Analisis Implementasi Sistem Penyimpanan dan Pengeluaran Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Salah Satu Apotek di Kota Jakarta Utara

Penulis

  • Ghina Raudhatul Jannah Universitas Padjadjaran
  • Yoppi Iskandar Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1379

Kata Kunci:

penyimpanan obat, pengeluaran obat, pelayanan kefarmasian, apotek, CDOB

Abstrak

Pendahuluan: Penyimpanan dan pengeluaran obat merupakan bagian penting dalam pengelolaan sediaan farmasi untuk menjaga mutu, keamanan, dan ketersediaan obat di apotek. Ketidaksesuaian sistem penyimpanan dan pengeluaran obat dapat menyebabkan penurunan mutu obat, kesalahan distribusi, serta peningkatan risiko obat kedaluwarsa. Penerapan sistem yang sesuai standar diperlukan untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian dan mendukung pengelolaan persediaan obat yang efektif serta efisien di apotek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem penyimpanan dan pengeluaran obat berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian pada salah satu apotek di Kota Jakarta Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan sifat deskriptif-evaluatif dan pendekatan prospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan indikator checklist berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 73 Tahun 2016, Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019 dan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Aspek yang diamati meliputi sistem penyimpanan obat, penerapan FIFO (First In First Out) dan FEFO (First Expired First Out), pencatatan stok dan sistem pengeluaran obat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator telah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian, namun masih ditemukan ketidaksesuaian pada aspek dokumentasi dan pengendalian stok. Simpulan: Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi sistem penyimpanan dan pengeluaran obat di apotek telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan evaluasi serta pengawasan berkala untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam upaya peningkatan mutu pengelolaan obat di apotek.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Anisah, N., Yunita, S. L., & Hidayati, I. R. (2023). Analisis pengelolaan obat di Puskesmas X Provinsi Kalimantan Selatan. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 5(1).

Asyikin, A. (2018). Studi implementasi sistem penyimpanan obat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Sejati Farma Makassar. Jurnal Media Farmasi, 14(1), 29–34.

Astuti, R., & Cholisah, E. (2024). Studi implementasi sistem penyimpanan obat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Perintis Bandung. Journal of Pharmacy Student (JPhaS), 1(3).

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 20 Tahun 2025 tentang standar cara distribusi obat yang baik (CDOB). BPOM RI.

Ilahi, A. R., & Iskandar, Y. (2025). Evaluasi sistem penerimaan dan penyimpanan obat di Apotek X Kota Bandung berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jurnal Farmasimed, 8(1), 391–398.

Jesika, J. A. (2022). Evaluasi kesesuaian penyimpanan obat di Apotek Kem Kem Cendana Samarinda tahun 2022. Jurnal Farmasi Etam (JFE), 2(2), 196–206.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di apotek. Kementerian Kesehatan RI.

Mamonto, M. (2025). Evaluasi sistem penyimpanan obat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di apotek wilayah Kecamatan Modayag. Graha Medika Pharmacy Journal, 1(1), 39–47.

Marasabessy, N., Adiana, S., & Rochjana, A. U. H. (2024). Gambaran penyimpanan obat di Apotek Quality Bekasi berdasarkan petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di apotek. Indonesian Journal of Health Science, 4(6s).

Marlina, S. (2025). Studi stabilitas fisik dan kimia sediaan sirup parasetamol pada penyimpanan suhu ruang. Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia, 1(1), 8–14.

Ramaliih, K. D., Putri, D. A., Yunarti, K. S., Sofiah, S. A., & Wibowo, E. R. (2025). Evaluasi sistem penerimaan dan penyimpanan obat di Apotek X Purwokerto. Jurnal Bina Cipta Husada: Jurnal Kesehatan dan Science, 21(2), 56–69.

Ranti, Y. P., Mongi, J., Sambou, C., & Karauwan, F. (2021). Evaluasi sistem penyimpanan obat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di Apotek M Manado. Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical), 4(1), 80–87.

Unduhan

Diterbitkan

30-06-2026

Cara Mengutip

Raudhatul Jannah, G., & Iskandar, Y. . (2026). Analisis Implementasi Sistem Penyimpanan dan Pengeluaran Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Salah Satu Apotek di Kota Jakarta Utara. Health Research Journal of Indonesia, 4(5), 1696–1704. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1379