Hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan Stabilitas Kadar Gula Darah pada Lansia Diabetes Mellitus

Penulis

  • Rida Suriani Universitas Dharmas Indonesia
  • Reli Permata Sari Universitas Dharmas Indonesia
  • Candra Syah Putra Universitas Dharmas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1521

Kata Kunci:

Diabetes Mellitus, Lansia, Night Eating Syndrome, Kadar Gula Darah

Abstrak

Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kondisi ini adalah Night Eating Syndrome (NES), yaitu pola makan berlebihan pada malam hari yang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik. Lansia menjadi kelompok yang rentan mengalami diabetes mellitus akibat penurunan fungsi metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Sitiung 1 tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi seluruh pasien lanjut usia Diabetes Mellitus yang berjumlah 71 orang, dengan sampel 60 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami Night Eating Syndrome (71,7%) dan kadar gula darah stabil (70%). Terdapat hubungan yang signifikan antara NES dan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes Mellitus dengan nilai p 0,000 (p<0,05). Diharapkan kepada pihak Puskesmas Sitiung I dapat lebih meningkatkan upaya pencegahan diabetes mellitus melalui identifikasi perilaku Night Eating Sindrom (NES) sebagai salah satu faktor yang menentukan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes mellitus.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Allison, K. C., Lundgren, J. D., & O'Reardon, J. P. (2020). Night eating syndrome: Definition, assessment, and treatment. Psychiatric Clinics of North America, 43(4), 527–541. https://doi.org/10.1016/j.psc.2020.07.005

American Diabetes Association. (2023). Standards of care in diabetes—2023. Diabetes Care, 46(Suppl. 1), S1–S291. https://doi.org/10.2337/dc23-Sint

American Psychiatric Association. (2022). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed., text rev.). American Psychiatric Association Publishing.

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of medical physiology (14th ed.). Elsevier.

International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.). International Diabetes Federation. https://diabetesatlas.org/

Kaur, T., Gill, R., & Singh, S. (2022). Night eating syndrome and mental health: A cross-sectional study. Asian Journal of Psychiatry, 70, Article 103040. https://doi.org/10.1016/j.ajp.2022.103040

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pengendalian penyakit tidak menular: Diabetes melitus. Kementerian Kesehatan RI. https://p2ptm.kemkes.go.id/

Lie, X., Zhang, Y., & Wang, L. (2023). Melatonin deficiency and glucose dysregulation among elderly with night eating syndrome. Frontiers in Endocrinology, 14, Article 1203887. https://doi.org/10.3389/fendo.2023.1203887

Mason, I. C., Qian, J., & Scheer, F. A. (2020). Impact of circadian disruption on glucose metabolism: Implications for diabetes. Nature Reviews Endocrinology, 16(1), 38–54. https://doi.org/10.1038/s41574-019-0272-1

Nolan, L. J., & Geliebter, A. (2022). Night eating syndrome and metabolic health: Review and clinical implications. Current Diabetes Reports, 22(2), 77–89. https://doi.org/10.1007/s11892-022-01473-0

Park, E., Kim, H., & Shin, J. (2022). Association between night eating syndrome and type 2 diabetes in elderly Koreans: A cross-sectional study. BMC Geriatrics, 22(1), Article 418. https://doi.org/10.1186/s12877-022-03189-5

Sari, N., Rahmawati, D., & Utami, S. (2022). Prevalensi diabetes melitus pada lansia di komunitas. Jurnal Keperawatan, 14(1), 55–62. https://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/Keperawatan/article/view/2157

Sun, H., Xu, H., & Chen, X. (2021). Pathophysiological mechanisms linking sleep disruption and insulin resistance. Frontiers in Endocrinology, 12, Article 679688. https://doi.org/10.3389/fendo.2021.679688

Vander Wal, J. S. (2012). Night eating syndrome: A review of epidemiology and treatment. Current Diabetes Reports, 12(2), 167–175. https://doi.org/10.1007/s11892-012-0257-8

Watanabe, M., Tanaka, S., & Ito, Y. (2023). Meta-analysis of night eating syndrome and risk of type 2 diabetes mellitus. Nutrients, 15(4), Article 845. https://doi.org/10.3390/nu15040845

World Health Organization. (2021). Global report on diabetes. World Health Organization. https://iris.who.int/handle/10665/204871

World Health Organization. (2023). Diabetes fact sheet. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes

Unduhan

Diterbitkan

21-08-2026

Cara Mengutip

Suriani, R., Sari, R. P. ., & Putra, C. S. . (2026). Hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan Stabilitas Kadar Gula Darah pada Lansia Diabetes Mellitus. Health Research Journal of Indonesia, 4(6), 2488–2493. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1521