HbA1c Levels and Ureum Creatinine Levels Among T2DM Patients in Indonesia: A Systematic Review
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1593Kata Kunci:
HbA1c, Ureum, Kreatinin, Type 2 diabetes melitusAbstrak
Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis yang diakibatkan oleh hiperglikemia kronis, yang dapat menyebabkan kerusakan glomerulus. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien DMT2 di Indonesia. Metode: Tinjauan sistematis dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan menggunakan Google Scholar, Garuda, PubMed, EBSCO, dan Scopus. Risiko bias dievaluasi menggunakan JBI critical appraisal. Data diekstraksi dan disintesis secara naratif. Hasil: Sebanyak sembilan studi potong lintang yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025 memenuhi kriteria inklusi, melibatkan total 3.872 peserta. Kesembilan studi tersebut menunjukkan hasil yang bervariasi. Ada studi yang menganalisis kadar ureum saja dan ada pula yang menganalisis kadar ureum dan kreatinin secara bersamaan: 3 studi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kadar ureum. 5 studi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kreatinin. Namun, 4 studi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara HbA1c dan kreatinin. Kesimpulan: Sebagian besar bukti menunjukkan adanya hubungan antara kontrol glikemik yang buruk dan perubahan parameter fungsi ginjal pada pasien dengan DM Tipe 2. Pemantauan HbA1c bersamaan dengan kadar ureum dan kreatinin berpotensi mendukung deteksi dini nefropati diabetik di Indonesia.
Unduhan
Referensi
Anggrina, N. N. P., Masyeni, D. A. P. S., & Udiyani, D. P. C. (2022). Korelasi Kadar HbA1c dengan Kadar Kreatinin dan Ureum pada Pasien Diabetes Mellitus. Hang Tuah Medical Journal, 20(1).
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. (2024). Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan no 3 tahun 2024 tentang pelayanan skrining riwayat kesehatan, pelayanan penapisan atau skrining kesehatan tertentu, dan peningkatan kesehatan bagi peserta penderita penyakit kronis dalam program jaminan kesehatan.
Cahyani, P. N., Martsiningsih, A., & Setiawan, B. (2020). Tingkat HbA1c dengan tingkat kreatinin pada pasien dengan Diabetes Mellitus tipe 2. Puinovakesmas, 1(2).
Chen, Y., Meng, Z., Li, Y., Liu, S., Hu, P., & Luo, E. (2024). Advanced glycation end products and reactive oxygen species: uncovering the potential role of ferroptosis in diabetic complications. Molecular Medicine, 30(1), 141. https://doi.org/10.1186/s10020-024-00905-9
Hertanti, N. W., & Indanah. (2025). Hubungan Kadar HbA1c dengan Kadar Ureum dan Kreatinin pada Penderita Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Laboratorium Medis, 7(1).
Muhammadiy, N. S., Purniawan, L. H., & Afthoni, M. H. (2025). Association Between HbA1c Level and Renal Function Markers in Patients with Diabetes Mellitus. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS), 6(2), 140–150. https://doi.org/10.53699/joimedlabs.v6i2.300
Nabila, L., Wahab, Z., & Tursinawati, Y. (2022, September). Correlation between HbA1C and Serum Creatinine Levels of Javanese Ethnicity Type 2 Diabetes Mellitus Patients. International Seminar of Community Health and Medical Sciences (ISOCMED).
Nuswantoro, A., Aprillia, D., Purwaningsih, I., & Arifah, R. Z. (2022). PROFILE OF RENAL FUNCTION LABORATORY EXAMINATIONS IN PROLANIS PATIENTS IN PONTIANAK CITY. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa, 5(2), 65. https://doi.org/10.30602/jlk.v5i2.979
PERKENI. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. PB PERKENI.
PERKENI. (2024). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia 2024.
Pinky, A. A., Zulfian, Z., Syuhada, S., & Pebriani, U. (2023). HUBUNGAN KADAR HBA1C ≥7% DENGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 10(10), 3032–3038. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i10.10220
Purwanto, A. E., & Listiawati, E. (2024). Hubungan HbA1C Dengan Kadar Kreatinin Pada Penderita Diabetes Melitus Type 2 Di Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon. Jurnal Kesehatan, 12(2).
Widyayanti, O. A., Bethlysa, M., & Ambarwanty, C. F. (2024). Hubungan Kadar HbA1c Dengan Kadar Serum Kreatinin Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSU Sinar Kasih Purwokerto. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 2(3), 67–73. https://doi.org/10.55606/termometer.v2i3.4049
Zulfian, Z., Artini, I., & Yusup, R. I. M. (2020). Korelasi antara Nilai HbA1c dengan Kadar Kreatinin pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 278–283. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.250
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


