Hubungan Pengalaman Kerja Dan Akses Internet Terhadap Implementasi Rekam Medis Elektronik Di Fasyankes: Meta Analisis
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1612Kata Kunci:
Rekam Medis Elektronik, Pengalaman kerja, Akses Internet, Fasyankes, Meta-analisisAbstrak
Latar Belakang: Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di fasilitas pelayanan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan, namun keberhasilannya dipengaruhi kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung. Tujuan: menganalisis dan mengestimasi besaran hubungan pengalaman kerja tenaga kesehatan dan akses internet dengan keberhasilan implementasi RME melalui pendekatan meta-analisis. Subjek dan Metode: Studi tinjauan sistematis dan meta-analisis dengan kriteria PICO: tenaga kesehatan (P), pengalaman kerja dan akses internet (I), tanpa pengalaman kerja dan akses internet (C), serta implementasi RME (O). Pencarian artikel tahun 2021–2026 menggunakan database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan SpringerLink. Kriteria inklusi meliputi studi cross-sectional dengan adjusted Odds Ratio (aOR). Kelayakan artikel dinilai dengan instrumen CEBM, diseleksi melalui diagram PRISMA, dan dianalisis menggunakan Review Manager 5.3. Hasil: Meta-analisis 7 studi menunjukkan tenaga kesehatan berpengalaman kerja memiliki peluang 2.04 kali lebih besar mengimplementasikan RME dibanding yang tidak berpengalaman (aOR=2.04; 95% CI=1.53–2.71; p=0.0001). Analisis 7 studi lainnya menunjukkan tenaga kesehatan dengan akses internet berpeluang 1.64 kali lebih besar menerapkan RME dibanding yang tidak memiliki akses (aOR=1.64; 95% CI=1.27–2.11; p=0.0001). Kesimpulan: Pengalaman kerja dan ketersediaan akses internet secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan implementasi RME di fasilitas pelayanan kesehatan.
Unduhan
Referensi
Abore KW, Debiso AT, Birhanu BE, Bua BZ, (2022). Health professionals' readiness to implement electronic medical recording system and associated factors in public general hospitals of Sidama region, Ethiopia. PLoS One. 2022 Oct 18;17(10):e0276371. doi: 10.1371/journal.pone.0276371. PMID: 36256669; PMCID: PMC9578591.
Akhlaq, M., McKinstry, B., Muhammad, K. B., & Sheikh, A. (2016). Barriers and facilitators to the implementation of digital health technologies in low- and middle-income countries: A systematic review. Health Policy and Planning, 31(9), 1234-1248. doi: 10.1093/heapol/czw056
Alfitasari A. & Andriani R. dan Pertiwi J, (2025). Analisis implementasi rekam medis elektronik dalam menunjang efektivitas kerja Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta. Infokes Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 15(1):57-67. DOI: 10.47701/infokes.v15i1.4778
Borenstein, M., Hedges, L. V., Higgins, J. P. T., & Rothstein, H. R. (2010). A basic introduction to fixed-effect and random-effects models for meta-analysis. Research Synthesis Methods, 1(2), 97–111. DOI: 10.1002/jrsm.12
Bostan, S., Johnson, O. A., Jaspersen, L. J., & Randell, R. (2024). Contextual barriers to implementing open-source electronic health record systems for low- and lower-middle-income countries: Scoping review. Journal of Medical Internet Research, 26, e45242. doi:10.2196/45242
Derecho, K. C., Cafino, R., Aquino-Cafino, S. L., Isla, A., Esencia, J. A., Lactuan, N. J., Maranda, J. A. G., & Velasco, L. C. P. (2024). Technology adoption of electronic medical records in developing economies: A systematic review on physicians' perspective. Digital Health, 10. doi: 10.1177/20552076231224605
Haidich, A. B. (2010). Meta-analysis in medical research. Hippokratia, 14(Suppl. 1), 29–37.
Higgins, J. P. T., Thomas, J., Chandler, J., Cumpston, M., Li, T., Page, M. J., & Welch, V. A. (Eds.). (2022). Cochrane Handbook for Systematic Reviews of Interventions (version 6.3). Cochrane. Tersedia di www.training.cochrane.org/handbook
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Penerapan rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan di Indonesia. Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kemenkes RI.
Siswati, S., Ernawati, T., & Khairunnisa, M. (2024). Analisis Tantangan Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Kota Padang. Jurnal Kesehatan Vokasional, Vol. 9, No. 1, hlm. 1–15. DOI: tersedia di https://journal.ugm.ac.id/jkesvo/article/view/92719
Susanti, A. N. B. (2025). Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Di Puskesmas Setabelan Kota Surakarta Tahun 2025 (Doctoral dissertation, Universitas Duta Bangsa Surakarta).
World Health Organization (2016). Global Diffusion of EHealth: Making Universal Health Coverage Achievable. Report of the Third Global Survey on EHealth. (third) Geneva: World Health Organization.http://www.who.int/goe/publications/global_diffusion/en/%0Ahttps://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/252529/9789241511780eng.pdf;jsessionid=A51DD92196A091923303578718987E7F?sequence=1
World Health Organization (WHO). (2021). Global Strategy on Digital Health 2020-2025. Geneva: World Health Organization.
Yudianti, E., & Arini, M. (2024). Analisis Tingkat Kematangan Implementasi Rekam Medis Elektronik Menggunakan Maturity Index di RSUD Kuala Pembuang Tahun 2023/2024. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 7576–7591.
Yulida, R., Lazuardi, L., & Pertiwi, A. A. P. (2021). Tantangan Implementasi Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Dimensi Sumber Daya Manusia di RSGM Prof. Soedomo Yogyakarta. Prosiding Diskusi Ilmiah "Inovasi dan Teknologi Informasi untuk Mendukung Kinerja PMIK dalam Masa Pandemi Covid-19", hlm. 102–106.
Zharima, C., Griffiths, F., & Goudge, J. (2023). Exploring the barriers and facilitators to implementing electronic health records in a middle-income country: A qualitative study from South Africa. Frontiers in Digital Health, Volume 5 – 2023. https://doi.org/10.3389/fdgth.2023.1207602
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


