PT X Industri Farmasi menggunakan instrumen GOTRAK (SNI 9011:2021) dan menyusun program kesehatan kerja berbasis hasil tersebut. Metode yang digunakan adalah observasi ergonomi deskriptif kuantitatif dengan pengukuran langsung di tempat kerja, penilaian risiko melalui matriks 5×5, dan penyusunan strategi pengendalian berbasis hierarki K3 sesuai PP No. 28 Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh posisi jabatan memperoleh skor GOTRAK dalam kategori "Perlu Pengamatan" (skor 5–6), kecuali posisi Scientist yang mencapai skor 7 (kategori "Berbahaya") dengan risiko awal sangat tinggi (RR = 16). Posisi Operator Cetak Tablet, Operator Coating, dan Packer memiliki risiko awal tinggi (RR = 12), sementara Operator Cleaning berada pada risiko sedang (RR = 6). Bahaya ergonomi utama mencakup postur leher menunduk &gt;20°, lengan tidak tertopang, pergelangan tangan menekuk, serta duduk dan berdiri dalam durasi lama. Program kesehatan kerja yang disusun mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif sesuai Pasal 233 PP 28/2024. Simpulan penelitian ini menegaskan urgensi intervensi ergonomi terpadu dan terstruktur di lingkungan industri farmasi sebagai upaya pengendalian WMSDs secara komprehensif.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1339 Hubungan Karakteristik Demografi Dengan Pengetahuan Masyarakat Tentang Regulasi Antrean Dan Kontrol JKN Berbasis Aplikasi Digital 2026-06-19T11:17:55+00:00 Eny Eny eni.ta@yahoo.com Gregorius Raditya Indra Prihandana eni.ta@yahoo.com Daviena Daviena eni.ta@yahoo.com <p><strong>Pendahuluan</strong>: BPJS telah mengembangkan sistem pelayanan terkait sistem regulasi antrean dan kontrol pasien melalui digitalisasi via aplikasi Mobile JKN .Efektivitas regulasi bergantung pada tingkat literasi kesehatan digital masyarakat yang dipengaruhi oleh kesenjangan demografi. <strong>Tujuan</strong>: untuk menganalisis hubungan karakteristik demografi (usia dan tingkat pendidikan) dengan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai regulasi antrean dan kontrol JKN berbasis digital. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> terhadap 52 responden, menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis menggunakan uji <em>Chi-Square</em> melalui Jamovi. <strong>Hasil:</strong> analisis univariat menunjukkan mayoritas responden pada usia 17–25 tahun (48,1%), berpendidikan SMA/SMK/MA (67,3%), dan berpengetahuan kategori Cukup (51,9%). Hasil uji <em>Chi-Square</em> menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan regulasi JKN digital (<em>p-value</em> = 0,038 &lt; 0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan JKN digital (<em>p-value</em> = 0,801 &gt; 0,05). <strong>Kesimpulan</strong>: Karakteristik usia menjadi penyebab utama yang memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap regulasi JKN digital, sementara tingkat pendidikan tidak menjadi jaminan literasi fungsional sistem kesehatan. Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan faskes primer perlu mengoptimalkan edukasi terstruktur berbasis kelompok usia untuk meminimalkan hambatan administratif pasien di era digital.</p> 2026-08-08T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1446 Potensi Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Geriatri Di Uptd Puskesmas Fajar Mulya Kabupaten Pringsewu 2026-07-17T11:43:39+00:00 Bevvy Mutia Sari bevvymutia07@gmail.com Martianus Perangin Angin bevvymutia07@gmail.com Artha Meithia bevvymutia07@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok geriatri. Adanya penurunan fungsi organ dan penyakit penyerta menyebabkan pasien geriatri sering menerima terapi polifarmasi sehingga berisiko mengalami interaksi obat. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui potensi interaksi obat antihipertensi terhadap obat lain pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Fajar Mulya Kabupaten Pringsewu. <strong>Metode:</strong> Penelitian non-eksperimental dengan rancangan deskriptif dan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dan resep pasien geriatri hipertensi dengan penyakit penyerta periode Juli–Desember 2025. Sampel berjumlah 124 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar pasien berusia 60–65 tahun (41,94%), berjenis kelamin perempuan (70%), overweight (39,52%), dan mengalami hipertensi derajat 2 (64%). Penyakit penyerta terbanyak adalah myalgia (24,19%). Terapi antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipine (76%). Ditemukan 55 kasus potensi interaksi obat, terdiri atas interaksi farmakokinetik (29%) dan farmakodinamik (71%). Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori moderate mendominasi (75%), diikuti minor (16%) dan mayor (9%). <strong>Simpulan:</strong> Potensi interaksi obat antihipertensi pada pasien geriatri didominasi oleh interaksi farmakodinamik dengan tingkat keparahan moderate, sehingga diperlukan pemantauan terapi obat secara berkala untuk meningkatkan keamanan pengobatan.</p> 2026-08-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1288 Determinan Perilaku Menstrual Hygiene Management Pada Remaja Putri 2026-06-19T11:29:12+00:00 Elfira Nurul Aini lfira.fira2@gmail.com Anis Nur Laili lfira.fira2@gmail.com <p>Menstrual Hygiene Management (MHM) merupakan upaya menjaga kebersihan diri selama menstruasi untuk mencegah gangguan kesehatan reproduksi. Perilaku MHM yang kurang baik dapat meningkatkan risiko infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih, dan masalah kesehatan lainnya. Berbagai faktor diduga memengaruhi perilaku MHM pada remaja putri, seperti teman sebaya, keterpaparan informasi, pengetahuan, dan sikap. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan perilaku Menstrual Hygiene Management pada remaja putri di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surabaya. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 159 remaja putri. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki perilaku MHM baik (54,1%), teman sebaya baik (52,2%), pengetahuan baik (61%), keterpaparan informasi kurang (59,1%), dan sikap negatif (53,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat pengaruh teman sebaya terhadap perilaku MHM (p=0,004), sedangkan keterpaparan informasi (p=0,095), pengetahuan (p=0,139), dan sikap (p=0,057) tidak berpengaruh signifikan. Analisis regresi logistik menunjukkan teman sebaya merupakan faktor determinan yang berpengaruh terhadap perilaku MHM dengan nilai OR=2,662. Disimpulkan bahwa teman sebaya merupakan faktor yang memengaruhi perilaku Menstrual Hygiene Management pada remaja putri, sedangkan keterpaparan informasi, pengetahuan, dan sikap tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.</p> 2026-08-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1444 Korelasi Persepsi Dengan Tingkat Kepuasan Tenaga Farmasi Terhadap Eprescribing Di RS Imanuel Bandar Lampung 2026-07-17T11:43:48+00:00 Siti Rahayu sitirhyuu77@gmail.com Martianus Perangin Angin sitirhyuu77@gmail.com Iwang Davi Setiawan sitirhyuu77@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Pelayanan farmasi yang berkualitas memerlukan dukungan sistem informasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan peresepan. <em>Electronic prescribing</em> telah diterapkan di RS Imanuel Bandar Lampung, namun persepsi dan tingkat kepuasan tenaga farmasi terhadap penggunaan sistem tersebut perlu dievaluasi. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui korelasi antara persepsi dengan tingkat kepuasan tenaga farmasi terhadap sistem <em>electronic prescribing</em> di RS Imanuel Bandar Lampung. <strong>Metode:</strong> Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Seluruh tenaga farmasi yang memenuhi kriteria penelitian dijadikan responden, kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman rank. <strong>Hasil:</strong> Persepsi tenaga farmasi terhadap <em>electronic prescribing</em> berada pada kategori sangat baik dengan nilai 88,38%, sedangkan tingkat kepuasan berada pada kategori sangat puas dengan nilai 82,68%. Analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi yang kuat dan positif antara persepsi dan tingkat kepuasan tenaga farmasi terhadap <em>electronic prescribing</em> di RS Imanuel Bandar Lampung (p=0,000). <strong>Simpulan:</strong> Semakin baik persepsi tenaga farmasi terhadap sistem electronic prescribing, semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan <em>electronic prescribing</em> di RS Imanuel Bandar Lampung telah diterima dengan sangat baik oleh tenaga farmasi dan berpotensi mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian.</p> 2026-08-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1436 Hubungan Pola Pengawasan Orang Tua Dan Pemakaian Gadget Terhadap Perubahan Perilaku Remaja Di Lingkungan Keluarga 2026-07-11T21:31:43+00:00 Siti Nurrohmah stinurrohmaah@gmail.com Hardin La Ramba stinurrohmaah@gmail.com Shinta Prawitasari stinurrohmaah@gmail.com <p>Remaja di era digital memiliki ketertarikan tinggi terhadap <em>gadget</em> yang berpotensi memengaruhi perilaku mereka, sementara pengawasan orang tua menjadi faktor penting dalam pengendalian perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan orang tua dan pemakaian <em>gadget</em> terhadap perubahan perilaku remaja di lingkungan keluarga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional.</em> Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Desa Bojong Baru, dengan sampel 366 remaja yang dipilih melalui teknik <em>simple random sampling.</em> Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dan regresi logistik multinomial. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengawasan orang tua dengan perubahan perilaku (r = 0,239; p = 0,000) dan antara pemakaian <em>gadget </em>dengan perubahan perilaku remaja (r = 0,431; p = 0,000). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan hanya pemakaian <em>gadget</em> yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku remaja (p = 0,000), sedangkan pengawasan orang tua tidak signifikan (p = 0,103). Penelitian ini juga menemukan bahwa remaja dengan tingkat penggunaan <em>gadget</em> yang tinggi memiliki peluang 9 kali lebih besar untuk tetap menunjukkan perilaku normal. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa intensitas pemakaian <em>gadget</em> lebih berpengaruh terhadap perubahan perilaku remaja dibandingkan pengawasan orang tua. Meskipun demikian, penggunaan <em>gadget</em> yang tinggi tidak selalu berdampak negatif, tergantung pada konteks dan pola penggunaannya.</p> 2026-08-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1421 Analisis Risiko Kesehatan Terkait Keberadaan Tikus di Pasar Tradisional X di Kabupaten Batubara 2026-07-13T21:07:41+00:00 Zalfa Syahirah zalfa0801232322@uinsu.ac.id Meutia Nanda meutiananda@uinsu.ac.id Fazra Syahlin fazra0801232274@uinsu.ac.id Monnavia Rorisa monnavia0801232331@uinsu.ac.id Fiha Fauzia fiha0801232251@uinsu.ac.id <p>Pasar tradisional merupakan lingkungan dengan risiko tinggi penularan penyakit zoonosis, salah satunya leptospirosis yang ditularkan melalui urin tikus. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kesehatan terkait keberadaan vektor tikus di Pasar Tradisional X Kabupaten Batu Bara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional terhadap 30 kios/los yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist berdasarkan Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 kios (53,3%) memenuhi syarat sanitasi dan 14 kios (46,7%) tidak memenuhi syarat. Komponen pencahayaan, suhu, dan kelembaban memiliki capaian tertinggi (90,0%), sedangkan fasilitas toilet dan air bersih memiliki capaian terendah (56,7%). Tanda keberadaan tikus lebih banyak ditemukan pada kios dengan kondisi sanitasi yang tidak memenuhi syarat, terutama pada kios ikan dan ayam. Faktor yang berperan terhadap keberadaan tikus meliputi pengelolaan sampah yang kurang baik, drainase yang tidak memadai, sisa pangan terbuka, dan celah pada bangunan kios. Disimpulkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik merupakan indikator risiko utama terhadap keberadaan vektor tikus sehingga diperlukan perbaikan sanitasi dan pengendalian vektor secara berkelanjutan.</p> 2026-08-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1466 Hubungan Lama Pemasangan Kateter Urin Dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien Pascaoperasi 2026-07-11T21:32:16+00:00 Ari Sandy Pratama rtasalim@gmail.com Rian Tasalim rtasalim@gmail.com <p>Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang paling sering terjadi pada pasien pascaoperasi yang menggunakan kateter urin menetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pemasangan kateter urin dengan kejadian ISK pada pasien pascaoperasi di RSUD Puruk Cahu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (<em>cross-sectional</em>). Sampel penelitian berjumlah 30 pasien pascaoperasi yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, telaah rekam medis, dan pemeriksaan laboratorium urin, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 pasien dengan lama pemasangan kateter ≤3 Hari, sebanyak 2 orang (10,5%) mengalami ISK, sedangkan dari 11 pasien dengan lama pemasangan kateter &gt;3 hari, sebanyak 7 orang (63,6%) mengalami ISK. Analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara lama pemasangan kateter urin dengan kejadian ISK (p = 0,008). Pasien dengan lama pemasangan kateter lebih dari tiga hari memiliki peluang mengalami ISK sebesar 14,88 kali dibandingkan dengan pasien dengan lama pemasangan kateter tiga hari atau kurang (OR = 14,88; IK95%: 2,20–100,20). Pelepasan kateter sedini mungkin serta penerapan protokol pencegahan infeksi secara konsisten direkomendasikan untuk menurunkan kejadian ISK pada pasien pascaoperasi.</p> 2026-08-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1504 Hubungan Pola Makan dengan Kekambuhan Dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro Malang 2026-07-11T21:32:41+00:00 Zahwa Khoirul Armelia zahwaarmelia31@gmail.com Musthika Wida Mashitah ns.musthika@itsk-soepraoen.ac.id <p>Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna yang sering kambuh dan dapat mengganggu aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kekambuhan dispepsia adalah pola makan yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kekambuhan dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro, Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>accidental sampling</em> pada April–Mei 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kekambuhan dispepsia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola makan tidak teratur (60,0%) dan sering mengalami kekambuhan dispepsia (53,3%). Responden dengan pola makan tidak teratur sebagian besar sering mengalami kekambuhan dispepsia (77,8%), sedangkan responden dengan pola makan teratur sebagian besar jarang mengalami kekambuhan (54,2%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kekambuhan dispepsia (p=0,017). Pola makan yang tidak teratur berhubungan dengan meningkatnya risiko kekambuhan dispepsia.</p> 2026-08-11T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1647 Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri MTS Darussalam Lamongan 2026-07-26T20:40:29+00:00 Hariyani Hariyani hariyani@iik.ac.id Dwi Evi Diyan Sari dwi.evi@iik.ac.id Dian Mustofani dian.mustofani@iik.ac.id Rosa Juwita Hesturini rosa.hesturini@iik.ac.id Desi Kusumawati desi@unipma.ac.id Henni Wati henni.w@unik-kediri.ac.id <p>Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini karena anemia dapat memengaruhi prestasi belajar dan kesehatan remaja putri. Tingkat pengetahuan tentang anemia berperan dalam membentuk perilaku pencegahan yang dapat memengaruhi risiko terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Darussalam Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan <em>cross sectional.</em> Populasi penelitian adalah seluruh siswi sebanyak 87 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital <em>Easy Touch</em> GCHb. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-square</em> melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden yang sudah mengalami menstruasi, sebanyak 24 responden (35,8%) mengalami anemia dan 43 responden (64,2%) tidak mengalami anemia. Tingkat pengetahuan responden yaitu kategori kurang 20%, sedang 43%, dan baik 37% dengan <em>p-value </em>0,003 (p&lt;0,05). Pada responden yang belum mengalami menstruasi, sebanyak 30,0% mengalami anemia dan 70,0% tidak mengalami anemia. Tingkat pengetahuan responden yaitu kategori kurang 10%, sedang 65%, dan baik 25% dengan <em>p-value</em> 0,633 (p&gt;0,05). Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan signifikan pada responden yang sudah mengalami menstruasi, namun tidak pada responden yang belum mengalami menstruasi.</p> 2026-08-13T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1450 The Efektivitas Kompres Hangat dan Tepid Water Sponge pada Anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever: Studi Kasus 2026-07-11T21:31:56+00:00 Fardani Nur Annisa fardaniannisa123@gmail.com Irdawati Irdawati Irdawati@ums.ac.id <p><strong>Pendahuluan:</strong> Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit infeksi yang banyak menyerang anak dan ditandai dengan demam tinggi. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis seperti kompres hangat dan teknik tepid sponge sering digunakan, namun bukti perbandingan efektivitas keduanya masih terbatas. <strong>Tujuan:</strong> Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas kompres hangat konvensional dan teknik tepid sponge dalam menurunkan suhu tubuh pada anak dengan DHF. <strong>Metode:</strong> Desain studi kasus deskriptif komparatif pada dua pasien anak dengan DHF yang di ruang rawat inap RS Indriati Solo Baru. Masing-masing pasien diberikan intervensi berbeda selama tiga hari. Pengukuran suhu tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan termometer digital, serta respon subjektif dan objektif dicatat melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan suhu tubuh antar intervensi. <strong>Hasil:</strong> Kedua intervensi terbukti efektif menurunkan suhu tubuh. Pada pasien dengan kompres hangat, suhu menurun dari 38,9°C menjadi 37,2°C dengan rata-rata penurunan 0,87°C. Pada pasien dengan tepid sponge, suhu menurun dari 39,7°C menjadi 37,4°C dengan rata-rata penurunan 1,20°C. Respon klinis menunjukkan perbaikan kondisi, termasuk penurunan nadi dan peningkatan aktivitas. <strong>Simpulan:</strong> Teknik tepid sponge lebih efektif dalam menurunkan suhu tubuh dibandingkan kompres hangat, meskipun kompres hangat lebih nyaman bagi pasien anak.</p> 2026-08-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1439 Pengaruh Terapi Mewarnai Mandala Dikombinasikan Self-Efficacy Terhadap Rata-Rata Skor Kecemasan Akademik Siswa SMAN 6 Tasikmalaya 2026-07-13T21:07:19+00:00 Fitriyana Noer fitriyananoer2003@gmail.com Peni Cahyati fitriyananoer2003@gmail.com Ridwan Kustiawan fitriyananoer2003@gmail.com Asep Riyana fitriyananoer2003@gmail.com <p>Latar Belakang: Kecemasan akademik merupakan masalah psikologis yang sering dialami siswa sekolah menengah atas akibat tuntutan akademik, persaingan masuk perguruan tinggi, serta kurangnya keyakinan terhadap kemampuan diri. Terapi mewarnai mandala sebagai bagian dari art therapy dapat membantu mengalihkan perhatian, meningkatkan fokus, dan memberikan efek relaksasi, sedangkan <em>self efficacy</em> meningkatkan keyakinan individu dalam menghadapi tuntutan akademik. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi mewarnai mandala dikombinasikan dengan <em>self efficacy</em> terhadap skor kecemasan akademik pada siswa kelas XI SMAN 6 Tasikmalaya. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental pre test-post test with control group design. Sampel berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol masing-masing 20 responden menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan <em>Hamilton Anxiety Rating Scale</em> (HARS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann–Whitney U Test. Hasil: Rata-rata skor kecemasan kelompok intervensi menurun dari 23,00 menjadi 20,20, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 24,40 menjadi 27,75. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p=0,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan skor post test antarkelompok (p=0,000; p&lt;0,05). Kesimpulan: Terapi mewarnai mandala dikombinasikan dengan <em>self efficacy</em> efektif menurunkan kecemasan akademik pada siswa kelas XI SMAN 6 Tasikmalaya.</p> 2026-08-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1440 Intervensi Kompres Dingin Dan Distraksi Audiovisual Terhadap Nyeri Pemasangan Infus Anak Thalasemia 2026-07-17T11:44:03+00:00 Fahril Fadilah Setiawan r4747092@gmail.com Ida Rosdiana r4747092@gmail.com Novi Enis Rosuliana r4747092@gmail.com Dini Mariani r4747092@gmail.com <p><strong>Latar Belakang:</strong> Anak dengan Thalasemia memerlukan transfusi darah rutin yang mengharuskan pemasangan infus berulang. Prosedur ini sering menimbulkan nyeri, kecemasan, dan trauma. Kompres dingin dan distraksi audiovisual merupakan intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri selama pemasangan infus. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui pengaruh kompres dingin dan distraksi audiovisual terhadap tingkat nyeri pemasangan infus pada anak Thalasemia usia sekolah di RS Prasetya Bunda Tasikmalaya. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuantitatif dengan desain <em>quasi-experimental Two Group Post-test Only Design</em>. Sampel berjumlah 42 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling, terdiri atas 21 responden kelompok intervensi dan 21 responden kelompok kontrol. Tingkat nyeri diukur menggunakan <em>Wong-Baker FACES Pain Rating Scale</em> dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. <strong>Hasil:</strong> Rata-rata skor nyeri pada kelompok intervensi sebesar 1,52 (median 2,00), sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 8,10 (median 8,00). Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai p &lt; 0,05 yang berarti terdapat perbedaan tingkat nyeri yang signifikan antara kedua kelompok. <strong>Kesimpulan:</strong> Kompres dingin dan distraksi audiovisual efektif menurunkan tingkat nyeri pemasangan infus pada anak Thalasemia usia sekolah.</p> 2026-08-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1468 Hubungan Dukungan Suami dengan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Anjir Pasar 2026-07-11T21:32:31+00:00 Frani Mariana franimariana88@gmail.com Putri Yuliantie franimariana88@gmail.com Hayatun Nufus franimariana88@gmail.com <p>Angka kematian ibu hamil di Indonesia masih menjadi penyumbang terbesar, salah satu penyebabnya adalah terlambatnya deteksi kegawatdaruratan kehamilan. Hal ini sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan kontrol rutin selama kehamilan dan salah satunya melalui keikutsertaan kelas ibu hamil. Dukungan dari suami berperan sangat besar dalam memberikan motivasi ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil dan menentukan status kesehatan ibu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 44 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji <em>chi square. </em>Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak teratur dalam mengikuti kelas ibu hamil, yaitu sebanyak 25 orang (56,8%), sedangkan yang tidak teratur sebanyak 19 orang (43,2%) dan dukungan suami yang tinggi sebanyak 27 orang (61,4%), sedangkan suami kurang mendukung sebanyak 17 orang (38,6%). Hasil statistik menunjukkan nilai <em>p value</em> = 0,002. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan dukungan suami dengan keikutsertaan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Anjir Pasar. Dukungan suami yang dapat diberikan pada ibu hamil bisa dalam bentuk dukungan emosional, instrumental, penilaian dan informasional.</p> 2026-08-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1607 Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu dalam Pemberian Zink pada Balita Diare 2026-07-21T20:31:26+00:00 Diva Mayjesti Osborn Seubelan divalutuedo316@gmail.com Magdarita Riwu divalutuedo316@gmail.com Nurul Fatmawati Pua Upa divalutuedo316@gmail.com Audrey Gracelia Riwu divalutuedo316@gmail.com <p>Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada balita. Pemberian zink selama sepuluh hari direkomendasikan sebagai pengobatan diare, namun kepatuhan ibu dalam memberikan zink sesuai anjuran masih menjadi tantangan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian zink pada balita yang mengalami diare di UPTD. Puskesmas Sikumana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain <em>cross-sectional</em>. Sampel terdiri dari 31 ibu balita diare dan dipilih menggunakan teknik <em>consecutive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em>, <em>Fisher’s Exact Test</em>, dan <em>Fisher-Freeman-Halton Exact Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 responden (58,1%) tidak patuh, sedangkan 13 responden (41,9%) patuh dalam pemberian zink. Pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan ibu (p=0,013). Sebaliknya, usia (p=0,875), tingkat pendidikan (p=0,271), jumlah anak (p=0,676), status pekerjaan (p=0,470), akses pelayanan kesehatan (p=0,275), status ekonomi (p=0,137), sikap (p=0,245), dukungan keluarga (p=1,000), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,493) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Sebagian besar ibu belum patuh terhadap anjuran pemberian zink, dan pengetahuan ibu merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kepatuhan tersebut.</p> 2026-08-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1745 Model Edukasi Kritis Etnofarmasi dan Stunting Berbasis Budaya Dawan di SMP Kristen 3 Soe 2026-08-12T16:47:32+00:00 Barbara Azalya Sarifudin barbaraazalya34@gmail.com Sonni Maurit Benu barbaraazalya34@gmail.com Yohanes Karolus Tokan barbaraazalya34@gmail.com <p>Stunting berakar dari masalah gizi remaja yang diperparah oleh kurangnya literasi dan mitos kesehatan. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi implementasi edukasi kritis kesehatan reproduksi dan gizi berbasis budaya lokal Dawan di SMP Kristen 3 Soe dengan 26 siswi kelas IX sebagai informan. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi pemahaman kognitif yang mendalam, terutama dalam mengurai miskonsepsi mitos stunting dari 34,6% menjadi internalisasi 88,5%. Aspek sikap informan menunjukkan pergeseran positif berupa kebanggaan mengonsumsi pangan lokal hingga 100%, yang termanifestasi dalam konsistensi tindakan nyata menjaga kebersihan reproduksi, mengonsumsi sayur hijau kaya zat besi, dan kepatuhan minum tablet tambah darah. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi berbasis ilmu farmasi dan kearifan lokal Dawan berhasil membangun kesadaran kritis serta perilaku preventif remaja putri sebagai strategi solutif memutus mata rantai stunting.</p> 2026-08-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1388 Faktor Risiko Stunting Pada Balita Di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu 2026-07-17T11:42:53+00:00 Yetti Purnama ypurnama@unib.ac.id Rina Delfina rdelfina@unib.ac.id Rostika Flora rostikaflora@gmail.com Linda Yulyani lyulyani@unib.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Kabupaten Seluma merupakan salah satu wilayah lokus percepatan penurunan stunting dengan prevalensi stunting sebesar 24,7%. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada anak balita. <strong>Metode:</strong> Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Terdapat 106 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, data sekunder dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Puskesmas, dan Posyandu, serta pemeriksaan kadar hemoglobin. Data dianalisis menggunakan uji <em>chi-square</em> untuk variabel dengan data nominal, dan uji <em>Kendalls-Tau</em> untuk data ordinal. Kemudian, uji multivariat dilakukan dengan uji regresi logistik. <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 106 responden penelitian, terdapat 58,5% kasus stunting. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting dalam penelitian ini, yaitu status gizi ibu saat hamil (0,000), riwayat anemia saat hamil (0,000), dan Hb ibu saat menyusui (0,000). Faktor risiko yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah status gizi ibu saat hamil yang memiliki pengaruh terbesar dengan nilai Exp. B = 11,937. <strong>Kesimpulan:</strong> Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah status gizi ibu saat hamil, riwayat anemia saat hamil, dan Hb ibu saat menyusui.</p> 2026-08-15T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1454 Formulasi Gel Ekstrak Binahong (Anredera cordifolia) Dan Minyak Atsiri (Citrus hystrix) Untuk Penyembuhan Luka Hiperglikemia 2026-07-11T21:32:08+00:00 Yaya Sulthon Aziz aptgolong@gmail.com Erna Agung Rakhmawati aptgolong@gmail.com Chairunnisa Ayu Saputri aptgolong@gmail.com Mareta Lucky Wijayanti aptgolong@gmail.com Farhan Huda Lilmuttaqin aptgolong@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong>: Ekstrak daun binahong kaya akan flavonoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi, sementara minyak atsiri kulit buah jeruk purut mengandung limonen sebagai antioksidan. Kombinasi keduanya dalam gel diharapkan secara sinergis meningkatkan penyembuhan luka pada kondisi hiperglikemia. <strong>Tujuan</strong>: memformulasi gel kombinasi, mengevaluasi sifat fisik, dan menguji aktivitasnya pada tikus putih hiperglikemia. <strong>Metode:</strong> Penelitian eksperimental dengan purposive sampling. Lima formulasi gel dibuat dengan variasi konsentrasi total 0% (basis), 5% (2,5:2,5), dan 10% (7,5:2,5; 2,5:7,5; 5:5). Evaluasi sifat fisik meliputi organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan stabilitas. Uji aktivitas menggunakan 24 tikus jantan yang diinduksi aloksan 150 mg/kgBB dan dibuat luka bedah. Hewan dibagi enam kelompok: kontrol positif Bioplacenton, kontrol negatif basis, serta empat kelompok perlakuan dengan variasi konsentrasi. Pengamatan penyusutan panjang luka dilakukan selama 5 hari. <strong>Hasil:</strong> seluruh formulasi memenuhi standar mutu sifat fisik yang ditetapkan. Uji aktivitas menunjukkan bahwa kelima formula efektif mempercepat penyembuhan luka dengan hasil yang signifikan secara statistik (p=0,002). Uji post hoc mengungkapkan bahwa formula F4 dengan konsentrasi 5:5% memberikan pengaruh paling signifikan dibandingkan formula lainnya. <strong>Kesimpulan:</strong> sediaan gel kombinasi ekstrak binahong dan minyak atsiri jeruk purut berhasil diformulasi dengan sifat fisik baik dan terbukti efektif sebagai terapi topikal untuk penyembuhan luka pada tikus hiperglikemia.</p> 2026-08-17T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1635 Identifikasi Bakteri Nosokomial Pada Tempat Tidur Pasien Ruang Perawatan Anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda 2026-07-26T20:41:49+00:00 Reva Medyana medyanareva4@gmail.com Tiara Dini Harlita nonaranita@gmail.com Nursalinda Kusumawati nursalinda17@gmail.com I Gede Andika Sukarya dkha87@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Infeksi yang didapatkan saat pasien menerima perawatan di fasilitas medis dikenal sebagai infeksi nosokomial, atau infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs). Terutama di bangsal pediatrik tempat anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang belum matang berada, tempat tidur pasien dapat berfungsi sebagai reservoir bagi mikroorganisme yang menyebabkan infeksi. <strong>Tujuan:</strong> Mengidentifikasi bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial pada permukaan tempat tidur pasien di Ruang Perawatan Anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda.<strong> Metode: </strong>Penelitian observasional deskriptif menggunakan 40 sampel swab permukaan kasur yang diambil dengan teknik <em>total sampling</em>. Identifikasi bakteri dilakukan melalui kultur pada media <em>Blood Agar</em> dan <em>MacConkey Agar</em>, dilanjutkan pewarnaan Gram dan uji biokimia.<strong> Hasil: </strong>Seluruh sampel (100%) menunjukkan pertumbuhan pada <em>Blood Agar</em>, sedangkan (57,5%) tumbuh pada <em>MacConkey Agar</em>. Bakteri Gram negatif lebih dominan (57,5%) dibandingkan Gram positif (42,5%). Spesies yang ditemukan meliputi <em>Pseudomonas</em> sp. (30%), <em>Staphylococcus aureus</em> (22,5%), <em>Klebsiella</em> sp. (12,5%), <em>Streptococcus </em>sp. (10%), <em>Bacillus </em>sp. (10%), <em>Acinetobacter</em> sp. (7,5%), dan <em>Citrobacter </em>sp. (7,5%).<strong> Simpulan: </strong>Permukaan tempat tidur pasien di ruang perawatan anak terkontaminasi berbagai bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial, dengan dominasi <em>Pseudomonas</em> sp.</p> 2026-08-17T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1549 Hubungan Efektivitas Terhadap Interaksi Obat Antihipertensi Golongan ARB Dengan NSAID Dirumah Sakit X Banjarbaru 2026-07-13T21:10:03+00:00 Novianty Amelia noviantyamelia07@gmail.com Sari Wahyunita noviantyamelia07@gmail.com Syahrizal Ramadhani noviantyamelia07@gmail.com <p>Interaksi obat merupakan salah satu penyebab utama reaksi merugikan akibat obat (<em>adverse drug interaction</em>), yang terjadi ketika suatu obat memengaruhi farmakokinetik atau farmakodinamik obat lain sehingga mengubah efeknya. Kombinasi <em>Angiotensin Receptor Blocker</em> (ARB) dengan <em>Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug</em> (NSAID) berpotensi memengaruhi keberhasilan terapi hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui angka kejadian, mekanisme, tingkat keparahan, serta hubungan efektivitas terhadap interaksi obat ARB–NSAID di Rumah Sakit X Banjarbaru. Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis Januari–Desember 2024 pada 60 pasien rawat inap, terdiri atas 30 pasien yang menerima terapi ARB dan 30 pasien yang menerima kombinasi ARB–NSAID. Data yang dianalisis meliputi tekanan darah pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi obat pada pasien yang menerima kombinasi ARB–NSAID. Seluruh interaksi termasuk mekanisme farmakodinamik dengan tingkat keparahan moderate (100%). Hasil uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara interaksi obat ARB–NSAID dan efektivitas terapi antihipertensi (p = 0,001; p &lt; 0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi ARB–NSAID berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi sehingga penggunaannya memerlukan pemantauan klinis.</p> 2026-08-17T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1586 Hubungan Status Gizi dan Stimulasi terhadap Perkembangan Balita melalui KPSP 2026-08-07T10:44:05+00:00 Yessy Octa Fristika yessyfristika@gmail.com Fariha Nuzulul Hinisa yessyfristika@gmail.com <p>Status gizi dan stimulasi pada balita memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan balita. Status gizi yang baik mendukung perkembangan anak yang optimal, sedangkan status gizi buruk dapat menghambatnya. Begitu juga dengan stimulasi yang baik dilakukan dengan penuh kasih sayang, aman, menyenangkan tanpa paksaan, dan disesuaikan dengan usia. Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dilakukan melalui pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi dan Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat, dengan menggunakan <em>chi square</em>. Hasil penelitian didapatkan bahwa Ada Hubungan yang bermakna antara Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar pada Balita (P-Value = 0,021), Motorik Halus pada Balita (P-Value = 0,002), Perkembangan Bahasa pada Balita (P-Value = 0,012), Perkembangan Sosialisasi dan Kemandirian pada Balita (P- Value = 0,021). Kemudian terdapat hubungan yang bermakna antara Stimulasi dengan Perkembangan Motorik Kasar pada Balita (P-Value = 0,000), Perkembangan Motorik Halus pada Balita (P-Value = 0,000), Perkembangan Bahasa pada balita (P- Value = 0,000) dan Perkembangan sosialisasi dan kemandirian pada Balita (P-Value = 0,000). Simpulan penelitian ini mengindikasikan adanya hubungan yang cukup erat antara status gizi dan stimulasi terhadap perkembangan balita.</p> 2026-08-19T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1595 Profil Metabolit Ekstrak n-Heksan Kulit Batang Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) Berdasarkan Analisis GC-MS 2026-07-18T21:30:36+00:00 Agnes Katarina Putri Fernandez kettyfernandez17@gmail.com Muhajirin Dean kettyfernandez17@gmail.com Nurul Fatmawati Pua Upa kettyfernandez17@gmail.com Antonius R.B. Ola kettyfernandez17@gmail.com <p>Faloak (<em>Sterculia quadrifida</em> R.Br.) merupakan tanaman obat khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, yang bagian kulit batangnya banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, namun penelitian sebelumnya masih berfokus pada ekstrak polar sehingga profil senyawa nonpolar belum banyak diungkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil metabolit ekstrak n-heksan kulit batang faloak asal Pulau Rote menggunakan metode <em>Gas Chromatography-Mass Spectrometry</em> (GC-MS). Penelitian bersifat deskriptif kualitatif; sampel diekstraksi melalui metode maserasi menggunakan pelarut n-heksan, kemudian dianalisis menggunakan instrumen Thermo Fisher Trace 1610 GC-ISQ 7610 dengan kolom kapiler TG-5MS, dan senyawa diidentifikasi berdasarkan basis data NIST/EPA/NIH <em>Mass Spectral Library</em>. Hasil ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 0,025% dengan 202 komponen total, di mana 12 senyawa dominan didominasi oleh golongan asam lemak dan ester asam lemak, dengan kadar relatif tertinggi pada <em>trans-13-Octadecenoic acid</em> (7,67%) dan <em>n-Hexadecanoic acid</em> (4,67%), sementara golongan alkana dan hidrokarbon siklik terdeteksi pada waktu retensi awal dengan kadar kumulatif lebih dari 28%. Profil metabolit ini menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan kulit batang faloak berpotensi dikembangkan sebagai kandidat bahan baku obat alami, meskipun seluruh potensi aktivitas farmakologi masih bersifat referensial dan memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui pengujian bioaktivitas secara langsung.</p> 2026-08-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1337 Persepsi Siswa Terhadap Pertolongan Pertama Sinkop Pada Siswa Kelas Viii Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bojonggede 2026-06-19T11:18:16+00:00 Erlita Dianty erlitadianty05@gmail.com Hardin La Ramba erlitadianty05@gmail.com Shinta Prawitasari erlitadianty05@gmail.com <p>Sinkop merupakan kehilangan kesadaran sementara akibat berkurangnya aliran darah ke otak yang sering terjadi pada usia sekolah. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman siswa dapat memengaruhi tindakan pertolongan pertama yang diberikan saat kejadian sinkop di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap pertolongan pertama pada kejadian sinkop di SMPN 1 Bojonggede. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan berjumlah 20 siswa kelas VIII SMPN 1 Bojonggede yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu pengetahuan siswa mengenai sinkop, pengetahuan tindakan pertolongan pertama, pengalaman siswa terhadap pertolongan pertama sinkop, sikap dan respons siswa saat melihat korban sinkop, serta keyakinan untuk menolong. Sebagian besar siswa memahami sinkop sebagai kondisi kehilangan kesadaran akibat kelelahan, kurang makan, kurang istirahat, dan paparan panas. Siswa juga mengetahui tindakan dasar pertolongan pertama seperti membaringkan korban, meninggikan kaki, melonggarkan pakaian, serta memanggil bantuan. Namun, sebagian siswa masih merasa ragu untuk memberikan pertolongan karena takut melakukan kesalahan. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap pertolongan pertama sinkop tergolong cukup baik, namun masih diperlukan edukasi dan pelatihan yang terstruktur untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama.</p> 2026-08-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1391 Hubungan Kebisingan Kamar Mesin dengan Stres Kerja Teknisi: Dasar Penyusunan Program Kesehatan Kerja PT X 2026-07-12T13:20:57+00:00 Nur Alfaiz nuralfaiz231@gmail.com Gabriel Yesa Agustin Napitupulu gabriellnapitupulu@gmail.com Nico Linggi Pongmasangka nicolinggi@polteknaker.ac.id <p>Kamar mesin kapal kargo merupakan lingkungan kerja dengan risiko paparan kebisingan tinggi yang berpotensi menimbulkan stres kerja pada teknisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan paparan kebisingan di kamar mesin kapal kargo PT X dengan indikator stres kerja teknisi serta menyusun program kesehatan kerja berbasis HIRADC. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima informan yang dipilih secara <em>purposive</em>, meliputi <em>Chief Engineer</em>, teknisi kamar mesin, dan petugas QSHE (<em>Quality, Safety, Health, and Environment</em>). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi pada tahun 2026 serta telaah pengukuran kebisingan sekunder tahun 2020 yang diposisikan sebagai baseline teknis historis, bukan estimasi pajanan personal terkini. Hasil pengukuran historis menunjukkan seluruh titik yang diukur di area kamar mesin melampaui NAB 85 dBA, dengan nilai tertinggi 100,5 dBA. Analisis HIRADC mengidentifikasi dua proses kerja berkategori <em>Extreme Risk</em> dan dua proses berkategori <em>High Risk</em>. Triangulasi data mengindikasikan keterkaitan kontekstual antara kebisingan dan keluhan kelelahan, gangguan tidur, tinnitus, gangguan komunikasi, serta potensi penurunan konsentrasi; namun kesenjangan waktu data dan ketiadaan dosimetri personal terkini membatasi penarikan kesimpulan kausal. Berdasarkan temuan tersebut, disusun <em>Hearing Conservation Program</em> dan Program <em>Medical Surveillance</em> yang terintegrasi dalam lima pilar upaya kesehatan kerja sesuai PP No. 28 Tahun 2024 guna mendukung penurunan risiko secara berkelanjutan.</p> 2026-08-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1442 Pengaruh Edukasi Diet Rendah Garam terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo 2026-07-17T11:43:56+00:00 Erwin Purwanto erwinpurwanto12@ung.ac.id Nurdiana Djamaluddin nurdiana@ung.ac.id Nirwanto K. Rahim nirwanto@ung.ac.id Maryadi Maryadi maryadi@ung.ac.id <p>Hipertensi masih menjadi tantangan kesehatan global yang besar, dimana salah satu akar masalahnya yakni rendahnya pengetahuan pasien mengenai manajemen nutrisi berupa pembatasan asupan garam (natrium). Pengelolaan diet rendah garam sebagai strategi non-farmakologis untuk mengendalikan tekanan darah, karena konsumsi garam yang berlebih merupakan faktor utama yang dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi diet rendah garam terhadap tingkat pengetahuan pasien hipertensi di Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian menggunakan <em>quasi-experimental</em> dengan rancangan <em>one group pre-test post-test</em> pada 64 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Intervensi yang diberikan berupa edukasi menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan media leaflet selama 60 menit. Pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner sebanyak 20 item pertanyaan, kemudian data dianalisis menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan pre-test sebesar 58,75 meningkat menjadi 84,63 rata-rata skor pengetahuan post-test, dengan proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik dari 20,31% menjadi 76,56% setelah intervensi dengan hasil uji statistik diperoleh <em>p-value</em> sebesar 0,000 (p&lt;0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi diet rendah garam secara terstruktur memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi. Intervensi keperawatan ini terbukti efektif digunakan sebagai upaya promotif dan preventif pada pelayanan kesehatan primer.</p> 2026-08-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1499 Konstruksi Motivasi Fungsional dan Estetika dalam Pengambilan Keputusan Perawatan Ortodontik: Studi Sosiokultural pada Masyarakat Sumatera Barat 2026-07-17T01:57:37+00:00 Fuccy Utamy Syafitri fuccyutamy@dent.unand.ac.id Amin Akbar aminakbar@fip.unp.ac.id Muhammad Noufal muhammadnoufal@gmail.com <p>Perawatan ortodonti kini tidak hanya menjadi kebutuhan medis, tetapi juga bagian dari konstruksi estetika diri yang dipengaruhi oleh faktor psikososial dan gender. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan urgensi gender dalam melakukan pengambilan keputusan untuk melakukan perawatan ortodonti. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang bertujuan mengeksplorasi dan mengungkap esensi pengalaman partisipan terkait fenomena yang dialami secara langsung dalam konteks kehidupan mereka. Sebanyak 20 orang turut berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat cara pandang dan motif seseorang melakukan perawatan ortodonti, dimana perempuan menjalani perawatan ortodonti, yang sebagian besar bukan karena masalah fungsional pada gigi, tetapi karena alasan estetika yang dan berujung pada kepercayaan diri. Sebaliknya, laki-laki lebih banyak terdorong melakukan pemasangan behel karena kebutuhan fungsional dan profesional, seperti tuntutan pekerjaan atau adanya malfungsi oral. Peningkatan kepercayaan diri setelah pemasangan behel secara signifikan dirasakan oleh perempuan, bahkan turut berdampak pada aspek relasional dan sosial. Perbedaan ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap kebutuhan ortodonti tidak hanya bersifat klinis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan psikologis. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam memahami perilaku kesehatan gigi berbasis gender.</p> 2026-08-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1452 Dampak Pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap Konsentrasi Belajar Siswa SMPN 1 Temayang 2026-07-17T11:43:23+00:00 Fathir Fathinsa Shihab fathir.23047@mhs.unesa.ac.id Faridha Nurhayati fathir.23047@mhs.unesa.ac.id <p>Masa SMP merupakan fase penting perkembangan kognitif yang sangat dipengaruhi oleh kecukupan gizi. Kekurangan gizi pada siswa dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, kelelahan, dan rendahnya partisipasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap konsentrasi belajar siswa SMPN 1 Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain <em>One Group Pretest-Posttest</em>. Sampel berjumlah 86 siswa kelas 8 yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dengan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui angket konsentrasi belajar yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Alpha Cronbach ≥ 0,70). Perlakuan diberikan selama 48 hari. Hasil uji statistik deskriptif menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 101,37 (pretest) menjadi 109,40 (posttest). Uji Paired Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p&lt;0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulannya, program MBG terbukti berdampak positif terhadap konsentrasi belajar siswa, khususnya pada indikator pemusatan pikiran, perhatian, dan pelaksanaan pembelajaran sesuai tujuan. Program ini direkomendasikan untuk diperluas ke lebih banyak sekolah, terutama di daerah terpencil.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1474 Deteksi Cemaran Bakteri Pada Susu UHT Kemasan Dengan Variasi Merek, Suhu, Dan Waktu Penyimpanan 2026-07-13T21:08:30+00:00 Nadiya Putri nadiyaputri509@gmail.com Tiara Dini Harlita nonaranita@gmail.com Ganea Qorry Aina ganea.aina@gmail.com Dwi Hendriani dwihendriani@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Susu <em>Ultra High Temperature</em> (UHT) memiliki masa simpan panjang dalam kemasan tertutup, namun berisiko mengalami kontaminasi mikroba setelah kemasan dibuka. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini bertujuan mendeteksi cemaran bakteri pada susu UHT berdasarkan variasi merek, suhu, dan lama penyimpanan. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorik deskriptif dengan rancangan observasi serial waktu (<em>time series observation</em>). Penelitian menggunakan 36 unit pengamatan yang terdiri atas tiga merek susu UHT, dua kondisi suhu penyimpanan (23–26 °C dan 5–7 °C), serta enam waktu pengamatan (hari ke-0 hingga hari ke-5). Pemeriksaan meliputi pH, organoleptik, Angka Lempeng Total (ALT), dan identifikasi <em>Staphylococcus aureus</em>. <strong>Hasil:</strong> Nilai pH susu berkisar 6,108–6,934 dengan kecenderungan menurun selama penyimpanan. Perubahan organoleptik ditemukan pada penyimpanan suhu ruang hari ke-4 dan ke-5. Nilai ALT meningkat seiring bertambahnya lama penyimpanan dan lebih cepat pada suhu ruang dibandingkan suhu kulkas. Sebagian sampel mencapai kategori Terlalu Banyak Untuk Dihitung (TBUD) pada hari ke-4 dan ke-5. <em>S. aureus</em> mulai terdeteksi sejak hari ke-3 penyimpanan dan lebih cepat ditemukan pada suhu ruang. <strong>Kesimpulan</strong>: Suhu dan lama penyimpanan memengaruhi kualitas fisik dan mikrobiologis susu UHT setelah kemasan dibuka. Penyimpanan pada suhu kulkas lebih efektif mempertahankan kualitas susu dibandingkan suhu ruang.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1633 Pengaruh Pemberian Infusa Akar Kuning Terhadap Kadar ALT dan AST Pada Mencit Diabetes 2026-07-26T20:41:40+00:00 Hesti Wira Sakti hestiwira09@gmail.com I Gede Andika Sukarya dkha87@gmail.com Tiara Dini Harlita nonaranita@gmail.com Joko Sapto Pramono jokospramono@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> Penyakit metabolik jangka panjang ditandai hiperglikemia akibat gangguan masalah sekresi dikenal dengan diabetes melitus. Stres oksidatif disebabkan oleh hiperglikemia persisten mengakibatkan kerusakan hepatosit, ditandai peningkatan dari aktivitas enzim <em>Alanine Aminotransferase</em> (ALT) dan <em>Aspartate Aminotransferase</em> (AST). Akar kuning (<em>Coscinium fenestratum</em>) mengandung flavonoid dan berberin yang berfungsi sebagai antioksidan dan senyawa pelindung hati. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi adanya pengaruh dari mencit diabetes yang diberikan infusa akar kuning terhadap aktivitas enzim ALT dan AST. <strong>Metodologi: </strong>Penelitian dilakukan dengan menerapkan metode eksperimen <em>posttest only control group design</em>. Mencit jantan berjumlah 32 ekor diinduksi aloksan, lalu dikelompokkan menjadi kelompok kontrol DM dan kelompok perlakuan yang memperoleh infusa akar kuning sebanyak 1 mL dua kali sehari. Kadar ALT dan AST diperiksa menggunakan metode kinetik, lalu dianalisis dengan uji <em>independent t-test</em>. <strong>Hasil</strong> <strong>: </strong>Rerata kadar ALT dalam kelompok kontrol DM adalah 94,19 U/L dan pada kelompok perlakuan sebesar 80,00 U/L. Rerata kadar AST pada kelompok kontrol DM adalah 239,50 U/L dan pada kelompok perlakuan sebesar 225,30 U/L. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada aktivitas enzim ALT dan AST antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (<em>p</em>&gt;0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Pemberian infusa akar kuning tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kadar ALT dan AST pada mencit diabetes.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1622 Kajian Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat di Kelurahan Sikumana 2026-07-24T02:27:49+00:00 Charolus Candra Gong charlosgong@gmail.com Tadeus A.L. Regaletha charlosgong@gmail.com Cahyani Purnasari charlosgong@gmail.com <p>Antibiotik merupakan obat yang sering digunakan masyarakat untuk mengatasi infeksi bakteri, tetapi penggunaannya tanpa resep dokter masih tinggi dan berisiko meningkatkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dan menggambarkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Peneliti mengambil 97 responden dari 10 RW di Kelurahan Sikumana menggunakan teknik cluster sampling, kemudian mengumpulkan data menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berada pada kategori cukup baik (41%), sedangkan pola penggunaan antibiotik tanpa resep dokter juga berada pada kategori cukup baik (35%). Sebagian responden masih menganggap antibiotik dapat mengobati flu, batuk, dan demam, sedangkan sebagian lain masih menggunakan antibiotik tanpa konsultasi dokter (35,05%), memberikan antibiotik kepada anggota keluarga lain (45,36%), dan menyimpan antibiotik untuk digunakan kembali (64,95%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Kelurahan Sikumana memerlukan edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan, khususnya apoteker, agar praktik swamedikasi antibiotik yang tidak rasional dapat berkurang.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1597 Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi di Puskesmas Bakunase Kota Kupang 2026-07-18T05:36:10+00:00 Kristina Lanta christinlanta@gmail.com Magdarita Riwu magdarita_riwu@staf.undana.ac.id Nurul Fatmawati Pua Upa nurul.upa@staf.undana.ac.id Matias Nataniel Kolobani matias.kolobani@staf.undana.ac.id <p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi di Nusa Tenggara Timur sebesar 28,2%, sedangkan data Dinas Kesehatan Kota Kupang 2023 mencapai 59,6%. Keberhasilan pengendalian hipertensi bergantung pada kepatuhan pengobatan, namun ketidakpatuhan masih terjadi dan meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Puskesmas Bakunase Kota Kupang. Penelitian observasional analitik dengan rancangan <em>cross-sectional</em> ini menggunakan 92 responden melalui teknik <em>consecutive sampling</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan Kuesioner. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em>, <em>Fisher-Freeman-Halton Exact</em>, <em>Fisher Exact</em>, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 48 orang (52,2%) termasuk kategori patuh dan 44 orang (47,8%) termasuk kategori tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan bahwa komorbiditas, sikap, tingkat pengetahuan, dan motivasi diri bepengaruh signifikan terhadap kepatuhan pengobatan (<em>p</em> &lt; 0,05). Setelah dilakukan analisis multivariat, hanya motivasi diri (OR = 16,6; 95% CI : 2,76 –99,71; <em>p</em> = 0,002) paling berhubungan signifikan dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan motivasi pasien melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1579 Literature Review : Pentingnya Asupan Protein dan Zat Besi Pada Balita untuk Mencegah Stunting 2026-07-22T21:30:36+00:00 Alifia Mutiara Sholeha mutiarashlh4@gmail.com Rini Harianti mutiarashlh4@gmail.com Fathma Syahbanu mutiarashlh4@gmail.com <p><em>Stunting</em> merupakan kondisi yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar tinggi badan anak seusianya. <em>Stunting</em> hingga saat ini masih menjadi masalah gizi kronis secara global, dan menjadi fokus utama dalam <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) poin 2 yaitu tanpa kelaparan (<em>Zero hunger). </em>Tujuan review artikel ini untuk menganalisis mengenai peran protein dan zat besi untuk mencegah stunting. Desain Penelitian adalah study literature yang dilakukan secara sistematis melalui beberapa basis data elektronik, yaitu google scholar, PubMed, ScienceDirect, dan beberapa search engine lainnya. Asam amino esensial merupakan komponen protein tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga harus diperoleh melalui konsumsi makanan sehari-hari, dengan mekanisme dapat mengaktivasi mTORC1 yang berfungsi sebagai regulator utama pertumbuhan dan perkembangan anak. Zat besi merupakan salah satu mikronutrien yang berperan dalam transport oksigen, terlibat dalam sintesis DNA, pembelahan sel, dan aktivitas berbagai enzim yang mendukung pertumbuhan jaringan. Hasil kajian menunjukkan bahwa protein, terutama asam amino esensial, dan zat besi merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pencegahan stunting melalui mekanisme yang saling melengkapi. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa protein, terutama asam amino esensial, dan zat besi merupakan zat gizi yang berperan penting dalam pencegahan <em>stunting</em> melalui mekanisme yang saling melengkapi.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1564 Evaluasi Pelaksanaan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Berbasis Model CIPP di Kota Pekalongan 2026-07-17T01:58:41+00:00 Galuh Dian Pratiwi galuhdianpratiwi38@gmail.com Yuniarti galuhdianpratiwi38@gmail.com Dewi Nugraheni Restu Mastuti galuhdianpratiwi38@gmail.com <p>Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Pekalongan, termasuk di Kelurahan Jenggot dan Kelurahan Panjang Wetan, sehingga pelaksanaan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program DASHAT menggunakan model <em>Context, Input, Process,</em> dan <em>Product</em> (CIPP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Populasi penelitian adalah seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program DASHAT, dengan 15 informan yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025–Maret 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan dan sasaran program telah sesuai dengan kebutuhan keluarga berisiko stunting, namun pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan sarana prasarana dan jumlah kader, partisipasi keluarga sasaran, serta faktor lingkungan. Program memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan gizi keluarga dan pemanfaatan pangan lokal, meskipun perbaikan status gizi belum merata. Evaluasi menggunakan model CIPP menunjukkan bahwa Program DASHAT telah mendukung upaya percepatan penurunan stunting, namun efektivitas pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan sarana prasarana, kapasitas kader, serta pendampingan keluarga secara berkelanjutan.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1552 Studi Meta-Analisis: Efektivitas Terapi Akupunktur Pada Kasus Low Back Pain Terhadap Penurunan Skala Nyeri 2026-07-18T07:05:53+00:00 Danang Aji Prabowo danang.aji18@gmail.com Fatimah Wahyu danang.aji18@gmail.com <p>Low Back Pain (LBP) merupakan nyeri muskuloskeletal multifaktorial yang mengganggu mobilitas dan produktivitas berbagai kelompok usia, di mana akupunktur hadir sebagai modalitas non-farmakologis untuk memodulasi transmisi sinyal nosiseptif secara neurofisiologis. Tinjauan sistematis berbasis kerangka kerja PICO (Populasi, Intervensi, Comparison, Outcome) ini mengidentifikasi artikel dari PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect, dengan sembilan artikel yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan aplikasi Review Manager. Hasil analisis dari sembilan studi lintas negara dengan ukuran sampel berkisar antara 30 hingga 220 subjek menunjukkan bahwa terapi akupunktur secara signifikan lebih efektif menurunkan skala nyeri LBP dibandingkan kelompok non-akupunktur (SMD = -0,39; 95% CI: -0,78 hingga -0,00; P = 0,05), meskipun tingkat heterogenitas antar-studi tercatat sangat tinggi (I² = 83%; P &lt; 0,00001). Oleh karena itu, terapi akupunktur terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien LBP sehingga direkomendasikan sebagai modalitas klinis yang valid dan aplikatif, walaupun memiliki variabilitas protokol yang cukup tinggi di lapangan.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1489 Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) 2026-07-13T21:09:25+00:00 Umi Fania Julianti faniaumi4@gmail.com Sofia Afritasari faniaumi4@gmail.com <p>Kekurangan Energi kronis (KEK) merupakan masalah yang sering dialami pada remaja putri disebabkan kekurangan gizi makro yang menahun sehingga dapat menimbulkan adanya gangguan kesehatan dan memiliki resiko jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas remaja putri ke depannya. Pentingnya pengetahuan yang baik tentang KEK agar dapat mencegah terjadinya kondisi tersebut terjadi pada usia remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kejadian KEK pada remaja putri di SMPN 1 Tekarang Tahun 2026. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional sedangkan pendekatan waktu menggunakan cross sectional. Waktu penelitian ini dilakukan pada Januari sampai dengan Juni 2026 dengan pengumpulan data pada tanggal 12 Juni 2026. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi di SMPN 1 Tekarang berjumlah 117 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi square dengan program SPSS. Hasil analisa bivariat dengan nilai <em>ρ value</em> =.0,000 (<em>ρ value</em> &lt; 0,05). Hal ini menunjukkan Ha diterima maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan remaja putri dengan kejadian KEK di SMPN 1 Tekarang Tahun 2026.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1491 Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Remaja Putri Di Panti Asuhan X 2026-07-13T21:09:35+00:00 Raudhatul Jannah raraudhatuljannah94@gmail.com Agnes Fridolin raraudhatuljannah94@gmail.com Elisa Oktaviani Dewi Anggraeni raraudhatuljannah94@gmail.com Tri Yana Ayani raraudhatuljannah94@gmail.com Tiara raraudhatuljannah94@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong>: Nyeri haid terjadi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang menyebabkan kontraksi uterus berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri pada perut bagian bawah. Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin, sedangkan asam jawa mengandung flavonoid dan antosianin yang berperan sebagai antioksidan dan membantu mengurangi rasa nyeri. Panti Asuhan X Banjarbaru merupakan salah satu lembaga sosial yang menaungi remaja putri yang telah mengalami menstruasi dan masih ditemukan remaja putri yang mengalami nyeri haid sehingga mengganggu aktivitas. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengetahui pengaruh pemberian kunyit asam terhadap penurunan tingkat nyeri haid pada remaja putri di Panti Asuhan X Banjarbaru. <strong>Metode</strong>: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design menggunakan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 20 remaja putri. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Uji <em>Paired T-Test. </em><strong>Hasil</strong>: Hasil menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0,000 (0&lt; 0,05), yang artinya pemberian kunyit asam secara statistik efektif dalam menurunkan intensitas nyeri haid pada remaja putri. <strong>Kesimpulan</strong>: Pemberian kunyit asam terbukti efektif dalam menurunkan tingkat nyeri haid pada remaja putri di Panti Asuhan X Banjarbaru. Kunyit asam dapat direkomendasikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis yang aman, mudah diperoleh, dan ekonomis untuk membantu mengurangi dismenore pada remaja putri.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1501 Analisis Interaksi Obat Antihipertensi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo 2026-07-25T17:59:23+00:00 Rika Amelia rikaameliaa024@gmail.com Titi Agni Hutahaen titi.agni@unugiri.ac.id Sebilah Sabil Noer sebilah.sabil@gmail.com Ria Indah Ria Indah Kusuma Pitaloka ria@unugiri.ac.id <p>Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan penurunan fungsi ginjal progresif selama ≥3 bulan yang ditandai kerusakan struktur atau fungsi ginjal maupun penurunan laju filtrasi glomerulus (eGFR) &lt;60 mL/menit/1,73 m². Hipertensi berperan sebagai komorbid sekaligus komplikasi GGK. Penanganan hipertensi pada pasien GGK memerlukan berbagai obat antihipertensi dan obat lain sehingga penggunaan obat secara bersamaan (polifarmasi) meningkatkan risiko interaksi obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi obat antihipertensi berdasarkan pola peresepan pada pasien GGK di instalasi rawat inap RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo. Data diperoleh secara retrospektif dari rekam medis pasien periode Oktober–Desember 2025 yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan 63 pasien mengalami interaksi obat, sedangkan 7 pasien tidak. Interaksi yang ditemukan terdiri atas 85 kejadian farmakodinamik dan 23 kejadian farmakokinetik. Berdasarkan tingkat keparahan, terdapat 4 interaksi minor, 100 interaksi moderat, dan 4 interaksi mayor. Disimpulkan bahwa interaksi obat antihipertensi pada pasien GGK rawat inap didominasi interaksi <em>moderate</em> dengan mekanisme farmakodinamik. Kombinasi furosemid dan omeprazol merupakan interaksi yang paling sering ditemukan, sehingga diperlukan pemantauan terapi yang optimal untuk mencegah dampak klinis yang merugikan.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1502 Hubungan Rasionalitas Antihipertensi Kombinasi Candesartan-Amlodipine Dengan Outcome Klinis di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo 2026-07-17T01:57:55+00:00 Tika Roro Anti roroanti2023@gmail.com Titi Agni Hutahaen titi.agni@unugiri.ac.id Sebilah Sabil Noer sebilah.sabil@gmail.com Atika Nirmala atika@unugiri.ac.id <p><strong>Latar Belakang:</strong> Hipertensi merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Salah satu terapi farmakologis yang direkomendasikan adalah kombinasi candesartan dan amlodipine karena efektif menurunkan tekanan darah melalui mekanisme kerja yang saling melengkapi. Penggunaan antihipertensi harus memenuhi prinsip penggunaan obat rasional berdasarkan kriteria 5T, yaitu tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, dan tepat waktu pemberian untuk mencapai <em>outcome</em> klinis yang optimal. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rasionalitas penggunaan kombinasi candesartan dan amlodipine serta hubungannya dengan <em>outcome</em> klinis tekanan darah. <strong>Metode:</strong> Penelitian <em>retrospektif</em> ini menggunakan data rekam medis 75 pasien hipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Fisher exact test</em>. <strong>Hasil:</strong> Rasionalitas penggunaan kombinasi candesartan dan amlodipine di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo menunjukkan ketepatan pasien, indikasi, dan obat sebesar 100,00%, ketepatan dosis 98,67%, serta ketepatan interval waktu 97,33%. Outcome klinis menunjukkan 78,67% pasien mencapai target tekanan darah, sedangkan 21,33% tidak mencapainya. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai <em>Fisher’s Exact Test</em> sebesar 0,043 (p&lt;0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara rasionalitas penggunaan obat dan <em>outcome</em> klinis pasien. <strong>Simpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antihipertensi kombinasi candesartan dan amlodipine dengan <em>outcome</em> klinis pasien hipertensi.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1521 Hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan Stabilitas Kadar Gula Darah pada Lansia Diabetes Mellitus 2026-07-17T01:58:09+00:00 Rida Suriani rida.mami3r@gmail.com Reli Permata Sari rida.mami3r@gmail.com Candra Syah Putra rida.mami3r@gmail.com <p>Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kondisi ini adalah <em>Night Eating Syndrome </em>(NES), yaitu pola makan berlebihan pada malam hari yang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik. Lansia menjadi kelompok yang rentan mengalami diabetes mellitus akibat penurunan fungsi metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan <em>Night Eating Syndrome</em> (NES) dengan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Sitiung 1 tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>cross-sectional</em> dengan populasi seluruh pasien lanjut usia Diabetes Mellitus yang berjumlah 71 orang, dengan sampel 60 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami <em>Night Eating Syndrome</em> (71,7%) dan kadar gula darah stabil (70%). Terdapat hubungan yang signifikan antara NES dan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes Mellitus dengan nilai p 0,000 (p&lt;0,05). Diharapkan kepada pihak Puskesmas Sitiung I dapat lebih meningkatkan upaya pencegahan diabetes mellitus melalui identifikasi perilaku <em>Night Eating</em> <em>Sindrom</em> (NES) sebagai salah satu faktor yang menentukan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes mellitus.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1539 Pengaruh Bleaching dan Enkapsulasi Terhadap Karakteristik Fisik Krim Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) 2026-07-17T01:58:34+00:00 Siti Munawaroh sitimunawaroh160224@gmail.com Akhmad Al-Bari albari@unugiri.ac.id Abdul Basith abdulbasith@unugiri.ac.id <p>Krim merupakan sediaan topikal yang dapat mengantarkan zat aktif ke lapisan kulit dan memberikan kenyamanan saat digunakan. Daun tapak dara (<em>Catharanthus roseus</em> L.) mengandung berbagai senyawa antara lain flavonoid, alkaloid, tanin, dan fenolik yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami dalam menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan <em>bleaching</em> dan enkapsulasi terhadap karakteristik fisik krim ekstrak daun tapak dara. Ekstrak diperoleh menggunakan metode <em>Ultrasound-Assisted Extraction</em> (UAE), kemudian dilakukan proses <em>bleaching</em> menggunakan arang aktif dan enkapsulasi berbasis karboksimetil kitosan sebelum diformulasikan menjadi krim. Karakterisasi enkapsulat menggunakan <strong><em>Particle Size Analyzer</em></strong> <strong>(PSA)</strong> menunjukkan ukuran partikel rata-rata sebesar <strong>1556,4 nm</strong>. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas, kemudian dianalisis menggunakan uji <strong><em>One Way ANOVA</em></strong>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan krim. Perlakuan bleaching dan enkapsulasi memberikan pengaruh signifikan terhadap daya sebar, daya lekat, dan viskositas (<strong>p&lt;0,05</strong>). Formulasi F3 menunjukkan karakteristik fisik terbaik dibandingkan formulasi lainnya. Dengan demikian, perlakuan <em>bleaching</em> dan enkapsulasi memengaruhi mutu fisik krim ekstrak daun tapak dara, meskipun ukuran partikel hasil enkapsulasi masih berada di atas rentang nanopartikel.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/1541 Konsumsi Alkohol sebagai Faktor Risiko dan Kaitannya dengan Luaran Tuberkulosis: Tinjauan Literatur 2026-07-26T20:40:50+00:00 Nabila Zahra Putri nabilazahraputri0809@gmail.com Nikki Aldi Massardi nikki.aldi@unib.ac.id <p><strong>Pendahuluan:</strong> Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh <em>Mycobacterium tuberculosis</em> dan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di dunia. Konsumsi alkohol merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian tuberkulosis dan memengaruhi luaran pengobatan. <strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan konsumsi alkohol sebagai faktor risiko dan kaitannya dengan luaran tuberkulosis. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode <em>literature review</em> melalui penelusuran artikel pada basis data PubMed dan Google Scholar. Artikel berbahasa Inggris yang diterbitkan pada tahun 2016-2025 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria. <strong>Hasil:</strong> Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berhubungan dengan peningkatan risiko tuberkulosis serta luaran pengobatan yang kurang baik, seperti kegagalan pengobatan, kekambuhan (<em>relapse</em>), dan peningkatan mortalitas. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan respons imun dan peningkatan stres oksidatif yang mendukung pertumbuhan <em>Mycobacterium tuberculosis</em>. <strong>Simpulan:</strong> Konsumsi alkohol merupakan faktor risiko penting yang berhubungan dengan peningkatan kejadian tuberkulosis dan luaran pengobatan yang kurang baik.</p> 2026-08-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026