Potensi Bawang Putih dan Daun Kelor sebagai Terapi Komplementer Hipertensi: Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v5i1.1644Kata Kunci:
Bawang putih, Daun kelor, hipertensiAbstrak
Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pemanfaatan bahan alam, seperti bawang putih (Allium sativum) dan daun kelor (Moringa oleifera), berpotensi menjadi terapi komplementer untuk pengendalian hipertensi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi bawang putih dan daun kelor sebagai terapi komplementer dalam pengendalian hipertensi.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode Narrative Literature Review (NLR) dengan penelusuran literatur melalui basis data PubMed, Google Scholar, dan Garuda pada rentang publikasi 2016–2026. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 13 artikel untuk dianalisis.
Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa bawang putih mengandung senyawa organosulfur, terutama allicin, yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah melalui peningkatan produksi nitric oxide, aktivitas antioksidan, dan penghambatan angiotensin-converting enzyme (ACE). Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa bawang putih memberikan hasil yang relatif lebih konsisten dibandingkan dengan daun kelor. Daun kelor mengandung flavonoid, polifenol, vitamin C, dan kalium yang berpotensi mendukung fungsi vaskular, namun bukti klinis pada manusia masih terbatas.
Simpulan: Bawang putih menunjukkan potensi yang lebih kuat sebagai terapi komplementer dalam pengendalian hipertensi dibandingkan dengan daun kelor, sedangkan bukti mengenai penggunaan kombinasi keduanya dalam pengendalian tekanan darah masih belum memadai.
Unduhan
Referensi
World Health Organization. Hypertension [Internet]. 2025. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kenali dan kendalikan hipertensi: Si silent killer. 2025.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Laporan Nasional RISKESDAS 2018. 2019.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023: Dalam Angka. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. 2023.
Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Profil Kesehatan Provinsi Bengkulu tahun 2021. 2022.
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Data Kejadian Hipertensi Tahun 2023. 2023.
Suryaningsih NPA, Septiari IGAAA. Penggunaan Herbal Dalam Terapi Kompelementer Pada Hipertensi. MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan. 2023;12(1):50–7. doi:10.48191/medfarm.v12i1.177
Sleiman C, Daou RM, Al Hazzouri A, Hamdan Z, Ghadieh HE, Harbieh B, Romani M. Garlic and Hypertension: Efficacy, Mechanism of Action, and Clinical Implications. Nutrients. 2024 Aug 29;16(17):2895. doi:10.3390/nu16172895
Ried K. Garlic lowers blood pressure in hypertensive subjects, improves arterial stiffness and gut microbiota: A review and meta-analysis. Exp Ther Med. 2019 Dec 27. doi:10.3892/etm.2019.8374
Attakpa ES, Bertin GA, Chabi NW, Ategbo JM, Seri B, Khan NA. Moringa oleifera-Rich Diet and T Cell Calcium Signaling in Spontaneously Hypertensive Rats. Physiol Res. 2017 Oct 31;753–67. doi:10.33549/physiolres.933397
Sarfraz A, Hussain MI, Ibtisam R, Maha A, Asghar S, Zubair K, Sarfraz K. Synergistic effect of Moringa oleifera and Allium sativum on BMI and lipid profile: A randomized controlled trial. Pak J Pharm Sci. 2023;36(5):1591–5. PubMed PMID: 38008957.
Melinda S, Rosalina R. Pengaruh Air Rebusan Bawang Putih (Allium sativum) terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2022 Aug 1;4(2). doi:10.35473/proheallth.v4i2.1811
Pamungkas P, Mahyunidar, Ariska Putri Hidayathillah, Nur Mashita. Pengaruh Rebusan Bawang Putih Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Bulangan Dukun Gresik. Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer. 2025 Jun 30;5(3). doi:10.59894/jpkk.v5i3.974
Ernawati, Jannah R, Istianah, Rispawati HB, Hapipah. Pemberian Air Rebusan Daun Kelor Untuk Menurunkan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Desa Banyu Urip Gerung Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia. 2024;3(10):31–6. doi:https://doi.org/10.70570/jpkmmc.v3i10.1457
Zebua D, Sunarti S, Harahap A, Ningsih F, Zalukhu APHIJ, Masrini M. Rebusan Daun Kelor Berpengaruh terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2021 Jun 12;3(2):399–406. doi:10.37287/jppp.v3i2.470
Styowati A, Sumarni S, Fatmasari D. Nanopartikel Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) terhadap Perubahan Kadar Kalsium Darah dan Tekanan Darah pada Wanita Usia Subur Hipertensi. Jurnal Keperawatan Silampari. 2023 Feb 28;6(2):1256–62. doi:10.31539/jks.v6i2.5426
Saini RK, Sivanesan I, Keum YS. Phytochemicals of Moringa oleifera: a review of their nutritional, therapeutic and industrial significance. 3 Biotech. 2016 Dec 22;6(2):203. doi:10.1007/s13205-016-0526-3
Gandomkar H, Mahmoodzadeh H, Tavakoli H, Fazeli M, Rezaei J. Garlic-induced esophageal perforation: A case series. Asian J Surg. 2020 Jun;43(6):696–7. doi:10.1016/j.asjsur.2020.01.002
Camilleri E, Blundell R. A comprehensive review of the phytochemicals, health benefits, pharmacological safety and medicinal prospects of Moringa oleifera. Heliyon. 2024 Mar;10(6):e27807. doi:10.1016/j.heliyon.2024.e27807
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Annisa Magyanda Dwi Maharani, Muhammad Rehan Parsa, Tora Wanandi Diva Firman, Muhammad Al - Ghifary Sadifatiasmi, Giezza Andika Triutama, Nikki Aldi Massardi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


