Studi Perbandingan Preferensi Masyarakat Terhadap Pemilihan Obat Tradisional dan Obat Sintetik di Apotek Serasi Tahun 2025

Penulis

  • Novita Sari Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
  • Annisa Mulia Anasis Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Tulang Bawang
  • Sima Novitriana Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA, Universitas Tulang Bawang

Kata Kunci:

Apotek, obat sintetis, obat tradisional, preferensi

Abstrak

Pendahuluan: Obat merupakan bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mengubah atau mempelajari sistem fisiologi atau keadaan patologi pada manusia. Berdasarkan jenis bahan aktifnya, obat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu obat tradisional yang berasal dari bahan alam dan obat sintetis yang berasal dari senyawa kimia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan preferensi masyarakat terhadap pemilihan obat tradisional dan obat sintetik di Apotek Serasi tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif melalui metode survei dengan instrumen berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan menggunakan Uji Mann – Whitney U menggunakan SPSS versi 27. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65 responden (65%) lebih memilih obat sintetis, sedangkan 35 responden (35%) memilih obat tradisional. Faktor yang paling berpengaruh terhadap preferensi pemilihan obat sintetis adalah faktor ekonomi dengan skor 3,46 (kategori sangat setuju), sementara faktor yang paling mempengaruhi preferensi terhadap obat tradisional adalah faktor sosial dengan skor 3,54 (kategori sangat setuju). Simpulan: Hasil uji statistik Mann - Whitney U menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam persepsi masyarakat terhadap pemilihan obat tradisional dan obat sintetis pada faktor ekonomi dan faktor budaya (p < 0,05).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Azzahra, F. C., Astuti, D., Arifin, B., & Alam, G. (2024). Scoping review: Study of herbs consumption for self-medication in Indonesia 2019–2022. Majalah Obat Tradisional (Traditional Medicine Journal), 29(3), 302–326

BPOM RI. (2021). Laporan tren penggunaan obat tradisional di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Elfariyanti, Maifera, Fauziah, & Hardiana. (2020). Gambaran preferensi masyarakat terhadap obat herbal dan obat kimia di Desa Paya Seumantok Aceh Jaya. Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Universitas Asahan, (September), 1185–1195.

Ismail. (2015). Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat Memilihl Obat Tradisional Di Gampong Lam Ujong. Idea Nursing Journal, 6(1), 7–14

Kismiyarti, & Nur, E. (2022). Preferensi masyarakat dalam pemilihan obat tradisional dan obat sintetis di Apotek Kimia Farma Jalan Imam Bonjol Kota Pekalongan. BENZENA Pharmaceutical Science Journal, 72–87

Leswara, D. F., & Mufrod. (2023). Edukasi keamanan dalam penggunaan obat herbal. Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE), 5(2), 109–113

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Putri, R. M., Cahyaningtias, T., & Wahyudi, A. (2024). Scoping Review: Study of herbs consumption for self-medication in Indonesia 2019–2022. Majalah Obat Tradisional, 29(3), 302–326.

Rahmawati, A. (2014). Pengaruh profil responden terhadap pemilihan obat herbal dan obat kimia sintetis di Kelurahan Wuryorejo Kabupaten Wonogiri. Journal of Pharmacy Universitas Negeri Semarang

World Health Organization. (2023). Global report on access to medicines: Economic factors in medicine selection. WHO Press.

Diterbitkan

31-10-2025

Cara Mengutip

Sari, N., Anasis, A. M., & Novitriana, S. (2025). Studi Perbandingan Preferensi Masyarakat Terhadap Pemilihan Obat Tradisional dan Obat Sintetik di Apotek Serasi Tahun 2025. Health Research Journal of Indonesia, 4(1), 38–42. Diambil dari https://wpcpublisher.com/jurnal/index.php/HRJI/article/view/880