Model Edukasi Kritis Etnofarmasi dan Stunting Berbasis Budaya Dawan di SMP Kristen 3 Soe

Penulis

  • Barbara Azalya Sarifudin Universitas Citra Bangsa
  • Sonni Maurit Benu Universitas Citra Bangsa
  • Yohanes Karolus Tokan Universitas Citra Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1745

Kata Kunci:

etnofarmasi, gizi remaja, kesehatan reproduksi, pangan lokal, stunting, penelitian kualitatif

Abstrak

Stunting berakar dari masalah gizi remaja yang diperparah oleh kurangnya literasi dan mitos kesehatan. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi implementasi edukasi kritis kesehatan reproduksi dan gizi berbasis budaya lokal Dawan di SMP Kristen 3 Soe dengan 26 siswi kelas IX sebagai informan. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi pemahaman kognitif yang mendalam, terutama dalam mengurai miskonsepsi mitos stunting dari 34,6% menjadi internalisasi 88,5%. Aspek sikap informan menunjukkan pergeseran positif berupa kebanggaan mengonsumsi pangan lokal hingga 100%, yang termanifestasi dalam konsistensi tindakan nyata menjaga kebersihan reproduksi, mengonsumsi sayur hijau kaya zat besi, dan kepatuhan minum tablet tambah darah. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi berbasis ilmu farmasi dan kearifan lokal Dawan berhasil membangun kesadaran kritis serta perilaku preventif remaja putri sebagai strategi solutif memutus mata rantai stunting.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Chear, N. J., Yaacob, N. M., & Yusoff, H. M. (2016). Effectiveness of educational intervention on nutritional status and anemia among adolescent girls. Journal of Adolescent Health Research, 4(2), 112–120.

Ding M, Leach M, Bradley H. (2013). The effectiveness and safety of ginger for pregnancy-induced nausea and vomiting: a systematic review. Women and Birth. 26–e30. DOI: 10.1016/j.wombi.2012.08.001.

Fathony, M., Wulandari, S., & Lestari, P. (2022). Pengaruh edukasi gizi terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di sekolah menengah. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Remaja, 3(1), 45–52.

Hestri, Y., Nuraini, S., & Rachmawati, D. (2021). Efektivitas penyuluhan gizi terhadap perbaikan pola makan dan pencegahan anemia pada remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(3), 130–138.

Hossain MA, et al. (2011). Current pharmacological and phytochemical studies of the plant Alpinia galanga. Journal of Chinese Integrative Medicine. DOI: 10.3736/jcim20111004.

Kamal DAM, Salamt N, Yusuf ANM, et al. (2021). Potential Health Benefits of Curcumin on Female Reproductive Disorders: A Review. Nutrients.13:3126. DOI: 10.3390/nu13093126.

Liu R, et al. (2022). Moringa oleifera: a systematic review of its botany, traditional uses, phytochemistry, pharmacology and toxicity. Journal of Pharmacy and Pharmacology.

Mardiana, L., Safitri, R., & Handayani, T. (2022). Perilaku hidup bersih dan sehat serta pencegahan stunting berbasis sekolah di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(2), 88–95.

Ndoen, H. (2025). Etnofarmasi dan strategi pencegahan stunting berbasis kearifan lokal di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Farmasi Tropis, 12(1), 15–24.

Ningsih, R., Kaimuddin, M., & Sari, M. (2022). Penyuluhan kesehatan interaktif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian dan Edukasi Kesehatan, 5(2), 110–118.

Moussi, C., Tahan, L., Habchy, P., Kattan, O., Njeim, A., Abou Habib, L., El Bitar, W., El Asmar, B., & Chahine, M. N. (2024). School-Based Pre- and Post-Intervention Tests Assessing Knowledge about Healthy Lifestyles: A National School Health Awareness Campaign on Children Aged between 3 and 12 Years Old. Children (Basel, Switzerland), 11(2), 213. https://doi.org/10.3390/children11020213

Nur, A., Rahman, A., & Picauly, I. (2020). Integrasi muatan lokal dalam pendidikan gizi untuk meningkatkan sikap positif remaja. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(3), 201–210.

Picauly, I., & Toy, S. (2023). Karakteristik keluarga dan pemanfaatan pangan lokal dalam penanganan gizi kurang di pedesaan NTT. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(1), 33–42.

Pradhan D, Suri KA, Pradhan DK, Biswasroy P (2021). Piper betle (L): Recent Review of Antibacterial and Antifungal Properties, Safety Profiles, and Commercial Applications. Molecules. 26:2321.

Rahayu, S., Utami, B., & Wibowo, A. (2026). Optimalisasi higienitas personal dan gizi seimbang melalui edukasi kesehatan di institusi pendidikan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Terpadu, 15(1), 60–68.

Rahman, A., Silla, B., & Abdullah, M. (2014). Pendekatan kearifan lokal dalam penyuluhan kesehatan masyarakat pedesaan. Jurnal Antropologi Kesehatan Indonesia, 2(1), 25–34.

Sari, D., Pratiwi, E., & Handayani, S. (2023). Mereduksi mitos kesehatan melalui integrasi bahan alam lokal dalam edukasi remaja. Jurnal Etnofarmasi Nusantara, 7(2), 85–94.

Silla, B. (2022). Kearifan lokal masyarakat Timor Tengah Selatan dalam pemanfaatan tanaman obat tradisional dan pangan lokal. Jurnal Etnomedika Nusantara, 6(1), 40–50.

Sulastri, S., Mulyani, S., & Hartono, R. (2022). Perilaku gizi seimbang dan kesehatan reproduksi pada remaja putri di sekolah. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 14(2), 95–104.

Tiani KA, et al. (2024). The Use of Ginger Bioactive Compounds in Pregnancy: An Evidence Scan and Umbrella Review of Existing Meta-Analyses. Advances in Nutrition. 15(11):100308. DOI: 10.1016/j.advnut.2024.100308.

Wahyuni, S., Rauf, S., & Mahmud, Z. (2020). Pengaruh budaya dan pola konsumsi pangan lokal terhadap status gizi remaja di wilayah agraris. Jurnal Sosiologi Pedesaan Indonesia, 8(2), 145–156.

Unduhan

Diterbitkan

15-08-2026

Cara Mengutip

Sarifudin, B. A., Benu, S. M. ., & Tokan, Y. K. . (2026). Model Edukasi Kritis Etnofarmasi dan Stunting Berbasis Budaya Dawan di SMP Kristen 3 Soe. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2291–2300. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1745