Faktor Risiko Stunting Pada Balita Di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i6.1388Kata Kunci:
Faktor Risiko, Balita, StuntingAbstrak
Latar Belakang: Kabupaten Seluma merupakan salah satu wilayah lokus percepatan penurunan stunting dengan prevalensi stunting sebesar 24,7%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada anak balita. Metode: Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Terdapat 106 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, data sekunder dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Puskesmas, dan Posyandu, serta pemeriksaan kadar hemoglobin. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk variabel dengan data nominal, dan uji Kendalls-Tau untuk data ordinal. Kemudian, uji multivariat dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 106 responden penelitian, terdapat 58,5% kasus stunting. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting dalam penelitian ini, yaitu status gizi ibu saat hamil (0,000), riwayat anemia saat hamil (0,000), dan Hb ibu saat menyusui (0,000). Faktor risiko yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah status gizi ibu saat hamil yang memiliki pengaruh terbesar dengan nilai Exp. B = 11,937. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah status gizi ibu saat hamil, riwayat anemia saat hamil, dan Hb ibu saat menyusui.
Unduhan
Referensi
Alawiah, D. B. S., Utary, D., Mahdaniyati, A., & Shammakh, A. (2023). Nusantara Hasana Journal. Nusantara Hasana Journal, 2(10), 62–66.
Budiastutik, I., & Rahfiludin, M. Z. (2019). Faktor Risiko Stunting pada anak di Negara Berkembang Risk Factors of Child Stunting in Developing Countries. Amerta Nutrition, 122–126. https://doi.org/10.2473/amnt.v3i3.2019.122-129
Candra, A. (2020). Epidemiologi Stunting. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
Flora, R. (2021). Stunting Dalam Kajian Molekuler (1st ed.). UPT. Penerbit dan Percetakan Universitas Sriwijaya.
Hasymi, Y., Purnama, Y., Flora, R., Nugraheni, A., & Nurlaili. (2022). Factor Affected Stunting Prevention in North Bengkulu District: a Qualitative Study. Global Medical & Health Communication (GMHC), 10(2), 136–143. https://doi.org/10.29313/gmhc.v10i2.9238
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor {2} Tahun {2020} tentang Standar Antropometri Anak.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten/Kota Tahun 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten/Kota Tahun 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Millennium Challenge Account - Indonesia. (2014). Backgrounder: Stunting dan Masa Depan Indonesia. http://mca-indonesia.go.id
Modjo, D., Sudirman, A. A., Kilo, E., Gorontalo, U. M., Studi, P., Keperawatan, I., Gorontalo, U. M., Studi, P., & Ners, P. (2024). Determinan Stunting Pada Balita Berdasarkan Status Imunisasi Dan ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Tilango. JurnalKeperawatan, nn, 1–11.
Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting Pada Anak: Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam: Journal For Gender Mainstreaming, 14(1), 19–28. https://doi.org/10.20414/Qawwam.v14i1.2372
Susanti, Y. E., Kirana, R., & Laili, F. J. (2024). Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024. Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ), 2(1), 254–264.
Wulandari, E., & Fitri, H. N. (2023). Kajian Stunting Pada Anak Balita Ditinjau Dari Pemberian Asi Eksklusif , Mpasi Dan Status Imunisasi Di Kelurahan Alak Kota Kupang. Jurnal Maternitas Kebidanan, 8(2), 103–112.
Yongky. (2012). Asupan Zat Gizi Makro dan Kenaikan Berat Badan Selama Hamil Terhadap Luaran Kehamilan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


