Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Sayat Menggunakan Gel Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis) Dalam Sediaan Topikal Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Putih
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1264Kata Kunci:
daun sukun (Artocarpus altilis), luka sayat, gel, mencitAbstrak
Luka sayat merupakan salah satu jenis luka terbuka yang memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal dan terhindar dari infeksi. Proses ini berlangsung melalui empat fase utama, yaitu fase hemostasis, fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi, yang secara berurutan berperan dalam menghentikan perdarahan, membersihkan jaringan yang rusak, membentuk jaringan baru, dan memperkuat jaringan hasil regenerasi. Daun sukun diketahui mengandung golongan metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan saponin, steroid, alkaloid, dan glikosida yang berpotensi sebagai antiinflamasi, antibakteri, serta mempercepat proses regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penyembuhan luka sayat dengan menggunakan gel ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dalam sediaan topikal pada mencit (Mus musculus) jantan putih. Penelitian ini menggunakan lima kelompok perlakuan: kontrol positif (Gel Bioplacenton), kontrol negatif (basis gel), gel ekstrak daun sukun konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun konsentrasi 7,5% secara signifikan dapat mempercepat penyembuhan luka sayat. Data dianalisis terlebih dahulu dengan uji normalitas dan homogenitas. Jika data terdistribusi normal dan homogen digunakan uji One Way ANOVA untuk menguji interaksi antara waktu dan perlakuan. Jika data tidak memenuhi asumsi tersebut, digunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitneyy untuk mengidentifikasi pasangan kelompok yang berbeda signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gel ekstrak daun sukun berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka sayat.
Unduhan
Referensi
Aeni, N. N. (2022). Uji aktivitas analgesik ekstrak umbi lobak putih (Raphanus sativus L.) pada mencit (Mus musculus) dengan metode hot plate (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Bandung.
Dayanti, E., Rachma, F. A., Saptawati, T., & Ovikariani. (2022). Penetapan parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol biji buah trembesi (Samanea saman). Benzena Pharmaceutical Scientific Journal, 1(2), 46–58.
Departemen Kesehatan RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. (2022). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Farhan, M., Putriana R, A., & Humaidi, F. (2023a). Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Gel Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Sebagai Antiseptik Tangan. In Jurnal Farmasi Dan Herbal (Vol. 5).
Fitri, S. R. (2024). Formulasi dan evaluasi sediaan gel ekstrak metanol daun sirih (Piper betle L.) sebagai pengobatan kutu air. Skripsi. Program Studi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Maryam, F., Taebe, B., & Toding, D. P. (2020). Pengukuran parameter spesifik dan non spesifik ekstrak etanol daun matoa (Pometia pinnata J.R. & G.Forst). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 6(1).
Mierza, V., Nasution, M. P., & Suryanto, D. (2021). Antibacterial activity of residue fraction from ethanol extract of bawang sabrang (Eleutherine palmifolia Merr.) bulbs. Journal of Pharmaceutical and Sciences (JPS), 4(2), 60–68.
Mierza, V., Razali, M., Hanafi, M., & Pandiangan, M. (2024). Pemanfaatan limbah ekstrak metanol dari kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) sebagai antimikroba. Journal of Pharmaceutical and Health Research, 5(3), 71–78.
Nofita, et al. (2025). Formulasi dan uji aktivitas penyembuhan luka bakar dan luka sayat sediaan gel ekstrak kulit pisang ambon (Musa paradisiaca var. sapientum). Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 11(1), 309–317.
Praja, M. H., & Oktarlina, R. Z. (2016). Uji efektivitas daun petai cina (Laucaena glauca) sebagai antiinflamasi dalam pengobatan luka bengkak. Majority, 5(2), 84–88.
Pratiwi, S. A., Februyani, N., & Basith, A. (2023). Skrining dan uji penggolongan fitokimia dengan metode KLT pada ekstrak etanol kemangi (Ocimum basilicum L.) dan sereh dapur (Cymbopogon citratus). Pharmacy Medical Journal, 6(2), 140–147.
Primadina, N. R., Sulastri, E., & Wicaksono, A. (2019). Tahapan penyembuhan luka dan mekanisme biologisnya. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 12(4), 250–258.
Putri, R. W., Hidayatullah, M., & Susiani, E. F. (2024). Perbandingan metode ekstraksi maserasi dan sokhletasi terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol 96% daun kluwih (Artocarpus camansi). Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan, 10(2), 133–140.
Raharjo, D., Ningrum, I. D., & Listyani, T. A. (2024). Formulasi sediaan gel ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) sebagai terapi luka sayat pada kelinci New Zealand White. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 6(3), 520–531.
Rahmawati, F., Silaban, H., & Azriza, C. Z. (2025). Bioactivity of Breadfruit Leaf Extract (Artocarpus Altilis). Indonesian Journal of Global Health Research, 7(6), 311–318.
Rusnedy, R., Febrina, M., & Sari, C. P. (2023). Uji aktivitas wound healing ekstrak etanol buah Averrhoa bilimbi L. (Belimbing wuluh) pada mencit putih jantan (Mus musculus). Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 20(1), 50–60. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Samsudin, M. A., Harahap, F. M., & Lubis, D. (2024). Fase inflamasi pada proses penyembuhan luka: Kajian histologis dan molekuler. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, 15(1), 12–20.
Silvyana, A. E. (2024). Uji skrining fitokimia serta parameter spesifik dan nonspesifik ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 13(3), 348–353.
Surbakti, C. I., Sembiring, E., & Tarigan, Y. G. (2020). Uji aktivitas penyembuhan luka sayat dari ekstrak etanol daun bangun-bangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng) pada mencit jantan (Mus musculus). Jurnal Tekesnos: Jurnal Teknologi, Kesehatan dan Ilmu Sosial, 2(2), 163–168.
Ulvia, R., Nofran. 2024. Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Flavonoid Total Daun Sukun (Artocarpus altilis (Park) Fosberg). Journal of Pharmaceutical.
Virdyastuti, A. (2022). Uji efektivitas sediaan salep ekstrak daun kejibeling (Strobilanthes crispus) terhadap penyembuhan luka pada kelinci (Oryctolagus cuniculus). Skripsi. Program Studi S1 Farmasi, STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun.
Zamroni, S., and Munadi E. (2017). Info Komoditi Tanaman Obat. Jakarta: Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

