Hubungan Karakteristik Terhadap Persepsi Tentang Manfaat Rebusan Daun Alpukat Pada Penderita Hipertensi Di Desa Gedung Cahya Kuningan Kabupaten Pesisir Barat
DOI:
https://doi.org/10.63004/hrji.v4i5.1250Kata Kunci:
hipertensi, karakteristik penderita, persepsi, rebusan daun alpukat, terapi komplementerAbstrak
Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama di masyarakat dan berkontribusi besar terhadap kejadian penyakit kardiovaskular. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti pemanfaatan rebusan daun alpukat mulai dikenal sebagai terapi komplementer karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berpotensi menurunkan tekanan darah. Namun, pemanfaatannya masih dipengaruhi oleh persepsi yang beragam dari penderita hipertensi. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh berbagai karakteristik individu. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik penderita hipertensi dengan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat di Desa Gedung Cahya, Kuningan, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi di Desa Gedung Cahya Kuningan sebanyak 93 orang, jumlah sampel 93 dengan teknik total sampling. Analisis dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (χ²). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (62,4%), berada pada usia produktif (69,9%), berpendidikan tinggi (75,3%), memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga (60,2%), dan memiliki persepsi yang baik tentang manfaat rebusan daun alpukat (51,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan jenis kelamin (p = 0,005), usia (p = 0,021), tingkat pendidikan (p = 0,000), serta riwayat hipertensi keluarga (p = 0,000) dengan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara karakteristik penderita hipertensi dan persepsi tentang manfaat rebusan daun alpukat. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan karakteristik individu untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan terapi komplementer secara tepat.
Unduhan
Referensi
Afandi, A., & Indiasworo, A. R. (2022). Perbedaan Jenis Kelamin Pada Prevalensi dan Faktor Resiko Hipertensi Pada Remaja: Studi Crosssectional. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4(2), 249-252.
Akmal, D., Rahmawati, R., Setianto, R., Dewi, B. A., & Anri, A. (2023). Hubungan Riwayat Keluarga Dan Merokok Dengan Kejadian Hipertensi. Journal Of Nursing And Public Health, 11(2), 636-641.
Astuti, Y., Depeda, A., Sari, R. P., & Tangerang, S. Y. (2022). Pengaruh pemberian rebusan daun alpukat untuk penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Buaran Mangga Kecamatan Pakuhaji. Nusantara Hasana Journal, 1(9), 17–22. https://nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/view/241/153
Beier, M., & Ackerman, P. L. (2023). Determinants of health perception and health behavior. Journal of Health Psychology, 28(3), 210–218.
Bloom, B. S. (1974). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Longman.
Budiman, & Riyanto, A. (2022). Kapita selekta persepsi dan sikap untuk penelitian kesehatan. Salemba Medika.
Cahyani, A. N. (2024). Asuhan keperawatan pada klien lansia dengan hipertensi di Desa Bedah Lawak Tembelang Jombang.
Darsini, D., Fahrurrozi, & Cahyono, E. A. (2019). Pengetahuan: Artikel review. Jurnal Keperawatan, 12(1), 13–24.
Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2024). Profil kesehatan Provinsi Lampung tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.
Djamaluddin, A., Putra, R. K., & Ratnasari, D. (2020). Persepsi Masyarakat terhadap Pengobatan Tradisional Berdasarkan Perbedaan Jenis Kelamin. Journal of Holistic and Health Sciences (Jurnal Ilmu Holistik dan Kesehatan), 4(2), 67-77.
Ernawati, I., Fandinata, S. S., & Permatasari, S. N. (2020). Kepatuhan konsumsi obat pasien hipertensi. Graniti Anggota IKAPI.
Elvina, R., Camelia, I. N., Rosa, R., Reslina, I., & Widya, N. (2023). The Relationship between Knowledge and Community Attitudes with Use of Herbal Medicine as Tradisional Medicine in Simpang Petai Village, Kampar Regency. Indonesian Journal of Pharmaceutical Research, 3(2), 1-7.
Fanun, D. (2021). The art of emotion: Seni melampiaskan kemarahan dengan pikiran dan tindakan positif. Araska Publisher.
Fatachi, Q. (2019). Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang Manfaat Daun Alpukat Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Di Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo).
Fitriani, T. I. A., Syam, S. H., & Mangemba, D. (2023). Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Diet Hipertensi. Lentora Nursing Journal, 4(1), 1-7.
Friedman, M. M. (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: Riset, teori, dan praktik (5th ed.). EGC.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Harahap, N. H., Hadi, A. J., & Ahmad, H. (2024). The effectiveness of health education using the Health Belief Model (HBM) approach toward knowledge level of adolescent reproductive health at MTsN 3 Padangsidimpuan. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 7(2), 463–471. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i2.4944
Harjana. (2023). Teori Health Belief Model dalam perilaku kesehatan. Nuha Medika.
Hastono, S. P. (2021). Analisis data pada bidang kesehatan. Rajawali Pers.
Hidayat, A., Rahman, F., & Sari, D. (2021). Persepsi keluarga terhadap penggunaan terapi alternatif pada penderita hipertensi. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(1), 33–40.
Husnandari, A., Carolia, N., Putri, G. T., Rahmanisa, S., Farmakologi, B., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2025). Fotokimia dan farmakologi daun alpukat (Persea americana Mill.) pada aktivitas antihipertensi. 15, 128–131.
Indrawati. (2023). Pengaruh pemberian rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Posyandu Wreda Pratama Bangunjiwo Kasihan Bantul. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 2(1), 12.
Juli Andri, Padila, Ramadhan, & Trybahari Sugiharno. (2023). Pemberian terapi rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan Silampari, 6, 1430–1437.
Kasfarina, D., Asmaran, F. L., & Sucipto, A. (2023). Hubungan Pengetahuan Penggunaan Tanaman Herbal Dengan Perilaku Pemanfaatan Tanaman Herbal Untuk Penanganan Hipertensi. MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan, 18(2), 58-64.
Kowalski, R., et al. (2023). Gejala klinis hipertensi. Elsevier.
Lestari, C. A. (2022). Pengaruh pemberian air rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tilango. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(5), 582–590.
Lestari, D., Wahyuni, S., & Putra, A. (2020). Hubungan tingkat pendidikan dengan persepsi penggunaan obat herbal pada penderita hipertensi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(2), 101–108.
Li, X., et al. (2023). Clinical symptoms and complications of hypertension. Springer.
Milwati. (2021). Health Belief Model dalam perilaku kesehatan masyarakat. Deepublish.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2019). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Nurhayati, U. A. I., Ariyanto, A., & Syafriakhwan, F. (2023, July). Hubungan usia dan jenis kelamin terhadap kejadian hipertensi. In Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas' Aisyiyah Yogyakarta (Vol. 1, pp. 363-369).
Nurmasuri, T. (2024). Aktivitas farmakologi daun alpukat (Persea americana Mill.). Medula, 14, 1249–1255.
Orji, R. (2022). Perceived susceptibility and hypertension self-management behavior. Journal of Behavioral Medicine, 45(2), 115–124.
Parmin, S., Carisma, P. P., Rimbawati, Y., Safitri, S. W., & Bangsa, U. K. (2025). Pengaruh air rebusan daun alpukat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Panti Sosial Harapan Kita. 8(2). https://doi.org/10.32524/jksp.v8i2.1504
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamental keperawatan (7th ed.). Salemba Medika.
Pradono, J., Kusumawardani, N., & Rachmalina, R. (2020). Hipertensi pembunuh terselubung di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Priyoto, I. (2020). Teori sikap dan perilaku dalam kesehatan. Nuha Medika.
Putri, R., & Handayani, S. (2020). Persepsi masyarakat terhadap penggunaan pengobatan herbal sebagai terapi pendamping penyakit kronis. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1), 55–63.
Rachmawati, W. C. (2019). Promosi kesehatan dan ilmu perilaku.
Rahmawati, N., Hidayah, S., & Kurniawati, D. (2022). Persepsi lansia terhadap pemanfaatan obat herbal dalam pengendalian tekanan darah. Jurnal Keperawatan Komunitas, 10(2), 88–95.
Sari, M., Fitriani, E., & Dewi, N. (2021). Persepsi perempuan terhadap pemanfaatan tanaman obat keluarga. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), 145–152.
Sari, N., et al. (2025). Persepsi masyarakat terhadap terapi herbal hipertensi. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 13(1), 44–52.
Setiyaningsih. (2016). Health Belief Model dan perceived severity dalam perilaku kesehatan. Graha Ilmu.
Satiyem, S., Murtiningsih, D., & Pradessty, A. D. (2024). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Usia Dengan Kejadian Hipertensi. Jurnal Kebidanan, 4(1), 35-42.
Setyarini, D., et al. (2021). Kandungan flavonoid dan efek diuretik daun alpukat. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 76–84.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Survei Kesehatan Indonesia. (2024). Laporan Survei Kesehatan Indonesia tahun 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Utami, K. D., & Pramono, J. S. (2025). Pemanfaatan formulasi jus alpukat (Persea americana Mill.) dan omega 3 dalam upaya pengendalian profil lipid darah.
Vinata, C. E., Suryaningsih, N. P. A., & Wirajaya, M. K. M. (2022). Perception of hypertension patients on the use of herbal drugs in complementary therapy of hypertension in Denpasar city. Journal Pharmaceutical Science and Application, 4(2), 68-75.
Wachidah, R., Puspitasari Sugiyanto, E., & Wachidah, R. (2023). Penerapan pemberian kompres hangat jahe pada leher terhadap nyeri kepala pasien lansia dengan hipertensi. Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 5(1), 39–45.
Waryantini, Amelia, R., & Harisman, L. (2021). Pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. 10(1), 37–44.
Widodo, A. (2019). Hubungan usia dengan kepercayaan terhadap pengobatan tradisional pada masyarakat pedesaan. Jurnal Promosi Kesehatan, 7(1), 21–28.
Wijaya, A., & Simaibang, R. (2024). Persepsi pasien hipertensi terhadap terapi komplementer herbal. Jurnal Keperawatan Holistik, 9(2), 88–96.
World Health Organization. (2023). World Health Organization report. WHO.
World Health Organization. (2025). Hypertension fact sheet. WHO.
Yuliana, R., & Prasetyo, A. (2021). Hubungan tingkat pendidikan dengan sikap terhadap pengobatan tradisional. Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(2), 66–74.
Yunandar, R., Soekiswati, S., Basuki, S. W., Triastuti, N. J., & Istiqomah, N. (2025). Hubungan Usia, Pendidikan, dan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Hipertensi Berpendekatan Cross Sectional. Jurnal Keilmuan Dan Keislaman, 179-188.
Yunus, M., Aditya, I. W. C., & Eksa, D. R. (2021). Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hipertensi di puskesmas haji pemanggilan kecamatan anak tuha kab. Lampung Tengah. Jurnal Ilmu kedokteran dan kesehatan, 8(3), 229-239.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Karya belum pernah diterbitkan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau bagian dari kuliah atau tesis yang diterbitkan) dan tidak sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain. Ketika naskah diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ini, penulis setuju untuk mentransfer hak cipta secara otomatis ke penerbit.

Health Research Journal of Indonesia dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

