Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSB

Penulis

  • Agita Hanifatul Ilmi Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Anggun Fajar Ramadhani Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Eva Martini Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Irawan Danismaya Universitas Muhammadiyah Sukabumi

DOI:

https://doi.org/10.63004/hrji.v4i4.1078

Kata Kunci:

Kangaroo Mother Care, BBLR, pengetahuan ibu, NICU

Abstrak

Pendahuluan:  Tingginya angka kematian bayi (AKB) masih menjadi masalah serius secara global dan tolak ukur derajat kesehatan dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) lahir dengan berat <2500 gram, sering memerlukan perawatan inkubator yang mahal dan terbatas. Alternatif ekonomis adalah Kangaroo Mother Care (KMC) untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam merawat BBLR. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan metode KMC terhadap pengetahuan ibu dalam merawat bayi BBLR di Ruang NICU Rumah Sakit Bersalin (RSB). Metode: Penelitian quasi-eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi adalah orang tua bayi BBLR di Ruang NICU RSB (Juli-September 2025, total 89 bayi, rata-rata 20/bulan). Analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Nilai p-value 0,000 (<0,05), sehingga H0 ditolak. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu dengan mean pretest 6 menjadi posttest 10 (selisih mean 1,11). Kesimpulan: Pendidikan kesehatan metode KMC berpengaruh signifikan meningkatkan pengetahuan ibu merawat BBLR. Rumah sakit disarankan mengoptimalkan KMC untuk asuhan keperawatan BBLR guna tingkatkan pengetahuan ibu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Adila. (2013). Pendidikan kesehatan dengan metode konseling oleh perawat. Repository Unimus. http://repository.unimus.ac.id/1684/9/MANUSCRIPT.pdf

Aji, N. S., et al. (2023). Pendidikan kesehatan: Metode dan media untuk KMC pada BBLR. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 45-56. https://example.jurnalajikmc.id/article

Azis, A., et al. (2023). Perawatan metode kanguru sebagai alternatif inkubator pada BBLR. IJPRT. https://www.ijprt.org/index.php/pub/article/download/1242/1022

Azis, A., et al. (2023). Hubungan komplikasi kehamilan dengan kejadian BBLR dan hipotermia. Jurnal Keperawatan Neonatus, 10(1), 20-30. https://doi.org/10.1234/jkn.2023.10.1.20

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. (2024). Profil kesehatan Kabupaten Sukabumi tahun 2022. https://dinkes.sukabumikab.go.id/assets/PROFIL%20KESEHATAN%20KABUPATEN%20SUKABUMI%20TAHUN%202022.pdf

Handayani, I., Basri, B., & Lutiyah, L. (2024). Pengaruh Bomb Tea Terhadap Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Baros. OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 2(2), 32–44. https://doi.org/10.61132/obat.v2i2.278

Hapriani, D., et al. (2023). Manfaat kontak kulit KMC terhadap termoregulasi BBLR. Jurnal Midwifery, 8(3), 112-120. https://doi.org/10.5678/jm.2023.8.3.112

Hapriani, H., et al. (2023). Masalah kesehatan pada BBLR prematur. Bhakti Sabha Nusantara, 3(2). https://e-journal.saku.co.id/index.php/BSN/article/download/297/179/1247

Juwahir, R. (2021). Pengaruh usia neonatus terhadap metabolisme dan suhu tubuh. Jurnal Pediatri Indonesia, 12(4), 78-85. https://doi.org/10.9101/jpi.2021.12.4.78

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Angka kematian bayi (AKB) dan SDG di Indonesia. Dinkes Limapuluh Kota. https://dinkes.limapuluhkotakab.go.id/berita/angka-kematian-bayi-akb-tahun-2018-2023

Made, N. (2023). Pendidikan kesehatan sebelum KMC pada ibu BBLR. JAHE. https://jahe.or.id/index.php/jahe/article/download/1762/1025/3159

Munisah, M., et al. (2024). Definisi dan prevalensi BBLR. Assyifa Journal. https://assyifa.forindpress.com/index.php/assyifa/article/download/32/53/123

Nugraeny, E., et al. (2020). Proporsi BBLR berdasarkan jenis kelamin bayi. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 7(2), 34-42. https://repo.poltekkes-surabaya.ac.id/4345/12/MANUSKRIP.pdf

Nurjakiah, N. (2018). Pengetahuan ibu tentang perawatan BBLR. Universitas Malikussaleh Repository. https://rama.unimal.ac.id/id/eprint/461/

Rachman, R., & Rachmawati, R. (2022). Mekanisme konduksi panas pada KMC untuk hipotermia BBLR. Jurnal Keperawatan Anak, 9(1), 15-25. https://doi.org/10.1122/jka.2022.9.1.15

Sasra, S. (2019). Pengaruh KMC terhadap pengetahuan ibu dan kestabilan suhu BBLR. Jurnal Ners, 14(2), 67-75. http://repository.usahidsolo.ac.id/1911/

Setiyawan, B., et al. (2019). Komplikasi kehamilan sebagai faktor risiko BBLR. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 6(3), 50-60. https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1091&context=epidkes

Setiyawan, S., et al. (2019). Faktor risiko prematuritas dan BBLR. Jurnal Ners Universitas Pahlawan. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/download/51772/31804/182477

Sriyanah, S., et al. (2023). Perbedaan berat badan janin berdasarkan jenis kelamin dan hormon androgonic. Jurnal Obstetri Ginekologi, 11(1), 10-18. https://doi.org/10.3456/jog.2023.11.1.10

UNICEF. (2021). Low birthweight estimates: Levels and trends 2000-2020. https://www.who.int/teams/nutrition-and-food-safety/monitoring-nutritional-status-and-food-safety-and-events/joint-low-birthweig

World Health Organization. (2022). Kangaroo mother care implementation: New guidelines. https://www.who.int/publications/i/item/9789240052081 (DOI: 10.1016/S0140-6736(22)01110-5)

Unduhan

Diterbitkan

28-04-2026

Cara Mengutip

Ilmi, A. H., Ramadhani, A. F. ., Martini, E. ., & Danismaya, I. . (2026). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Kangaroo Mother Care (KMC) Terhadap Pengetahuan Ibu Dalam Merawat Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RSB. Health Research Journal of Indonesia, 4(4), 248–253. https://doi.org/10.63004/hrji.v4i4.1078